FF: What If I Don’t Believe You (KyuSoon Couple)

 

 

What If I don’t believe you

 

ireoke nan tto (Fiction in Fiction)
itji motago (Fiction in Fiction)
nae gaseum soge kkeutnaji anheul iyagil sseugo isseo
neol butjabeulge (Fiction in Fiction)
nochi anheulge (Fiction in Fiction in Fiction)
kkeutnaji anheun neowa naui iyagi sogeseo oneuldo in Fiction

 

Aku mendengar handphoneku berbunyi,kuletakkan pulpen di atas kertas yang sedang aku tulis dan menjangkau handphoneku yang kuletakkan agak sedikit jauh, di ujung atas meja belajarku, siapa sih yang menelepon malam-malam seperti ini? Tidak tahu apa aku sangat sibuk dengan tugas yang menumpuk.

 

Aku melihat layar handphoneku untuk mengetahui siapa yang meneleponku ternyata itu Junho Oppa, tumben sekali dia meneleponku bukannya mereka sedang sibuk.

 

“Yoboseyo..wae geure oppa?”tanyaku begitu aku mengangkat teleponnya.

 

“Saengi-ya..gwenchanayo?”tanyanya tiba-tiba membuatku menautkan alisku, tidak mengerti kenapa dia tiba-tiba bertanya aku baik-baik saja atau tidak, memangnya ada apa denganku.

 

“Ya..Oppa..nan gwenchana…kenapa bertanya seperti itu”ucapku.

 

“Jinjja?”tanyanya lagi.

 

“Aisshhh..Oppa kalau Cuma bertanya seperti itu sebaiknya tidak usah sekarang aku sedang sibuk…”ucapku lagi sambil hendak mematikan telepon karena aku ingin menyelsaikan tugasku lagi.

 

“Jamkamman…aku serius nih…”ucapnya sebelum aku benar-benar mematikan telepon.

 

“Aku kan sudah bilang aku baik-baik saja..memangnya ada apa sih?”tanyaku lagi.

 

“Jinjja..syukurlah…”ucapnya sambil menghela nafas legas, aneh sekali Oppaku ini-.-“

 

“Nah..gitu dong saengi jangan galau terus…kau harus percaya pada Kyu hyung walaupun dia ada di  Paris…jangan percaya berita itu”ucapnya lagi, aku semakin tidka mengerti apa yang dia bicarakan, apa hubungannya dengan namja bodoh itu, galau? Kenapa?

 

“berita?”tanyaku tidak mengerti.

 

“Ya..kau tidak tahu…berita…aisshh aku salah bicara rupanya..aisshh lebih baik kau tidak tahu…sial..salah lagi..”ucapnya seakan menyalahkan dirinya sendiri.

 

“Oh berita itu..”jawabku singkat, jadi itu, aku sudah tahu dan aku malas membicarakan hal itu, ok terakhir kali aku bertemu dengannya adalah saat dia pulang dari Taiwan dan semenjak itu kau tidak pernah bertemu atau berkomunikasi lagi dengannya dia sibuk dan aku sibuk, masalah berita itu terserah mau apapun yang dia lakukan, bisa dibilang aku sedang marah padanya? Ya, aku memang sedang marah padanya,pertama karena bisa-bisanya dia tidak memberi kabar padaku selama ini dan aku semakin marah ketika tahu berita itu, dia sudah punya pacar, cih terserah, aku tidak akan peduli lagi dengannya mulai saat ini sama seperti dia yang tidak peduli lagi denganku, baguslah dia sudah punya pacar baru.

 

“Kau sudah tahu?ya..kau sedang marahan dengan Kyu hyung lagi sekarang?”tanya Junho Oppa lagi.

 

Aku mendesah pelan.

 

“Aniya…”jawabku singkat, tidak perlu tahu kalau aku sedang marah padanya toh dia sendiri juga tidak sadar, bahkan untuk menghubungi kekasihnya saja dia tidak pernah*apa aku masih kekasihnya?* bagaimana dia bisa tahu aku sedang marah padanya.

 

“Ya…kalian marahan lagi..sudah jelas!”ucap Junho Oppa mantap, aku menghela nafas perlahan.

 

“Aku tidak sedang bertengkar dengannya…sekarang aku tidak peduli lagi dengan apa yang dia lakukan..punya kekasih baru..how great Cho Kyuhyun is…mian Oppa aku sibuk..annyeong..”ucapku langsung mematikan sambungan telepon.

 

“Terserah..aku tidak peduli lagi padanya…”ucapku pada diriku sendiri dan aku kembali melanjutkan kegiatan mengerjakan tugasku.

 

Kyu POV

 

“Hyuk..Paris itu memang negara yang indah ya…”ucap Teukie hyung pada Eunhyuk hyung dihadapannya, aku melirik ke arah mereka sekilas sungguh Teukie hyung sangat bodoh, berapa sih nilai geografinya disekolah, sejak kapan Paris jadi sebuah negara..ckckckckck

 

Aku tidak terlalu tertarik mendengar pembicaraan mereka yang selalu diulang-ulang sejak sampai disini dan Teukie hyung selalu saja bilang Paris adalah negara lalu Eunhyuk hyung akan membetulkan kesalahan Teukie hyung tapi selalu saja Teuki hyung melakukannya lagi menyebut Paris sebagai sebuah negara, aneh =.=”

 

Mataku tertuju pada layar handphoneku, seorang gadis tersenyum manis sekali meski senyum itu senyum yang dipaksakan, mana mau gadis itu tersenyum semanis ini jika difoto, jangankan untuk tersenyum, difoto saja tidak mau. Gadis bodoh, gadis bodoh yang sangat aku cintai, bagaimana bisa namja sepintar aku jatuh cinta pada gadis bodoh seperti dia aneh sekali-.-“. Aku tersenyum menatap wajahnya , betapa aku merindukan melihatnya secara langsung, memang sudah lama kami tidak bertemu langsung terakhir kali saat aku baru pulang dari Taiwan setelahnya tidak pernah, bahkan berkomunikasi menanyakan kabar saja tidak, aku sibuk dan dia juga sepertinya sangat sibuk dan aku tidak mau menganggunya yang sedang sibuk dengan tugas kuliahnya itu,aku tahu kabar dia hanya dari Minho itu juga hanya beberapa kali karena aku dan Minho juga jarang bertemu, dia bilang adiknya itu memang sedang sibuk akhir-akhir ini dan tidak bisa diganggu, ya aku mengerti itu, aku juga sedang sangat sibuk dengan persiapan album ke-5 dan jika aku ingin menghubunginya harus menunggu selesai latihan dan biasanya itu malam hari, aku yakin dia usdah tidur. Bisa dibayangkan betapa aku sangat merindukannya saat ini.

 

Aku menatap langit malam Paris, indah sekali, sama seperti kata-katanya dulu, aku masih ingat dia selalu bilang kalau Paris itu sangat indah, dia ingin sekali ke Paris lagi dan tinggal disini. Meski aku selalu berkata Jepang lebih indah dia selalu membantahnya dan mengatakan kalau Paris itu lebih indah dan Venice itu eksotis, dua kota yang ingin dia tinggali. Hah aku berharap bisa membawanya kesini bersama, pasti akan sangat menyenangkan. Sepertinya sekarang aku tahu kenapa dia ingin sekali tinggal disini dan rasa-rasanya aku juga suka disini. Ck,gadis itu sudah membuat apa yang aku sukai berubah mendekati apa yang dia sukai, sepertinya aku belajar untuk menyukai apa yang dia sukai dan sukses, apa yang dia sukai aku pun mulai menyukainya sekarang.

 

“Ya..Kyu..apa yang kau lakukan?”tanya Sungmin hyung yang tiba-tiba sudah ada disampingku dan menepuk bahuku membuatku sedikit kaget.

 

“Ah…aniya…”jawabku sambil tertawa pelan.

 

“Ckckck..kau sangat merindukannya ya Kyunnie…”ucap Sungmin hyung lagi, aku menoleh padanya dan tersenyum.

 

“Ne…aku sangat menrindukannya hyung…dia selalu ingin kesini..ke Paris…padahal waktu itu dia bilang dia ingin menunjukan padaku indahnya Paris dan kesini bersama-sama.. .sekarang aku malah melihatnya sendiri…ada yang kurang…”ucapku.

 

“Ck..kau sangat mencintainya rupanya…pertahankan itu…”ucap Sungmin hyung lagi, aku menangguk mantap.

