FF: Our Secret Part 19

Part 19

Cast       :

1.  All of Super Junior member as theirselves

2. Choi Yong Soon

3. Choi Yeon Ji

4. Shin Rae Bin

5. Choi Je Ri

6. Min Hee Yeon

7. Shin Hyo Soo

Genre   : Friendship, Romance, something that doesn’t make sense..kekekeke~

Rating   : General *can be changed..it’s up too author  about what their story will be made ^^*

Disclaimer           : Kyuhyun belongs to Choi Yong Soon, Yesung belongs to Choi Yoon Yang, Eunhyuk belongs to Shin Rae Bin, Hangeng belongs to Min Hee Yeon, Donghae belongs to Shin Hyo Soo, Ryeowook  belongs to Choi Je Ri and the rest it’s up to you..kekekeke~

Yong Soon POV

To: StupidKyu

Kau sudah mau berangkat? Josimhe..kalau sudah sampai kabari aku..mian tidak bisa mengantarmu

Aku mengirim pesan singkat pada namja bodoh itu yang hari ini akan kembali ke Taiwan setelah kejadian kemarin yang membuatku panic setengah mati, Dasar bodoh!selalu saja tidak bisa menjaga dirinya sendiri >.< aku masih sedikit cemas padanya,dia masih belum pulih benar tapi harus kembali ke Taiwan lagi. Semoga dia baik-baik saja disana.

Begitu selesai mengirimkannya sms aku langsung memasukan handphoneku ke dalam tas karena kuliahku sudah dimulai, aku berusaha focus ke depan memperhatikan dosen yang sedang mengajar. Tiba-tiba handphobeku bergetar, aku merogoh saku tasku dengan tatapan mata tetap tertuju ke depan.

From: StupidKyu

Ne..aku baru mau berangkat..jangan macam-macam selama aku pergi istriku sayang!

Cih,benar-benar namja bodoh, Apa-apaan dia ‘istriku sayang?’ dia minta dibunuh rupanya,issh kenapa sih dia selalu senang menggunakan kata-kata itu tepatnya sejak anniversary kami, aku berharapa ide gila namja bodoh itu yang dia katakan waktu itu tidak akan dia laksanakan, semoga dia lupa.

Jariku bergerak untuk membalas smsnya.

To: StupidKyu

Ya..sekali lagi kau memanggilku seperti itu lihat saja, akan kubunuh kau!

Aku kembali focus ke depan namun lagi-lagi handphoneku bergetar.

From: StupidKyu

Heh Yongie babo, bukannya kau sedang kuliah,kenapa kau membalas smsku,hah? Belajar yang rajin jangan memalukan suamimu yang pintar dan tampan ini dengan nilai-nilaimu yang jelek..

“Babo..”lirihku.

“Ne..nona Choi ada apa?”panggil dosen di depan dan aku hanya bisa menatap dosen itu dengan tatapan bingung begitu aku sadar ternyata semua orang di kelas juga sedang menatapku.

“Jwesonghamnida seonsangnim…”ucapku merasa bersalah karena melakukan aktivitas lain disaat dia sedang mengajar.

“Baiklah kita teruskan kembali..”ucap dosen itu dan dia kembali menerangkan materi hari ini, aku langsung memasukan handphoneku ke dalam tas tidak berniat membalas sms namja bodoh itu, bisa-bisa aku ditegur lagi kalau begitu. Ini gara-gara namja bodoh itu!

**

Aku melihat jam di tanganku dan sesekali mengecek handphoneku yang aku letakkan disampingku yang sedang makan siang sendiri. Apa belum sampai ya? Pikirku karena namja bodoh itu belum juga mneghubungiku, aku kan sudah bilang kalau sudah sampai untuk menghubungiku, apa dia lupa? Atau dia sengaja? Aisshh dasar Cho Kyuhyun bodoh!umpatku dalam hati sambil mengenggam sumpitku dengan kencang.

“Yong Soo-ah….”tiba-tiba Sae Ra datang dan langsung menepuk bahuku, aku kaget dan langsung menoleh padanya yang sudah duduk manis disampingku. Aku tersenyum tipis dan kembali melanjutkan makanku. Sae Ra masih menatapku dengan tatapan penasaran, kenapa dia?

“Waeyo?”tanyaku padanya.

“Anni..hanya..emmm..Yong Soon-ah…kau pernah bertemu Kyuhyun Oppa?”tanyanya tiba-tiba membuatku sedikit kaget,kenapa dia tiba-tiba bertanya seperti itu bukannya dia tahu aku tidak suka namja bodoh itu, pura-pura bukan yang sebenarnya tentu saja, bagaimana bisa namja yang kujadikan oksigenku untuk hidup tidak aku sukai,dia lebih dari aku sukai. Aku pura-pura cuek dan menjawab dengan deheman saja, agar tidak terlihat terlalu tertarik.

“Wae?”tanyaku dengan nada sangat biasa, jujur aku juga penasaran kenapa dia bertanya seperti itu.

“Anni…hanya bertanya saja…ah Yong Soon-ah apa kau tau tentang kecelakaannya itu..maksudku apa Minho Oppa memberitahumu?dan apakah dia benar-benar sudah baik-baik saja?”tanyanya langsung bertubi-tubi.

“Ah..sepertinya begitu…”jawabku singkat,tidak banya komentar, oh jadi karena itu dia bertanya,cih banyak sekali yang peduli padamu namja bodoh.

“Ah..johta..pantas saja dia sudah terlihat ceria sekali sewaktu berangkat ke Taiwan hari ini..”ucap Sae Ra dengan senyuman, cih tentu saja dia ceria sekali, pertama aku mengirimkannya sms selamat jalan, kedua dia sepertinya puas sekali setelah meledekku selama jam kulihaku tadi, tentu saja dia tampak ceria seperti itu.

