FF: Marry U Part 1

Cast :

Cho Kyuhyun

Choi Yong Soon

Lee Hyuk Jae

 

 

Yong Soon POV

 

Lagi-lagi aku menghela nafasku, aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan sekarang, aku bingung, Hyukjae menatapku dengan pandangan khawatir, dia menarikku ke dalam pelukannya dan menyandarkan kepalaku di dadanya. Dia mengusap kepalaku perlahan berusaha menenangkanku.

“Apa yang harus aku lakukan Hyukjae-ya?”tanyaku padanya.

Dia mencium keningku sekilas dan kembali mengusap kepalaku perlahan.

”Seperti yang tadi aku bilang…”ucapnya membuatku melepaskan diri dari rangkulannya, aku tidak percaya dia masih tetap bertahan dengan pendapatnya.

”Hyukjae-ya…aku tidak mau…sama saja aku mengkhianatimu…aku tidak mau…”ucapku padanya.

Dia menatapku serius dan menggeleng.

”Anni…kau mencintai orang tuamu kan?bantulah mereka…”ucapnya membuatku benar-benar ingin menangis sekarang.

Aku tidak mau menyakiti hatinya, kenapa dia bisa menerima hal itu? Aku tidak mau dia sakit, aku begitu mencintainya, sangat mencintainya.

”Tapi aku akan menyakitimu…aku tidak mau Hyukjae-ya…”ucapku lagi aku berusaha menahan tangisku yang hampir turun.

”Tidak…aku percaya padamu…lagipula kalian sudah sepakat kan?”serunya.

Dan aku hanya bisa mengangguk. Aku merasakan bulir air mata mulai turun, aku sudah tidak kuat lagi menahannya, Hyukjae langsung merengkuhku ke dalam pelukannya. Dia memelukku sangat erat seakan ingin menghentikan tangisku yang terus turun.

”Mianhe…jeongmal mianhe…”ucapku dalam pelukannya.

Aku merasa bersalah atas ini semua, kenapa aku tidak bisa menolaknya? Kenapa aku harus terjebak dalam situasi seperti ini.

”Anni..gwenchana…”ucapnya sambil mengecup kepalaku dan kembali mengelus punggungku perlahan.

”Jeongmal saranghae Hyukjae-ya…”ucapku lagi.

Dia melepaskan pelukannya dan menarik wajahku untuk menatapnya dia mengusap air mataku yang turun dengan jarinya dan dia menatapku langsung ke dalam mataku.

”Nado Yong Soon-ah…nado jeongmal saranghae…selamanya…”ucapnya kemudian mengecup bibirku perlahan namun saat dia akan melepaskannya aku menahan bibirnya untuk terus menciumku sepertinya dia tahu itu dan dia pun langsung melumat bibirku, aku pun membalasnya dan mendekatkan tubuhku padanya. Sakit, entah kenapa ciuman kami kali ini sangat sakit, rasanya ini akan menjadi ciuman kami yang terkahir karena setelah ini aku akan menjadi milik orang lain. Andwe! Memikirkan itu saja sudah sangat menyakiti hatiku apalagi sebentar lagi hal itu akan menjadi kenyataan. Entah kenapa aku malah menangis.

Hyukjae melepaskan ciumannya begitu mengetahui aku kembali menangis, aku tidak sanggup Hyukjae-ya, seruku dalam hati. Air mataku semakin deras turun. Hyukjae kembali memelukku, aku memeluknya semakin erat, sangat erat seakan tidak mau melepaskannya.

 

Aku masuk ke kamarku dan menghempaskan tubuhku ke atas tempat tidurku, pikiranku begitu kacau. Apa aku memang harus melakuknnya? Aku kan mneyakitinya, menyakiti orang yang sangat aku cintai dan telah bersamaku selama 4 tahun ini tapi apa yang bisa aku lakukan? Aku sayang orang tuaku dan aku tidak mau mengecewakannya. Hyukjae dan aku sudah berpacaran selama 4 tahun bahkan aku dan dia berencana untuk menikah tahun depan tapi ternyata Tuhan punya rencanan yang lain, ternyata ayah telah menjodohkanku dengan anak sahabatnya, ayah melakukan ini karena perusahaan ayah yang sedang mengalami krisis dan teman ayah itu mau membantu tapi dengan syarat, dia ingin menikahkan anakanya denganku dan ayah tidak punya pilihan lain. Ayah tahu aku dan Hyukje sudah bersama selama 4 tahu dan menyerahkan semua keputusan padaku tapi aku tahu ayah berharap aku akan menyutujuinya maka aku pun akhirnya setuju meski dengan berat hati dan semua ini juga karena Hyukjae yang meyakinkanku untuk menerimanya tapi sekarang aku merasa bersalah, sangat bersalah padanya, aku telah menyakitinya.

