FF: Love Is Really Hurt Part 6

Cast:

Super Junior

SHINee

DBSK

Genre: Horror, Romance, Friendship

 

6.      WAY FOR LOVE

 

Author POV

”Ahjussi, apa kau yakin dia memakainya?” Tanya seorang namja yang masih sangat muda kepada seorang namja lagi yang wajahnya masih terlihat muda tapi namja yang satu lagi memanggilnya dengan sebutan ahjussi, namun memang namja yang diajaknya bicara ini tampaknya lebih tua beberapa tahun dari dirinya.

Namja itu berbalik dan memandang anak itu. Wajahnya putih pucat dengan warna mata semerah darah namun meski wajah pucatnya dan mata merahnya itu memnyeramkan namun raut wajahnya sama sekali tidak menunjukan bahwa dia menyeramkan. Dia tersenyum pada anak itu dan mengangguk perlahan.

”Semoga saja…tapi aku yakin itu…”ucapnya masih dengan senyuman diwajahnya. Jarang sekali ada seorang vampir murni yang mampu tersenyum setulus itu.

”Jin Ki ahjussi…memangnya dia kenapa?kenapa kita harus melindunginya?”tanya anak laki-laki itu dengan wajah teramat penasaran.

”Taemin-ah…aku pernah bercerita tentang mimpikukan dan dialah yang ada dimimpiku itu..”seru namja yang beranama Jin Ki ini.

Jin Ki adalah salah satu penjaga kastil Madeira atau bisa dibilang dia adalah salah satu penguasa di dunia vampir ini. Bersama saudaranya yang lain yaitu Jonghyun, mereka berdua bersama-sama menjaga ketentraman dunia vampir. Merekalah yang menentukan peraturan dan juga hukum yang harus dipatuhi oleh para vampir. Mereka semua sudah berusia lebih dari 7 abad, oleh sebab itu mereka sangat berkuasa sekali disini, di kota yang sudah mereka duduki selama 7 abad, melindunginya dari kemungkinan untuk dapat ditemukan oleh manusia. Manusia sama sekali tidak tahu dimana letak kota ini yang bisa melihatnya dan memasukinya hanya mereka-mereka yang memang memiliki darah seorang vampir.

Jin Ki berjalan menuju tempat duduknya di sudut kamarnya sementara anak laki-laki muda yang bernama Taemin itu mengikutinya dan berdiri tepat di hadapannya.

”Ingat jangan sampai semua remcana kita diketahui oleh Jonghyun atau Kibum….arasso?”seru Jin Ki pada anak laki-laki itu.

Taemin hanya mengangguk.

”Ahjussi tapi jonghyun ahjussi sangat pintar bagaimana kalau mereka tahu…”seru Taemin lagi.

”Tenanglah…asal kau bisa tetap tutup mulut mereka tidak akan tahu…”ucap Jin Ki lagi.

”Ne..tapi ahjussi…kenapa ahjussi begitu ingin menolong dia?”tanya Taemin lagi.

Jin Ki terdiam dengan mata menerawang, dia merasa sangat kasihan sekali pada namja yang daritadi mereka bicarakan karena dia mendapat firasat buruk akan terjadi sesuatu di Madeira dan wajah namja itulah yang muncul.

”Dia tidak boleh di dapatkan oleh mereka…dia tidak boleh menjadi seperti apa yang ada dimimpiku itu…aku tidak mau melihatnya seperti itu…hidupnya sudah sangat menderita…”jawab Jin Ki masih dengan mata menerawang. Dia sedang berfikir bagaimana untuk mengehtikan visi yang di dapatnya itu. Dia tahu masa depan dapat dirubah tapi untuk yang satu ini sungguh sangat sulit tapi dia berjanji akan berusaha untuk mencegah hal itu terjadi kalau masih ingin dunia vampir ini tetap damai.

Taemin kembali mengangguk. Lalu tiba-tiba muncullah seorang laki-laki yang sepertinya seumuran dengan Jin Ki di dalam ruangan itu dia menggunakan jubah berwarna hitam. Wajahnya sama seperti Jin Ki, pucat dengan warna mata semerah darah namun pembeda wajah mereka adalah senyum yang mereka sunggingkan sungguh sangat berbeda, namja ini memiliki senyuman yang lebih mirip seringaian, sangat menyeramkan berbeda dengan Jin Ki. Dari caranya berjalan menunjukan kalau dia benar-benar seperti pemimpin. Dia berjalan menghampiri Jin Ki yang sedang duduk. Taemin yang berdiri disampingnya menjauh dan membungkuk kepada namja ini.

”Taemin-ah…apa kabarmu?”tanya namja itu dengan senyuman namun senyumannya sungguh sangat menyeramkan.

”Ne..baik..jonghyun ahjussi…”jawab Taemin dengan wajah tertunduk. Kemudian dia pun minta ijin untuk keluar ruangan dan membiarkan namja yang bernama Jonghyun itu untuk berbicara dengan Jin Ki.

”Apa kabar saudaraku?”tanya Jonghyun kembali dengan senyuman yang menyeramkan seperti menyiratkan sesuatu.

”Ne baik..ada apa?”tanya Jin Ki langsung tampak tidak suka dengan kehadiran partnernya ini.

Jin Ki tampak tidak terlalu suka pada saudaranya ini yang juga bersama-sama menjaga kastil dan kota ini karena menurutnya saudaranya ini terlalu kejam dengan semua peraturan yang dibuatnya.

Kembali Jonghyun menyeringai dan menatap Jin Ki sangat tajam dengan mata merah yang dimilikinya.

”Ternyata belum ada perkembangan lebih lanjut…”serunya dan kembali menatap secara biasa Jin Ki.

Jonghyun memiliki kemampuan untuk membaca isi pikiran siapapun hanya dengan menatap matanya saja dan tadi dia sedang membaca pikiran Jin Ki.

