FF: Love Is Really Hurt Part 5

Cast:

Super Junior

SHINee

DBSK

Genre: Horror, Romance, Friendship

 

5. EVERYTHING HAS STARTED

 

Yong Soon POV

Sungguh namja ini sangat menyebalkan kenapa dia harus bertanya segala sesuatu yang ada disekolah ini, mana aku tahu semua itu, memangnya aku pemilik sekolah ini apa, memangnya aku yang membangunnya. Hufft, aku ingin kembali ke kelasku. Aku melihat jam tanganku, sepuluh menit lagi bel masuk berbunyi. Apa namja ini tidak mau masuk kelas?gerutuku dalam hati.

”Sepanjang koridor ini hanya ruang kelas saja..”seruku mengakhiri pidato panjangnku tentang sekolah ini.

Dia mengamati sekeliling dan terus menggumam tidak jelas. Dasar aneh. Ucapku dalam hati. Aku hanya menatapnya yang terus menatap sekeliling. Sepertinya dia memang akan menjadi salah satu anak populer disini, ya bisa kuakui dia tampan meski aku tidak tertarik tapi kalau melihat tipe-tipe dia sepertinya tipe yang akan digilai para yeoja. Aku menatapnya lekat-lekat entah kenapa aku merasa ada sesuatu yang aneh padanya tapi apa ya, aku jadi semakin memperhatikan wajahnya lekat-lekat.

”Waeyo?”tanyanya tiba-tiba di depan wajahku yang langsung membuatku mundur ke belakang dan sedikit malu.

”Ah..anni…anni…sebaiknya aku kembali ke kelasku….kau juga harus kembali ke kelasmu…sebentar lagi masuk…”seruku padanya.

Kemudian berjalan berbalik untuk kembali ke kelasku.

”Jammkaman…”serunya memanggilku dan membuatku menghentikan langkahku.

Aku segera menoleh ke arahnya.

”Antarkan aku ke toilet..”serunya dengan wajah dinginnya.

Apa memang orang ini wajahnya seperti itu ya? Sangat dingin dan suka memerintah seenaknya saja.

”Mwo?pergi saja sendiri…kau turun saja dari lantai ini lalu belok kanan di dekat ruang olahraga indoor ada toilet disana…”seruku padanya.

”Ya!kalau aku tersesat bagaimana? Kau kan disuruh mengantarku melihat sekolah ini…tunjukan dimana tempatnya…”serunya lagi sambil menatapku tajam.

Aisshh dasar anak orang kaya yang manja. Masa ke toilet saja harus diantar. Akhirnya aku terpaksa mengantarnya sampai di depan toilet. Aku berdiri menunggunya diluar. Aigoo, aku malu sekali berdiri di depan toilet seperti ini mana toilet pria lagi. Dasar anak manja gila! Semua orang pasti menatapku aneh saat ini, bagaimana tidak? Mungkin mereka berpikir Choi Yong Soon, ketua kepresidenan murid sekolah ini berdiri tidak jelas di depan toilet pria. Aishhh, meyebalkan sekali namja ini. Aku berusaha menghindari tatapan murid-murid lain yang lewat yang merasa aneh denganku. Lama sekali namja ini, jangan-jangan dia mengerjaiku lagi.

”Yong Soon-ah…ngapain kamu di depan toilet pria?”Tanya seseorang sambil menepuk bahuku.

Aku kaget dan langsung menoleh, aku melihat Changmin berdiri di depanku dengan tatapan bingung.

”Ah anni…”jawabku singkat.

”Ah jangan-jangan kau mau mengintip lagi…”serunya.

PLETAKK

Aku langsung mendaratkan ssebuah jitakan dikepalanya dan kulihat dia hanya meringis kesakitan sambil mengusap-usap kepalanya. Enak saja dia kalau bicara. Memangnya aku gadis apaan. Tak lama kemudian namja itu keluar dari toilet dan menatap kami berdua. Namun matanya berhenti pada sosok Changmin dan kulihat mereka saling menatap. Apa mereka pernah saling kenal sebelumnya?tanyaku dalam hati. Aku menoleh ke arah Changmin dan melihatnya juga terus menatap namja ini.

”Ya!kelasmu dimana?sekalian aku antarkan..”seruku memecah keheningan diantara kami.

”12 A….”serunya tanpa mengalihkan pandangannya dari Changmin.

Mwo?12 A? Itukan kelasku juga. Aigoo, kenapa namja ini harus sekelas denganku. Menyebalkan sekali.

”Itu juga kelasku…ayo ikut…Changmin-ah mau ke kelas?”tanyaku pada Changmin.

”Duluan saja..”seru Changmin tanpa mengalihkan pandangannya ke arah namja ini.

Ada apa dianatra mereka? Kenapa mereka saling menatap seperti itu. Sudahlah aku tidak peduli dan langsung berjalan meninggalkan mereka. Aku melihat jam tanganku dan ternyata tinggal 5 menit lagi. Aku pun mempercepat langkahku untuk segere sampai ke kelas.