Aku hanya menanggapi perkatannya dengan senyuman tipis, tidak bisa berkomentar apa-apa.

“Kau tahu Kyu Oppa semakin hari semakin tampan saja…”ucapnya, aku tertawa tertahan, tampan? Hah jujur aku selalu ingin tertawa jika ada yang bilang dia semakin tampan, apa sih yang dilihat mereka dari namja bodoh itu?dia tidak tampan,masih tampan Donghae Oppa atau Siwon Oppa, darimana sisi dia yang menunjukan bahwa dirinya tampan, ok aku memang merasa dia sedikit berubah beberapa bulan ini sehingga fansnya jadi tambah banyak tapi menurutku dia tidak bertambah tampan, dia sama saja seperti dulu, heran kenapa banyak yang bilang seperti itu =.=”

“Nde..nde…arasso…aku pergi dulu ya…”ucapku kemudian menyambar tasku dan beranjak pergi darisitu, aku malas mendengar dia bercerita tentang namja bodoh itu.

Author POV

Rae Bin berulang kali mengecek handphonenya menunggu entah sms atau telepon dari seseorang yang sangat rindukan saat ini, beberapa kali dia mendesah kecewa begitu tidak melihat apa-apa di handphonenya.

“Hah…kenapa jadi rindu sekali padanya ya…padahal kalau bertemu aku selalu ingin menyiksanya…”ucap Rae Bin yang saat ini sedang ada di apartemennya sendirian, memang sudah beberapa minggu ini dia sendirian karena Je Ri belum pulang dari Busan dan baru hari ini dia kembali.

“Eopsoe? Apa dia tidak merindukanku? Aku saja belum sempat memberikan hadiah ulang tahunnya karena dia sangat sibuk…”ucap Rae Bin lagi sambil menarik boneka monyet yang diberikan Eunhyuk padanya saat ulang tahunnya tahun kemarin, dia memeluknya dengan erat dan meletakkan kepalanya di atas kepala boneka itu.

“Hyukkie-ya..cepat pulang…”lirih Rae Bin.

“Onnie!”seru sebuah suara langsung membuka pintu kamar Rae Bin dan ternyata itu Je Ri yang baru pulang dari Busan, dia tersenyum senang begitu masuk namun saat melihat kondisi Onnie-nya itu dia terlihat bingung dan langsung menghampiri Rae Bin.

“Onnie..waeyo?”tanyanya pada Rae Bin.

“Anni…selamat datang…”ucap Rae Bin tidak bersemangat.

Je Ri masih menatapnya bingung.

“Onnie…kenapa sih?”tanyanya lagi.

“Nan gwenchana Je Ri-ya..”ucap Rae Bin lagi.

“Onnie…kau merindukan Hyuk Oppa?”Tanya Je Rid an kali ini Rae Bin mengangguk pelan,Je Ri mendesah pelan tahu kalau kakaknya ini ternyata memang sedang merindukan kekasihnya.

“Kalau Onnie rindu kenapa tidak telepon saja..memangnya Onnie dan Hyuk Oppa sekarang mulai seperti Kyu Oppa dan Yong Soon?”ucap Je Ri sambil tertawa pelan berusaha membuat kakaknya ini tertawa.

“Aku takut dia sedang sibuk…”jawab Rae Bin.

“Onnie kan belum mencoba…aku yakin sesibuk apapun Hyuk Oppa pasti dia akan mengangkat telepon Onnie…”ucap Je Ri sambil tersenyum.

Sementara Rae Bin masih tampak berpikir untuk menelepon kekasihnya itu atau tidak.

**

Donghae sudah beberap kali berusaha menghubungi kekasihnya yang sedang marah karena adegan yang akan dia mainkan di dramanya bersama Siwon di Taiwan, Hyo Soo sudah marah selama tiga hari dimulai dari dia tahu bahwa Donghae akan melakukan adegan itu, padahal Donghae sudah berusaha menyembunyikannya agar Hyo Soo tidak tahu karena Donghae tahu Hyo Soo sangat pencemburu namun kali ini malah sebaliknya, Hyo Soo marah bukan hanya karena adegan yang akan dimainkan Donghae tapi juga karena Donghae tidak jujur.

“Soo-ya..angkat..ayolah angkat…”ucap Donghae yang sedang menelepon Hyo Soo sambil mondar-mandir di depan Siwon dengan wajah putus asa, saat mereka sedang istirahat syuting.

Siwon hanya menatap Donghae dengan tertawa tertahan, dia merasa lucu kalau sudah melihat pasangan ini bertengkar masalahnya Donghae paling tidak tahan kalau Hyo Soo sudah marah padanya dan akan berusaha mencari cara agar Hyo Soo tidak marah lagi dan itu yang dilakukan Donghae selama tiga hari ini.

“Shiro!tidak diangkat lagi!”ucap Donghae yang kemudian duduk disamping Siwon dengan wajah memelas.

“Ya…hyung mungkin dia sedang sibuk…”ucap Siwon.

“Tiga hari? Sibuk apa?”ucap Donghae yang terlihat semkain frustasi karena Hyo Soo.

Siwon terkekeh geli melihat tingkah Donghae yang seperti ini.

Hyo Soo POV

Aku langsung mematikan handphoneku begitu aku tahu dia meneleponku, shiro, aku tidak akan mengangkatnya karena aku sedang marah saat ini padanya, kenapa sih dia tidak jujur padaku tentang hal itu, aku malah tahu dari orang lain, apa dia tidak pernah memikirkan perasaanku.

