FF: High School Special Part 1

Cast:

 

Super Junior Member

SHINee Member

DBSK Member

2PM Member

Beast Member

SNSD Member

Kangta

And other K-Pop artists appereance, just wait and see ^^

Genre: Friendship and Romance

Disclaimer: Kyuhyun is mine, Taemin is mine, Junho is mine..kekekeke~

Rating: G

 

Part 1

 

Author POV

 

Pagi yang cerah di tahun ajaran baru, murid-murid Bong Dal High School baru kembali dari masa liburan mereka dan bersiap memulai kembali aktivitas belajar mereka, sebenarnya banyak yang masih ingin liburan ditambah namun ada satu hal yang membuat mereka begitu bersemangat pagi ini yaitu menunggu kedatangan murid-murid baru. Mereka begitu penasaran bagaimana wajah-wajah murid-murid baru yang beruntung terpilih masuk ke sekolah ini dan tentunya memiliki bakat yang luar biasa dalam bidang seni.

 

Seorang pria berkacamata tersenyum di ruangannya sambil menatap keluar jendela yang menghadap langsung ke halaman sekolah, dia memperhatikan murid-murid yang baru saja kembali dari liburan mereka, mereka terlihat begitu bersemangat sekali membawa koper-koper pakaian mereka namun yang lebih di tunggu pria ini adalah kedatangan murid-murid baru yang masih polos setelahnya, ya murid-murid baru yang penuh dengan talenta.

 

“Sajangnim…anda ditunggu di lapangan upacara”ucapa suara seorang pria masuk ke dalam ruangan tersebut.

 

“Ne..sebentar lagi kita akan melihat wajah anak-anak baru itu..aku selalu bersemangat melihat wajah-wajah penuh semangat itu…”ucap pria itu sambil berdiri dari duduknya dan menghampiri pria yang memanggilnya tadi.

 

“Ne…sajangnim…”jawab pria itu lagi dan mereka pun keluar dari ruangan itu.

 

 

“Aisshh kenapa liburan itu begitu singkat sekali…”ucap salah seorang siswa Bong Dal High School jurusan seni tari yang terkenal sebagai dancing machine, dia terus menggerutu sambil merapihkan baju-bajunya ke dalam lemari asramanya.

 

Teman sekamaranya yang bernama Lee Donghae itu hanya tertawa melihat tingkah temannya ini yang memang malas sekolah dan hanya akan masuk kelas saat pelajaran tari sementara pelajarn umum lainnya dia lebih memilih untuk membolos.

 

“Ya..kau ini mau sampai kapan malas sekolah..memangnya pelajaran yang kita butuhkan hanya tari saja…hyukkie..hyukkie..”ucap laki-laki bernama Lee Dong Hae itu.

 

Laki-laki yang di panggil Hyukkie ini hanya mendengus kesal dan tetap memasukan pakainnya ke dalam lemarinya.

 

“Eh…hari ini anak baru akan datang kan?”ucap Dong Hae langsung menghentikan kegiatan memasukan pakaiannya ke dalam lemari.

 

Hyuk Jae yang merasa tahu isi pikiran temannya ini hanya menghela nafas perlahan.

 

“Ya..jangan bilang kau mau tebar-tebar pesona lagi…cish sampai kapan sifat playboymu itu hilang, hah”ucap Hyuk Jae.

 

“Itulah keuntungannya memiliki wajah tampan Hyuk”ucap Dong Hae yang sukses membuat Hyuk Je melemparkan bantal ke arahnya dan tepat mengenai kepalanya.

 

Sementara itu di kamar yang lain…

 

“Bagiamana liburanmu Sungmin-ah?”tanya seorang laki-laki dengan mata tajam bernama Kim Jun Su pada laki-laki imut di depannya yang sedang membagikan oleh-oleh dari liburannya.

 

“Menyenangkan..bagaimana denganmu Jun Su-ya?”tanyaya balik.

 

“Membantu mengurusi kebun kakek, apa menurutmu itu menarik?”tanyanya.

 

Sung Min terkekeh pelan melihat tingak teman sekamarnya selama satu tahun ini yang terkenal sangat pendiam namun sebenarnya banyak bicara dan terkadang cara bicaranya itu lucu sama seperti saat ini.

 

“Ah..aku ingin bisa liburan sepertimu..”ucap Sung Min lagi.

