FF: LOVE’S WAY – IT’S YOU

Cast:

1. All of SHINee member

2. Choi Hye Jin

3. Shin Hye Jin

4. Super Junior member

Genre: Friendship and Romance, there’s sad scene also…hehehehe

Rating: General

Disclaimer: Taemin is mine..Only mine..kekekeke

13.  IT’S YOU

Hye Jin POV

Aku menghempaskan tubuhku ke atas tempat tidur dan menatap langit-langit kamarku. Hari ini sungguh sangat melelahkan, aku harus bolak balik ruang teater lalu kembali ke ruang seni karena aku harus latihan di dua tempat untuk tujuan yang berbeda pula, yang satu untuk drama dan yang satu lagi untuk menyanyi. Pentas seninya tinggal 3 hari lagi dan itu membuat mereka ingin latihan yang intesnif dan itu membuatku harus bergantian berlatih. Sungguh sangat melelahkan, mereka pikir jarak dari ruang tetaer dengan ruang seni itu dekat apa, udah gitu aku harus menyanyi lalu melakukan adegan, dipikirnya aku tidak capek apa. Kenapa sih mereka memintaku untuk melakukan dua pekerjaan yang melelahkan itu. Aku menghela nafas perlahan dan mulai menutup mataku. Ya ampun aku lelah sekali. Untung aku sudah minta ijin ahjumma untuk tidak masuk selama 3 hari ini dan itu berarti gajiku akan berkurang bulan ini gara-gara pentas seni ini. Tidur sejenak sepertinya menyenangkan. Aku belum mandi tapi biarlah hanya sebentar 30 menit saja setelah itu baru mandi. Untung Hyo Jin sedang pergi dengan temannya jadi kamar ini sepi.

”Ya!Hye Jin-ah!bangun! kau belum mandi!jorok sekali kau!”seru Hyo Jin sambil memukul pantatku berkali-kali.

Aigoo, dia mengganggu tidurku saja, tidak tahu apa aku capek gara-gara harus latihan dengannya juga latihan drama, dia pikir aku robot yang tidak pernah capek. Aku membuka mataku perlahan dan melihat wajahnya yang sangat marah.

”Mandi dulu sana!”teriaknya lagi.

Aku pun bangun dengan mata masih setengah terbuka dan turun dari temapt tidurku menuju kamar mandi.

”Ini handukmu…buka tuh matamu…”seru Hyo Jin lagi sambil melempar handuk ke arahku.

Setelah mandi badanku menjadi lebih segar dan aku berniat kembali ke tempat tidur lagi tapi kemudian Hyo Jin menahan tanganku.

”Makan dulu…”serunya.

”Aku ngantuk..mau tidur…”jawabku.

”Nanti kau sakit perut…ayo makan…”serunya sambil menarik tanganku menuju meja makan.

Aku duduk dengan mata yang sudah tinggal 5 watt, mana ada selera makan kalau begini. Aku menunggu Hyo Jin memasakkan entah apa itu dan tak lama kemudian dia sudah menghidangkannya di depanku.

”Makanlah…”Serunya sambil tersenyum.

Aku menyendok ramyeon itu dengan tidak berselera dan mengunyanya dengan sangat perlahan.

”Emmm…besok aku berangkat sekolah duluan ya…”katanya sambil menuangkan air ke gelasku. Aneh sekali dia, tumben baik sekali.

”Kenapa?” tanyaku padanya.

”Andwe..hanya ingin membiarkamu pergi sendiri saja…pasti selama ini kau tersiksa harus berangkat denganku pagi-pagi sekali….jadi besok kau bisa pergi sendiri…”serunya lagi sambil tersenyum.

Aneh-aneh saja anak ini, apa yang dia rencanakan.

Setelah selesai makan aku langsung masuk ke dalam kamar dan segera tidur.

”Jal ja…semoga besok harimu indah….”serunya.

Ada apa dengan dia?aneh sekali.

Pagi ini seperti yang Hyo Jin bilang dia sudah berangkat lebih dahulu, begitu aku bangun dia sudah mau berangkat. Aneh sekali dia kenapa harus terburu-buru seperti itu. Aku mengambil tasku dan memakai sepatuku.

”Nenek…aku pergi dulu ya…”seruku pada nenek dan berjalan keluar.

