FF: Angel

Angel

 

Cast:

Leeteuk Super Junior

Kim Yoo Na

 

Dialah malaikatku, penyelamatku. Aku terus saja memperhatikan seorang namja yanng sedang memainkan bola basket ditangannya itu, sesekali namja itu melirik ke arahku dan tersenyum, senyumnya sangat manis, senyum seorang malaikat bagiku.

”Ya!terus saja kau lihat dia..aku dicuekin!”seru Hyun Mi sahabatku.

Dia mengembungkan pipinya kesal dengan sikapku namun aku hanya terkekeh pelan.

”Dia Oppaku tau!”seruku padanya.

”Jeongmal??”tanyanya dengan mata yang disipitkan merasa kalau jawabanku itu adalah sebuah kebohongan.

Aku segera mengalihkan pandanganku ke arah lain karena aku merasa mukaku sudah memerah sekarang. Aku kembali melirik ke tempatnya, dia sedang berbicara dengan temannya namun lagi-lagi dia melirik ke arahku dan tersenyum, aisshh Oppa, kau membuatku berharap padamu.

Aku menganggap namja itu adalah Oppaku, dia adalah sunbae di sekolahku, aku dan dia adalah tetangga sejak aku mulai pindah ke daerah ini, aku dan dia sama-sama anak tunggal jadi kami senang sekali bisa saling memanggil Oppa atau yeodongsaeng karena kami sama-sama ingin punya kakak dan adik. Bagiku dia bukan sekear seorang Oppa bagiku. Entah sejak kapan muncul perasaan lain di dalam hatiku, aku jatuh cinta padanya. Aku mulai merasakan itu saat aku masih SMP tapi semakin menjadi saat aku masuk SMA, aku selalu berusaha masuk di sekolah dimana dia bersekolah, saat SMP kami bersama dan sekarang pun begitu yah walaupun hanya 1 tahun kami bersama karena perbedaan umur kami. Namun tahun ini benar-benar tahun terkahirku untuk bersamanya karena setelah tahun ini dia akan melanjutkan kuliah keluar negeri dan itu benar-benar membuatku sedih, aku tidak akan pernah bertemu dengannya lagi, tidak akan ada yang mau aku ajak ke taman bermain di akhir pekan, tidak akan ada lagi yang mau mendengarkan curhatanku atau meminjamkan bahunya ketika aku menangis, tidak akan ada lagi dan yang paling menyakitkan adalah dia tidak akan pernah tahu perasaanku yang sebenarnya padanya.

Bagiku Oppaku juga adalah malaikat penjagaku, kenapa aku bilang seperti itu? Aku selalu menganggapnya sebagai malaikan karena dia sangat baik sekali padaku, aku masih ingat kenapa kami bisa menjadi dekat. Saat itu usiaku masih 5 tahun dan aku baru pindah kemari.

Flashback

”Berikan permenmu..”seru seorang anak laki-laki padaku di sebuah taman, saat itu aku sedang bermain ayunan sendirian.

Aku menyembunyikan tanganku yang berisi permen di belakang tubuhku dan menggeleng padanya.

”Ya!berikan permenmu!kau masih baru disini!cepat berikan!”seru yang lain sambil berusaha menarik tanganku.

Aku berusaha sekuat tennga agar permenku tidak di ambil oleh mereka namun mereka kembali menarik tanganku, aku mulai ketakutan tapi aku masih berusaha mempertahankannya.

”Cepat berikan atau kau mau kupukul!”seru anak laki-laki tadi sambil mengepalkan tangannya.

Aku semakin gugup dan takut, mereka kembali menarik tanganku dan karena aku sudah begitu takut aku pun memberikannya pada mereka. Aku merasakan air mataku mulai mengalir.

”Dasar cengeng!awas kalau kau bilang pada ibumu!”seru mereka padaku, aku hanya bisa menatap mereka yang mengambil permenku dengan berurai air mata.

”Ya!Chullie-ya…kembalikan permennya!”seru sebuah suara dari belakangka seorang anak laki-laki lain, dia berjalan melewatiku dan menarik tangan namja yang mengambil permenku lalu mengambil permen di tangannya itu.

”Teukie-ya…apa yang kau lakukan? Kenapa kau membela dia?”seru anak laki-laki yang dipanggil Chullie oleh namja yang menolongku ini.

”Kau ini selalu saja jahat pada anak baru…sudah sana pergi..jangan ganggu anak ini lagi…”seru namja yang Chullie panggil Teukie itu.

