FF: You Make Me Worried (KyuSoon Couple)

You Make Me Worried

Yong Soon POV

Ige mwoya?? Aku menatap layar laptopku dengan tidak percaya,aisshh kenapa mereka harus disana sampai akhir mei..aku mengembungkan pipiku kesal membaca berita bahwa mereka akan ada di Taiwan sampai akhir Mei,padahalkan hanya Donghae Oppa dan Siwon Oppa saja yang ada jadwal kenapa yang lainnya juga harus ikutan disana, hufft, menyebalkan sekali,aku harus kembali menahan rinduku karena tidak bisa melihat si babo itu >.<. dua bulan itu sangat lama..kenapa harus sampai mei???

Aku menutup laptopku dengan kasar dan menghembuskan nafas dengan kencang, aisshh benar-benar menyebalkan sekali!sudah sebulan tidak bertemu saja sudah membuatku frustasi, aku pikir dia akan pulang april tapi kenapa malah sampai mei. Aigoo >.<

“Aisshh menyebalkan sekali”ucapku.

Aku benar-benar merasa bosan sebulan ini,si babo itu pergi,Oppadeul 2PM juga sibuk, jadilah aku seperti orang bodoh karena tidak punya teman bermain dan lagian si babo itu selalu saja kebiasaan, sudah kubilang untuk menghubungiku paling tidak tiga hari sekali tapi sepertinya dia selalu lupa atau jangan-jangan dia sengaja agar aku yang meneleponnya lebih dahulu dan menunjukan padanya bahwa aku merindukannya lebih dulu, cih dasar bodoh!!

Aku segera memasukan laptopku ke dalam tas dan ingin segera pulang karena kelasku untuk hari ini sudah selesai semua. Aku pun segera menyampirkan tasku dan beranjak pergi dari taman kampusku.

“Yong Soon-ah”panggil sebuah suara menghentikan langkahku, aku menoleh dan melihat Han Sae Ra berjalan ke arahku, mau apa dia? Menitipkan hadiah untuk Minho lagi dari juniornya?

Dia berhenti tepat di depanku, aku tersenyum padanya.

“Waeyo?”tanyaku padanya.

“Kau masih ada kelas selanjutnya?”tanyanya padaku.

“Eopseo…wae?”tanyaku lagi.

“Ah..johta…”ucapnya dan tiba-tiba saja dia langsung menarik tanganku pergi.

“Sae Ra-ya…wae?”tanyaku padanya sementara dia terus saja menarik tanganku kembali masuk ke dalam kampus,aisshh apa-apaan gadis ini dan aku hanya bisa pasrah ditarik olehnya.

Kyu POV

“Kyu..sekarang giliranmu yang beli makanan..sana keluar…”seru Eunhyuk hyung padaku yang sedang asyik bermain game di depan laptopku, selalu saja menganggu waktu-waktu bermainku, dasar hyung yang tidak tau diri.

“Kau saja hyung..aku malas keluar..”ucapku dengan mata yang masih tetap focus pada layar laptopku, sedikit lagi aku akan menang dan enak saja dia menyuruhku meninggalkan game yang begitu penting ini.

Aku mendengar Eunhyuk hyung hanya mendengus kesal dan keluar dari kamar dimana aku sedang bermain.

Di tengah permainan tiba-tiba saja aku ingat, aku belum mengabari gadis bodoh itu selama tiga hari ini,padahal aku sudah janji akan menghubunginya setiap tiga hari sekali, aisshh dia juga sama sekali tidak menghubungiku, apa jangan-jangan dia sibuk dengan namja-namja favoritnya itu, heuh dia sudah membuat moodku bermain game hilang, langsung saja aku mematikan laptopku dan menyambar handphoneku yang aku letakan disampingnya.

“Sedang apa gadis bodoh itu ya?”ucapku sambil mencari kontaknya untuk meneleponnya, aku tunggu beberapa lama tapi tidak diangkat juga, apa dia masih ada kelas? Aku melihat jam, seharusnya dia sudah pulang jam segini, kenapa tidak diangkat ya? Apa dia sedang jalan-jalan lagi dengan namja-namja favoritnya itu, aisshh sinca, dia selalu saja sukses membuatku galau,gadis bodoh itu,bisa tidak sih dia tidak membuatku galau sekali saja,kenapa dia senang sekali melakukan hal itu.

Dua bulan lagi aku masih disini dan aku harus selalu galau karena gadis bodoh itu yang sering melakukan hal yang aneh-aneh, aisshh!!

Aku kembali mencoba menghubunginya, namun lagi-lagi tidak diangkat, gadis itu benar-benar minta dihabisi, kenapa tidak diangkat,apa saking sibuknya dia dengan namja-namja favoritnya itu bahkan teleponku tidak diangkat, lihat saja Yongie,begitu aku pulang, akan kubunuh kau!!

