FF: Our Secret Part 18

Part 18

Cast       :

1.  All of Super Junior member as theirselves

2. Choi Yong Soon

3. Choi Yeon Ji

4. Shin Rae Bin

5. Choi Je Ri

6. Min Hee Yeon

7. Shin Hyo Soo

Genre   : Friendship, Romance, something that doesn’t make sense..kekekeke~

Rating   : General *can be changed..it’s up too author  about what their story will be made ^^*

Disclaimer           : Kyuhyun belongs to Choi Yong Soon, Yesung belongs to Choi Yoon Yang, Eunhyuk belongs to Shin Rae Bin, Hangeng belongs to Min Hee Yeon, Donghae belongs to Shin Hyo Soo, Ryeowook  belongs to Choi Je Ri and the rest it’s up to you..kekekeke~

*Shin Rae Bin*

Author POV

Sekarang semua kondisi telah kembali seperti sedia kala. Setiap member harus kembali fokus di dunia entertain. Terutama bagi seluruh member yang tergabung dalam SUJU M, mereka harus ekstra kerja keras untuk promo album yang kemarin sempat tertunda pelauncingannya.

Yaah,, tanpa dipungkiri selalu saja ada masalah yang menimpa kehidupan pribadi para member.

Ryeowook yang harus rela kembali ke Seoul meninggalkan Je Ri sendiri di sana. Kalau dipikir-pikir Je Ri disana tidak sendiri karena ada appa dan eommanya namun yang menjadi masalah baginya yaitu keberadaan Jun Hyun. Ryeowook takut Je Ri bertindak yang tidak-tidak selama ia tidak ada disamping Je Ri.

**

Kehadiran Zhoumi dan Henry ke Korea sangat disambut oleh para yeojachingu member, terutama Hee Yeon. Ia sangat menantikan kedatangan Henry yang akrab dipanggil Mochi olehnya. Semuanya sudah mengetahui kedekatan Hee Yeon dengan Henry, tak terkecuali Hankyung.

“Mochi..” teriak Hee yeon menghambur memeluk henry,  ketika Henry memasuki dorm.

“Hee Yeon~ah.” Henry membalasnya.

“Na jeongmal bogoshipo.”

“Na do.”

“Kajja, yang lain ada di dalam.” Ajak Hee Yeon kepada Zhoumi dan Henry.

“Ne.” Henry mencubit pipi chubby Hee Yeon dan masuk kedalam dorm.

**

Yesung harus rela mengecat kembali rambutnya seperti warna semula karena Yeon Ji yang terus merajuk padanya.

“Osso oesoyo.” Ujar pemilik salon. “Ah, Yesung~ssi.” Sapa pemilik salon yang akrab disapa Rance oleh Yesung.

“Ne, annyeong.” Sapa balik Yesung menundukan sedikit kepalanya.

“Wae gudae? mau ubah gaya rambut lagi? Seperti baru beberapa hari kau menggunakan gaya seperti itu.”  tanya rance bingung melihat kedatangan Yesung.

“Ne, Yeon Ji terus saja marah padaku gara-gara warna rambut ini. aku ingin mengubahnya menjadi warna hitam seperti biasanya.” Keluhnya.

Rance hanya terkekeh mendengar eluhan Yesung. Yah, Rance adalah satu-satunya orang luar selain para member yang mengetahui hubungan Yesung dengan Yeon Ji.

“Ne arra. Aku buat rambutmu seperti sedia kala.” Ucap Rance menyanggupi.

“Sepi juga sehari tanpa ocehanmu  Yeon Ji~ya.” Guman Yesung.

**

Hari ini dorm sangat ramai karena kehadiran Zhoumi dan Henry. Tetapi keramaian tak hanya ditimbulkan karena menyambut kedatangan 2 member SJM itu melainkan dari perdebatan yang diberasal dari Rae Bin dan Eunhyuk. Sejak tadi pagi Rae Bin tak henti-hentinya melakukan penganiayaan kepada Eunhyuk karena menurutnya hari ini Eunhyuk selalu melakukan sesuatu yang membuatnya naik darah.

BUG.. PLAK..

“Aiissshhh…” Eunhyuk meringis kesakitan setelah Rae Bin melemparnya dengan buku super tebal milik Eunhyuk yang berada di atas meja dikamarnya yang tepat mengenai keningnya..

“Ya chagi wae? Kenapa hari ini kau senang sekali menyiksaku? Belum habis rasa sakit gara-gara gigitanmu, cubitanmu sama cakaranmu ini sekarang aku sudah diserang sama buku setebal ini.” Eunhyuk menjinjing bukunya yang digunakan untuk memukulnya. “Lebih baik kau seperti kemarin deh, jadi aku tidak merasakan penyiksaan seperti ini.” eluhnya.

Rae Bin terus menatapnya dengan tatapan membunuh. Eunhyuk tak menyadari tatapan itu. Ia terus saja menggumam sambil mengelus keningnya yang sakit.

“Ya Lee Hyuk Jae.” Panggil Rae Bin dengan nada mematikan.

Eunhyuk mengarahkan matanya melihat Rae Bin. “Wae?” jawabnya.

BUG

Lagi-lagi Rae Bin melempar sesuatu yang tepat mengenai seluruh muka Eunhyuk. Kali ini Eunhyuk geram melihat Rae Bin yang seenaknya menyiksa dirinya tanpa alasan yang jelas.

“Ya.. Shin Rae Bin, apa-apaan kau ini, seenaknya saja menyiksaku seperti itu.” Eunhyuk hilang kesabaran. Nada suaranya meninggi dan memberi penekanan pada nama Rae Bin.

“Seharunya aku yang bertanya padamu. Untuk apa kau mengumpulkan ini semua.” Tunjuknya pada sekumpulan majalah yadong yang ditemukan Rae Bin didalam laci buffet dibawah tumpukan kertas-kertas musik.