Entah karena apa anak laki-laki yang bernama Chullie itu begitu penurut pada anak laki-laki yang bernama Teukie itu, akhirnya dia dan teman-temannya itu pun pergi. Namja itu berbalik padaku dan tersenyum kemudian memberikan permen itu ke tanganku.

”Ini milikmu…”serunya sambil tersenyum yang memperlihatkan dimplesnya, manis sekali senyumya.

Kemudin tiba-tiba tangannya mengusap wajahku yang basa oleh air mata.

”Gwenchana…kalau ada apa-apa panggil saja aku…”ucapnya lagi.

”Oh ya..namaku Park Jung Soo tapi aku biasa di panggil Teukie…siapa namamu?”tanyanya sambil menatap mataku.

”Kim Yoo Na-imnida….”jawabku.

”Ne…Yoo Na-ya…kau baru ya disini…mari kita berteman..”ucapnya sambil menjulurkn tangannya dan aku pun menyambutnya.

Flashback end

 

Sejak saat itu aku sangat dekat dengan Teukie Oppa, aku selalu bersamanya kemana-mana, bermain bersama dan ternyata aku baru tahu kalau rumahnya tepat disaping rumahku. Ayah dan ibuku tahu kalau aku sangat dekat dengan Teukie Opp dan sudah menganggap Teukie Oppa sebagai anaknya sendiri begitu juga kedua orang tua Teukie Oppa padaku, jadi aku sangat sering sekali main ke rumah Teukie Oppa bahkan waktu masih kecil aku sering menginap dirumahnya begitupun dia.

Teukie Oppa selalu saja menolongku dalam segala hal, waktu dulu aku sering di ganggu teman-teman SMPku karena aku dekat dengan Teukie Oppa, dia juga yang membantuku, pokoknya bagiku dia adalah malaikat penjagaku.

Sekarang aku sedang menyaksikan pertandingan bola basket, klun olahraga yang Teukie Oppa ikuti, aku begitu antusias karena tentu saja Teukie Oppa-ku yang main.

”Sepertinya kau benar-benar menyukai Oppamu itu bukan sebagai seorang Oppa tapi seorang namja…ckckckck…”seru Hyun Mi disampingku.

”Hyun Mi-ya…apa maksudmu?”tanyaku padanya.

”Aishhh kau ini..akui sajalah kalau kau menyukainya…ya kan?”seru Hyun Mi menggodaku.

”Ne tapi kurasa dia hanya menganggapku yeodongsaengnya…”ucapku padanya.

”Kau yakin?”serunya lagi.

Aku menautkan alisku tidak mengerti, baru aku akan bertanya padanya pertandingan sudah mau dimulai, maka aku pun segera memperhatikan lapangan, aku tidak mau kehilangan sedikitpun waktu untuk melihat Oppaku.

 

Begitu pertandingan selesai aku segera menghampiri Oppaku, hari ini kami menang. Aku segera berlari ke pinggir lapangan dan memeluk Oppaku.

”Chukkae Oppa..”ucapku sambil memeluknya.

”Gumawo saeng…”jawabnya sambil mengacak-acak rambutku. Semua orang hanya menatap kami lucu karena memang tidak ada yang tahu kalau sebenarnya kami bukanlah saudara kandung, semunya mengira kami benar-benar kakak adik karena Teukie Oppa yang bilang pada semua teman-temnnya kalau aku adalah adik sepupunya agar tidak ada yang mengangguku lagi seperti saat aku masih SMP karena aku dekat dengan Teukie Oppa.

”Senangnya punya adik seperti Yoo Na…”seru salah satu teman Teukie Oppa yang kalau tidak salah namanya adalah Sungmin.

Teukie Oppa hanya menanggapinya dengan senyuman.

”Yoo Na adalah adikku yang paling kusayang…”ucap Teukie Oppa, entah kenapa aku malah merasa sakit dengan perkataannya itu, kenapa dia hanya menganggapku sebagai seorang adik saja, kenapa dia tidak bisa melihatku sebagai seorang yeoja?

”Ne…ne…kalian terlihat sangat akur sekali…seperti pasangan kekasih…aku ingin punya adik juga…”seru Sungmin Oppa.

Dan Teukie Oppa hanya tertawa sementara aku, hatiku sakit, sakit bahkan orang pun melihat kami sebagai sepasang kekasih tapi kenapa Oppaku tidak pernah sadar itu?

