FF: Our Secret Part 15

Part 15

Cast       :

1.  All of Super Junior member as theirselves

2. Choi Yong Soon

3. Choi Yoon Yang

4. Shin Rae Bin

5. Choi Je Ri

6. Min Hee Yeon

7. Shin Hyo Soo

Genre   : Friendship, Romance, something that doesn’t make sense..kekekeke~

Rating   : General *can be changed..it’s up too author  about what their story will be made ^^*

Disclaimer           : Kyuhyun belongs to Choi Yong Soon, Yesung belongs to Choi Yoon Yang, Eunhyuk belongs to Shin Rae Bin, Hangeng belongs to Min Hee Yeon, Donghae belongs to Shin Hyo Soo, Ryeowook  belongs to Choi Je Ri and the rest it’s up to you..kekekeke~

Shin Rae Bin

Author POV

Dua minggu sudah Donghae seperti orang yang tak mempunyai semangat hidup dan tak kenal arah sejak hilangnya Hyo Soo. Ia selalu saja tidak berkonsentrasi dalam melakukan apapun. Bahkan ia hampir melukai dirinya sendiri karena tidak fokus saat sedang latihan dance. Para member yang lain sudah melakukan segala cara untuk mengembalikan Donghae seperti semula serta memberikan motivasi bahwa Hyo Soo pasti akan kembali, namun tidak ada respon baik dari Donghae. Ia tetap saja seperti itu.

Kini member Super Junior M sedang berada ditempat mereka biasa latihan, namun member lainnya pun ikut berkumpul disana, terkecuali Hankyung sang leader yang belum kembali dari China, menemani Hee Yeon berobat. Super Junior M sedang mempersiapkan single baru untuk comebacknya mereka.

“Teuki hyung, apa lagi yang harus kita lakukan? Lihat itu!” tunjuk Siwon kesudut ruangan sebelah kiri. Dimana terdapat Donghae yang lagi-lagi menyendiri dan duduk termenung.

“Entahlah aku pun bingung memikirkannya.” dengan nada bicara sedikit sendu, terlihat sekali Leeteuk sangat sedih akan keadaan Donghae saat ini.

Satu per satu member berikut para yeoja menghampiri tempat Siwon dan Leeteuk, bersama-sama memperhatikan Donghae dari jauh.

“Haiiissshhh,, Hyo Soo kemana sih kau kaburnya, kenapa gak kasih kabar?” ucap Heechul dengat sedikit menjambak rambutnya merasa sedikit frustasi.

PLETAK

“Ya,, oppa,, kau ini babo atau apa sih. Namanya juga kabur, gak ada kabur tapi ngasih kabar. Kadang-kadang ucapanmu suka tidak masuk akal oppa.” jitak Yong Soon kepada Heechul sebagai tanggapan atas ucapannya tadi. Heechul mengendus dan mengusap-ngusap kepalanya yang sedikit sakit.

“Rae Bin~ah,, Hyo Soo tidak memberi kabar kepadamu?” tanya Zhoumi sekembalinya ia dari toilet. “Ne,, masa dia gak kasih kabar sama sekali padamu. Kau kan yang biasanya dijadikan tempat sampah buat kalian para yeoja.” tambah Kyuhyun.

“Aniya oppa,, aku juga sudah berkali-kali menghubunginya namun nomornya selalu tidak aktif.” jawab Rae Bin.

“Teuki hyung apa tak sebaiknya ia diberikan waktu untuk istirahat dirumahnya. Biarkan ia memulihkan kondisi fisik dan psikisnya, selagi ia istirahat kita yang mencari Hyo Soo. Untuk comebacknya SJ M, kita bisa bicara baik-baik dengan Soo Man sajangnim untuk mengundurkan waktunya hingga Donghae pulih. Eotte?” Yesung yang dari tadi diam saja kini ia bersuara mengeluarkan statementnya.

Mendengar pernyataan tersebut semua orang sejurus langsung menatap lekat kepada Yesung.

“Ya,, hyung sejak kapan kau mempunyai pikiran seperti itu?? Aiiissshhh,, kadangkadang kau juga dapat dibanggakan ya hyung.” celetuk Eunhyuk menghampiri yesung dan memegang keningnya. “Tidak sakit kok. Tapi ucapannya tadi kok benar yah?” tambahnya lagi.

“Apa-apan kau Hyukie.” Balas yesung menghempaskan tangan Eunhyuk dari keningnya.

“Ide yang bagus. Baiklah kalau begitu, kalian bujuk Donghae agar mau istirahat pulang dan aku akan mecoba bicara dengan Soo Man sajangnim.” Tegas Leeteuk memberikan perintah. Disaat-saat seperti ini memang keputusan tegas dari Leeteuk lah yang diperlukan.

Selagi member yang lain dibuat bingung dengan keberadaan Hyo Soo. Disudut ruangan Donghae kembali mengeluarkan air matanya dan mengucapkan beberapa kalimat yang tak jelas, bila ada orang lain yang melihatnya selain para member,sudah dapat dipastikan bahwa orang-orang tersebut menganggapnya gila.

“Kemana kau Hyo Soo? Mengapa tidak memberi kabar kepadaku? Kau tau betapa aku sangat merindukanmu.” dengan menatap foto Hyo Soo dilayar ponselnya Donghae terus mengucapkan kata-kata itu. Sesekali air matanya jatuh membasahi ponselnya.

@China

Hankyung POV

sekarang aku dapat bernafas lega, Hee Yeon telah benar-benar pulih dari sakitnya. Aku pun sangat bersyukur ternyata bukan TBC yang diidapnya. Kini aku dan Hee Yeon sedang packing karena esok kami akan kembali ke Korea. Leeteuk hyung juga sudah berkali-kali menghubungiku agar cepat kembali kesana, karena SJ M akan comeback dan dapat kupastikan kegiatan yang sangat padat telah menungguku disana.