“Onnie yang ini bagus tidak?”

“Ah…wae Yeon Ji-ya?”tanyaku pada Yeon Ji yang sedang menanyakan pendapatnya tentang baju yang akan dia beli. Aku dan Yeon Ji memang sedang jalan-jalan berdua,lebih tepatnya mengantar Yeon Ji belanja, namun sepertinya sejak tadi aku tidak terlalu focus membantunya memilih baju dan lebih banyak termenung, yak arena Donghae Oppa aku jadi begini >.<

“Ah..bagus..”ucapku begitu menyadari dia sedang menunjukan baju yang dia inginkan padaku.

“Ya..Onnie..kenapa sih kalian seperti ini semua..tidak Rae Onnie, Yong Soon..onnie juga..apa gara-gara mereka masih disana..isshh menyebalkan sekali..kalian jadi aneh tau!”seru Yeon Ji sambil meletakan baju itu ketempatnya dengan kasar dan menatapku sambil mengurucutkan bibirnya.

“Mianhe Yeon Ji-ya…aku memang sedang ada masalah dengan Donghae Oppa…mian…ayo dilanjutkan..”ucapku meminta maaf padanya karena sejak tadi aku tidak.fokus,dia masih menatapku kesal.

“Ara..ara..aku traktir makan dulu..kajja…”ucapku sambil menarik tangannya keluar dari toko itu dan mencari restaurant terdekat. Semoga saja moodnya akan berubah jika sudah makan.

**

“Onnie”panngil sebuah suara membuatku tersadar dari lamunanku, Yeon Ji kembali menatapku kesal, pasti dia marah karena aku tidak mendengarkannya lagi. Mianhe Yeon Ji-ya, aku banyak pikiran akhir-akhir ini karena Donghae Oppa.

“Mian Yeon Ji…”ucapku dengan pandangan merasa bersalah telah mengacuhkannya sejak tadi, dia mengembungkan pipinya kesal sambil mengaduk-aduk makan siangnya dengan tidak berselera.

“Memangnya Onnie dan Donghae Oppa kenapa sih?”Tanya Yeon Ji pada akhirnya sambil menatapku.

“Aniyo..tidak apa-apa..ayo habiskan makananmu..kita lanjut lagi.”ucapku sambil berusaha tersenyum padanya, aku memang tidak terlalu suka jika masalahku diketahui orang, sama seperti waktu itu, aku tidak mau mereka tahu karena aku ingin menyelesaikannya sendiri dan tidak mau mengkhawatirkan mereka, sekarang juga begitu, aku ingin menyelesaikannya sendiri tidak perlu ada yang tahu.

“Isshh..Onnie tidak pernah cerita nih”ucap Yeon Ji sambil mengembungkan pipinya kesal, aku tertawa kecil melihat ekspresinya itu.

“Aku baik-baik saja Yeon Ji ya..hanya masalah kecil dengan Donghae Oppa…kajja makannya..masih mau lanjut lagikan…”ucapku, dia mendesah pelan dan kemudian kembali menyuap makanannya.

Setelah itu aku kembali menemani Yeon Ji belanja dan sebisa mungkin aku tidak mengacuhkannya seperti tadi, jangan terbawa perasaan, ingatku pada diriku sendiri. Saat dia sedang mencoba pakaian, aku menunggunya diluar sambil menatap handphoneku yang belum aku hidupkan sejak tadi, sudah tiga hari menghindar darinya, benar-benar seperti anak kecil sih tapi…aku sangat kesal padanya yang berani-beraninya membohongiku, sudah tahu aku paling tidak suka dibohongi, kenapa dia malah seperti itu>.<. aku mendesah pelan.

“Onnie..ayo pulang”ucap Yeon Ji begitu keluar dari kamar ganti.

“Kau sudah selesai?”tanyaku padanya, dia mengangguk semangat sambil tersenyum dan kemudian dia berjalan untuk membayar belanjannya sementara aku mengikutinya di belakang.

Yeon Ji mengantarkanku sampai di depan rumahku.

“Gomawoyo Onnie sudah menemaniku seharian ini…”ucapnya begitu aku keluar dari mobilnya.

“Ne..josimhe…”ucapku padanya dan dia pun segera pergi. Aku berjalan masuk ke rumahku yang sangat sepi, lagi-lagi ayah sedang pergi keluar negeri, aku menaiki tangga menuju kamarku.

Aku membuka pintu kamarku dan melempar tas selempangku ke atas tempat tidur dan duduk dia atasnya, lagi-lagi aku mengambil handphoneku yang masih aku matikan, menghindar seperti ini terus juga tidak menyelesaikan masalah, mungkin dia punya alasan kenapa berbohong tapi tetap saja dia kan sudah janji tidak akan membohongiku tapi kenapa dia malah melanggarnya…

“Nappeun saram..”lirihku sambil menghidupkan handphoneku lagi.

Author POV

Yeon Ji baru sampai di depan rumahnya begitu handphonenya berbunyi, Yeon Ji buru-buru mengambil handphonenya di tasnya itu.

“Oppa wae?”tanyanya begitu mengangkat telepon yang ternyata dari Yesung.

“Aku baru sampai di rumah…”jawab Yeon Ji.

“Mwo?!shiro!Oppa yang jemput!”ucapnya lagi.

“OK..”jawab Yeon Ji lagi sambil tersenyum senang.

Dia kembali meletakkan handphonenya ke dalam tasnya dan langsung masuk ke dalam rumahnya.

