FF: Our Secret Part 16

Part 16

Cast       :

1.  All of Super Junior member as theirselves

2. Choi Yong Soon

3. Choi Yeon Ji

4. Shin Rae Bin

5. Choi Je Ri

6. Min Hee Yeon

7. Shin Hyo Soo

Genre   : Friendship, Romance, something that doesn’t make sense..kekekeke~

Rating   : General *can be changed..it’s up too author  about what their story will be made ^^*

Disclaimer           : Kyuhyun belongs to Choi Yong Soon, Yesung belongs to Choi Yoon Yang, Eunhyuk belongs to Shin Rae Bin, Hangeng belongs to Min Hee Yeon, Donghae belongs to Shin Hyo Soo, Ryeowook  belongs to Choi Je Ri and the rest it’s up to you..kekekeke~

*Choi Yong Soon*

Hyo Soo POV

Aku menyesap secangkir teh yang ada dihadapanku sembari memperhatikan jalanan kafe yang lumayan ramai pada siang ini, Hyo Yeon duduk di depanku memandangku lekat-lekat. Dia masih saja berusaha meyakinkanku untuk pulang ke rumah dan jawabanku masih sama seperti tiga hari lalu di Mokpo, Tidak! Aku tidak akan pulang, aku takut jika pulang ayah akan memakasaku untuk menikah dengan namja yang dia jodohkan denganku itu, aku tidak mau mengkhianati Donghae Oppa, aku tidak mau meninggalkannya.

“Sekarang kau mau bagaimana? Menghubungi Donghae saja juga tidak..jadi maumu apa?”tanya Hyo Yeon dengan masih menatapku lekat-lekat.

“Mollaso..”jawabku singkat, aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan saat ini, aku bingung, aku juga sudah tidak pernah menghubungi Donghae Oppa selama ini, apa dia mencemaskanku?

Aku rindu padanya, sangat malah tapi aku tidak bisa bertemu dengannya saat ini, aku takut ayah akan benar-benar membuatku berpisah dengan Donghae Oppa dan aku tidak mau itu terjadi.

“Aku yakin ayahmu sangat mengkhawatirkanmu juga Donghae..kau mau membuat mereka sedih?”tanya Hyo Yeon lagi.

Aku mengalihkan pandanganku dari menatapnya, aku melihat ke jalanan yang banyak mobil berlalu lalang. Aku juga sedang memikirkan bagaimana selanjutnya tapi sungguh aku tidak bisa berpikir apa-apa saat ini, aku bingung, kau juga tidak mau mencemaskan Donghae Oppa tapi..nan ottohke??

“Pokoknya kau harus pulang hari ini..aku yang akan mengantarmu..kau bisa bicara baik-baik dengan ayahmu..jangan seperti ini Hyo-ah..kau sudah dewasa…”ucap Hyo Yeon lagi.

“Ayah akan tetap memaksaku Yeonnie..”ucapku menunjukan wajah putus asaku, tidak ada yang akan bisa mencegah keinginan ayahku itu.

“Apa kau pernah berbicara baik-baik dengannya sebelumnya?”tanya Hyo Yeon.

Aku menggeleng, aku memang belum pernah bicara baik-baik dengannya, terakhir kali ya saat dia memberitahuku bahwa dia akan menjodohkan dengan anak rekan kerjanya itu dan begitu aku bantah ayah langsung marah-marah.

“Kau belum pernah mencobanya kan Hyeo..kau tidak akan tahu sebelum kau mencobanya…bicaralah dengannya baik-baik bersama Donhae”ucap Hyo Yeon lagi.

Aku mendesah pelan, aku tidak berani bagaimana kalau ayah langsung mengusir Donghae Oppa. Tidak, aku tidak bisa.

Donghae POV

Aku menatap kosong jalanan di depanku, aku tidak tahu lagi harus mencari kemana lagi gadis itu, semua temannya yang aku kenal sudah aku tanyai bahkan aku sudah meminta teman-temannya itu mencarinya tapi belum juga ketemu, apa yang ada di pikiran gadis itu sih? Ucapku dalam hati sambil memijit keningku merasa pusing memikirkan masalah ini.

“Kau baik-baik saja Hae-ya?”tanya Sungmin hyung yang duduk disampingku.

“Nan gwenchana..”jawabku singkat.

Entah ide darimana mereka ingin membawaku pulang ke Mokpo, aku tidak bisa melawan kehendak mereka, apalagi kalau sudah Teuki hyung yang berbicara, aku sebenarnya tidak ingin pulang, kalau pulang aku semakin tidak akan tahu kabar tentang Hyo Soo apalagi sebentar lagi SuJu M juga comeback.

Aku juga merasa tidak enak sudah membuat semua member menjadi cemas karenaku, hufft aku jadi semakin bersalah pada mereka, aku menatap jalanan disampingku, Hyo Soo-ah kau dimana? Apa kau tidak tahu aku sangat merindukanmu?gumamku.

“Kami akan membantumu mencarinya hyung…”ucap Kyu yang juga ikut mengantarku pulang sambil menepuk bahuku pelan, aku tersenyum tipis, betapa beruntungnya aku memiliki keluarga seperti mereka, aku kembali melanjutkan lamunanku menghadap keluar jendela.

Tiba-tiba mobil melintas di sebuah jalan yang cukup ramai dan mataku tiba-tiba terpaku pada seorang yang sedang duduk di sebuah cafe di pinggir jalan, kenapa dia sangat mirip dengan Hyo Soo? Anni bukan mirip tapi itu memang Hyo Soo, Hyo Soo, aku tidak mungkin salah lihat, aku yakin itu dia. Dia ada di Seoul.

“Hyung..berhenti Hyung”ucapku pada Kangin hyung yang mengemudikan mobil dan dia pun segera memberhentikan mobilnya.

“Waeyo Hae-ya?”tanya Teukie hyung yang duduk di depan.

Semua mata menatapku bingung dan kaget, tanpa pikir panjang lagi aku segera membuka pintu mobil dan berlari keluar, aku tahu itu dia, aku tidak boleh melepaskannya lagi, aku harus mengajaknya pulang.

“Hae-ya!!mau kemana kau?!”teriak Teukie hyung padaku yang sudah berlari menuju cafe tadi, semoga belum terlambat dan dia masih ada disitu.

Hyo Soo-ya..aku butuh penjelasanamu sekarang!

Author POV

Semua member menatap Teukie cemas karena Donghae yang keluar dari mobil begitu saja tanpa penyamarannya sedangkan diluar cukup ramai.

“Hyung..ottohke? kalau ada yang mengenalinya bagaimana? Lagian dia mau apa sih?”seru Kyu pada Teukie.

Teukie terlihat bingung apa yang harus dia lakukan, dia juga tidak tahu kenapa Dongahe langsung keluar seperti itu, apa sebenarnya yang membuat Dongahe seperti itu, akhirnya Teukie langsung menyambar topi, masker dan kacamata hitam yang memang selalu ada di mobil lalu memakainya.