 

Kyu POV

”Tenang saja…aku tidak minum darah manusia…senangnya bisa melihat warewolf dari dekat…ini pertama kalinya…”seruku sambil mengeluarkan senyum evilku.

Pikirannya gampang sekali terbaca ataukah memang sudah takdirnya kami para vampir bisa membaca pikiran manusia-manusia serigala ini. Aku belum pernah melihat mereka secara langsung hanya mendnegar cerita dari hyung-hyungku yang memang pernah berinterkasi dengan mereka. Sungmin hyung pernah bilang kalau memang ada satu kawanan manusia serigala ini di Seoul tapi aku tidak menyangka ternyata salah satunya sekolah disini.

Aku berjalan melewatinya yang masih terus menatapku. Aku berusaha mengejar langkah gadis itu tidak sulit untuk mengejarnya karena kami di anugerahi kecepatan, apa itu anugrah atau kutukan? Entahlah yang jelas kami bisa sampai di suatu tempat dengan sangat cepat. Aku bisa melihat ekspresi kaget gadis ini begitu melihatku tiba-tiba sudah ada disampingnya.

”Ya!kau mengagetkanku saja…”serunya.

Aku pun hanya tersenyum sekilas ke arahnya. Kali ini dia lebih banyak diam dan sama sekali tidak menoleh ke arahku, huh sombong sekali dia.

”Hey…apa kelasnya masih jauh?”tanyaku memecah keheningan diantara kami.

”Ya!aku punya nama tau…”serunya sambil menatap kesal ke arahku.

Oh ya daritadi aku tidak pernah memanggil namanya, sepertinya tadi aku lupa siapa namanya, aku tidak begitu memperhatikan kepala sekolah berbicara tadi.

”Ara…siapa namamu?”tanyaku.

Dia menghela nafas perlahan dan menghentikan langkahnya sampai di depan suatu ruangan kelas yang sangat ramai oleh para murid-murid yang sibuk dengan kegiatannya masing-masing.

”Choi Yong Soon…”serunya singkat dan langsung masuk ke dalam kelas tanpa menoleh ke arahku lagi.

Aku pun berjalan masuk ke dalam kelas dan entah kenapa seketika itu juga ruang kelas itu menjadi diam, mereka semua melihat ke arahku dengan wajah penasaran, teramat sangat penasaran lebih tepatnya. Aku menaikkan sebelah alisku, heran menatap tingkah mereka. Apa aku terlihat aneh dimata mereka? Aku merasa aku menggunakan pakaian normal sama seperti yang mereka kenakan? Apa memang sekolah ini yang aneh, sejak aku datang semua orang selalu memperhatikanku. Henry tidak bilang kalau sekolahnya aneh seperti ini. Aku menatap ke arah mereka semua dengan pandangan bingung begitupun mereka.

”Hey…kenapa kalian menatapnya seperti itu…nanti dia akan mengenalkan dirinya…”seru gadis tadi yang namanya. Yong…Soon…ya itu namanya Choi Yong Soon, dia sepertinya mengerti situasiku yang tidak suka di tatap seperti itu.

”Ok anak-anak pelajaran akan dimulai..”seru sebuah suara masuk ke dalam kelas.

”Oh Kyuhyun…masuklah…”seru suara itu lagi sambil merangkul bahuku untuk masuk ke kelas itu, sepertinya dia adalah guru disini.

Ternyata dia adalah guru matematika disekolah ini, namanya Lee Dong Hwa seosangnim. Setelah itu Lee seosangnim menyuruhku memperkenalkan diri kepada seluruh orang di depan kelas.

”Annyeonghaseyo…Lee Kyuhyun-imnida…mohon bantuannya…”seruku sambil membungkuk lalu tersenyum kepada semua orang.

 

 

Yong Soon POV

Dia memperkenalkan dirinya di depan kelas dan seperti tebakan awalku tadi sudah mulai terdengar bisik-bisik dikalangan para yeoja, seperti Taeyeon dan Soo Yoong di belakangku yang mulai berbisik satu sama lain membicarakan namja ini dengan kata-kata pujian seperti ’dia tampan ya’, ’dia tinggi sekali’, ’senyumnya sangat menawan’. Cih mereka ini selalu saja seperti itu jika melihat namja ganteng. Aku melihat Lee seosangnim menyuruhnya untuk duduk. Tunggu, dimana dia akan duduk? Tanyaku dalam hati. Aku mengedarkan pandangaku ke penjuru kelas mencari bangku yang kosong dan Damn!! Bangku yang kosong itu di sebelahku tepat di samping kiriku karena aku duduk dekat jendela. Aisshh, kenapa harus disampingku sih? Sudah cukup dengan Changmin yang ada di depanku dan mejanya yang selalu penuh yeoja setiap hari sehingga membuatku susah untuk keluar kelas karena harus melewati mejanya kini satu lagi calon namja populer yang akan duduk disamping kiriku. Habislah aku! Aku menghela nafas dan melihatnya berjalan menuju meja disampingku, kulihat dia menaruh tasnya dan duduk, aku menatapnya sekilas dan kembali menghela nafas. Aku bisa merasakan hawa-hawa tidak enak dari belakang mejaku. Pasti mereka ingin tukar tempat duduk denganku. Karena aku mersakan sejak tadi mereka terus saja memperhatikan namja ini. Tidak bukan hanya mereka ternyata tapi seluruh yeoja di kelas ini!seruku dalam hati begitu melihat berbagai pasang mata menatap ke arahnya sekarang. Aigoo! Aku hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalaku melihat tingkah mereka yang seperti itu. Untunglah masih ada yeoja yang sewaras diriku yaitu Chae Kyung, hah dia memang sahabat terbaikku, dia masih sama tidak ikut-ikutan menatap dengan kagum namja di sebelahku ini.

