FF: Love Is Really Hurt Part 2

Cast:

Super Junior

SHINee

DBSK

Genre: Horror, Romance, Friendship

 

 

2.      WHAT IF

 

Aku sudah berada di belakang Wookie hyung dan pastinya dia tidak akan bisa menyadari keberadaanku, Wookie hyung mengajak mereka masuk, mereka mengikuti Wookie hyung di belakang, dan inilah saatnya. Aku pun bergerak cepat dan segera menempelkan kertas kuning itu di kening mereka dan seketika itu juga mereka berhenti bergerak. Aku tidak kuat menahan tawa melihat mereka seperti patung. Namun dari jauh aku mendengar suara kedua hyungku.

”Sakit Teuki hyung!ampun!”seru Eunhyuk hyung.

”Teuki hyung!sakit!”seru Donghae hyung juga.

Aku melihat Eunhyuk hyung dan Donghae hyung di jewer kupingnya oleh Teuki hyung dan dibawa berjalan ke arah kami. Aku melihat kedua hyungku meringis kesakitan. Aigoo, gawat nih, aku pasti kena marah juga.

”Kyu, keluar!”seru Teuki hyung.

Dan aku pun segera menunujukan diriku dan langsung mendunduk takut melihatnya. Kalau sedang baik dia seperti angel tapi kalau sedang marah dia bisa menjadi evil. Aku bergidik dan hanya bisa tertunduk. Pasti dia sudah sangat marah kali ini. Apa lagi hukuman yang aku dapat?seruku dalam hati.

”Kalian ini…tidak ada habis-habisnya mengerjai orang!”seru Teukie hyung sambil melepas kertas kuning itu dan kulihat Han hyung dan Zhoumi hyung sudah kembali seperti semula dan sepertinya mereka tidak sadar apa yang terjadi. Kini aku berdiri disamping Donghae hyung, aku melihat kedua hyungku ini juga tertunduk sepertiku, siap menerima hukuman. Tidak boleh ikut berburu!Aishh matilah aku!kali ini berapa lama?

”Hankyung…Zhoumi…kalian masuk dulu..”seru Teukie hyung pada mereka berdua.

Dan kulihat mereka berdua hanya mengangguk dengan tatapn bingung, namun mereka tetap masuk ke dalam dan menghilang masuk ke ruang keluarga.

Kini dimulailah penderitaanku.

”Kenapa sih kalian senang sekali mengerjai orang?”seru Teukie hyung memulai ceramah panjangnya.

”Minahe hyung…”seru kami bertiga kompak.

”Hah…kalian hanya kompak saat mengerjai orang…”serunya lagi.

Kami semakin tertunduk, merasa bersalah, mungkin saat ini tapi nanti juga kami kembali seperti semula.

”Kau juga Kyu…kenapa sih kau susah sekali diatur…”seru Teukie hyung padaku.

Aku hanya bisa terunduk.

”Jeongmal mianhe hyung…”seruku.

”Kau tahu kalau appa tahu bagaimana? Aku yang bertanggung jawab atas kalian..kenapa kalian tidak mau menurut padaku…untung appa sedang tidak dirumah…kalau appa dirumah habislah kalian…”seru Teukie hyung.

”Kyu…cepat pergi sekolah!”perintah Teukie hyung.

Hufft, untunglah sekolah menyelamtakanku dari keharusan mendnegar ceramah hyung ku yang pastinya akan sangat panjang dan selalu sama bahkan sepertinya aku sudah hapal dengan apa yang akan dia katakan, dia selalu begitu jika memarahi kami, 2 jam tidak cukup untuk menceramahi kami. Bahkan aku pernah tertidur ketika mendengarnya berceramah.

”Ne hyung…”jawabku dan berjalan ke kamarku.