TOK,, TOK,, TOK,,

“Ne masuk.” ucapku ketika mendengar suara ketukan pintu kamarku. Ekor mataku dapat menangkap kepala Hee Yeon yang menyembul dibalik pintu.

“Sedang apa Hannie?” tanyanya dengan berjalan masuk dan menghampiriku yang sedang duduk dilantai merapikan baju-bajuku dan diletakkan kedalam koper.

“Nih,,” kutunjukkan salah satu baju kepadanya. “kau sudah selesai packingnya?” tambahku.

“Emmh.” angguknya sebagai jawaban. Ia duduk disampingku dan terus memperhatikanku yang sedang melipat baju.

“Kenapa memperhatikanku terus? Aku tampan yah?” ejekku padanya. Ia pun tersenyum geli mendengarnya.

“Aiishhh,, ani. Kopermu berantakan sekali. Lihat ini, baju dan celanamu jadi kusut semua.” ia mengambil salah satu baju dan celana yang sudah aku masukan kedalam koper. Aku hanya dapat tersenyum kecut melihatnya.

“Kau kan tahu Haneul, aku kurang pandai melipat baju.” ucapku sedikit malu dengan menggaruk bagian belakang kepalaku yang sebenarnya tidak gatal.

“Kau ini,, udah sana minggir. Biar aku yang membereskan.” Diambilnya koperku dan dikeluarkannya kembali barang-barangku dari dalam koper. Aku tersenyum melihatnya, dan merasa ia sudah seperti istriku. Ku peluk tubuhnya dari samping, kusandarkan daguku pada pundaknya.

“Kau ini apa-apaan sih Hannie,, udah ah sana,, aku jadi susah nih merapikannya.” protesnya dengan menggerak-gerakan tubuhnya agar aku dapat terlepas darinya. Bukannya melepas, aku malah mempererat pelukanku.

“Haneul,,” panggilku usil.

“Emmmhh.” ia hanya berdehem dan tetap fokus membereskan baju-bajuku.

“Haneul, sepertinya tidak ada yang salah dengan pertanyaan eomma teempo hari.”

“Kata-kata eomma yang mana?”

“Married.” kataku to do point yang spontan membuat Haneul tersedak.

“Mworago?” tanyanya dengan tak menghilangkan kesan kaget dari wajahnya.

“Ne married. Jujur saja aku ingin kita segera menikah.” ucapku manja.

“Apa kau yakin? Lagi pula, apa label akan memberikan izin padamu untuk menikah sedangkan SJ M akan comeback? Terus bagaimana dengan para ELF. Jika kau sudah memutuskan untuk menikah denganku, apa kau sudah memikirkan itu semua?” ia memalingkan wajahnya kearahku, tangannya ,memegang kepalaku dan matanya menatap lekat kedalam mataku. “Aku juga ingin segera menjadi istrimu Hannie, tapi aku pikir sulit bagimu untuk menikah saat ini. Terlebih lagi aku memikirkan para fansmu  itu. Apa mungkin mereka dapat menerimaku begitu saja. Aku tidak yakin Hannie,jangankan kabar pernikahan kami nanti, gosip-gosipmu dengan beberapa yeoja diluar sana saja mereka sudah ganas seperti itu, apa lagi nanti. Sampai saat ini saja tidak ada satu pun yang tau tentang hubungan kita kecuali member yang lain. Sudahlah untuk sementara, kita pendam dahulu keinginan itu. Suatu saat nanti aku pasti akan menjadi istrimu Hannie.” tambahnya panjang dan membuatku berfikir seribu kali lagi akan keselamatan Haneul nantinya. Aku baru menyadarinya saat ini, betapa berpengaruhnya fans bagi kehidupan kami para bintang. Walaupun demikian fans sudah menjadi bagian dari hidupku setelah keluarga dan haneul tentunya. Tanpa fans aku tidak mungkin menjadi seperti ini sekarang. Kukecup pipinya dan ia pun melanjutkan kembali membereskan baju-bajuku yang lumayan banyak ku bawa.

Eunhyuk POV

“Ahhhh,, akhirnya selesai juga kegiatan hari ini. Benar-benar sangat melelahkan.” Keluhku setelah memasuki dorm. Yups,, hari ini kami terutama SJ M berlatih sangat keras terlebih lagi kini aku dan Sungmin hyung menjadi bagian di SJ M. Entah apa yang ada dipikiran Lee Soo Man hingga tiba-tiba menambah anggota di SJ M. Disamping berlatih fisik kami juga berlatih fikiran memikirkan nasib Donghae yang ditinggal Hyo Soo. Melihat Donghae seperti itu aku merasa sangat sedih. Tidak hanya aku yang sedih melainkan member yang lain pun begitu. Sudah 2 minggu kami tidak melihat senyum dan keceriaan di diri Donghae. Ini kali kedua ia seperti ini, setelah sebelumnya ia ditinggal oleh appa tercintanya.

Sesampainya di dorm,ia langsung masuk kedalam kamarnya. Sedangkan aku dengan Yesung hyung, Teuki hyung, dan Heechul hyung menghempaskan terlebih dahulu di sofa depan televisi, tak terlewatkan Rae Bin dan Yeon Ji pun ikut berkumpul bersama. Sedangkan sisanya berada di dorm satunya.

“Oppa, bagaiman dengan Donghae oppa?” tanya Yeon Ji kepada Teuki hyung.