“Shiro!Yongie babo!”ucapku kemudian melempar handphoneku ke atas tempat tidur.

Aku berkacak pinggang dan berjalan mondar-mandir di kamarku, dia benar-benar membuatku kesal setengah mati. Aku benar-benar penasaran dengan apa yang dia lakukan sampai-sampai tidak mengangkat teleponku.

“Babo!”geramku.

Dia tidak tahu apa  kalau aku sangat merindukannya dan ingin mendengar suaranya, kami masih terpisah selama dua bulan lagi, sangat bagus sekali, selama dua bulan ke depan aku akan selalu khawatir dengan apa yang sedang dia lakukan di Seoul.

Apa yang harus aku lakukan untuk mengetahui apa saja yang dia lakukan disana? Kalau aku Tanya Yeon Ji, dia pasti akan bilang pada Yongie dan dia pasti akan sangat senang sekali karena aku perhatian padanya, pada Je Ri,tidak-tidak,apalagi dia,bisa-bisa dia langsung bilang pada Yongie tanpa diminta, terlalu jujur. Rae noona, aniyo sama saja seperti Yeon Ji, dia dan pasangannya tidak jauh beda. Hyo Soo noona, dia tidka dekat dengan Yongie, jadi dia pasti tidak tahu, lagipula aku tidak mau berurusan dengan Donghae hyung yang memiliki tingkat kecemburuan tinggi itu, kalau dia tahu aku sering menghubungi yeojachingunya. Aisshh tidak ada yang bisa memberitahuku.

Yong Soon POV

Sial sekali aku dipaksa membantu Sae Rae menyelesaikan tugas klub seninya.

“Neomu gomawoyo Yong Soon-ah”ucap Sae Ra dengan senyuman terkembang di wajahnya, aisshh sial sekali aku mau saja membantunya, dia sih yang langsung main tarik saja ke auditorium, dia bilang ke teman-teman klub seninya aku mau membantunya, mau tidak mau aku menerimanya. Mereka mau mengadakan pertunjukan beberapa hari lagi dan sedang sibuk untuk mendekor ruangan sehingga Sae Rae meminta bantuanku.

“Ne..”jawabku singkat masih kesal karena dia memaksaku membantunya.

“Besok akan aku traktir deh”ucapnya, aku hanya tersenyum tipis kemudian mengambil tasku yang aku letakan dikursi, aku ingin segera pulang karena ternyata hari sudah malam.

“Terserah kau saja…aku mau pulang…”ucapku padanya dan berjalan keluar ruangan.

“Yong Soon-ah…”sebuah suara memanggil namaku membuatku kembali berhenti berjalan, aku melihat seorang namja berjalan ke arahku dan berhenti tepat di hadapanku, jamkaman sepertinya aku kenal dengan namja ini, ah ya Lee Dong Gun.

“Waeyo?”tanyaku padanya.

“Ah…kau mau pulang?”tanyanya dan aku menjawabnya dengan anggukan,bisa kulihat namja di depanku ini seperti gugup, ada apa dengannya?

“Boleh kuantar?”tawarnya.

“Ah..aniyo…aku bisa pulang sendiri kok…lagipula akan merepotkanmu..”jawabku cepat sambil tersenyum padanya.

“Ah anni…anggap saja sebagai ucapan terima kasih karena telah membantu kami..otte?”tanyanya lagi.

Aku terdiam berpikir, menerimanya atau tidak ya? Aku tidak mau merepotkannya lagipula, aku sudah ikhlas membantu mereka tapi tidak enak juga ditolak, akhirnya aku pun mengangguk.

“Ah…ne…”ucapku dan bisa kulihat dia tersenyum senang mendengar jawabanku, sebegitu senangnyakan dia? Aneh sekali.

Dong Gun mengantarkanku sampai di depan rumah. Aku turun dari mobilnya dan mengucapkan terima kasih padanya.

“Wah..ini rumah Minho hyung juga?”Tanyanya sambil menatap rumahku.

Aku tertawa kecil, ternyata hamper sama, semua orang yang ke rumahku pasti seperti itu tanggapannya.

“Ne…wae?”tanyaku padanya.

“Anni….”jawabnya singkat sambul tersenyum padaku.

“Yongie”seru sebuah suara berat membuat kami berdua menoleh dan mendapati Minho Oppa sedang menatap kami berdua dan dari tatapannya aku tahu apa maksudnya itu, ya Choi Minho, memangnya aku mau selingku?ucapku dalam hati.

“Annyeonghaseyo  hyung”ucap Dong Gun sambil membungkuk pada Minho Oppa.

“Ne…annyeong…”jawab Minho Oppa dingi, cih dia selalu seperti itu.