 

“Nah..kalau begitu liburan semester selanjutnya kau harus ikut aku ke kampung halaman kakekku…”ucap Jun Su dengan penuh semangat.

 

“Boleh juga idemu…”ucap Sung Min sambil tersenyum.

 

“Oh ya…aku harus bersiap untuk menyambut murid-murid baru itu..kau tidak ikut dengan jurusanmu?”tanya Sung Min yang hendak pergi ke aula untuk menyambut murid-murid baru jurusan seni musik.

 

“Nanti aku menyusul”jawab Jun Su dan kemudian Sung Min hanya mengangguk lalu keluar dari kamarnya.

 

 

Di kamar lain…

“Jun Ho ya..palliwa..murid baru sebentar lagi datang”ucap sebuah suara dari telepon.

 

Laki-laki bernama Jun Ho itu hanya menanggapinya dengan dehaman sambil tangannya terus mengeluarkan semua isi tasnya dan membeberkannya di atas tempat tidurnya. Begitu telepon dimatikan seseorang masuk.

 

“Aisshh hampir saja aku terlambat…Jun Ho-ya…kau sudah sampai?”tanya seorang laki-laki yang begitu kaget melihat Jun Ho sudah tiba lebih dahulu daripada dia.

 

“Gunakan otakmu Woo Young-ah…”ucap Jun Ho kemudian terkekeh pelan dan berjalan melewati Woo Young yang menatap kepergiaan teman sekamarnya itu sambil geleng-geleng kepala.

 

Sementara di aula para murid senior sudah berkumpul untuk menyambut adik kelas mereka, kesemuanya adalah tingkat dua karena pada saat naik ke tingkat tiga mereka akan memilki pelatihan khusus dan tidak di tempatkan di kawasan sekolah lagi sehingga yang bersekolah disini hanya tingkat 1 dan 2 saja. Mereka masing-masing sudah berkumpul di jurusan masing-masing dan sedang mendapat pengarahan dari Kepala jurusan masing-masing.

 

“Ada yang kurang jelas?”tanya kepala jurusan seni suara Kim Jong Woon kepada para murid-muridnya.

 

“Tidak seonsangnim”jawab mereka hampir bersamaan.

 

“Ingat kalian harus menjelaskan semua ruangan di jurusan kita agar mereka mengerti dan perlakukan mereka dengan baik, arasso?”seru salah seorang guru wanita jurusan seni suara yang bernama Kim Taeyeon pada mereka semua yang sedang mendengar pengarahan dari Kim Jong Woon.

 

“Ne…”jawab mereka lagi-lagi hampir bersamaan.

 

Masing-masing jurusan sudah mempersiapkan kegiatan yang akan mereka berikan kepada adik kelas mereka.

 

Yeon Ji POV

 

Aku masih menatap kagum bangunan yang sangat megah dan luas ini, wah ini tempatku akan belajar selama tiga tahun mendatang, benar-benar elit dan bagus sama seperti yang sering dibicarakan orang. Aku melihat kesekililing dan rasanya masih sepi, apa aku sampai terlalu cepat. Aku berhenti tepat di depan takut untuk masuk karena suasana yang sangat sepi, aku mencengkram erat tasku, jujur aku merasa gugup masalahnya aku benar-benar sendiri disini, tidak adakah orang lain yang baru datang sama sepertiku?

 

“Permisi…kau baru disini?”tanya sebuah suara membuatku menoleh, seorang gadis yang lebih pendek dariku dengan rambut di kuncir kuda menatapku kemudian terseyum, sepertinya dia anak baru juga.

 

“Ah ne..kau juga?”tanyaku balik dan dia mengangguk sambil tersenyum ramah.

 

“Apa kita terlalu pagi?”tanyaku lagi padanya.

 

“Sepertinya begitu…siapa namamu? Aku Kim Je Ri”ucapnya sambil tersenyum dan mengulurkan tangannya.

 

Aku mengulurkan tanganku dan menjabat tangannya.

 

“Choi Yeon Ji-imnida…”jawabku sambil tersenyum.

 

Sepertinya aku sudah menemukan teman disini, hufft syukurlah aku pikir akan sulit sekali aku bergaul disini. Akhirnya kami pun berjalan bersama masuk ke dalam, dia banyak bercerita padaku sepertinya dia pribadi yang supel berbeda denganku yang masih kaku jika bertemu orang baru.