“Untuk saat ini kita biarkan dulu ia sendiri. Besok baru kita bicarakan padanya, aku juga sudah mendapat izin dan perpanjangan waktu SJ M utnuk comeback dari Soo Man sajangnim.” mendengar kata-kata Teuki hyung barusan mambuat kami mengela nafas lega. Setidaknya kami tidak terbebani lagi dengan jadwal comebacknya SJ M dan bisa fokus mengatasi masalah Donghae.

“Geurae oppa? Syukur lah kalo begitu.” tanggap Yeon Ji senang dengan mengembangkan senyum imut anak kecilnya. “Ah,, onnie, mianhae aku tidak bisa pulang bersamamu. Yeppa berjanji kan mentraktirku dulu makan sate baso tusuk.” ucapnya dengan gaya manja  khasnya.

“Oo,, ne gwenchana. Kan ada manusia ini.” tunjukknya padaku.

“Aa,, Chagiya mianhae. Sekarang aku tidak bisa mengantarmu pulang hari ini aku sudah ada janji dengan Lee Seung Gi. Mianhae.” Ucapku sedikit bersalah, tak dapat mengantanya pulang.

“Ah, begitu. Ya sudah,, gwenchana. Aku bisa pulang sendiri.” dengan senyuman yang dipaksakan ia menyanggupinya. Entah mengapa aku melihat sedikit gurat ketakutan dalam wajahnya. Tetapi hal tersebut tidak terlalu ku hiraukan.

Tak lama kemudian ia pun pamit untuk segera pulang sebelum larut malam.

Rae Bin POV

Setelah keluar dari dorm aku berjalan menuju lift. Kenapa juga dia lebih mementingkan bertemu dengan Seung Gi oppa dari pada mengantarku pulang. Apa dia tidak tau kalau akhir-akhir ini aku taku sendirian ditempat yang gelap. Aiiissshh,, monkey babo itu, menyebalkan sekali. Eottokhe? Bagaimana ini?

Sepanjang jalan menuju lift, aku selalu memalingkan kepalaku menghadap kebelakang. Berjaga-jaga, kalau-kalau adayang mengikuti ku atau….. ah ani,,ani,,  ku gelengkan-gelengkan kepalaku menepis semua pikiran buruk dalam otakku. Aku diam sejenak sebelum memasuki lift.

“Berani,, berani,, aku harus berani. Biasanya kan aku sangar kenapa sekarang jadi ciut begini? Ahhh,, aku benar-benar tak berani pulang sendiri. Je Ri dan Yong Soon sudah pulang belum yah? Ne, kucoba ke dorm satunya saja siapa tau mereka belum pulang.” pikirku. Kulangkahkan kakiku memasuki lift dan memencet tombol lift yang menuju ke lantai 11 tempat dorm yang satu lagi berada.

Sesampainya di lantai sebelas, dengan sedikit berlari aku menuju dorm. Kemudian dengan cepat masuk kedalam dorm hingga membuat orang-orang yang sedang menonton TV kaget akan kehadiranku. Kulihat disana semuanya sedang berkumpul. Eh,, kenama yeoja-yeoja itu??  Kyuhyun dan Wookie oppa ada disini, tapi kenapa mereka tidak kelihatan.

“Kenapa kau Rae Bin~ah? Mencari Eunhyuk? Dia tidak ada disini.” Kangin oppa langsung meluncurkan pertanyaan begitu aku memasuki dorm.

“Aniya oppa. Wookie oppa, dimana Je Ri? Apakah dia sudah pulang?” tanyaku sedikit panik.

“Ne, dia sudah pulang bersama Yong Soon tadi. Wae?” tubuhku sekulas menjadi lemas. Tidak ada pilihan lain, mau tidak mau aku harus pulang sendiri. Tanpa berlama-lama disana aku keluar dan langsung berlari kearah lift menuju ke lobby. Sebenarnya bisa saja aku meminta antar dengan oppa yang lain, tapi.. aku kasihan melihat mereka yang sudah begitu letih dengan latihan hari ini.

@Mokpo

Hyo Soo POV

Tak terasa sudah 2 minggu aku berada disini. Sejak kepergianku, tak sedikitpun aku memberi kabar kepada yang lain terutama pada Donghae oppa. Bagaimana keadaannya sekarang yah? Apa dia mencariku? Aku sangat merindukannya. Tetapi aku tak bisa memberi tahu keberadaanku padanya, aku takut ia terkena masalah oleh appa. Berada disini aku benar-benar bisa menjernihkan pikiranku dari tekanan yang diberikan appa padaku. Untungnya aku memiliki teman disini.

“Aku pulang.” teriak salah seorang yeoja dari luar. Ya, dia adalah temanku. Namanya Hyo Hyeon. Bisa dibilang ia adalah onnieku, walaupun kami hanya berbeda beberapa bulan namuan aku sudah menganggapnya seperti onnieku sendiri.

Kami sudah bersama sejak SMP dan bersama-sama tinggal di SEOUL. Namun memasuki kuliah keluarganya terkena musibah yang mengharuskannya pindah ke sini. Untuk dapat memenuhi kabutuhan hidupnya, ia melanjutkan usaha turun menurun keluarganya yaitu membuka sebuah pondok bakmi sea food. Terakhir aku kesini dan melihat tokonya masih sangat kecil. Namun kini ia sudah bisa dibilang sukses dibidang ini. Toko bakminya sudah besar dan banyak pelanggan yang keluar masuk kesini.

“Wasseo?” tanyaku padanya.

“Ne.” jawabnya tersenyum padaku. ia meletakan tas yang ia bawa di atas kursi dekat akuarium, kemudian berjalan menghampiriku yang sedang berdiri di depan jendela menatap langit. “Sampai kapan kau akan bersembunyi seperti ini?” tanyanya padaku dengan ikut memandang langit.

