FF: LOVE’S WAY – WHY

 

16. WHY

 

Cast:

1. All of SHINee member

2. Choi Hye Jin

3. Shin Hyo Jin

4. Super Junior member

Genre: Friendship and Romance, there’s sad scene also…hehehehe

Rating: General

Disclaimer: Taemin is mine..Only mine..kekekeke

 

Hufft sudah seminggu ini Key mendiamkanku ternyata dia benar menepati omongannya waktu itu yang tidak akan pernah bicara denganku lagi. Entah kenapa semuanya seperti kembali ke awal lagi. Key semenjak kejadian itu selalu menghindariku dalam berbagai hal, dia pun kini datang paling akhir seperti waktu pertama kali aku pindah kesini. Aku memandang kelasku masih sepi hanya ada aku biasanya Key pasti sudah datang dan duduk di depan sambil membaca buku yang sampai sekarang membuatku pensaran apa buku itu? Padahal aku ingin sekali meminjam buku itu tapi dia keburu marah padaku. Aku terus saja memandang tempat duduk Key dari tempat dudukku, aku bosan, tidak ada yang bisa kuajak bicara, tidak ada yang bisa bertengkar denganku lagi dan tidak ada yang selalu meledekku dalam setiap hal. Harus kuakui aku rindu Key yang dulu. Aku ingin sekali bisa memperbaiki hubungan kami tapi sepertinya dia begitu marah padaku sampai-sampai dia selalu menghindar dariku. Aku berdiri dan beranjak keluar kelas, mungkin ke taman lebih baik. Aku berjalan melewati koridor sekolah yang masih sepi belum begitu banyak murid yang datang. Tenang sekali. Karena taman sekolah itu melewati kelasnya Taemin tak pelak lagi aku pun mencuri-curi kesempatan untuk melihatnya. Ternyata dia belum datang. Tentu saja dia kan selalu datang bersama Jin Ki Oppa dan Jin Ki Oppa tidak pernah datang sepagi ini. Aku pun terus berjalan sambil menunduk terlalu banyak yang aku pikirkan sampai-sampai aku tidak sadar hampir menabrak seseorang.

”Mianhe…”seruku pada orang itu yang sepertinya satu angkatan. Aku pun berjalan kembali tanpa melihat siapa itu.

”Hye Jin-ah…”serunya menghentikan langkah kakiku.

Aku pun menoleh melihat siapa yang memanggilku dan ternyata itu Kyu, sudah sembuhkan dia.

Dia melambaikan tangannya dan tersenyum padaku.

”Kau tidak menyambutku apa? Aku kan sudah sembuh…”serunya.

Aku hanya tersenyum melihatnya.

”Ne…selamat datang disekolah lagi….”seruku padanya dan hendak berjalan lagi, entahlah aku sedang malas berbicara dengan orang lain saat ini.

”Gumawo ya sudah mau menjengukku…”serunya lagi sambil melambai dan memberikan senyumnya yang polos itu.

Aku berbalik dan tersenyum kemudian berjalan kembali. Sampai di taman aku melihat sesorang yang sudah tidak asing lagi bagiku, yang sudah seminggu ini aku jarang sekali melihatnya. Siwon Oppa, kulihat dia sedang duduk di sebuha bangku di bawah pohon sambil membaca buku. Aigoo, Oppa ku ini sangat tampan sekali pantas saja digilai banyak cewek, sedang membaca buku saja dia tampak sangat tampan. Aku pun memutuskan berjalan menghampirinya perlahan-lahan aku berniat untuk mengejutkannya. Aku berjalan mengendap-endap di belakngaya. Lalu kututp matanya. Dia pun sedikit terkejut dan menjatuhkan bukunya. Aku terkekeh pelan dan terus menutup matanya dengan tanganku.

”Hye Jin-ah…”seru Siwon Oppa.

Ah,kenapa dia bisa tahu itu aku. Aku pun akhirnya melepaskan tanganku dari matanya dan duduk disampingnya.

”Ah…tidak seru masa Oppa bisa tahu itu aku…”seruku dengan memanyunkan bibirku.

Siwon Oppa tersenyum manis sekali.

”Aku tahu itu pasti kau…siapa lagi yang punya ide seperti itu padaku…”serunya sambil mengambil buku yang jatuh.

Tiba-tiba kami hanya terdiam. Kenapa aku jadi bingung harus berkata apa padanya. Kami sudah lama sekali tidak berbicara jadi canggung seperti ini. Entah kenapa aku merasa Siwon Oppa agak sedikit menghindariku. Memang sih dia masih baik padaku dan selalu membantuku tapi entah kenapa dia seperti menghindar dariku kalau tidak aku yang cari pasti aku tidak akan menemukannya seperti biasa.

”Oppa akan melanjutkan kemana?”tanyaku memecahkan keheningan diantara kami.

Siwon Oppa yang asyik melamun tiba-tiba seperti tersentak mendengar pertanyaanku.

”Ah…aku mau melanjutkan ke Jepang…”serunya sambil menatapku.

Tentu saja Siwon Oppa pasti akan melanjutkan ke luar negeri, aku dengan keluarga Siwon Oppa termasuk orang yang cukup berada pasti dia bisa kuliha di luar neger. Sepertinya aku tidak akan bisa bertemu dengan Oppa ku ini. Akhir-akhir ini aku jadi takut kehilangan orang-orang yang aku sayangi seperti Donghae Oppa, Hyo Jin dan Siwon Oppa yang akan lulus sebentar lagi dan mereka sudah memiliki impian masing-masing. Seperti Donghae Oppa yang akan mendalami kemampuan ajaibnya di bidang matematik atau Hyo Jin yang akan mengambil jurusan musik nantinya. Sepertinya aku akan kehilangan mereka semua.

Aku menghela nafas.

”Kenapa?”tanya Siwon Oppa.

”Andwe…hanya saja aku pasti akan sangat kangen dengan Oppa nanti kalau Oppa sudah pergi dari sekolah ini…sekolah ini pasti sepi tanpa Oppa dan Donghae Oppa…”seruku sambil menunduk.