Baru sampai di depan gerbang aku melihat motor yang tidak asing lagi ada di depan rumahku. Taemin? Untuk apa dia kesini. Seruku dalam hati.

Ah ya aku tahu pasti ini kerjaan Hyo Jin. Dasar anak itu! Kemarin aku bercerita padanya tentang kejadian sepulang dari latihan drama itu, dimana aku dan Taemin saling berpelukan. Aigoo aku malu sekali mengingat itu. Memang sejak kejadian itu entah kenapa aku dan Taemin agak sedikit canggung setiap kali bertemu, yah aku sendiri tidak pernah menyangka aku akan melakukan hal itu dan mungkin Hyo Jin berniat agar kami seperti biasa lagi.

Dia tersenyum padaku seperti biasanya. Aigoo, pagi-pagi aku sudah disuguhkan senyum indahnya.

”Mana Hyo Jin noona? Tadi dia bilang ada yang harus aku ambil…”tanyanya dengan canggung padaku.

Tuh kan benar! Pasti saat ini dia sedang tersenyum penuh kemenangan di sekolah.

”Mwo?”tanyaku lagi sama canggungnya.

”Tadi…noona…ya sudah…mungkin ada salah paham disini…”serunya lagi.

Lama kami saling terdiam. Babo Hye Jin kenapa kau masih berdiri disini, cepat jalan!teriakku pada diriku sendiri. Aku memandang wajahnya yang hanya menunduk.

”Ah…” seru kami bersamaan dan kami saling bertatapan.

Aku pun langsung mengalihkan pandanganku dari tatapannya begitu pun dengan dia. Aduh, apa yang harus aku lakukan? Kenapa malah jadi seperti ini.

”Ayo berangkat bersama…”serunya tiba-tiba dan itu membuatku sedikit kaget. Aku menoleh padanya dan dia menatapku menunggu jawaban.

”Ne…”jawabku lirih.

Benar-benar merasa aneh saat tadi di antar Taemin. Aigoo, untung tadi dia sudah bisa seperti biasa kalau tidak pasti aku akan semakin canggung dengannya. Hari ini juga harus latihan lagi untuk pementasan lusa. Pasti capek sekali.

”Ya!kenapa dari tadi kau bengong terus!”seru Key di depan wajahku. Sejak kapan dia ada di depanku dan itu membuatku langsung melihat wajahnya,matanya yang cokelat jernih itu menatapku lekat-lekat dan itu mengingatkanku akan kejadian kemarin. Aishh. Aku menggeleng-gelengkan kepalaku.

”Kenapa kau!”serunya lagi sambil menaruh tangannya di dahiku.

”Apaan sih kau!”seruku sambil menepis tangannya dan mengalihkan pandangnku.

”Kenapa mukamu merah?”tanyanya.

Memangnya mukaku merah, aduh jangan sampai dia tahu mukaku merah karena dia ada di depanku sekarang.

”Aishh, sudah pulang sana!”seruku mengusirnya.

”Ini juga aku mau pulang tau…habisnya kau bengong di mejamu seperti orang yang kemasukan setan…”serunya.

”Enak saja kau!sudah pulang sana!” aku bangun dan mendorongnya menjauh.

”Dasar cewek aneh!”serunya berjalan keluar kelas.

Fuihh akhirnya dia pergi juga, lama-lama bersama dia membuat otakku jadi tidak beres jadi memikirkan hal-hal yang aneh-aneh. Aku bangkit mengambil tasku dan berjalan keluar kelas. Di depan kelas aku berpapasan dengan Taemin.

”Aku pikir kau sudah kesana…”serunya begitu melihatku keluar kelas.

”Ah…aku baru mau kesana…kau sendiri?”tanyaku padanya.

”Hanya ingin memastikan kau sudah kesana atau belum…”jawabnya dan jawabannya membuatku gugup. Apa jadi dia menjemputku. Aigoo Taemin, aku benar-benar sudah gila karenamu.

”Ayo kita kesana…kurasa Heechul sunbae sudah menunggu kita…”seruku sambil berjalan mendahuluinya dan dia berjalan di belakangku. Aduh kenapa suasanya harus selalu seperti ini.

”Taemin-ah…kau jadi jarang latihan ya gara-gara drama ini…”seruku begitu kami melewati lapangan basket dan aku melihat anak-anak klub basket sedang berkumpul.