 

 

”Ya!kenapa kau dari tadi diam saja…”seru Teukie Oppa dengan mencubit pipiku.

Kami sedang berjalan pulang ke rumah setelah pertandingan tadi dan sejak tadi aku terus saja memikirkan perkataan Sungmin Oppa.

Aku mengelus pipiku yang dicubit olehnya.

”Anieyo…”jawabku singkat dan berjalan mendahuluinya.

Tiba-tiba Teukie Oppa merangkulku.

”Ya!saeng-ah..ada apa? Apa ada yang menganggumu? Ceritakan pada Oppa…”serunya padaku sambil memringkan kepalanya menatapku.

Aku melepaskan rangkulannya.

”Tidak ada..aku capek…”seruku langsung berlari ke rumahku yang sudah terlihat.

Aku segera naik ke dalam kamarku tanpa mempedulikan Ibuku yang terus memanggilku. Aku meras bodoh mencintai Oppaku sendiri.

 

Teukie POV

Aku melihatnya langsung berlari masuk ke dalam rumahnya, kenapa dia jadi seperti itu perasaan tadi dia masih baik-baik saja, apa aku melakukan kesalahan? Rasanya tidak, lau kenapa dia seperti itu?

Aku berhenti di depan rumahnya sebentar, apa sebaiknya aku masuk menanyakan padanya? Namun setelah berpikir ulang, mungkin dia sedang bad mood, semoga besok sudah baik.

Aku pun segera berjalan menuju rumahku yang terletak tepat disampingnya.

”Aku pulang…”seruku begitu masuk ke dalam rumah.

”Teukie-ya…kau sudah pulang…ayo makan….”seru ibuku.

Aku pun tersenyum padanya dan segera naik ke kamarku untuk membersihkan diriku. Begitu selesai mandi aku melihat kamar Yoo Na sudah mati lampunya, apa dia sudah tidur ya? tumben dia sudah tidur jam segini. Namun kemudian lampuny menyala dan kulihat Yoo Na keluar menuju balkonnya.

Aku pun ikut keluar ke balkonku untuk menyapanya namun begitu dia melihatku dia segera masuk kembali ke kamarnya. Aisshh anak itu kenapa sih? Pikirku. Aku melihatnya kembali mematikan lampunya. Aku hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalaku melihat tingkah gadis yang sudah aku anggap adikku sendiri, selalu saja, pasti ada sesuatu yang membuatnya ngambek seperti ini.

 

Yoo Na POV

”Yoo Na-ya…Teukie sudah menunggu…”seru ibuku dari bawah.

Aku masih memakai dasiku ternyata Teukie Oppa sudah datang, tumben sekali dia menjemputku pagi-pagi.

”Ne..Omma..jamkaman..”seruku masih membetulkan letak dasiku.

Yoo Na kau tidak boleh ngambek lagi seperti kemarin, lupakan yang kemarin, kau harus berusaha membuat Teukie Oppa sadar tentang perasaanmu padanya. Hwaiting! Seruku sambil menatap diriku di cermin, aku pun segera turun ke bawah dan melihat Teukie Oppa sudah menungguku, dia tersenyum seperti biasa, senyum yang selalu memperlihatkan dimplesnya itu. Entah kenapa jika dia seperti itu, dia benar- benar mirip malaikat. Aku pun membalas senyumnya dengan tersenyum kembali padanya.

”Ayo berangkat…”seruku pada Teukie Oppa dan kemudian dia menggamit lenganku. Ah Oppa andai kau melakukan ini bukan karena aku adalah adikmu.

”Hati-hati ya!”seru ibuku dari dalam.

 

”Sudah tidak marah?”tanya Teukie Oppa begitu kami sampai disekolah.

Aku segera menoleh ke arahnya yang sedang tersenyum padaku dan itu membuatku jadi malu.

”Siapa yang marah…”seruku pura-pura tidak tahu dengan sikapku kemarin dan mengalihkan pandanganku keluar jendela mobil.

Aku mendengarnya terkekeh geli dan tiba-tiba Teukie Oppa menarik wajahku untuk menatapnya, dia menatapku tepat di mataku membuat jantungku berdeba-debar karennya.

”Kau membuatku merasa telah melakukan kesalahn jika kau seperti itu padahal aku meras tidak melakukan apa-apa padamu…aku takut aku melakukan kesalahan padamu jika kau mulai seperti itu…kumohon jangan seperti itu lagi…”ucapnya dengan menatap dalam mataku.