“Dong Gun-ah…gomapta sudah mengantarku…annyeong…hati-hati…”ucapku sambil mendorong tubuhnya ke mobilnya, sebaiknya dia segera pulang sebelum di interogasi oleah Minho Oppa.

“Ah..ne..cheomaneyo..annyeong”ucapnya kemudian membungkuk pada Minho Oppa dan segera masuk ke dalam mobilnya dan tidak lama kemudian dia sudah pergi.

Aku segera berjalan masuk ke dalam rumah melewati Minho Oppa yang masih menatapku dengan death glarenya itu, aisshh kalau sudah begini siap-siap mendengar ceramah darinya.

Aku melihat rumah sepi sekali,tidak ada eomma dan appa,aku segera menuju kamarku dan merebahkan tubuhku ke atas tempat tidur, rasanya lelah sekali.

“Kau selingkuh Yongie”ucap sebuah suara tiba-tiba sudah masuk ke dalam kamarku, aku segera bangkit dari tidurku dan mengelus dadaku yang kaget karena kedatangan makhluk in.

“Ya..kalau masuk tuh ketok pintu dulu!kau membuatku jantungann Choi Minho!”seruku padanya, dia bersandar di dinding disamping pintu kamarku dengan tangan dilipat di depan dada, kenapa dia jadi seperti si babo, apa jangan-jangan si babo itu yang menyuruhnya memata-mataiku.cih, dasar Kyunnie babo!

“Siapa yang selingkuh Mr.Choi…dia hanya temanku..oh kau disuruh orang bodoh itu mengawasiku…cih…kenapa kau mau?”tanyaku padanya.

“Hyung meneleponku tadi..sepertinya dia memang punya firasat kalau kau selingkuh nona Choi…lagipula aku lebih suka melihatmu dengan Kyu hyung dibanding namja itu…”jawabnya.

Aku terkekeh geli, benar dugaanku pasti si babo itu yang menyuruhnya mengawasiku.

“Ya..Oppa…aku tidak pernah selingkuh…Dong Gun hanya temanku di kampus dan tadi aku membantunya makanya dia mengantarku pulang…”ucapku lagi.

“Terserah yang jelas jangan coba-coba selingkuh Choi Yong Soon”ucapnya,cih kenapa Oppaku jadi seperti si babo,pasti dia lagi yang menyuruhnya seperti itu.

“Hah…ara..ara…kau penurut sekali sih dengan hyungmu yang bodoh itu…aisshh sudah sana keluar..aku mau mandi…”ucapku dan mendorong tubuhnya keluar.

Kyu babo! Bisa-bisanya dia menyuruh Minho Oppa mengawasiku, dia tidak meneleponku tapi malah menelepon Minho Oppa, sangat bagus sekali. aku harus meneleponnya, seenaknya saja dia menuduhku selingkuh. Aku segera merogoh tasku mencari handphoneku begitu membukanya aku melihat puluhan missed call dari si bodoh itu,Omo apa tadi dia meneleponku? Aisshh aku tidak tahu karena handphoneku di letakan jauh dariku, pantas dia menelepon Minho Oppa, hah pasti dia sudah berpikiran yang macam-macam. Aku segera meneleponnya, aku tidak mau dia malah jadi salah paham, aku tahu sekarang pasti dia sedang galau.

“Hmm..”ucapnya begitu teleponnya diangkat, aku mendesah pelan, sudah jelas dia marah tidak mungkin dia menjawab teleponku seperti ini.

“Kau meneleponku tadi?”tanyaku membuka pembicaraan, semoga dia tidak marah, aku sedang tidak ingin bertengkar dengannya saat ini, saat dimana sebenarnya aku sangat merindukannya.

“Menurutmu…”jawabnya singkat, dari nada bicaranya aku tahu dia pasti marah, aisshh namja bodoh ini kenapa sih dia selalu mencurigaiku selingkuh, sudah berapa kali aku berjanji tidak akan membuatnya galau lagi kenapa dia tidak pegang kata-kataku itu, babo>.<

“Arasso…mianheyo tadi aku menaruh tasku jauh jadi aku tidak mendengar teleponmu…”ucapku memberi penjelasan padanya kenapa aku tidak menjawab teleponnya.

“Oh..”hanya itu jawabannya, aisshh dia benar-benar marah sepertinya.

“Kau marah?”tanyaku.

“Aniyo”jawabnya sangat singkat dan dengan nada bicara yang sangat dingin, aku sudah bisa membayangkan matanya yang menatapku tajam dengan jawaban itu.

“Ya…kau marah?”tanyaku lagi.

“Anni”lagi-lagi dia hanya menjawab seperti itu, hufft kenapa kau jadi gampang ngambek seperti itu Kyunnie babo!