 

“Pasti hyung..aku tidak akan pernah melepaskan gadis bodoh itu…”ucapku dengan pandangan menerawang, sedang apa ya dia di Seoul? Hah, jeongmal bogoshipo Yongie-ya…

 

**

“Thank you very much..”ucapku sambil mengambil sebuah gelang yang sudah aku pesan di sebuah toko tidak jauh dari hotel tempat kami menginap, aku tersenyum menatap gelang itu sambil keluar dari toko, aku mengamatinya baik-baik, sebuah gelang berwarna perak dengan ukiran namaku dan namanya disekelilingnya, rencananya aku ingin memberikannya sewaktu pulang dari sini, pokoknya aku harus bertemu dengannya secara langsung saat pulang, tidak peduli aku sedang sibuk ataupun dia yang sedang sibuk, aku harus bertemu dengannya.

 

“Ya..Kyunnie..palli…”ucap Donghae hyung dari dalam mobil.

 

“Ne..”jawabku dan segera memasukan gelang itu ke saku celanaku, aku sudah tidak sabar untuk pulang dan memberikannya langsung pada gadis itu.

 

 

Yong Soon POV

 

Hoaahhhh aku butuh refreshing, akhirnya minggu ini selesai juga, minggu yang sangat melelahkan, aku ingin jalan-jalan sekarang tapi kemana ya? Dan dengan siapa? Minho Oppa di Paris, Junho Oppa sedang sibuk untuk pembuatan album 2PM..aisshh tidak ada yang bisa kuajak bermain.

 

Aku menopang daguku dengan kedua tanganku di atas meja kantin berpikir siapa yang bisa aku ajak jalan-jalan hari ini.

 

“Yong Soon-ah…”panggil seseorang membuatku terlonjak kaget karena dia menyentuh bahuku, aku langsung menoleh ke arahnya dan ternyata itu Sae Ra tapi kenapa dia terlihat sangat sedih, aku menaikkan alisku tidak mengerti dengan ekpresinya yang sangat sedih dan dia juga mengerucutkan bibirnya, kenapa lagi dia?

 

“Huaaaaa Yong Soon-ah..Kyu Oppa sudah punya pacar..”ucapnya yang tiba-tiba langsung memelukku dengan kencang.

 

“Ya..ya…jangan kencang-kencang..”ucapku berusaha melepaskan pelukannya tapi dia malah semakin erat memelukku.

 

Aisshh dia pasti galau gara-gara berita itu, cih kau lihat Cho Kyuhyun fansmu bersedih melihatmu memiliki ‘kekasih baru’

 

“Ya..sudahlah Sae Ra-ya..”ucapku lagi, dia melepaskan pelukannya tapi tetap menatapku dengan tatapan sedih.

 

“Tapi…aku sedih..kenapa dia sudah punya pacar dan aku paling tidak suka saat aku dengar dia membawa kekasihnya ke Paris juga”ucapnya lagi, mataku membulat tidak percaya dengan apa yang dia katakan.

 

Aisshh benar-benar namja bodoh itu>.<

 

“Sudahlah lupakan namja bodoh seperti itu..tidak tahu perasaan..kerjaannya hanya membuat galau saja..untuk apa menyukai namja bodoh seperti itu..lupakan dia..masih banyak namja dari BB lain yang bisa kau sukai..Cho Kyuhyun itu memang babo!”seruku dan kemudian langsung meninggalkannya, aku bisa melihat sebelum aku benar-benar pergi Sae Ra menatapku aneh, pasti dia berpikir kenapa aku langsung marah-marah seperti itu, terserah kalau pada akhirnya dia tahu kenapa aku begitu kesala, aku tidak peduli, yang jelas aku benar-benar muak mendengar berita itu, aku selalu berusaha untuk percaya padanya tapi semakin aku berusaha percaya dengannya semakin aku tidak percaya, semakin aku selalu berpikir negatif tentangnya dan dia selalu saja santai menanggapinya, aku juga ingin tahu perasaan dia yang sebenarnya, kenapa dia bisa jadi sangat cuek seperti itu >.<

 

Aku berjalan dengan kesal keluar kampusku, sudah cukup Cho Kyuhyun mulai sekarang aku benar-benar tidak akan peduli padamu!

 

Aku merogoh handphoneku di dalam tas dan menggerakan jariku mengirim sms pada seseorang, semoga dia sedang tidak sibuk aku butuh bicara dengannya.

 

Tak lama kemudian dia membalas smsnya.

 

From: Nu Ongie

 

Wah kebetulan aku sedang free..ok Ongie kita bertemu di tempat biasa ^^

 

 

**

“Sepertinya kau sedang kesal?”tanya Ongie begitu kami bertemu di tempat kami biasa bertemu, toko es krim, aku dan Seulong sejak bertemu waktu itu mulai dekat, aku merasa dia itu sangat lucu sama seperti anak-anak 2PM ya dan kurasa kami cocok ^^. Dia bisa menjadi tempat menghilangkan galau.hehehehe, mwo? Apa aku sedang galau karena namja bodoh itu? anniya>.< aku sedang berusaha untuk tidak peduli padanya, ya tidak akan pernah peduli lagi dengannya!!

 

“Tidak..”jawabku singkat sambil memainkan sendok dan garpu di depanku mengetuk-ngetukkannya pada meja, salah satu kebiasaanku bermain dengan segala hal yang aku lihat di depan mataku jika aku merasa bosan, kenapa es krimnya lama sekali >.<

 

“Isshh..kebiasaan…nanti sendok dan garpunya kotor..”ucap Ongie sambil mengambil sendok dan garpu itu dari tanganku.

 

Kenapa kata-katanya sama seperti yang sering namja bodoh itu ucapkan, dia juga tidak suka melihatku memainkan sendok dan garpu sebelum makan. Tiba-tiba aku seperti melihat namja bodoh itu yang ada di depanku, aisshh, aku menggeleng-gelengkan kepalaku, jangan ingat dia lagi, dia hanya membuatmu kesal terus-terusan,berusahalah untuk tidak peduli padanya!ingatku pada diri sendiri.

 

“Ongie-ya..kau kenapa?”tanyanya padaku.

 

Aku hanya bisa tersenyum.

 

“Anni…”jawabku singkat, kemudian mengarahkan pandanganku ke luar toko, padahal niatku bertemu Ongie untuk mengatasi kegalauan hatiku tapi kenapa sekarang jadi tambah galau, gara-gara Ongie sih yang berkata seperti itu kenapa harus begitu mirip dengan orang itu, issshh menyebalkan >.<

 

“Jadi..kau mau bertemu denganku agar aku melihat wajah suntukmu,hah?”tanya Ongie tiba-tiba membuatku menoleh padanya, sepertinya aku tidak bisa bohong padanya kalau aku baik-baik saja dan tidak sedang dalam keadaan mood yang tidak baik.

 

Aku menghela nafas perlahan.

 

“Ne..kau benar..aku memang sedang suntuk..sangat suntuk…jadi buat aku tersenyum…”ucapku sambil  menatapnya.

 

“Dengan?”tanyanya dengan memasang wajah bodohnya itu, hahahaha dia sangat lucu jika seperti itu, terkadang otaknya lambat berjalan.

 

“Tunjukkan aku terus wajah bodohmu yang tadi…”ucapku dan kemudian terkekeh pelan, membuatnya menatapku kesal dan..

 

Tukk

 

Sendok yang dia pegang tadi sukses mendarat di kepalaku, aku menatapnya tajam, seenaknya saja dia memukulkan sendok itu di kepalaku.

 

“Ya!”seruku tidak terima.

 

“Kau ini tidak sopan pada yang lebih tua”serunya membalasku.

 

Aku tersenyum licik,hah dia paling sensitif dengan umur, apa sekarang dia mau aku panggil Oppa.

 

“Oh..jadi sebaiknya mulai sekarang aku memanggilmu Seulong Oppa..”ucapku dengan nada yang sedikit dimanja-manjakan, sebenarnya aku jijik melakukan itu tapi ini hanya untuk menggoda namja di depanku ini.

 

“Ya!awas kau kalau memanggilku Oppa..aku belum tua tau!”serunya sambil mengarahkan sendok ke hadapanku, aku tidak bisa menahan tawaku melihat wajahnya yang sangat lucu saat ini, aku senang sekali menggodanya seperti ini.