“Aku akan mencarinya..kalian pulang saja dulu ke dorm…gawat kalau ada yang tahu kita juga..”ucap Teukie  pada yang lain.

“Ne..hyung…”jawab mereka serempak dan setelah itu Teukie keluar dari mobil dan berlari mengikuti arah lari Donghae sementara yang lain kembali ke dorm.

Teukie melihat Donghae menghampiri seseorang di sebuah cafe dan semua orang disitu dan juga yang sedang berjalan disitu langsung memeperhatikannya.

“Aisshh anak itu apa yang dipikirkannya!”umpat Teukie, dia khawatir kalau ada yang menyadari Donghae apalagi sepertinya mereka terus memperhatikan Donghae, Teukie kemudian memperhatikan gadis yang terlihat kaget melihat kedatangan Donghae, Hyo Soo, itu Hyo Soo, pikir Teukie.

“Pantas saja..”ucap Teukie, kemudian dia hanya mengawasi mereka dari jauh, gawat juga kalau tiba-tiba dia menarik Donghae pergi pasti semuanya juga curiga padanya, oleh sebab itu dia memilih untuk mengawasi mereka saja, kalau terjadi sesuatu yang gawat baru dia akan menarik Donghae pergi.

Hyo Soo POV

Aku masih sibuk dengan lamunanku sampai tiba-tiba seseorang menghampiriku.

“Hyo-ah..”ucap sebuah suara yang amat kukenal, suara yang sangat kurindukan, suara dari orang yang sangat aku cintai, tapi kenapa  dia bisa ada disini?

Aku mendongak dengan takut-takut, aku takut itu benar dia bukan halusinasiku yang menganggapnya ada disini karena aku begitu merindukannya.

“Dong..hae..”ucap Hyo Yeon di depanku terbata-bata, darimana dia tahu wajah Donghae, aku tidak pernah cerita padanya kalau kekasihku adalah Donghae Super Junior, aku hanya bilang namanya Donghae. omona apa dia tidak menyamar. Aku segera mendongakan wajahku dan benar saja, dia berdiri tepat dihadapanku menatapku dengan tatapan sendunya.

“Donghae-ya..”lirihku begitu melihatnya.

Dia sama sekali tidak menggunakan alat penyamarannya dan aku merasa sekarang orang-orang disekitar sini langsung memperhatikannya, aisshh apa yang dia pikirkan, di tengah keramaian seperti ini tidak memakai apapun, dia mau dihabisi fansnya.

“Yeonnie-ya..aku pergi dulu ya…”ucapku dan langsung menariknya yang masih mematung melihatku untuk pergi darisitu sebelum orang-orang menyadari dia siapa, Hyo Yeon hanya mengangguk dengan perlahan dengan mata yang masih menatap Donghae sepertinya dia kaget melihat kalau Donghae Super Junior yang ada dihadapannya.

Aku menarik tangannya sampai ke gang yang sepi tidak jauh darisitu yang aku rasa aman.

“Oppa..apa yang oppa lakukan disini?”ucapku sedikit kesal dengan tindakannya tadi, bagaimana kalau sekarang berita sudah tersebar bahwa Donghae Super Junior bertemu dengan seorang gadis di sebuah kafe, aku tidak mau dia terkena masalah dengan fansnya juga manajemennya.

Dia masih terdiam menatapku, aku bisa melihat matanya yang berkaca-kaca dan tiba-tiba saja dia langsung memelukku dengan erat.

“Bogoshipoyo Hyo Soo-ya..jangan tinggalkan aku lagi..jebal..”ucapnya yang mulai terisak dalam pelukanku.

Aku merentangkan tanganku membalas pelukannya, betapa aku merindukan hangat dan nyamannya pelukan ini, aku membenamkan wajahku semakin dalam di dadanya, menghirup aroma tubuhnya yang selama ini sangat aku rindukan.

“Nado Oppa..mianheyo..”ucapku dalam pelukannya, dia semakin erat memelukku dan mencium keningku penuh rasa sayang.

Donghae POV

Lama kami saling berpelukan, aku pun melepaskan pelukanku dan menatap wajahnya yang basah oleh air mata, tanganku terulur untuk mengusap wajahnya, membersihaknnya dari air mata itu dan kembali mencium keningnya.

“Kenapa kau meninggalkanku Soo-ya? Kau tahu betapa tersiksanya aku tidak melihatmu selama ini…kau membutaku sakit Soo…”ucapku perlahan sambil menatap matanya lekat-lekat.

“Mianheyo Oppa..”ucapnya dengan air mata yang kembali turun dan aku kembali menghapusnya.

“Ada apa Soo?”tanyaku padanya.

Aku melihatnya terdiam dan hanya menatapku dengan pandangan sedih.

“Bicaralah…aku ingin kau menceritakan semuanya padaku jangan malah kabur seperti ini..”ucapku lagi.

Aku melihatnya menarik nafas dan menghembuskannya perlahan.

“Aku takut kehilangan Oppa…aku tidak mau meninggalkan Oppa..Appa ingin menjodohkanku dengan anak temannya dan dia memintaku untuk meninggalkan Oppa..aku tidak bisa Oppa….”ucapnya dengan wajah putus asa.

Jadi karena itu dia kabur, aigoo Hyo Soo kenapa dia tidak bilang padaku, semua bisa dibicarakan baik-baikan tidak perlu dengan kabur seperti ini, bahkan ayahnya sangat mencemaskannya seperti ini.

“Soo-ya..kenapa aku tidak bilang..kita bisa membicarakannya baik-baik dengan ayahmu..jangan seperti ini..kau membuat ayahmu sedih…”ucapku padanya.

Dia kembali menangis.

“Aku tidak mau meninggalkanmu Oppa…”ucapnya dengan air mata yang kembali turun dan aku pun kembali merengkuhnya ke dalam pelukanku.

“Nado Soo-ya tapi jangan seperti ini..ayahmu juga sedih…sekarang ayo pulang..aku akan bicara dengan ayahmu..”ucapku.

Dia melepas pelukanku dan menatapku tidak percaya.

“Aku akan bicara dengannya kalau aku memang sangat tulus mencintai putrinya dan akan selalu setia bersamanya..tidak akan pernah meninggalkannya…”ucapku sambil tersenyum padanya.

Dia masih menatapku tidak percaya dan aku pun segera menarik tangannya untuk pulang, tiba-tiba dia berhenti.

“Waeyo?”tanyaku padanya yang tiba-tiba berhenti.

Aku melihatnya mengambil sesuatu dari dalam tasnya dan menyerahkannya padaku, kacamata hitam.

“Igo..pakai dulu..jangan sampai semua orang tahu siapa Oppa…”ucapnya.