”Yong Soon-ah..”seru ibuku sambil membuka pintu kamarku dan berjalan ke arahku.

Aku pun bangkit dari dudukku dan berusaha tersenyum padanya.

”Wae Omma?”tanyaku padanya.

Dia menatapku lekat-lekat dan mengelus rambutku perlahan.

”Jeongmal mianhe…”ucap Ommaku, ya Omma tahu sebenarnya aku tidak mau menerima hal ini, dia tahu aku sangat mencintai Hyukjae.

”Gwenchanan Omma…aku sudah bicara dengan Hyukjae…”ucapku lagi sambil menunduk, aku tahu sebentar lagi air mata ini akan turun.

”Gumawo Yong Soon-ah…kau akan mendapatkan kebahgiaan dengannya…ibu selalu mendoakanmu…”seru ibuku kemudian memelukku, aku pun membalas pelukannya dan mengangguk dalam pelukannya. Aku berusaha menahan tangisku yang sudah hampir turun.

Jeongmal mianhe Hyukjae-ya, aku akan tetap setia padamu, apapun yang terjadi.

 

 

Hari ini adalah hari pernikahanku, pernikahan yang tidak kuinginkan, beberapa kali aku menghela nafas sambil menatap diriku di cermin, aku tidak boleh menangis, itu pesan Hyukjae tadi saat dia meneleponku, dia bilang aku tidak boleh menangis di hari pernikahkanku. Bukan, bukan pernikahakanku, bagiku pernikahanku adalah dengan Hyukjae bukan dengan pria itu.

Ya pria itu bernama Cho Kyuhyun, anak dari teman ayah yang sekarang akan menikah denganku dan akan membuat nama keluargaku menjadi Cho, bukan Cho yang aku inginkan tapi Lee, Lee dari seorang Lee Hyukjae. Aku hanya dua kali bertemu pria ini, saat pertama kali dipertemukan dengannya dan juga saat pertunangan. Sebenarnya dia juga tidak setuju dengan pernikahan ini karena yang aku tahu dia sudah memiliki seorang yeojachingu dan oleh sebab itu aku dan dia melakukan sebuah perjanjian.

Flashback

”Kau menerimanya?”tanya Kyuhyun padaku dengan tatapannya yang dingin itu.

Aku tidak akan tahan satu rumah dengan orang yang begitu dingin seperti ini, aku rindu Hyukjaeku yang selalu tersenyum.

”Molla…aku tidak punya pilihan…”jawabku sama dinginnya.

Dia mendesah pelan kemudian berjalan menuju bangku di taman dan duduk disana.

”Aku juga…”serunya tiba-tiba setelah sekian lama kami terdiam.

”Aku punya penawaran untukmu…”ucapnya menatap wajahku yang berdiri beberapa meter di belakangnya.

Sebenarnya aku tidak terlalu tertarik, aku tidak tahu apa penawaran yang dia maksud dan aku takut itu hanya akan membuat situasi menjadi rumit bagiku. Aku masih diam dan tidak menjawb.

”Aku tahu kau sudah mempunyi seorang namjachingu..Lee Hyukjae…benarkan? apa kau mau menyakitinya dengan pernikahan kita…kudengar kalian sudah pacaran selama 4 tahun dan seharusnya tahun depan kalian menikah tapi karena hal ini kau harus mengubur impianmu bersamanya dan aku punya sesuatu penawaran yang bisa membuatmu tetap bersamanya….”serunya panjang lebar.

Aku terbelalak kaget begitu mengetahui bahwa dia tahu semuanya, dia tahu kalau aku sudah mempunyai seorang pacar dan dia tahu bahwa aku berencana menikah dengannya tahun depan, kenapa dia bisa tahu? Pikirku.

”Apa?”tanyaku pada akhirnya, tergoda dengan tawarannya itu.

Dia berbalik dan tersenyum menatapku baru kali ini sejak kami bertemu dia tersenyum padaku, dia berjalan menghampiriku dan berdiri tepat di depanku.