“Entahlah. Aku masih belum siap untuk bertemu dengan appa. Aku takut appa tetap akan menjodohkanku dengan anak rekan kerjanya. Aku tak bisa meninggalkan Donghae oppa.” ucapku sedangkan pandanganku tetap lurus keluar.

“Aku tahu itu, tapi apa kau tidak memikirkan teman-temanmu yang lain? Aku yakin mereka pasti sangat khawatir denganmu. Belum lagi kekasihmu itu. Apa kau yakin ia tak apa-apa setelah ditinggal begitu saja olehmu. Kau tak memberi kabar kepada siapapun. Pikirkan itu. 3 hari lagi aku akan ke SEOUL. Mengurus pembukaan cabang pondok bakmi kami. aku harap kau ikut denganku dan kembali pulang.” Hyo Hyeon meninggalkanku. Aku memikirkan apa yang tadi dikatakan Hyo Hyeon.  Aku tahu kalian pasti sangat mengkhawatirkanku terutama Donghae oppa, tapi aku takut kembali kesana dan bertemu dengan appa. Aku berjalan menuju dapur mengambil segelas orange juice untuk menenangkan sedikit pikiranku.

@Korea

Yeon Ji POV

“Oppa, kita mau makan dimana?” tanyaku pada Yeppa. Setelah menemaninya latihan seharian kini gantian dia yang menemaniku. Dia berjanji mentraktirku makan sate baso tusuk. Jujur saja aku belum pernah memakannya, namun Yeppa bilang kalau makanan itu sangat lezat. Aku jadi penasaran dan ingin segera mencicipinya.

“Sebentar lagi juga sampai. Tuh yang ada lampu warna merahnya.” tunjuknya kesuatu tempat. Kulongokkan kepalaku agar dapat lebih jelas melihat tempat itu.

“Oppa sepertinya ramai disana. Tak ada tempat yang lebih sepi sedikit.” Ujarku tanpa mengalihkan pandangan dari tempat itu.

“Aniya. Sudah jangan komentar ayo cepat kita kesana.” Yesung oppa menarik tanganku agar kami segera sampai di kedai tersebut. Benar saja, tempat itu ramai sekali. Banyak orang yang membelinya. Hummmm,, harumnya. Asap baso tusuk itu membuatku merasa lapar. Aku dan Yesung oppa memasuki kedai yang sudah dipenuhi oleh manusia. Karena tubuh kami berdua cukup kecil, maka tak sulit bagi kami untuk menyelinap masuk.

Aku melihat dua orang yeoja yang sedang asik makan sambil mengobrol. Walaupun mereka memunggungi kami namun aku tak asing lagi dengan yeoja-yeoja ini. Ya,, Yong Soon dan Je Ri ternyata sedang makan disini juga.

“Yong Soon~ah.” panggilku. Orang yang bersangkutan pun langsung menengok kebelakan menghadap kearahku. Aku dan

yesung oppa langsung menuju tempat  mereka.

“Kalian makan disini juga?” tanya Yesung oppa.

“Ne oppa, kalian juga? Emmmm,, sepertinya sudah tidak  ada tempat duduk lagi oppa. Bergabung saja dengan kami. Muat lah untuk kita berempat.” Je Ri menjawab pertanyaan Yeppa dan menawarkan untuk bergabung dengan mereka. Melihat sudah tidak ada lagi tempat duduk yang tersedia untuk kami. Yong Soon dan Je Ri langsung menggeser duduk mereka dan menyediakan tempat untuk kami. Memang terkadang memiliki tubuh ukuran kecil sangat menguntungkan.

“Gomawo Je Ri~ya,, Yong Soon~ah.” aku dan Yesung oppa langsung duduk kemudian memesan 2 porsi ukuran sedang.

“Kau tidak bersama dengan Rae onnie Yeon Ji~ya?” tanya Yong Soon padaku dengan mulut yang dipenuhi oleh baso.

“Aniya. Ia sudah pulang sendiri.”

“Mwo? Pulang sendiri? Akhir-akhir ini ia kan taku untuk pulang malam sendiri.” Timpal Je Ri disela-sela makannya.

“Takut pulang malam sendiri? Tumben sekali. Biasanya dia yang paling berani. Lagipula apa yang perlu ditakutkan , yeoja sangar seperti itu, mana ada juga penjahat yang berani dengannya.”   dengan berpangku kepala Yesung oppa mengucapkan kata-kata yang asal.

“Ia sering bercerita denganku. Katanya akhir-akhir ini ia selalu saja mimpi buruk dan keadaan didalam mimpi itu selalu tengah malam makanya ia menjadi takut bila sendiri di malam hari. Ia juga bercerita, bahwa ia pernah mimpi buruk yang menyangkut hubungannya dengan Eunhyuk oppa. Lihat saja perubahan sikapnya kepada Eunhyuk oppa belakangan ini. ia menjadi lebih lembut padanya kan?”  aku, Yong Soon, Yeppe saling bertatapan mendengar cerita dari Je Ri. Memang benar, akhir-akhir ini Rae onnie terlihat lebih lembut tak hanya kepada Eunhyuk oppa melainkan kepada oppadeul yg lain juga begitu. Mudah-mudahan saja tidak ada apa-apa diantara mereka.

Rae Bin POV

ANDWEEEEEE..

Hosh… hosh… hosh…

Aku terbangun dari tidurku dan lagi-lagi aku memimpikan hal itu. Ini sudah yang kesekian kalinya aku memimpikan hal yang sama. Ada apa ini, kenapa aku memimpikan itu terus. Aiiissshh,, lama-lama aku frustasi dengan ini. Mimpi ini membawaku kedalam tingakat parno yang tinggi. Aku jadi takut sendiri dalam gelap yang lebih parahnya lagi aku takut untuk berada pada jarak yang jauh dengan Hyukie. Fiuuh,,

Kruyuk..