”Ne…tidak apa-apa…yah memang kangen sih bermain bersama mereka tapi mereka mengerti kok…”jawabnya sambil berjalan disampingku, aku tidak sadar dia sudah berjalan disampingku aku pikir dia masih dibelakangku tadi.

”Kau juga pasti capek harus drama juga bernyanyi…”serunya sambil tersenyum padaku.

Aku hanya bisa mengangguk tanpa melihat ke arahnya karena setiap aku melihatnya pasti akan muncul perasaan aneh pada hatiku.

Latihan hari ini selesai lebih cepat dan Heechul sunbae bilang besok kami bisa istirahat. Syukurlah aku memang butuh istarahat. Rasanya bisa-bisa aku tidak ikut pementasan seni itu karena sakit. Habisnya latihanny begitu menghabiskan tenagaku. Semoga pentas seninya berjalan lancar.

”Bagaimana tadi?”tanya Hyo Jin.

Tiba-tiba dia sudah ada disampingku sambil tersenyum. Aku sudah yakin dia akan bertanya seperti itu.

”Mwo?”jawabku pura-pura tidak tahu dan langsung berjalan mendahuluinya keluar ruangan.

Aku merasakan dia mengejarku.

”Hye Jin-ah…”serunya.

”Aku pulang duluan…”seruku padanya dan langsung meninggalkannya.

”Dasar kau ini!”teriaknya padaku yang sudah berjalan pergi.

Di depan gerbang tanganku langsung ditarik oleh tangan Key. Apaan sih anak ini!

”Ayo kita pulang!”serunya sambil menarik tanganku.

”Key…aku mau pulang sendiri…lepas ah…”seruku sambil menghentakkan tanganku.

”Hye Jin pulang denganku…”seru sebuah suara yang aku kenal. Taemin.

Dia berjalan menghampiriku dan Key dan dia menatap Key dengan sangat sinis. Kenapa sih mereka ini. Apa mereka punya masalah.

Aku melihat Kyu baru keluar dari ruang guru dan berjalan sambil menatap layar PSPnya. Sebaiknya aku pulang dengannya saja daripada membuat dua orang ini bertengkar.

”Kyu…aku pulang denganmu ya…”teriakku padanya dan dia menatapku bingung.

Dia melihatku, Taemin dan Key bergantian dengan tatapan bingung. Aku langsung menarik tangannya untuk pergi.

”Taemin-ah…Key..aku pulang dengan Kyu…ada yang harus kami diskusikan tentang pentas seni lusa…annyong…”seruku melambai pada mereka dan berjalan pergi sambil menarik tangan Kyu. Kyu hanya bisa mnegikuti apa yang aku lakukan dengan tatapan bingung sementara Taemin dan Key menatapku dengan bingung. Mereka ini membuatku pusing.

”Dilema dua cinta…”seru Kyu begitu sampai di depan mobilnya dan dia terkekeh.

”Diam kau Kyu!”seruku sambil memanyunkan bibirku.

”Aaaaa!”teriaknya begitu membuka pintu mobilnya.

”Ada apa?”tanyaku padanya sambil melihat ke dalam mobilnya.

”Itu…”tunjuknya pada seekora hewan yang ada di joknya, berwarna hijau, sudah pasti itu kura-kura milik Yesung tapi kenapa bisa ada disitu.

”Kenapa bisa ada kura-kuranya Yesung?”tanyaku padanya.

Dia menepuk jidatnya dan sepertinya mengingat sesuatu.

”Ne…tadi aku berangkat dengan Yesung pasti dia ketinggalan ini…dasar anak itu!”serunya.

Yesung…Yesung kenapa anak ini sungguh pelupa.

”Hye Jin-ah tolong pindahkan ya…”serunya memohon.

Apa aku harus memindahkan kura-kura ini, aku juga tidak suka dengan kura-kura.

”Ayolah….kau kan tidak alergi..beda denganku…”pintanya lagi.

Ya sudah apa boleh buat, anak ini tidak akan mau pulang sampai kura-kura ini disingkirkan. Aku pun memberanikan diriku untuk memindahkannya kebelakang. Aku sebenarnya geli dengan kura-kura tapi mau bagaimana lagi. Aku menyentuhh cangkangnya perlahan dan mengangkatnya. Ya ampun aku benar-benar geli melihat kepala kura-kura itu yang masuk dan keluar berkali-kali. Aku menutup mataku dan menaruhnya di belakang.