 

Yong Soon POV

 

Aku melirik jam di tanganku dengan wajah cemas, ya Tuhan aku telat, Ottohke?? Aku mempercepat langkahku menuju tempat ini, tidak menyangka tempat ini jauh juga dari pusat kota, aigoo. Begitu sampai di depan sekolah itu aku terpesona melihat betapa mewah dan bagusnya sekolah ini, aku beruntung sekali bisa diterima disini. Aku melnagkahkan kakiku masuk perlahan-lahan ke dalam sekolah ini, masih dengan mengamati sekeliling sekolah ini. Benar-benar bagus, aku belum pernah melihat sekolah yang seperti ini, bagaimana dengan isinya ya?

 

Benar-benar sekolah yang sangat luas, daritadi aku tidak berhentinya berdecak kagum, aku terus saja mengedarkan pandanganku ke segala arah memperhatikan setiap detil sekolah ini. Aku berpikir bagaimana kalau kelasnya berpindah-pindah dan aku tidak bisa menemukan kelasku, aissh terlalu banyak ruangan disini bagaimana aku bisa menghapalnya?? Aku harus berusaha keras menghapal seluruh ruangan disini sepertinya.

 

“Kalau aku tersesat bagaimana ya?”ucapku sambil terus mengamati sekolah ini tanpa memperhatikan jalanku.

 

BRUKK

 

 

Aku merasakan tubuhku menabrak seseorang.

 

“Ah..jwesonghamnida…jwesonghamnida..”ucapku langsung membungkuk minta maaf.

 

“Kalau jalan gunakan matamu!!”seru sebuah suara sangat kesal, aku mendongakan wajahku dan melihat seorang namja yang sangat tinggi pakaiannya sangat urakan sekali dan memakai headphone dikepalanya  sedang menatapku tajam.

 

“Jwesonghamnida..aku…”

 

“Dasar anak kecil”ucapnya memotong ucapanku dan langsung saja pergi dengan menyenggol bahuku dan membutaku terjatuh ke belakang.

 

Aisshh, namja ini mau membalasku, dasar! Aku bangkit dan membersihkan rokku yang kotor, dasar namja tidak punya otak ini kan hari pertamaku masuk sekolah! Menyebalkan sekali dia!

 

“Ya!kau mau membalasku, aku kan sudah minta maaf!”seruku membuatnya berhenti berjalan dan menoleh padaku.

 

Dia menatapku tajam dan berjalan kembali ke depanku, aku sedikit takut melihat tatapan matanya yang tajam dan mengerikan itu, aisshh jangan-jangan namja ini setan lagi habisnya sangat seram sekali. Aku sedikit gentar melihatnya namun tidak boleh, aku tidak salah untuk apa dia membalasku, aku kan sudah minta maaf.  Aku mengambil nafas untuk memberiku kekuatan menghadapi namja tidak punya otak ini. Dia berhenti tepat di depanku dan menatapku dari atas sampai bawah.

 

“Heh anak kecil salah sendiri kalau jalan gunakan matamu!”ucapnya sambil menoyor kepalaku denga jari telunjuknya. Namja ini benar-benar! Langsung saja kuinjak kakiknya dan membuatnya langsung berteriak sakit.

 

“Dasar namja tidak punya otak!”seruku padanya.

 

“Kau mau melawanku, hah!”ucapnya sambil menunjukku.

 

“Memangnya kenapa,?! Aku tidak takut padamu!”sungutku padanya.

 

Tiba-tiba handphonenya berbunyi dan dia pun mengangkatnya meski masih menatapku tajam, dia berbicara di telepon sebentar kemudian kembali menatapku.

 

“Heh anak kecil..aku tidak akan melawanmu sekarang tapi lihat saja kau tidak akan hidup bebas di sekolah ini…”ancamnya kemudian berjalan pergi.

 

Aisshh, namja ini benar-benar tidak punta otak, tiba-tiba muncul ide di otakku, aku melepaskan sebelah sepatuku dan meleparkan padanya, berhasil sepatu itu tepat mengenai kepalanya, aku melihatnya hendak berbalik maka aku pun segera berlari dari tempat itu takut dia mengejarku, hah aku tidka peduli kalau dia akan terus mengincarku, aku tidak takut, eh memangnya dia sekolah disini ya?