Aku mengambil hoodieku di lemari dan mengambil tas yang sudah diisi buku, sekolahku tidak memerlukan seragam jadi aku bisa sesukaku memakai pakaian apa saja. Ini agar tidak terlalu mencolok karena terkadang teman-temanku ada yang tinggal di tengah-tengah lingkungan manusia, kan tidak mungkin pada jam segini manusia masuk sekolah, oleh sebab itu kami memakai pakaian bebas. Aku berjalan keluar kamarku menuju pintu, aku sempat melihat Eunhyuk hyung dan Donghae hyung sedang menerima ceramah panjang dari Eunhyuk hyung di ruang tamu. Aku bisa melihat wajah mereka tertunduk semua sementara Teukie hyung berdiri di depan mereka sambil berkacak pinggang dan terus bicara. Rasakan kalian!seruku dalam hati. Aku pun berjalan keluar menuju pintu rumahku dan melambai pada kedua hyungku sambil tersenyum mengejek, tentu saja ketika Teukie hyung sedang membelakangi mereka. Aku bisa melihat hyungku hanya memanyunkan bibirnya melihatku bebas dari kewajiban ini.

”Tuan muda…mari saya antar…”seru sebuah suara yang sudah sangat aku kenal. Ya kepala pelayan kami Tuan Shin.

Aishh, kenapa dia mesti menawarkan mengantarku, bukankah dia memang selalu disuruh mengantarku oleh appa. Terlalu protektif, itulah kata yang tepat untuk keluargaku. Mereka terlalu protektif padaku terutama sejak perubahanku setahun yang lalu. Menyebalkan.

 

 

Aku menatap guruku yang sedang mengajarkan bagaimana cara berburu yang baik. Cih, aku sudah sangat hapal. Aku ingin pulang. Seruku dalam hati. Kenapa sih masih ada saja pelajaran ini di tahun keduaku. Aku sudah sangat pintar berburu, bukannya aku sombong, tapi aku punya hyung yang sangat jago berburu, siapa lagi kalau bukan Donghae hyung. Aku banyak belajar darinya, jadi aku sekarang sudah sangat mahir dan pelajaran seperti ini sudah diluar otak buatku. Aku mendnegung bosan dan melihat yang lain serius sekali memperhatikan kecuali vampir murni tentu saja, berburu adalah kewajiban untuk mereka dan mereka memang terlahir dengan insting berburu yang hebat tidak perlu belajar, pelajaran berburu hanya untuk manusia setengah vampir saja.

”Oppa…”seru sebuah suara menghampiriku.

Aishh, gadis ini lagi, kenapa sih dia selalu berusaha mendekatiku. Aku berusaha tersenyum padanya.

Gadis itu tersenyum padaku dan langsung menggamit tanganku dan menyederkan kepalanya di lenganku. Aigoo, gadis ini. Gadis ini bernama Park Chae Ri, dia adalah keturunan vampir murni, kalau tidak salah keluarganya adalah salah satu keluarga terpandang di antar para vampir. Sejak masuk sekolah dia selalu berusaha mendekatiku. Ya kami satu sekolah sejak kecil. Menyebalkan sekali, dan sepertinya seluruh keluargaku mendukungku dengannya. Aku akui dia cantik dan menarik tapi tetap saja aku tidak punya perasaan padanya. Bagiku saat ini tidak ada yang bisa mengalihkan pikiranku dari game, mempunyai pacar bukan prioritasku, aku tidak peduli meski sekarang teman-temanku sudah punya gadis pujaan masing-masing ataupun hyungku yang sering mengajak pacar mereka ke rumah, seperti kemarin Siwon hyung mengajak Hyo Hoon Noona, aku tidak tertarik. Aku lebih suka main game. Matanya yang bulat berwarna merah terang terus saja mentapku. Aku mengalihkan padanganku ke arah yang lain, merasa risih dengan tatapannya itu. Kapan ini akan berakhir? Seruku dalam hati.