Entah kenapa aku hanya bisa mengangguk mungkin karena aku begitu berdebar-debar di tatapnya seperti ini. Kemudian dia melepaskan tangannya dari wajahku dan tersenyum.

”Ayo turun..”serunya.

Dan aku hanya kembali bisa mengangguk, sepertinya aku masih tidak percaya yang barusan terjadi. Aisshh Ottohke Oppa? Aku semakin menyukaimu!

 

Sejak kejadian itu aku terkadang merasa sedikit canggung dengannya namun entah kenapa sejak kejadian itu Teukie Oppa seakan menjauhiku, aku tidak tahu kenapa tapi sejak kejadian itu dia jadi sedikit mengurangi kedekatannya denganku. Aku menatapnya yang sedang latihan baskte di lapangan, seperti sudah kebiasaan setiap kamis aku pasti akan duduk disini menunggunya selesai latihan basket dan kemudian pulang bersamanya.

”Setia sekali..”seru Hyun Mi tiba-tiba yang sudah duduk disampingku.

”Ya!Hyun Mi-ya..kau mengagetkanku saja..”ucapku padanya.

Aku mendengarnya terkekeh geli. Dasar sahabatku yang satu ini. Aku melihat jam ditanganku sudah pukul 5 berarti sebentar lagi latihan selesai dan aku melihat anak-anak basket sudah mulai meninggalkan lapangan basket, aku pun segera berjalan ke pinggir lapangan untuk menemui Teukie Oppa namun langkahku terhenti begitu melihat seorang yeoja menghampirinya, Hye So Onnie, sekelas dengan Teukie Oppa, setahuku mereka tidak dekat tapi kenapa kelihatannya sekarang sangat dekat, Teukie Oppa tidak pernah cerita kalau dia sedang dekat dengan seorang gadis. Aku melihat Teukie Oppa tersenyum pada Hye So Onnie, anni Teukie Oppa tidak boleh tersenyum seperti itu padanya, senyum itu hanya milikku, seruku dalam hati.

Entah kenapa aku sedikit cemburu padanya, tiba-tiba Teukie Oppa menoleh dan memintaku menghampirinya maka aku pun berjalan menghampirinya dengan sedikit tepaksa.

”Yoo Na-ya…ini Hye So..kau tahu kan?”seru Teukie Oppa mengenalkanku pada Hye So Onnie.

”Annyeong Onnie…”ucapku berusah tersenyum padanya, apa Teukie Oppa akan mengenalkannya sebagai pacarnya?

”Oh jadi dia gadis itu…”seru Hye So Onnie sambil tersenyum penuh arti dan melirik Teukie Oppa sekilas dan bisa kulihat Teukie Oppa sedikit malu karenanya. Ah aku tidak mau disini, aku mau pulang!

”Yoo Na-ya..hari ini kita tidak bisa pulang bersama ada yang harus aku lakukan dulu dengan Hye So…”seru Teukie Oppa membuatku kaget namun aku hanya bisa mengangguk, tidak biasanya Oppa membiarkanku pulang sendiri bahkan tidak pernah sekarang dia melakukannya, karen Hye So, apa Oppa menyukainya?

”Ne…ara Oppa…”jawabku kemudian berpamitan padanya dan berjalan pulang.

”Ya!waeyo?”tanya Hyun Mi tiba-tiba sudah ada disampingku.

”Ani…”jawabku singkat.

”Ya!Yoo Na-ya…kau cemburu ya melihat Teukie sunbae dekat dengn Hye So sunbae…aisshh kau ini masa segitu saja sudah menyerah…katanya kau mau membutanya sadar akan perasaanmu….jangan menyerah dulu…”sery Hyun Mi.

Aku menoleh padanya dan tersenyum tipis, entahlah aku tidak tahu harus bagaimana.

 

Sejak kejadian itu aku melihat Teukie Oppa semakin dekat dengan Hye So Onnie bahkan mereka kemana-mana sekarang bersama, jujur hatiku sakit sekali, sekarang Teukie Oppa sudah tidak memperhatikanku lagi seperti dulu, dia jarang sekali bisa aku ajak pergi seperti kemarin saat aku mengajaknya pergi ke taman bermain dia tidak bisa padahal biasanya dia sama sekali tidak menolak jika aku ajak pergi.