 

“Nah tertawa lebih baik…”ucapnya membuatku berhenti tertawa dan melihatnya menatapku dengan senyuman mautnya itu, aisshh sudah kubilang jangan tunjukan senyuman itu >///<

 

Aku langsung mengalihkan padanganku ke arah lain, jangan terpesona …jangan terpesona..ingat masih ada…anni dia bukan siapa-siapaku lagi..tidak mungkin seorang namja tidak menghubungi yeojanya selama ini. Kau harus tidak peduli lagi padanya Choi Yong Soon!!!

 

“Ya..kalau aku perhatikan kenapa setiap kali aku tersenyum kau selalu mengalihkan pandanganmu dariku…wae? kau takut jatuh hati padaku…”ucapnya langsung membuatku langsung kaget dan menoleh padanya, dia menatapku sambil tersenyum penuh arti.

 

“Cih…kau sunggu sangat percaya diri Mr.Im..”ucapku, dia terkekeh pelan.

 

“Selama kau belum memiliki kekasih tidak apa-apa kau jatuh hati padaku..Ong-Ong Couple..lucu kan…”ucapnya sambil tertawa pelan.

 

Aku langsung terdiam begitu dia berkata seperti itu.

 

“Kenapa kau terdiam? Kau sudah punya pacar ya Ongie..ah sial aku terlambat…”ucapnya lagi dengan wajah dibuat-buat sedih..lucu sekali dia itu.

 

Aku tersenyum dan menggeleng-gelengkan kepalaku.

 

“Belum…”jawabku singkat.

 

“Jinjja? Kenapa kemarin Junho bilang jangan terlalu dekat denganmu ya katanya nanti ada yang marah”ucapnya lagi.

 

Mwo? Apa Junho Oppa bilang padanya.

 

“Aniya..tidak ada yang akan marah..aku belum punya pacar..Junho Oppa itu terlalu melebih-lebihkan…”ucapku kemudian tertawa pelan.

 

“Ah…apa jangan-jangan Junho itu pacarmu?”tanyanya lagi dengan pandangan mata menyelidik, kali ini aku langsung tertawa melihat ekpresinya tetap terlihat bodoh.

 

“Mana mungkin..aku hanya menganggap Junho Oppa dan semua 2PM Oppadeul sebagai kakakku tidak lebih…”jawabku.

 

“Bagaimana kalau SHINee member…kau adiknya Minho kan?”tanyanya lagi.

 

Apa lagi sih yang Junho Oppa ceritakan -.-“ semoga tidak ada nama namja bodoh itu yang dia ucapkan.

 

“Ya..Ongie..pasti Junho Oppa yang cerita ya…issshh kenapa dia harus cerita semua tentang hidupku…”ucapku memasang wajah kesal, kenapa Junho Oppa jadi ember seperti itu, aku tidak mau terlalu banyak orang yang tahu aku adiknya Minho SHINee cukup satu orang temanku di kampus, itu saja sudah menyusahkan.

 

Ongie hanya tersenyum.

 

“Aku yang minta dia cerita tentangmu..habis kau itu sulit ditebak…aku ingin tahu kau itu seperti apa orangnya ternyata Junho tahu banyak tentangmu dibanding yang lain..”ucapnya.

 

“Oh ya..bagiamana dengan Super Junior?mungkinkan kekasihmu ada disana?”tanyanya tiba-tiba dan sukses membuatku kaget, harusnya sudah aku prediksikan dia akan menyebut nama itu, masalahnya dia tahu aku adik Minho Oppa pasti dia berpikir aku pasti tahu dengan Super Junior juga dan sepertinya dia berpikir aku juga dekat dengan mereka menilik bahwa Minho Oppa dekat dengan Super Junior Oppadeul.

 

“Aisshhh Ongie-ya..kau sedang menginterogasi siapa kekasihku, hah?sudah kubilang aku belum punya kekasih..ara…2PM Oppadeul, SHINee Oppadeul kecuali Taemin tidak mungkin aku menyebutnya Oppa, Super Junior Oppadeul kecua..ah..semuanya hanya kuanggap kakak bagiku…”ucapku, hufft hampir saja aku keceplosan, semoga dia tidak sadar dengan jawabanku terkahir yang kurang yakin.

 

Dia terlihat terdiam berpikir. Semoga dia tidak bertanya yang macam-macam lagi.

 

“Ah..ara..oh ya kalau aku kau anggap apa?”tanyanya sambil memiringkan wajahnya dan menaikkan alisnya menatapku.

 

“Badut..”jawabku cepat.

 

Dia membulatkan matanya kaget. Aku langsung tertawa melihatnya seperti itu.

 

“Kau itu sangat lucu Ongie..badut pribadiku…baguskan?”ucapku lagi.

 

Dia tersenyum mengangguk.

 

“Johta..yang penting hanya milikmu…”ucapnya sambil tersenyum lebar.

 

“Babo..”lirihku.

 

 

Author POV

 

Rae Bin dan Yeon Ji sedang pergi bersama untuk membeli beberapa kebutuhan Rae Bin, mereka berjalan menuju ke toko selanjutnya namun langkah mereka terhenti begitu melihat seseorang yang sangat merek kenal.

 

“Onnie..itukan Yong Soon..”ucap Yeon Ji sambil menunjuk seorang gadis dengan sweater coklat yang duduk membelakangi mereka, meski tidak terlihat jelas wajahnya tapi Yeon Ji yankin sekali itu Yong Soon tidak mungkin dia salah, dia hapal betul bagaimana sahabatnya itu, bajunya, semuanya dia yakin itu Yong Soon.

 

Rae Bin memperhatikan arah yang ditunjuk Yeon Ji, dia mengangguk mengiyakan, dia yakin itu Yong Soon tapi dia bertanya-tanya dalam hati dengan siapa Yong Soon berbicara, seorang namja dengan topi merah dan sweater merah, wajahnya tidak terlalu jelas karena jauh dan juga topi yang menutupi sedikit wajahnya itu.

 

“Dia sama siapa ya Onnie?”tanya Yeon Ji pada Rae Bin.

 

“Molla…menurutmu?”tanya Rae Bin balik.

 

“Taemin..tidak mungkin…dia sedang di Paris..Junho Oppa…dia terlihat lebih tinggi dari Junho Oppa..ah..”Yeon Ji berhenti dan langsung menatap Rae Bin.

 

“Seulong!!!”ucap mereka bersamaan.

 

Mereka kembali memperhatikan dua orang itu dan mereka yakin itu pasti Seulong.

 

“Aisshh apa-apaan gadis itu..kekasihnya pergi ke Paris dia malah pergi dengan namja lain..pantas Kyuhyun selalu cemas meninggalkan gadis itu disini…”ucap Rae Bin.

 

“Bukannya kemarin dia bilang sedang sibuk sekali minggu ini dan tidak mau diganggu dulu kenapa sekarang jalan-jalan ya…”ucap Yeon Ji.

 

“Ya sudah..ayo pulang..nanti malam akan aku interogasi dia kenapa bertemu Seulong..”ucap Rae Bin kemudian menarik tangan Yeon Ji untuk pergi dari situ.

**

 

Yong Soon dan Seulong masih di toko es krim itu menghabiskan es krim mereka sambil sesekali mengobrol ataupun tertawa, Yong Soon terlihat sudah melupakan kekesalannya dan lebih banyak tertawa atau tersenyum, tak lama kemudian mereka sudah selesai dan Seulong mengantar Yong Soon ke rumahnya.

 

Yong Soon langsung masuk ke kamarnya dan merebahkan tubuhnya ke atas tempat tidur, dia tersenyum senang mengingat hari ini dia tidak berhenti tertawa karena Seulong selalu bertindak lucu dihadapannya, namun tiba-tiba senyumnya hilang begitu dia mengingat kata-kata Seulong.

 

‘Selama kau belum memiliki kekasih tidak apa-apa kau jatuh hati padaku..Ong-Ong Couple..lucu kan…’

 

Yong Soon bangkit dari tidurnya, dan terdiam berpikir.

 

“Aku memang belum punya pacar jadi tidak apakan aku jatuh hati pada Seulong”ucap Yong Soon sambil tersenyum penuh arti.