 

 

Aku sampai di rumah dan langsung berjalan ke kamarku, aku malas bertemu hyung-hyungku,moodku sudah tidak enak gara-gara tadi bersama Park Chae Ri, menyebalkan sekali dia, selalu saja mengikutiku kemanapun, aku jadi tidak sempat bermain dengan PSPku karena aku selalu diikuti dia dan dia selalu mengajakku berbicara kalau bukan gara-gara appa kenal dengan keluarganya aku tidak akan mau dekat-dekat dengannya, berhubung appa dekat dengan keluarganya jadilah aku harus bersikap baik untuk menjaga nama baik keluargaku. Aku berjalan melewati ruang tamu, sudah tidak ada Eunhyuk hyung dan Donghae hyung disana, apa sudah selesai acara ceramahnya? Tumben sekali selesai lebih cepat. Aku berjalan dengan wajah ditekuk, ingin rasanya aku segera tidur namun baru sampai di tangga pertama aku mendengar suara ramai di ruang keluarga. Ruang keluarga adalah tempat kami berkumpul, untuk sekedar bercerita atau bersenda gurau. Itulah enaknya punya keluarga banyak, rumah tidak akan pernah sepi. Pasti sekarang mereka sedang mendengar Han hyung bercerita tentang tempat tingglnya di China itu. Ah aku malas kesana, aku mau tidur saja. Baru aku menaiki tangga kedua, Han hyung, Leetuk hyung, Wookie hyung dan Sungmin hyung keluar. Kenapa wajah mereka tampak khawatir? Hey apa mereka tidak melihatku. Gerutuku.

”Aduh…kenapa Henry belum pulang juga ya?”seru Han hyung dengan wajah sangat cemas.

Kenapa harus mencemaskan si kecil itu? Memangnya dia masih balita. Aku mendengarkan pembicaraan mereka.

”Jangan-jangan dia lupa rumah ini…bagaimana kalau dia hilang…”seru Han hyung lagi.

”Sudah kau telepon?”tanya Teukie hyung.

”Sudah…tapi tidak di angkat…”serunya lagi.

”Wookie…jemput Henry sana…”perintah Teukie hyung pada Wookie hyung.

”Sepertinya dia memang sedang tersesat…aku bisa melihatnya…dia ada di dekat sungai Han…”seru Sungmin hyung yang sedari tadi diam, sepertinya dia sedang mengeluarkan kemampuan indra pelacaknya itu. Ya dia bisa melacak keberadaan kami.

”Ne…hyung…aku berangkat dulu…”seru Wookie hyung.

Tiba-tiba muncul ide di kepalaku, aku juga mau ikut ah menjemput Henry, ini kesempatakanku untuk melihat dunia manusia. Apalagi kali ini Wookie hyung akan pergi ke sungai Han, menurut cerita yang aku dengar tempat itu sangat indah, aku ingin sekali bisa melihtanya secara langsung.

”Aku ikut hyung..”seruku sambil berjalan turun dari tangga dan mengejar Wookie hyung yang sudah berjalan. Namun Teukie hyung langsung menghalangiku.

”Mau kemana ku?”tanyanya.

”Hyung…aku mau ikut Wookie hyung menjemput Henry…aku mau lihat sungai Han…”seruku.

”Tidak boleh…sudah tidur…”serunya lagi.

”Hyung…jebal…”seruku dengan mengelurakan puppy eyesku, tapi sepertinya itu tidka berhasil karena ekspresi wajahnya tetap sama.

”Tidak boleh!”serunya tegas.

”Ne..Kyu..ini sudah sangat malam…sebaiknya kau tidur saja…”seru Han hyung.

Mereka berdua memang jahat! Kenapa sih aku tidak boleh melihat dunia manusia? Memang aku salah apa? Aku Cuma ingin tahu saja, memangnya aku akan lepas kendali disana, tentu saja tidak, aku tidak suka makan darah manusia kok. Kenapa sih mereka ini.

”Hyung jahat!”seruku sambil berjalan ke kamarku dengan wajah ditekuk.

Begitu masuk ke kamar Aku langsung menghempaskan tubuhku ke tempat tidur dan membenamkan wajahku ke bantal. Aku benci hyungku, mereka selalu saja seperti itu padaku, aku seperti di diskriminasikan. Aku juga ingin lihat dunia manusia. Tanpa sadar aku malah sudah tertidur.