“Ya..aku kan sudah minta maaf..lagipula aku benar-benar tidak tahu…aku sedang sibuk membantu temanku tadi…”jelasku lagi.

“Kau sudah bilang tadi”ucapnya.

“Aisshh..ya..Kyunnie….yoboseyo…” aisshh sinca, dia langsung mematikan teleponnya, dia benar-benar marah T.T

Kenapa aku harus punya namjachingu yang gampang ngambek seperti ini, issshhh.

Kyu POV

Dasar yeoja babo! Uamptku sambil melemparkan handphoneku ke atas tempat tidur, seenaknya saja dia minta maaf seperti, apa dia tidak tahu berapa kali aku meneleponnya dan permintaan maafnya hanya seperti itu, terdengar sangat tidak tulus, cih dasar bodoh! Apa coba yang dia lakukan tadi? Berselingkuh?! Dasar bodoh!!

“Babo!!”seruku sambil merebahkan tubuhku ke atas tempat tidur.

Aisshh, aku benar-benar kesal dengan gadis bodoh itu, apa sih yang dia lakukan tadi sampai-sampai tidak mengangkat teleponku.

“Kyu…”panggil sebuah suara menyembulkan kepalanya dari balik pintu kamarku ternyata itu Wookie hyung.

“Wae hyung?”tanyaku pada Wookie hyung.

“Ah…aniyo…”ucapnya dan langsung menutup pintu kamar, ish aneh sekali hyungku itu.

“Kau sedang bertengkar dengan Yong Soon?”Tanya Wookie hyung yang tiba-tiba kembali membuka pintu kamar.

Aku kaget dan menatapnya bingung.

“Ah…mian Kyu…gwenchana…”ucapnya lagi dan kemudian menutup pintu kembali, benar-benar aneh sekali dia =.=”

Gadis bodoh itu benar-benar membuat moodku buruk hari ini, lihat saja dia tidak meneleponku kembali, apa aku tidak terlihat marah padanya, benar-benar bodoh!!!

Yong Soon POV

Namja bodoh itu tidak mengubungiku sampai sekarang, dia benar-benar marah rupanya, aisshh!! Apa yang harus aku jelaskan lagi padanya, semua sudah aku ceritakan kenapa dia tetap marah padaku aku kan sudah minta maaf juga, arrggghhh aku bingung menghadapimu Kyu. Aku mendesah pelan dan menelungkupkan wajahku ke atas meja kantin.

“Kyunnie babo”lirihku.

“Yong Soon-ah…gwenchana?”Tanya sebuah suara tiba-tiba duduk disampingku memringkan wajahnya memeperhatikanku dengan seksama, Omo Dong Gun. Aku langsung menegakkan kepalaku.

“Dong Gun-ah…”ucapku, dia tersenyum padaku.

“Ada apa? Sepertinya kau tidak bersemangat sekali hari ini?”tanyanya.

Aku tersenyum tipis, tidak mungkinkan aku cerita kalau aku sedang marahan dengan namjachinguku, masalahnya bukan karena aku sudah memiliki namjcahingu tapi siapa namjachinguku itu.

“Aniyo…aku baik-baik saja..hanya sedang tidak enak badan saja…”jawabku asal tapi memang benar sih pagi ini badanku agak tidak enak, sepertinya aku mau sakit, aishhh baru dua minggu yang lalu aku sakit, sekarang sakit lagi, kenapa akhir-akhir ini aku seperti si bodoh itu gampang sakit, apa aku ketularan penyakit gampang sakitnya? Sudahlah jangan ingat-ingat namja babo itu, aku jadi kesal dengan sikapnya yang seperti anak kecil itu, tukang ngambek.

“Kau sakit?gwenchana?”tanyanya tiba-tiba tangannya sudah menempel di dahiku, aku dengan pelan melepaskan tangannya itu.

“Ah…nan gwenchana…”jawabku sambil tersenyum.

“Kau sudah makan?”tanyanya dengan wajah khawatir, sebegitu khawatirkah dia padahal kan aku berbohong tidak benar-benar, Kyu saja tidak pernah sekhawatir itu kalau aku sakit kenapa Dong Gun yang hanya temanku sampai khawatir seperti itu?

“Tunggu disini…aku ambilkan makanan dulu ya…kau harus makan…”ucapnya dan langsung pergi.

“Dong Gun-ah..”panggilku untuk mengehntikannya namun dia sudah lebih dulu pergi, aigoo kenapa dia perhatian sekali padaku?

Tak lama kemudian Dong Gun datang dengan membawakan semangkuk jajangmyeon untkku.

“Cha..makan dulu agar kau tidak sakit…”ucapnya sambil tersenyum dan menyodorkan mangkuk itu ke depanku.