”Aku tidak pernah bermimpi tentang anak itu lagi…mungkin kemarin itu hanya suatu kebetulan saja…”ucap Jin Ki dingin.

Tiba-tiba Jonghyun tertawa, tawanya sungguh sangat menyeramkan.

”Kau yakin?”tanyanya dengan meyipitkan mata merahnya itu seakan meminta jawaban yang sejujurnya.

”Kau sudah lihat kan? Tidak ada mimpi tentang anak itu lagi..”jawab Jin Ki tetap sedingin tadi dan tanpa ekpresi. Bagaimanapun juga Jonghyun tidak mungkin bisa dibohongi tapi dia memiliki trik untuk bisa mengelabuinya.

”Ara…tapi ingat Jin Ki anak itu tetap akan aku dapatkan…dan kau jangan ikut canpur urusanku atau kau akan tahu akibatnya…”serunya Jonghyun mengancam namun Jin Ki hanya dia dan menatap tajam ke arah Jonghyun.

Dan tiba-tiba Jonghyun sudah menghilang. Taemin kemudian masuk ke dalam ruangan dengan wajah cemas.

”Ahjussi bagaimana ini? Bagaimana kalau dia tahu…”tanya Taemin khawatir.

”Tenanglah semua akan berjalan sesuai rencana kita…ara? oh ya sekarang kau pergi ke dunia manusia pastikan kalau dia memakai kalung itu…”seru Jin Ki memrintah Taemin.

”Ne…baik ahjussi…”seru Taemin kemudian dia pun menghilang.

Jin Ki berjalan menuju jendela dan menatap keluar jendela sambil berfikir, dia tidak akan membiarkan hal ini terjadi, namja itu sangat berbeda bahkan Jonghyun pun tidak akan bisa mengendalikannya. Aku harus melindungi tempat ini. Matahari mulai muncul di ufuk barat, Jin Ki segera menutup seluruh jendela di ruangan ini hanya dengan mengibaskan tangannya. Saatnya untuk tidur.

Yong Soon POV

Aku berusaha membuka mataku dan bangkit dari tempat tidur, aku merasakan aku masih memakai seragamku. Aku menatap jam di meja belajarku. Omo jam 10!!! Kenapa aku bisa tidur selama itu, kenapa aku bisa ada di kamarku dengan masih menggunakan seragam?Aku segera berlari membuka pintu dan melihat keluar kamar lampu sudah dimatikan, aku yakin ibu dan Ji Won sudah tidur. Ya ampun kenapa aku bisa tidur sampai jam 10 seperti ini. Aku kembali masuk ke kamar dan mengganti bajuku, kemudian aku duduk di tepi tempat tidur, aku yakin aku tidak akan bisa tidur lagi. Sebaiknya aku belajar, aku ingat masih ada PR matematika untuk besok. Aku menghampiri meja belajarku dan mengambil buku matematikaku di dalam tas dan sekalian memngambil Hpku, saat aku menatap layar hanphoneku ada 15 missed call juga 10 sms yang kesemuanya berasal dari Changmin. Aigoo, apa-apaan anak ini kenapa harus mengirim sms sebanyak ini. Pikirku. Aku mulai membuka satu persatu sms nya. Ada yang menanyakan aku sudah bangun atau belum, kenapa tidak membalas sms, sampai dia pikir aku koma. Dasar aneh, kenapa dia khwatir begitu sih. Begitu aku berniat membalas smsnya yang aneh-aneh itu. Dia meneleponku.

”Yoboseyo…”seruku padanya.

”Ya bangun juga kau akhirnya..aku pikir kau pingsan tadi…kau membuatku khwatir tau tadi aku menunggumu sampai jam 8 malam kau belum bangun juga..aku pikir kau pingsan habis dari tadi siang kau cemberu terus sudah gitu kau tertidur atau pingsan entahlah aku tidak tahu di sepeda…”serunya tanpa berhenti.

Aissh, dia ini selalau saja terlalu khawatir, aku hanya mendengarkannya sampai dia berhenti bicara karena percuma bicara padanya saat seperti ini.

”Kau dengar aku tidak?”tanyanya.

”Ne..aku baik-baik saja kok…aku Cuma kecapkean…”jawabku singkat.

”Sekarang kenapa kau belum tidur?”tanyanya lagi.

”Ya!bagaimana aku bisa tidur lagi kalau aku saja baru bangun…kau ini bagaimana sih…aku sedang mengerjakan PR…bantu aku ya…”seruku meminta tolong padanya.

Dan aku mendengar dia hanya menghela nafas.

”Baiklah…aku bantu kau lewat telepon…dasar anak pemalas..”serunya lagi.

”Memangnya pulsamu banyak ya…biar aku yang telepon…”ucapku lagi.

”Aku dapat bonus sudah cepat…jangan sampai aku tidur dulu..”seruku lagi.

”Ternyata….pantas saja…”seruku dan kemudian langsung membuka bukuku dan mulai mengerjakan soal-soal itu ditemani Changmin meski bukan disampingku.

 

Changmin POV

Aku memabntunya mengerjakan PR lewat telepon, satu persatu aku menjawab bagaimana caranya mengerjakan soal yang dia ajukan.

”Nah sudah kau tulis?”tanyaku padanya di telepon namun kali ini sama sekali tidak ada jawaban.

”Yong Soon-ah…”seruku memanggilnya namun kembali tidak ada jawaban.

Sudah tidak ada lagi suara yang terdengar yang ada hanya suara ruangan lagi. Apa jangan-jangan dia tertidur lagi ya. Dasar tukang tidur, tapi aku tahu pasti berat menjadi dia yang harus selalu bisa tegar di depan orang-orang dengan semua masalah yang dihadapinya.

”Yong Soon-ah…”seruku memanggilnya lagi namun dia masih belum menjawab bisa kupastikan dia sudah tertidur.

”Jal Ja yo…saranghae Yong Soon-ah…”seruku lalu menutup telepon.