Mata Eunhyuk membulat melihatnya. “Chogi.. Keugae.. emmm.. itu.. itu..” dengan terbata-bata Eunhyuk mecoba memberikan penjelasan.

“Haaaahhh.. kelamaan ngomongnya. Ikut aku!” Rae Bin menarik telinga Eunhyuk untuk ikut dengannya keluar kamar.

“Ah.. aa.. aa.. apayo chagi.. appo.” Lagi-lagi Eunhyuk meringis kesakitan.

Sekeluarnya mereka dari dalam kamar, semua mata langsung tertuju pada atraksi yang sedang Rae Bin dan Eunhyuk lakukan.

“Hyung, Eunhyuk hyung kenapa?” tanya Moci bingung pada Leeteuk.

“Sudah jangan pedulikan mereka paling juga masalah majalah yadong yang ketahuan Rae Bin.” Jelasnya. Mochi hanya menggelengkan kepalanya.

**

“Hatcchhhiiiiiii.. hattchhiiii.. hattcchhiiiii..”

Sudah tak terhitung berapa banyak tissue yang Yong Soon buang untuk membersihkan hidungnya dari lendir-lendir yang mengganggu pernafasannya.

 

“I’m gonna be ok, gonna be ok, I’ll be ok, gonna be ok

Baby without you, baby without you”

Yong Soon mengambil ponselnya yang berbunyi. Ia melihat nama pada layar ponselnya.

‘Cho Babo calling’

“ngapain si baboitu meneleponku? Mau mengajakku perang lagi?”

Klik.

Yong Soon mengangkat teleponnya. “Wae?” sambutan ketus langsung ia keluarkan.

“Ya, ada apa dengan nada bicaramu? Kasar sekali.”

“Aniya, wae?”

“Datangkah kau….” “huatchhiii.. hattcchiiii… hhaattcchhmmbbruummm..” kata-kata Kyuhyun terputus karena suara bersin Yong Soon.

“Sreek..ah, mi.. Mian sreeek. *narik ingus ceritanya hhe*” ujarnya. “Tadi kau ngomong apa?” tanyanya.

“Ya kau sakit?” tanya balik Kyuhyun tanpa menjawab pertanyaan Yong Soon.

“Aniya hanya flu berat saja.” Elaknya.

“Flu berat kau bilang saja? Dasar Yongie babo. Kau sudah makan? Kalau belum cepat makan. Jangan keluar rumah dahulu,cuaca diluar sedang buruk bisa-bisa flumu tambah parah. Tetap dirumah aku akan kesana membawakan obat untukmu.” Kyuhyun langsung menutup teleponnya dan bergegas pergi ke apotek.

Yong Soon terbengong sambil menatap ponselnya. “Ada apa dengan anak itu, tumben sekali bersikap sepanik itu. ck ck ck dasar Cho babo, selalu saja sulit ditebak.” Yong Soon tersenyum kecil membanyangkannya.

**

Kisah romantika antara Donghae dan Hyo Soo tidak pernah ada habisnya. Ditambah lagi setelah kunjungan kepada keluarga masing-masing, hubungan mereka bertambah erat dan semakin romantis. Tiada hari tanpa kata-kata puitis yang disuguhkan Donghae. Seperti yang terjadi pada hari ini. Suguhan lemon tea dengan seikat mawar merah dan dua lembar roti panggang berselaikan coklat berbentuk hati tertata indah dimeja makan rumah Hyo Soo.

Hyo Soo yang baru saja bangun dari tidurnya terkejut melihat suguhan di atas meja yang begitu cantik. Ia ambil dan diciumnya mawar merah tersebut kemudian ia mengambil sepucuk note yang ditinggalkan Donghae untukknya.

Morning my princess,

Ini sarapan untukmu semoga kau suka.

Mian aku tudak bisa menemanimu sarapan pagi ini.

Teukki hyung meneleponku, meminta untuk segera kembali karena ada pengumuman penting untuk SJM.

Tetapi roti hati itu akan menggantikanku menemanimu sarapan.

Aku tunggu kau di dorm.

 

Hyo Soo tersenyum tipis. “Dasar Hae oppa selalu saja membuat kejutan-kejutan seperti ini untukku.”

**

Minggu pagi semua anggota Super Junior beserta yeojachingu mereka berkumpul diruang tengah dorm. Leeteuk akan memberikan penguman jadwal untuk group mereka beserta sub groupnya.

“Sudah berkumpul semua?” tanya Leeteuk sambil menghitung jumlah orang yang ada disana.

“Belum hyung. Kyuhyun tidak ada.” Jawab Sungmin.

“Kemana anak itu?” tanya Kangin.

“Tadi setelah menelepon Yong Soon ia bergegas pergi. Katanya sih ke apotek hyung.”

“Hah? Siapa yang sakit?” tanya Heechul ikut nimbrung.

“Yong Soon sakit oppa, gara-gara kemarin dia main air sama Kyuhyun.” Jelas Yeon Ji.

“Aiishh,, memang cocok. Sama-sama penyakitan.” Celetuk Yesung.

Plak

Yeon Ji memukul kepala Yesung. Yesung hanya meringis kesakitan. Member yang lain sedikit acuh melihatnya.

“Ya~ Yesung hyung, kau ganti warna rambut lagi?” tanya Eunhyuk yang baru menyadari perubahan warna rambut Yesung.

“Ne. Yeon Ji terus-terusan ngambek padaku, jadinya aku ganti saja.” Paparnya. Yeon Ji hanya tersenyum senang.

“Sudah.. sudah kita mulai saja. Biar Kyuhyun nanti aku jelaskan belakangan.” Leeteuk menengahi.