”Kita akan berpura-pura menikah…kau tahu aku juga sudah memiliki pacar dan aku tahu perasaanmu bagaimana dan aku juga merasakannya…namun aku tahu kau tidak bisa menolak…setelah pernikahan ini dalam waktu 1 bulan ayah akan menyerahkan perusahaannya padaku dan aku akan membantu ayahmu setelah 1 bulan kita akan bercerai dan kau bisa kembali pada pacarmu melanjutkan rencana pernikahanmu…bagaimana?”tanyanya padaku.

Aku tidak percaya dia punya rencana seperti itu, aku sedikit bersyukur ternyata dia juga tidak ingin hal ini. Aku memikirkan penawarannya, sangat menarik, tentu saja aku ingin menikah dengan Hyukjae.

:”Tidak ada yang dirugikan…oh ya dan satu lagi…setelah kita menikah kita bebas untuk bertemu dengan pacar kita asal diam-diam…kau tahu maksudku…siapa tahu mereka memata-matai kita….”ucapnya lagi.

Membuatku semakin berpikir dan ya aku tertarik dengan idenya itu. Aku tidak mau menyakiti Hyukjae dan mungkin ini jalannya.

”Baiklah…aku setuju….”jawabku dan bisa kulihat dia kembali tersenyum.

”Ya ampun kalian sudah sangat akrab sekali…”ucap ibunya Kyu yang melihat kami berdua di taman.

Kyuhyun langsung mengenggam tanganku menunjukan bahwa kami sudah sangat dekat, aku kaget saat dia mengenggam tanganku seperti itu, dia ingin menyempurnakan aktinganya sepertinya. Aku pun hanya bisa tersenyum.

Flashback end.

 

Dan disinilah sekarang aku, menjadi calon pengantin wanita. Meski sudah ada perjanjian itu tetap saja aku merasa sudah menyakiti Hyukjae, oleh sebab itu aku menyuruhnya untuk tidak datang padahal dia ingin datang. Dasar Hyukkie babo! Bisa-bisanya dia bersemangat melihat pacarnya menikah dengan orang lain, yah meski itu pura-pura, tapi entah kenapa aku merasa takut, takut soal perasaanku pada Hyukkie atau hanya perasaanku saja.

”Yong Soon-ah sudah siap…”ucap ayahku yang sudah berdiri di depan pintu dengan senyuman terkembang di wajahnya, aku tidak tega jika sudah melihatnya seperti ini. Aku pun berusaha menunjukan senyum termanisku, dia menggandengku menuju altar.

Saat pintu terbuka aku melihat Kyuhyun sudah berdiri di depan altar dengan menggunakan tuksedo putih, aku akui dia sangat tampan dengan tuksedonya itu tapi entah kenapa aku malah membayangkan Hyukjae lah yang ada disana menungguku. Ayahku mengantarku sampai ke depan Kyu kemudian menyerahkan tanganku pada Kyu dan Kyu menyambutnya.

”Kau sangat cantik hari ini…”lirihnya padaku.

Dia benar-benar sangat pintar berakting seperti itu, menyempurnakan kepuara-puraan kami namun meski begitu, kata-katanya mampu membuat wajahku memerah karena malu apalagi sejak tadi dia terus-terusan tersenyum. Andai itu Hyukjae, ucapku penuh harap.

Upacara pernikahan pun dimulai, ketika kami selesai mengucapkan wedding vow kami. Kyu diharuskan menciumku, jujur aku sangat takut dia akan benar-benar melakukannya, ini yang membuatku tidak ingin Hyukjae datang aku takut dia melihatku dicium oleh pria lain, aku tahu ini pernikahan pura-pura tapi bagian ciuman ini tidak mungkin pura-pura kan. Aku begitu takut saat dia mulai mendekatkan wajahnya padaku, aku menutup mataku dan tidak mau melihat apa yang terjadi selanjutnya, aku takut, aku merasa telah mengkhianati Hyukjae dengan seperti ini.

Tiba-tiba Kyuhyun mencium keningku dan aku merasa lega, aku rasa dia cukup tahu bahwa ini hanya pura-pura, syukurlah. Semua orang bertepuk tangan setelahnya dan Kyuhyun langsung merangkul tubuhku menghadap ke arah tamu undangan.

Aku bisa melihat ayah dan ibuku tersenyum bahagia melihatku, aku pun berusaha tersenyum juga. Tenanglah Yong Soon hanya satu bulan, satu bulan. Ucapku menenangkan hatiku, setelah satu bulan aku akan benar-benar selalu bersama Hyukjae.