”Mianhe seosangnim…aku terlambat…”seru sebuah suara masuk sambil terengah-engah.

Ternyata itu Changmin, darimana saja dia? Kenapa baru datang? Pasti dia keasyikan main basket. Untunglah Lee seosangnim bukanlah guru yang galak dia langsung mempersilahkan Changmin masuk apalagi dia tahu Changmin bukanlah anak yang bodoh dan selalu mendapat nilai yang baik di pelajarannya sehingga dia bisa mendapat sedikit toleransi, lagipula siapa yang tidak tahu Changmin? Sudah berapa kali dia mengharumkan nama sekolah. Setidaknya meski di terlambat dia pasti diizinkan masuk karena perstasinya. Dia segera duduk di mejanya yang tepat di depanku. Aku segera memanggilnya dengan menusuk-nusuk pensil ke punggunggnya.

”Ya!kenapa kau terlambat masuk? Kenapa tadi pas aku ajak masuk kau malah menolak?”tanyaku begitu dia menoleh dengan sedikit berbisik karena pelajaran sudah dimulai.

”Biasa…one on one dengan Ji Hoon…”serunya sambil tersenyum.

Ternyata memang benar dia keasyikan  bermain basket dengan best friendnya di basket itu Joo Ji Hoon. Kalau mereka sudah main one on one begitu pasti akan lupa dengan segalanya.

”Dia sekelas dengan kita?”tanya Changmin sekarang lebih berbisik lagi, dia menoleh ke arah Kyuhyun yang serius menatap ke depan.

”Ne…”jawabku singkat.

Dan kulihat dia menatap Kyuhyun sekilas namun dengan tatapan yang sedikit aneh, seperti ada sesuatu diantara mereka, namun kemudian kembali serius menatap ke depan.

 

Bel istirahat berbunyi, hufft syukurlah, perutku sudah sangat lapar. Aku segera membereskan bukuku dan memasukannya ke dalam tasku. Aku merogoh mencari sesuatu di dalam tasku tapi aku tidak menemukannya. Dimana aku taruh ya? Perasaan tadi aku memasukannya ke dalam tas deh, aku tidak lupa memasukannya tadi pagi. Ayo ingat-ingat Yong Soon dimana kau menaruhnya.

”Ya!Choi Yong Soon…kau kenapa?”tanya Changmin sambil mengibas-ibaskan tangannya di depan wajahku.

”Aisshh Changmin-ah…apa-apaan sih aku sedang berpikir tau…”seruku kesal melihatnya yang mengganggu konsentrasiku untuk mengingat-ingat dimana aku meletakkannya.

”Ayo makan…apa kau tidak lapar?”serunya sambil menarik tanganku.

Namun aku segera menepis tangannya karena aku ingat aku meletakan bekalku di loker. Aisshh kenapa aku bisa pelupa seperti ini sih!jelas-jelas tadi pagi aku masukan ke dalam lokerku.

”Aku bawa bekal…”seruku.

”Kita makan bersama saja…”serunya penuh semangat.

Dia gila makan bersamanya di kantin sama saja mengajak perang dunia dengan gadis-gadis disini. Aku bisa tidak selamat nanti pulang sekolah.

”Anni…aku tidak mau mengambilmu dari fans-fansmu…”seruku sambil terkekeh pelan dan seperti biasa Changmin akan mengacak-acak rambutku kasar sekali.

”Ya!berantakan nih…sudah sana…aku mau makan…”seruku sambil merapihkan rambutku dan mendorongnya menjauh.

Dan benar saja belum sempat Changmin keluar seorang gadis datang menghampirinya, ya aku ingat gadis itu, dia yang memberikan Changmin bekal waktu itu. Ternyata sekarang dia sudah berani mendekati Changmin. Baguslah! Aku segera beranjak dari mejaku, aku melirik sekilas ke sampingku, ke tempat Kyuhyun duduk. Sepertinya kepopulerannya akan segera dimulai, aku melihat Taeyeon dan Soo Yong sedang mengobrol dengan Kyuhyun dan aku melihat ekspresi Kyuhyun yang aneh, aku hanya terkekeh pelan dan segera berlalu.