‘Ahhh.. jam berapa ini kenapa malam-malam seperti ini aku merasa lapar’ pikirku. Aku turun dari tempat tidurku dan berjalan keluar kamar menuju dapur sambil meremas perutku yang sangat lapar. Kubuka lemari es dan kulihat, ternyata tak ada makanan yang dapat kumkan untuk mengganjal perut ini. Bagaimana ini aku benar-benar harus makan. Aku sudah tak bisa manahannya lagi. Kalau kupaksakan untuk tidak makan hingga besok, bisa-bisa maag akutku kumat lagi nanti. Arggh andwe. Lebih baik aku keluar mencari makan untung didekat sini ada toko roti yang buka 24 jam, selamatlah aku.

Aku kembali kekamar untuk menganbil jaket, ponsel dan dompetku. Sebelum pergi kusempatkan menengok ke kamar Je Ri.

Ternyata ia sudah pulang.

“Huuufttt,, malam ini sepi sekali. Biasanya sekitar sini selalu ramai.” Gumamku dengan mengosok-gosokkan kedua telapak tanganku mengusir rasa dingin yang menerpa. Aku berjalan menyusuri setiap badan jalan yang hanya berhiaskan lampu jalan dan beberapa pohon yang mulai berguguran daunnya.

Akhirnya aku sampai, memang tak memerlukan waktu yang lama untuk sampai ketempat ini. ku lihat dulu papan nama yang tertera di depan. ‘Pall Pong Bakery’ itulah nama toko tersebut. Dari luar saja aku sudah bisa mencium aroma rotinya. Kujejakkan kakiku memasuki toko roti ini dan langsung memesan 8 roti yang berbeda rasa. Selagi sang pelayan sedang menyiapkan pesananku, ku edarkan pandanganku mengitari ruangan ini. Hemm,, ternyata masih banyak juga yang berkunjung ditengah malam seperti ini. Secara tidak sengaja mataku berhenti berkeliling dan fokus kepada satu titik. Disudut kanan toko, aku seperti melihat seseorang yang sangat ku kenal. Hyukie?? Dengan seorang yeoja?? Benarkah itu dia?? Tidak.. tidak tadi dia bilang ingin bertemu dengan Seung Gi oppa bukan dengan seorang yeoja. Ku golengkan kepalaku dan kukucek mataku dengan kedua jari telunjukku kemudian kutegaskan lagi penglihatanku ke sudut kanan toko, berharap aku hanya salah melihat orang.

Wuusshh

Harapanku hancur. Ia benar-benar Hyukie, Hyukie namja chinguku. Mengapa ia bersama seorang yeoja?? Siapa yeoja itu??

Dengan hati yang penuh dengan emosi dan tanda tanya besar. Aku menuju tempat Hyukie dan yeoja itu berada.

“Hyukie.” paggilku dengan nada yang masih merendah. Yeoja itu menengok ke arahku dan Hyukie pun kaget melihatku berada disitu.

“Ra.. Rae Bin?” ujarnya terbata-bata. Yeoja yang kini berada tepat disamoing kananku memperhatikanku dari ujung ramputku hinggal pangkal kakiku, seolah-olah aku makhluk asing dari planet mars.

“Sedang apa kau disni? Siapa yeoja ini? mana Seung Gi oppa?” tanyaku bertubi-tubi. Ia terlihat panik dengan pertanyaanku.

“Chagiya, siapa wanita ini?”

MWO?? Chagiya?? Apa benar yang kudengar? Yeoja ini memanggil Hyukie dengan sebutan chagiya?? Aku terperangah mendengarnya. Kini emosiku sudah tak dapat ditahan lagi.

“Ya~ LEE HYUKJAE siapa dia? Kenapa dia memanggilmu dengan sebutan chagiya? Apa dia yeojachingumu yang baru? HAH? Jawab aku.” dengan sangat emosi aku melontarkan pertanyaan dengan menekan namanya pada awal kalimatku. Ku tatap tajam matanya berikut juga dengan yeoja yang satu itu. Kusiniskan pandanganku kepadanya.

“Ne, benar dia yeojachinguku yang baru.” jawabnya santai.

Bagaikan petir yang menyambar ditengah terik matahari. Dengan sangat jelas aku mendengar jawaban yang tidak pernah kuharapkan. Dia benar yeojachingunya. Ku tatap tajam matanya berusaha mencari sebuah kebohongan, namun aku tidak menemukan itu. Kini mataku terasa begitu panas. Air mataku pun sudah menggenang dikelopak mataku.

“Wae?? Wae Hyukie? Kenapa kau menghianatiku?” tanyaku dengan nada yang melemah kini.

“Karena aku muak dengan semua sikapmu terhadapku. Kau tidak pernah bersikap manis terhadapku. Kau selau menganggapku seperti temanmu padahal aku adalah pacarmu. Kau bukanlah sosok seorang wanita. Kau juga selalu menyembunyikan hubungan kita dari orang tuamu.” jawabnya dengan sedikit emosi terhadapku.

“Hanya karena itu?” tanyaku lagi.