 

”Chukkae Kyuhyun-ah…Yong Soon-ah…”seru ayahku padaku dan Kyu, aku segera memeluknya dengan erat.

”Gadis kecilku sudah dewasa sekarang…jaga dia baik-baik ya Kyu…”ucap ayahku pada Kyu.

Kyu pun mengangguk dan tersenyum pada ayahku.

”Ne abonim…”ucapnya.

”Kyuhyun-ah..kau sudah menjadi pria dewasa sekarang…”ucap ayah Kyu sambil menepuk bahu anaknya dan tersenyum padaku, aku pun memabalas senyumnya.

”Siwon-ah…akhirnya kita bisa menjadi keluarga….”ucap ayah Kyu pada ayah.

”Ne..Jung Soo-ya…”jawab ayahku.

Aku sebanarnya heran dengan hubungan mereka, ayah meminta bantuan pada Jung Soo ahjussi yang merupakan sahabatnya tapi ahjussi memiliki syarat seperti itu apa itu bisa dibilang terlalu jahat, jika ingin membantu sahabat kenapa tidak membantu saja. Itu yang masih aku bingung sampai saat ini.

Pesta pernikahan kami berlangsung sangat meriah, tentu saja siapa yang tidak tahu keluarga Cho, ya kami melaksanakan pesta pernikahan di rumah Kyuhyun. Kyuhyun mengenalkanku pada beberapa temannya, dia benar-benar berakting sangat alami seakan dia senang dengan pernikahan kami.

”Aigoo cantik sekali istrimu…”seru teman Kyu yang tidak salah bernama Donghae sambil tersenyum padaku dan aku pun balas tersenyum padanya.

”Ya!jangan goda dia…dia istriku sekarang…”ucap Kyu pada Donghae.

Sangat natural sekali dia berpura-pura. Aku tetap saja masih membayangkan Hyukjaelah yang berkata seperti itu, Hyukjae lah yang terus mengenggam tanganku saat ini.

”Kau harus sabar menghadapi sifat kekanak-kanakannya ya….”seru teman Kyu yang lain yang bernama Sungmin, lagi-lagi aku hanya bisa tersenyum.

Setelah itu Kyuhyun mohon undur diri pada teman-temannya dan membawaku pergi keluar rumahnya. Tiab-tiba seseorang datang, seorang gadis, senyum Kyu langsung terkembang begitu melihatnya, dia melepaskan genggaman tangannya dan menghampiri gadis itu dan merangkulnya membawanya padaku.

”Yong Soon-ssi..ini yeojachinguku Je Ri…”ucapnya sambil menunjukan seorang gadis yang menurutku cantik dengan rambut ikal sepunggung dan malam ini dia mengenakan dress warna putih selutut yang membuatnya terlihat cantik, gadis itu tersenyum dan kemudian membungkuk.

”Annyeong Onnie…Choi Je Ri-imnida…”ucapnya.

Aku pun balas membungkuk dan memperkenalkan diriku.

”Choi Yong Soon-imnida…”ucapku padanya sambil tersenyum.

Aku tidak percaya Kyu berani membawa pacarnya ke pesta ini, apa dia tidak takut melihat gadisnya cemburu atau sakit hati tapi setelah aku lihat sepertinya Je Ri tidak terlalu terganggu, sepertinya Kyu sangat menyakinkan pacarnya ini. Berbeda denganku yang begitu takut jika Hyukjae datang.

“Ada seseorang yang menunggumu ditaman…”ucap Kyu sambil tersenyum penuh arti, aku menautkan alisku tidak mengerti dengan ucapannya.

”Oppa…Onnie jadi bingung tuh…”seru Je Ri menatap Kyu.

”Temuilah dia…kasihan sudah menunggu lama…”seru Kyu lagi kemudian berjalan masuk ke dalam bersama Je Ri.

Aku masih mencerna kata-kata Kyu namun kakiku tetap kulangkahkan ke taman, aku melihat taman yang sangat gelap karena lampunya hanya sedikit, apa Kyu mengerjaiku? Kenapa aku harus ke tempat gelap seperti ini, aku mulai merasa takut. Aku berjalan menuju tempat duduk di dekat pohon, jujur aku sangat takut sekarang, aku mengedarkan pandanganku mencari apa ada sesuatu yang mencurigakan. Siapa yang ingin menemuiku disini, aku tidak melihat siapapun.

Tiba-tiba sebuah tangan melingkari leherku.