“Mengenai jadwal comabacknya SJM. Sudah ditetapkan tanggalnya. Aku juga sudah memegang beberapa jadwal lain yang kan dilakukan oleh beberapa member lainnya. Aku juga meminta bantuan kepada member SJM untuk membantu Sungmin dan Eunhyuk yang sekarang menjadi bagian dari kalian. Bantu mereka terutama dalam berkomunikasi disana. Baiklah aku akan menjabarkan jadwal kalian. SJM akan memulai comebacknya dua minggu lagi tepatnya tanggal 25. Negara pertama yaitu china kemudian kalian langsung ke Taiwan untuk promosi disana juga. Jadi kalian masih memiliki waktu beberapa hari untuk berlatih.” Disaat seperti ini para member bisa melihat sisi kepemimpinan seorang Park Jung Soo. Sisi yang sangat jarang ditemukan orang lain selain mereka.

“Untuk kalian..” tunjuk Leeteuk pada Donghae dan Siwon. “Kalian sudah diminta untuk membintangi sebuah film di Taiwan. Film akan dirilis setelah kalian launcing album disana. Proses pembuatan film selama 2 bulan dan untuk member yang lain ada beberapa jadwal lainnya, Zhoumi, Kyuhyun, Eunhyuk membintangi beberapa iklan product disana. Henry, Sungmin dan Ryeowook akan menjadi bintang tamu di beberapa radio disana. Untuk keseluruhan akan mengisi di beberapa acara juga, otomatis semua member SJM akan berada di taiwan selama 2 bulan.”

“2 bulan? Selama itu aku tidak akan bertemu  Je Ri? Aiisshhh kenapa harus selama itu. sekarang saja aku sudah khawatir meningalkannya di Busan walaupun itu ada orang tuanya bagaimana dengan nanti sepulangnya dari Busan? Apakah namja itu akan ikut dengan Je Ri kesini yah?” gumam Ryeowook dalam kegelisahannya.

“MWO 2 BULAN?” seru Rae Bin, Hee Yeon dan Hyo Soo yang baru saja datang secara bersamaan. Semua mata member lain langsung mengarah kepada mereka.

Hyo Soo langsung mengutarakan protesnya. “2 Bulan? Kenapa lama banget?”

“Hyo Soo? Waseo?” sapa Donghae mencoba menenangkan Hyo Soo. “Iriwa.” Pinta Donghae, menyuruh Hyo Soo untuk duduk disampingnya.

“Oppa kenapa harus selama itu?” protes Hyo Soo lagi.

“Begini chagi.. “ Donghae mencoba menjelakan kepada Hyo Soo.

Selagi Donghae menjelaskan kepada Hyo Soo. Eunhyuk memperhatikan ekpresi yang terpancar dari wajah Rae Bin.

Wajah Rae Bin tertunduk lemas. Ia memang menyembunyikan semua ekspresi dalam dirinya. Walaupun demikian Eunhyuk mengetahui setiap perubahan yang terjadi pada Rae Bin.

“Chagi.” Panggil Eunhyuk.

Rae Bin mendongakkan kepalanya menatap Eunhyuk. “Wae?” jawabnya sambil tersenyum.

“Gwencahana.” Ujar Rae Bin. Belum Eunhyuk menanyakan kondisinya, ia sudah menjawabnya seperti sudah mengetahui isi pikirannya.

“Rae~ya..” Eunhyuk menatap sedih wajah kekasihnya itu. “Nan gwenchana Lee Hyuk Jae. Ini sudah menjadi resiko untukku menjadi kekasihkmu.” Senyum dipaksakan itu muncul dari bibir tipisnya.

Disisi lain, Hee Yeon dan Hankyung sedang mempermasalahkan hal ini juga.

“2 bulan Hannie.” Suara Hee yeon melemah.

“Hanya 2 bulan Haneul. 2 bulan itu sebentar. Percaya padaku. Selama aku disana takkan lepas satu detikpun untuk menguhubungimu chagi.” Hankyung mengelus lembut rambut Hee Yeon.

“itu tak mungkin Hannie. Kau pasti akan sangat sibuk disana. Bagaimana bisa setiap detik kau terus menghubungiku. Bisa-bisa tugasmu terbengkalai.” Hee yeon menunduk lemas.

“Ani chagi,, ani,, yaksokhe.”

“Jinca?” Hee Yeon mengulurkan jari kelingkingnya sebagai pertanda perjanjian mereka.

Heechul, Kangin dan Shindong hanya menggelengkan kepala melihat beberapa namja itu berusaha memberikan penjelasan kepada yeoja mereka masing-masing. Tak sengaja Kangin melirikkan matanya kepada pasangan JiSung.

“Yeon Ji~ya, kau tidak ikut-ikutan ngambek seperti yang lain?” tanya Kangin.

Yeon Ji tersenyum senang. “Aniya oppa. Untuk apa ikut-ikutan mereka orang yeppaku akan terus ada disini kok.”

“Aku bersyukur hyung tak ikut masuk SJM, jadi tak usah pusing-pusing seperti mereka.” ucap Yesung pada Kangin.

“Aku mengerti perasaan kalian tapi yang mereka lakukan diTaiwan selama 2 bulan ini juga demi kalian. Mereka mengumpulkan uang juga untuk kalian jadi aku harap kalian bisa mengerti dan berhenti bersikap seperti anak kecil seperti ini.” Leeteuk membatu Eunhyuk, Donghae dan Hankyung membujuk yeojachingu mereka. mendengar kata-kata Leeteuk sekejap tak ada satu katapun yang terucap dari mulut Hee yeon, Rae Bin maupun Hyo Soo.

Disaat Semua member tengah mengadakan rapat kecil Kyuhyun justru dipusingkan dengan mengurus Yong Soon yang tengah sakit. Sesampainya Kyuhyun di kediaman Yong Soon sekejap Yong Soon berasa bak seorang putri yang dilayani segala keperluannya.

“Sudah kau minum obatnya?” tanya Kyuhyun ketika memasuki kamar Yong Soon seusai mencuci semua piring yang menumpuk di dapur.

“Sudah.” Jawabnya singkat. Kyuhyun meletakkan punggung tangannya pada kening Yong Soon mengukur derajat tubuhnya.