Siwon Oppa mengusap kepalaku perlahan.

”Tenag saja…Oppa tidak akan pernah melupakanmu…aku janji setiap kali aku pulang ke Korea..kaulah orang pertama yang akan kucari…”seru Siwon Oppa.

Aku mendongak dan melihatnya menatapku lembut. Aku ingin menangis jadinya. Aku sayang sekali Siwon Oppa. Seruku dalam hati.

 

 

 

Donghae POV

”Leeteuk-ah…Siwon mana?”tanyaku pada Leeteuk yang sekelas dengan Siwon begitu aku menghampiri kelasnya dan melihat mejanya kosong. Kemana anak ini? Bisanya dia datang sangat pagi.

”Tadi dia aku lihat dia di taman…”serunya.

”Oh….gumawo…”seruku dan langsung berjalan menuju taman.

Begitu sampai taman aku melihat Siwon bersama dengan Hye Jin. Aku mengamati mereka dari jauh. Mereka bersaudara tapi tidak saling kenal. Kadang aku kasihan sekali pada Hye Jin apakah dia tidak tahu kalau Siwon adalah kakak kandungnya, bagaimana kalau dia tahu?apa reaksinya? Sebenarnya aku ingin sekali mengatakan kalau Siwon adalah kakaknya habisnya sepertinya akhir-akhir ini dia merasa bahwa Siwon menghindarinya dan dia sering menanyakan itu padaku tapi sayang aku masih setia pada temanku dan sudah berjanji untuk tidak meceritakannya pada siapa-siapa. Aishh, sampai kapan kau siap menerima dia sebagai adikmu. Kulihat juga kau sayang padanya.

 

Hye Jin POV

”Oppa saranghae…”seruku padanya.

Dia pun hanya tersenyum dan berdiri dan mengacak-acak rambutku lalu berjalan pergi

”Sudah kembali ke kelasmu….nanti kau terlambat…”serunya.

Aku pun berdiri dan melihat Siwon Oppa sudah berjalan pergi. Kenapa ya akhir-akhir ini dia terlihat aneh sekali padaku? Aku masih menatapnya yang sudah semakin menjauh. Tiba-tiba aku merasakan mataku di tutup oleh sebuah tangan dan aku tahu itu siapa, kebiasaan dialah yang jadi aku tiru sekarang.

”Donghae Oppa!lepaskan!tidak bisa melihat tau!!!”teriakku dan kudengar dia terkekeh perlahan dan masih saja menutup mataku.

”Oppa!!akan kubunuh kau!!”ancamku padanya masih dengan berteriak.

”Omona…dongasaengku jahat sekali…”serunya sambil melepaskan tangannya.

Aku hanya memanyunkan bibirku melihatnya.

”Ya! Sepertinya bibirmu bertambah panjang 5 cm setiap kau cemberut…”serunya lalu tertawa terbahak-bahak.

Aku pun langusng meninju lengannya berkali-kali.

”Dongsaeng sakit tau…aishh tanganmu itu tangan pria apa…sakit sekali di pukul olehmu…”serunya lagi.

Aku pun berhenti memukulnya. Lagian dia senang sekali meledekku.

”Ada perlu apa?”tanyaku langsung tanpa basa-basi.

”Memangnya harus ada sesuatu dulu baru aku boleh menemuin dongsaengku yang lucu ini…”serunya sambil mendekatkan wajahnya ke pipiku. Aku pun langsung mendorong wajahnya menjauh.

”Oppa!!”teriakku.

Dia terkekeh kembali dan sepertinya puas sekali.

”Ada apa sih?”tanyaku lagi.

”Yang serius!”bentakku.

Aku yakin pasti kalau tidak dibilang seperti itu dia akan terus saja bercanda.

”Begini…hari sabtu besok ada waktu tidak?”tanyanya.

”Kenapa? Mau mengajakku kencan…Oppa aku dongsaengmu…lagian siapa juga yang menyukaimu…aishh..jangan…jangan Oppa menyuakiku lagi…”seruku padanya dan langsung mendapat jitakan darinya. Aku pun mengerang sakit. Ya ampun jitakannya sakit sekali.

”Kau ini! Aku punya Soo Young tau!”serunya.

”Ya sudah ajak saja Soo Young Onnie…”seruku lagi dengan wajah cemberut habisnya berani-beraninya dia menjitakku.

”Ya! Aku sudah mengajak dia tapi dia tidak bisa!aku sudah beli tiket nih…sayang…ayo ikut saja ke Lotte World…”serunya.

Aku terdiam berpikir, sebenarnya pura-pura sih habisnya aku jelas mau saja pergi tapi gengsi lah masa langsung bilang mau apalagi dengan Oppa ku yang jahilnya minta ampun ini. Harus jaga image dulu.

”Ayolah dongsaengku yang cantik…kita belum pernah jalan-jalan berdua kan?”serunya sedikit memohon.

Huh dasar Oppa bilang saja memang ingin jalan-jalan denganku dari tadi tidak usah harus menitakku segala.

”Ne…baiklah…lumayan gratis…”seruku kemudian tertawa.

”Aishh…dasar dongsaengku ini…”serunya.

”Aku jemput di rumah ya?”tanyanya.

”Andwe…nanti dikira Hyo Jin aku mau pergi kencan lagi dengan Oppa…Oppa jemput aku di halte bus yang tidak jauh dari rumah ku itu…arasso?”jawabku.

”Ne..ara..aku jemput disitu saja jam 11..”serunya.

Aku pun menganguk mengiyakan.

”Hari ini sepulang drama antar aku ke toko buku ya…”seru Donghae Oppa.

”Anni….aku tidak bisa Oppa..”seruku.

Aduh harus jawab apa? Aku kan tidak mungkin bilang kalau aku ada kerja part time. Itu rahasia.

”Kenapa?”tanyanya.