Aku merebahkan tubuhku di atas tempat tidur sambil menatap langit-langit kamarku lalu memjamakan mataku dan akhirnya teridur.

 

 

”Hyung!! Aku pergi dulu ya!”teriakku dari luar rumah sambil mengambil sepedaku yang kuletakan di halaman belakang.

”Buru-buru sekali…”seru Yunho hyung yang ternyata sedang berada di halaman belakang.

”Biasa mau jemput Yong Soon dulu…cie…cie…kalian sudah jadian ya…”seru sebuah suara yang sangat aku kenal karena memang pemilik suara ini sangat menyebalkan. Lalu Junsu hyung menyembulkan kepalanya di balik bahu Yunho hyung sambil tersenyum mengejek. Cih menyebalkan sekali hyungku yang satu itu.

Aku tidak mempedulikannya dan langsung berlalu tanpa berpamitan pada mereka berdua. Aku segera mengayuh sepedaku menuju rumah Yong Soon untuk menjemputnya, meski sekarang rumah kami agak lebih jauh daripada dulu, aku tetap menjemput dan mengantarnya pulang setiap hati. Yah karena aku sangat mencintainya.hehehe

Sampai di rumhanya seperti biasa dia sudah menungguku di depan rumahnya. Saat aku berhenti tepat di depannya, dia tersenyum padaku, sepertinya moodnya sedang baik hari ini. Senyumnya manis sekali.

”Ayo naik…”seruku padanya sambil tersenyum.

Dia pun langsung naik ke belakang dan memegang erat-erat pingganggku. Aku pun segera melajukan sepedaku. Sama seperti biasa dia akan selalu merentangkan tangannya untuk merasakan angin yang menerpa wajahnya. Dia sudah kembali memasang topengnya lagi. Terkadang aku kesal dengannya jika dia terus-terusan membohongi perasaannya itu, kenapa dia harus berpura-pura bahagia seperti itu. Yong Soon yang selalu sok tegar.

Begitu sampai di sekolah aku segera memarkirkan sepedaku di tempat parkir sepeda. Saat itu aku juga melihat makhluk itu keluar dari mobilnya. Cih kenapa manusia setengah vampir seperti dia bisa ada di tempat ini. Jujur meski hyungku sering bilang kita harus bisa hidup berdampingan dengan mereka tapi entah kenapa aku tetap tidak suka pada makhluk itu. Entahlah kenapa tapi aku benar-benar tidak suka padanya seperti ada sesuatu yang membuatku sangat membencinya padahal aku baru kenal dengannya beberapa hari saja tapi aku tidak tahu apa yang membuatku sangat membencinya.

”Ya!Changmin kenapa kau melihat Kyu seperti itu…”seru Yong Soon sambil mengibas-ibaskan tangannya di depan wajahku karena dari tadi aku terus memperhatikan makhluk itu.

”Ah…andwe…”jawabku sambil tersenyum.

Aku tidak mau Yong Soon tahu semuanya. Sebenarnya aku merasa sangat bersalah padanya karena telah membohonginya mengenai siapa diriku sebenarnya, habis mau bagaimana lagi, Yunho hyung bilang aku harus bisa menjaga rahasia bahwa kami adalah warewolf  karena kami adalah keturunan terkahir di kota ini.

”Changim-ah…”seru sebuah suara memanggil namaku dan aku melihat Ji Hoon berjalan menghampiriku.

”Ne…pecinta basket sudah berkumpul sebaiknya aku segera pergi..”seru Yong Soon sambil menepuk bahuku.

”Ya!Yong Soon kenapa pergi…kau tidak rindu melihat Ji Hoonmu ini…”seru Ji Hoon yang sudah sampai di hadapanku itu.

PLETAKK

Aku segera menjitak kepalanya itu. Dasar playboy, Yong Soon bisa-bisanya dia goda. Tiak boleh, dia milikku.

”Auww…sakit tau Changmin…”seru Ji Hoon sambil meringis keaskitan.

”Kau belum dapat jitakan dariku…dasar…”seru Yong Soon sambil mengembungkan pipinya lalu kemudian memukul bahu Ji Hoon pelan sambil tertawa dan berlalu pergi.

”Kajja kita main…”seruku lalu mengajak Ji Hoon untuk segera pergi kelapangan.

 

Kyu POV

”Aku duluan ya hyung….”seru Henry begitu keluar dari mobil.

Hufft untunglah aku sudah boleh memabwa mobilku sendiri tidak perlu diantar lagi. Sungguh sangat menyebalkan memangnya aku anak kecil apa. Aku mengambil tasku yang aku letakkan di belakang dan akan segera keluar namun saat aku hendak membuka pintu mobilku aku melihat pantulang kalung yang menggantung di leherku yang berliontinkan ruby warna merah. Sebenarnya untuk apa mereka memberikan ini padaku. Apa mereka sebegitu tidak percaya padaku sampai memberikanku kalung ini. Ternyata mereka memang belum percaya sepenuhnya denganku. Aku memagang erat-erat kalung itu, aku merasakan seperti ada suatu kekuatan yang terpancar di kalung ini tapi sudahlah aku segera memasukannya ke dalam kausku dan segera keluar dari dalam mobil.

Saat aku keluar dari dalam mobil aku merasakan seseorang menatapku dan ternyata benar aku mendapati makhluk itu sedang menatapku. Sepertinya dia senang sekali mentapa tajam ke arahku, aneh sekali dia. Apa dia takut akau akan membantai seluruh isi sekolah ini, tentu saja tidak aku adalah vampir yang beradab karena menurutku vampir memang selalu beradab berbeda dengan mereka. Entah kenapa semenjak pertama kali bertemu aku merasa tidak suka melihatnya apalagi saat ini, aku seperti semakin tidak suka padanya, aku juga tidak tahu kenapa mungkin karena dia yang selalu saja menatapku tajam atau mungkin karena kami memang sudah ditakdirkan untuk bermusuhan tapi seingatku dulu pernah ada warewolf yang datang kerumahku dan hyung-hyungku menyambutnya dengan ramah dan warewolf itu tidak terlihat membecni kami tapi kenapa makhluk yang satu ini selalu menatap tajam ke arahku.. Ya sudahlah untuk apa dipikirkan, aku segera mengunci mobilku dan menyampirkan tasku dibahu. Untung hari masih pagi coba datang sedikit lebih siang pasti akan sulit buatku berjalan ke kelas. Pagi ini masih sepi karena belum banyak murid-murid yang datang.