Aku tersenyum melihat tingkahnya yang masih saja takut kalau aku akan ketahuan sudah memiliki seorang yeojachingu, sebenarnya aku lebih senang kalau semua orang tahu kalau aku sudah memiliki yeojachingu. Aku pun segera memakai kacamata itu dan menarik tangannya untuk pulang.

Hyo Soo POV

Aku ragu-ragu untuk melangkah masuk ke dalam rumahku sendiri namun Donghae Oppa mengenggam tanganku dengan erat seakan memberiku kekuatan, aku pun berjalan menuju pintu masuk dan mengetuknya, Donghae Oppa tersenyum padaku seakan memberiku kekuatan, tak lama kemudian pintu dibuka dan seorang pria paruh baya menatapku kaget dan kemudian tatapan matanya berubah sedih.

“Hyo Soo-ya…”ucapnya menatapku lekat-lekat, aku berusaha tersenyum namun air mataku tidak bisa kubendung, aku merindukan ayahku.

“Appa…”ucapku langsung menghambur kepelukannya, ayahku langsung memelukku dengan erat dan menciumi setiap inchi wajahku.

“Aku merindukanmu Hyo Soo-ya”ucapnya lagi sambil terus memelukku dengan erat.

“Aku juga appa..”ucapku.

Betapa aku merindukan ayahku dan ternyata dia juga sangat merindukanku, apa selama ini aku sudah salah dengan kabur dari rumah. Apa yang dikatakan Donghae Oppa benar, ayah sangat mencemaskanku.

**

Kini aku sedang duduk berdampingan bersama Donghae Oppa dengan ayah dihadapanku, aku gugup sekali, aku takut ayah akan mengusir Donghae Oppa tapi Donghae Oppa bersikeras untuk berbicara masalah ini dengan ayahku. Aku melirik ke arah Donghae Oppa disampingku yang terlihat biasa saja dan tidak gugup dan tetap memasang senyum terbaiknya.

“Jwesonghamnida ahjussi..selama ini aku sudah berpacaran dengan Hyo Soo tanpa sepengetahuan ahjussi…”ucap Donghae Oppa masih dengan senyuman di wajahnya. Aku melirik ke arah ayahku yang tidak menunjukan ekspresi apa-apa.

“Aku tahu ahjussi ingin memberikan yang terbaik untuk Hyo Soo dengan memilihkannya pria yang ahjussi anggap baik untuknya tapi…jwesonghamnida ahjussi…aku telah mencintai putri ahjussi…aku tahu dimata ahjussi aku bukanlah pria yang cocok untuk Hyo Soo..aku hanya seorang penyanyi yang tidak tahu bagaimana masa depannya bukan seperti pria yang ahjussi pilihkan untuk Hyo Soo tapi..aku tulus mencintai Hyo Soo dan aku berjanji aku akan selalu membahagiakannya dengan apapun yang aku punya dan aku tidak akan pernah meninggalkannya..semoga ahjussi bisa mengerti akan hal itu…”ucap Donghae Oppa panjang lebar, aku terhenyak mendengar semua perkataannya itu, aku bisa melihat sosok Donghae Oppa yang luar biasa saat ini, dia sangat berbeda, dia begitu dewasa, aku sangat kagum melihatnya saat ini tanpa terasa aku menitikkan air mataku.

Dia masih tersenyum menatap ayahku, aku kembali menatap ayah menunggu ekspresi yang akan dia keluarkan, ayah hanya menghela nafas perlahan.

“Lee Donghae…kau tahu aku hanya ingin melihat putirku satu-satunya ini bahagia oleh sebab itu aku mencarikannya seseorang yang menurutku bisa membuatnya bahagia…aku memilihkannya orang yang akan cocok dengannya menurutku…namun sepertinya letak kebahagiannya bukan pada orang yang aku pilihkan…aku memang sangat egois ingin dia mengikuti apa yang aku harapkan namun sepertinya itu menyiksanya dan aku tahu aku tidak bisa memaksakan kehendakku padanya…kaulah sumber kebahagiannya itu..oleh sebab itu..aku harap kau bisa selalu membahagiakannya Donghae-ya…”ucap ayahku dengan menyunginggkan senyum, aku membelalakan mataku kaget mendengar ucapan ayahku.

“Appa…”lirihku, ayah tersenyum padaku.

“Kau akan menepati janjimu itu kan Donghae-ya..”ucap ayahku pada Donghae Oppa.

Aku melihat Donghae Oppa juga kaget mendengar perkataan ayahku.

“Ne..ahjussi…”ucap Donghae Oppa masih dengan ekspresi kagetnya.

“Anni..anni…panggil saja aku abonim..”ucap ayahku lagi.

Tanpa terasa air mataku kembali mengalir, ayah merestui hubunganku dengan Donghae Oppa. Benarkan ini? Aku menatap ayahku dengan senyum terkembang meski air mataku terus turun.

“Gamsahamnida ahjj..abonim..”ucap Donghae Oppa dan aku melihat ayahku mengangguk sambil tersenyum.

Ya Tuhan terima kasih, ayahku mau menerima Donghae Oppa.

**

“Aku senang kita akan selalu bersama Oppa..”ucapku padanya yang masih merangkul tubuhku dan meletakkan kepalaku di bahunya, dia mengelus rambutku perlahan.

“Ne..princess..”ucapnya sambil mengecup keningku perlahan.

Kami sama-sama terdiam menikmati indahnya langit malam di halaman rumahku, aku benar-benar tidak percaya bahwa ayahku akhirnya merestui hubunganku dengannya, aku benar-benar bahagia sekarang, tidak akan ada lagi yang bisa memisahkanku dengannya.

Dia melepas rangkulannya dan menatapku lekat-lekat, menelusuri setiap inchi wajahku dengan jarinya.

“Sepertinya sudah lama sekali tidak melihatmu…apa kau berubah?”tanyanya tiba-tiba sambil terus menelusuri wajahku.

“Jeongmal?apa kulitku terlihat lebih gelap..selama ini aku di Mokpo dan terkena sinar matahari terus…”ucapku sambil meraba-raba wajahku.

Apa karena sering bermain di pantai, kulitku menjadi gelap. Donghae Oppa terkekeh pelan dan kemudian mengacak-acak rambutku lembut.

“Jadi selama ini princessku ada di Mokpo? Aisshh kenapa tidak terpikirkan olehku?”ucapnya.

Aku tersenyum penuh kemenangan melihatnya yang sama sekali tidak terpikirkan olehnya bahwa aku akan pergi ke Mokpo.

“Kau nakal sekali princess…”ucapnya sambil mencubit hidungku.

“Dan kau tahu apa hukumannya jika kau nakal…”lanjutnya dan kemudian mendekatkan wajahnya padaku. Aku mundur sedikit namun tangannya menahan pinggangku dan kemudian aku mulai merasakan lembut bibirnya menyentuh bibrirku, dia menarikku semakin mendekat padanya dan semakin memperdalam ciuman kami.