 

ireoke nan tto (Fiction in Fiction)
itji motago (Fiction in Fiction)
nae gaseum soge kkeutnaji anheul iyagil sseugo isseo
neol butjabeulge (Fiction in Fiction)
nochi anheulge (Fiction in Fiction in Fiction)
kkeutnaji anheun neowa naui iyagi sogeseo oneuldo in Fiction

 

handphone Yong Soon berbunyi dari dalam tasnya, dia segera berdiri dari tempat tidurnya dan mengambil handphonenya yang dia letakkan di dalam tas di atas meja, dia segera merogoh saku tasnya itu dan melihat nama yang tertera di layar handphonenya.

 

 

“Onnie..wae?”tanyanya langsung tanpa basa-basi, salah satu kebiasaan Yong Soon yang sering dikomplain oleh orang-orang terdekatnya terlalu langsung.

 

“Kemana kau tadi siang?”tanya Rae Bin memulai interogasinya.

 

“Tidak kemana-mana..”jawab Yong Soon.

 

“Jangan bohong padaku..kau pergi dengan Seulongkan?”tanya Rae Bin langsung.

 

Yong Soon menghela nafas perlahan, oh jadi dia melihatku, begitu pikir Yong Soon.

 

“Ne..wae? tidak usah cemburu Onnie..aku tidak akan mengambil Seulong..aku hanya ingin mengobrol sebentar dengannya…”jawabnya.

 

“Bukan masalah kau mau mengambilnya atau tidak…itu namanya kau selingkuh…”ucap Rae Bin langsung menuduhkan dugaanya.

 

“Aku tidak selingkuh Onnie….lagipula ak..”

 

“Gotjimal..aku tahu kau punya perasaan pada Seulong..bukan sebagai seorang Oppa seperti dengan yang lain..kau menyukainya..aku bisa melihat itu Cho Yong Soon!”potong Rae Bin.

 

“Ya!namaku Choi bukan Cho berhenti memanggilku seperti itu!”balas Yong Soon.

 

“Jadi benarkan kau sedang berusaha selingkunh dari Kyuhyun”seru Rae Bin.

 

“Kyuhyun? Nugu? Aku tidak kenal…dan Onnie aku tidak pernah berniat selingkuh karena aku memang tidak memiliki seorang kekasih..jadi terserah aku mau pergi dengan namja siapapun..ara”ucap Yong Soon.

 

“Ya..Yong..aisshhh…”ucap Rae Bin kesal karena Yong Soon langsung mematikan teleponnya.

 

Rae Bin terdiam berpikir, apa mereka bertengkar lagi? Rae Bin bertanya-tanya sendiri.

 

“Ya..Onnie..kenapa?”tanya Je Ri yang masuk ke dalam kamar Rae Bin dan melihat Rae Bin terlihat terdiam.

 

“Ah..Je Ri-ya..memangnya Kyuhyun dan Yong Soon sedang bertengkar lagi?”tanyanya langsung, Je Ri menautkan alisnya bingung dengan pertanyaan Onnie-nya itu.

 

“Molla…”jawab je Ri dengan pandangan bingung.

 

“Wookie tidak cerita?maksudku apa Wookie tidak bilang kalau Kyu terlihat aneh disana?”tanya Rae Bin lagi yang semakin membuat Je Ri bingung.

 

“Onnie..kenapa Onnie tidak tanya pada Hyuk Oppa saja…”ucap Je Ri.

 

“Hyukkie juga tidak cerita aku pikir mungkin Wookie cerita..biasanyakan mereka senang sekali membicarakan pasangan kekasih itu…oh tidak ya..yasudahlah mungkin hanya bad mood sesaat saja…”ucap Rae Bin lebih kepada dirinya sendiri.

 

Je Ri hanya menatap Onnie-nya itu dengan tatapan semakin bingung.

 

**

“Ya!Yong Soon-ah!”ucap Yeon Ji yang sedang mengagetkan Yong Soon dari belakang sambil menepuk bahunya membuat Yong Soon terlonjak kaget dan menoleh ke belakang.

 

“Ya..kau mengagetkanku tau!”seru Yong Soon agak sedikit kesal karena langsung dikagetkan begitu saja.

 

Yeon Ji hanya terkekeh pelan dan ikut duduk disamping Yong Soon yang sedang membaca buku di taman kampus mereka. Yeon Ji dan Yong Soon jarang bertemu jika di kampus karena jurusan yang berbeda paling hanya beberap kali saja mereka bisa bertemu, namun memang sudah hampir sebulan mereka tidak bertemu karena kesibukan masing-masing.

 

“Temani aku jalan-jalan ya..”pinta Yeon Ji dengan puppy eyesnya pada Yong Soon.

 

Yong Soon melirik sekilas dan mendesah pelan.

 

“Aku sibuk”jawab Yong Soon singkat dan kembali membaca.

 

“Ya..ayolah..jebal..kemarin kau bisa pergi dengan Seulong Oppa..ayolah temani aku…”ucap Yeon Ji lagi dengan puppy eyesnya.

 

Yong Soon menutup bukunya dan menoleh ke ara Yeon Ji yang masih memasang puppy eyesnya itu. sepertinya semuanya tahu aku pergi dengan Seulong kemarin, apa namja bodoh itu juga sudah tahu, bagus dia tidak marah-marah padaku berarti benar dia sudah tidak peduli lagi padaku dan punya kekasih baru, pikir Yong Soon.

 

“Memangnya kau mau ngapain jalan-jalan?”tanya Yong Soon.

 

“Aku ingin membelikan sesuatu untuk Yeppa..dia berjanji akan membelikanku sesuatu sepulangnya dari Paris jadi aku ingin memberikan sesuatu juga padanya jadi nanti tukeran deh..”ucap Yeon Ji sambil tersenyum.

 

“Oh…”ucap Yong Soon.

 

Yeon Ji menatap kesal Yong Soon yang hanya berekspresi seperti itu.

 

“Ya..Yong Soon-ah..memangnya Kyu tidak akan membelikanmu sesuatu dari Paris..atau kau tidak menitip sesuatu padanya?”tanya Yeon Ji.

 

“Kyu? Nugu?aku tidak kenal”jawab Yong Soon singkat dan kembali membuka buku bacaannya, Yeon Ji langsung kaget mendengar jawaban sahabatnya itu, dia langsung menarik wajah Yong Soon ke arahnya dan menaruh tangannya di dahi Yong Soon.

 

“Kau tidak sakit kan? Kyu kan namjachingumu Yong Soon-ah…kau baik-baik saja dengannya?”tanya Yeon Ji dengan wajah cemas.

 

“Namjachingu? Aku tidak punya namjachingu…sudahlah kalau mau aku antar tunggu aku keluar kelas jam 3..annyeong..”ucap Yong Soon kemudian langsung berdiri dan pergi dari situ, Yeon Ji menatap kepergian Yong Soon dengan tatapan tidak percaya.

 

“Mereka bertengkar lagikah?”ucap Yeon Ji.

 

 

Kyu POV

 

Sebentar lagi aku akan pulang, aku sudah tidak sabar lagi untuk memberikan gelang ini pada gadis bodoh itu dan yang paling membuatku tidak sabar yaitu bertemu dengannya secara langsung, mungkin sekarang aku terlihat sangat bodoh merindukan gadis itu, biarlah aku memang sangat sangat merindukannya saat ini.

 

Aku merogoh saku jaketku dan memperhatikan gelang berwarna perak itu dan tersenyum, kuharap dia suka dengan pemberianku ini dan lain kali aku akan mengajaknya ke Paris, jalan-jalan bersamanya sepertinya akan sangat menyenangkan, kami tidak pernah melakukan itu selama ini, tidak banyak yang mengenalikukan di Paris jadi aku bisa leluasa pergi dengannya, terkadang capek juga seperti ini, menyembunyikannya membiarkan orang-orang diluar sana berspekulasi apakah aku sudah memiliki seorang kekasih atau belum. Terkadang aku ingin mengatakan pada semuanya kalau aku memang sudah memiliki seorang kekasih tapi aku tahu jika aku terus terang seperti itu semuanya akan menjadi buruk untukku juga dia, jadi tetap seperti ini entah sampai kapan.

 

“Mereka akan ke dorm..kita makan-makan…”ucap Eunhyuk hyung entah pada siapa disampingnya, dia duduk tepat di belakangku jadi aku hanya bisa mendengar suara mereka yang sedang mengobrol sementara Wookie hyung yang duduk disampingku sudah tertidur begitu juga dengan Teuki hyung yang bersebrangan denganku, mereka pasti lelah, aku juga sih tapi membayangkan aku akan melihatnya membuatku tidak bisa memejamkan mataku, bisakah pesawat ini dijalankan lebih cepat, aku ingin segera bertemu gadis bodoh itu, aisshh sepertinya aku sudah sangat ingin bertemu dengannya=.=”

 

“Johta..aku sudah rindu sekali pada Hyo Soo…”ucap Donghae hyung, oh jadi yang disamping Eunhyuk hyung itu Donghae hyung.