Aku berjalan santai masuk ke gedung sekolah, di depan aku melihat gadis itu. Yong Soon berjalan sendiri. Lalu muncullah ide iseng di otakku. Hah sepertinya sudah lama aku tidak menjadi evil.hehehe. aku mempercepat langkahku sebenarnya bukan mempercepat hanya berjalan sesuai kecepatan vampir. Aku sudah berjalan di belakangnya lalu dengan sengaja aku menarik tasnya dan membuatnya sedikit mundur ke belakang dan hampir terjatuh. Aku pun segera melintas melewatinya sambil memasang senyum evilku.

”Ya!Lee Kyuhyun!kau menyebalkan!”teriaknya.

Aku pun semakin mempercepat langkahku dan aku merasakan dia mengejarku dengan berlari. Hahaha pasti dia sangat kesal padaku.

 

Yong Soon POV

Dasar namja aneh dan menyebalkan!bagaimana kalau aku jatuh!umpatku dalam hati. Hampir saja tadi aku terjengkang kebelakang. Lihat saja akan kubalas dia!seruku dalam hati yang melihatnya sudah tidak kelihatan lagi. Cepat sekali jalannya anak itu, sekarang dia sudah menghilang. Aku sampai di lokerku dan seperti biasa aku meletakkan bekalku di dalam loker saat aku hendak menutupnya, mataku berhenti pada sebuah foto keluargaku yang sengaja aku tempel di balik pintu lokerku. Aku menyentuh foto itu dan terpaku pada seorang yang merangkul bahuku, rasanya sudah lama sekali aku tidak merasakan kehangatan tangannya. Tangan yang selalu menepuk lembut kepalaku, tangan yang selalu bermain piano bersamaku dan tangan yang selalu mengacungkan jempolnya dan berkata ’hebat’ padaku. Sekarang aku tidak akan pernah bertemu dengannya lagi. Aku menghela nafasku lagu. Ingin rasanya aku bercerita bahwa aku benar-benar terpukul kehilangan ayahku karena kehilangan ayahku sama artinya kehilangan impianku menjadi pianis tapi aku tidak bisa, aku tidak bisa berbicara pada orang lain mereka juga punya banyak masalah tidak mungkin hanya mendengarkan masalahku. Dan ibu, aku tidak pernah mau bercerita padanya, dia sudah terlalu lelah harus menjadi seorang ibu sekaligus seorang ayah untuk aku dan Ji Won, pengorbanan ibu selama ini yang bekerja sendiri tidak perlu di tambah lagi dengan bagaimana rasa sakitnya hatiku tidak bisa mewujudkan keinginanku untuk menjadi pianis. Ya aku harus mengubur dalam-dalam impian itu, melupakannya, impianku untuk bisa masuk Berkley University pun harus pupus. Untuk melanjutkan kuliah tahun ini saja aku harus bekerja part time untuk menabung. Aku mengelus foto itu.

”Bogoshipoyo Appa…”ucapku lalu menutup lokerku dan kembali menata ekspresi wajahku,

Aku harus terlihat ceria di depan teman-temanku. Hwating Choi Yong Soon!kau pasti bisa!ucapku dalam hati. Aku segera berjalan menuju kelasku.

 

 

Author POV

Dua orang laki-laki sedang duduk di dalam sebuah kamar yang sedikit gelap karena memang tirai yang menutupi kamar itu baru terbuka sedikit. Seorang laki-laki berdiri di balkon kamar dan kemudian berjalan ke arah laki-laki yang satunya lagi.

”Dia sudah bertemu gadis itu?”tanya seorang laki-laki bermata biru lembut kepada laki-laki yang tadi datang dari arah balkon iu.

Si laki-laki yang datang ari arah balkon itu tersenyum penuh arti. Dia memiliki mata ungu gelap yang trelihat seperti berwarna hitam jika dalam keadaan gelap.

”Semuanya baru akan dimulai…dan ini akan menjadi permainan yang seru”seru si laki-laki bermata ungu itu.

”Kau yakin semuanya akan berkahir seperti itu?”tanya laki-laki bermata biru lembut itu.

Kembali laki-laki bermata ungu itu hanya tersenyum penuh arti namun kemudian dia berkata.

”Entahlah itu semua tergantung pada diri Kyu tapi yang jelas gadis itu akan membawa banyak perubahan padanya…kita lihat saja apa hal itu akan terjadi atau tidak..sungguh tontonan yang menarik….”ucapnya.

Si laki-laki bermata biru lembut itu terdiam seperti berpikir. Dia tidak tega melihat adik angkatnya akan berakhir seperti itu, sementara laki-laki dihadapannya yang sebenarnya adalah kakak kandungnya seakan tidak peduli terhadap masa depan adiknya. Dia terus berpikir apa ada baiknya dia bercerita pada yang lain tentang hal ini.