”Hufft…sudah…cepat pulang…”seruku pada Kyu yang sekarang sudah tersenyum senang.

”Gumawo Hye Jin-ah…”serunya sambil tersenyum.

Key POV

Kenapa dia harus datang disaat seperti ini. Aku melihatnya melihatku dengan tatapan sinis. Aku pun membalasnya dengan tatapan yang sinis juga. Aku tahu dia juga menyukai Hye Jin. Dan dia akan melakukan pementasan dengan Hye Jin lusa itu membuatku sedikit kesal padanya. Aku tidak akan membiarkan dia memiliki Hye Jin.

”Kau menyukainya kan?”tanyaku padanya sebenarnya hanya pertanyaan basa-basi, aku tahu dengan jelas bahwa dia menyukai Hye Jin.

Dia hanya tersenyum dan berjalan pergi.

”Aku tidak akan membiarkanmu memilikinya…”seruku padanya dan itu menghentikan langkahnya dia berbalik menghadapku.

”Kita lihat saja…”serunya padaku sambil tersenyum sinis dan kembali berjalan.

Kita lihat saja siapa yang akan mendapatkan Hye Jin. Aku yang akan mendapatkannya.

Hye Jin POV

”Gumawo Kyu…”seruku pada Kyu begitu aku sampai di rumah.

”Ne…jangan dilema lagi..pilihlah salah satu…”serunya sambil tersenyum.

Apa maksudnya?

”Kau mau aku pindahkan kura-kuranya….hah?”tanyaku sambil tersenyum sinis.

”Ampun…Hye Jin-ah…aku Cuma bercanda…jangan..jangan….”serunya lagi sambil tersenyum.

”Makanya diam!annyeong…”seruku padanya dan berjalan masuk ke rumah. Tak lama kemudian dia juga sudah pergi.

Hufft, aku jadi memikirkan apa yang sekarang terjadi antara mereka berdua ya. Kenapa sih mereka harus seperti itu. Dilema du cinta? Dasar Kyu, bicara yang tidak-tidak saja. Aku menghempaskan tubuhku ke atas tempat tidur dan memejamkan mataku.

”Kau marah ya padaku?”tanya Hyo Jin begitu kami sedang makan malam. Hari ini kami hanya berdua saja karena nenek pergi menginap lagi di rumah bibiku.

”Anni…”jawabku sekenany sambil menyuap bulgogiku.

Sebenarnya aku sedikit marah padanya karena masalah tadi pagi yang tiba-tiba memanggil Taemin untuk datang tapi sebenarnya niatnya adalah untuk mengantarku berangkat. Aku kan jadi tidak enak pada Taemin nanti dia berpikir aku ingin dijemputnya padahal ini kerjaan Hyo Jin.

”Mianhe…jeongmal mianhe…aku Cuma ingin kau dan Taemin seperti biasa lagi…”serunya sambil mengatupkan kedua tangannya.

Aku menghela nafas perlahan dan tersenyum.

”Sudahlah aku sudah lupa…”seruku.

Aku memang tidak bisa lama-lama marah dengan seseorang apalagi kalau orang itu sudah minta maaf, aku tidak bisa.

”Gumawo Hye Jin-ah…”serunya sambil menghampiriku dan memelukku.

”Aishhh…aku sedang makan tau!”seruku padanya dan dia pun langsung melepaskan pelukannya.

Dia terus tersenyum sambil menatapku yang sedang makan. Aneh sekali dia!

”Bagaiaman dengan Jin Ki Oppa…”tanyaku tiba-tiba padanya dan itu membuatnya sangat terkejut.

”Kenapa dengan Jin Ki Oppa…”tanyanya sok polos.

Susah berbicara dengannya, dia juga sama sepertiku berusaha mengalihkan pembicaraan setiap ditanya hal itu.

”Oh ya…kudengar Key menyukaimu ya?”tanyanya lagi mengalihkan pembicaraan.

Aku hanay diam berpura-pura tidak mendengarnya.

”Wah kau harus memilih Taemin apa Key…menurutku dua-duanya juga tidak buruk…yah walaupun Key sedikit playboy tapi kulihat dia sekarang sudah tidak seperti itu lagi semanjak dia dekat denganmu….”serunya panjang lebar.

Aku hanya diam dan malas mendengarnya berbicara dan asyik dengan makananku.