Aku tersenyum tanda terima kasih padanya.

“Ayo dimakan…apa mau aku suapi?”tawarnya.

“Ah..anni..anni..aku bisa…”jawabku dan langsung mengambil sumpit dan memakan jajangmyeon itu, aku makan sementara dia terus saja menatapku, aishhh aku risih sekali kenapa dia menatapku seperti itu>.<

**

Kenapa kepalaku pusing sekali ya? Ucapku dalam hati sambil menyentuh keningku dan memijatnya perlahan, apa aku akan sakit lagi? Shiro!

“Nona…”panggil Immoku sambil membuka pintu kamarku.

“Ne…”jawabku.

“Nona,Makan malam dulu…”ucapnya.

“Oh…ne…”jawabku tidak semangat karena kepalaku sangat pusing.

“Omo…Nona..anda baik-baik saja? Wajah anda pucat sekali…”ucapnya kemudian menyentuhkan tangannya ke dahiku.

“Aigoo…badan anda panas…saya panggilkan dokter ya…”ucapnya.

Aku menggeleng lemah karena kepalaku benar-benar pusing saat ini.

“Tapi…”ucapnya.

“Aku baik-baik saja..mungkin hanya butuh tidur…”ucapku dan langsung menaikkan selimutku menutupi seluruh tubuhku.

“Nona..makan dulu…”pinta Immoku lagi dan aku menjawabnya dengan deheman karena setelah itu rasanya kepalaku sangat pusing dan aku mulai memejamkan mataku.

Kyu POV

Bagus sekali Choi Yong Soon! Dia sama sekali tidak menghubungiku hari ini, apa dia tidak sadar aku marah padanya, aisshh dasar yeoja babo!! Aku menatap kesal handphoneku yang sepi sejak pagi, gadis bodoh itu sama sekali tidak sadar atau dia memang berpura-pura tidak sadar aku marah padanya?

“Yongie babo”ucapku sambil mengenggam erat handphoneku.

“Ya..Kyu…wae? bertengkar lagi dengan Yong Soon?”Tanya Eunhyuk hyung sambil menepuk bahuku.

“Anni..”jawabku tidak terlalu tertarik menjawabnya.

“Kalian ini berjauhan saja tetap bertengkar…ckckckck”ucap Eunhyuk hyung, aku hanya mendengus kesal dan meninggalkannya pergi, malas sekali kalau dia sudah seperti itu,senang sekali dia menggodaku.

Aku menimbang-nimbang untuk menghubunginya atau tidak,kalau aku menghubunginya pasti dia akan senang sekali, dia pikir aku semudah itu memaafkannya tapi kalau aku tidak meneleponnya dia pasti berpikir aku baik-baik saja dan tidak marah padanya. Ottohke??

Yong Soon POV

Omona,perutku sakit sekali, aku memegangi perutku yang sejak pagi tadi sangat sakit, aigoo aku sampai tidak masuk kuliah hari ini, sial apa yang aku makan kemarin sampai-sampai perutku sakit seperti ini? Aku mencoba mengingat-ingat apa yang aku makan kemarin, sepertinya tidak ada yang membuat perutku sakit, lalu kenapa aku bisa sakit perut.

“Appoyo..”lirihku sambil terus memegangi perutku dan bergelung di dalam selimutku, tiba-tiba pintu kamarku diketuk.

“Ya..Yongie…kau kenapa?”Tanya sebuah suara yang amat sangat kukenal, suara Choi Minho, tumben sekali dia pulang pagu-pagi,apa dia tidak sedang ada jadwal.

Aku mau menjawab aku baik-baik saja tapi perutku sekali membuatku tidak bisa menjawabnya dan lebih memilih memegangi perutku dan meringis menahan sakit. Aku merasakan seseorang membuka selimut yang menutupi tubuhku.

“Yongie…kau kenaapa? Kau sakit? Apa yang sakit?”tanyanya bertubi-tubi, tidak seharusnya dia pulang hari ini, pasti dia jadi panic seperti itu.

“Aku baik-baik saja Choi Minho…hanya sedikit..isssh…sakit..”ucapku lemah dengan tetap meringkuk di atas tempat tidurku.

“Ya…”ucapnya sambil menarik tubuhku bangun, dia menyentuh pipiku.

“Aisshh…badanmu panas kau masih bilang baik-baik saja? Akan aku panggilkan dokter…”ucapnya dan segera meninggalkanku keluar ruangan, aigoo, benar kan dia pasti jadi panic seperti itu, aku ingin mencegahnya menelepon dokter tapi perutku sangat sakit dan membuatku malas bergerak. Appo T.T

**

“Apa yang kau makan sih Yongie?”Tanya Minho Oppa sambil mengompres dahiku, dia duduk dia pinggiran tempat tidurku.