”Mencariku…”ucap sebuah suara yang sangat kukenal tapi kenapa dia bisa ada disini? Apa yang dia lakukan?

”Hyukjae-ya!”seruku melepaskan rangkulannya, aku menatapnya kesal, berani-beraninya dia mengagetkanku seperti ini. Aku mengembungkan pipiku kesal padanya.

Aku melihatnya terkekeh pelan, dia berjalan mendekatiku dan mencubit pipiku dengan kencang.

”Ya!sakit tau!”seruku sambil mengusap-usap pipiku yang sakit dicubit olehnya.

Dia pun langsung menarikku ke dalam pelukannya.

”Bogoshipo…padahal baru sehari…harus tahan sebulan kan…”serunya sambil memelukku semakin erat aku pun membalas pelukannya.

”Kita kan masih bisa bertemu…”ucapku sambil melepaskan pelukannya dan menatap wajahnya lekat-lekat.

”Ne…tapi kau harus meminta ijin suamimu dulu kan….”serunya sambil tersenyum mengejek.

Aku pun memukul dadanya, kesal dengan sebutannya itu. Tidak ada yang kuinginkan selain dia menjadi suamiku.

”Kau suamiku…”ucapku padanya.

Dia tersenyum dan mengelus wajahku perlahan.

”Pasti…aku akan menjadi suamimu…”ucapnya membuatku senang mendengarnya. Harus bertahan selama sebulan,ucapku dalam hati.

”Mau berdansa pengantin wanita…”tawarnya sambil menjulurkan tangannya dan aku pun menaymbutnya.

Dan kami pun mulai berdansa dengan alunan lagu dari dalam rumah, andai kami tidak harus seperti ini. Begitu selesai dia kembali memelukku dengan sangat serat dan aku pun membalasnya.

”Kita akan selalu bertemu ya?”tanyaku pada Hyukjae takut dia akan meninggalkanku setelah ini.

”Ne…kita akan selalu bertemu jagi…”ucapnya padaku sambil tersenyum, menunjukan senyum gusinya yang sangat aku suka, senyum yang selalu menunjukan ketulusan hatinya dan keceriaannya.

”Kiss me…”pintaku padanya.

Dia membelalakan matanya kaget dengan permintaanku namun ya aku ingin dia menciumku, aku ingin dia yakin denganku dan aku yakin dengan perasaannya yang tidak akan berubah setelah ini padaku. Dia terkekeh pelan.

”Kau sudah punya suami Yong Soon-ah…kau miliknya…”ucap Hyukjae.

”Andwe….aku milikmu Hyukjae-ya…selalu milikmu….kiss me!”pintaku lagi.

Dia kembali terkekeh namun kemudian bibirnya aku rasakan mulai bergerak lembut di bibirku, melumatnya perlahan, aku pun mulai membalas ciumannya itu. Dia menarikku mendekat ke tubuhnya dan dia terus menciumku.

 

Kyu POV

Apa dia sudah bertemu dengan pacarnya? Aku bertanya dalam hati, entah kenapa aku jadi khawatir pada gadis itu, apa gara-gara tadi ayahnya menitipkannya padaku tapi kan dia sudah memiliki seorang pacar yang sepertinya sangat mencintainya, itu kesan pertama yang aku lihat dari kekasihnya. Lalu kenapa aku harus cemas.

”Oppa gwenchanayo?”tanya Je Ri padaku.

Aku pun mengangguk dan tersenyum padanya, dia benar-benar gadis yang sangat baik mau menerima kondisiku yang harus melakukan pernikahan pura-pura ini, aku janji tidak akan menyakitimu Je Ri-ya. ucapku dalam hati sambil memandangnya.

Aku melihat ayahku tiba-tiba menghampiriku, aku segera menyuruh Je Ri pergi, aku takut ayah melihatnya.

”Kyu-ya…mana Yong Soon?”Tanya ayhku.

“Ah tadi dia…”seruku sambil menunjuk ke arah kumpulan teman-temanku.

”Akan kucari….”jawabku begitu melihat ayahku sedikit curiga.

Sepertinya Yong Soon harus kembali kesini sebelum ayah menemukan mereka di taman, aku pun bergegas menuju taman untuk memanggil mereka. Namun langkahku terhenti begitu melihat mereka sedang berciuman di bawah pohon.