Hee Yeon POV

Aku mengetuk pintu kamar Hannie, dia sama sekali belum keluar sejak tadi, apa yang dia lakukan di dalam sih? Tak lama kemudian dia membuka pintu kamarnya dan kenapa dia rapi sekali, mau kemana dia.

“Ya..mau kemana kau?”tanyaku sedikit ketus karena tidak biasanya dia serapih ini, memangnya dia mau bertemu dengan siapa, aisshh aku jadi curiga seperti ini.

“Aigoo..kau cemburu Haneul…”ucapnya padaku dengan senyum menggodanya itu.

Aku mendengus kesal karena sikap anehnya sejak di China, kenapa dia jadi tiba-tiba sok rapi seperti itu sih, gerutuku dalam hati. Aku pun tidak peduli dengannya dan berjalan meninggalkan kamarnya itu.

Tiba-tiba dia menahan tanganku dan tersenyum padaku.

“Ayo kita jalan-jalan”ucapnya yang membuatku membulatkan mataku kaget, apa maksudnya dengan jalan-jalan?

Tanpa persetujuanku dia langsung menarik tanganku untuk keluar dorm dan membawaku ke mobilnya.

“Hannie-ya..kau mau kemana?”tanyaku masih tidak mengerti dengan sikapnya yang sangat aneh sekali akhir-akhir ini dan sekarang tiba-tiba saja dia mengajakku jalan-jalan,apa dia tidak capek baru saja sampai langsung pergi lagi.

“Sudah sebulan kita tidak pulang kesini dan aku merindukan Seoul..jadi bagaimana kalau kita jalan-jalan keliling Seoul hari ini!”ucapnya dengan penuh semangat.

“Mwo?!”ucapku, dia gila, jalan-jalan keliling Seoul, seharian penuh.

Dia langsung mendorongku masuk ke dalam mobilnya dan terpaksa aku mengikutinya. Dia tersenyum senang seperti anak kecil sementara aku hanya menatapnya tidak percaya dan dia pun mulai menjalankan mobilnya.

Mula-mula dia membawaku ke pusat kota Seoul, kemana lagi kalau bukan ke Namsa Tower, dia langsung menarik tanganku turun dan kemudian menggandeng tanganku dengan senyum selalu terkembang di wajahnya itu, dia memainkan tangan kami yang saling bertautan, kenapa dia menjadi seperti anak kecil sekarang?

Dia langsung menarik tanganku begitu melihat penjual es krim dan kemudian membeli dua buah es krim.

“Igo..”ucapnya menyodorkan es krim padaku, aku masih menatapnya tidak percaya, apa dia benar-benar merindukan Seoul sampai seperti ini.

Kami makan es krim itu sambil berjalan-jalan di sekitar Namsan Tower kemudian memilih untuk duduk di taman yang tidak jauh darisana. Dia masih saja tersenyum senang seakan sudah lama sekali tidak melihat pemandangan seperti ini sebelumnya, aigoo, benar-benar seperti anak kecil saja dia.

Begitu es krim kami habis dia kembali menarik tanganku untuk pergi lagi dan kali ini dia mengajakkuke kebun binatang.

“Ige mwoya?”ucapku begitu kami sampai di depan kebun binatang, dia pikir aku anak kecil dibawanya kesini.

“Kajja kita masuk..”ucapnya sambil menarik tanganku masuk ke dalam binantang.

Ya Tuhan kenapa Hannieku hari ini menjadi seperti anak kecil sih, ke kebun binatang? Omo!. Dia benar-benar seperti anak kecil sekarang, melihat satu tempat ke tempat lain dengan terus mengenggam tanganku dan mau tidak mau aku harus mengikuti kemana dia berjalan.

Dia sepertinya tidak pernah lelah dan terus saja berjalan, aigoo.

“Haneul-ah..perutku lapar..kita makan dulu ya..”ucapnya padaku sambil memegangi pertunya, salah sendiri keasyikan melihat binatang-binatang itu.

Aku pun mengangguk dan mengikutinya yang menarikku berjalan ke sebuah kedai makana di dalam kebun binatang itu. entah kenapa aku seperti mengantar anak TK saat ini. Dia makan begitu lahap sepertinya dia benar-benar kelaparan, aku tersenyum kecil melihatnya seperti itu. ada apa dengan Hannieku hari ini ya? Sebenernya aku capek setelah perjalanan dari Cina tapi demia Hannieku senang tidak apalah, sepertinya dia memang sangat merindukan Seoul.

Hankyung POV

“Lihat Haneul ada kembang  api..”ucapku padanya sambil menunjuk ke arah langit.

Namun aku tidak mendengar responnya, aku menengok kesamping dan melihatnya sedang tertidur di bahuku, aku tersenyum melihat wajah polosnya itu tanganku bergerak mengelus pipinya perlahan agar tidak membangunkannya.

“Sepertinya kau lelah sekali…mianhe aku malah mengajakmu jalan-jalan..”ucapku sambil terus mengelus pipinya perlahan.

Sepertinya sudah saatnya untuk pulang, aku tidak tega membangunkannya dan lebih memilih untuk menggendongnya di punggungku dan membawanya ke mobilku. Aku berhati-hati meletakannya di mobilku agar tidak terbangun dan setelah itu aku memacu mobilku menuju apartemennya.

“Haneul-ah..sudah sampai..”ucapku sambil menepuk pipinya perlahan, sebenarnya aku tidak mau membangunkannya tapi aku tidak tahu dimana dia meletakkan kunci apartemennya.

Dia menggeliat perlahan dan membuka matanya, dia menatapku bingung.

“Hannie-ya..kita dimana?”tanyanya padaku.

Aku tersenyum padanya dan membenarkan rambutnya yang sedikit berantakan.

“Apartemenmu…”jawabku.

“Mwo?!”ucapnya kaget dengan membelalakan matanya dan melihat kesekeliling memastikan kalau benar dia sedang ada di depan apartemennya.

“Kenapa bisa?”tanyanya padaku.

“Kau tertidur tadi…jadi aku bawa kau pulang..kau lelah ya? Mianhe aku memaksamu jalan-jalan…”ucapku padanya.

Dia tersenyum kecil.

“Gwenchana…sepertinya kau sangat merindukan Korea..jadi tidak apalah..seharian berjalan-jalan dengan Hankyung Super Junior ternyata menyenangkan…”ucapnya sambil terkekeh pelan.

Aku mengacak-acak rambutnya lembut dan kemudian mencium keningnya.

“Nah..masuklah..dan lanjutkan tidurmu..jaljayo..”ucapku padanya.

Dia mengangguk dan kemudian keluar dari mobil, lalu melambaikan tangannya padaku.