 

Aku berhenti berlari begitu aku yakin tidak ada yang mengejarku tapi ini dimana?? Aku masih di kelilingi oleh gedung-gedung yanga banyak tapi berbeda dari yang tadi, Omo aku tersesat, bagaimana ini pasti upacara penerimaan murid baru sudah dimulai, ini semua gara-gara namja tidak punya otak itu aku jadi seperti ini, aku terduduk di depan sebuah gedung menyelonjorkan kakiku, sepataku yang sebelah juga hilang gara-gara aku pakai untuk menimpuk kepala namja itu, harusnya aku berpikir dua kali sebelum menimpuknya dengan sepatuku sekarang aku kehilangan sepatuku kan! Babo Choi Yong Soon!

 

Aku mengatur nafasku yang terengah-engah karena habis berlari, aku tidak tahu harus bagaimana, mungkin aku akan disini sampai ada yang menemukanku, aku tidak tahu harus kemana?

 

“Nuguya?”tanya sebuah suara membuatku mendongak dan melihat seorang namja imut berdiri tepat di depanku dan tersenyum.

 

“Ah..jwesonghamnida..aku tidak sengaja ada disini”ucapku sambil berdiri dan membungkuk.

 

“Kau murid baru?”tanyanya lagi masih dengan senyum diwajahnya.

 

“Ah..ne..”jawabku cepat.

 

“Apa ini sepatumu?”tanya namja itu lagi.

 

Aku begitu kaget begitu dia menanyakan hal itu dan melihat namja itu memegang sebelah sepatuku yang tadi aku gunakan untuk menimpuk namja tidak punya otak itu.

 

“N..ne..”jawabku sedikit takut-takut, jangan-jangan namja ini melihatku menimpuk namja itu dengan sepatuku.

 

Tiba-tiba dia berjongkok dan kemudian memakaikan sepatu itu padaku, aku kaget dengan perlakuannya namun aku tidak bisa berbuat apa-apa dan hanya bisa diam.

 

“Cha selesai…kau pasti tersesat..”ucap namja itu kembali dengna senyuman yang sangat manis sekali, ya Tuhan apa dia malaikan yang datang menolongku, aisshh apa yang kau pikirkan Choi Yong Soon.

 

“Gomawoyo..”

 

“Lee Sungmin-imnida..”ucapnya memotong ucapanku sepertinya dia tahu, aku ingin mengucapkan namanya tapi tidak tahu.

 

“Ah..ne…”ucapku.

 

“Siapa namamu?”tanyanya.

 

“Choi Yong Soon-imnida..”jawabku sambil tersenyum padanya.

 

“Kau mengambil jurusan apa?”tanyanya lagi.

 

“Seni musik…”jawabku cepat.

 

“Wah..kau adik kelasku..kajja kita ke aula..acaranya sudah hampir dimulai..”ucap namja itu yang ternyata adalah seniorku, aisshh harusnya aku memanggilnya sunbae. Aku hanya mengangguk dan menunggunya berjalan lebih dahulu baru aku mengikutinya di belakang, aku tetap berjalan di belakangnya sampai di berbalik dan kemudian menarik tanganku untuk berjalan disampaingnya.

 

Benar-benar hari yang sangat aneh, di awal aku bertemu dengan setan dan sekarang aku bertemu seorang malaikat. Ternyata sekolah ini benar-benar aneh ya, aku bisa bertemu dengan setan dan malaikan dalam satu waktu juga dan sepertinya aku akhirnya percaya bahwa setan dan malaikat itu memilki sifat yang sangat jauh bagai lagit dan bumi.

 

Rae Bin POV

 

Ternyata memang tidak banyak ya yang diterima disini, benar-benar siswa pilihan, aku menatap satu persatu wajah murid-murid baru itu, aku merasa sendiri disini, kira-kira yang mana ya yang jurusannya sama denganku. Aku tidak berani menyapa mereka lebih dahulu, aku sedikit takut dengan orang baru.

 

“Boleh aku duduk disini?”tanya sebuah suara membuatku menoleh ke arahnya, seorang gadis dengan rambut pendek tersenyum ramah padaku dan membuatku menyunggingkan senyumku juga.

 

“Ne..”jawabku dan gadis itu segera duduk disampingku.

 

Aku hanya menatapnya sekilas dan kembali menatap lurus ke depan, aku tidak berani untuk menyapa duluan.

 

“Kau ambil jurusan apa?”tanya gadis disampingku tiba-tiba, hah dia mengajakku bicara, dia orang pertama yang mengajakku bicara disini, bahkan gadis yang tepat duduk disebelahku pun tidak menyapaku tadi padahal kami berjalan bersama dari depan tadi.