Yeon Ji POV

Hari ini Yesung Oppa mengajakku ke Sukira melihat dia siaran dengan Teukie Oppa, wah aku senang sekali, diantara yeojachingu member Super Junior hanya aku saja yang tidak uring-uringan tentu saja karena Yesung Oppa tidak pergi kemana-mana dan malah akhir-akhir ini kami sering menghabiskan waktu bersama dibanding sebelumnya karena jadwal Yesung Oppa yang tidak terlalu padat akhir-akhir ini.

Aku memilih baju apa yang akan aku kenakan.

“Ah…yang merah saja..Yeppa kan suka warna merah..”ucapku sambil mengambil sebuah baju berwarna merah dari lemariku.

Tiba-tiba handphoneku berbunyi, ada sebuah sms masuk.

From: Yeppa

Aku sudah ada di depan

Sepertinya Yesung Oppa sudah di depan, aku pun segera mengambil tas selempangku dan berjalan keluar kamarku. Begitu aku membuka pintu rumahku, Yesung Oppa sudah berdiri bersandar di mobilnya menggunakan topi hitam dan kacamata hitam, aku senang Yesung Oppa sudah mengecat rambutnya jadi hitam lagi tidak seperti kemarin, dia menuruti perkataanku juga ternyata,hehehehe.

“Annyeong Oppa”ucapku sambil tersenyum padanya.

Dia melepas kacamatanya dan mengacak-acak rambutku.

“Kajja kita berangkat nanti Teukie hyung ngomel…”ucapnya, aku pun masuk ke dalam mobilnya.

“Oppa apa aku harus bilang aku sepupumu lagi..”tanyaku begitu Yesung Oppa mulai menjalankan mobilnya.

Dia menoleh padaku dan tersenyum tipis, selalu begitu, setiap Yesung Oppa mengajakku kemana-mana maksudku ke tempat seperti itu pasti aku harus mengaku sebagai sepupunya, harus seperti itu tapi kalau tidak seperti itu harus bagaiamana..jangan sampai orang-orang tahukan.

Aku tersenyum padanya.

“Gwenchana..aku senang bisa menemani Oppa..”ucapku.

**

“Wah sepupumu ikut lagi…Omo dia imut sekali..”ucap salah seorang staff wanita di Sukira begitu kami sampai, dia tersenyum padaku, aku membungkuk dan membalas senyumnya, selalu begini, untunglah mereka percaya kalau aku benar-benar sepupu Yesung Oppa.

Dari kejauhan aku melihat Teukie Oppa melambaikan tangannya pada kami.

“Kau datang berkunjung”ucap Teukie Oppa sambil tersenyum padaku.

“Ne Oppa..”jawabku kemudian duduk disampingnya.

Tak lama kemudian mereka sudah memulai siaran mereka, aku memperhatikan bagaimana lucunya tingkah kedua Oppaku itu tapi memang sepertinya kurang, tidak ada Eunhyuk Oppa. Hah aku jadi kangen dengan Oppadeul yang lain, semenjak mereka pergi aku benar-benar merasa dorm sangat sangat sepi, hanya tinggal berempat saja. Aku berharap mereka akan segera pulang selain karena kangen dengan mereka juga karena Onniedeulku yang menjadi snagat-sangat aneh sejak kepergian mereka ke Taiwan.

Author POV

“Dimana handphoneku?!aisshh!”ucap Yong Soon sambil mengacak-acak rambutnya frustasi begitu dia masih belum bisa menemukan handphonenya, kamarnya sudah sangat berantakan karena pencariannya tadi yang belum membuahkan hasil, Yong Soon baru sadar handphonenya hilang saat sampai di rumah dan setelah dicari-cari tetap tidak ketemu.

“Aigoo..ottohke??”keluhnya sambil terduduk di lantai kamarnya, dia takut kalau handphone itu benar-benar hilang, pasti dia akan di marahi habis-habisan oleh Kyuhyun dan lagi masalahnya adalah di dalam handphone itu ada fotonya bersama Kyuhyun, dia takut kalau handphone itu di temukan orang dan melihat foto itu.

“Matilah aku”ucap Yong Soon lagi sambil mengigiti bibir bawahnya. Wajahnya tampak sangat cemas dan dia tidak tahu harus bagaimana, dia juga takut kalau-kalau Kyuhyun meneleponnya atau mengirimkannya sms.

“Omo..wallpapernya masih fotonya..ottohke?”ucap Yong Soon lagi kali ini wajahnya tambah panic, dia lupa mengganti wallpapernya masih foto Kyuhyun.

“Ayo ingat Yong Soon..dimana kau meletakkan handphonemu..tidak mungkin hilang pasti terselip…”ucap Yong Soon pada dirinya sendiri sambil berpirikir keras dimana dia meletakkan handphonenya itu.

**

Rae Bin menatap handphonenya dengan tatapn bingung, dia ingin menelepon Eunhyuk tapi dia takut Eunhyuk sedang sibuk. Setelah beberapa saat berpikir akhirnya dia memutuskan untuk meneleponnya tidak peduli diangkat atau tidak.

Rae Bin menunggu telepon diangkat dengan perasaan harap-harap cemas. Wajahnya berubah senang begitu telepon diangkat.

“Rae-ya…waeyo?”Tanya Eunhyuk langsung begitu dia mengangkat teleponnya.

“Aniyo…apa kabarmu?”Tanya Rae Bin sedikit canggung, dia takut kalau malah menganggu Eunhyuk.