Yeon Ji POV

“Omona!!apa-apaan Yeppa itu!”ucapku begitu melihat warna rambutnya yang sudah berubah menjadi coklat sama seperti Dongahe Oppa. Dia tidak pantas dengan rambut seperti itu, aku lebih suka rambut coklat gelapnya yang terkadang disasak olehnya bukan yang seperti ini, dia aneh sekali, aku tidak suka.

“Apaan sih Yeon Ji-ya?!”ucap Yong Soon yang menatapku tidak suka, saat ini aku dan dia memang sedang pergi bersama berbelanja, sebenarnya aku yang berbelanja sedangkan dia hanya menemaniku karena aku paksa dia untuk ikut, aku baru saja melihat foto terbaru Yeppa, aku memang sudah beberapa lama tidak bertemu dengannya, karena aku sangat sibuk akhir-akhir ini begitupun juga, ini saja aku baru sempat bertemu dengan Yong Soon.

“Waeyo?”tanyanya lagi sambil mengambil handphoneku yang sejak tadi aku tatap, aku baru saja melihat fotonya yang baru, Super Show 3 Manila. Terlambat sih, dia sudah menggunakan gaya rambut ini sejak di Jepang tapi aku baru lihat sekarang, kemarin-kemarin aku tahu dia bilang ganti gaya rambut tapi aku tidak tahu kalau dia juga mengecat rambutnya menjadi sedikit blonde.

“Oh..sepertinya Donghae Oppa dan Yesung Oppa kompak sekali ya..”ucap Yong Soon sambil menatap layar handphoneku.

“Kenapa kau tidak cerita jika rambutnya sekarang seperti ini?!”tanyaku ketus sambil menatap Yong Soon sinis.

Yong Soon mengembalikan handphone itu ke tanganku.

“Mana aku tahu kau tidak suka dengan warna rambutnya yang sekarang…”ucap Yong Soon cuek kemudian berjalan meninggalkanku.

Aisshh dia itu, menyebalkan sekali, Yeppa juga, kenapa dia tidak bilang kalau rambutnya sekarang ganti warna dan dia tidak cocok seperti itu. aku berjalan menghentak-hentakkan kakiku sepanjang jalan pertokoan ini sementara Yong Soon berjalan di depanku, Yeppa membuat mood belanjaku hilang.

Aku segera mencari sebuah nomor yang sangat aku kenal, aku harus bertemu dengannya sekarang, dia sudah kembalikan dari Manila. Aku menunggunya menjawab teleponku, alam sekali sih dia.

“Oppa..Oddiga?”tanyaku begitu telepon diangkat olehnya.

“Babtol”jawabnya singkat.

Aku segera mematikan telepon begitu dia mnejawab, aku harus bertemu dengannya sekarang juga, aku mau mengkomplain tentang warna rambutnya yang sekarang ini, aisshh kenapa dia tidak bilang mau di warnai seperti itu. aku berjalan mengejar Yong Soon yang masih berjalan santai meninggalkanku.

“Kita tidak jadi belanja..aku mau ke babtol”ucapku begitu aku sampai disamping Yong Soon.

Dia menatapku dengan senyum mengembang dibibirnya.

“Jeongmal?asyik..aku bisa pulang”serunya senang, sepertinya dia memang sama sekali tidak berniat menemaniku berbelanja.

Begitu berpisah dengan Yong Soon, aku segera menyetop taksi dan membawaku ke Babtol, aku harus bertemu dengannya. Tak lama kemudian aku sampai di depan restorannya ini, belum terlalu ramai sepertinya karena ini masih pagi dan belum masuk makan siang. Aku segera membayar taksi dan kemudian berjalan masuk ke dalam retsorannya itu.

“Yeon Ji-ya”ucap JongJin adik Yeppa begitu melihatku masuk.

“Mana hyungmu?”tanyaku padanya langsung, dia menatapku bingung.

“Hyung!”seru JongJin memanggil kakaknya itu, tak lama kemudian Yeppa keluar dan ya benar rambutnya dengan warna itu, aigoo. Dia menatapku bingung sementara aku benar-benar kaget melihatnya dengan warna rambutnya yang berbeda itu.

“Oppa..kau apakan rambutmu?!”ucapku langsung berjalan menghampirinya dan menatapnya, dia menautkan alisnya bingung.

“Waeyo?”tanyanya dengan wajah polos.

“Kenapa warnanya seperti ini?!”seruku lagi.

“Ini keren kan Yeon Ji”ucapnya.

“Kau tidak cocok tau!”sungutku.

Yesung POV

Dia menyilangkan tangannya di depan dada menatapku garang, sekarang aku sedang duduk berhadapan dengannya di restoranku, dia masih mempermasalahkan warna rambutku sejak tadi padahal aku sudah menjelaskannya berulang kali, hampir 30 menit lamanya dan dia tetap saja marah-marah, aisshh susah sekali memiliki yeojachingu seperti anak kecil.

“Yeon Ji-ya..ini bagus tahu…”ucapku.

Yeon Ji tetap menggeleng.

“Aku mau Oppa ganti..jangan warna coklat aku mau yang dulu…”ucapnya lagi.

Aku mendesah pelan melihat sifat egoisnya itu, sementara aku mendengar JongJin terkekeh pelan melihatku seperti orang yang sedang disidang seperti ini.

“JongJin-ah..wae?!”tanyaku ketus dan menatapnya tajam, dia buru-buru pergi dari tempt itu, aisshh dia senang sekali meledekku jika aku sedang di marahi oleh Yeon Ji seperti ini,lihat saja nanti akan aku balas.

“Semua orang bilang aku semakin tampan kok dengan rambut seperti ini”ucapku lagi-lagi mencari alasan.

“Hah, jeongmal?!kau terlihat berantakan Oppa..coba aku tanya ibumu..”ucap Yeon Ji yang kemudian berdiri dan berjalan menuju dapur, aisshh pasti dia meminta dukungan ibuku, kebiasaan sekali dia itu.

Tak lama kemudian dia datang bersama ibuku, dia menarik ibuku ke hadapanku.

“Omonim..bilang pada Yeppa kalau warna rambutnya yang sekarang tidak cocok untuknya..ya kan omonim?”ucap Yeon Ji pada ibuku.

Aku menatap ibuku penuh harap, jangan bilang Omma, bilang saja aku cocok, ucapku dalam hati. Ibuku menggeleng-gelengkan kepalanya, jangan bilang dia setuju pendapat Yeon Ji.

“Yeon Ji-ya,.menurutku JongWoon semakin tampan seperti ini”ucap ibuku pada akhirnya.

Yess, ibuku mendungkuku, aku menatap ibuku penuh rasa terima kasih, sementara Yeon Ji mengembungkan pipinya kesal disamping ibuku.

“Omonim..”rengeknya pada ibuku.

“Aisshh sudah..sudah kalian ini hanya karena warna rambut sampai bertengkar…ayo makan siang dulu..”ucap ibuku.