Donghae POV

Kenapa mereka menyebut-nyebut nama Kyu? Seorang gadis yang akan memberikan banyak perubahan pada Kyu? Masa depan Kyu tontonan yang menarik? Apa maksud Kibum? Aku memang sengaja menyelediki sebenarnya ada apa sampai Kyu seperti waktu itu dan ternyata Yesung hyung tahu sesuatu dari Kibum. Kini aku sedang mendengar pembicaraan mereka dari balik pintu. Tentunya dengan smebunyi-sembunyi. Aku mendnegar Kibum dan Yesung hyung sedang berbicara tapi lebih tepatnya hanya Kibum yang berbicara, dia terdengar seperti sedang memberitahu tapi sungguh aku sama sekali tidak mengerti apa yang mereka bicarakan. Apa hubungannya dengan Kyu? Aishh aku sama sekali tidak mengerti maksud mereka. Aku mengacak-acak rambutku sambil semakin mendekatkan telingaku pada pintu untuk mendengar lebih jelas tapi ternyata tetap saja aku tidak mengerti. Kenapa semuanya jadi membingungkan seperti ini? Waktu itu ada seorang anak laki-laki yang memberikan kalung itu padaku yang secara tidak langsung menyuruhku untuk memberikannya padaku, anak laki-laki itu juga seperti mengetahui sesuatu. Ada apa ini semua? Siapa anak laki-laki itu? Aku tidak pernah melihatnya berkeliaran di Madeira. Aku juga harus cari tahu siapa anak laki-laki itu.

”Ya!Hae..ngapain kamu menguping seperti itu!”seru Eunhyuk sambil mebepuk bahuku.

Aku segera membekap mulutnya dengan tanganku agar dia tidak berbicara lagi. Gawat kalau ketahuan aku sedang menguping. Aku lihat Eunhyuk berusaha melepaskan tanganku dan meronta-ronta. Aku segera menarik tangannya sambil tetap menutup mulutnya, aku membawanya ke kamarku.

”Ya!Hae kenapa kau membekap mulutku segala…sebenarnya apa yang kau lakukan sih!”seru Eunhyuk ketika sudah sampai di kamarku dan aku melepaskan bekapan tanganku di mulutnya.

”Sudah kau tidak perlu tahu…aku hanya iseng…”jawabku singkat.

Aku tidak mau memberitahunya tentang semua pemikiranku terhadap semua keanehan ini setidaknya untuk beberap waktu ini sampai semuanya jelas.

”Yah…kenapa kau tidak ajak-ajak aku…”seru Eunhyuk.

”Itu..itu…err..karena…”ucapku terbata-bata.

Eunhyuk menyipitkan matanya menatapku curiga. Bagaimana ini? Apa yang harus aku jawab? Ucapku dalam hati.

”Ah sudahlah…kau ini kalau tidak mau cerita baiklah…aku mau tidur di kamarku ya….AC dikamarku rusak dan hari ini panas sekali…ok?”serunya sambil merebahkan tubuhnya langsung di atas tenpat tidur lalu memejamkan matanya.

Hufft, syukurlah dia tidak bertanya yang macam-macam. Sekarang apa yang harus aku lakukan? Mencari anak itu? Ke Madeira?malas rasanya pergi ke kota itu. Kota yang dihuni oleh para vampir yang sudah berumur paling muda 1 abad itu yang memiliki tatapan yang sangat aneh setiap melihatku, manusia setengah vampir. Sepertinya mereka masih belum menerima ada spesies seperti kami meski keberadaan kami sudah diakui sebagai salah satu kelompok vampir tetap saja mereka seperti menginginkan hanya vampir murni saja yang boleh dianggan kelompok vampir. Itu yang membuatku tidak terlalu suka ke kota itu karena terkadang ada saja vampir-vampir tua itu yang memperlakukan makhluk seperti kami dengan kurang baik. Dan yang paling membuatku tidak suka kesana adalah kemungkinan untuk bertemu para pengawal penjaga kastil itu yang sungguh-sungguh sangat menyebalkan apalagi ditambah jika kebetulan bertemu Jonghyun yang merupakan pemimpin mereka itu. Sungguh sial. Tapi anak laki-laki itu kemungkinan besar berasal dari situ, aku harus mencarinya, aku harus tahu alasan kenapa dia memberikanku kalung itu.

 

Author POV

Taemin berdiri di atas pohon mengedarkan pandangannya mencari sesosok orang yang dia harus cari. Dia mengenakan jubah merah dengan tudung berusaha menutupi dirinya di balik dedaunan pohon tersebut. Matanya terus mencari-cari sosok itu sesekali dia menepis dedaunan untuk melihat lebih jelas, namun sosok itu belum muncul juga.

Dia menunggu dan terus menunggu sampai dia melihat sosok itu berjalan tidak lebih tepatnya berlari menuju ke arah pohon ini dan tepat berhenti di depan pohon dan tertduduk di tanah dan menyenderkan kepalanya ke pohon ini. Taemin berusaha melihat apakah kalung itu di pakai atau tidak tapi sangat sulit sepertinya namja ini memasukannya ke dalam bajunya.

 

 

 

Kyu POV

Shiruh! Selalu saja mereka seperti itu. Kapan aku bisa tenang sih. Aduh perutku lapar lagi. Tiba-tiba terlintas dipikiranku Yong Soon, dia pasti membawa bekal dan bisanya dia tidak akan menghabiskan bekalnya itu seperti waktu itu. Ah tidak, tidak kenapa aku harus mengigatnya. Lebih baik aku tidur sampai masuk untuk mengatasi perut laparku. Aku pun memjamkan mataku namun entah kenapa malah wajah Yong Soon yang muncul. Aisshh, kenapa aku ini? Aku kembali membuka mataku. Memang entah kenapa semenjak aku bertemu dengannya pertama kali di ruang kepala sekolah itu entah kenapa ada sesuatu yang menarikku, seperti ada sesuatu setiap kali mata kami bertemu. Kenapa aku malah seperti ini sih?

Tiba-tiba aku merasakan sesuatu. Bau vampir disekitar sini. Baunya samar sepertinya dia sejenis denganku. Siapa dia? Henry? Bukan. Bau tubuhnya bukan seperti ini. Keluargaku? Bukan. Aku hafal bau tubuh mereka masing-masing. Lalu siapa dia, aku belum pernah mencium bau tubuh seperti ini. Aku mempertajam penciumanku dan aku menadapati bau tubuh itu berasal dari atas pohon. Untuk apa dia ada di atas pohon taman sekolahku.