 

“Ya..Hae-ya perasaan sebelum berangkat kau sudah bertemu dengannya deh..pakai acara tangisan massal segala lagi…belum cukup,hah”ucap Eunhyuk hyung.

 

“Hyuk..aku kan terpisah dengannya selama…4 bulan..tentu saja Cuma sehari saja tidak cukup…”balas Donghae hyung.

 

Pasangan itu memang aneh, mereka malah menangis waktu bertemu, mereka selalu seperti itu jika sudah lama tidak bertemu padahal setiap hari di Taiwan Donghae hyung pasti menelepon Hyo Soo. Berbeda denganku, bukannya aku tidak mau tapi aku hanya ingin dia merasa sangat rindu padaku baru aku akan meneleponnya paling tidak jika seperti itu dia pasti akan bilang sangat merindukanku, gadis itu memang gadis dengan gengsi sangat tinggi sebenarnya sama denganku. Aisshh aku semakin tidak sabar untuk bertemu dengannya.

 

 

**

“Wah Oppa neomu kyeopta…”seru Yeon Ji pada Yesung hyung begitu dia memberikan sebuah gantungan boneka yang dia beli di Paris, saat ini di dorm bawah sangat ramain, mereka semua datang untuk menagih oleh-oleh dasar yeoja=.=”

 

“Oppa..aku suka ini…”ucap Yeon Ji lagi begitu melihat oleh-oleh yang Siwon hyung bawa untuk dia membuat Yesung hyung cemberut karena Yeon Ji lebih tertarik pada hadia dari Siwon hyung ketimbang darinya.

 

Aku melirik jam di dinding, kenapa gadis itu belum datang juga, apa dia lupa? Apa dia masih sibuk sehingga tidak sempat kesini, isshh paling tidak datang sebentar kesini menyambutku yang sudah pulang. Benar-benar gadis bodoh. Aku segera mengambil handphoneku yang aku letakkan di atas meja, sepertinya aku harus menghubungi gadis itu.

 

“Kyu…”panggil seseorang membuatku menoleh ternyata Rae Bin.

 

“Ne..”jawabku.

 

Dia berjalan mendekatiku dan duduk disampingku, dia menatapku sedikit takut-takut, kenapa dia itu?

 

“Kau sedang bertengkar dengan Yong Soon?”tanyanya dengan wajah takut-takut.

 

Bertengkar? Rasanya tidak, aku tidak sedang bertengkar dengannya.

 

“Tidak…wae?”tanyaku balik.

 

“Ah..berarti aku salah…tapi benar kan tidak sedang bertengkar?”tanyanya lagi.

 

Kenapa dia ini? Memangnya Yongie kenapa?

 

“Ya..Rae Bin-ah..memangnya Yongie kenapa?”tanyaku lagi.

 

“Ah..aniya…hanya bertanya..sekedar mengecek saja…”ucapnya sambil tersenyum.

 

“Ya..kalian pasti sedang bertengkar…tidak mungkin Yong Soon jadi aneh sejak kemarin bahkan dia tidak datang kesini padahal aku sudah mengajaknya…”seru Yeon Ji tiba-tiba membuatku kaget, aneh? Kenapa? Aku menatap Yeon Ji bingung dan begitu juga member yang lain.

 

“Memangnya Yong Soon aneh kenapa?”tanya Donghae hyung.

 

“Kemarin dia bilang dia tidak kenal Kyu dan dia juga bilang dia tidak punya pacar..apa menurut kalian dia amnesia?”tanya Yeon Ji pada seluruh member dengan wajah polos.

 

Aku terdiam mendengarnya berkata seperti itu, kenapa lagi dengan gadis bodoh itu? apa maksudnya bicara seperti? Tidak punya pacar? Tidak mengenalku?

 

“Kyu..kalian bertengkar?”tanya Teukie hyung padaku, aku tidak bisa mengeluarkan kata-kata dan hanya menjawabnya dengan gelengan.

 

Aku pikir kami memang sedang tidak bertengkar saat ini tapi kenapa dia seperti itu?

 

“Jinja?”tanya Heechul hyung.

 

“Eoh…”lagi-lagi hanya itu jawabanku, aku tidak tahu harus menjawab apa, karena memang aku tidak sedang bertengkar dengannya jadi aku merasa aneh jika dia bersikap seperti itu.

 

“Ah..mungkin dia sedang bercanda saat itu Yeon Ji..kau tahu kan Yong Soon itu sama seperti Heechul Oppa yang suka tiba-tiba aneh..pasti dia sedang bad mood saat itu..”ucap Rae Bin, tidak kalaupun bad mood dia tidak akan seperti itu, dia tidak akan pernah mengatakan sesuatu yang bercanda, dia selalu serius jika mengatakan sesuatu tentang hubunganku dengannya, kalau dia tidak suka dia bilang terus terang tidak pernah dia pura-pura tidak suka untuk bercanda, sekalipun moodnya buruk. Pasti ada sesuatu yang membuatnya seperti itu tapi apa?

 

“Ya Rae Bin-ah..kau meledekku,hah?!”seru Heechul hyung pada Rae Bin sementara aku terus berpikir apa yang membuatnya berbicara seperti itu.

 

“Isshh..sudah..sudah…ayo makan…tuh Wookie sudah datang…”ucap Teukie hyung sambil mengambil sumpit.

 

Aku masih terdiam di tempatku, kenapa dengan gadis itu?

 

Yong Soon POV

 

Kenapa Minho Oppa harus menyuruhku mengambilkan barang-barangnya lagi, isshh menyebalkan sekali dia itu, aku sedang tidak ingin kesini, aku takut bertemu dengan namja bodoh itu. aku berjalan menghentak-hentakan kakiku masuk ke dalam gedung SM dengan wajah cemberut.

 

“Minho itu selalu menjadikanku pembantunya”ucapku kesal.

 

Pokoknya begitu selesai aku akan segera pulang, aku tidak mau malah bertemu dengan namja bodoh itu!

 

“Yong Soon-ah”panggil seseorang namun tidak aku hiraukan dan tetap berjalan luru ke depan, dari suaranya sih seperti Changmin Oppa tapi mian Oppa aku sedang terburu-buru saat ini menghindari kemungkinan bertemu dengan orang itu.

 

Aku segera menuju lift dan menunggu lift itu terbuka, begitu sudah terbuka aku langsung memencet tombol lantai tempat SHINee latihan. Aku tidak sabar menunggu angka itu bergerak, lama sekali. Ya Tuhan jangan sampai aku bertemu dengan namja itu, jebal!! Doaku dalam hati. Begitu pintu lift terbuka di lantai yang aku tuju langsung saja aku keluar dari lift dan berjalan cepet menuju tempat latihannya namun sial…

 

Aku melihat Super Junior Oppadeul yang baru selesai latihan sedang berjalan ke arahku dan ya aku melihat namja bodoh itu sedang berjalan bersama Wookie Oppa di belakang Siwon Oppa dan sepertinya dia sedang mengobrol. Perasaan senang muncul di hatiku begitu melihat wajahnya lagi, andweyo, aku sudah berjanji untuk tidak peduli lagi padanya dan mengabaikan perasaanku padanya, ne!kau harus bisa!

 

Aisshh Ottohke sembunyi dimana? Aku melihat ke kanan dan kiriku tidak ada tempat aku bisa sembunyi, pura-pura tidak lihat saja, benar, aku akan tetap berjalan melewati mereka namun pura-pura tidak melihat mereka, kalau di panggil pura-pura tidak dengar. Aku menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan, hwaiting Choi Yong Soon!

 

Aku pun mulai berjalan biasa seakan tidak melihat mereka mataku tetap lurus ke depan, begitu semakin dekat, aku yakin mereka akan memanggilku sebentar lagi, persiapkan dirimu Choi Yong Soon.

 

“Yong Soon-ah!”panggil Eunhyuk hyung.

 

Jangan pedulikan dan terus berjalan, aku pun mempercepat langkahku tanpa melihat ke arah mereka sama sekali, mianhe Oppa, aku tidak bermaksud mendiamkan kalian juga hanya saja…mian..