“Molla…”jawabku lemah. Kata dokter aku terkena diare, darimana aku dapat penyakit seperti itu, sepertinya aku tidak salah makan kemarin.

“Ya..sudah habis ini kau makan buburmu dan minum obat lalu tidur…ara..aku akan menjagamu disini…”ucapnya sambil mengelus kepalaku lembut.

“Oppa…tidak ada jadwal?”tanyaku, heran kenapa pagi-pagi dia sudah pulang.

“Ada nanti siang tapi sepertinya akan aku batalkan saja…kau sedang sakit dan aku harus menjagamu…”ucapnya.

“Nan gwenchana Oppa..sekali minum obat pasti sembuh..Oppa pergi saja…aku hanya butuh istirahat…”jawabku tidak mau menganggu jadwalnya hari ini karena harus menemaniku di rumah.

“Andwe..aku akan disini…oh ya kau sedang bertengkar dengan hyung?”tanyanya.

“Darimana Oppa tahu?”tanyaku.

“Hae hyung yang bilang..katanya Kyu hyung jadi aneh..dia bilang pasti sedang bertengkar denganmu lagi..kalian ini…aku akan bilang pada Kyu hyung kau sedang sakit…”ucapnya.

“Kalian ini tukang gosip…jangan Oppa…jangan bilang padanya…dia tidak akan peduli…”ucapku.

“Oh ya..coba saja kita lihat seberapa pedulinya dia padamu…aku baikkan ingin membantu mendamaikan kalian…ya sudah aku ambil buburmu dulu…”ucap Minho Oppa kemudia beranjak keluar dari kamarku.

Dia tidak akan peduli,kapan aku sakit dia peduli? Tidak pernah, apalagi sekarang saat dia sedang marah padaku, tidak mungkin. Aku mendesah pelan, seharian ini saja dia tidak menghubungiku berarti dia benar-benar marah, aisshh babo!

Kyu POV

Gadis itu, apa yang dia lakukan seharian ini? Dia sungguh tidak peka! Kenapa aku harus mencintai seorang gadis yang sangat tidak peka sepertinya, sial sekali aku.

“Telepon…tidak…telepon..tidak…”ucapku sambil menatap layar handphoneku masih menimbang-nimbang untuk menghubunginya duluan atau tidak.

Namun baru saja aku putuskan untuk menghubunginya lebih dahulu, Minho meneleponku, tumben sekali?

“Hyung…”sapanya begitu telepon diangkat.

“Ne…wae?”tanyaku menanyakan maksudnya meneleponku.

“Kalian sedang bertengkar?”Tanya Minho.

Kenapa semua orang senang sekali menanyakan hal itu padaku? Bertengkar dengan Yong Soon, memangnya apa urusannya mereka jika aku memang sedang bertengkar dengan yeoja babo itu! Selalu ingin ikut campur.

“Ne..wae?dia bilang padamu?”tanyaku.

“Aniyo…Yong Soon sedang sakit hyung…dia sampai tidak masuk hari ini…”ucapnya.

Yongie sakit? Cih apa dia membohongiku, setahuku dia yeoja yang tidak gampang sakit.

“Ya…jangan membohongiku Minho-ya…”ucapku.

“Aniyo hyung aku tidak bohong…dia sedang sakit…ini aku sedang ada dirumah…”katanya.

Sakit apa gadis itu sampai tidak masuk kuliah? Tidak seperti biasanya,walaupun sakit saja dia bersikeras untuk tetap masuk kuliah kali ini dia tidak masuk,apa benar dia sedang sakit.

“Ne..ara”ucapku dan langsung saja memutuskan sambungan telepon.

Dia sakit? Aisshh dia selalu sukses membuatku khawatir! Bagus sekali Choi Yong Soon!

**

“Ya..kau mau kemana Kyu?”Tanya Donghae hyung begitu melihatku memasukan bajuku ke dalam tas. Aku menyambar jaket panjang hitam, topi hitam, kacamata dan masker, aku harus mengecek bagaimana keadaan gadis bodoh yang selalu saja membuatku khawatir.

“Pulang”jawabku singkat sambil berjalan keluar kamarku.

Semua member melihatku bingung.

“Pulang?”Tanya Donghae hyung lagi.

“Kau mau pulang Kyu?”Tanya Zhoumi hyung.

Semuanya menatapku bingung.

“Aisshh..aku Cuma sampai minggu disana…Yongie sedang sakit…aku pergi dulu ya…”ucapku dan langsung keluar dari apartemen.

Lihat saja yeoja babo itu akan aku marahi,bisa-bisanya dia sakit, huh!

Yong Soon POV

“Kau sudah minum obat?”Tanya Minho Oppa padaku dan aku menjawabnya dengan anggukan.