“Ne hyung..mendingan makan…”ucap JongJin yang kemudian sudah membawakan makanan ke meja kami sambil terkekeh pelan, anak ini benar-benar ya.

“Yeon Ji-ya..dia tampan kok..coba kau lihat lagi..nah sekarang makan dulu ya…sudah lama kau tidak kesini…”ucap ibuku kemudian menyuruh Yeon Ji yang masih ngambek untuk duduk.

Aku menatapnya dan tersenyum jahil padanya, kali ini aku menang Yeon Ji-ya. JongJin pun kembali membawakan makanan ke hadapan kami dan akhirnya kami makan siang bersama.

Yong Soon POV

Aku memperhatikan seseorang sedang tidur dengan pulasnya di tempat tidurnya, pantas dia tidak membuka pintunya ternyata dia sedang tidur toh, aku berjalan mendekati tempat tidurnya dan memperhatikan wajahnya lekat-lekat. Jelek sekali, wajahnya terlihat lelah, kasihan sekali si bodoh ini. Tanganku mengusap kepalanya perlahan.

“Wajahmu pasrah sekali kalau sedang tidur..”ucapku melihat wajahnya yang sangat polos sekali jika tidur, anni bukan polos tapi pasrah. Mianhe aku menganggu waktu tidurmu tapi aku ingin berbuat kebaikan padamu kali ini Tuan Cho.

Aku pun segera menepuk pipinya dengan kencang untuk membangunkannya.

“Ireona..Kyu babo!”ucapku padanya, dia masih tidak bergeming, hufft susah juga ya  membangunkannya, aku kembali menepuk wajahny dengan kencang, sama dia masih diam. Aku kembali menepuk wajahnya kini dengan tempo yang lebih cepat.

“Bangun!!!”seruku, dia bergerak sedikit dan perlahan membuka matanya dia terlihat kaget melihatku yang tiba-tiba ada dikamarnya dan aku hanya memasang senyum terbaikkku dihadapannya.

“Ya!!apa yang kau lakukan dikamarku!!siapa yang menyuruhmu masuk!”serunya padaku terlihat tidak suka melihat aku masuk ke kamarnya, cih, aku jauh lebih tidak suka saat dia seenaknya masuk ke kamarku dan membuatnya berantakan.

“Aku sudah mengetuk pintu kamarmu tapi kau tidak juga membukanya..kata Sungmin Oppa aku suruh masuk saja…”ucapku santai.

“Kau tidak sopan sekali masuk ke dalam kamar orang seperti ini”ucapnya lagi.

Tidak sopan? Siapa yang tidak sopan lebih dahulu, diakan?! Seenaknya dia bilang aku tidak sopan, lalu dia apa? Masuk ke kamarku membuatnya berantakan dan pernah malaha tidur di kamarku, aisshh kenapa aku jadi ingat kejadian itu >.<

“Mwo?siapa yang tidak sopan lebih dahulu Tuan Cho babo..siapa yang masuk ke kamarku duluan, hah!”sungutku padanya.

Dia menatapku dingin dan kemudian bangun dari tidurnya dan Omona apa-apaan dia?!! dia hanya memakai boxer dan kaus singlet putih saja.

“Ya!apa yang kau pakai hah!”ucapku sambil menutupi mataku, aisshh sial sekali aku harus melihatnya seperti itu, kalau JunHo Oppa sih tidak apa-apa, ini dia? Apa yang bisa dilihat dari tubuhnya, tulang semua.

“Memangnya kenapa? Aku kan memang sedang tidur…salah sendiri kau masuk ke dalam kamarku tanpa meminta izin…”ucapnya sambil terkekeh pelan.

Aisshh dia sungguh menyebalkan. Aku masih menutup mataku dan mencari jalan untuk keluar dari kamarnya itu tanpa melihat orang bodoh itu, sulit juga ya, tiba-tiba tangannya menarikku dan menyudutkanku ke dinding.

“Kyunnie..”ucapku masih dengan menutup mataku, tangannya bergerak melepaskan tanganku  yang menutup mataku.

“Wae?”tanyanya dengan senyum evil tersungging di bibirnya, wajahnya hanya berjarak beberapa senti saja dari wajahku, aisshh dia benar-benar membuatku tidak bisa bernafas sekarang.

Kemudian dia mulai mendekatkan wajahnya padaku, aku semakin tidak bisa bernafas saat hidung kami bersentuhan, aku menatapnya takut-takut. Omona apa yang akan dia lakukan? Dia kembali menyunginggkan senyum evilnya itu. aku memejamkan mataku tidak ingin tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.

“Buka matamu…”ucapnya, aku kaget mendengarnya berkata seperti itu dan perlahan membuka mataku, dia kembali tersenyum padaku, wajahnya masih begitu dekat denganku dan membuatku tidak bisa berkonsentrasi.

“Boleh aku terus memandangimu seperti ini..”ucapnya tepat di depan wajahku sehingga aku bisa merasakan hembusan nafasnya di wajahku dan juga hidung kami yang masih bersentuhan.

Apa-apaan namja babo ini, aku segera mendorong tubuhnya untuk menjauh, semakin lama seperti tadi membuat paru-paruku tidak berfungsi dengan benar. Tiba-tiba dia terkekeh pelan.

“Kau pasti berharap aku menciummu kan?”ucapnya kemudian dia tertawa terbahak-bahak, aku mengepalkan tanganku kuat-kuat dan menatapnya tajam jadi dia sedang mengujiku, menyebalkan sekali kau Tuan Cho babo!!

Aku segera keluar kamar dengan membanting pintu.

“Aku tunggu diluar..sepuluh menit lagi kau harus keluar kamarmu!”seruku diluar pintu. Aku masih mendengarnya tertawa di dalam kamarnya, aisshhh dia menyebalkan >.<

Aku menghembuskan nafask, lega, dia sering seperti itu sekarang, cih apa-apaan dia mengujiku seperti tadi, memangnya aku berharap dicium olehnya>.<. detak jantungku masih belum normal karena hal tadi, bisa-bisanya dia melakukan hal itu, lama-lama seperti itu bisa-bisa aku menjadi terpesona padanya >.<

“Sudah bangun?”tanya Sungmin Oppa begitu melihatku di depan kamarnya, dia tersenyum penuh arti padaku, apa jangan-jangan dia tahu?!si babo hanya memakai pakaian seperti tadi makanya dia menyuruhku membangunkannya. Aisshh semua oppaku tidak ada yang beres otaknya!!

“Wae?!”seruku ketus dan kemudian berjalan menuju ruang tengah.

Tak lama kemudian aku meliha Kyunnie keluar dari kamarnya dan langsung tertawa begitu melihatku, menyebalkan >.<, tapi hari ini aku ingin berbuat baik padanya jadi aku harus sabar, entahlah ini menurutnya aku berbuat baik padanya atau malah menyiksanya, kalau dia ini menganggap penyikasaan untuknya maka itu pembalasanku atas kelakuannya tadi!hehehe.