“Kau juga selalu malu kan bila melihatku bersikap konyol didepan kamera, padahal semua itu bukan kemauanku dan aku melaukan itu semua juga untuk kau, untuk kita menikah suatu saat nanti. Tapi kau tidak pernah menghargaiku. Kau juga selalu cemburu dan marah-marah padaku bila aku beradu peran dengan lawan mainku yang yeoja. Untuk apa aku terus bertahan dengan yeoja seperti kau.  Hanya membuatku ousing menanggapi semua tingkah lakumu. Mulai saat ini kita akhiri semuanya dan lupakan aku. Kajja chagi, kita pergi dari sini.” Ia pergi dengan menggandeng mesra yeoja itu meninggalkan aku yang berdiri kaku setelah mendengar penjelasannya tadi. Air mata deras mengalir membasahi seluruh pipiku. Tak dapat kubayangkan Hyukie melakukan ini kepadaku. Mataku terus melihatnya pergi hingga tak nampak lagi bayangannya. Andwe..

andwe.. HYUKIIIEEEEEE…..

“Onnie.. onnie.. onnie..” kurasakan tangan yang menampar-nampar mukaku.

“Je Ri.” ucapku yang masih belum sepenuhnya sadar. Kubangunkan tubuhku dan kubuat kedua tangaku sebagai tiang untuk menopang badanku.

“Onnie gwencahana?? Mimpi buruk lagi?” tanyanya. Hanya anggukan sebagai jawabanku. Kupejamkan mataku sesaat.

‘Syukurlah ternyata hanya mimpi. Aku benar-benar takut kehilangannya.’ batinku.

“Minum dulu onn.” Je Ri menyuguhkan segelas air putih untuk menenangkanku.

“Tenang onn hanya mimpi. Sudah onnie istirahat lagi yah. Apa perlu kutemani?” aku tak dapat berkata apa-apa, lagi-lagi aku hany menganggukkan kepalaku menjawab pertanyaannya.

@China

Pukul 08.00 waktu setempat

Hee Yeon POV

“Hannie.. sarapan dulu.” teriakku memanggil seseorang yang dari tadi tak juga keluar dari kamarnya. Sedang apa sih orang itu? Sudah hampir 2 jam setelah mandi ia tak juga keluar dari kamarnya. Perlu berapa pakaian sih yang ia ganti hanya untuk pulang ke Korea saja? Haiiishhh,, namja ini terkadang membuatku kesal.

“Hannie.” panggilku lagi karena manusia itu juga tak merespon panggilanku.

“Han…”

“Ada apa Hee Yeon?” kata-kataku terpotong ketika hannie’s eomma menghampiriku.

“Ah,, keugae eomma. Sudah 2 jam Hannie tak keluar kamar setelah selesai mandi. Padahal jadwal keberangkatan pesawat

kita tinggal 3 jam setengah lagi.” Aduku kepada eommanya. Ya aku telah memanggilnya eomma. Itupun atas perintah langsung dari Hannie’s eomma. Saat pertama kali bertemu respon eomma sudah sangat baik terhadapku. Eomma juga sedikit-sedikit mengerti bahasa Korea, diajarkan oleh Hannie. Jadi aku tak sulit lagi untuk berkomunikasi dengannya.

“Sudah kau hampiri ke kamarnya?”

“Belum sih eomma. Ia sudah aku kekamarnya dulu yah eomma.” aku meninggalkan eomma menuju kamar Hannie. Humm… wangi sekali. Dari mana datangnya aroma ini? kutelusuri arah datangnnya bau wangi tersebut. Kamar Hannie lah sumber dari aroma wewangian itu.

TOK… TOK… TOK…

“Hannie.. buka pintunya.” pintaku dengan terus mengetuk pintu. Lagi-lagi tak ada respon darinya. Sedang apa sih anak ini.

“Hannie..” kali ini kupanggil keras namanya dan kugedor pintu kamarnya.

Cklek

Terdengan suara pintu terbuka. Akhirnya ia membukakan juga pintunya. Tapi kali ini ada yang berbeda darinya. Kali ini ia tidak menyambutku dengan segala sebutannya untukku ketika aku masuk kedalam kamarnya belum lagi kamarnya sangat harum. Aku masuk kedalam kamarnya dan… OMO??

“Hannie.” panggilku. Mataku membulat melihat kamarnya. Kamarnya sangat berantakan penuh dengan kaos, kemeja dan celana yang sengaja ia khususkan untuk disni. Untuk kembali ke Korea saja ia harus beribu-ribu kali ganti pakaian. Dimeja riasnya juga berantakan dengan segala alat make up ala namja yanga selalu ia gunakan. Padahal baru kemarin aku membereskan kamarnya sekaligus mengepack baju-bajunya kedalam koper, tapi sekarang semuanya sudah kembali seperti sedia kala.

“Kau ini sebenarnya mau kemana?” tanyaku heran.

“Kembali ke Korea.” jawabnya singkat tanpa melihat ke arahku dan ia tetap bercermin membentuk gaya untuk rambutnya.

“Kau tahu, kau itu seperti orang yang belum pernah datang ke Korea. Padahal baru sebulan kau meninggalkan Korea.”

kataku yang masih tak percaya akan tingkahnya kali ini. “Terus, kenapa kau harum sekali hari ini?” tanyaku lagi. Ia tak menggubris pertanyaanku dan tetap membetulkan rambutnya. Aku sedikit geram dengannya. Kuhampiri ia dan kuputarkan tubuhnya menghadapku. Kutatap matanya begitupun ia.

“Jawab aku. Untuk apa kau berdandan hingga sedemikian rupa seperti ini? apa ada yeoja yang menunggumua disana?” tanyaku tegas. Ia belum menjawab pertanyaanku dan masih menatap kedua mataku. Namun tiba hanya tawa yang keluar dari mulutnya.

“Wkakakak.. kau lucu bila cemburu seperti ini.”

“Aiishhh..” kulepaskan tanganku dari pundaknya. Dan mengalihkan wajahku dari pandangannya. Kini berganti, ia memegang

pundakku dan memutarnya hingga berhadapan dengannya.