“Johta…sekarang tidurlah…”ucap Minho Oppa sambil menaikkan selimutku. Dia menatapku lembut dan mengusap kepalaku perlahan.

“Ne..arasso..”jawabku dan aku pun mulai memejamkan mataku, aku merasakan Minho Oppa mencium keningku dan kemudian aku mendengarnya keluar kamarku.

Aisshh perutku masih sakit, ayolah cepat sembuh sudah dua hari, untung sedang libur, semoga besok sudah sembuh.

Kyu POV

Sampai di depan rumahnya, tenyata aku merindukan gadis itu, senyum tersungging di bibirku, entah kenapa aku merasa senang sebentar lagi aku bisa melihat gadis bodoh yang hamper sebulan lamanya tidak aku temui.

Aku mengetuk pintu rumahnya dan tidak lama kemudian seseorang sudah membukakan pintu.

“Nuguseyo?”Tanya pelayan rumahnya, oh ya aku lupa aku menutupi wajahku dengan kacamata dan masker, aku pun melepasnya.

“Oh..Tuan Cho…”ucap pelayan itu menyadariku begitu aku membuka kacamataku.

“Yong Soon ada?”tanyaku.

“Ah…ne…nona ada di kamarnya…dia sedang sakit…”ucapnya.

“Ne..aku tahu..boleh aku masuk?”tanyaku lagi.

“Ne..silahkan..”ucap pelayan itu dan mempersilahkanku masuk, aku pun segera menuju kamarnya.

Aku mengetuk pintunya namun tidak ada jawaban, aku memegang gagang pintunya ternyata tidak dikunci, aku pun memutuskan untuk masuk ke dalam kamarnya, aisshh kenapa aku jadi berdebar-debar seperti ini, apa karena aku sangat merindukannya?

Aku membuka pintu kamarnya dan melihatnya sedang tidur, sepertinya dia memang sedang sakit, selalu sukses membuatku khawatir. Aku berjalan menghampirinya dan duduk di tepi tempat tidurnya, menatap wajahnya yang sedang pulas tertidur, tanganku terlur mengelus wajahnya, aisshh sepertinya aku memang merindukannya, sangat, sudah lama sekali tidak melihat wajahnya. Wajahnya pucat, dia sakit diare, sungguh sangat tidak elit sekali penyakitnya itu.

Yong Soon POV

Aku merasakan seseorang mengelus pipiku perlahan, aku membuka perlahan mataku dan langsung terlonjak kaget begitu melihat wajah seseorang yang sangat aku rindukan selama sebulan ini ada di hadapanku dan menunjukan senyum favoritku, apa aku sedang bermimpi?

“Ya!Cho Kyuhyun!apa yang kau lakukan dikamarku?!”ucapku sambil bangun dari tidurku dan mundur sedikit.

“Begitukah caramu menyambut calon suamimu yang sudah satu bulan tidak bertemu, hah?!”ucapnya sambil tersenyum sinis.

“Cih!!”aku melemparkan bantalku kearahnya, dia berhasil menghindar dan menjulurkan lidahnya padaku.

Dia tetap saja menyebalkan, senang sekali menggodaku seperti itu >.<

“Kau sakit apa hah? Diare..tidak elit sekali peyakitmu…”ucapnya lagi.

Aku mendengus kesal dan mengembungkan pipiku kesal, kalau bukan aku sedang sakit sudah kupukul dia daritadi, ucapannya itu tidak pernah dia pikrikan sebelum berbicara. Bodoh!!!

“Tapi penyakitku sama dengan Donghae Oppa sepertinya kami cocok sekali ya…”ucapku sengaja memancingnya, aku ingin membuatnya kesal habisnya dari tadi dia membuatku kesal terus, dia tidak tahu apa kalau aku sedang sakit.

“Ya…kau mau selingkuh lagi, hah? Kemarin apa yang kau lakukan saat aku meneleponmu…kau selingkuhkan?”serunya.

“Kau sengaja kesini untuk bertengkar denganku, hah…kalau begitu kau pulang saja…sana…”seruku menatapnya kesal, dia selalu curiga padaku, babo!!!

Dia terkekeh pelan, apa-apaan maksudnya? Dan tiba-tiba saja dia naik ke atas tempat tidurku dan bergerak mendekat padaku, aku bergerak mundur.

“Ya…ya…mau apa kau?!”ucapku takut-takut melihatnya mengeluarkan senyum evilnya itu, dia semakin mendekat padaku dan aku semakin mundur.

“Kyunnie…jangan macam-macam!”peringatku padanya.

Tiba-tiba dia menarik tanganku dan langsung membawaku ke dalam dekapannya.

“Ya..aku hanya ingin memelukmu babo…tidakkah kau merindukanku?”tanyanya padaku.