Berpikir Hye Jin! Kau harus menemukan alasan yang tepay kau tahu!jangan sampai ketahuan! Tapi apa ya? Tanyaku pada diriku sendiri. Aku berpikir alasan yang tepat. Ya itu, tapi itu sangat beresiko tapi itu paling ampuh, tapi aku berani bilang alasan itu. Oppa semoga kau tidak akan meledekku tapi kalaupun meledekku itu sudah resiki di bandingkan harus bilang kalau aku part time lebih baik menanggung ledekan selama seminggu pasti setelah itu Oppa sudah lupa. Yah hanya alasan itu yang bisa menyelamatkanku karena ku yakin Oppa pasti akan terus memintaku.

”Ah….aku pulang dengan Taemin….”seruku.

Dia sedikit terkejut mendnegar jawabanku.

”Mwo? Kalian sudah pacaran? Ya dongsaeng…kenapa kau tidak bilang pada Oppa mu ini…kau seharusnya bilang dulu padaku…”serunya langsung menanyakanku dengan ribuan pertanyaan hanya dari stau pernyataanku saja.

”Stop Oppa!”seruku sambil membekap mulutku.

”Aku tidak pacaran dengannya…aku sudah janjian dengannya hari ini…”seruku. Berbohong lagi. Ternyata benarnya kata orang kalau kita sudah berbohong sekali pasti kita akan terus-terusan berbohong. Tapi sebenranya ini bisa dikategorikan berbohong atau tidak ya. Soalnya memang benar hari ini aku akan pulang dengan Taemin, sudah seminggu ini dia terus mengantarku kerja dan terkadang dia juga menjemputku. Sebenarnya aku merasa tidak enak terus-terusan diantar olehnya tapi dia selalu beralasan sekalian pulang ke rumah, memang tempatku bekerja itu searah dengan rumah Taemin tapi tetap saja aku merasa tidak enak. Dia selalu menungguku di depan gerbang, bagaimana aku bisa menolak.

”Hye Jin-ah..kau yakin tidak pacaran dengannya?”tanyanya lagi.

”Ne Oppa…aku tidak pacaran dengannya…tenang saja tidak usah cemburu seperti itu…”seruku.

”Bukannya cemburu…aku hanya senang kalau memang itu terjadi…”serunya sambil tertawa terbahak-bahak.

Ternyata Oppa ku ini malah senang jika itu terjadi kupikir dia cemburu padaku. Dasar Oppaku ini!

”Oppa..terus saja meledekku…”seruku sambil memukul lengannya namun sebelum itu dia sudah berlari menghindariku dan aku pun berlari mengejarnya.

 

 

Aku berjalan menuju kelasku setelah puas membalas Donghae Oppa belum samapi di depan kelasku tampak dari jauh Rae Na berlari menghampiriku. Ada apa dengan dia?

”Hye Jin-ah…akhirnya aku menemukanmu…”serunya begitu sampai di depanku dengan nafas terengah-engah.

Ada perlu apa dia denganku sampai harus mencariku segala.

”Ada apa?”tanyaku padanya.

Tanpa menjawab dia langsung menarik tanganku dan menyeretku. Mau kemana dia? Tiba-tiba di berhenti di depan kelas 11 A. Hah sepertinya aku tau apa yang ingin dia lakukan, pasti ada hubungannya dengan Minho.

”Hye Jin-ah…berikan ini pada Minho ya….”serunya sambil memberikan sebuah kotak padaku.

Aku menatap kotak itu lalu berlaih menatapnya. Kenapa harus aku yang menyampaikannya.

”Ayolah….kau kan dekat dengan Minho..aku malu…jebal…”serunya memohon sambil mengatupkan kedua tangannya di depanku.

Aishh, kenapa harus aku yang menyampaikan pada Minho, nanti anak-anak dikelas ini salah paham lagi. Mana aku tidak pernah bergaul dengan kelas yang isinya orang-orang ber IQ tinggi ini. Aku melihat ke dalam kelas dan kulihat Minho asyik membaca buku. Aku beralih menatap Rae Na yang masih memasang tampang memohon.

”OK…”jawabku dan aku pun mengambil kotak itu.

Kulihat Rae Na berjalan pergi dan bersembunyi di balik dinding tak jauh dari kelas itu.

Aku berjalan sedikit ke depan pintu kelas itu. Untunglah Minho duduk tidak jauh dari pintu aku pun berusaha memanggilnya.

”Minho-ah…”seruku.

Dia tidak bergeming dan masih terus menatap buku bacaannya. Aku berusaha sekali lagi memanggilnya.

”Minho-ah…”seruku lagi dengan nada yang lebih tinggi.

Dia tetap diam. Aishh, apa dia tuli? Baru aku mau memanggilnya untuk yang ketiga kali seseorang menepuk bahuku.

”Taemin-ah…”seruku kaget melihat siapa yang menepuk bahuku.

”Ada apa?”tanyanya.

Aku punya ide kenapa tidak minta tolong panggilkan Taemin saja.

”Taemin-ah…bisa panggilkan Minho tidak…”seruku padanya.

”Kenapa tidak masuk saja?”tanyanya.

Aku pun menggeleng dan tersenyum sekilas.

”Hyung…dipanggil Hye Jin!” teriak Taemin dari luar kelas.

Kulihat Minho langsung melepaskan earphonenya dan melihat ke arahku. Pantas saja daritadi tidak terdengar, dia sedang mendnegarkan musik. Minho pun berjalan menghampiri kami.

”Ada apa?”tanyanya pada Taemin, Taemin langsung menatap ke arahku memberitahu Minho bahwa akulah yang mencarinya.

Aku pun segera menarik tangannya dan membawanya menjauh dari Taemin, kulihat Taemin hanya menatapku dengan bingung. Begitu sampai di tempat yang sepi aku langsung menyodorkan kotak itu padanya.

”Aku tidak tahu kau menyukaiku Hye Jin…”serunya sambil mengambil kotak itu.

”Aissh…seperti tidak ada orang lain saja yang bisa aku sukai…ini bukan dariku tapi dari Rae Na…”seruku.

Dia mengerutkan keningnya, bingung sepertinya.