 

Matahari masuk ke kamarku melalui jendela di samping tempat tidurku dan mengenai mataku. Silau sekali. Aku bangun dan berusaha membuka mataku. Perasaan tadi malam aku tidur langsung di atas tempat tidurku dan tidak memakai selimut, kenapa sekarang aku pakai selimut? Aku pun turun dari tempat tidurku dan berjalan ke kamar mandi dan mencuci mukaku lalu menggosok gigi, begitu aku keluar dari kamar mandi Teukie hyung sudah ada di kamarku. Aku hanya mentapnya tajam, jujur aku masih kesal karena semalam. Aku kemudian berjalan mengambil T-shirt putih di lemariku.

”Kau masih marah?”tanya Teukie hyung.

Aku hanya diam, tentu saja aku marah padanya.

”Kau tahu kan…”

”Ini semua demi kebaikanku…kau tahu Kyu…ke tempat manusia itu tidak semudah yang kau bayangkan banyak yang harus kita perhatikan….aku tidak mau terjadi sesuatu padamu disana….karena aku yang paling tidak bisa mengendalikan diri…itu kan yang mau hyung bilang…aku sudah sering hyung mendengarnya…”potongku.

Aku melihat Teukie hyung hanya terdiam. Aku pun berjalan melewatinya untuk keluar dari kamarku.

”Kyu-ah….”serunya memanggilku.

Aku berhenti dan berbalik menghadapanya.

”Hyung…aku Cuma mau kalian memberikanku kepercayaan…aku sudah dewasa dan aku tahu semua resiko itu tapi aku yakin aku mampu hyung….kenapa kalian tidak pernah percaya itu…aku Cuma ingin melihat dunia luar..”seruku dan kembali berjalan keluar kamarku.

Aku berjalan menuju meja makan dan mendapati Siwon hyung sedang makan bersama Zhoumi hyung. Aku duduk menghadap mereka berdua dan segera mengambil rotiku dan mengolesinya dengan selai.

”Kyu-ah…jangan menggerutu seperti itu…nanti kau cepat tua..”seru Siwon hyung sambil terkekeh.

Pasti dia sedang membaca pikiranku, aku pun segera menutup pikirannya dan menggigit rotiku. Kulihat dia malah tertawa, bukannya aku sudah menutup pikirannya.

”Dongsaengku ini memang seperti anak kecil…”seru Siwon hyung lagi.

Aku hanya mendengus kesal dan langsung meneguk susu yang suda ada di meja.

”Bagaimana kabarmu?”tanya Zhoumi hyung sambil tersenyum.

Sejak kemarin aku belum bicara dengannya ataupun dengan Han hyung dan Henry. Karena kemarin aku sibuk dengan kemarahanku.

”Baik…”jawabku sambil berusaha tersenyum.

Kemudian Henry datang dengan senyuman mengembang di wajahnya dan senyuman itu di tujukannya padaku. Kenap dia tersenyum seperti itu padaku. Sekarang matanya menjadi hilang karena tersenyum padaku. Dia mengambil tempat duduk di sampingku.

”Annyeong Siwon Hyung…Zhoumi hyung…Kyu hyung…”serunya sambil kembali tersenyum.

Aissh, anak kecil ini senang sekali tersenyum. Apa dia memanggilku hyung? Enak saja aku Cuma tua tidak sampai satu tahun darinya dia sudah memanggiku hyung. Dia kembali tersenyum padaku begitu dia menyadari aku memperhatikannya.