”Ya!siapa kau? Turun!”seruku padanya.

Tidak ada suara apapun. Wow sungguh hebat sekali dia dalam penyamaran.

”Turunlah!apa maumu kesini?”seruku lagi.

Dan tetap tidak ada suara apapun.

”Baik…aku yang akan ke atas sana…dan menarikmu turun kebawah!”ancamku.

Aku sudah bersiap meloncat ke atas namun tiba-tiba sesuatu turun dari atas dengan perlahan. Sedikit melayang lebih tepatnya. Dia berhenti tepat di depanku. Seorang anak laki-laki dengan jubah dan tudung merah, dia melepaskan tudungnya dan tersenyum. Saa melihat wajahnya ternyata dia masih sangat muda, sepertinya dia bukan berasal dari sini, habis dari penampilannya yang seperti ini sungguh sangat mencolok.

”Ternyata benar…kau sangat mengagumkan…padahal aku sudah berusaha menyamarkan bauku ternyata kau tetap tahu…”serunya sambil tersenyum.

Wajahnya seperti malaikan sayang dia sama sepertiku makhluk terkutuk.

”Apa maumu?”tanyaku langsung.

”Tidak ada…aku hanya sedang lewat disini dan kebetulan melihatmu…”serunya sambil tersenyum.

Aku memperhatikannya dari atas sampai bawah. Aku seperti mengenal pakaian ini. Ini kan seperti pakaian yang biasa para pengawal kastil Madeira pakai. Apa yang dia lakukan disini?

”Kau dari Madeira kan? Apa yang kau lakukan disini? Disini dunia manusia…”seruku lagu.

”Aku hanya sedang menjalankan tugas…”ucapnya lagi sambil tersenyum.

Sepertinya dia hebat, karena tidak banyak manusia setengah vampir yang dijadikan pengawal kota Madeira, paling tidak mereka harus memiliki kemampuan di atas rata-rata manusia setengah vampir tapi tetap saja keputusannya untuk bergabung dengan mereka sungguh plilihan yang kurang bijak, mereka hanya memanfaatkanmu saja. Itu kata Donghae hyung waktu dia sedang bercerita soal kota Madeira. Ya mereka hanya memanfaatkan kekuatanmu dan nanti jika sudah ada pengawal baru yang lebih hebat maka mereka akan membuangmu, maksudnya menghabisimu. Sungguh kakek-kakek penguasa yang kejam. Kasihan sekali anak ini jika nanti ada vampir baru yang masuk yang lebih hebat darinya dia akan disingkirkan.

”Sudah selesaikan tugasmu dan segera kembali ke Madeira sebelum tetua itu mencarimu…”ucapku lalu berlalu.

”Jamkaman…kalung apa yang kau pakai?”serunya membuatku berhenti dan berbalik lalu mengeluarkan kalung itu yang sengaja aku masukan ke dalam baju agar tidak terlalu terlihat.

”Ini…waeyo?”tanyaku penasaran.

”Ah andwe…aku seperti pernah melihatnya di Madeira…”jawabnya.

”Ne..ini dari Madeira hyungku yang memberikannya….”seruku lagi lalu berjalan pergi meninggalkannya.

Anak laki-laki yang aneh. Bermain-main dengan tugasnya, apa dia tidak takut di marahi orang tua itu.

 

 

 

Yong Soon POV

”Changmin-ah…kau pulang duluan saja…aku ada latihan musik dulu baru ke tempat Hyo Hoon Onnie…kau kan harus segera ke restoran….arasso?”seruku pada Changmin yang daritadi terus bersikeras untuk pulang bersamaku padahal aku sudah bilang kalau aku tidak bisa pulang bersamanya karena ada latihan musik dulu untuk pementasan lagipula dia hari ini harus menjaga restorannya.

”Keundeu Yong Soon-ah…”seru Changmin lagi.

Aku segera menutup pintu lokerku dengan kencang. Aku sangat kesal seharian ini dia sangat aneh sekali seperti overprotektif sekali padaku. Dari mulai makan siang, aku harus menemaninya makan siang dikantin dengan tatapan orang-orang sekitar yang tidak mengenakan sekarang aku harus pulang bersamanya. Hufft, memangnya aku anaknya apa.

Aku segera pergi meninggalkannya dan berjalan menuju ruang klub musik. Namun tiba-tiba dia menarik tanganku.

”Jamkaman…ara…ara..aku akan pulang duluan tapi nanti aku jemput ya…jangan marah…”serunya sambil mengeluarak puppy eyesnya.

”Kau ini aneh sekali Changmin…”seruku dan langsung berlelu pergi.

 

Seperti biasa latihan musik kali ini berlangsung lancar. Karena sekarang ada dua orang yang bermain piano di kelompok kami maka tugasku tidak terlalu berat untuk pementasan nanti terutama bagiku yang juga bertindak sebagai ketua kepresidenan murid dan harus mengatur segala sesuatunya mengenai pementasan itu ditambah harus tampil juga, kurasa dengan datangnya Kyu sedikit membantu. Ya apa yang aku pikirkan barusan, kenapa aku malah merasa beruntung Kyu masuk klub yang sama denganku. Tidak boleh, dia itu menyebalkan. Dia sedang menunjukan keahliannya lagi sekarang. Ya dia sedang latihan bermain piano. Tanpa sadar aku terus saja menatap wajahnya yang sangat serius memainkan semua nada dari lagu yang akan digunakan di pementasan kali ini. Begitu selesai semua orang langsung bertepuk tangan dan dia menatapku yang sedang menatapnya. Buru-buru aku segera mengalihkan pandanganku, dia tidak boleh tahu kalau aku menatapnya tadi bisa-bisa di ke ge-eran nanti. Dia pikir aku menyukainya. Cih tidak akan pernah. Seruku dalam hati.