”Sudahlah ambil saja…jangan bertanya yang macam-macam…aku pun tidak tahu isinya apa…sudah aku duluan…”seruku padanya tanpa basi-basi dan segera beralalu dari hadapannya. Aku masih melihat Minho mematung di tempat tadi dan menatap kotak itu bingung. Dasar babo!seruku dalam hati.

Aku pun masuk ke kelas dan kulihat Rae Na langsung menghampiriku dengan wajah penuh harap. Aku pun tersenyum dan mengacungkan jempolku tanda bahwa aku sudah menyerahkan kotak itu. Aku melihat Key menatapku namun saat aku ingin menatapnya balik dia buru-buru mengalihkan padangannya. Key.

 

 

”Hari sabtu jadi ya?”seru Donghae Oppa saat aku hendak pulang.

Aku bertemu dengannya di depan gerbang sekolah.

”Tenang saja Oppa…”seruku padanya sambil tersenyum.

Kenapa dia begitu ingin aku pergi dengannya? Sudahlah akhir pekan ini akan sangat menyenangkan, bisa pergi dengan Oppa ku tersayang.

”Ayo naik…”seru Taemin yang sudah ada di hadapanku sekarang.

Aku pun segera memakai helm dan naik ke motornya. Sampai kapan aku harus selalu begini? Aku tidak enak padanya tapi dia terlihat biasa saja.

Akhir pekan ini akan sangat menyenangkan. Ah aku tidak sabar menunggu akhir pekan.

 

 

Aku bangun pagi-pagi di hari sabtu ini bukan tanpa alasan aku akan pergi jalan-jalan dengan Donghae Oppa. Pagi-pagi sekali aku sudah membuat bekal untuk aku bawa. Hyo Jin merasa aneh aku memasak pagi-pagi.

”Untuk apa kau membuat bekal?”tanyanya.

”Aku mau pergi hari ini”seruku tanpa menatapnya karena aku sibuk dengan memasukan makanan ke tempat makan.

”Dengan siapa?”tanyanya.

”Tidak dengan siapa-siapa…” seruku dan segera memasukan bekalku ke dalam tas yang sudah aku siapkan.

Aku melihat jam, masih pukul 10 bererti masih satu jama lagi sebelum Donghae Oppa menjemputku. Sebaiknya aku pergi sekarang saja, sebelumnya aku mau ke toko buku dulu di sampaing halte bus itu.

”Hye Jin-ah…sibuk sekali sih? Kau mau pergi kencan?”tanyanya.

”Tidak…”seruku cuek.

”Hye Jin-ah..kau mau kemana?!”tanyanya dengan kesal.

Aishh, anak ini banyak sekali pertanyaannya.

”Aku mau pergi dengan Donghae Oppa…”jawabku. Akhirnya aku menjawab juga habis kalau tidak dijawab dia pasti akan terus menanyaiku dan itu sangat menyebalkan. Aku pun segera mengambil tas selempangku dan berjalan menuju pintu.

”Kalian kencan?”tanyanya dengan nada sedikit terkejut.

”Aishh..aku kan sudah bilang aku tidak pergi kencan…sudahlah nanti aku terlambat…”seruku sambil memakai sepatuku asal dan bergegas keluar rumah.

”Hye Jin-ah…”teriak Hyo Jin dari dalam rumah.

 

Aku menuju toko buku tempat biasa aku membeli buku. Aku ingin membeli sebuah buku yang sangat aku inginkan sejak bulan kemarin. Akhirnya aku mendapatkannya. Aku berjalan menuju halte busa dan duduk menunggu Donghae Oppa datang. Sambil menunggu aku membuka buku yang tadi baru aku beli. Tidak sampai 15 menit membaca sebuah mobil berhenti di depanku.

”Ayo…”serun Donghae Oppa keluar dari mobilnya.

Aku terkejut begitu melihat sesorang juga keluar dari mobil itu dan ternyata itu Siwon Oppa, aku bisa melihat Siwon Oppa juga terkejut melihatku dan kami malah bengong sendiri.

”Hey…kenapa pada bengong..ayo naik…kita jalan-jalan…”seru Donghae Oppa sambil menarik tanganku masuk ke mobilnya.

Selama perjalanan kami terdiam. Aneh sekali. Sesekali aku melihat Siwon Oppa yang asyik dengan buku bacaannya.

”Kau membawa bekal Hye Jin?”tanya Donghae Oppa.

”Ne…”seruku.

”Asyik…”jawabnya.

Akhirnya kami pun sampai di Lotte World. Wow sepertinya aku baru pertama kali kesini. Ya benar ini pertama kalinya aku kesini.

”Kau baru pertama kali kesini ya?”tanya Siwon Oppa sambil merangkul bahuku yang membuatku sedikit terkejut karena selama perjalanan tadi dia sama sekali tidak berbicara padaku bahakan menyapaku. Dia bukan seperti Siwon Oppa yang biasanya tapi aneh sekarang dia sudah kembali seperti Siwon Oppa yang sebelumnya.

”Naik apa dulu nih?”tanya Donghae Oppa pada kami berdua.

”Bagaimana kalau roller coaster saja…”seru kami bersamaan.

Kami pun tertawa mendengar kami mengucapkan kata yang sama.

”Hah…kalian ini kompak sekali…kajja…”seru Donghae Oppa.

Permainan pertama roller coaster. Aku duduk dengan Siwon Oppa sementara Donghae Oppa duduk di belakang sendirian. Ternyata naik roller coaster belum terasa sensasinya kalau hanya sekali naik maka kami pun naik sampai 3 kali. Setelah cukup puas naik roller coaster kami berjalan ke permainan yang lain. Dan seharian itu kami habiskan untuk mejelajahi seluruh lotte world. Sampai akhirnya kami merasa lapar.

”Kita makan dulu…”seru Siwon Oppa yang sepertinya sudah sangat kelaparan sejak tadi karena dia lebih memilih duduk menunggu ketika kami ingin naik permainan. Dia sudah menyerah karena kelaparan.