Eunhyuk POV

Aku berusaha menjawab telepon dengan nada biasa padahal aku sangat senang sekali karena Rae Bin mau meneleponku, padahal aku pikir dia tidak akan melakukannya dan harus selalu aku yang meneleponnya lebih dahulu ternyata ide Sungmin hyung yang bilang kalau jangan meneleponnya dahulu agar tahu siapa yang rindu duluan berhasil, dia pasti sangat rindu padaku.hehehehe. meski dia galak tetap saja tidak bisa dipungkiri dia begitu mencintaiku ^^

“Aniyo..apa kabarmu?”tanyanya sedikit canggung, aigoo, nae yeoja.

“Baik..kau?”tanyaku sesingkat mungkin, aku ingin tahu bagaimana responnya.

“Oh..keure..apa aku menganggumu?”tanyanya lagi, kali ini aku ingin tertawa bagaimana bisa Rae-ku yang selama ini selalu tampak cuek padaku ternyata begitu perhatian. Aku berdehem sebelum menjawab.

“Anni..”jawabku singkat lagi.

“Oh..sepertinya kau sedang sibuk..ya sudah…mian menganggumu…”

“Ya..ya…kenapa teleponnya mau ditutup..kita baru bicara 2 menit”ucapku menghentikannya sebelum dia menutup teleponnya, kenapa dia malah menutup teleponnya lebih dahulu?!aisshh bahkan dia belum bilang merindukanku >.<

“Kau sedang sibuk kan?”ucapnya lagi, yeoja ini >.<

“Rae-ya..paling tidak bilang ‘bogoshipoyo Hyukkie’ masa sudah menutup teleponnya..”ucapku sedikit kesal karena ternyata sama saja, dia tidak berubaha selalu seperti itu =.=”

“Bukannya kau sedang sibuk Hyukkie?jawabanmu saja singkat-singkat begitu”ucapnta, aisshh pasti dia marah karena aku menjawabnya seperti itu padahakan aku berusaha cool agar dia yang bilang duluan tapi ternyata yeoja-ku ini tidak mempan.

“Aisshhh..sudah seminggu lebih kita tidak bicara….kau tidak merindukanku,hah?!”ucapku kesal, aku mendengarnya terkekeh pelan.

“Ya…kau pikir seperti apa aku seminggu ini..seperti orang bodoh tau! Karena siapa? Karena ada namja bodoh yang tidak mau menelepon kekasihnya sendiri..sekarang siapa yang tidak rindu duluan”ucapnya.

Aku terdiam mendengarnya berbicara seperti itu, ternyata dia rindu padaku. Aku menghela nafas perlahan, senyum tersungging di bibirku.

“Jeongmal bogoshipoyo Rae-ya”ucapku pada akhirnya. Dia terdiam.

“Nado Hyukkie-ya…cepat pulang…”ucapnya dengan nada sedih.

“Ne..nae yeoja..aku akan segera pulang…cha..sekarang ceritakan apa saja yang kau lakukan seminggu ini…aku ingin tahu”ucapku.

“Mwo?!shiro!kau pikir telepon internasional itu murah Hyukkie bodoh!”

Ryeowook POV

Kenapa Je Ri belum memberikan kabar beberapa hari ini ya? Apa dia sedang sibuk? Bahkan tahu dia sudah pulang dari Rae noona, kenapa dia tidak memberitahuku. Beberapa hari ini juga smsku jarang di balas, kalaupun di balas sangat lama dan jawabannya juga hanya seperti itu saja. Ada apa dengannya ya? Kenapa dia berubah sejak pulang dari Busan? Apa karena dia bertemu teman lamanya itu? Aisshh anni aku harus percaya padanya.

Sebaiknya aku telepon saja,pikirku. Aku pun segera meneleponnya namun setelah kutunggu lama tidak diangkat juga, apa dia sangat sibuk sampai-sampai teleponku pun tidak diangkat? Maka aku pun beralih mengirimnya sms berharap dia akan segera membalasnya.

“Dasar yeoja bodoh!telepon tidak diangkat, sms tidak dibalas! Maunya apa sih yeoja bodoh itu!”ucap Kyuhyun yang langsung duduk disampingku sambil terus memperhatikan handphonenya, sepertinya dia memiliki kasus yang sama denganku.

“Kyu…wae?”tanyaku padanya yang tampak sangat kesal.

“Yeoja babo itu sama sekali tidak mengangkat telepon dariku atau membalas smsku hyung!isshh apa dia sedang selingkuh!lihat saja kalau benar begitu, akan kubunuh dia!”ucap Kyuhyun dengan tatapan membunuh, aisshh kenapa dongsaengku ini bisa sangat menyeramkan seperti ini. Untung kekasihnya itu Yong Soon yang memang tidak pernah takut padanya.

Kyuhyun bangkit dari duduknya dan menuju kamarnya, kalau Kyuhyun bisa marah seperti itu pada Yong Soon sedangkan aku, aku tidak bisa marah pada Je Ri, aku selalu yakin kalau dia punya alas an kenapa tidak mengangkat telepon atau membalas smsku, aku yakin dia tidak mungkin selingkuh, Je Ri tidak seperti itu, namun tidak aku pungkiri aku juga sedikit cemas, ottohke??

“Aku percaya padanya..aku percaya…”ucapku meyakinkan diriku sendiri namun entah kenapa bayangan Je Ri tertawa bersama temannya itu waktu di Busan kembali tergambar di pikiranku, sepertinya mereka sangat dekat satu sama lain, bagaimana ini???

Yong Soon POV

Aku benar-benar akan mati dibunuh namja bodoh itu, handphoneku tetap tidak aku temukan, bagaimana ini?? Semoga orang yang mengambilnya tidak melihat-lihat isinya, ya Tuhan aku takut sekali kalau sampai semuanya ketahuan, kenapa aku bisa begitu ceroboh.