 

Henry adalah adik dari Han hyung dan Zhoumi hyung, dia adalah anak terakhir dari keluarga mereka. Dia hanya beberapa bulan saja dibawahku, oleh sebab itu aku terkadang tidak terlalu suka padanya, karena jika ada di dirumah bukan aku lagi yang menjadi anak bungsu. Menyebalkan, mereka akan lebih memperhatikan si mochi ini. Aku memanggilnya mochi karena memang dia yang paling putih di banding yang lain dan dia mirip seperti kue mochi. Dia punya mata yang sangat sipit dan akan hilang saat dia tersenyum. Dia belum menjadi vampir dan dia masih tumbuh karena di memang belum 18 tahun, bulan depan dia baru menjadi 18 tahun abadi jadi dia belum punya keahlian khusus, nah itu yang ditunggu-tunggu oleh keluarga kami, apa keahlian Henry nanti?. Meski aku kurang suka dengannya dan selalu menunjukan ketidaksukaanku itu padanya tapi dia tetap sangat baik padaku. Dasar polos.

Aku menggeser kursiku dan beranjak meninggalkan meja makan karena aku sudah selesai sarapan. Seperti biasa aku pergi mencari partner in crimeku. Enhyuk hyung dan Donghae hyung. Aku berjalan ke taman belakang dan mendapati seperti biasa Donghae hyung sedang berjemur. Aishh, memangnya kulitnya akn berubah menjadi coklat meski sudah seharian berjemur.. Dia serasa seperti di pantai dengan celana pendek warna putih dan kaus tanpa lengan berwarna biru plus kacamata hitam. Aneh sekali hyungku ini. Pasti saat seperti ini dia tidak mau diganggu. Maka aku pun beralih ke arah yang lain dan mendapati Yesung hyung sedang melukis di dekat pohon. Tumben sekali dia keluar pagi-pagi seperti ini. Yesung hyung memang sangat pintar melukis tapi entah kenapa yang dilukisnya selalu sama hanya warna saja yang berbeda. Kalau bukan lukisan seorang gadis memakai gaun putih dengan sebuket bunga ditangan dan sedang menengok kebelakang pasti lukisan awan putih. Sungguh lukisan yang aneh sekali. Aku berjalan menghampirinya, kali ini aku ingin lihat apa yang dilukisnya kini. Dia sepertinya asyik melukis tidak menyadari aku yang sudah berdiri di sampingnya. Menatap lukisannya yang anehnya sekarang tampak lebih cerah dari biasa, objek yang di gambar masih sama tapi kali ini gadisitu tersenyum tidak seperti lukisan-lukisan yang dulu. Aku jadi penasaran siapa gadis yang dilukis Yesung hyung itu. Apa dia begitu berarti buat Yesung hyung. Tiba-tiba dia berhenti mengayunkan kuasanya dan menengok ke arahku.

”Waeyo?”tanyanya sambil menatapku.

”Ah…andwe…aku hanya melihat-lihat saja…”jawabku dan segera pergi dari tempat itu.

Kulihat Yesung hyung kembali asyik dengan lukisannya. Aku berjalan masuk ke rumah dan mendapati rumah sangat sepi, kemana hyung-hyungku yang lain? Tanyaku. Aku pergi ke ruang santai tempat kami biasa berkumpul namun ternyata ruangan itu kosong. Aissh, kemana mereka semua. Aku pun berjalan ke sofa yang ada di tengah ruangan itu dan mengeluarkan PSP ku, lebih baik aku menyelesaikan gameku semalam, sedikit lagi finish.

”Kyu Hyung!”teriak seseorang mengagetkanku.

Sial sekali anak ini, aku jadi kalah gara-gara dia. Ngapain dia kesini? Seruku dalam hati. Aku menoleh dan menatpanya tajam namun dia malah tersenyum hingga matanya hilang lalu dengan seenaknya dia duduk disampingku. Aku hanya membuang muka dan kembali fokus ke PSPku, semoga dia segera pergi begitu dia merasa aku mendiamkannya, namun aku mengerling kesamping dan mendapati dia sedang asyik mengotak-atik kameranya. Apa yang sedang dia lihat? Aku jadi penasaran, aku pun menggeser dudukku mendekatinya, dan ikut melihat apa yang dia lihat. Aishh, itu kan Namsan Tower, bagus sekali, aku belum pernah melihatnya secara langsung, sial sekali anak ini sudah pernah melihatnya, lalu dia mengganti gambarnya ada sebuah sekolahan, apa itu sekolahnya? Bagus juga. Dia pun kembali mengganti gambarnya dan terlihatlah sebuah jejeran toko-toko, apa itu tempat biasa Wookie hyung dan Sungmin hyung berbelanja, pikirku.