Ia memicingkan matanya. “Emmm.. tidak panas. Untunglah.”

Yong Soon menepiskan tangan Kyuhyun dari keningnya.

“No.. sakit sama sehat sama saja galaknya. Aku pikir jika kau sedang sakit sikapmu bisa melembut sedikit.. ternyata sama saja.”

“Jangan harap tn.Cho babo. tidak akan ada perubahan padaku mau sakit atau sehat. Lagipula tumben sekali sikapmu seperti ini padaku. ah arra, kau pasti merasa bersalah padaku kan?karena gara-gara ulahmu aku jadi sakit seperti ini. Makanya kau bersikap seperti ini padaku. ia kan?” tuduh Yong Soon.

“Ya, enak saja kau. Memangnya salah aku berbuat baik pada pacarku sendiri apalagi dia sedang sakit seperti ini.”

“Aiisshhh,, gojitmal. Kau tidak bisa berbohong dengan cara berbuat manis seperti ini padaku Cho Kyuhyun.” Tegas Yong Soon.

Tiba-tiba ponsel Kyuhyun berbunyi. Kyuhyun mengambil ponselnya yang berada di meja sebelah tempat tidur Yong Soon.

“Ne hyung.” Ujar Kyuhyun mengangkat telepon.

“Chigeumnyo?” tanya Kyuhyun dengan nada kecewa.

“Tapi hyung Yong Soon sedang sakit.”

“An ne arraso hyung.” Kyuhyun menutup telepon dengan raut wajah sedih.

“Wae?” tanya Yong Soon khawatir.

“Teuki hyung menyuruhku kembali sekarang ada yang ingin dibicarakan padaku.” jelas Kyuhyun.

“Ya sudah kembalilah.”

“Tapi kau? Kau sedang sakit siapa yang akan mengurusmu nanti?”

“Aku cuma flu Kyu, tak ada hal yang perlu di khawatirkan.” Kali ini Kyuhyun benar-benar khawatir. Ia paham betul kondisi Yong Soon, sakit apa saja yang idapnya tak bisa di anggap sepele, dari sakit ringan seperti ini lah sakit yang parah bisa suatu saat menyerangnya. Sepintas ia memang terlihat kuat namun pada nyatanya kondisinya sangat lemah .

“Ne arra,, keunde..” Kyuhyun menggantungkan kata-katanya. Ia berfikir sejenak. Mencari cara agar Yong Soon tak sendirian.

Tiba-tiba Kyuhyun tersenyum evil. “Aku tahu, cepat ganti baju dan siapkan beberapa baju. Janga lupa bawa baju hangat juga.”

Yong Soon menautkan kedua alisnya. “Untuk apa Kyu?”

“Kau tinggal di dorm bersamaku.” Senyum Kyuhyun merekah.

“Mwo? Tinggal di dorm? Sireo, aku gak mau.”

“Jangan menolak. Cepat rapikan, kali ini kau harus menurut padaku, aku tak mau kejadian dahulu terulang lagi.”

Yong Soon terdiam menatap Kyuhyun.

Cuuppp..

Yong Soon mengecup sekilas pipi Kyuhyun kemudian pergi menyiapkan barang-barangnya. Kyuhyun tersenyum melihat tingakh Yong Soon.

@ Busan

“Je Ri,, ada Jun Hyun.”  Teriak eomma Je Ri dari luar.

“Ne eomma.” Sahut Je Ri dari dalam kamar. “Oppa, nanti lagi ku telepon, ada Jun Hyun datang. Annyeong.” Je Ri menutup telepon dari Ryeowook dan segera mengahmpiri Jun Hyun.

“Mian lama Jun Hyun.”

Jun Hyun tersenyum. “ Ne gwenchana.”, “Kita berangkat sekarang?”

“Ne.” Je Ri dan Jun Hyun hari ini berencana untuk pergi ke taman hiburan yang berada di Busan. Semenjak pindah ke Seoul, ia jadi jarang pulang ke Busan dan pergi ke tempat itu. Taman hiburan adalah tempat favoritnya ketika kecil.

Tak membutuhkan waktu yang lama untuk sampai disana. Dengan bermodalkan sepeda motor ia menempuh waktu 20 menit untuk sampai disana.

Mata Je Ri berbinar ketika menginjakkan kakinya lagi disana. Ia menghambur untuk menaiki permainan yang ia suka, Jun Hyun mengikutinya dari belakang. Jun Hyun pun tersenyum senang melihat Je Ri senang seperti itu. Je Ri bahkan bisa melupakan sejenak sosok Ryeowook dalam pikirannya.

Disaat Je Ri sedang bersenang-senang, Ryeowook justru larut dalam kecemburuannya. ia sudah menyiapkan diri dan menyisakan sedikit ruang dihatinya untuk sakit hati yang mungkin saja ia rasakan.

Ditengah-tengah Je Ri merasakan kegembiraan, ia mendapatkan kabar yang mengagetkan dari Ryeowook yang mampu membuat ekpresi wajahnya berubah 180 derajat.

Jun Hyun menyadari perubahan raut wajah Je Ri setelah ia membaca pesan di ponselnya.

“Je Ri~ya, wae?” tanya Jun Hyun khawatir. Perlahan Je Ri meneteskan air matanya.

“Je Ri~ya, kenapa menangis? Ada apa katakan padaku.” desak Jun Hyun. Namun Je Ri tak mengeluarkan sepatah kata pun. Jun Hyun geram dan mengambil ponsel Je Ri, membaca sendiri isi pesannya.

From: Nan chagiya

Chagiya,,

Mungkin kau sedang bersenang-senang disana bersama temanmu itu..

Walaupun aku disini khawatir akan keakrabanmu dengannya, tapi aku senang bila kau senang disana.. sepertinya kau juga sangat senang berada disana, apalagi kau bisa bersama teman lamamu,, ia kan?