“Aku mau mengajakmu pergi dan kau harus mau ikut”seruku padanya.

Dia hanya tersenyum penuh arti padaku dan mengangguk, aigoo lihat saja Kyunnie >.<

Kyu POV

“Ige mwoya?!!”seruku begitu kami sampai disebuah restoran yang tidak akan pernah aku kunjungi seumur hidupku dan aku bersumpah akan hal itu.

Yongie tersenyum penuh kemenangan padaku, apa ini caranya membalas denda, aissh dia benar-benar kejam.

“Kau harus banyak makan sayur Kyunnie sayang”ucapnya dengan nada mengejak dan kemudian langsung menarik tanganku masuk ke dalam.

Restoran vegetarian, apa-apaan dia membawaku ke tempat yang semua menunya adalah sayuran, dia gila! Mau menyiksaku apa! Dia menarik tanganku dan mendudukanku ke salah satu tempat duduk disana, senyum kemenangan masih dia tunjukan, cish aku muak sekali melihat senyumnya itu seakan dia berhasil menyiksaku kali ini. Dia langsung memesan menu pada pelayan disana dan tersenyum menatapku.

“Kau…apa maumu?”tanyaku ketus padanya.

Dia hanya tertawa kecil, tak lama kemudian menu yang dia pesan sudah datang, semuanya sayuran?! Dia benar-benar sudah gila!

“Shiro!aku tidak mau makan!”seruku padanya sambil menjauhkan makanan itu dari hadapanku, melihatnya saja sudah membuatku merinding bagaimana jika makanan itu masuk ke dalam perutku.

“Aigoo Kyunnie sayang…sayur itu baik untukmu…”ucapnya dengan santainya dan mendorong piring itu ke hadapanku lagi dan tersenyum sok manis.

“Aku tidak akan makan Yongie sayang”ucapku sambil menyilangkan kedua tanganku di depan dadaku. Dia menatapku tajam kali ini.

“Ya!aku sudah berusaha berbuat baik padamu Kyunnie babo dan kau harus mengharagai itu!”sungutnya.

“Berbuat baik padaku?!menyiksaku iya!”balasku.

Dia menghela nafas perlahan.

“Ya..kau lihat dirimu sekarang..kau tambah jelek tahu…wajahmu tidak ada cerah-cerahnya…kantung matamu semakin terlihat..lihat jerawatmu tambah banyak…cih kau tidak pernah makan makanan yang bergizi kan..makanya kau seperti itu..nah makanya kau harus banyak makan sayur…kau tidak mau fansmu berkurangkan?”ucapnya lagi.

Aku mendengus kesal, tumben sekali dia perhatian padaku, tidak biasanya dia seperti itu.

“Cepat dimakan…atau kau mau aku suapi Kyunnie sayang…”serunya sambil mengambil sumpit dan bersiap menyuapiku.

Aku mendesah pelan, kalah, aku segera mengambil sumpit ditangannya itu dan mulai melihat takut-takut piring yang berisi makanan yang sangat tidak aku sukai itu, aisshh kenapa semuanya sayuran. Aku kembali menatap Yongie, memintanya untuk melepaskanku namun dia menggelengkan kepalanya dan menatapku tajam menyuruhku memakan makanan itu. aku menyumpit dengan ragu-ragu sementara Yongie tersenyum senang, aisshh dia bahagia sekali melihatku tersiksa seperti ini.

“Wah..kau hebat Kyunnie sayang…”ucapnya begitu aku selesai menghabiskan isi piring itu, aku langsung minum sebanyak-banyaknya berusaha menghilangkan rasa sayur dimulutku.

Dia tersenyum senang sekali, cish menyebalkan sekali melihat senyumnya itu, namun tidak aku pungkiri aku merasa senang juga melihatnya yang begitu perhatian padaku, sepertinya dia semakin mencintaiku..hehehehe.

“Ayo kita pulang..”ajaknya, tiba-tiba aku terlintas ide untuk membalasnya.

“Anni..anni..kita jangan pulang dulu..aku mau memberikan hadia atas kebaikanmu hari ini..”ucapku sambil tersenyum padanya penuh arti, dia menautkan alisnya bingung namun aku langsung menarik tangannya pergi.

**

“Ayo dimakan Yongie sayang” ucapku padanya ketika aku mengajaknya makan di sebuah restoran dan aku sengaja memesankan daging sapi untuknya, aku tahu dia paling tidak suka dengan daging sapi, sungguh tidak elit sekali makanan yang tidak disukainya itu, semua orang suka daging tapi tidak dengannya, benar-benar yeoja aneh =.=”

“Kyunnie…”ucapnya dengan wajah memelas, aku tersenyum penuh kemenangan, aku tahu dia tidak akan sanggup untuk makan makanan itu, dia sangat tidak suka.

“Yongie babo…aku sudah mahal-mahal memesankan semua makanan daging ini dan kau harus memakannya…”ucapku padanya.

“Lihat saja pembalasanku Tuan Cho babo!”serunya dan kemudian mulai memakan makanan itu. aku hanya tertawa pelan melihat ekspresinya saat memakan itu.lucu sekali^^

Eunhyuk POV

“Rae kenapa sih?”tanyaku pada Je Ri ketika kami sedang bertemu di sebuah kafe, aku memintanya bertemu karena aku ingin bertanya kenapa akhir-akhir ini Rae sangat aneh sekali, dia selalu terlihat cemas.

“Aku juga tidak tahu Oppa..dia akhir-akhir ini sering mimpi buruk katanya tapi dia tidak pernah bilang mimpi apa…”jawab Je Ri sambil meminum tehnya.

Aku terdiam berpikir, mimpi apa sampai membuatnya seperti itu?

“Oppa..sebenarnya besok aku mau pulang ke Busan…aku sebenarnya tidak tega meninggalkan Rae onnie sendirian dalam keadaannya yang seperti ini..otte?”ucap Je Ri.

“Kau mau ke Busan?”tanyaku padanya.

Je Ri mengangguk.

“Ibuku meminta aku pulang Oppa..hanya sebentar sih tapi aku khawatir dengan Rae onnie..”ucap Je Ri.

Ya aku mengerti kalau memang sekarang Rae sering mimpi buruk dan terbangun di tengah malam dan membuatnya menjadi berubah akhir-akhir ini, pasti Je Ri juga takut meninggalkannya, Je Ri sangat menyayangi Rae seperti kakak kandungnya sendiri bahkan seperti orang tuanya karena dia hanya tinggal dengan Rae disini. Sebenarnya dia kenapa ya? Aku harus bertanya padanya.

“Ya sudah kau pulang saja…aku yang akan menemani Rae..aku akan berbicara dengannya kenapa akhir-akhir ini dia seperti itu…”ucapku padanya.

“Oh…ne..gomawoyo Oppa..”ucap Je Ri dan aku tersenyum padanya.