Aku merebahkan tubuhku di atas tempat tidur mentap langit-langit kamarku, kenapa Teukie Oppa berubah? Apa benar dia menyukai Hye So Onnie tapi kenapa dia menjauh dariku dan tidak peduli padaku. Aisshh, aku menyerah saja, mungkin aku yang terlalu bodoh berharap bahwa Teukie Oppa akan menyukai bukan sebagai seorang adik.

Hari minggu yang menyebalkan, seharusnya hari ini aku pergi dengan Teukie Oppa ke taman bermain tapi dia menolaknya, katanya dia sedang ada acara hari ini, saat kutanya dia malah tidak menjawab, dia menjadi menyebalkan sekarang.

Aku keluar ke balkonku dan merasakan udara pagi ini yang sangat sejuk dan langit yang sangat terang padahal kalau hari ini jalan-jalan pasti sangat asyik. Tiba-tiba aku melihat Teukie Oppa keluar rumah sangat rapih, mau kemana dia? Dan aku sangat kaget begitu melihat tidak jauh darisitu ada Hye So Onnie, Omo, apa mereka mau kencan? Hatiku benar-benar sakit melihatnya, apa mereka sudah pacaran? Kenapa Oppa tidak bilang? Kenapa?

Aku berinisiatif untuk mengikuti mereka, aku ingin tahu kemana mereka pergi, aku segera menyambar jaketku dia atas meja belajarku dan turun ke bawah.

”Omma…aku pergi dulu ya…”seruku pada Ommaku yang sedang menyiram tanaman di depan rumah.

Aku segera mengambil sepedaku dan mengikuti mereka yang berjalan berdua, aku melihat merek berdua tertawa bersama sambil berjalan, hatiku kembali sakit. Aisshh harusnya aku tidak usah membuntuti mereka hanya akan membuatku semakin sakit, ucapku.

Mereka berhenti di taman dan duduk disalah satu bangku dan mengobrol, mereka memang terlihat sangat serasi, Teukie Oppa yang merupakan namja idaman di sekolah dan Hye So Onnie yang merupaka yeoja idaman, mereka memang sangat cocok, apa ini saatnya aku mengalah??

Tiab-tiba aku melihat Teukie Oppa mengenggam tangan Hye So Onnie, apa yang akan Oppa lakukan? Aku semakin mendekat untuk mengetahui apa yang Oppa akan ucapkan.

”Saranghae…”seru Teukie Oppa.

Aku hanya bisa terdiam terpaku begitu mendengarnya mengucapkan kata-kata itu, Oppa menyatakan perasaannya pada Hye So Onnie? Oppa menyukai Hye So Onnie? Aku merasakan mataku mulai memanas, sepertinya aku akan segera menangis. aku tidak tahan, kenapa Teukie Oppa tidak pernah cerita? Malaikatku membohongiku, bukan dia bukan malaikatku lagi, dia malaikat Hye So Onnie sekarang.

”Oppa…”seruku keluar dari persembunyianku. Aku merasakan bulir-bulir air mata mulai turun.

”Yoo Na-ya…”ucap Teukie Oppa kaget melihatku begitu juga Hye So Onnie.

”Oppa…”lirihku lagi dengan air mata yang terus turun.

Aku tidak sanggup lagi disini, aku pun segera pergi dari situ membawa sepedaku pulang kembali ke rumah. Hatiku sakit, sakit sekali. Aku menyerah, aku menyerah sekarang. Aku merasa bodoh menyukai Oppaku sendiri. Dia tidak akan pernah menganggapku seorang yeoja karena dia hanya menganggapku adiknya, hanya adik dan akan selalu begitu.

Aku segera masuk ke dalam rumah, ibuku melihatku dengan heran.

”Yoo Na-ya…”serunya memangilku namun aku tidak mempedulikannya dan langsung masuk ke dalam kamarku. Merebahkan tubuhku di atas tempat tidur dan membenamkan wajahku ke bantal, menangis sejadi-jadinya. Menangisi kebodohanku menyukainya. Menyukai malaikatku sendiri.

 

Teukie POV

”Dia pasti cemburu…kau masih belum yakin padanya?”tanya Hye So padaku, aku masih terpaku, tidak percaya dia mengukutiku dan aku tidak percaya dia sampai menangis seperti itu.

”Cepat katakan padanya…”seri Hye So padaku.

Dan aku pun segera berlari ke rumahnya. Aku telah membuatnya menangis padahal aku selalu berjanji tidak akan membuatnya menangis tapi kali ini aku membutanya menangis, kau harus menjelaskan semuanya padanya.