Ada hal yang ingin ku katakan padamu,,

2 minggu lagi aku akan berangkat ke China untuk launcing album SJM yang baru, setelah itu akau ke Taiwan untuk promosi disana juga. Dan aku akan tinggal di Taiwan selama 2 bulan.

Aku sengaja memberi kabar ini tidak melalui telepon.

Aku tak mau menganggu waktumu bersenang-senang dengan Jun Hyun.

Aku merindukanmu. Selamat bersenang-senang.

 

Jun Hyun terdiam sejenak ketika setelah membaca pesan dari Ryeowook. Sedangakn Je Ri terus mengeluarkan air matanya. Ada perasaan bersalah dalam hatinya. Jun Hyun mendekap tubuh mungil Je Ri untuk menenangkannya.

“Pulanglah.”

Je Ri mendongakkan kepalanya dan menghapus air matanya.

Jun Hyun melepaskan dekapannya, kedua tangannya memegak dua bahu Je Ri. “Pulangalah sebelum ia berangakat.” Ujarnya. “Jelaskan padanya bahwa kita hanya berteman, tidak perlu ada yang dikhawatirkan. Aku akan mengantarmu.”

Je Ri tersenyum dan kembali memeluk Jun Hyun. “Gomawo.” Ucapnya.

@ Dorm

Kyuhyun POV

Aku senang hari ini Yong Soon mengikuti kata-kataku. Aku membawanya untuk tinggal sementara waktu di dorm hingga kondisinya pulih.

Sesampainya di dorm, kulihat semua member tengah berkumpul diruang tengah.

Aku dan Yong Soon Saling melihat satu sama lain.

“Aku pulang.” Kataku mengucapkan salam.

“Yong Soon~ah.” Sambut Yeon Ji ketika melihat Yong Soon datang bersamaku.

“Hei.” Sapanya.

“Katanya kau sakit? kok malah kesini?” tanya Yeon Ji.

Yong Soon tersenyum. “Kyu menyuruhku tinggal disini untuk beberapa waktu sampai kesehatanku pulih.”

Yeon Ji langsung melayangkan pandangan menuduh. “No, tidak mau berbuat yang macam-macam dengan ometku kan?”

“Ya~jaga kata-katamu. Mana mungkin aku melakukan sesuatu yang tidak-tidak pada kekasihku sendiri. Michyeo so.” aku meninggalkan Yong Soon bersama Yeon Ji.

“Yeon Ji, ajak Yong Soon kesini biarkan dia istirahat dulu.” Perintah Hee Yeon.

“Ne eonni.” Jawabnya. “Kajja Yong Soon~ah.”

Aku duduk diantara hyung-hyungku. Sepertinya mereka sudah berkumpul dari tadi. Hemmm.. ada berita apa yah? Sepertinya serius.. terlihat dari raut wajah mereka.

“Ada apa hyung?” tanyaku pada Teukki hyung. Aku mendengarkan setiap kata-kata yang keluar dari mulut Teuki hyung. Tapi adakata-katanya yang membuatku kaget. 2 minggu lagi ke China? 2 bulan di Taiwan? 4 hari fokus latihan? Apa-apaan ini? bagaimana aku bisa mengurus Yong Soon?

Aiiissshhhhh… aku mengacakacak rambutku, frustasi. Bagaimana ini? Yeoja itu pasti senang ditinggal lama olehku, jadi dia bisa dengan leluasa bertemu dengan anak-anak 2PM. Aarrrggghhh.. aku kembali mengacak-acak rambutku.

Hee Yeon POV

Hannie sudah berjanji akan terus menghubungiku ketika ia berada di China dan Taiwan. Yah,, aku tahu kurang lebih 2 bulan lebih mereka akan meninggalkan Korea, tetapi tetap saja akan menjadi sesuatu yang sangat berbeda ketika Hannie tidak ada di sisiku. Tapi.. benar yang dikatakan Teukie oppa, yang Hannie lakukan saat ini, untuk aku dan dia juga pada akhirnya.

Aku menghampiri Rae Bin dan Hyo Soo yang sepertinya masih sedikit sedih akan berita ini. terutama Rae Bin, ia terlihat sangat sedih. Aku tahu apa yang ia rasakan. Baru saja ia mendapatkan kembali keceriaannya. Aku harus bisa meyakinkan mereka.

Aku mendekati Rae Bin yang sedang duduk di meja makan dan duduk disampingnya.

“Jangan sedih, coba kau fikir kembali. Untuk siapa hasil dari semua jerih payah ini? pada akhirnya juga untukmu Rae~ya, aku juga sedih sama sepertimu dan Hyo Soo namun setelah mendengar kata-kata Teukki oppa, aku sadar. Semua yang mereka lakukan itu untuk kita. Untuk masa depan kita juga. Seharusnya kau memberinya semangat jangan bersedih seperti ini. buatlah dia tenang, tidak khawatir dengan keadaanmu, agar dia cepat menyelesaikan semua tugas-tugasnya dan kembali lagi kesini dengan cepat.” Rae Bin terlihat berfikir mencerna setiap kata-kata yang keluar dari mulutku. Ia menyandarkan kepalanya dibahuku dengan sedikit meneteskan air mata. Ku usap lembut rambutnya. Ditinggal seperti ini saja dia sudah sedih begini gimana ditinggal wamil nanti? Aku sedikit menggelengkan kepala.

Aku pun melakukan cara yang sama untuk menghadapi dan Hyo Soo. Namun untuk Hyo Soo aku sedikit susah untuk memberinya keyakinan. Ini semua akibat ulah Donghae oppa yang selalu membelainya dengan sejuta kata-kata romantisnya. Semua itu membuat Hyo Soo susah untuk ditinggal jauh oleh Donghae oppa. Namun akhirnya aku mampu untuk meyakinkannya juga.

Haahhh.. aku lega, akhirnya mereka tidak sedih lagi. Justru kini mereka bersemangat sekali untuk menyiapkan segala kebutuhan namjachingu mereka. ckckckck… mereka itu lucu, aku menggeleng sambil terkekeh.