Muncul sebuah perasaan aneh di dalam hatiku, entah apa? Kenapa aku harus seperti itu melihat mereka berciuman, wajar saja mereka melakukannya mereka adalah sepasang kekasih tapi entah kenapa aku seperti tidak terima. Kyu-ya sadar dia hanya istri pura-puramu kenapa harus marah.

”Kyuhyun-ssi…”serunya padaku ketika aku hendak berbalik pergi meninggalkan mereka.

”Ayah mencarimu…”ucapku padanya dan dia pun mengangguk.

Aku melihatnya berbicara sebentar pada Hyukjae kemudian tersenyum dan mengecup bibir Hyukjae sekilas. Aigoo, kenapa perasaanku seperti ini, ingat kau tidak memiliki perasaan apapun padanya.

Hyukjae menatapku dengan pandangan penuh terima kasih aku pun hanya mengangguk dan kemudian aku melihatnya pergi. Yong Soon berjalan menghampiriku, aku pun kembali mengenggam tangannya dan sepertinya sekarang dia sudah tidak terlalu keberatan . Kami kembali berpura-pura.

”Yong Soon-ah…”seru ayahku begitu melihat aku ada Yong Soon berjalan menuju ke arahnya.

”Kalian ini kenapa terpisah seperti itu…kalian kan sudah suami-istri sekarang….”ucap ayahku lagi dan Yong Soon hanya tersenyum padanya.

”Ne..Yong Soon-ah…kau harus selalu bersama suamimu…”ucap ayah Yong Soon dan kembali Yong Soon hanya tersenyum.

”Kyuhyun-ah…sepertinya daritadi kau belum mencium istrimu..tadi kau hanya mencium keningnya…ayo cium dia…kalian ini tidak ada mesra-mesranya…”seru ayahku.

Aku begitu kaget mendengarnya berkata seperti itu, apa-apaan ayahku ini? Sepertinya dia masih curiga kami tidak serius dengan pernikahan ini dan ingin menguji kami, bagaimana ini? Aku tidak mungkin melakukannya apalagi di depan Je Ri, tidak! Aku menatap Yong Soon yang sepertinya juga enggan melakukannya, dia menggigit bibir bawahnya seakan ketakutan. Aisshh tidak boleh ketahuan, tidak boleh.

”Ah…appa…tidak enak disini…”ucapku berusaha meminta agar kami tidak melakukannya.

”Memangnya kenapa? Kalian kan sudah suami istri…”seru ayahku lagi menatapku menungguku melakukannya.

Aku menatap Yong Soon yang hanya bisa menundukan wajahnya terlihat bahwa dia begitu gugup. Tidak ada yang bisa aku lakukan, semua rencana ini tidak boleh terbongkat hanya karena ini. Aku harus profesional, kami ingin kembali bersama orang yang kami sayangi, kami harus melakukannya.

Aku pun menarik Yong Soon menuju ke depan, semua orang menatap kami, Yong Soon menatapku dengan tatapan untuk tidak melakukannya. Aku hanya bisa menatapnya meyakinkan tidak ada yang bisa kita lakukan sekarang dan terlihat dia menghela nafas dan sepertinya menerima.

Aku mendekatkan wajahku ke wajahnya, semakin lama semakin dekat, aku bisa melihatnya begitu gugup dan aku juga, dia mulai memejamkan matanya dan aku pun menyentuhkan bibirku pada bibirnya. Namun saat itu aku melihat seseorang yang kuharapkan tidak melihat ini. Je Ri, dia melihatku dan aku bisa melihat wajahnya sangat sedih. Andwe!

Aku pun segera melepaskan ciumanku dan bisa kulihat semua orang bertepuk tangan, Yong Soon terlihat sangat malu setelah melakukannya namun aku terus mencari sosok Je Ri yang sudah menghilang. Andwe! Dia pasti marah padaku. Ottohke?

 

Pesta terlah berakhir dan seperti yang sudah aku perkirakan, ayah akan menyuruhku sekamar dengan Yong Soon. Aku masih terus memikirkan bagaimana perasaan Je Ri, namun tiba-tiba handphoneku berbunyi dan ada sms darinya.

Gwenchana Oppa…aku tahu Oppa hanya berpura-pura…aku baik-baik saja…aku langsung pergi karena Oppa tahu kan aku harus ke China hari ini…sampai ketemu lagi Oppa…saranghae ❤

Ya hari ini seharunya mengantarnya ke China karena beberapa bulan kedepan dia sedang pertukaran pelajar disana. Aku menghela nafas berat, syukurlah dia mau mnegerti walau begitu aku masih merasa bersalah padanya. Dia terlalu baik padaku.