Kami pun mencari tenpat yang enak untuk memakan bekal kamki. Begitu kami menemukam tempat kosong di bawah pohon kami segera beranjak kesana. Aku pun mengambil bekalku dan membukanya. Kulihat dua pasanga mata yang kelaparan sangat terpesona melihat makanan yang kuhidangkan padahal hanya bibimbap, karena hanya masakan itu yang mahir aku buat berkat Donghae Oppa. Siwon Oppa langsung menyumpit salah satu bibimbapnya dan tak lama kemudian dia menyumpit lagi. Aku dan Donghae Oppa hanya terbengong-bengong melihat Siwon Oppa yang hampir melahap seluruh bekal kami. Aishh, begitu laparnyakah dia.

”Ya!Oppa jatahku dan Donghae Oppa mana!”seruku sambil mentup bekalku.

Siwon Oppa hanya tersenyum dengan mulut penuh makanan. Donghae Oppa langaung menjitak kepala Siwon Oppa.

”Babo kau!memangnya aku tidak lapar apa!”seru Donghae Oppa.

”Mianhe…habis aku sangat lapar dan makanannya sangat enak…”seru Siwon Oppa begitui dia selesai memasukan semua makannya.

Aku hanay mengerucutkan bibirku melihat Siwon Oppa yang makan sangat banyak. Untung belum sampai habis bagaimana nasibku dan Donghae Oppa.

”Mianhe Hye Jin-ah…ayo makan…”seru Siwon Oppa sambil menyumpit bibimbap itu dan menyuapiku dan aku pun langsung memakannya dengan lahap.

”Ya!Siwon…aku yang menyuapi Hye Jin!”seru Donghae Oppa sambil mengambil sumpit dan menyumpit bibimbapnya.

”Aishh…bertengkar lagi deh…sudah aku makan sendiri…”seruku sambil membawa pergi bekal makanan itu.

”Hye Jin-ah!”teriak mereka bersamaan.

”Aku belum makan…”seru Donghae Oppa lagi.

Hah rasakan kalian. Oppa-oppa ku ini memang tidak ada yang waras. Yang satu makan tanpa mempedulikan yang lain yang satu lagi bertengkar karena masalah sepele. Aigoo!

 

 

Kami terduduk di bangku di luar Lotte World. Ya kami sudah selesa bermain hari ini.lelah sekali rasanya. Aku menlonjorkan kakiku yang pegal dan menatap langit yang sudah mulai gelap. Kami terdiam asyik dengan lamunan kami masing-masing.

”Ya!bagaimana kalau kita masuk ke photo box itu…”seru Donghae Oppa sambil menunjuk sebuah photo box yang tak jauh dari tempat duduk kami.

Tanpa mendengar jawabn kami. Donghae Oppa langsung menarik tangan kami menuju tempat itu. Dan ternyata mereka kembali bertengkar.

”Aku duluan dengan Hye Jin!”seru Donghae Oppa.

”Aku duluan!”seru Siwon Oppa tak mau kalah.

”Aku kan yang mengusulkan kesini…jadi aku dulu!”seru Donghae Oppa semakin tidak mau kalah.

Aishh, pusing sekali hanya ingin foto saja sampai seperti itu. Aku pun akhirnya menarik mereka berdua masuk. Yah meski harus berdesak-desakan di dalam tapi lebih baik daripada harus mendnegar mereka bertengkar mending sekalin bertiga masuk ke dalam. Kami mulai berfoto dari gaya yang manis, lucu, sampai gaya yang aneh. Dan terakhir tiba-tiba kedua Oppa ku ini mengecup pipiku dari sebelah kanan dan sebelah kiri. Itu membuatku terkejut. Saat melihat hasilnya ternyata tidak jelek yang jelek hanya bagian terakhir dimana kedua Oppa ku ini mengecup pipiku dan aku hanay bisa berekspresi terkejut. Mereka tertawa melihat foto terakhir itu sepertinya sangat puas. Aku hanya mengerucutkan bibirku. Tiba-tiba aku merasa di foto oleh seseorang dan kulihat Donghae Oppa sudah memegang kameraku. Aishh, aku kan sedang manyun.

”Oppa!!”teriakku.

Dia hanya tertawa.

”Ya!kita belum banyak berfoto di kamera itu dari tadi hanya kita saja yang di foto tidak ada Hye Jinnya…”seru Siwon Oppa.

”Ayo kita foto bertiga!!”seru Donghae Oppa semangat sekali.

Akhirnya sisa hari itu kami habiskan untuk berfoto bersama. Di mulai dengan aku dan Siwon Oppa lalu dengan Donghae Oppa kemudian aku memotret mereka berdua dan terkahir kami berfoto bersama dengan berbagai ekspresi. Orang-orang disekitar kami pasti mengira kami sudah gila, narsis mungkin lebih tepatnya. Aku tidak peduli yang penting aku senang hari ini mengahbiskan waktu bersama Oppa-oppaku. Terakhir aku minta di foto dengan Siwon Oppa dan aku pun memberanikan diri mengecup pipinya. Pembalasan dendam. Hahaha!

Kulihat Siwon Oppa sangat terkejut, senang sekali melihat ekspresinya seperti itu setelah membuatku juga seperti itu kini aku membalasnya. Aku pun segera menarik Donghae Oppa untuk berfoto bersama dengan gaya tadi sambil menyerahkan kameraku ke tangan Siwon Oppa yang masih tertegun.

”Oppa…Gwenchanayo?”tanyaku padanya karena kulihat Siwon Oppa hayan terdiam.

”Ah…gwenchana…”jawabnya.

”Siap….”serunya lagi.

Kulihat Donghae Oppa sudah bersiap-siap dengan menunjuk pipinya. Dasar Oppaku ini! Dia malah berharap. Tidak jadi ah!

”Aishh…Oppa tidak jadi…”seruku pada Siwon Oppa yang sudah siap memotret kami.

”Kenapa tidak jadi?Siwon dapat ciuman darimu kenapa aku tidak…”seru Donghae Oppa.

”Habis kau terlalu percaya diri….”seruku padanya.

Dia hanya memanyunkan bibirnya dan saat itu aku langsung mengecup pipinya. Kena kau! Donghae Oppa langsung terkejut.