Aku berjalan menuju dapur, berniat menghampiri Hannie setelah menemui Hyo Soo di kamar Donghae oppa. Namun langkahku berhenti ketika melihat Wokkie oppa duduk sendiri di sofa ruang tengah dengan raut wajah yang sedih. Ah.. Je Ri, aku hampir lupa dengan anak itu. apakah dia sudah tahu tentang kabar ini?

Aku menghampiri Wokkie oppa dan duduk disebelah kanannya. Sepertinya dia lagi memikirkan Je Ri, samapi-sampai tidak sadar dengan kedatanganku.

Kutepuk bahunya. “Ah, Hee Yeon~ah.” Ucapnya sedikit terperanjat.

“Wae oppa? Mukamu kusut.” Kataku to do point.

“Ani, hanya sedang merenung saja.” Jawabnya datar.

Aku yakin pasti ada hubungannya dengan Je Ri. Ada apa dengan mereka? apa mereka bertengkar? Ah.. tidak mungkin, setahuku merekalah pasangan yang lurus-lurus saja jalannya. Masa ia mereka bertengkar, tidak biasanya, pikirku.

“Je Ri sudah tahu tentang kepergianmu ke China dan Taiwan oppa?” tanyaku dengan sedikit mendekatkan kepalaku untuk melihat ekspresi wajahnya, karena ia menundukkan kepalanya.

Wookie oppa menenggakkan kepalanya dan menengok kepadaku kemudian mengangguk.

Eh? Hanya mengangguk? -,-“

“Terus bagaimana responnya? Kapan dia kembali oppa?” tanyaku lagi.

“…” kali ini dia menggelengkan kepalanya. eh? Aneh,, kok begini, kenapa mereka?

Tak lama Wookie oppa meninggalkanku sediri diruang tengah. Aku memperhatikannya berlalu hingga ia masuk kedalam kamarnya. Aku kembali berfikir.

“Ya~, sedang apa kau disni?” Mochi tiba-tiba datang dan duduk disebelahku membuatku kaget.

“Aissshhh, kau ini senang sekali membuatku kaget sih.” Sungutku.

Dia terkekeh. “Hehe, mian. Siapa suruh kau melamun. Lagi mikirin apa sih?”

“Wookie oppa, dia keliatan sedih. Aku sedang berfikir apa ada hubungannya dengan Je Ri?”

“Oh, pasti ada. Sudah jangan dipikirkan. Nanti juga selesai sendiri.”

Aku mendelik mendengarnya. “Aiisshh, kau ini.”

“Ahh,, aww..” erangku tiba-tiba

Mochi terlihat panik seketika. “ Waeyo?”

“Igo, mataku.. kelilipan.”

Mochi menarik kepalaku kemudian mengarahkan mulutnya kedepan matakau.

Hankyung POV

Anak itu kemana sih? Menengakan dua bocah itu saja lama banget. Aku berhenti memotong-motong wortel dan berniat untuk memanggil Hee Yeon.

Namun sebelum aku sampai, mataku membulat dan hatiku panas melihatnya.

HEE YEON?? Igo mwoya? Apa yang mereka lakukan?

Aku tahumereka akrab dan sangat dekat, tetapi tidak perlu sampai seperti ini. pantas saja feelingku selalu tidak enak setiap kali Hee Yeon bertemu dan dekat dengan Henry. Ternyata Henry benar menyukai Hee Yeon.

Aku kembali ke dapur. Kadar emosiku meningkat. Aku mengacak-acak rambutku kemudian mengambil pisau yang tadi aku gunakan dan menancapkannya kasar ke nampan.

Apa yang bisa aku lakukan? Arrrgggghhhhh…

Yong Soon POV

Walaupun hari ini aku sedang tidak enak badan. Namun semua itu terasa hilang, setelah bertemu dengan mereka semua. Terutama Yeon Ji, dari tadi dia tak henti-hentinya bercerita hal lucu hingga membuatku tak berhenti tertawa.

“Haahahahahahahaha… aisss.. stop.. stop.. sudah Yeon Ji~ya, perutku sakit tertawa terus.” eluhku.

“Otte? Sudah segarkah?” tanyanya dengan senyuman. Aku hanya mengangguk dan membalas senyumnya.

“Gomawo.” Kataku.

“ne, chonmane.” Balasnya.

“Ah, Yeon Ji~ya, dimana Rae Bin eonni dan Hyo Soo? Tadi aku hanya melihat Hee Yeon eonni.” Tanyaku.

Ia terlihat sedikit berfikir. “Emmmm,,, sepertinya sih sedang melaanjutkan nangisnya di kamar Eunhyuk oppa. Kalo Hyo Soo, paling juga sama Donghae oppa.” Jawabnya dengan asik memainkan boneka yang tadi ia pergunakan sewaktu bercerita.

Kedua alisku bertaut. “Nangis?” tanyaku bingung.

“Ne. Oh iya kau belum tahu yah Yong Soon~ah, SJM kan akan melakukan debutnya 2 minggu lagi terus mereka akan tinggal di Taiwan selama 2 bulan disana. Banyak sekali jadwal mereka. untung Yeppa gak masuk SJM.”

Aku melemas. 2 bulan? Aku ditinggal 2 bulan olehnya? Kenapa aku jadi sedih begini yah?

Tak lama Kyuhyun masuk tanpa mengetuk pintu.

“Ya.. kalau masuk itu ketuk pintu dulu.” Sungutku

“Ingat ini kamarku.”katanya tak kalah keras dari suaraku.

“kalau aku kondisinya sedang ganti baju gimana? Enak saja kau asal masuk.” Kataku lagi, tapi ia tak menghiraukan kata-kataku. ia malah meminta agar Yeon Ji meninggalkan kami berdua.

“Yeon Ji~ya, bisa tinggalkan aku dengan Yongie?” pinta babo itu.

Yeon Ji melirik kepadaku, aku mengedipkan mata sebagai kode. “Ne arra.”