Aku melihat Yong Soon baru selesai mandi dan duduk disampingku.

”Mianhe…”ucapku singkat padanya.

Aku sedikit takut dia marah dengan perlakuanku tadi. Yah meski tidak perlu aku meminta maaf padanya toh dia sudah menyetujui hal ini sebelumnya, perjanjian itu.

”Anieyo..aku tahu kita harus berpuar-pura dan semuanya harus total…arasso…hanya 1 bulan…”ucapnya.

Aku menoleh ke arahnya yang sedang menatap lurus ke depan. Namun kemudian dia menoleh ke arahku dan tersenyum. Kemudian kami terdiam tidak ada kata-kata yang kelur dari mulut kami berdua. Kenapa jadi canggung seperti ini? Aku baru ingat untuk memberitahunya sesuatu.

”Seminggu ke Jepang…”ucapku, dia mentapku bingung namun sedetik kemudian dia tahu apa yang aku katakan, ya bulan madu kami,sepertinya mereka memang sudah merencanakannya, aku melihatnya menghela nafas.

”Ara…”jawabnya singkat.

Kemudian kami kembali terdiam, sangat canggung, bagaimana tidak canggung kami baru bertemu dua kali dan langsung menikah, aku tidak tahu dia seperti apa dan begitu juga dia. Ok ini hanya sebulan, aku akan bertahan.

”Keureom…aku akan tidur di sofa dan kau di tempat tidur…”ucapku padanya.

”Ah…ne…”jawabnya.

Kemudian aku mengambil selimutku yang lain di dalam lemari dan beranjak menuju sofa. Apa aku bisa tidur dengan orang lain di kamarku? Sepertinya aku tidak akan bisa tidur sama sekali.

Satu jam, dua jam sudah aku sama sekali belum bisa memjamkan mataku, aku bangun dan melihat dia sudah tertidur lelap di tempat tidur, apa sebaiknya aku tidur diluar ya? tapi kalau mereka tahu bisa gawat. Aisshh, aku mengacak-acak rambutku, aku tidak bisa tidur jika seperti ini. Aku kembali merebahkan tubuhku kembali mencoba memejamkan mataku.

 

Yong Soon POV

Aku membuka mataku karena merasakan sinar matahari yang masuk ke dalam kamar ini, aku melihatnya masih tertidur di sofa, kasihan sekali dia. Pasti setelah ini dia akan pegal-pegal. Aku merasakan handphoneku bergetar di atas meja, aku langsung mengulurkan tanganku untuk mengambil handphoneku. Ternyata ada sebuah pesan masuk.

 

From: Naui Naempyon ❤

Pagi…. jagi^^

 

Aku tersenyum sendiri karenanya, ya itulah kebiasaan dia setiap pagi, dia akan selalu mengirimkanku ucapan selamat pagi meski singkat tapi entahlah bagiku seperti sebuah kebutuhan melihat smsnya di pagi hari. Aku rasa dia tidak akan pernah berubah, aku percaya itu. Lee Hyukjae akan tetap menjadi Lee Hyukjae yang biasanya untukku selamanya.

Aku menghela nafas perlahan, mengingat situasi yang benar-benar tidak mengenakan untukku dan juga dia, kenapa aku harus terjebak dalam situasi seperti ini? Aku bangkit dari tempat tidur menatap namja yang sedang tertidur di sofa, berpikir sebentar untuk membangunkannya atau tidak, namun aku putuskan untuk tidak membangunkannya, rasanya terlalu canggung, aku dan dia baru bertemu dua kali dan kami harus terjebak dalam situasi seperti ini, aku belum tahu dia seperti apa begitu pun juga dia, jadi mungkin lebih baik kami masing-masing saja, pernikahan hanya sebuah status untuk kami. Sebulan itu rasanya lama sekali T.T

Aku berjalan masuk ke dalam kamar mandi, berendam di dalam bath tub menenangkan pikiranku.

 

Kyu POV

Aku merasakan kepalaku sakit sekali, mungkin karena aku tidur di sofa yang ukurannya lebih kecil dari tubuhuku, aisshh badanku rasanya sakit semua. Aku bangkit dari sofa dan melihat matahari sudah bersinar terang. Ini gara-gara aku tidak bisa tidur semalam, aku baru bangun jam segini. Aku pun membuka kausku seperti sudah kebiasaanku setiap pagi dan melemparnya ke atas tempat tidur, namun tiba-tiba.