Setelah latihan selesai aku masih duduk di ruang klub musik melihat satu persatu murid-murid yang pulang. Aku tidak sabar menunggu mereka keluar semua. Sesekali aku melihat jam dinding. Masih 45 menit lagi sebelum aku harus bekerja. Untung tokonya tidak terlalu jauh dari sini hanya 10 menit darisini. Aku masih punya waktu untuk bermain piano lagi sebentar. Ucapku dalam hati.

”Noona…kau tidak pulang?”tanya Henry yang berjalan di depanku sambil tersenyum. Ah aku senang sekali melihat senyumnya, seandainya aku punya adik laki-laki seperti dia bukan adik perempuan yang cerewt dan genit seperti Ji Won.

”Ne…sebentar lagi…”jawabku sambil tersenyum.

”Henry..kajja…palli!!”seru sebuah suara yang berasal dari namja menyebalkan bernama Kyuhyun. Dia melambai ke arah Henry untuk menyuruhnya pulang. Hufft kenapa Henry harus punya kakak sepupu yang sangat menyebalkan seperti dia sih. Gerutuku dalam hati.

”Noona…annyeong..”seru Henry sambil berlalu dan melambai ke arahku.

Aku melihat Kyu hanya menatapku sekilas kemudian berlalu. Dasar namja aneh, terkadang dia bisa jahil sepertti tadi pagi, kadang dia bisa juga lucu tapi dia juga sepertinya tidak lupa akan jati dirinya sebenarnya yang sangat dingin dan jutek.

Sekarang semua orang sudah pergi, aku segera berjalan menuju piano besar itu dan duduk, kemudian mulai memainkan lagu yang biasa aku mainkan bersama ayah, entah kenapa hari ini aku merasa rindu sekali pada ayah.

 

 

Kyu POV

”Hyung…katanya tadi pengen buru-buru…kenapa belum jalan juga…”seru Henry padaku yang masih terpaku sama sekali tidak menjalankan mobilku.

Entah kenapa aku tidak mau pulang dan ingin kembali ke ruang musik. Aisshh, kenapa aku ini.

”Hyung….”seru Henry menepuk bahuku dan membuatku tersadar dari lamunanku.

”Ah Henry….kau tunggu sebentar aku masuk dulu ada barang yang ketinggalan…”seruku lalu keluar mobil dan langsung berlari masuk ke dalam gedung sekolah.

Kenapa aku ini? Kenapa aku ingin sekali kembali ke ruang musik. Aku tidak ketinggalan apa-apa tapi kenapa jadi ingin seperti ini? Ucapku dalam hati.

Aku berhenti di depan pintu ruang musik dan mendengarkan suara piano dari dalam. Siapa yang memainkannya? Pikirku. Aku pun membuka pintu perlahan dan mendapati Yong Soon yang sedang memainkan piano itu. Kembali muncul ide iseng di otakku, bagaimana kalau aku mengagetkannya. Pikirku. Aku berjalan perlahan ke arahnya namun saat aku hendak mengagetkannya tiba-tiba aku berhenti. Aku mendengarnya terisak. Dia menangis?tanyaku dalam hati.

”Appa bogoshipoyo…apaa jeongmal saranghae…”serunya sambil terisak.

Aku terpaku di tempatku. Kenapa dia?

”Appa aku tidak tahu harus bagaimana…beritahu aku appa…apa yang harus aku lakukan…”ucapnya lagi.

Dia semakin menangis, entah kenapa hatiku sangat sakit sekali mendengarnya menangis. padahal aku sendiri belum pernah melihat bagaimana manusia itu menangis. Aku berjalan menghampirinya dan duduk disampingnya. Dia berbalik dan terkejut menatapku yang tiba-tiba sudah duduk disampingku.

Baru kali ini aku melihat seorang manusia menangis, jadi seperti ini jika mereka menangis. kasihan sekali mereka. Wajah Yong Soon yang biasanya selalu ceria atau terkadang marah-marah  berubah menjadi seperti ini saat menangis benar-benar aneh sekali. Dia masih menatapku kaget dan tidak percaya.

Entah kenapa tanganku malah terulur untuk menyentuh pipinya dan mengusap air matanya.

”Uljima…”lirihku.

 

Yong Soon POV

Tiba-tiba dia menjulurkan tangannya dan menyentuh pipiku dan mengusap air mata di pipiku. Entah kenapa saat tangannya menyentuh kulitku aku merasakan perasaan yang lain, tangannya sedikit lebih dingin tapi bukan karena tangannya yang dingin tapi seperti ada sesuatu, sesuatu yang menyelusup ke hatiku. Perasaan senang? Bukan, bukan itu tapi seperti ada sesuatu yang aku pun tidak tahu.

”Uljima…”lirihnya.

Dia menatapku dengan tatapannya yang sangat lembut sekali. Aku tidak pernah melihat tatapannya yang seperti ini, dia terlihat sangat berbeda.

”Gumawoyo…”seruku sambil membungkuk padanya.

Setelah kejadian tadi kami menjadi agak sedikit canggung, dia mengantarku sampai ke tempat Hyo Hoon Onnie.

Dia hanya tersenyum sekilas lalu berlalu pergi. Kenapa aku ini? Kenapa perasaanku jadi seperti ini? Aku menarik nafas dan menghembuskannya berusaha mengenyahkan pikiran itu.

 

Author POV

Hyo Hoon melihat sebuah mobil berhenti di depan tokonya sama seperti mobil yang dimiliki oleh Siwon. Bukannya Siwon masih di Italia ya. Pikirnya. Dia pun berjalan keluar dan melihat Yong Soon keluar dari mobil itu. Dia semakin mempertajam penglihatannya.

”Bukannya itu Kyu ya…”gumamnya begitu melihat dengan jelas siapa yang ada di dalam mobil itu.