 

Aku sedang memakan bekalku di atap gedung sekolah, tempat favoritku di sekolah ini. Aku senang sekali di atas sini, rasanya aku seperti bisa terbang. Yah aku bisa merasakan angin yang menerpa tubuhku seolah-olah mengangkatku terbang. Aku menyumpit satu persatu bibimbap yang aku buat tadi pagi dan memasukannya ke dalam mulutku sehingga mulutku penuh. Aku mengunyah sambil menatap langit biru yang sangat indah dari atas sini. Dari sini aku juga bisa melihat pemadangan gedung-gedung yang tinggi itu. Tempat ini adalah tempat rahasiaku, tidak ada satu orang pun yang tahu jika aku sering kemari bahkan Changmin sekalipun, aku tidak pernah bercerita padanya karena tempat ini adalah tempat yang tidak boleh orang lain tahu, tempat ini adalah tempat dimana aku sering menyendiri jika sedang banyak masalah, aku selalu menenangkan perasaanku di atas sini. Aku tidak mau melihat orang lain khawatir terhadapku terutama Changmin yang selalu baik padaku, aku hanya ingin dia melihat senyuman di wajahku bukan tangisan, makanya aku selalu kesini untuk memperbaiki moodku jika moodku sedang tidak baik. Aku meletakan bekal makananku dan mengambil botol minum yang aku letakkan disampingku.

Huwaa aku kenyang sekali, aku melihat bekalku masih tersisa beberapa potong bibimbap lagi tapi aku sudah tidak sanggup memakannya perutku sudah penuh. Aku merengangkan tanganku dan berdiri lalu berjalan ke pinggiran gedung lalu mengangkat tanganku tinggi-tinggi meraskan hembusan angin. Ahh, benar-benar sejuk sekali.

”Ya!apa yang kau lakukan? Kau mau bunuh diri!”seru seseorang mengagetkanku.

Aku segera menoleh ke asal suara itu dan.

”KAU!!!”teriak kami bersamaan dengan mata terbelalak kaget.

Bagaimana tidak, bagaimana bisa orang ini ada disini sekarang.

”Apa yang…”belum selesai aku mengeluarkan kata-kataku dia menaruh telunjuknya di bibrinya menyuruhku untuk tidak berbicara.

Aku hanya menatapnya bingung. Dia berjalan menghampiriku.

”Wae?”tanyaku padanya.

”Ssttt…bisa tidak kau tidak berisik…”serunya lagi sambil menaruh telunjuknya di bibirku dan menatapku.

Omo, kenapa jatungku berdegup sangat kencang seperti ini saat dia menatapku. Matanya yang teduh entah kenapa hanya bisa membuatku terdiam, aku hanya bisa mengangguk. Setelah itu kulihat di duduk di lantai sambil menatap langit. Aku berjalan mendekatinya.

”Kyuhyun-ssi….kenapa kau kesini?”tanyaku sambil berdiri.

”Aku ingin sembunyi disini….teman-temanmu membuatku tidak bisa makan siang dengan tenang…”serunya sambil meregangkan tangannya.

Aku langsung tertawa terbahak-bahak begitu mendnegar perkataannya. Aku tau pasti kejadian apa yang baru menimpanya. Kasihan sekali dia, sudah resiko salah sendiri punya wajah seperti itu. Seruku dalam hati.

”Ya!kau mengejekku ya!”serunya sambil memanyunkan bibirnya dan entah kenapa ekpresinya itu membuatku semakin tertawa.

Aku pun duduk disampingnya.

”Kyuhyun-ssi…sabar saja…itu sudah resiko…”seruku sambil terkekeh pelan.

Aku lihat dia hanya mendengus kesal. Dia mengalihkan pandangannya menatap langit sambil sesekali menghela nafas. Entah kenapa aku malah terpaku menatapnya. Ya aku malah memperhatikan wajahnya lekat-lekat. Aku merasa seperti ada sesuatu yang berbeda di dirinya tapi apa ya? Aisshh Yong Soon-ah untuk apa kau memperhatikan wajah namja ini terus. Seruku dalam hati dan segera memalingkan wajahku.

”Ya!kenapa kau dari tadi terus menatap wajahku?”tanyanya sambil menoleh ke arahku.

Aku segera mengalihkan padanganku takut dia mengetahui wajahku yang memerah sekarang ini.

”Anni…”jawabku.

”Ah…jangan bilang kau juga menyukaiku…wajar saja aku memang tampan tapi kau jangan seperti mereka ya…”serunya.

PLETAKK

Aku sungguh tidak suka mendengar seseorang membanggakan dirinya, maka aku pukul saja kepalanya dengan sumpit yang ada disampingku. Aku melihatnya meringis kesakitan sambil mengusap-usap kepalanya.

”Ya!kau ini!sakit tau!”serunya menatap kesal ke arahku.

”Jadi orang jangan narsis!menyebalkan sekali!dan sekali lagi aku punya nama jangan memanggilku dengan sebutan ’ya’”seruku padanya.

”Ne..ara..ara..Yong Soon-ssi…”serunya lagi.