Kyuhyun menutup dan mengunci pintunya.

“masih panas?” ia meletakkan punggung tangannya dikeningku, memeriksa suhu tubuhku.

Aku menurunkan tangannya. “Ani, Waeyo?”

Ia menatapku lama. Tatapan itu, tatapan yang paling tak bisa untuk ku tatap. Setiap kali aku menatap balik tatapan matanya yang seperti ini, aku pasti menangis.

Aiiissshhh.. kenapa dia harus menatapku seperti itu. aku tak mau menangis di depannya. Aku mengalihkan pandanganku berusaha tidak melihat matanya.

“Yongie…” katanya membuka suara.

“ne.. “

“2 minggu lagi aku akan ke China untuk comeacknya SJM….” ia menggantungkan kata-katanya.

“geurae? Bagus dong.” Kataku dengan senyum kecut dibibirku.

“Ne, tapi aku juga harus tinggal di Taiwan selama 2 bulan karena banyak schedule yang harus diselesaikan disana.” Tiba-tiba hatiku oerih ketika mendengar kata-kata ‘2 bulan pergi’. Aku sudah sering ditinggal olehnya namun baru kali ini dadaku terasa sesak. Aku berusaha bersikap seperti biasa.

“Ah,, 2 bulan? Benarkah? Berarti aku bisa bebas bermain dengan anak-anak 2PM.” Kataku asal untuk menutup suasana hatiku yang sebenarnya sedih harus ditinggal olehnya.

“Kau tidak sedih Yongie?” tanyanya dengan muka memelas.

Aku memicingkan mata. “Sedih? Untuk apa sedih? Aku kan sudah sering ditinggal-tinggal olehmu. Justru aku senang karena aku punya kesempatan bermain dengan anak-anak 2PM. Kalau ada dirimu kan aku tidak bebas bermain dengan mereka.” ujarku panjang lebar. Aku berusaha sebisa mungkin menutupi kesedihanku ini.

Kini wajahnya terlihat sedih setelah mendengar kata-kataku.

“Benar, kau bisa bermain dengan mereka selama aku tak ada.” Balasnya lemas.

‘Jangan tunjukan ekspresimu yng itu tuan Cho Babo. andai kau tau, aku juga sedih sama sepertimu, tapi aku tak mau membuatmu khawatir.’ Batinku.

“Kapan kau berangkat? Biar aku bantu kau mengepack barang.” Tawarku.

“2 minggu lagi.”

“Hummmm.. okeh.” Suasana canggung seketika terjadi diantara kami. situasi seperti ini benar-benar jarang terjadi diangat aku dan Kyuhyun.

13 hari kemudian

Author POV

Suasana dorm menjelang h-1 dari hari keberangkatan member SJM ke China sangat ramai oleh suara-suara yang tak jelas dari mana saja asalnya.

Setiap member sedang sibuk dikamarnya masing-masing mengepack barang-barang mereka yang akan dibawa ke China. Untuk Donghae, Hankyung, Eunhyuk dan Kyuhyun, packing mereka tak lepas dari tangan-tangan yeojachingu mereka, kecuali Ryeowook, hingga h-1 Je Ri belum juga kembali dari busan.

“Dia benar-benar menikmati liburannya dengan Jun Hyun.” Pikir Ryeowook.

Sedangkan di kamar Hankyung.

“Yup.. semuanya siap.” Ucap Hee Yeon sambil mendirikan bog koper milik Hankyung.

Hankyung tersenyum menatapnya. Ia berdiri dari duduknya kemudian mendekat kearah Hee Yeon dan memeluknya.

“Gomawo.” Bisiknya.

Hee Yeon yang sempat kaget membalas pelukannya. “Ne cheonmane Hannie.” Balasnya.

Hankyung melepaskan pelukannya dan menatap mata Hee Yeon. “ jaga dirimu baik-baik. Jangan lupa untuk makan yang teratur. Aku akan menghubungimu setiap kali ada waktu luang.”

“Ne, arra Hannie.” Senyum manis mengembang indah di bibir Hee Yeon.

sedangkan di kamar Donghae, ketika Hyo Soo sedang memasukkan beberapa pakaian Donghae ke dalam koper, Donghae justru menyanyikan lagu yang ia buatkan untuk Hyo Soo.

 

shigani heulreoddo naiga deuleodo

saranghae saranghae kamsahae kamsahae

ddaeroneun datugo

geudaeyege nunmuleuljugo ibeul machumeo 

cuz you are so beautiful

nal sumsuiga haneun ne ibseul saranghandanmal oh

cuz you are so beautiful

nae geoteman meomulreo (keudae namanui) 

namaneui geunyeo modeun geoljulge

yeongwonhui nan neoruel saranghae oh 

cuz you are so beautiful

keudae ibsureun naman baragi

cuz you are so beautiful

ddak jabeun duson itjianheulge oh

 

usai menyanyikan lagu tersebut Donghae mengecup kilas kening Hyo Soo.air mata Hyo Soo hendak keluar namun denga sigap Donghae menyekanya dengan mulutnya.

Cupp.. Cupp

“Uljima chagi, aku Cuma sebentar.” Donghae tersenyum agar Hyo Soo tidak sedih lagi.

Tiba-tiba Hyo Soo memeluk Donghae. “Saranghae oppa.” Ucapnya.

Donghae tersenyum. “Na do chagiya.”

Kejadian berbeda terdengan dari kamar Eunhyuk.

PLAK..

“DASAAR JOROOOKKKK…” teriak Rae Bin.

“CHAGIYA..GAK USAH TERIAK.” Suara Eunhyuk tak kalah keras. Eunhyuk mengorek-ngorek telinganya yang pengang karena Rae Bin teriak tepat di lubang telinganya.