“Aku begini karena ingin jalan bersamamu. Aku tak ingin kalah saing denganmu. Kini kau sudah sehat kembali dan kecantikanmu yang sempat tertutup karena sakit kini pun sudah kembali. Tak ada yeja lain selain kamu chagiyaku.” Ia mencubit pelan pipiku dan aku hanya dapat memberikan senyuman termanisku untuknya.

“Ich,, dasar. Sekarang kau sudah pandai bergmbal yah Hannie.ketularan Donghae oppa nih. Awas saja kalau kau begitu juga kepada yeoja lain. Habis kau ditanganku.” ucapku yang masih tersimpu malu karena kata-katanya tadi. Ia tersenyum melihatku.

“Kajja kita sarapan dulu. Kita harus buru-buru Hannie jangan samapi kita ketinggalan pesawat hanya gara-gara menunggumu yang berdandan hingga 2 jam lebih.” Kukaitkan tangku pada tangannya mengajaknya keluar menuju meja makan.

@Dorm

Pukul 10.00 kst

Author POV

Hari ini semua member berkumpul untuk mengantar Donghae pulang ke Mokpo untuk beristirahat sementara waktu. Pada awalnya Donghae enolak kepulangannya ke Mokpo namun setelah beberapa kali dibujuk oleh beberapa member akhirnya ia mau untuk kembali kesana. dengan iming-iming bahwa sekembalinya ia dari Mokpo Hyo Soo sudah kembali dari ajang kabunya itu.

“Hyung dimana donghae?” tanya Eunhyuk pada Shindong sekembalinya ia dari basement untuk memarkir mobil.

“Tadi kulihat ia ada dikamarnya sedang merapikan sedikit kamarnya.”

“Yeon Ji, apakah kau lihat eonniemu?” Eunhyuk menanyakan Rae Bin yang memang belum ia lihat sejak tadi.

“Tadi ada di dapur bersama Je Ri menyiapkan makanan oppa. Mukanya terlihat pucat oppa.” Yeon Ji yang sedang mengotak ngatik ponselnya, menjawab seadanya.

“Pucat? Apakah dia sakit?”

“Molla.” jawabnya singkat. Eunhyuk yang khawatir dengan keadaan Rae Bin langsung menuju dapur sedangkan Yeon Ji kembali fokus pada layar ponselnya.  Heechul yang baru keluar dari kamar mandi heran begitu elihat Eunhyuk berlari menuju dapur.

“Ada apa dengan dia?” tanyanya.

“Kau bertanya dengan siapa oppa?” Yong Soon menanggapinya dengan berbalik tanya.

“Aiisshh,, manusia di dorm ini selalu saja begitu. Akan menjawab jika sang penanya menyebutkan nama orang yang diajak

bicara. Mau jadi apa negara ini jika semua orang seperti kalian Haa.” Heechul sedikit geram dan mengeluarkan dakwahnya yang pendek untuk saat ini.

“Ya.. kan kau bisa lihat oppa ada banyak orang disini jadi harus jelas kau bertanya dengan siap.” timpal Yong Soon lagi.

“Aku bertanya kepada tuhan. Ya Tuhan apa yang terjadi dengan Lee Hyuk Jae? Dan mengapa kau ciptakan orang-orang seperti manusia yang ada dalam dorm ini.” ucapnya sambil berlalu meninggalkan orang-orang yang sedang berkumpul diruang tivi dan melupakan pertanyaan yang tadi ia ajukan. Member yang lain tertawa geli melihat hyungnya yang satu itu.

“Sarapan sudah siap!” teriak Ryeowook dari arah dapur dan semua orang langsung menyerbu meja makan.

Seperti biasa tidak dimana saja pasti ada keramaian yang disebabkan oleh member-member Super Junior bahkan disaat makan pun. Heechul dan Shindong sempat berebutan ayam saos tiram yang memang tinggal tersisa satu. Eunhyuk dan Kyuhyun sempat berebutan tempat duduk, sedangkan Sungmin dan Kangin sampat baradu tinju dikarenakan Sungmin yang tak sengaja memukul kepala Kangin, entah apa jadinya dorm itu jika Leeteuk sang leader tidak berteriak dan menghentikan mereka.

Seusai makan semua member beserta para yeoja bersiap-siap untuk mengantar Donghae ke Mokpo. Sejak tadi pagi hingga kini Donghae terus menutup mulutnya tidak mengeluarkan sepatah katapun bahkan disaat member yang lain membuat lelucon untuknya agar dpat tertawa namun Donghae hanya dapat menerawang dan tetpa diam.

“Cha,, Kajja Donghae kita berangkat.” ajak Leeteuk. Donghae hanya menurut dan berjalan bersama Leeteuk keluar dorm. Member yang lain pun ikut keluar menyusul Leeteuk dan Donghae terkecuali Eunhyuk, Rae Bin dan Yeon Ji. Mereka tidak ikut mengantar Donghae.

“Hyung bolehkah aku tidak ikut mengantar Donghae?” tanya Eunyuk kepada Leeteuk sebelumLeeteuk keluar dari dorm.

“Eh? Memangnya ada apa?” tanyanya.

“Sepertinya Rae sedang tidak sehat, wajahnya pucat dan lemas. Aku ingin menemaninya istirahat.”

“Oh, ya sudahlah biarkan dia istirahat. Mungkin dia kelelahan. Kau jaga dia baik-baik jangan berbuat yang macam-macam selama tidak ada kami.” perintah Leeteuk memberikan ultimatum kepdanya untuk tidak bertindak yang aneh-aneh selama mereka pergi.

“Ne hyung tenang saja, sepertinya pikiranmu sangat tidak baik kepadaku hyung.” jawabnya dengannada sedikit menyindir

sinis.