Tiba-tiba suasana menjadi berubah tidak ada lagi kata-kata yang keluar dari kami berdua, kami terdiam, asyik dengan pikiran kami masing-masing. Apa dia tidak mau pergi dari tempat ini sudah  30 menit dia disini. Kali ini aku tidak berani melihat ke arahnya karena takut akan terpaku lagi seperti tadi.

Namun tiba-tiba aku mendengar sebuah suara dan langsung membutku tertawa terbahak-bahak kembali. Omo sepertinya dia benar-benar belum makan siang.

”Kyuhyun-ssi…kau belum makan?”tanyaku padanya.

”Kan sudah aku bilang tadi teman-temanmu mengganggu ketenangan makan siangku…tentu saja aku belum makan…”serunya dengan wajah yang memerah seperti menahan malu.

Aku segera mengambil bekal makan siangku dan menyerahkannya padanya.

”Ini bekalku…masih ada beberapa potong bibimbap lagi…”seruku menyodorkan bekal itu padanya.

Dia tampak berfikir sejenak.

”Kau memberiku makanan sisa…”serunya.

”Ya sudah kalau tidak mau…biar saja kau mati kelaparan…”seruku sambil kembali menaruh bekal itu. Namun tangannya langsung bekal itu lagi dan dia pun segera membukanya dan memakan bibimbap di dalamnya.

”Yong soon-ah…kau membuatnya sendiri?”tanyanya sambil memakan sepotong bibimbap itu.

“Ne Kyuhyun-ssi…”jawabku.

”Tidak usah pakai –ssi terlalu formal panggil saja aku Kyu…aku biasa di panggil itu…”serunya lagi.

Aku hanya mengangguk dan menatapnya yang makan dengan lahap sepertinya dia benar-benar tidak bisa makan tadi, aku jadi membayangkan apa yang mereka lakukan padanya ya. Tidak buruk. Ternyata Kyu tidak seburuk yang kupikirkan awalnya, kupikir dia adalah seorang namja yang sombong habisnya kalau dilihat sekilas wajahnya sangat dingin dan kata-kata yang keluar dari mulutnya sangat singkat dan datar jadi terkesan jutek tapi sepertinya itu memang sudah kebiasaannya bukan karena dia sombong.

 

Kyu POV

Kenapa Henry tidak pernah cerita ya kalau sekolahnya seperti ini. Aisshh hampir saja aku tidak makan siang hari ini, untung saja ada gadis itu. Kami masih ada di atap sekolah sibuk dengan pikiran kami masing-masing. Aku bertanya dalam hati kenapa gadis ini makan siang di atas atap? Kenapa tidak di kantin saja?tanpa sadar aku malah terus menatapnya. Wajahnya mungil dengan mata yang tidak sipit untuk ukuran korea dia punya mata yang bulat besar dan hitam, dia memilik lesung pipi di pipi kirinya, dia sungguh gadis yang sangt unik, dia memakai rok tapi juga memakai celana olahraga. Sungguh aneh.

”Sepertinya aku harus cari tempat rahasia lagi…”serunya sambil tersenyum ke arahku.

DEG!

Saat melihat senyumnya entah kenapa jantungku berdegup sangat kencang, padahal aku bau bertemu dengan gadis ini beberapa jam saja tapi kenapa aku seperti merasakan perasaan yang lain terhadapnya. Aishh, Kyu Babo, apa yang kau pikirkan?

Ini tempat rahasianya? Untuk apa dia butuh tempat rahasia?muncul banyak pertanyaan di pikiranku.

”Tenang aku tidak akan kesini lagi…aku hanya mencari tempat sembunyi dari mereka saja dan aku melihat ada jalan kecil menuju ke atap jadi kupikir tempat ini tidak akan diketahui…”jelasku.

”Tetap saja kalau namanya tempat rahasiaku maka tidak boleh ada yang tau…sekarang kau sudah tau jadi bukan rahasia lagi…”serunya sambil mengembungkan pipinya dan menatap sebal ke arahku.

Gadis yang aneh tadi saat bilang dia akan mencari tenpat rahasia lain dia bisa tersneyum sekarang dia menatapku dengan sebal, gampang sekali dia merubah moodnya. Pikirku.

”Ya!memangnya tempat ini hanya milikmu…aku juga berhak disini…”seruku.

”Mwo? Aku kan datang ke sekolah ini lebih dulu jadi tempat ini aku yang punya…kau baru beberapa jam disini…aku juga sudah memberikan bekalku padamu…”serunya tidak mau kalah.

”Kau tidak ikhlas memberinya!”seruku lagi.

Dan kini kami sudah berdiri saling berhadapan dengan saling memandang tajam. Gadis yang sangat aneh.

”Setidaknya berterima kasih padaku karena sudah memberimu bekal makananku…”serunya lagi.

”Kau!”seruku sambil menunjuknya.

”Apa!”serunya menantangku.

”Shiruh!”seruku sambil berlalu pergi meninggalkannya yang masih menggerutu.