Rae..kau kenapa sih? Sebenarnya kau mimpi apa sampai seperti itu. ucapku dalam hati

**

Sore harinya aku mengajak Rae untuk bertemu di sebuah cafe, aku sudah menunggunya lebih dahulu karena begitu selesai jadwalku aku langsung kesini. Tak lama kemudian aku melihatnya masuk ke dalam kafe, aku segera melambaikan tanganku padanya.

Dia pun berjalan ke arahku namun wajahnya tetap tidak seperti biasanya yang ceria, wajahnya tetap saja suram, kenapa ya? Pokoknya aku harus tahu kenapa dia seperti itu.

“Sudah lama menunggu Hyukkie-ya?”tanyanya padaku.

“Anni..duduklah..jarang-jarangkan kita bertemu disini..”ucapku sambil terkekeh pelan, jarang sekali aku meminta bertemu dengannya di tempat seperti ini karena kebetulan tempat ini dekat dengan jadwal terakhirku tadi dan juga tidak terlalu jauh dari kampusnya makanya aku memintanya bertemu denganku disini.

“Ada apa?”tanyanya langsung tanpa basa-basi, aisshh kenapa sih dia jadi aneh seperti ini?

“Memangnya harus ada alasan untuk bertemu yeojachinguku sendiri..kau tidak merindukanku?”tanyaku menggodanya, dia hanya tersenyum tipis.

Aisshh, kau benar-benar aneh Rae.

“Kau mau pesan apa Rae?”tanyaku padanya.

“Cappucino”jawabnya singkat.

Setelah pesananya datang, aku ingin langsung bertanya padanya kenapa akhir-akhir ini dia berubah.

“Rae-ya…ada apa denganmu akhir-akhir ini? Je Ri bilang kau sering mimpi buruk…mimpi apa sampai membuatmu berubah seperti ini..”ucapku sambil menyentuh tangannya dan mengenggamnya, menatapnya lembut.

Dia menatapku sedih dan matanya tiba-tiba berkaca-kaca, kenapa dia menangis?

“Rae-ya..waeyo?”tanyaku takut dia malah menangis.

“Aku mimpi kau meninggalkanku Hyukkie-ya…kau bilang aku yeoja yang kasar dan tidak cocok denganmu…aku tidak suka dengan sikapku selama ini..kau malah pergi dengan yeoja lain…”ucapnya dengan mata berkaca-kaca.

Aku kaget mendengar ceritanya, jadi hanya karena itu?hanya karena dia mimpi aku meninggalkannya?!aisshh yeojaku ini aneh-aneh saja. Aku langsung tertawa begitu mendengarnya selesai bercerita. Dia menatapku dengan pandangan kesal kali ini.

“Rae-ya..hanya karena itu…hahahhahaha”ucapku.

“Kau menyebalkan Hyukkie..”ucapnya dengan wajah kesal lalu meminum minumannya itu.

Dia menatapku tajam, aigoo, dia sangat mencintaiku rupanya sampai-sampai dia begitu sedih hanya karena mimpi itu saja. Aku melihat krim di bibirnya.

“Mwo?”serunya padaku yang terus menatapnya, dasar anak kecil, ucapku dalam hati.

Seketika itu juga aku langsung mendekat padany kemudian menarik dagunya dan membersihkan bibirnya dengan bibirku*Terinspirasi adegan Secret Garden..hehehe.lagi tergila-gila sama drama ini >.<*.

Dia mendorong tubuhku dan menatapku tajam.

“Tidak ada tissue…”ucapku padanya kemudian terkekeh pelan.

Dia mengalihkan pandangannya dariku, aku mengenggam tangannya.

“Ya..Rae-ya..kau tahu aku tidak akan pernah meninggalkanmu…aku menyukaimu apa adanya…aku menyukai Rae Bin-ku yang galak dan kasar tapi sebenarnya aku tahu dia sangat menyayangiku..jadi jangan pernah sekalipun kau berpikir aku akan meninggalkanmu…lupakan mimpi itu yang harus kau ingat..aku akan selalu ada disampingmu tidak akan pernah meninggalkanmu…”ucapku padanya.

Dia menoleh padaku.

“Yaksok?”ucapnya padaku.

“Yaksok..”ucapku dengan senyum terkembang di wajahku dan dia pun kembali tersenyum, baguslah Rae-ku sudah bisa tersenyum sekarang ^^. Semoga dia tidak akan bermimpi aneh seperti itu lagi.

Je Ri POV

“Mwo?!Oppa mau ikut?!”seruku tidak percaya melihhat Wookie Oppa yang sedang berbicara padaku memintaku untuk mengajaknya pulang bersamaku ke Busan.

“Ne..aku kan juga ingin bertemu dengan keluargamu jagi…”ucapnya padaku.

Aisshhh apa-apaan Oppaku ini, kenapa dia ingin ikut pergi juga, aku kan malu jika pulang membawa seorang namja, apa yang nanti ibuku pikirkan, aku bukannya belajar tapi malah pacaran di Seoul.

“Mianhe Oppa…aku tidak bisa membawamu…”ucapku padanya sambil merapihkan piring bekas makan para member. Dasar mereka itu tidak pernah mau membereskan.

“Ayolah jagi…aku mau bertemu keluargamu…”ucapnya sambil merengek dan mengikuti langkahku menuju dapur.

“Anni Oppa..”jawabku sambil menaruh piring-piring itu ke bak cuci.

“Jagiya..jebal..”pinta lagi dengan memohon.

Kenapa sih dia ingin sekali bertemu dengan keluargaku, aku saja belum pernah bertemu dengan keluarganya.

“Aku juga belum bertemu keluargamu Oppa…”ucapku padanya.

“Nanti setelah dari Busan aku akan mengajakmu bertemu keluargaku..ayolah..ijinkan aku ikut….”ucapnya dengan memohon lagi.

Aku mendesah pelan, bagaimana lagi menolaknya ya?

“Oppa..kau kan ada jadwal…”ucapku memberi alasan lain.

“Hanya akhir pekan saja aku disana…setelah itu akau kan kembali…kau boleh disana dulu aku yang akan kembali duluan tapi ijinkan aku ikut..ya…ya,.ya…”pintanya terus-terusan seperti anak kecil saja.

Akhirnya aku menyerah kalah, yasudah kalau dia mau ikut, hah meski aku tidak tahu apa yang harus aku katakan pada ibuku tiba-tiba datang membawa seorang namja, asal jangan sampai aku langsung dinikahkan saja. Andwe!!

“Arasso Oppa,..kau bole ikut…”ucapku pada akhirnya.

“Jeongmal???gomawoyo jagi!”ucapnya langsung memelukku dengan erat. Benar-benar seperti anak kecil, aisshh bagaimana nanti di Busan ya? Apa reaksi ibuku?

Advertisements

4 thoughts on “FF: Our Secret Part 16

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s