 

“Seni tari…kau?”tanyaku memberanikan diri mengobrol dengannya.

 

“Seni musik…”jawabnya sambil tersenyum. Yah padahal aku berharap dia mengambil jurusan yang sama denganku tapi tidak apalah bukankah mencari teman itu harus siapa saja lagipula kami kan satu sekolah.

 

“Aku Shin Rae Bin…kau?”tanyaku mengenalkan diriku dan menjulurkan tanganku.

 

“Choi Yong Soon-imnida..”ucapnya sambil menyambut tangannku dan menjabatnya.

 

Kami pun mulai larut dalam obrolan kami namun syukurlah dia tidak terlalu banyak bertanya tentang diriku sendiri, dia lebih bertanya kenapa aku suka menari dan kenapa aku ingin sekolah disini, dia juga bercerita tentang dirinya sendiri. Obrolan kami terhenti ketika acara sudah di mulai, seorang pria berkaca mata yang menurutku masih muda maju ke depan,dia memakai jas hitam dan tersenyum kepada kami sebelum memulai ucapannya, dari caranya berbicara sepertinya di adalah kepala sekolah disini.

 

“Selamat datang disini…perkenalkan namaku adalah Ahn Chil Hyun atau kalian bisa memangilku Kangta seonsangnim…aku adalah kepala sekolah disini…”katanya dan kemudian dia kembali melanjutkan pidatonya itu sementara aku tidak terlalu peduli dan hanya menatap kosong ke depan.

 

Setelah dia selesai berbicara yang kurang lebih isinya adalah ucapan selamat datang pada kami semua kemudian seorang pria yang sedikit lebih muda dengan lesung pipi maju ke depan dan kembali tersenyum pada kami sebelum berbicara.

 

“Annyeonghaseyo….Park Jung Soo-imnida…kalian bisa memanggilku Leeteuk seonsangnim…aku  adalah kepala semua jurusan disini dan juga guru seni musik…jika kalian merasa kesulitan atau ada masalah disini kalian bertemu denganku…semoga kalian bisa betah disini….”ucapnya diakhiri dengan senyuman yang menunjukan lesung pipinya itu, sepertinya guru yang cukup ramah, sayangnya seni musik, aku melihat kesamping dan kulihat Yong Soon menggumam begitu selesai mendegar ucapan Leeteuk seonsangnim, sepertinya dia berusaha untuk menghapal namanya. Lucu sekali gadis ini, sangat ,menarik.

 

Selanjutnya Leeteuk seonsangnim mulai memperkenalkan beberapa orang yang juga berdiri di depan, sepertinya mereka juga salah satu guru disin, dimulai dari seorang pria yang berdiri tepat disampingnya, tatapan pria itu sangat dingin dan sepertinya tidak bersahabat. Jung Yun Ho, itulah namanya, dia hanya menyebutkan namanya saja dan mengajar di bagian apa dan ternyata seni tari, ya Tuhan kenapa aku harus bertemu dengan guru seperti itu bahkan dia sama sekali tidak tersenyum pada kami,kemudian di sebelahnya seorang pria dengan tatapan tajam,tersenyum tipis dan memperkenalkan dirinya, Kim Jong Woon, guru seni suara. Lalu dilanjutkan kesebelahnya ada Kim Hee Chul,guru seni peran, dia seorang pria yang cantik tersenyum ramah pada kami semua.

 

“Selamat datang semuanya”ucapnya sambil melambaikan tangannya pada kami semua.

 

“Nah…mungkin belum semua kami perkenalkan dan kalian akan bertemu dengan yang lain di kelas masing-masing namun setidaknya kalian sudah tahu siapa kepala jurusan masing-masing dan jika ada masalah kalian bisa menghadap mereka-mereka ini….”ucap Leeteuk seonsangnim kemudian mengakhiri acara perkenalan guru-guru dan setelah itu acara di ambil alih oleh senior.

 

Seorang laki-laki tidak terlalu tinggi dengan rambut coklat maju ke depan, sebelumnya dia tersenyum pada kami semua.

 

“Annyeong haseyo hobae…perkenalkan namaku Jo Kwon…ketua kepresidenan murid disini…”ucapnya.

 

Oh jadi dia ketua kepresidena murid disini, dia tampak sangat lucu menurutku. Tiba-tiba aku merasa harus ke kamar mandi.