Sungguh gadis yang aneh, tidak lagi deh aku mau berurusan dengannya. Aku segera turun dari atap, berjalan mengendap-endap takut ada yang melihatku. Aku berjalan di sepnajang koridor yang sepi sambil sesekali melihat ke belakang takut ada yang melihatku.

 

”Hyung….mianhe tadi aku tidak menemuimu waktu makan siang…”seru Henry yang menghampiriku begitu bel pulang sekolah berbunyi.

”Gwenchana…”seruku datar sambil menyampirkan tas di bahuku.

Kemudian kami berjalan keluar bersama. Sama seperti tadi pagi saat aku masuk banyak sekali orang yang melihat ke arahku dengan tatapan sangat ingin tahu.

”Mochi…apa sekolahmu memang seperti ini?”tanyaku dengan berbisik pada Henry yang berada disebelahku.

Sementara Henry hanya terkekeh pelan.

”Ya begitulah hyung…ternyata baru sehari saja kau sudah sangat populer disini…chukkae…”serunya.

Aku hanya mendengus kesal mendengar perkatannya dan berusaha untuk mengacuhkan pandangan –pandangan itu.

”Oh ya hyung hari ini aku harus latihan di klub musik…kau mau ikut?”tawarnya padaku.

Klub musik di sekolahnya yang sering dia ceritakan itu, aku berfikir sebentar namun Henry langsung menarik tanganku menuju ruang musik dan aku hanya bisa mnegikutinya.

Sampai di depan ruang musik, Henry membuka pintunya dan seperti hal nya tadi pagi semua mata langsung tertuju padaku yang masuk di belakang Henry.

”Annyeong chingudeul…ini kakak sepupuku Lee Kyuhnyun…dia mau bergabung dengan kita…”seru Henry sambil tersneyum pada semua orang.

Mwo? Apa maksudnya? Aku belum memutuskan untuk ikut klub ini atau tidak, aku baru sehari disekolah ini. Mereka terdiam dan memperhatikanku dari bawah sampai ke atas. Sampai seorang yeoja berjalan mengahmpiriku dan Henry sambil tersenyum.

”Ne..annyeong Kyuhyun-ssi…Han Na Ra-imnida…”seru yeoja itu sambil membungkuk.

”Kyuhyun-imnida…”seruku sambil membungkuk.

Kemudian yeoja itu menyuruhku masuk ke dalam dan memperkenalkan diri ke depan yang lai.

 

Yon Soon POV

Hufft telat lagi kan, aigoo pasti Na Ra sangat marah padaku pertunjukan sebentar lagi tapi aku selalu saja datang telat. Sial si Key itu selalu saja menjadwalkan rapat di hari dimana aku latihan juga. Aku berlari melewati koridor, meski sebenarnya tidak boleh ada yang berlari di koridor tapi aku kan ketua kepresidenan murid, boleh-boleh saja untukku. Hahaha itulah enaknya menjadi ketua kepresidenan murid, sekolah ini serasa milikmu. Aku sampai di depan pintu ruang musik sambil terengah-engah. Aku segera mengatur nafasku dan membuka pintu namun belum sampai pintu itu terbuka aku mendengar suara alunan piano yang sangat ku kenal. Aku berhenti terpaku di depan pintu mendengar alunan suara piano itu. Itu lagu yang biasa aku mainkan, siapa yang memainkannya? Setahuku di klub ini yang memainkan piano hanya aku, lalu siapa yang memainkannya? dan lagipula bagaimana bisa ada yang memainkan lagu itu, maksudku itu adalah lagu lama dan tidak banyak orang yang tahu tentang lagu itu kecuali kalau dia benar-benar seorang pianis profesional yang benar-benar menjadikan bermain piano seperti hidupnya. Dan yang membuatku semakin tertegun adalah cara bermainnya sama seperti cara ayah memainkannya. Pelan-pelan aku membuka pintu dan mendapati orang-orang sedang memperhatikan seseorang yang duduk di belakang piano.

Aku berusaha memfokuskan pandanganku pada siapa yang sedang memainkan piano. OMO itu Kyu! Aku kaget tidak percaya akan apa yang kulihat. Namja yang sedang memainkan piano itu adalah Kyu. Aku tidak tahu dia bisa bermain piano. Aku hanya berdiri di depan pintu sambil melihatnya yang masih serius memainkan lagu itu. Entah kenapa aku kembali memperhatikan wajahnya yang sedang serius memainkan lagu itu. Dia terlihat sangat berbeda. Begitu dia selesai memainkan lagu itu seluruh orang langsung bertepuk tangan. Lalu Na Ra melihat ke arahku dna tersenyum.

”Yong Soon-ah…”serunya.

”Mianhe aku terlambat lagi…”seruku sambil tersenyum dan berjalan masuk.

Aku melirik sekilas ke arah Kyu yang ternyata juga sedang menatap ke arahku, dia menatapku dengnan tatapan tajam. Cih aku harus bertemu dengan namja ini lagi disini. Jangan-jangan dia ikut klub ini lagi. Andwe!!