”Ya!Siwon hapus yang itu aku sedang manyun tahu…”seru Donghae Oppa.

Aku pun segera mengambil kameraku dan memasukannya ke dalam tas.

”Tidak ada yang boleh dihapus!!”seruku.

”Sudah malam…ayo pulang…”seru Siwon Oppa kembali dingin. Kenapa dengan dia ya? Tadi dia masih ceria kenapa tiba-tiba jadi aneh lagi.

Kami pun akhirnya pulang. Aku meminta berhenti di tempat tadi Donghae Oppa menjemputku.

”Annyeong Oppa…”Seruku sambil melambai pada mereka berdua.

Donghae Oppa tersenyum namun Siwon Oppa hanya tersenyum tipis. Hufft, ada apa dengan dia?

 

 

Aku menatap hasil foto-foto tadi baik hasil jepretan kameraku ataupun hasil foto box yang telah kami bagi, aku mendapat bagian foto dimana Oppa-oppaku itu mencium pipiku. Hari ini aku senang sekali. Menghabiskan waktu bersama orang-orang yang aku sayangi yang mungkin tidak akan bisa aku lihat lagi setelah musim dingin ini karena mereka akan segera lulus. Begitu aku pulang Hyo Jin langsung memberondongiku dengan berbagai macam pertanyaan dan akhirnya aku terpaksa bercerita semuanya. Untunglah dia tidak bertanya apa-apa lagi setelah itu. Aku menatap lagi foto itu dan kemudian memejamkan mataku. Siwon Oppa, Donghae Oppa saranghe.

 

 

Aku terbangun dengan mata belum sepenuhnya terbuka karena seperti biasa Hyo Jin langsung membangunkanku. Aku turun dari tempat tidurku dan berjalan menuju kamar mandi. Mencuci muka dan menggosok gigi. Hari ini dingin sekali dan kulihat di luar sangat mendung sepertinya hari ini akan hujan sepanjang hari. Aku kembali ke kamarku dan berganti baju setelah itu aku keluar menuju dapur. Aku melihat Ibu sedang mencuci piring.

”Umma…”seruku.

”Ne..sudah bangun….makanlah…”serunya sambil terus mencuci piring.

Akhir-akhir ini aku jarang sekali berbicara dengan ibuku karena ibu selalu pulang larut malam dan begitu sampai di rumah aku pasti sudah tidur.

”Aku merasa jauh dari Umma sekarang…”seruku begitu aku selesai  makan.

Ibu menghampiriku dan membelai lembut kepalaku.

”Mianhe…Umma tahu…tapi kau tahu kan ini semua untuk siapa? Umma sangat sayang padamu Hye Jin…”seru ibuku.

”Ne..arasso…aku hanya kangen dengan umma…”seruku lagi.

Ibu memelukku dan mencium keningku.

”Bagaimana kalau hari ini kita habiskan waktu bersama…”seru ibuku.

Aku pun tersenyum senang mendengarnya.

”Apa yang akan kita lakukan?”tanyaku.

Belum sempat menjawab HP umma ku berbunyi dan dia segera mengambil HP nya dia atas meja. Aku berjalan menuju tempat cuci piring dan mencuci piringku. Aku melihat ibuku langsung masuk ke kamarnya. Ada apa? Tanyaku dalam hati. Tak lama kemudian ibu sudah keluar lagi dengan memakai jaket. Mau kemana?

Ibu langsung bergegas keluar. Aku pun penasaran dengan tingkah ibuku yang pergi tanpa berpamita. Memangnya ibu mau kemana. Aku pun pergi ke kamarku dan menyambar jaket yang aku sampirkan di meja belajarku dan memakainya kemudian bergegas keluar rumah. Aku ingin mengikuti kemana ibuku pergi.

”Hyo Jin..aku pergi sebentar!”teriakku pada Hyo Jin yang aku yakin sedang berada di taman belakang sekarang.

Aku pun berjalan berusaha mengejar ibuku. Ibu menuju taman yang tidak jauh dari rumahku. Dia seperti menunggu seseorang. Aku bersembuyni di belakang pohon yang tak jauh dari situ. Tak lama kemudian seseorang datang memakai topi. Aku seperti mengenalnya. Itu Siwon Oppa. Ada apa ini?

 

Siwon POV

Aku menatap ibuku sekilas. sebenarnya aku malas harus bertemu dengannya hari ini tapi aku harus mengatakannya sekarang. Setelah kemarin Donghae memaksaku untuk ikut bersama dia berjalan-jalan bersama Hye Jin dengan niat agar aku mau mengaku pada Hye Jin bahwa aku adalah kakaknya. Itu membuatku pusing apalagi sikap Hye Jin yang membuatku nyamana di dekatnya.

”Mulai saat ini tidak usah mengirimiku apa-apa lagi…”seruku tanpa menatapnya.

”Siwon..”serunya.

”Aku bingung harus menjawab apa pada orang-orang yang bertanya tentangmu nyonya…”seruku.

Dia sedikit terjekut mendengarku memanggilnya nyonya. Yah aku belum siap memanggilnya ibu.

”Tapi aku hanya ingin bisa beperan sebagai ibu untukmu…”katanya.

Aku menghela nafas.

”Aku tidak butuh…sudah cukup setiap hari aku harus bertemu dengan adikku Hye Jin yang selalu membuat hatiku sakit setiap kali mengingat dia bisa merasakan kasih sayang dari kedua orang tua kandungnya sedangkan aku dibuang begitu saja…”Seruku.

Sungguh aku terkejut mendengar apa yang aku ucapkan sendiri. Padahal aku sudah berusaha untuk tidak menceritakan hal itu tapi kenapa malah keluar begitu saja. Apa ini gara-gara kemarin aku pergi bersama Hye Jin.

”Siwon…kau membenci adikmu?”tanyanya dengan mata berkaca-kaca.

Aku hanya menduduk tidak tahu apa yang harus aku lakukan. Aku tidak mau melihat ibuku menangis tapi. Aishh, aku pusing.

”Ne..aku membencinya!”seruku.