 

Begitu aku sudah melewati mereka aku menghembuskan nafas lega dan memperlambat langkahku.

 

Kyu POV

 

Ya sudah jelas dia sedang marah tapi kenapa dia marah sampai seperti itu, pura-pura tidak mengenali kami? Apa maksudnya seperti itu, aku sudah melihatnya sejak dia keluar lift dan aku sangat senang melihat wajahnya ingin rasanya saat itu aku menghampirinya dan memastikan semuanya baik-baik saja namun aku tahu dia memang menjadi aneh saat langkahnya terhenti dan menatap kami takut-takut dan semakin jelas ketika dia sama sekali tidak menoleh pada kami saat lewat, eunhyuk hyung memanggil saja tidak dia tanggapi.

 

Kau kenapa lagi Yongie?!!

 

“Kyuhyun-ah..sepertinya dia agak sedikit aneh..”ucap Teukie hyung begitu kami sedang istirahat setelah latiha vokal.

 

“Kalian bertengkarkan?”ucap Heechul hyung.

 

“Molla hyung…aku tidak sedang bertengkar dengannya…aisshh dasar gadis bodoh!sekarang kenapa lagi!aku benar-benar tidak mengerti jalan pikirannya itu!”ucapku sambil mengacak-acak rambutku frustasi.

 

Aku sendiri bingung kenapa dia jadi aneh seperti itu, terkadang aku tidak mengerti jalan pikiran gadis itu, sangat aneh!

 

“Aku akan bicara dengannya”ucapku kemudian berdiri dari dudukku dan berjalan keluar ruangan.

 

“Bicarakan baik-baik Kyu”ucap Sungmin hyung sebelum aku benar-benar keluar rungan. Aku menghela nafas perlahan dan menuju ruangan koreo, aku tahu gadis itu kesini untuk bertemu Minho, semoga dia belum pulang.

 

Dan benar saja, aku melihatnya baru keluar ruangan, mata kami saling beradu sesaat sampai dia mengalihkan pandangannya dan menatap lurus ke depan, dasar gadis bodoh! Dia berjalan aku pun berjalan menghampirinya dan menghadang jalanya.

 

“Aku ingin bicara denganmu”ucapku masih berusaha terlihan biasa.

 

Dia tidak menjawab dan berusaha berjalan melewatiku namun aku langsung menarik tangannya.

 

“Lepaskan aku!”serunya sambil menatapku tajam.

 

“Apa sih yang kau pikirkan Cho Yong Soon?!berpura-pura tidak mengenalkau?!kau kenapa,hah?!”seruku menatap tepat di matanya.

 

“Berhenti memanggilku Cho Yong Soon..namaku Choi Yong Soon..aku bukan istri ataupun pacarmu…”ucapnya dengan tatapan tajam kemudian menghempaskan tangannya dan membuatnya terlepas dari genggamanku.

 

Dia pun segera berjalan melewatiku. Aku mendengarnya langsung berkata seperti itu, sebenarnya kenapa dengan gadis itu? apa alasan dia marah? Aissshh, aku kembali mengacak-acak rambutku frustasti dengan sikap gadis bodoh itu.

 

**

“Bagaimana Kyu?”tanya Sungmin hyung padaku yang sedang duduk di atas tempat tidurku berusaha menghubungi gadis itu sejak tadi, dia sama sekali tidak mau menjawab telepon ataupun membalas smsku.

 

“Aku tidak tahu dia kenapa..dasar gadis itu selalu saja aneh!”seruku yang mulai kesal karena dia sama sekali tidak bisa dihubungi, aku membating handphoneku ke tempat tidur dengan kasar.

 

“Ya sabar..kau kan tahu sifatnya memang seperti itu..coba ingat-ingat apa yang sudah kau lakukan yang mmebuatnya marah…”ucap Sungmin hyung.

 

“Tidak ada hyung…terakhir kali bertemu dia masih baikkan hyung…aisshhh dia itu memang aneh sekali!marah-marah tanpa alasan yang jelas!”seruku.

 

“Jinjja..bukankah setelah itu kau tidak pernah menghubunginya lagikan…mungkin dia merasa tidak kau pedulikan…”ucapnya lagi.

 

Aku menoleh pada Sungmin hyung yang sedang membaca di atas tempat tidurnya.

 

“ya hyung masa hanya gara-gara itu…kekanak-kanakan sekali…dia sendiri yang bilang dia sedang sibuk dengan kuliahnya..aku kan juga tidak mau menganggunya…”ucapku memberi alasan.

 

“Kau ini seperti tidak tahu Yong Soon saja..kau tahu menurut analisiku..Yong Soon itu tipe yeoja yang ingin selalu diperhatikan meski terlihatnya dia sangat cuek tapi dia itu ingin sekali selalu diperhatikan bukan berarti kalau dia bilang dia sedang sibuk lalu kau tidak pernah menanyakan kabarnyakan…aku tahu kau gengsi dia juga kalau terus-terusan seperti itu, tidak ada yang mengalah kalian sendiri yang menderita…karena Yong Soon disini seorang yeoja tentu saja harus kau yang duluan…bukan berarti kau kalah dari dia..hanya saja menurutku perhatianmu padanya sedikit kurang dibanding dia padamu…”jelas Sungmin hyung panjang lebar.

 

“Aku selalu perhatian padanya hyung..aku kan hanya tidak mau menganggunya..itu namanya perhatiankan…”lagi-lagi aku memberi alasan.

 

Sungmin hyung menghela nafas perlahan, dia menutup bukunya dan menoleh ke arahku.

 

“Susah juga bicara denganmu..hemm..saat dia sakit kau tahu dari siapa? Minho kan yang menghubungimu…coba kau lihat darimana Yong Soon tahu kau kecelakaan saat itu kami tidak boleh memberitahukannya…jadi dia tahu sendirikan..dia mencari tahu tentangmu Kyu…itu menunjukan dia lebih perhatian padamu..meski dia tidak mengungkapkannya dengan kata-kata cinta atau rindu tapi dengan sikap…dia tahu apa yang terjadi padamu…harusnya kau senang punya yeojachingu yang seperti itu dan harusnya kau bisa lebih perhatian padanya..sudah kubilang jangan lepaskan gadis itu kau tidak akan menemukannya lagi…”lagi-lagi Sungmin hyung berkata panjang lebar, dia tersenyum padaku.

 

Aku terdiam berpikir apa karena itu? aku tidak lebih perhatian daripada dia? Benarkah itu?Sungmin hyung saja tahu bagaimana sifat Yongie hanya dengan melihat bagaimana hubunganku dengannya dan bisa menyimpulkannya sedangkan aku yang sudah menjalin hubungan dengannya selama ini tidak pernah sadar akan hal itu.

 

“Oh ya tapi menurutku bukan hanya karena itu..sepertinya dia sangat kesal sekali..pasti ada yang lain..coba kau pikirkan lagi..kalau tidak ketemu juga tanya Junho..dia kan dekat dengan Yong Soon mungkin Yong Soon cerita padanya..sekali-kali kau harus tahu seperti apa namja yang dekat dengan Yong Soon mungkin kau bisa belajar padanya agar Yong Soon semakin nyaman disampingmu…”ucap Sungmin hyung lagi.

 

Junho? Tanya pada Junho? Gengsi sekali.

 

“Hyung…”baru aku ingin bertanya lagi, Sungmin hyung sudah menutup tubuhnya dengan selimut sepertinya dia sudah tertidur. Yasudahlah, akan aku pikirkan untuk menghubungi Junho atau tidak, aku masih gengsi, masa aku bertanya apa yang terjadi pada yeojachinguku pada namja yang dekat dengan yeojachinguku itu, nanti dia pikir aku tidak mengenal yeojachinguku sendiri malah dia yang lebih mengenalnya, andwe!!

 

**

Aku masih menimbang-nimbang untuk menelepon Junho atau tidak, aigoo kenapa harus Junho sih?! Kami baru saja selesai latihan koreo untuk album ke-5 kami dan saat ini kami sedang sitirahat.

 

Aku bersender di dinding sambil menatap nomor yang sudah aku ketikkan tinggal aku tekan maka aku akan meneleponnya tapi kenapa berat sekali.

 

“masa aku bertanya padanya?”ucapku masih ragu.

 

“Tinggal tanya saja apa susahnya..sudah telepon sana…”ucap  Sungmin hyung yang duduk disampingku dan meminum air dari botol yang sedang dia pegang.