”Yong Soon-ah…kau pasti sudah kenal dengannya kan? Sekarang dia akan bergabung dnegan kita dan sekarang ada dua pianis di klub kita…kau dan dia…semoga kalian bisa bekerja sama untuk pertunjukan nanti…”seru Na Ra panjang lebar.

Aku hanya bisa membelalakan mataku kaget mendnegar perkataan Na Ra yang mengatakan bahwa namja ini akan ikut klub ini dan memegang posisi yang sama sepertiku yaitu pianis. Huh, menyebalkan sekali. Dia hanya mantapku sekilas dengan tatapan yang sangat dingin. Aku hanya membalas tatapannya tidak kalah tajam.

 

 

Begitu selesai latihan, anak-anak yang lain seperti biasa langsung bubar dan tinggallah beberap orang yang masih di dalam ruang ini.

”Yong Soon-ah…”seru Na Ra memanggilku dan duduk disampingku.

Sudah seperti kebiasaan aku akan pulang paling akhir, karena apa? Karena aku ingin memainkan piano itu sendirian. Jadi biasanya aku akan menunggu anak-anak pulang semua baru setelah itu aku akan bermain sebentar dengan piano itu.

”Ne..”jawabku menoleh ke arahnya yang sudah duduk disampingku.

”Bagaimana menurutmu tentang Kyu?”tanyanya.

”Bagus…dia bermain piano dengan baik…”jawabku asal.

Huh namja itu, baru sehari saja sudah seperti ini.

”Anni…bukan seperti itu..maksduku tentang dirinya?”tanyanya lagi.

Aku berpfiki sebentar tentang dirinya? Aku baru kenal beberapa jam saja dengannya.

”Dingin…datar…sedikit aneh…”jawabku kembali menatapnya.

Aku melihat dia terkekeh pelan. Apa aku salah menjawab ya?

”Waeyo?”tanyaku tidak mengerti dengan ekpresinya.

”Apa kau tidak melihatnya sebagai namja? Maksudku kau tidak merasa dia tampan atau semacam itulah….”serunya lagi.

”Ya mungkin dia sedikit tampan makanya dia populer…”jawabku asal.

Aku melihat Na Ra kembali terkekeh, aisshh memangnya aku salah jawab lagi? Kemudian dia langsung berpamitan padaku karena katanya dia sudah dijemput di depan gerbang.

”Aku duluan ya…menunggu Changmin?”tanyanya.

“Ne..”jawabku sambil mengangguk.

”Sepertinya hanya dia yang ada di hatimu…”serunya sambil tertawa.

”Ya!Na Ra!”seruku sambil bangkit dari dudukku dan berlari mengejarnya yang sudah lebuh dahulu keluar dari ruangan itu.

Aisshh kenapa sih dia selalu menganggapku ada hubungan khusus dengan Changmin padahal, aku dan Changmin hanya sahabat tidak lebih, lagipula mana mungkin aku menyukai Changmin setelah tahu semua sifat anehnya itu. Mungkin dia terlihat keren di depan banyak yeoja tapi buatku dia tetap Changmin yang aneh, yang selalu masuk ke rumah orang tanpa dipersilahkan dan yang selalu makan banyak sekali.

Aku berlari keluar untuk mengejarnya namun saat aku membuka pintu.

BRUKK

Aku merasa aku menabrak tubuh seseorang. Aku hampir terjengkang ke belakang tapi untunglah sebuah tangan menarik tanganku dan membantuku berdiri. Saat aku mendongak untuk melihat siapa yang menabrakku.

”KAU!!”teriak kami bersamaan.

Aisshh, kenapa seharian ini aku harus selalu bertemu namja ini sih, dari dia masuk ke sekolah ini, makan siang, klub musik bahkan saat aku mau pulang pun aku harus bertemu dengannya. Ya Tuhan kenapa aku harus selalu bertemu dengannya seharian ini.

Aku segera melepaskan pegangan tangannya.

”Apa yang kau lakukan disini?”tanyaku langsung.

”Ya!jangan bilang ini tempat milikmu lagi…aku hanya ingin mengambil barangku yang ketinggalan…”serunya sambil berjalan masuk dan mencari barangnya yang ketinggalan.

”Lain kali liat-liat kalau jalan…”serunya begitu melewatiku untuk keluar dari ruangan.

Huh menyebalkan sekali namja itu. Dia meledekku lagi. Lihat saja nanti. Ucapku dalam hati.

 

 

Changmin POV

”Lama sekali…”seruku begitu melihatnya baru keluar dari sekolah dan berjalan menghampiriku.

”Mianhe…kalau tidak mau tunggu…tinggalkan saja…”serunya dengan wajah cemberut.

Kenapa anak ini? Dia memang sering seperti itu, tiba-tiba saja moodnya berubah dalam sekejap. Pasti dia sedang kesal dengan seseorang kalau seperti ini.

”Ya…kau marah?”tanyaku lagi.

Dia hanya naik di belakang sepeda tanpa menjawab pertanyaanku.

”Ayo pulang…aku capek…”serunya.