Aku belum memberitahu namja bodoh itu, semoga dia tidak menelepon atau mengirimku sms tapi aku yakin dia pasti melakukannya dan pasti sekarang dia sedang kesal setengah mati padaku apalagi kalau aku bilang handphoneku hilang, dia akan langsung membunuhku T.T tapi kan ini semua juga bukan salahku sepenuhnya, sejak dulu aku tidak pernah mengisi handphoneku dengan fotonya dia yang selalu menyuruhku dan wallpaperku juga dia yang ganti. Aishh bagaimana ini?? Bilang tidak ya tapi kalau bilang matilah aku >.<

“Yong Son-ah…”panggil sebuah suara membuatku menegakkan kepalaku yang tertunduk di taman kampus. Ternyata Dong Gun yang memanggilku, dia sudah berdiri tepat di depanku sambil tersenyum.

Aku membalas senyumnya dengan senyuman tipis, sekarang aku sedang tidak mood untuk menyapa orang. Tanpa disuruh dia langsung duduk disampingku.

“Dong Gun-ah..waeyo?”tanyaku padanya.

Dia terlihat merogoh sesuatu dari dalam tasnya.

“Igo..”ucapnya sambil menyerahkan benda berwarna yang sejak kemarin aku cari benda yang akan menyelamatkanku dari pembunuhan yang akan dilakukan namja bodoh itu, aku membulatkan mataku tidak percaya aku bisa melihat benda kesayanganku itu, dengan segera aku mengambil handphoneku itu dan menatapnya senang, aku selamat! Tapi jamkaman kalau handphone ini ditemukan Dong Gun,jangan-jangan Dong Gun tahu…aku langsung menatap Dong Gun takut-takut dia akan langsung bertanya namun dia hanya menatapku dengan wajah bingung, aisshh apa sebentar lagi dia akan bilang.

“Kemarin handphonemu ketinggalan di kantin..aku sudah mencarimu ke kelas tapi kata Sae Ra kau sudah pulang…jadi mian aku baru mengembalikan hari ini…tapi tenang aku tidak melihat-lihat isinya kok..”ucapnya agak sedikit takut kalau-kalau aku mencurigainya melihat-lihat isi handphoneku.

Benar dia tidak melihat?? Ah syukurlah, selamat diriku ^^

“Ah..ne…gomawoyo…”ucapku sambil tersenyum senang juga lega.

“Kau suka Kyuhyun Super Junior ya?”tanyanya tiba-tiba membuatku langsung menoleh padanya, apa dia tahu?! Omo..ottohke??? aku menatapnya takut.

“Kau menggunakan wallpapernya makanya aku tahu tapi aku tidak melihat isi handphonemu kok..oh ya kemarin ada yang menelepon dan mengirimmu sms tapi tenang aku tidak melihatnya…”ucapnya lagi-lagi menjamin kalau dia tidak melihat isi handphoneku.

Semoga hanya karena aku menggunakan wallpapernya,untung aku sudah mengganti ringtone handphoneku bukan suara si bodoh itu lagi, kalau tidak pasti ketahuan.

“Oh ya…ini untukmu…”ucapnya lagi-lagi membuatku kaget karena kali ini dia memberikanku sebuah strap handphone chibinya namja bodoh itu, dia menarik handphoneku dan memakaikannya. Aku bingung harus menanggapi seperti apa.

“Gomawo Dong Gun-ah…”ucapku, dia tersenyum dan mengacak-acak rambutku,aku langsung kaget dia melakukan itu dan langsung saja dia melepaskan tangannya dari kepalaku dan menyentuh belakang lehernya sambil menunduk, sepertinya dia malu sudah melakukan hal itu, aku juga masih kaget dengan apa yang baru saja dia lakukan.

“Aku pergi dulu..annyeong…”ucapnya kemudian berdiri dan pergi, aku masih terpaku di tempaku mengingat kejadian yang baru saja terjadi, dia menyentuh kepalaku, Omo, tidak ada yang pernah melakukan hal itu kecuali namja bodoh itu.

Author POV

Sepulang dari siaran Sukira Yesung mengantar Yeon Ji pulang, namun di tengah jalan Yeon Ji meminta berhenti karena dia merasa lapar. Yeon Ji langsung membawa Yesung untuk makan di sebuah kedai jajangmyeon di pinggir jalan.

“Oppa..jajangmyeon disini enak loh..kita makan dulu ya..”ucap Yeon Ji dan Yesung hanya mengangguk, mereka masuk ke dalam kemudian memesan makanan dan minuman.

“Yeon Ji-ya..sejak kapan kau suka makan di tempat seperti ini?”tanya Yesung pada Yeon Ji yang biasanya tidak mau makan di tempat seperti ini.

“Sejak Cheon Dong mengajakku kesini dulu..”ucap Yeon Ji santai,Yesung langsung kaget mendengar jawaban Yeon Ji,lagi-lagi mantannya, pikir Yesung dalam hati.

“Oh..”ucap Yesung berusaha santai namun jujur dia sangat kesal karena Yeon Ji sering sekali mengungkit kisahanya dengan mantan-mantannya itu.

“Ayo dimakan Oppa..”ucap Yeon Ji santai sambil menyodorkan mangkuk jajangmyeon kedahapan Yesung,Yesung mengambilnya dengan tidak semangat.

Yesung POV’

Aku menatapnya yang masih saja makan dengan lahap, apa dia tidak tahu moodku sudah berubah menjadi jelek saat dia bilang kalau dia pernah kesini bersama Cheon Dong,mantannya lagi, kenapa dia selalu ingat apa-apa saja yang dia lakukan dengan mantan-mantannya itu dan parahnya dia selalu mengajakku ke tempat dimana dia pernah pergi bersama mantannya itu. Dasar anak kecil! Apa dia tidak tahu kalau aku tidak suka. Aisshh susah bicara dengan anak kecil seperti dia.