Aku mendesah pelan dan membalas pelukannya, ya aku juga merindukannya.

“Ne…aku merindukanmu…”lirihku, dia semakin mempererat pelukannya padaku dan aku semakin membenamkan kepalaku di dadanya dan menghirup aroma tubuhnya yang sangat aku rindukan selama sebulan ini.

**

“Cha..makan dulu…kau harus mencoba bubur buatanku…”ucapnya sambail tersenyum senang membawakanku semangkuk bubur, aku tidak percaya dia bisa membuat bubur, jangan-jangan dia malah membuat sup lagi, aku menatapnya meremehkan.

“Ya..kau tidak percaya aku membuat bubur, hah”ucapnya kemudian menaruh nampannya di meja dan mengambil mangkuk bubur itu dan menunjukan isinya padaku, aku melihat isinya memang bubur tapi apa rasanya bubur?

“Ayo dimakan…”ucapnya sambil menyendok buburnya dan hendak menyuapiku namun sebelum itu aku menahan tangannya.

“Aku bisa sendiri…tidak perlu disuapi…”ucapku.

“Andwe…seorang suami harus menyuapi istrinya yang sedang sakit kan”ucapnya dengan senyum evilnya itu, aisshh dia benar-benar menyebalkan!!!selalu mengungkit hal itu.

“Cho Kyuhyun, kau menyebalkan!!!”seruku namun dia malah terkekeh geli dan kembali menyodorkan sendok bubur itu, aku menutup mulutku rapat-rapat tidak mau disuapi olehnya namun dia malah menatapku tajam, aisshh dia selalu begitu akhirnya aku menyerah dan membuka mulutku.

“Jadilah anak baik Cho Yong Soon”ucapnya sambil kembali menyendok bubur lagi, aku mengembungkan pipiku kesal, selalu memaksaku >.<

Dia terus menyuapiku sampai akhirnya bubur itu habis.

Kyu POV

“Anak baik..”ucapku begitu dia sudah menghabiskan semua buburnya. Dia masih menatapku masih dengan tatapan kesalnya, hal itu membuatku ingin mengerjai, entahlah aku senang membuatnya kesal.

Aku melihat masih ada sisa bubur di sudut bibirnya dan terlintas ide di otakku untuk membuatnya semakin kesal. Dengan cepat aku mengecup sudut bibirnya dan itu membuatnya kaget.

Dia mendorong tubuhku dan mengusap sudut bibirnya sambil menatapku tajam, aku tertawa melihat ekpresinya itu.

“Kau mencuri kesempatan, hah?!”serunya.

“Bukannya kau merindukan ciuman dariku Cho Yong Soon?”ucapku sambil tersenyum menggoda padanya.

“Keluar dari kamarku!”serunya.

Aku tertawa mendengarnya berbicara seperti, aigoo Yongieku lucu sekali ketika marah.

“Ya..kau mengusirku,hah..sudah jauh-jauh aku dari Taiwan….pergi diam-diam hanya untuk menjengukmu dan kau malah mengusirku…dasar bodoh!”ucapku sambil menyentil keningnya dengan jariku membuatnya mengerucutkan bibirnya.

“Ya…siapa juga yang menyuruhmu menjengukku…tidak ada…sudah sana pulang!”usirnya padaku, dasar gadis bodoh dia pikir jarak Seoul-Taipei sama seperti Apgeujong ke rumahnya, babo!!

“Kau pikir pulang pergi Taipei-Seoul dekat,hah?! Aku capek dan aku mau menginap disini besok baru aku pulang…”ucapku.

“Tidak ada kamar disini Tuan Cho babo..sebaiknya kau pulang!”serunya lagi.

Aku tertawa kecil.

“Memangnya kau pikir aku akan tidur di kamar lain?aniyo..tentu saja aku akan tidur disini…”jawabku sambil tersenyum padanya.

“Mwo?!Neo?!”serunya.

“Wae?bukankah kita pernah tidur bersama sebelumnya”ucapku sambil tersenyum menggoda padanya.

Dia menatapku tajam.

“Cho Kyuhyun!keluar dari kamarku!!!!”

Advertisements

12 thoughts on “FF: You Make Me Worried (KyuSoon Couple)

  1. Wah yongsoon hrs hati2 sm dong gun (ya? Lupa)
    dia kan suka sm yong, jgn smpai yong terkesan memberi harapan.
    Ciee…cho kyuhyun sampe rela terbang jauh untuk menjenguk yeojanya #ah so sweet.
    Keren!
    Lanjut ya…

  2. kyu itu, tau yong soon lagi sakit masih aja menggodanya ckckck~ memangnya efek rasa rindu itu kuat, sampai lagi marah aja langsung lupa marahnya ketika bertemu kyu kyu~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s