 

“Aku ke toilet dulu ya…”ucapku pada Yong Soon yang duduk disampingku.

 

Dia mengangguk dan aku pun segera berjalan keluar aula tersebut, diluar mataku mencari-cari tanda toilet, ya Tuhan sekolah sebesar ini dimana mereka meletakkan toiletnya, ucapku sementara aku benar-benar ingin ke toilet sekarang. Ah mungkin di sebelah sana, ucapku begitu melihat papan petunjuk bertuliskan toilet, aku pun segera berlari menuju kearah itu namun tiba-tiba tubuhku menabrak seseorang dan membuatku hampir terjatuh sampai aku merasakan sebuah tangan menahanku untuk jatuh.

 

“Gwenchanayo?”tanya seorang laki-laki dengan rambut coklat membantuku berdiri tegak, ternyata dia yang tadi kutabrak, begitu melihat dasi yang dia pakai, aku baru tahu dia senior disini.

 

“Ah..nan gwenchana sunbae..jwesonghamnida…”ucapku sambil membungkuk dan meminta maaf padanya.

 

“Ah…kau tidak perlu meminta maaf seperti itu…”ucap sunbae itu sambil tersenyum yang menunjukan gummynya,senyum yang begitu polos menurutku, sejenak aku terpaku melihat senyumnya sampai akhirnya aku tersadar begitu melihat seorang laki-laki menepuk bahu sunbae ini.

 

“Hyukkie-ya…dicari Jun Ho tuh…”ucap laki-laki itu yang tersenyum padaku.

 

Aku hanya membalasnya dengan senyuman kembali.

 

“Aisshh Dong Hae-ya..jangan tebar pesona disini…lain kali berhati-hatilah…lumayan kalau kepalamu membentur lantai ini..hehehe…”ucapnya kemudian berbalik dan merangkul bahu temannya itu pergi, sementara temannya itu menoleh padaku dan kembali tersenyum.

 

Kenapa aku merasa disini sangat aneh-aneh ya? Atau hanya perasaanku saja.

 

Je Ri POV

 

Begitu selesai acara perkenalan kami mulai dipisahkan berdasarkan dengan jurusan kami dan mmebuatku terpisah dengan sahabatku yang baru Choi Yeon Ji karena dia mengambil jurusan seni suara. Sendirian lagi deh, memang aku selalu sendiri kan? Aku menatap wajah teman-teman baruku ini, hah aku sedikit canggung menyapa mereka lagipula sepertinya mereka sudah memiliki teman masing-masing, seharusnya tadi aku mencari teman yang satu jurusan ya,ah sudahlah, aku berdiri paling belakang di barisan dan itu membuatku tidak bisa melihat ke depan, sudah tahu aku pendek malah berdiri dibelakang, babo sekali aku.

 

Seorang laki-laki masuk ke barisan dan berdiri tepat disampingku, aku menatapnya dari atas sampai bawah, matanya yang besar membuatnya tidak terlihat seperti orang korea dan juga dia sangat tinggi ,wajahnya juga menurutku lumayan tampan, aisshh apa yang aku pikirkan.

 

“Kenapa kau dibelakang?kau tidak akan melihat apapun”ucap laki-laki itu tiba-tiba membuatku menengok padanya. Kata-katany terdengar dingin bahkan dia sama sekali tidak melihatku makanya kupikir tadidia bukan berbicara padaku.

 

“Majulah ke depan”ucapnya kemudian mendorong tubuhku maju ke depan.

 

Aku hanya bisa mengikuti perkataannya untuk maju ke depan, nah seperti ini aku bisa melihat, aku menengok ke belakang melihat namja tinggi itu yang menatap lurus ke depan,namja aneh =.=”

 

Setelah mendapat pengarahan mereka memabawa kami untuk melihat gedung jurusan seni peran dan menunjukan semua ruangan disana agar kami mengenal dan tidak tersesat di sini,benar sekali kalau tidak di perkenalkan seperti ini bisa-bisa aku tersesat ke jurusan lain.

 

Sepanjang perjalanan aku terus mengamati namja tadi, dia berjalan paling belakang dengan gaya sok cool menurutku tapi dia memang cool sih, aku bisa mendengar beberapa yeoja di belakangku berbisik membicarakan namja tinggi itu karena wajah mereka yang tidak henti-hentinya menatap kagum ke arah mereka bahkan terkadang ucapan Taecyeon sunbae yang sedang menjelaskan ruang teater tidak dihiraukan mereka. Yeoja memang selalu seperti itukan jika bertemu namja yang tampan.