”Tidak menyangka dua orang itu memperebutkanmu…”serunya lagi.

”Aku mau tidur…”seruku sambil membawa piring ke tempat cucian dan berjalan menuju kamar.

Aku melihat Hyo Jin hanya tersenyum melihatku.

Di kamar aku berusaha memejamkan mataku tapi tidak bisa entah kenapa aku malah kepikiran perkataan Hyo Jin tadi. Aku jadi mengingat kembali waktu aku di peluk oleh Key dan di peluk oleh Taemin. Aigoo, apa yang terjadi padaku. Dua-duanya membawa perasaan yang berbeda untukku. Tatapan mata Key atau senyum Taemin. Aishh, kenapa aku malah membandingkan mereka berdua. Aku pasti sudah gila, apa aku jatuh cinta pada dua orang dalam satu waktu? Tidak aku hanya jatuh cinta pada Taemin tapi aku juga tidak memungkiri bahwa aku senang ada di dekat Key walaupun dia sering mengangguku tapi aku tahu dia orang yang baik dan sepertinya bertengkar dengannya seperti sesuatu kebiasaan yang harus selalu ada, rasanya tidak lengkap kalau tidak bertengkar dengannya. Aku merasa Key adalah teman yang menyenangkan walapun sering bertengkar dengannya tapi aku senang mendengar perkataannya yang cuek itu. Apa yang terjadi padaku?

Siwon POV

Aku baru pulang dari mengantar Donghae membeli buku begitu aku sampai di depan apartemenku aku menemukan sebuah bungkusan di taruh di depan pintu rumahku. Dari siapa itu?

”Siwon-ah tadi ada yang mencarimu tapi kau tidak ada jadi dia mentipkan itu…”seru seorang ahjumma yang keluar dari pintu apartemennya. Ahjumma yang tinggal di samping apartemenku.

”Ne….gumawo ahjumma…”seruku sambil membungkuk dan segera membawa bungkusan itu masuk.

Aku menaruhnya di atas meja dan meninggalkannya lalu pergi mandi.

”Ibu mu mengirimkanmu makanan lagi…”seru Donghae yang tiba-tiba sudah ada di apartemenku.

”Bagaimana kau bisa masuk?”tanyaku padanya yang masih tidak percaya dia sudah duduk di ruang tamuku sambil menonton tv.

”Salah sendiri pintunya tidak dikunci….makanya pintu tuh dikunci…kalau orang lain yang masuk gimana…oh ya aku mau pinjam kaset game yang kemarin itu…”serunya sambil terus memandang televisi.

”Ambil saja di bawah rak itu…”seruku sambil berlalu menuju kamarku dan memakai baju.

”Dimakan makannya nanti keburu dingin…”seru Donghae begitu aku menghampirinya yang sedang mengobrak-abrik rak ku, sudah aku bilang kaset itu ada di bawah rak dia masih mencarinya di atas. Aku segera mengambil kaset itu dari bawah rak dan menyodorkan padanya.

”Ah…aku tidak lihat…”serunya sambil mengambil kaset itu dari tanganku.

”Ibumu baik sekali…”serunya lagi.

Aku hanya diam menanggapinya, memang sejak dia datang ke rumahku dia selalu membawakanku makanan setiap hari. Terkadang aku merasa aneh dengan perlakuannya yang seperti itu tapi jujur lebih baik dia menitipkan makanan di banding aku harus selalu bertemu dengannya, aku masih belum siap menerima dia ibuku, juga Hye Jin sebagai adikku.

Hye Jin POV

Hari ini hari pementasannya. Hufft, aku bisa!seruku pada diri sendiri. Aku sedikit gugup hari ini, aku takut hari ini tidak berjalan lancar bagaimanapun juga aku mengikuti dua pemenatasan yang pertama drama dan yang kedua menyanyi. Bagaimana kalau aku bernyanyi tidak bagus atau aku melakukan kesalahan saat drama. Aduh aku begitu gugup. Aku terus menatap diriku di cermin sambil menyemangati diriku bahwa aku bisa.

”Kau lama sekali sih!”teriak Hyo Jin dari luar kamar.

”Ne…aku sudah siap!”seruku padanya. Dia tidak tahu apa kalau aku begitu gugup. Dia sih sudah biasa sedangkan aku, ini pertma kalinya bagaimana aku tidak gugup.