“Oppa,, na do. Aku juga tidak ikut mengantar  Donghae oppa gak apa-apa? Aku lagi masa datang bulan oppa, jadi aku malas untuk pergi-pergi jauh. Aku menemani onnie saja disni, menjaganya takut di apa-apain sama Eunhyuk oppa. Ye,, ye?” pintanya dengan mengeluarkan puppy eyes andalannya.

“Ya~ anak kecil kau lagi menambahkan yang tidak-tidak.” Sungut Eunhyuk.

“Ne gwenchana. Jaga onniemu. Oppa segera kembali. Oia, Hankyung dan Hee Yeon akan kembali hari ini. Jangan tingalkan dorm. Oppa berangkat dulu.” Leeteuk berlalu dari hadapan mereka.

Eunhyuk POV

Kini dormh sepi hanya tinggal ada aku, Rae Bin dan Yeon Ji. Aku menghampiri Rae Bin yang sedang duduk menonton tivi. Dia begitu terlihat lemas hari ini.

“Hei, lebih baik kau stirahat dikamarku.” ucapku setelah duduk disamping kananya, disebelah kirinya ada Yeon Ji yang sedang mengikir kukunya dengan alat menipedi milik Heechul hyung.

“Ani,, aku ingin disini saja.” jawabnya singkat dan tetap menatap layar tivi.

“Baiklah, akan aku buatkan kau Juice apel.” aku berdiri hendak menuju dapur namun tangku ditahan olehnya.

“Andwe. Tetaplah disini aku sedang tak ingin makan ataupun minum sesuatu.” aku pun menuruti pintanya kembali duduk. Kemudian ia menyandarkan kepalanya di pundakku dan kedua tangannya memeluk tangaku. Tak lama ia pun terlelap. Ku perhatikan mukanya ia beda dari biasanya. Rae Bin yang kuat kini terlihat sangat lemah.

TING TONG

Suara bel dorm berbunyi. Sepertinya kau tau siapa yang datang. Aku ingin membukakan pintu dorm namun pundakku masih menopang Rae Bin yang tertidur.

“Ya~ anak kecil, bukakan pintu siapa tahu itu Hanhyung hyung dengan Hee Yeon.” Perintahku padanya namu sepertinya ia tidak mendengan perkataanku karena ia masih tetap fokus pada kukunya.

“Ya~Choi Yeon Ji. Bukakan pintu! Hankyung hyung dan Hee Yeon datang.” Teriakku pada anak itu dan sukses membuat Rae Bin terbangun.

“Oppa, aku sedang sibuk aku saja yang membukakan pintunya.” ujar anak itu singkat dan melanjutkan kembali aktifitasnya.

“Aiishhh,, gara-gara kau dia jadi bangun.” sungutku pada bocah itu. “Mian membuatku terbangun. Aku akan membukakan pintu dahulu kau tunggu disini sepertinya Hankyung hyung sudah datang.” Kataku lagi.

“Gwencahana. Ne.”

Aku berdiri dan berjalan menuju pindu dorm. Sebelumkubuka pintu kuliah dahulu siapa yang berada di luar melalui layar pintu kunci otomatos kami. dan benar bahwa Hankyung hyung yang datang. Langsung saja aku membukakan pintu dan menyambutnya.

“Hyuuunnggg.” Teriakku.

“Ne, tidak usah berteriak seperti itu.” Ucapnya padaku.

Aku, Hankyung hyung dan Hee Yeon masuk kemudian menuju ke ruang tivi dimana ada Rae Bin dan Yeon Ji disitu.

“Annyeong.” Sapa Hankyung hyung dan hee Yeon bersamaan.

“Oppa,, Onnie.” Yeon Ji yang melihat mereka langsung berdiri menyambut dan menghambur  kedalam pelukan Hee yeon sedangkan Rae Bin hanya tersenyum dan berdiri di tempat. Aku menghampiri Rae Bin dan memegangi tubuhnya.

“Sepi sekali. Hanya kalian bertiga disini? Kemana yang lain?” tanya hankyung hyung.

“Sedang mengantar Donghae ke Mokpo. Hyo Soo kabur hyung, ia pun tak memberi kabar sama sekali kepada kami dan appanya Hyo Soo waktu itu datang menghampiri Donghae. Ia menuduh bahwa Donghae yang menyembunyikan Hyo Soo kemudian mengancamnya hyung. Kini ia diberikan waktu untuk istirahat disana untuk menenangkan pikirannya selagi kami mencari Hyo Soo disini.” jelasku panjang lebar.

“Mwo? Kabur?” ucap Hee yeon dengan ekspresi kaget.

“Ne onnie. Hyo Soo kabur. Kami semua tidak tahu masalah apa yang dialami Hyo Soo hingga membuat ia kabur.” sahut Yeon Ji masih dalam pelukan Hee Yeon. “Onnie kau sudah sehat?” tanya Yeon Ji.

“Ne, aku sudah kembali seperti sedia kala.” jawabnya dengan senyuman yang selalu menghiasi wajahnya.

“Rae, kau terlihat pucat dan lemah. Apa kau sakit?” tanya Hee Yeon kepada rae yang sedari tadi memang hanya diam dan terkadang tersenyum.

“Ani.. mungkin Cuma kelelahan onn.” jawabnya lemah.

“Lebih  baik kau ikut denganku ke kamar untuk istirahat.” Hee Yeon melepaskan rangkulannya dari Yeon Ji dan menghampiri kami, kemudian ia memapah rae Bin masuk kedalam kamarku disusul dengan Yeon Ji dibelakangnya sedangkan aku kembali berbincang dengan Hankyung hyung.

Advertisements

4 thoughts on “FF: Our Secret Part 15

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s