Aku pun kemudian meluncur dengan sepedaku. Di perjalanan dia lebih banyak diam, tumben sekali dia tidak secerewet biasanya. Apa yang terjadi padanya.

”Yong Soon-ah…”seruku memanggilnya namun dia sama sekali tidak menjawab.

Aku menoleh kebelakang dan melihatnya sedang tertidur bersender pada punggungku dengan tangan memegang pingganggku. Aigoo, pantas saja aku merasa berat ternyata dia ketiduran, bisa-bisanya dia tertidur di sepeda, kalau jatuh  bagaiamana. Dasar! Aku segera melepaskan sebelah tanganku dan menggenggam tangannya agar dia tidak jatuh. Aku merasakan tangannya yang hangat, aku semakin menggenggam dengan erat tanganya dan tersenyum sambil melajukan sepedaku.

Begitu sampai di depan rumahnya aku segera membangunkannya namun dia sama sekali tidak bangun. Dasar, dia pasti kalau sudah tidur tidak akan bisa dibangunkan lagi. Aku pun menggendongnya di punggungku dan membawanya masuk ke dalam rumah. Pasti ibunya belum pulang dan hanya ada Ji Woon di rumah. Aku segera mengetuk pintu rumahnya dan tak lama kemudian sebuah wajah mungil menyembul dari balik pintu.

”Nuguseyo?”tanyanya sedikit takut.

”Ji Woon-ah…ini aku Changmin…”seruku.

”Oppa…”serunya begitu dia melihat wajahku dan segera membuka pintunya lebar-lebar.

Dia terlihat sedikit bingung begitu melihat aku menggendong kakaknya.

”Oppa…Onnie kenapa?”tanyanya dengan wajah khawatir.

”Onniemu tertidur…”seruku sambil tersenyum memastikan semuanya baik-baik saja.

Aku segera membawanya ke kamarnya dan menidurkannya dia atas tempat tidurnya. Aku memperhatikannya yang tertidur pulas sekali. Dia memang sangat lelah bukan hanya fisiknya saja tapi juga pikirannya. Dia punya beban hidup yang sangat berat tapi dia masih saja bisa tersneyum di hadapan orang-orang bisa ceria padahal aku tahu di dalam hatinya dia menangis. Yong Soon-ah aku ingin melihatmu menangis sekali saja, ya aku ingin kau menangis di hadapanku bercerita semuanya, semua ksedihanmu sehingga aku bisa membantumu, jangan seperti ini. Aku mengusap kepalanya lembut dan membelai pipinya.

Tanpa sadar aku mulai jatuh cinta padanya. Ya aku sudah menyukainya sejak dulu, sejak aku masih kecil dan sekarang perasaan itu sudah berubah menjadi cinta. Sekarang aku mencintainya, aku ingin selalu ada disampingnya melindunginya, menjadi tempatnya bersandar ketika sedih. Tapi apa dia memiliki perasaan yang sama terhadapku? Aku ingin sekali dia melihatku bukan sebagai seorang sahabat untuknya tapi sebagai seorang namja yang selalu ada disampingnya dan menyayanginya.

”Saranghae…”lirihku lalu mencium keningnya dan berjalan keluar kamarnya dan menutup pintu kamarnya.

 

 

Madeira

Heechul POV

”Jadi si tua Jonghyun itu sangat tertarik pada Kyu?”tanyaku pada seseorang yang berdiri membelakangiku sambil menatap ke arah jendela.

Dialah ibuku atau yang aku anggap sebagai ibuku. Dia berbalik dan menatapku sambil mengangguk.

”Sepertinya dia melihat sesuatu pada diri anak itu…”serunya.

”Menarik sekali…”ucapku sambil menyunggingkan senyum misteriusku.

”Lalu apa yang akan kau lakukan?’tanyaku padanya.

Dia hanya tersenyum misterius dan berjalan melewatiku.

”Kita lihat saja nanti…”serunya lalu tiba-tiba menghilang.

Sepertinya ini akan menjadi permainan menarik dengan kesepuluh anak-anak itu. Ucapku dalam hati. Hah sudah lama kau tidak bermain-main seperti ini. Akhirnya aku punya pekerjaan lain selain pergi mengeksekusi. Pekerjaan itu sangat membosankan sekarang ini, menghabisi vampir yang membangkak sudah tidak asyik lagi terlalu mudah dan sepertinya tugas kali ini akan sedikit menantang apalagi bukan satu atau dua vampir yang akan aku hadapi tapi kali ini ada sepuluh meski mereka bukan vampir murni tapi sepertinya menarik menjajal kemampuan mereka terutama si bungsu itu, kita lihat seberapa pintarkah mereka bermain teka-teki denganku.

Aku berdiri dari tempat dudukku dan berjalan menuju sebuah jendela besar dari puluhan jendela besar di kastil ini. Memandang kota Madeira yang menjadi tempatku sejak dulu, kota suci bagi para vampir yang mulai memasuki malam.

Advertisements

3 thoughts on “FF: Love Is Really Hurt Part 5

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s