 

Aku memperlambat langkahku sengaja agar aku berjalan berdampingan dengan namja tinggi itu,entahlah aku begitu penasaran dengannya yang menurutku aneh, dia berjalan sendiri di belakang bahkan aku belum mendengarnya berkata apapun kecuali tadi saat di aula itu.

 

“Hai…”sapaku ketika kami berjalan berdampingan, dia diam dan tetap memperhatikan Taecyeon sunbae yang sedang menjelaskan. Sepertinya dia tidak menyadari keberadaanku. Hufft.

 

“Kim Je Ri-imnida…”ucapku lagi. Entah pikiran apa yang merasukiku untuk mengenalkan diriku padanya, babo! Aku menyesali ucapanku barusan kenapa aku bisa begitu percaya diri mengucapkan kata-kata itu. Pasti dia tidak akan menjawabnya dan berpikir bahwa aku adalah gadis kecentilan yang langsung mengajaknya berkenalan. Aigoo>.<

 

“Choi Min Ho-imnida”jawabnya dan kemudian berjalan lebih dahulu meninggalkanku yang masih tidak percaya dia menjawabnya.

 

Omo..omo…dia menjawabnya atau aku salah dengar, aku tersenyum sendiri karenanya, aigoo kenapa aku ini? Apa aku menyukai namja itu?ah anni..anni…tidak boleh. Aku baru tersadar aku sudah ketinggalan jauh, aku pun segera berlari mengejar yang lain.

 

Author POV

 

Acara perkenalan tiap jurusan pun sudah berakhir dan murid-murid baru itu sedang mendengarkan pembagian kamar mereka, begitu selesai mereka langsung menuju kamar asrama masing-masing. Yong Soo berjalan membawa kopernya dan berhenti tepat di depan kamarnya, dia bertanya-tanya dalam hati siapa yang akan menjadi teman sekamarnya ya? Apa dia bisa cocok dengannya? Begitu pikir Yong Soon.

 

Dia menoleh ke samping dan melihat seorang gadis dengan rambut kuncir kedua membawa kopernya, apa dia teman sekamarku? Pikir Yong Soon dan Yong Soon pun berniat untuk menyapa gadis itu, setidaknya bersikap baik di awal.

 

“Hai…Choi Yong Soon-imnida…”ucap Yong Soon begitu sampai di depan gadis itu, gadis itu menatapnya bingung namun kemudian tersenyum.

 

“Kim Je Ri-imnida…”ucap gadis yang bernama Je Ri itu.

 

“Kau mau masuk ke kamar ini?”tanya Yong Soon lagi sambil menunjuk kamarnya.

 

“Anni…kamarku yang ini…”jawab Je Ri dan langsung membuat Yong Soon salah tingkah karena sudah mengira orang itulah yang akan menjadi teman sekamarnya.

 

“Hehehehe…aku pikir kau mau ke kamar ini…”ucap Yong Soon sementara Je Ri hanya tersenyum, menurutnya gadis ini lucu juga.

 

Dua orang gadis berjalan ke arah Yong Soon dan Je Ri sambil membawa koper masing-masing.

 

“Yong Soon-ssi…”ucap salah seorang gadis itu yang bernama Rae Bin, teman barunya yang bertemu dengannya di aula tadi, Yong Soon agak sedikit terkejut namun kemudian tersenyum, dia berpikir mungkin Rae Bin-lah teman sekamarnya.

 

“Yeon Ji-ssi…”ucap Je Ri begitu melihat gadis yang lain, dia juga berpikir bahwa Yeo JI lah teman sekamarnya namun ternyata bukan.

 

Rae Bin berhenti tepat di depan kamar yang di depannya sudah berdiri Je Ri sementara Yeo Ji berdiri tepat di depan kamar dimana Yong Soon berdiri.

 

“Kita seperti bertukar ya…”ucap Yong Soon dan membuat yang lain tertawa.

 

Akhirnya mereka berkenalan satu sama lain.

 

“Senang berkenalan dengan kalian semua…semoga kita bisa berteman dengan baik…”ucap Yeon Ji.

 

Mereka tersenyum satu sama lain berharap semoga tiga tahun mereka ke depan disini akan berjalan baik dan mereka bisa berteman dengan baik.

Advertisements

One thought on “FF: High School Special Part 1

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s