FF: Love Is Really Hurt (Prolog)

LOVE IS REALLY HURT

 

Pernahkah terpikir oleh kalian bahwa makhluk-makhluk yang kalian anggap hanyalah fantasi sebenarnya hudp berdampingan bersama kalian? Ya inilah kami makhluk yang kalian anggap dari dunia fantasi namun sebenarnya kami nyata dan ada disekitar kalian namun kami begitu pintar untuk menyembunyikan identitas kami dan membaur dengan manusia lain.

 

nan su-meul swil su ob-seo-yo
ki-reul ilheo beo-ryeot-jyo
nae ki-eok-i mae-mal-ra beo-ryeo-seo
geu-reon-de-do geu-daen tae-yeon-hi ah-mu sang-gwan ob-ket-jyo
ma-ji-mak il-keo-ra-go ae-seo kkeo-nae-jyo
mi-an-hae chong-mal mi-an-hae
yi mal-cho-cha-do mi-an-hae
cham-si-myeon urin mo-du il-ke dwil-de-ni-kka
sa-rang cham a-peu-da neo-mu ah-peu-da
swim-eob-si nal ut-ke-ha-go ggeut-eob-si na-reul ul-rin-ta
sa-rang cham uh-seum-ta chong-mal du-ryeom-ta
je-bal yi-je geu-man ggum-eul ggae-ke hae-jwo-seu-myeon joh-ket-da
it-ji-ma je-bal it-ji-ma
geu-reon keo-jit-mal-do gwaen-chan-ha
cham-si-myeon urin mo-du il-ke dwil-de-ni-kka
sa-rang cham a-peu-da neo-mu ah-peu-da
swim-eob-si nal ut-ke-ha-go ggeut-eob-si na-reul ul-rin-da
sa-rang cham uh-seum-ta chong-mal du-ryeom-ta
je-bal yi-je geu-man ggum-eul ggae-ke hae-jwo-seu-myeon joh-ket-da
geu-ri-wo ne yi-reum-il bu-reul-ddae-ma-da
keom-yi nal man-keum ddeol-ryeo-ul man-keum sa-rang-hae-seot-da-go
mit-go-sip-ta
ka-seum-yi meom-chun-ta
nun-mul-yi chan-da
swim-eob-si nal ut-ke-ha-go ggeut-eob-si na-reul ul-rin-da
sa-rang cham uh-seum-ta chong-mal du-ryeom-ta
je-bal yi-je geu-man ggum-eul ggae-ke hae-jwi-seu-myeon joh-ket-da

 

 

Terkadang hidup harus memilih diantara dua pilihan yang berat, antara cinta dan keluarga. Cinta itu menyakitkan begitulah pendapatku tentang cinta. Seandainya aku tidak terlahir seperti ini mungkin aku tidak perlu memilih diantara dua pilihan itu. Tapi inilah hidupku dan inilah takdirku. Aku hanya bisa menatap wajah orang yang sangat kucintai meneteskan air mata hal yang tidak mungkin bisa aku lakukan, wajah sedihnya tergambar jelas di benakku silih berganti dengan wajah cerianya ketika bersamaku dulu, ingin rasanya aku menggapainya dan menghapus air matanya tapi aku seperti terkurung di dalam tubuhku sendiri sementara di belakangku 14 pasang mata berbagai warna mengawasi apa yang akan aku lakukan dan 4 pasang mata coklat bersiap menyerangku jika aku melakukan sedikit saja gerakan. Inikah akhir semua ini. Inikah akhir kisahku bersamanya.

 

 

Neon apa nal jabeuryeo hajiman,

pyeongsaeng nae gyeoten haengbokhaejil jashin

eobneun bigeophan yeojaya

Dashin na gateun saram saranghaji malgo
Dashin geuriweohal saram mandeulji malgo

 

Rasanya aku ingin kembali seperti dulu, menjadi diriku yang dulu, menjalani hidupku seperti biasa, tidak pernah bertemu dengannya, tidak pernah merasakan cinta. Kenapa takdir malah mempertemukanku dengannya, membuatku mencintainya, dan akhirnya beginilah jadinya. Seharusnya aku tidak merasakan perasaan itu, seharusnya aku mendengarkan perkataan orang lain, seharusya aku tidak menyakitnya seperti ini dan seharusnya aku bukan terlahir seperti ini sehingga aku bisa melindunginya bukan menyakitinya.

Air matanya terus turun  hatiku semakin sakit melihatnya. Aku pun berjalan perlahan menuju kearahnya, aku ingin menghapus air matanya untuk yang terkahir kalinya tapi entah kenapa aku bukan bergerak karena aku ingin menghapus air matanya tapi karena suatu yang lain. Aku bisa merasakan sepasang mata coklat mengikuti setiap langkahku. Sementara saalah satu dari 14 pasang mata itu pun melakukan hal yang sama dan bisa kurasakan suasana semakain tegang.

 

Advertisements

2 thoughts on “FF: Love Is Really Hurt (Prolog)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s