”Annyeong Onnie..”seru Yong Soon menghampiri Hyo Hoon dan tersenyum.

“Ah ne annyeong…”ucap Hyo Hoon masih merasa aneh kenapa Yong Soon bisa kenal dengan Kyuhyun, apa dia juga tahu siapa Kyu sebenarnya? Tanya Hyo Hoon di dalam hati.

“Yong Soon-ah tidak bareng Changmin?”tanya Hyo Hoon pada Yong Soon.

“Tadi aku ada latihan musik dulu dan Changmin harus segera menjaga restorannya jadi aku menyuruhnya untuk duluan saja…”jawab Yong Soon.

Hyo Hoon hanya mengangguk dia masih penasaran kenapa Yong Soon bisa kenal dengan Kyuhyun.

”Aku masuk dulu ya Onnie mau ganti baju..”seru Yong Soon dan langsung berlalu.

Hyo Hoon masih terpaku di depan toko es krim miliknya itu, masih bingung kenapa Yong Soon kenala dengan Kyuhyun, bukankah selama ini keluarga mereka jarang sekali menunjukan diri di depan manusia kecuali Siwon tentunya.

”Yong Soon-ah tadi siapa?”tanya Hyo Hoon pada Yong Soon yang sedang di dapur.

Dia ingin memastikan bahwa itu benar Kyuhyun dan ingin tahu apakah Yong Soon tahu jati diri Kyuhyun sebenarnya.

”Oh tadi itu Kyuhyun teman sekelasku yang baru pindah minggu lalu…waeyo onnie?”tanya Yong Soon.

”Ah andwe…lanjutkan saja pekerjaanmu…”seru Hyo Hoon.

”Ne Onnie…”jawab Yong Soon.

Sepertinya Yong Soon tidak tahu apa-apa, pikir Hyo Hoon. Ya seharusnya tidak ada yang tahu siapa mereka. Cukup hanya dia saja yang terlibat dengan makhluk-makhluk itu.

 

Kyu POV

Aku terus saja memikirkan kejadian tai. Babo sekali aku ini, kenapa aku malah mengulurkan tanganku dan mengusap air matanya. Hah membuat suasana menjadi canggung saja. Wajah Yong Soon yang penuh air mata masih tergambar jelas di pikiranku.  Melihatnya menangsi membuat hatiku sakit juga dan ada perasaa lain yang muncul, perasaan untuk melindunginya, dia terlihat kuat di luar tapi sebenarnya sangat rapuh di dalam. Dia pintar sekali menyembunyikan perasaannya itu.

Aku menatap langit-langit kamarku dan berpikir kenapa Yong Soon begitu sedih mengenai ayahnya. Apa ayahnya pergi jauh?

Sepertinya dia punya beban hidup yang sangat berat. Kasihan sekali dia. Aishh, kenapa aku ini, kenapa aku malah memikirkannya terus? Aku mengacak-acak rambutku dan menghela nafas perlahan. Dia selalu membuat jantungku berdetak lebih kencang setiap melihatnya. Ya sejak pertama melihatnya masuk dari pintu ruang kepala sekolah itu. Ada apa ini semua? Kenapa juga tadi aku ingin sekali ke ruang musik. Aku bingung sebenarnya perasaan apa ini? Apa aku menyukainya? Tidak aku baru kenal dengannya selama 1 minggu.

”Ya!tumben kau tidak main game…”seru Sungmin hyung menepuk bahuku.

Aku terlonjak kaget dan langsung bangkit dari tidurku.

”Ya!hyung kau membuatku kaget!”seruku kesal padanya.

Dia hanya terkekeh dan mengacak-acak rambutku.

”Habis dari tadi aku ketuk pintunya dan memanggilmu tidak ada jawaban….ya sudah aku masuk saja…aku mau mengajakmu makan malam…”seru Sungmin hyung.

”Oh…ya sudah aku turun…”seruku sambil turun dari tempat tidurku.

”Tumben aku melihatmu sedang tidur-tiduran biasanya kau sedang main game…”seru Sungmin hyung sambil terkekeh pelan.

”Aku sedang tidak mood…”seruku sambil berajalan mencuci mukaku di kamar mandi.

”Aku baru tahu kalau seoranga GaemGyu sepertimu tidak ada mood untuk bermain game…”seru Sungmin hyung dari dalam kamarku.

Aku mengeringkan mukaku dengan handuk dan memandang kesal padanya. Memangnya aku tidak boleh tidak bermain gaem, itu kan hakku, tapi memang iya hari ini aku sedang tidak mod untuk main game, ini gara-gara yeoja itu Choi Yong Soon. Kenapa aku selalu memikirkan gadis itu sih!gerutuku dalam hati.

”Ya sepertinya aku tahu…apa karena seorang gadis yang tadi kau antar…”seru Sungmin hyung membuatku langsung menoleh padanya dan membualatkan mataku. Darimana dia tahu? Ah pasti si mochi itu yang cerita. Dasar lihat saja mochi!aku akan membalasmu.

Sungmin hyung tertawa melihat ekspresiku.

”Sudahlah Kyu kalau masalah perempuan tanyakan saja pada Donghae…dia ahlinya…ayo makan…”seru Sungmin hyung meninggalkan kamarku sambil tertawa.

Aisshh, menyebalkan sekali mereka. Dan mochi liat saja pembalasanku, aku kan sudha bilang padanya untuk tidak bercerita apa-apa padanya. Aku kan mengantarnya karena aku kasihan padanya, hanya itu. Aku pun segera keluar kamarku.

Advertisements

4 thoughts on “FF: Love Is Really Hurt Part 6

  1. Aigoo…

    Mian ngubek ngubek wpnya haiaha..

    Sumpaah kren bnget jdi penasaran…

    Jangan lama2 lanjutannya yah *puppy eyes breng yeppa..

    Aku ktwa sndri ngeliat yeppa dket ama bumppa hahaha

    Mian klo SKSD

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s