”Ya!mochi…itu dimana?”tanyaku pada sebuah gambar taman.

”Ah…itu di belakang sekolahku…bagus kan hyung?”serunya sambil tersneyum menatapku. Aku hanya mengangguk singkat dan kembali melihat isi kameranya. Macam-macam sepertinya, ada foto pemandangan juga foto teman-temannya. Sepertinya dia tertarik pada bidang fotografi karena aku akui hasil jepretannya bagus, sangat berseni.

”Kau sekolah di sekolah manusia?”tanyaku.

”Ne..”jawabnya singkat.

”Kau pernah ke Namsan Tower?”tanyaku lagi.

”Ne…”jawabnya lagi.

”Bagaimana dunia manusia?”tanyaku.

Dia membelalakan matanya kaget mendengar pertanyaanku, mungkin dia pikir aku aneh menanyakan hal itu karena mungkin menurutnya aku sering ke dunia manusia padahal sebenarnya aku sama sekali tidak pernah kesana.

”Hyung belum pernah ke dunia manusia?”tanyanya dengan wajah bingung.

Aissh, sebenarnya aku malu bilang itu padanya tapi ya sudahlah, aku mengaku saja. Aku pun menggeleng.

”Sudah ceritakan saja…”seruku.

Dia akhirnya mau bercerita tentang bagaimana dunia manusia itu. Ya ampun dia sudah pernah ke banyak negara ternyata bersama Han hyung, aku jadi iri dengannya.Hufft aku semakin ingin kesana tapi itu mustahil untuk sekarang ini, pasti Teukie hyung akan mati-matian untuk melarangku, aku tidak boleh patah semangat aku harus bisa kesana, akan kucoba segala cara agar aku bisa kesana.

 

 

Hari ini appa sudah pulang dan sekarang kami sedang makan malam, ok tentu saja appa tidak ikut, vampir murni tidak makan. Aku masih ngambek dengan teukie hyung dan menolak untuk berbicara dengannya, suasana makan malam sepertinya agak sedikit tegang. Aku hanya makan malamku dalam diam dan segera beranjak dari meja makan begitu aku selesai makan. Teukie hyung hanya melihatku sekilas saat aku beranjak dari tempat dudukku. Aku masuk ke kamar dan memasukan bukuku secara asal ke dalam tas. Hah selalu runtinitas yang sama, sangat menyebalkan, aku memasukan PSP ku juga ke dalam tas karena tahu hari ini pasti akan sangat membosankan, lebih baik aku membawa PSP kesayanganku ini.

”Sudah hyung aku tidak mau dengar penjelasanmu lagi…selalu sama…aku bosan…”seruku pada seseorang yang sudah ada di ambang pintu kamarku. Aku sudah merasakannya masuk sejak tadi.

Aku tetap membelakanginya dan berjalan mengambil hoodieku di lemari dan hendak pergi sambil menyampirkan tas di bahuku. Aku pun hendak berjalan melewatinya namun tangannya menahanku untuk pergi. Aissh, apa maunya kali ini, gerutuku dalam hati. Dia menatapku.

”Aku perlu bicara…”serunya sambil terus menahan tanganku.

Aku pun berjalan kembali masuk ke dalam kamarku dan duduk di bangku di depan komputerku dan menghadapnya.

”Waeyo?kalau Cuma mau bilang hal yang seperti tadi pagi…aku sudah hapal…apa perlu aku ulang lagi…yang tadi pagi belum selesai semua..”jawabku ketus.

Dia menatapku tajam namun aku tidak takut, yah mungkin aku adalah dongsaeng yang paling susah diatur baginya tapi itulah aku lagipula ini semua bukan kesalahanku. Namun tatapan matanya kemudia berubah lembut.