 

“Aisshhh..ara..ara…”ucapku kemudian berdiri dari dudukku, aku mendengar Sungmin hyung terkekeh pelan, aku berjalan keluar ruangan, sebaiknya bicara diluar gawat kalau mereka mendengar aku menelepon Junho bisa-bisa mereka menyebarkan gosip yang tidak-tidak. Hyungku kan biang gosip semua-.-“

 

Aku menunggu telepon diangkat agak lama, mungkin dia sedang sibuk, jadi tidak enak nih, apa aku menganggunya ya, mungkin harusnya nanti malam saja.

 

“Yoboseyo?”suara di seberang telepon akhirnya menjawab juga. Oh ya dia tidak tahu kalau ini nomorku.

 

“Junho-ssi..aku Kyuhyun”ucapku berusaha tenang dan terdengar cool.

 

“Oh…ahh..Sunbae…”ucap Junho agak sedikit kaget.

 

“Boleh aku minta bantuanmu…”ucapku langsung to the point.

 

“Ah..ne..ne..aku akan membantu sunbae sebisaku..”jawabnya, bagus memang seharusnya kau membantuku.

 

“Aku mau bertanya sesuatu”ucapku lagi.

 

“Ne..ne..tanyakan saja sunbae…”jawabnya lagi.

 

“Kau tahu kenapa Yongie aneh akhir-akhir ini?”tanyaku langsung.

 

Dia terdiam sesaat, aisshh apa dia tidak tahu lalu kemana Yongie cerita apa aku harus tanya Taemin juga,hah!

 

“Aneh?Yongie..maksudku Yong Soon?sepertinya tidak sunbae..”jawabnya.

 

“Jinjja? Dia tidak cerita apa-apa padamu?”tanyaku lagi memastikan.

 

“Dia tidak cerita apa-apa sunbae…”jawabnya lagi.

 

“Kalau begitu kau tahu kenapa dia berpura-pura tidak mengenalku dan tidak mengangapku kekasihnya? Kau tahu?”tanyaku langsung pada inti yang ingin aku tanyakan, seharusnya dari tadi aku tanya seperti ini, dia terdiam, sepertinya dia tahu kali ini.

 

“Ah..mian sunbae..masalah itu ya…sebenarnya aku juga tidak tahu jelas dia kenapa tapi mungkin kalau masalah itu karena berita sunbae yang sudah punya pacar…”ucapnya.

 

Jadi karena berita itu? aisshh jinja sudah berapa kali aku bilang padanya untuk selalu percaya padaku kenapa dia bisa dengan bodohnya termakan berita seperti itu kenapa yang selalu dia dengar itu orang-orang sekitarnya kenapa bukan aku?!

 

“Jadi hanya karena itu? gadis bodoh!”seruku.

 

“Mungkin sunbae waktu aku meneleponnya dia juga bilang itu..maksudku aku meneleponnya karena aku khawatir kalau dia menjadi galau karena berita itu…bukan berarti aku perhatian seperti seorang namja pada yeoja aku perhatian padanya karena aku menganggapnya adikku sunbae…”jelas Junho, sekarang aku tidak terlalu peduli dengan intensitas dia menelepon gadisku, aku hanya tidak habis pikir kenapa gadis bodoh itu langsung percaya saja berita itu, memangnya siapa pacarku, dia kan? Kenapa dia tidak berpikir seperti itu, dia itu sebenarnya pintar tapi kalau dalam hal-hal seperti ini kenapa kepintarannya hilang, heran =.=”

 

“Oh…ne gomawo Junho-ssi..”ucapku.

 

“Ne..sunbae..kalau butuh bantuan lagi..aku akan selalu membantumu…”balasnya.

 

“Hemmm..annyeong…”ucapku kemudian memutus sambungan telepon.

 

Benar-benar gadis bodoh, bisa-bisanya dia percaya berita seperti itu, kenapa dia tidak berpikir memangnya aku punya pacar siapa lagi kalau bukan dia. Apa dia pikir aku tukang selingkung seperti dia. Aku harus menemuinya dan menjelaskannya.

 

“Otte?”tanya Sungmin hyung yang tiba-tiba sudah ada diluar.

 

“Hyung…kenapa kau ada disini?”tanyaku padanya.

 

“Aku hanya mengecek..jangan-jangan kau bertengkar lagi dengan Junho..hehehehe..dapat informasinya?”tanya Sungmin hyung.

 

“Aku bukan anak kecil hyung….ne gadis itu memang bodoh masa dia seperti ini gara-gara berita aku sudha punya pacar hyung,…dia tidak berpikir apa, siapa pacarku kalau bukan dia? Padahal aku sudah bilang untuk hanya percaya padaku tapi Gadis itu?!”ucapku agak sedikit geram melihat sikap gadis itu yang selalu saja aneh-aneh.

 

“Dia ragu karena perhatianmu padanya juga kurang Kyu…kan sudah kubilang perhatianmu padanya kurang dibandingkan dia padamu…coba kau lebih perhatian padanya dan tunjukkan..aku yakin dia akan selalu percaya padamu…”jelas Sungmin hyung lagi.

 

Jadi dia tidak percaya padaku karena dia pikir aku tidak pernah perhatian padanya. Jadi sekarang aku yang salah lagi. Aisshh.

 

Yong Soon POV

 

“Kenapa harus selalu bertemu denganku baru kau akan tersenyum lagi”ucap Ongie begitu dia mengantarkanku pulang setelah sebelumnya kami jalan-jalan, gara-gara kemarin bertemu dengan namja bodoh itu moodku langsung buruk dan aku butuh penghibur dan hanya Ongie yang bisa melakukannya.

 

“Ne..itu berarti kau spesial..gomawo Ongie…”ucapku padanya.

 

Dia mengangguk dan tersenyum, lalu mengacak-acak rambutku lembut, tiba-tiba aku terdiam caranya mengacak-acak rambutku sama seperti namja bodoh itu.

 

“Wae? Kau terdiam lagi…kau terpesona padaku?tanyanya dengan senyuman jahilnya itu.

 

“Aisshhh terlalu percaya diri…”ucapku dan membuatnya terkekeh pelan.

 

“Aku butuh bicara denganmu!”seru sebuah suara membuatku kaget dan aku merasakan tanganku di cengkram olehnya, aku menoleh dan mendapati namja itu yang mencengkarm tanganku, meski dia memakai topi dan masker aku tahu itu dia, dia menatap tajam Seulong tapi sepertinya Seulong tidak sadar dan malah menatapku bingung.

 

“Ah…gomawo Ongie..annyeong…”ucapku pada Ongie seakan menyuruhnya pergi, dia tersenyum dan kemudian berjalan menuju mobilnya, begitu Ongie sudah pergi dia langsung menarik tanganku masuk ke dalam rumahku dan berhenti di depan pintu.

 

“Jadi kau selingkuh dengan Seulong, hah?!”ucapnya menatapku tajam, dia sudah melepaskan masker dan topinya.

 

“Bukan urusanmu aku dekat dengan namja siapapun…aku tidak selingkuh karena kau memang tidak punya pacar”ucapnya membalas tatapan tajamnya itu, dia pikir aku takut.

 

“Kekanak-kanakan sekali dirimu,..hanya karena berita itu kau seperti ini, hah?!aku tidak mengerti jalan pikiranmu Yongie”ucapnya.

 

Aku terdiam mendengarnya berbicara seperti itu. apa dia tidak pernah tahu kalau aku sangat sulit percaya padanya, aku seperti tidak mengenalnya saat ini, aku seperti tidak tahu siapa dia sebenarnya, aku tahu seharusnya aku percaya padanya, dia kekasihku tapi aku tidak bisa, aku tidak bisa tahu perasaannya yang sebenarnya, selama ini aku hanya merasak aku yang mencintainya sedangkan yang aku rasakan selama ini apa yang dia lakukan hanya suatu hal yang memang seorang namjachingu lakukan untuk yeojachingunya, aku tidak bisa menangkap perasaanya yang sebenarnya.

 

“Sudah kubilang untuk selalu percaya padaku hanya padaku..kenapa kau tidak pernah pegang kata-kataku..kenapa kau dengarkan yang lain”ucapnya lagi menatapku tepat di mataku, mata teduhnya yang sangat aku rindukan menatap langsung mataku. Seharusnya aku senang tapi..aku tidak tahu aku senang atau tidak.