“makanya jadi namja jangan jorok. Masa 2 bulan lebih diluar negri tapi kau hanya bawa daleman 5. Mau kau pakai side A, side B?” Rae Bin geram dengan sifat jorok yang melekat didiri Eunhyuk. Untuk masalah barang-barang di dalam kamarnya, Eunhyuk sangat telaten membersihkannya tapi untuk dirnya sendiri, ia tidak sebersih barang-barang miliknya.

“Untuk apa bawa banyak-banyak sih chagi, nanti juga dicuci. Udah segini ajah.” Eunhyuk mengurangi jumlah pakaian dalam yang sudah dimasukkan Rae Bin kedalam kopernya.

“Aiisshh namja ini joroknya keterlaluan.” Ujar Rae Bin. “mimpi apa aku punya namja yang jorok seperti ini.” gumamnya sambil menggelengkan kepalanya.

Kegiatan packing diambil alih oleh Eunhyuk yang sebelumnnya berada dibawah tangan Rae Bin. Alih-alih ia takut Rae Bin memasukkan barang-barang yang berlebihan ke dalam kopernya.

“Ah, arra. Mana i-pad-mu?” pinta Rae Bin.

“untuk apa?” tanyanya.

“Sudah jangan banyak tanya. Cepat.. mana i-pad-mu?” pinta Rae Bin lagi.

Melihat Rae Bin yang sudah berubah menjadi serigala, Eunhyuk takut untuk membathanya lagi. Salah-salah ia tak bisa berangkat ke China karena bekas luka cabikan Rae Bin.

Eunhyuk berdiri menuju lemarinya, ia membuka laci kecil dalam lemarinya dan mengambil i-pad putih miliknya.

“Igo.”

Dengan sigap rae Bin mengambil i-pad dari tangan Eunhyuk dan mulai berkutat dengan i-pad tersebut. Eunhyuk bingung dengan apa yang di lakukan Rae Bin.

“kau sedang apa?” tanyanya.

“Menghapus semua koleksi video yadongmu.” Jawabnya enteng.

Seketika Eunhyuk terperangah. Mata dan mulutnya membulat.

“MWO? DIHAPUS?” Eunhyuk langsung merebutnya dari tangan Rae Bin dan memeriksanya.

“Ne, supaya kau tidak berani macam-macam disana. Sekarang mana ponselmu?” rae Bin benar-benar ingin membinasakan video-video yadong dari Eunhyuk.

Eunhyuk berhenti sekejap dari kegiatan memeriksa i-padnya. Dengan cepat menolehkan kepalanya melihat Rae Bin.

“untuk apa kau minta itu juga?” tanya Eunhyuk curiga.

“Ngapus video yadong.” Jawabnya enteng.

Eunhyuk menggertakkan giginya kesal. “Andweee…..” dengan sigap Eunhyuk menyembunyikan ponselnya dan lari keluar kamar.

“YA~.. LEE HYUK JAE. JANGAN KABUR.. SINIKAN PONSELMU!!!” Rae Bin juga tak kalah cepat dalam mengejar Eunhyuk. Kini dorm menjadi tempat mereka bermain tikus dan kucing.

“ANDWEE.. gak akan aku kasih.”

“LEE HYUK JAE BERANI KAU DENGANKU?? LIHAT SAJA KAU. YA~ LEE HYUK JAE .. SERAHKAN PONSELMU.”

Selagi Rae Bin dan Eunhyuk sedang melakukan ajang kejar-kejaran. Dikamar Kyuhyun juga tak kalah ramenya.

“ARRRGGGHHHHH…. lagi-lagi aku kalah. Sireooo.” Teriak Yongie karena ini sudah yang ke 10 kalinya ia kalah bermain dengan Kyuhyun.

“Haahahahahahahaha.. memang tak ada yang bisa mengalahkan aku sang master game.” Tawa puas keluar dari mulut evil itu.

“Aiiissshhh .. selalu seperti itu. Ayo kita main lagi. Aku yakin kali ini aku menang.” Ajak Yong Soon.

“Sudah tak usah memaksa, lebaih baik kau membantuku mengepack barang. Kau takkan pernah menang dariku.” Ejeknya.

“Aniya. Gak mau. Kita harus bermain sekali lagi. Kalau aku kalah, semua barang-barangmu aku yang akan membereskan semuanya ditambah kubuatkan makanan kesukaanmu. Tapi kalau kau yang kalah. Sehari ini kau harusmenjadi pesuruhku dan aku tak mau membantumu packing. Otte?” Yong Soon memberikan tantangan pada Kyuhyun.

Kyuhyun tampak berfikir sebentar kemudian lagi-lagi evil smilenya keluar.

“Oke, aku setuju.” Kyuhyun menyanggupi tantangan yang diberikan Yong Soon. “Aku yakin kau tidak akan menang.” Tambahnya lagi.

“Hei jangan senang dulu Mr. Cho babo. kau lupa kalau aku pernah membuatmu kalah dahulu? Sekarang aku akan mengembalikan masa itu dan membuatmu menjadi pesuruhkku. Hhaha.” Senyum evil juga keluar dari bibir mungil Yong Soon.

Mereka memulai kembali permainan dengan persyaratan yang sudah diajukan Yong Soon. Menit demi menit telah mereka lewati. Kini mereka menjalani level terakhir dari permainan. Level penentuan siapa yang akan menjadi pemenangnya.

“YEAAAHHHHH…. UHUUUUYYYY… HOREEEEE.. Kau lihat itu? A.. K..U.. MENANG Mr. CHO KYUHYUN.” Jerit puas terdengan lepas dari mulut Kyuhyun.

“Aiiissshhh.. kenapa bisa?” Kyuhyun frustasi. Ia juga harus memenuhi persyaratan yang sudah mereka sepakati.

“OK.. mulai saat ini kau adalah pesuruhku. Ingan itu Cho Babo.” lagi-lagi Yong Soon tertawa puas melihat Kyuhyun sengsara dihari-hari terakhirnya sebelum ia pergi ke China.

Advertisements

4 thoughts on “FF: Our Secret Part 18

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s