Aku mendesah pelan dan melanjutkan makanku, berusaha tidak terlalu memikirkan perkataan gadis dihadapanku ini.

“Oppa..habis ini ke taman dekat sini dulu yuk…”ucap Yeon Ji yang telah selesai memakan jajangmyeonnya, aku menaikkan alisku, kenapa dia ingin pergi kesana.

“Aku sudah tidak lama kesana Oppa..ayolah..jangan pulang dulu…”ucap Yeon Ji lagi dan aku menjawabnya dengan anggukan.

“Ayo..cepat habiskan manakannya Oppa…”ucap Yeon Ji sambil tersenyum senang. Benar-benar seperti anak kecil dia itu. Aku memakan dengan cepat jajangmyeonku,setelah itu dia langsung menarikku keluar tempat makan itu dan membawaku ke sebuah taman yang tidak terlalu ramai.

“Wah..sudah lama tidak kesini…”ucapnya sambil menikmati pemandangan taman ini.

“Memangnya kau pernah kesini?”tanyaku padanya.

Dia mengangguk dan tersenyum menatapku lalu dia mengalihkan padangannya ke air mancur yang tepat ada di depannya.

“Kapan?”tanyaku lagi, Yeon Ji tidak pernah cerita dia kesini. Aku berjalan mendekatinya yang sedang duduk di pinggir air mancur itu dan memainkan airnya.

“Dulu sama Jonghyun”ucapnya sambil terus memainkan air.

Aku langsung mengepalkan tanganku kuat-kuat, gadis ini selalu saja membuatku kesal,lagi-lagi mantannya. Apa sih maunya selalu bilang dia pernah kesini bersama Nickhun, pernah kesini bersama Thunder, pernah kesini bersama Jonghyun, terus saja nanti siapa lagi.

“Ya Yeon Ji-ya…bisa tidak kau tidak membicarakan mantan-mantanmu itu saat bersamaku atau mengajakku ke tempat kau pernah pergi bersamanya!”seruku. Yeon Ji menatapku bingung.

“Oppa..”panggilnya, dia masih tidak merasa bersalah juga rupanya.

“Aku tidak suka Yeon Ji-ya..kalau kau seperti itu terus lebih baik kita putus…”ucapku dan langsung pergi meninggalkannya, aisshh gadis itu selalu saja membuatku panas dengan ceritanya bersama mantan-mantannya itu, sekali-kali aku ingin memberinya pelajaran.

Author POV

Rae Bin baru saja keluar dari kamarnya ketika mendengar suara tawa Je Ri dari ruang depan, dia pun berjalan menuju ruang depan untuk melihat apa yang sedang Je Ri lakukan, dia melihat Je Ri sedang menelepon seseorang. Rae Bin memperhatikan Je Ri yang tertawa begitu lepas sambil bertelepon.

“Sedang menelepon Wookie-kah?”ucap Rae Bin sambil terus memperhatikan Je Ri,kemudian dia pun berjalan menghampiri Je Ri yang sedang duduk di sofa ruang tamu.

“Onnie..”ucap Je Ri kaget begitu melihat Rae Bin duduk disampingnya.

“Nnati aku telepon lagi..”ucap Je Ri di telepon kemudian menutup teleponnya, Rae Bin menatapnya heran.

“Kenapa dimatikan?dari Wookiekan…lanjutkan saja aku tidak akan menganggu..”ucap Rae Bin.

“Ah..aniyo..bukan dari Wookie Oppa..”jawab Je Ri.

“Lalu..nugu?”tanya Rae Bin lagi.

Je Ri tersenyum penuh arti dan membuat Rae Bin curiga.

“Ya..kau selingkuh?!”seru Rae Bin pada Je Ri.

“Aniyo Onnie..itu tadi JunHyun teman kecilku di Busan..sudah lama tidak bercerita dengannya…”jawab Je Ri.

“Ya..apa Wookie tau…jangan coba-coba selingkuh Choi Je Ri…”ancam Rae Bin.

“Arasso”ucap Je Ri.

“Oh ya..Wookie tidak meneleponmu seminggu ini?”tanya Rae Bin. Je Ri menjawabnya dengan gelengan.

“Mungkin dia lupa padaku..”ucap Je Ri kemudian langsung pergi dari duduknya dan berjalan menuju kamarnya, Rae Bin menatap kepergian Je Ri dengan tatapan bingung.

“Sedang bertengkarkah?”ucap Rae Bin.

**

Yong Soon sedang menatap strap handphonenya dan memainkannya sejak tadi, dia masih memikirkan sikap Dong Gun tadi. Saat ini dia sedang berada di sebuah kafe menunggu seseorang.

“Yongie-ya…wae?”tanya sebuah suara langsung duduk di kursi di depan Yong Soon yang sedang menelungkupkan kepalanya ke meja, Yong Soon langsung mendongak dan tersenyum pada namja yang sudah ditunggunya sejak tadi.

“Oppadeul oddie?”tanyanya pada namja dengan mata sipit itu.

“Kau kan hanya sms padaku…memangya yang lain juga?”tanya namja itu.

“Ya..Junho Oppa maksudku semuanya juga ikut..aku mau irit pulsa..aku tahu kalian sedang bersamakan makanya hanya Oppa saja yang aku sms..”jelas Yong Soon, Junho hanya bisa nyengir merasa dia telah salah sementara Yong Soon mengembungkan pipinya kesal, dia ingin semuanya berkumpul tapi malah hanya Junho yang datang.