 

“Semakin aku berusaha percaya padamu..semakin aku tidak percaya padamu…aku seperti tidak mengenalmu sekarang ini….”ucapku pada akhirnya dengan tetap menatap tepat matanya itu.

 

Dia mengalihkan padangannya ke arah lain sesat sebelum kembali lagi padaku.

 

“Dengar…aku akan memberikanmu dua pilihan..pertama kau menutup telingamu dari semua perkataan orang-orang tentangku dan hanya mendengarkanku atau kau ingin menutup telingamu dari semua perkataanku dan lebih memilih perkataan orang-orang tentangku…dan aku mau kau berpikir baik-baik tentang pilihan ini karena apapun yang kau pilih sama saja itu janjimu padaku…dan itu akan menentukan bagaimana hubungan kita selanjutnya…”ucapnya.

 

Dia tersenyum tipis, tangannya bergerak mengambil sesuatu yang aku tidak tahu apa, dia menarik tanganku dan meletakkan sebuah gelang perak.

 

“Aku sudah berjanji untuk memberikannya padamu sepulang dari Paris jadi aku wajib memberikannya padamu…ini milikmu…”ucapnya kembali hanya tersenyum tipis, bukan senyum itu yang aku inginkan, aku ingin senyum favoritku!

 

“Pikirkan baik-baik pilihanku itu”ucapnya kemudian dia berbalik, aku memperhatikan gelang itu dengan seksama, ada ukiran disana, namaku dan namanya, dia..membuatkannya untukku. Kenapa aku begitu bodoh, kenapa aku tidak bisa percaya padanya?

 

Kyu POV

 

Aku tidak akan memaksanya memilih yang pertama, aku tahu aku yang salah benar kata Sungmin hyung seharusnya aku lebih perhatian padanya agar dia bisa percaya padaku tapi aku malah sebaliknya dan jelas dia jadi susah untuk percaya padaku.

 

“Boleh aku memilih pilihan pertama…”

 

Aku merasakan tangannya melingkari tubuhku, dia memelukku dari belakang, aku berbalik dan mendapatinya menatapku dengan tatapan sedih, aku benci melihatnya seperti ini.

 

“Mian…”ucapnya.

 

Aku langsung menariknya ke dalam pelukanku, dia membalas memelukku sangat erat. Sudah lama sekali sejak aku terkahir kali memeluknya,rasanya lebih nyaman dan hangat sekarang apa karena aku sangat merindukannya.

 

“Seharusnya aku yang minta maaf…aku selalu membuatmu tidak percaya padaku..mianhe…sekarang aku tahu kenapa kau sulit percaya padaku dan aku berjanji aku akan merubah sikapku…aku ingin kau tahu seperti apa perasaanku padamu…”ucapku sambil memeluknya dengan erat dan mencium puncak kepalanya.

 

“Dan aku juga ingin kau memegang janjimu tadi..ara…”lanjutku, dia mengangguk dalam pelukanku.

 

“Hanya dengarkan aku Yongie…”ucapku lagi.

 

Aku melepaskan pelukanku dan menatap wajahnya yang selama ini sangat aku rindukan, tidak ada yang berubah matanya masih besar yang tidak akan pernah bosan untukku melihat ke dalam matanya itu karena aku bisa melihat hanya ada aku di matanya dengan jelas. Tanganku bergerak mengelus pipinya perlahan, semburat merah muncul di wajahnya, dia sangat cantik jika seperti itu.

 

“Mana gelangnya..sini aku pakaikan…”ucapku dia menyerahkan gelang yang tadi aku berikan dan memakaikannya ke tangannya.

 

“Yeppuda…”ucapku lagi sambil mengamati gelang itu di tangannya.

 

“Ne…gomawoyo…”ucapnya sambil tersenyum, aku mengacak-acak rambutnya perlahan, ah ya aku ingat sesuatu.

 

“Jangan pernah membiarkan seorang namja siapapun mengacak-acak rambutmu seperti yang aku lakukan seperti yang Seulong lakukan tadi…yang boleh melakukannya hanya aku karena kau milikku”ancamku padanya, dia mengerucutkan bibirnya.

 

“Juga mata ini..hanya boleh ada aku di matamu ini tidak boleh yang lain..karena ini juga milikku..dan igo…”ucapku sambil menyentuh bibirnya dengan telunjukku.

 

“Milikku…”ucapku dan kemudian menarik dagunya mendekat, lalu kutempelkan bibirku pada bibirnya, dia memejamkan matanya, awalnya kau hanya menempelkan bibirku padanya mengungkapkan rasa rindu dan perasaan kami satu sama lain tapi seperti biasa aku tidak sabar untuk tidak menggerakan bibirku di bibirnya.

 

Awalnya aku hanya menggerakan bibirku perlahan dan lembut namun semakin lama aku menciumnya dengan sedikit kasar, melumatnya dengan kasar seakan ingin menunjukan padanya bagaimana perasaanku padanya, dia hanya milikku. Tanganku menagkup kedua wajahnya sementara tangannya melingkari leherku, ciumanku semakin dalam dan dia pun terus membalas ciumanku, sepertinya dia siap untuk jenis ciuman yang berbeda yang akan aku lakukan. Ini pertama kalinya aku melakukannya dengannya, semoga dia menerimanya, aku menarik wajahnya semakin dekat, lidahku menjilati bagian bawah bibirnya dan menggitnya perlahan untuk memberikan ruang melesakkan lidahku ke dalam mulutnya dan sepertinya dia mengerti, dia membuka mulutnya dan membuat lidahku bisa masuk ke dalam.

 

Yong Soon POV

 

Dia melepaskan ciumannya setelah beberapa saat, sukses membuatku kehabisan nafas, ciuman yang berbeda dari biasanya namun dari ciumannya tadi aku bisa merasakan dia benar-benar milikku dan aku miliknya.

 

“French kiss..otte?”tanyanya dengan senyuman evilnya itu menatapku, mukaku langsung memerah karena perkatannya itu, apa-apaan dia itu>///<

 

Aku tahu itu French kiss,itu pertama kalinya kami melakukan ciuman seperti itu dan aku malu >///<

 

“Shiro!”ucapku dan langsung berjalan masuk ke dalam rumah. Aisshhh aku malu sekali >///<

 

 

**

“Kyunnie..kenapa disini ada tulisan tanggalnya?”tanyaku sambil memperhatikan ukiran di gelang itu lekat-lekat dan aku melihat ada tanggal disitu, tanggal saat dia pergi ke Paris kemarin.

 

“Makan dulu es krimnya…”ucapnya dengan sendok yang sudah ada dihadapanku. Aku membuka mulutkan menyambut suapannya itu.

 

“Itu kan tanggal aku pergi ke Paris..jadi anggap saja kau dan aku kesana tanggal itu…”jelasnya.

 

“Mwo? Aku kan tidak kesana!”seruku tidak terima menulis tanggal itu karena aku kan tidak ikut.

 

“Kan kubilang anggap saja..”ucapnya lagi.

 

Dia kembali menyuapiku, padahal saat ini kami sedang menonton film di rumahku tapi aku sama sekali tidak fokus pada cerita film itu dan lebih tertarik mengamati gelang pemberiannya ini.

 
“Paris indah kan? Aku akan kesana lagi Kyunnie…”ucapku sambil menatapnya.

 

“Ne..kau akan kesana bersamaku..kau kan berjanji mengajakku bersama…kau ingat..”ucapnya.

 

“Ne..ne..padahal aku ingin liburan sendiri kesana…”ucapku, entahlah aku tipe yeoja yang senang jalan-jalan ke luar negeri sendiran mungkin karena sejak kecil kau sudha terbiasa ke banyak negara sendirian jadi aku lebih senang liburan sendirian.

 

“Tidak akan kuijinkan..kau harus pergi denganku..hanya denganku…oh ya bukan untuk liburan tapi honey moon dan kita akan melakukan french kiss di depan menara eiffel…”ucapnya sambil tersenyum evil.

 

“Ya!Kyunnie babo mesum!!!”seruku sambil  melemparnya dengan bantal sofa dan dia berhasil menghindar lalu tertawa terbahak-bahak, menyebalkan sekali dia itu >.<

 

Advertisements

11 thoughts on “FF: What If I Don’t Believe You (KyuSoon Couple)

  1. wah kyuhyun romantis banget..
    Kata-kata.a beuh…
    Oia klo ff yang d protect tu ad pw.a ak mw dong..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s