Aku sampai di rumahnya dan melihat ibunya di depan rumah.

”Teuki-ya..ada apa?”tanya Yoo Ra ahjumma padaku.

”Yoo Na ada di dalam ahjumma?”tanyku padanya dan dia pun mengangguk.

”Boleh aku masuk?”tanyaku kembali dan kembali Yoo Ra ahjumma hanya mengangguk.

Aku pun segera masuk ke dalam rumah dan naik ke kamarnya.

Aku mengetuk pintu kamarnya.

”Yoo Na-ya…buka pintunya…akan aku jelaskan semua…”seruku sambil terus mengetuk pintu namun aku tidak mendengar suara apapun dari dalam, aishh dia pasti sangat marah padaku.

 

Yoo Na POV

Aku mendengar Teukie Oppa terus mengetuk pintu kamarku, aku malas membukanya.

”Yoo Na-ya..akan kujelaskan semua..”seru Teukie Oppa.

Menjelaskan apa? Kalau mereka sekarang sudah pacaran? Tidak perlu Oppa, aku tahu.

”Yoo Na-y..buka pintunya kalau kau masih menganggapku Oppamu…”serunya mengancam.

Kenapa harus ancaman seperti itu sih? Tentu saja aku menjadi luluh, aku ingin Teukie Oppa menjadi Oppaku selamanya, tidak apa kalau dia menyukai Hye So Onnie asal dia masih menjadi Oppaku, aku pun luluh dan membukakan pintuku untuknya, sepertinya yang aku bilang tadi aku menyerah dan berusaha menerimanya meski hatiku masih sakit.

”Wae?”tanyaku ketus padanya.

Dia berjalan masuk ke dalam kamarku, aku duduk di tepi tempat tidurku dan dia duduk disampingku.

”Mianhe…”ucapnya.

”Untuk apa?”tanyaku pura-pura tidak mengerti kejadiaan tadi, toh memang tidak ada hubungannya denganku hanya aku saja yang terlalu bodoh cemburu pada namja yang sama sekali tidak menyukaiku.

”Untuk yang tadi…saat…”

”Tidak perlu Oppa..untuk apa minta maaf…aku tidak apa-apa….apa Oppa kesini mau menjelaskan kalau Oppa sudah pacaran dengan Hye So Onnie….arasso..aku tidak apa-apa..aku kan hanya adikmu Oppa..aku akan bahagia jika kau bahagia…bukankah…”

Tiba-tiba Teukie Oppa membungkam bibirku dengan bibirnya, membuatku terbelalak kaget kemudian dia melepaskannya.

Dia menatapku lembut, sementara aku masih kaget dengan apa yang dia lakukan tadi. Aku masih terkejut karenanya.

”Dengarkan penjelasanku dulu…”ucapnya sambil menatapku dalam.

”Aku dan Hye So tidak ada apa-apa dan soal yang tadi aku tidak menyatakan perasaanku padanya..kau tahu kenapa beberapa minggu ini aku menjauhimu…sejak kau marah padaku saat itu saat Sungmin bilang kita mirip sepasang kekasih entah kenapa aku merasakan sesuatu dalam hatiku terhadapmu…aku tahu aku salah…tidak semestinya aku memiliki perasaan ini…oleh sebab itu aku mulai menjauhimu aku ingin memastikan apakah perasaan ini benar…dan ya aku menyadarinya sekarang…selama ini..kita yang sejak kecil selalu bersama dan aku menganggapmu sebagai yeodongsaengku ternyata membuatku merasakan perasaan yang lain padamu bukan perasaan seorang Oppa pada yeodongsaengnya tapi perasaan seorang namja pada yeoja…Saranghae Yoo Na-ya…”ucap Teukie Oppa pada akhirnya.

Entah aku harus merasa senang atau apa yang jelas aku merasa lega, lega karena cintaku tidak bertepuk sebelah tangan ternyata Teukie Oppa juga merasakan apa yang aku rasakan.

”Nado Saranghae Oppa…”ucapku pada akhirnya.

Dia merengkuh wajahku dan mendekatkan wajahnya padaku, aku mejamkan mataku dan mersakan bibirnya menyentuh lembut bibirku bergerak perlahan dan aku pun membalas ciumannya itu.

Jeongmal saranghae malaikatku ^^

Advertisements

One thought on “FF: Angel

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s