Tiba-tiba mata Junho menangkap sesuatu di handphone Yong Soon dan langsung mengambil handphonenya itu.

“Wah..dari Kyu hyung?”tanyanya pada Yong Soon.

“Cih..mana mungkin dari namja bodoh itu..ini dari temanku Oppa..”jawab Yong Soon sambil kembali mengambil handphonenya dari tangan Junho.

“Wah..wah..kau mau coba-coba selingkuh ya Yongie…”ucap Junho sambil menyipitkan matanya.

“Ya…dia hanya temanku Oppa..hanya teman..ara!sudah ah jangan seperti namja bodoh itu yang selalu menuduhku selingkuh, huh..aku menyuruh Oppa kesini bukan untuk menuduhku selingkuh!”seru Yong Soon dan Junho hanya bisa terkekeh pelan.

**

Donghae masih berusaha menghubungi Hyo Soo sejak dia sampai di dorm setelah selesai syuting, dia terus berusaha menghubungi Hyo Soo namun tidak diangkat juga, dia sudah frustasi menghadapi kemarahan gadisnya itu.

“Soo-ya..jebal angkat teleponnya..”ucap Donghae sambil kembali mencoba menghubungi Hyo Soo, saat dia pikir tidak akan diangkat ternyata Hyo Soo mengakatnya.

“Soo-ya..”ucapnya namun Hyo Soo tidak menjawab panggilannya.

“Soo-ya..mianhe..jeongmal mianhe…aku tidak bermaksud membohongimu…aku hanya takut kau marah karena ada adegan itu..aku tidak mau kau cemburu Soo-ya..mianhe..”jelas Donghae namun Hyo Soo tetap diam.

Donghae mendesah pelan.

“Soo-ya..jebal jangan marah lagi..mianhe..”ucap Donghae lagi dan lagi-lagi Hyo Soo tidak menjawabnya.

“Arasso..kalau kau marah kau boleh memakiku sekarang..terserah kau mau marah seperti apa padaku tapi jebal jangan pernah mendiamkanku…”ucap Donghae.

“Bogoshipo..”ucap Hyo Soo pada akhirnya.

“Soo-ya..kau tidak marah lagi?”tanya Donghae.

“Oppa tidak merindukanku?”Hyo Soo balik bertanya.

“Ah..ne tentu saja aku sangat merindukanmu princess..kau tahu tiga hari kau marah membuatku tersiksa…”ucap Donghae.

“Sebenarnya aku masih marah padamu Oppa..kau sudah membohongiku tapi…aku seperti anak kecil jika seperti itu terus…kau harusnya bersyukur Oppa aku sudah bersikap dewasa sekarang dan bisa langsung memaafkanmu sebelum Oppa minta maaf..”ucap Hyo Soo.

“Ne..ne..naui princess..jeongmal mainhe chagi..aku tahu princessku bukan orang yang suka ngambek…saranghae…”ucap Donghae sambil tersenyum senang, dia merasa lega karena gadisnya itu ternyata sudah tidak marah lagi.

“Nado saranghae oppa…jangan bohong lagi!”seru Hyo Soo mengingatkan Donghae.

KyuPOV

Yeoja bodoh itu benar-benar sudah membuatku kesal, sudah dua hari dia tidak mengubungiku sama sekali, sms tidak di balas telepon juga tidak diangkat, apa sih yang dia lakukan. Aku kembali menghubunginya semoga kali ini diangkat. Lihat saja kalau dia tidak mengangkatnya, akan kubunuh dia begitu aku ada kesempatan pulang! Apa dia tidak tahu aku sangat mencemaskannya akan pergi dengan namja-namja favoritnya itu.

Aku menunggu teleponnya di angkat, dia harus mengangkatnya kali ini.

“Wae?”tanya gadis itu, cih akhirnya dia mengangkat teleponku juga.

“Ya!kemana kau dua hari ini?!kenapa tidak membalas smsku,hah!”seruku padanya.

“Aku sibuk..sangat sibuk”jawabnya dengan menekankan kata-kata sibuk, hanya itu jawabannya, sibuk?sesibuk apakah dia sampai-sampai tidak mengangkat teleponku.

“Oh sibuk ya Cho Yong Soon..sibuk apa? Pergi dengan namja-namja favoritmu itu,hah!”seruku lagi.

“Ne..sekarang saja aku sedang bersama Junho Oppa”ucapnya sambil menekankan kata-kata Junho, cih dia menantangku rupanya. Dasar yeoja bodoh!

“Mwoya?!jangan bercanda Yongie babo!”ucapku.

“Aku tidak bercanda Tuan Cho babo..Junho Oppa katakan sesuatu pada namja bodoh ini…”ucapnya dan benar aku mendengar suara Junho disitu yang sepertinya tidak mau berbicara denganku, cih gadis itu, ternyata benarkan dia selingkuh,aku mengepalkan tanganku kuat-kuat, kenapa gadis itu senang sekali membuatku cemburu.

“Cha..kau percaya Tuan Cho babo…”ucapnya lagi.

“Mati kau Cho Yong Soon!”ancamku padanya.

“Ya…aku sudah jujurkan padamu kalau aku pergi dengan Junho Oppa..lebih baik mana aku bilang atau tidak..lagipula aku ada urusan penting dengannya…jadi nanti saja teleponnya..annyeong..”ucapnya kemudian langsung menutup teleponnya.

“Isshh dasar yeoja babo!apa-apaan dia!”seruku sambil melempar handphoneku ke atas tempat tidur.

“Lihat saja nanti!”

Advertisements

7 thoughts on “FF: Our Secret Part 19

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s