 

Hye Jin POV

Apa! Jadi Siwon Oppa adalah kakak kandungku!tidak mungkin. Aku berusaha menyakinkan diriku bahwa aku salah. Dia tidak mungkin Oppa. Tidak mungkin. Aku berjalan perlahan meninggalkan tempat itu dan berlari kembali menuju rumah. Mataku sudah mulai panas. Apa maksud ini semua. Bagaimana bisa Siwon Oppa adalah kakakku? Apa yang terjadi? Kenapa ibu tidak pernah bercerita padaku? Aku bingung dengan keadaan ini. Apa yang harus aku lakukan. Aku sampai di rumah dan langsung membenamkan wajahku ke bantal dan menangis sejadi-jadinya. Apa yang terjadi?

”Hye Jin-ah..kau baik-baik saja?”tanya Hyo Jin sambil mengelus kepalaku.

”Tinggalkan aku sendiri!”bentakku.

Aku tidak mau diganggu oleh siapa-siapa saat ini aku ingin sendir. Aku ingin mencerna semua kejadian ini. Kejadian  yang sangat tidak masuk akal ini.

”Hye Jin-ah…”seru Hyo Jin lagi.

”Kubilang aku ingin sendiri!”seruku lagi.

Kurasa dia mengerti dan mulai berjalan keluar karena aku mendengar pintu kamarku ditutup. Aku kembali menangis sejadi-jadinya. Kenapa ibu tidak pernah bercerita?

 

 

Aku terdiam memandang keluar jendela melihat tetesan air hujan yang mulai turun. Aku termenung mengingat kejadian tadi. Aku seperti bermimpi. Aku mendengar suara seseorang masuk ke kamarku. Aku yakin Hyo Jin pasti sudah bercerita bahwa aku pulang ke rumah dengan menangis dan mengurung diri di kamar. Ibu berjalan menghampirk dan mengelus rambutku. Aku menepis tangannya.

”Kenapa ibu tidak pernah cerita?”tanyaku dingin.

”Cerita apa?”tanya ibuku.

”Kenapa ibu tidak pernah bilang kalau aku punya kakak kandung…”seruku lagi.

Dan bisa kurasakan air mataku kembali mengalir mengucapkan kata ’kakak kandungku’ kulihat ibu terpaku mendengar pertanyaanku.

”Jawab aku ibu…ceritakan padaku ibu…”seruku.

Dan kini aku benar-benar menangis, ibu langsung merengkuhku ke dalam pelukannya dan mengelus punggungku lembut.

”Mianhe…jeongmal mianhe…”seru ibuku.

 

 

Ibu bercerita semuanya padaku yang masih sesenggukan karena selama dia bercerita aku tetap menangis. Aku tidak pernah menyangka bahwa aku memiliki seorang kakak dan yang lebih mengejutkanku lagi kakakku adalah Siwon Oppa. Ibu bercerita bahwa dia terpaksa meninggalkan Siwon Oppa karena waktu itu ibu yakin tidak bisa memberikan kehidupan yang baik pada Oppa ku namun setelah aku lahir kehidupan kami membaik dan sebenarnya saat itu ibu ingin mengambil Siwon oppa kembali tapi ibu tidak tahu lagi dimana dia berada sampai saat pulang ke sini ibu mendapatkan informasi bahwa Siwon Oppa ada di korea dan selama kami mulai pindah ibu selalu mencari informasi tentang keberadaan Siwon oppa sampai akhirnya ibu bisa menemukan Siwon Oppa. Aku senang sekaligus sakit begitu aku tahu Siwon Oppa adalah kakku pantas sejak pertama kali bertemu dengannya pasti muncul perasaan aneh, aku senang ternyata dia benar-benar kakakku tapi aku sedih mendengar yang diucapkannya tadi. Dia bilang dia benci padaku. Itu wajar jika di benci padaku mungkin jika aku ada diposisinya saat ini aku pun juga akan seperti dia. Sulit untuk menerima karena sekarang pun aku sulit menerima ini semua. Ternyata ini semua adalah jawaban kenapa akhir-akhri ini Siwon Oppa selalu berusaha menghindariku dan bersikap aneh karena di membenciku. Kenyataan yang sangat menyakitkan hatiku karena kenyataannya aku sangat menyayanginya.

Ibu kembali merengkuhku ke dalam pelukannya.

”Siwon Oppa membenciku kan?”seruku disela tangisanku.

”Tidak…beriakn dia waktu untuk menerimamu…”seru ibuku sambil mengusap punggungku lembut.

”Ini semua salah ibu…mianhe…jeongmal mianhe Hye Jin…”seru ibuku lagi dan aku merasakan air matanya sudah turun untuk yang kesekian kalinya.

Aku hanya bisa membenamkan wajahku di pelukan ibuku. Ya Tuhan kenapa semua ini terjadi padaku?

 

 

 

Aku bangun sangat pagi dan segera mengenakan seragamku. Jujur hari ini aku sungguh sangat tidak bersemangat. Aku ingin menganggap semua ini hanya mimpi. Aku memakai jaketku dan mengambil payung karena hari ini hujan dari pagi. Hyo Jin yang juga sudah tahu cerita ini dia sangat prihatin melihatku. Dia membuka payungnya dan berjalan disampingku.

”Berangkat bersama…”serunya dan aku hanya menatapnya sekilas.

Kami hanya diam sepanjang perjalanan, sepertinya Hyo Jin mengerti perasaanku hari ini dan tidak banyak bertanya mungkin dia juga syok mendnegar cerita itu sehingga tidak tahu apa yang harus ditanyakan.

”Hye Jin-ah…tersenyumlah…ada aku yang akan selalu menyayangimu…saranghae…”seru Hyo Jin begitu sampai di sekolah dia mengantraku sampai ke kelas dan memelukku membuat semua orang memandang kami dengan tatapan aneh. Aku hanya mengangguk dan masuk ke dalam kelas. Aku duduk dan hanya memandang papan tulis di depanku sementara pikiranku berkelan entah kemana.