”Ayo berangkat…jangan gugup begitu….kau pasti bisa!” serunya menyemangatiku sambil tersenyum.

Kami berjalan bersama menuju sekolah, selama berjalan kami hanya terdiam, mungkin lebih tepatnya aku yang diam. Aku berusaha menghapal lirik lagu yang akan dinyanyikan nanti, aku menghapal mana saja bagianku, setelah itu aku juga menghapal adeganku di drama itu. Hyo Jin yang melihatku hanya tersenyum setiap kali melihat mulutku berkomat-kamit mengucapkan dialogku atau lagu yang akan dinyanyikan.

”Santailah sedikit…”serunya sambil menepuk bahuku begitu kami sampai di sekolah, dia melihatku sangat gugup.

Pertama aku harus tampil menyanyi dulu dengan Kyu baru drama. Aku melihat sudah banyak sekali anak-anak yang berkumpul di aula untuk menyaksikan pementasan ini dan itu membuatku semakin gugup saja. Aku hanya bisa mondar mandir di belakang panggung, sementara Kyu tetap tenang dan terus saja menatap layar PSPnya, tidakkah dia merasa gugup sama sekali.

”Ya!Hye Jin-ah…kau membuatku pusing..berhenti mondar mandir…sebaiknya kau duduk…lama-lama aku juga jadi gugup karenamu…”serunya padaku tetap sambil menatap layar PSPnya.

”Kau tidak gugup apa?”tanyaku padanya dan berjalan menghampirinya.

”Sudahlah santai saja…kalau kau gugup nanti malah kacau…”serunya lagi sambil tetap menatap PSPnya.

”Bagaimana aku tidak gugup…aigoo…”seruku lagi.

”Ini main game saja…”serunya sambil menyodorkan PSPnya ke tanganku.

”Main saja…aku mau ke toilet dulu…”serunya kemudian pergi berlalu.

Ya, Kyu memangnya aku game lovers sepertimu, mana bisa hanya dengan main game gugupku akan hilang, bilang saja kau mau numpang menitipkan PSPmu karena kau mau ke kamar mandi. Seruku dalam hati. Aku menaruh PSP itu di atas meja dan melanjutkan kegiatan ku mondar-mandir. Sampai aku merasakan sesorang menyentuh bahuku dan membutku terlonjak kaget.

”Aaaaa!”teriakku sambil menoleh kebelakang. Aku melihat Yesung sudah berdiri di depanku sambil tersenyum.

”Kau mengagetkanku saja!”seruku padanya dan dia hanya tersenyum.

”Mianhe Hye Jin-ah…kau gugup sekali? Mana Kyu?”tanyanya.

”Ke toilet…”jawabku.

”Yah padahal aku ingin bertemu dengannya sebelum tampil…habis ini kalian tampil kan? ya sudah…semangat! aku yakin kalian pasti bisa!”serunya sambil mengepalkan tangannya memberi semangat.

”Ne…gumawo..”jawabku sambil tersenyum.

”Aku pergi dulu ya…nanti gak kebagian tempat duduk…hwaiting!!”serunya lagi sambil berlalu dan tersenyum. Aku pun membalasnya dan kembali melanjutkan kegiatannku. Ya ampun habis ini aku akan tampil. Kemana Kyu lama sekali dia! Aku pun berjalan keluar belakang panggung mencarinya. Aku menunggunya tidak jauh dari toilet cowok. Lama sekali dia!

Aku melihat pintu toilet cowok terbuka namun yang keluar bukan Kyu melainkan Key. Dia melihatku dan berjalan menghampiriku.

”Ngapain kau?”tanyanya dengan nada yang seperti biasa. Ketus.

”Terserahku…”seruku padanya tidak kalah ketus.

”Kau lihat Kyu di dalam?”tanyaku langsung.

”Andwe…”jawabnya.

”Ya sudah…gumawo..”seruku padanya dan berbalik kembali ke belakang panggung namun tiba-tiba dia memanggilku.

”Hye Ji-ah..”serunya.

”Ne…”jawabku.

”Ada yang ingin aku bicarakan denganmu nanti setelah pementasan…”serunya.

”Arasso…”seruku padanya dan berjalan pergi.

”Hwaiting!”serunya sambil tersenyum.