”Mianhe Kyu-ah…aku sudah kasar padamu…”serunya.

Aku hanya terdiam dan menunduk memandangi lantai kamarku.

”Aku tahu aku sudah sangat egois padamu…aku tahu kau ingin sekali bisa melihat dunia luar tapi sungguh aku melakukan ini untuk kebaikanmu…..”jelasnya lagi.

Dia mulai lagi, selalu begitu. Aku pun segera berdiri dari dudukku dan hendak berjalan keluar karena jujur aku sudah bosan mendengar hal itu terus mennerus. Namun kembali dia menahanku.

”Kyu-ah…aku belum selesai…dengarkan aku…”serunya.

”Hyung…kalau mau bicara seperti tadi aku sudah bosan…aku mau pergi sekolah nanti terlambat…”seruku dan melepaskan cengkraman tangannya namun lagi-lagi dia menahanku. Aku pun berhenti dan menatapnya dengan kesal.

”Aku juga sudah lelah Kyu harus terus menjagamu seperti ini…aku tahu kau sudah dewasa…kau punya pilihan sendiri…dan aku merasa menyesal telah membentakmu semalam…jadi…jeongmal mianhe dan kau juga berhak tau bagaimana dunia luar itu jadi…aku mengijinkanmu ikut wookie dan sungmin berbelanja akhir minggu ini…”serunya sambil tersenyum.

Aku hanya terdiam, tidak percaya apa yang hyungku katakan. Katanya aku boleh ikut wookie hyung dan sungmin hyung pergi lusa. Apa aku tidak sedang bermimpi.

”Jinja?”tanyaku memastikan.

Dia hanya mengangguk dan kembali tersenyum. Aku pun segera memeluknya dengan erat.

”Hyung..jeongmal gumawo…aku senang sekali…saranghae hyung…”seruku sambil terus memeluknya.

”Ne…ne…sudah sana cepat pergi nanti kau telat…ingat jangan bolos lagi…”serunya memperingatkanku.

Aku pun mengangguk pasti. Dia pun tersenyum dan mengacak-acak rambutku. Aku pun segera berpamitan padanya dan berjalan keluar rumah, seperti biasa Shin ahjussi sudah siap mengantarku, sepertinya aku harus minta pada Teukie hyung untuk tidak mengantarku lagi ke sekolah.

 

 

Sungguh aku tidak sabar menunggu akhir pekan, cepatlah datang. Akhirnya aku bisa melihat dunia manusia itu seperti apa. Semenjak Teukie hyung membolehkan aku pergi, aku semakin sering bertanya pada Henry soal bagaimana dunia manusia itu. Setiap dia pulang sekolah aku pasti bertanya padanya tentang sekolahnya dan dengan senang hati dia menceritakan semuanya padaku. Sepertinya asyik sekali menjadi dia. Aku ingin sekali bisa menjadi dia yang bebas pergi kemana-mana tapi ini sebuah awal yang bagus mungkin nanti aku bisa keluar lebih sering lagi.

”Apakah enak sekolah di tempat manusia?”tanyaku begitu dia selesai bercerita tentang kegiatannya hari ini. Dia baru saja pulang dari latihan musik di sekolahnya, Henry memang sangat pandai bermain biola.

”Tentu saja…sangat asyik hyung…kau bisa bertemu dengan banyak orang yang berbeda-beda….pokoknya asyik deh…”serunya.

Hemm, aku jadi berpikir,aku juga ingin pindah ke sekolah manusia, tapi apa hyung-hyungku mengijinkan ya? Aku kan tidak akan mencolok di dunia manusia. Mungkin akan aku coba membunjuk mereka, meski sulit, Siwon hyung saja yang lebih mencolok di banding aku boleh bekerja di dunia manusia, masa aku tidak boleh. Ya aku akan pindah ke sekolah manusia.

Advertisements

2 thoughts on “FF: Love Is Really Hurt Part 2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s