”YA!!APA YANG KAU LAKUKAN!”teriak sebuah suara membuatku kaget dan langsung menoleh ke belakang.

Aku mendapati seorang yeoja berdiri di depan pintu kamar mandi dengan menutup wajahnya. Ya kenapa ada yeoja di kamarku. Aisshh, aku lupa kalau aku dan Yong Soon sudah menikah. Aku pun segera mengambil kausku dan memakainya kembali.

”Biasa saja…Tidak perlu sampai seperti itu”ucapku datar padanya dan kemudian masuk ke dalam kamar mandi.

 

Yong Soon POV

Apa-apaan namja itu, menyebalkan sekali, biasa tentu saja itu tidak biasa, seenaknya saja dia seperti itu, aku tahu ini kamarnya tapi tidak semestinya dia seperti itu apalagi ada aku disini. Aku tahu kami sudah menikah tapi itukan hanya pura-pura.

”Agassi…”panggil sebuah suara sambil mengetuk pintu kamar, aku segera berjalan ke arah pintu untuk membukanya.

”Ne..ada apa?”tanyaku pada pelayan yang ternyata memanggilku.

”Tuan Cho menunggu anda dan tuan muda untuk sarapan bersama…”seru pelayan itu sembari tersenyum padaku dan aku membalasnya dengan anggukan, kemudian dia pun segera pergi.

Aku rindu rumahku T.T

 

Aku melirik Kyu yang makan sarapannya dengan tenang disampingku, begitu pun Cho ahjussi dan Cho ahjumma. Aku makan dengan kikuk, jujur aku belum pernah berada dalam situasi seperti ini, entah kenapa sarapan saja begitu formal. Aku juga pernah bertemu dengan ayah dan ibunya Hyukjae tapi rasanya tidak seperti ini. Sangat tidak enak sekali.

”Bagaimana malam kalian?”tanya Cho ahjussi sambil tersenyum penuh arti.

Aku bisa merasakan mukaku memerah sekarang. Pertanyaan macam apa itu? Aku melirik ke arah Kyu memintanya yang menjawab tapi sepertinya dia begitu asyik dengan sarapannya dan dia seakan tidak mendengar pertanyaan itu maka aku pun terpaksa memaksakan senyumku.

”Ne..ahjussi…”jawabku.

”Yong Soon-ah..kenapa kau masih memanggilku seperti itu…sekarang aku juga ayahmu..panggil aku abonim..arachi?”serunya lagi dan kali ini aku mengangguk sambil tersenyum dan kembali memakan sarapanku.

Aku bisa melihat Cho ahjumma hanya terkekeh pelan melihatku. Aisshh, aku kangen Appa dan Ommaku T.T

Kenapa satu bulan itu lama ya? ini saja baru satu hari, aku harus bisa bertahan satu bulan dengan namja disampingku ini yang sepertinya punya kepribadian ganda karena terkadang dia bisa sangat baik tapi juga bisa sangat dingin.

”Kalian sudah siap untuk pergi?”tanya Cho ahjussi lagi pada kami.

”Ne…”kali ini Kyu yang menjawab tanpa memadang wajah ayahnya dan meminum jus jeruknya.

”Selamat bersenang-senang Yong Soon-ah…”ucap Cho ahjumma sambil tersenyum padaku.

“Ne..ahjumm..omonim…”ucapku dengan tersenyum.

Sepertinya aku hanya bisa tersenyum disini menerima nasibku.

”Ara…sebentar lagi kalian berangkat”seru Cho ahjumma.

”MWO??”seru kami berdua bersamaan.

Advertisements

15 thoughts on “FF: Marry U Part 1

  1. Ahhhhhhh yoong soon sayang bgt sm hyukjae,,,hyukjae kan udah ada hae!!!!plakkkkkk,,,,sepertinya kyu udah jealous aja tuhhh,,,apalagi pacarnya lg pergi jg,,,itu mau honeymoon kejepang yaaa???hohohohoo,,,,nice ff,,,mau lanjut baca 🙂 yakin deh mereka bakalan jtuh cinta beneran 🙂

  2. Hyukie yg biasa’a di bully ma yongie disini jdi namching’a kkk~
    Je ri?? Ingatkah kau pada wookie??ㅎㅎㅎ ..

    Kyak’a mereka terjebak dipernikahan 1bulan ini deh..

    Next part.. 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s