 

Key POV

Sial! Kenapa hari ini harus hujan. Aku berusa membersihkan pakaianku dari tetesan air hujan sambil berjalan masuk ke kelas. Saat aku masuk ke kelas aku mendapati Hye Jin sudah datang seperti biasa. Aku pun langsung duduk di kursiku tanpa melihat ke arahnya. Entahlah aku masih marah padanya atau tidak, jujur aku tidak suka keadaan ini tapi aku harus menghindarinya dan berusaha melupakannya karena aku tahu dia tidak menyukaiku. Itu sulit sekali ternyata.

Sepertinya ada yang aneh dengan Hye Jin kenapa dia hanya termenung menatap papan tulis. Apa yang terjadi padanya? Matanya bengkak sepertinya dia habis menangis semalaman. Wajahnya juga nampak sedih. Tanpa sadar aku terus menatapnya dan sepertinya dia merasakan bahwa aku menatapnya. Dia pun berdiri dan beranjak keluar kelas. Hye Jin, kau kenapa?

 

Taemin POV

”Aku duluan ya Taem…”seru Jin Ki hyung.

”Ne…”jawabku.

Aku pun berjalan menuju kelasku. Tumben sekali hari ini Jin Ki hyung mau kuajak berangkat pagi biasanya tidak mau. Aku baru sampai di lokerku begitu melihat Hye Jin berjalan melewatiku dan kenapa dengan wajahnya? Dia terlihat sangat sedih. Apa dia ada masalah? Dia pun sama sekali tidak menyapaku. Dia terus berjalan melewatiku.

”Taemin-ah sedang apa?”tanya Minho sambil menepuk bahuku.

”Ah andwe…”seruku sambil tersenyum.

Aku terus memikirkan apa yang terjadi pada Hye Jin meskipun Minho hyung mengajakku main basket sebentar.

”Hyung aku pergi sebentar ya…”seruku.

Aku khawatir padanya, kenapa dia aneh sekali hari ini. Aku pun mengikuti kemana tadi Hye Jin berjalan. Hye Jin ada apa denganmu.

 

 

Hye Jin POV

Aku membuka pintu ruang teater. Masih sepi dan dingin sekali. Hujan sejak tadi tidak kunjung berhenti. Aku berjalan menuju pojokkan dan duduk menelungkupkan wajahku diantara kedua kakiku. Pikiranku melayang entah kemana. Aku benar-benar ingin pergi dari tempat ini kembali ke Amerika tidak pernah merasakan hal ini. Tidak pernah tahu akan hal ini. Aku ingin pulang. Tanpa sadar aku kembali menangis untuk yang kesekian kalinya entah sudah berapa kali aku memangis sejak kemarin aku sudah tidak peduli dengan mataku yag pastinya sudah sangat bengkak.

 

Donghae POV

Aku melihat pintu ruang teater sudah terbuka. Siapa yang datang pagi-pagi seperti ini? Sepertinya Hye Jin sedang tidak butuh bantuan hari ini. Aku melongok ke dalam dan mendapati seseorang di pojokkan menangis terisak dengan wajah ditelungkupkan diantara kedua kakinya. Hey itu Hye Jin! Kenapa dia?

Aku pun berjalan menghamprinya dan mengelus kepalanya lembut.

”Hye Jin-ah…”seruku.

 

Hye Jin POV

Aku mendengar suaraku di panggil oleh seseorang yang sangat kukenal. Donghae Oppa. Aku sungguh ingin menceritakan semuanya pada Donghae Oppa. Aku pun langsung mendongakkan wajahku.

”Oppa..”seruku dengan air mata masih turun.

Donghae Oppa langsung merengkuhku ke dalam pelukannya. Aku pun menangsi sejadi-jadinya di dalam dekapannya.

”Siwon Oppa adalah kakakku dan dia membenciku…”seruku sambil terus menangis dan membenamkan wajahku di dadanya.

 

Taemin POV

Aku melihat ke dalam ruang teater dan mendapati Donghae hyung sedang memeluk Hye Jin yang menangis. Aku sangat terkejut begitu mendengar Siwon hyung adalah kakak Hye Jin. Jadi ini yang membuat Hye Jin menjadi aneh. Aku sangat sedih melihat Hye Jin menangis seperti itu. Aku tidak tega melihatnya seperti itu. Aku pun berbalik dan berjalan kembali menuju kelasku. Mungkin Donghae hyung yang dia butuhkan saat ini.

 

Donghae POV

Jadi Hye Jin sudah tahu. Ya Tuhan dia pasti syok sekali. Aku terus membelai lembut punggung dongasaengku ini. Dia terus saja menangis sambil sesekali menyebut nama Siwon. Aigo Siwon kau sudah membuat dongsaengmu menangis separah ini. Aku sungguh sangat tidak tega melihatnya seperti ini.

”Hye Jin-ah…jangan menangis lagi…kau gadis yang kuat…”seruku sambil menariknya dari dekapanku dan mendongakkan wajahnya.

Aku menatapnya lekat-lekat dan menghapus air matanya.

”Dia tidak pernah membencimu…dia hanya butuh waktu untuk menerima ini semua…arasso?”seruku.

Kulihat dia hanya mengangguk namun air mata masih turun. Aku pun kembali memeluknya.

”Hye Jin-ah…siwon sangat sayang padamu…dia pernah bilang itu….jadi kau mau kan memberikan dia waktu untuk menerima ini semua…”seruku dan dia hanya mengangguk lemah di dalam dekapanku.

”Hye Jin-ah….Oppa jeongmal saranghe….aku akan membantumu…”seruku sambil mengecup puncak kepalanya.

 

Hye Jin POV

Benar kata ibu dan Donghae Oppa aku harus memberinya waktu untuk menerima ini semua, mungkin aku hanya shock mendengar Siwon Oppa berkata bahwa dia membenciku. Yah aku tahu ini sulit buatnya. Aku harus memahami perasaanya juga. Aku harus memberinya waktu. Aku akan sabar Oppa sampai kau mau menerimaku sebagai Dongasengku. Donghae Oppa terima kasih kau mau membantuku. Aku juga sangat menyayangimu. Seruku dalam hati.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s