Belum pernah aku melihatnya tersenyum seperti ini, ada apa dengan dia hari ini, aneh sekali, tidak bisanya dia berbuat baik padaku biasanya dia akan selalu menggodaku sudah gitu tidak biasanya juga dia berbicara hanya sedikit biasanya dia akan banyak omong.

Kenapa Kyu belum kembali juga? Kemana dia? Katanya tadi Cuma mau ke toilet sekaranng dia malah menghilang mana sebentar lagi kami yang harus tampil. Bagaimana ini? Ini membuatku semakin gugup. Tiba-tiba Hyo Jin datang menghampiriku.

”Hye Jin-ah…Kyu saki perut dan dia tidak bisa tampil…”seru Hyo Jin dengan wajah khawatir.

Apa!dia sakit. Ya ampun bagaimana ini!

”Mwo? Lalu bagaiamana?dia dimana sekarang?”tanyaku lagi.

”Aku juga tidak tahu….aku sedang mencari Jang sessongnim tapi aku belum menemukannya…Kyu sedang di UKS sekarang…”jawab Hyo Jin.

Bagaimana ini, masa pementasannya harus di batalkan. Ya ampun Kyu kenapa harus sakit segala di saat penting seperti ini.

”Aku yang akan menggantikannya…”seru sebuah suara masuk ke dalam ruangan.

Aku sangat kaget begitu melihat Key yang masuk. Dia berjalan mengahmpiri kami.

”Aku diminta Jang sessongnim menggantikan Kyu…”katanya.

Kami masih yang terkejut mendengar Key yang akan menggantikannya hanya bisa terdiam.

”Kalian tidak percaya padaku…”serunya dengan wajah juteknya itu.

”Andwe…tapi…kau belum pernah latihan dengan Hye Jin…”seru Hyo Jin.

”Cukup dengan sekali latihan…ayo mulai latihan…”serunya padaku.

Aku yang masih kaget mendengar dia yang akan menggantikanmu langsung tersadar begitu dia mulai menyanyi bagian Kyu. Jujur ku akui suaranya tidak kalah dengan suara Kyu. Dia berhenti begitu tiba di bagianku dan menatapku. Ah ya ini bagianku menyanyi. Aku pun mulai mengeluarkan suaraku dan aku merasa nyaman berduet dengannya meskipun ini latihan pertama kami dan sebentar lagi kami akan tampil.

”Wah…bagus sekali…aku tidak menyangka….Key kau bisa bernyanyi…”seru Hyo Jin dengan wajah senang sekali.

Key hanya menanggapinya dengan senyum sinisnya dan beralih menatapku.

”Kau juga tidak buruk…”serunya padaku dengan senyum mengejek. dasar Key tidak ada hari tanpa dia mengejekku.

”Baiklah kalian bersiap-siap sebentar lagi tampil…aku keluar dulu ya..”seru Hyo Jin sambil berlalu keluar.

Aku berjalan menghampiri Key yang duduk di kursi sambil memainkan PSP Kyu. Aku ingin sekali bertanya padanya kenapa dia bisa menyanyikan lagu itu dengan sangat lancar. Aku pikir Key bukan jenis orang yang menyukai musik klasik seperti itu.

”Apa!”tanyanya begitu melihatku menghampirinya.

”Ya!kenapa kau bisa hapal lagu itu?”tanyaku langsung tanpa basa-basi

”Kenapa memangnya! Aku suka lagu itu…”jawabnya santai.

Oh ternyata Key menyukai lagu-lagu klasik, ya ampun fakta mengenai Key lagi yang sungguh mengejutkanku setelah aku mengetahui warna kesukaanya pink. Sungguh dia orang yang sangat aneh.

Aku mengangguk-anggukan kepalaku dan berjalan menuju tirai untuk melihat kapan kami akan tampil.

”Dasar aneh!”serunya.

”Ya!Kau selalu saja seperti itu!oh ya kau mau ngomong apa? Sekarang saja mumpung belum mulai…aku tidak janji pulang bisa menemuimu….”seruku padanya dan seketika itu juga kulihat raut wajahnya berubah. Kenapa wajahnya menjadi gugup begitu.

”Mwo? Tidak bisa disini..nanti saja…”jawabnya dengan terburu-buru sambil mengalihkan pandangannya dari menatapku.

”Memangnya kau mau bilang apa?sekarang saja…”seruku sambil berjalan menghampirinya.

Dia malah menundukan wajahnya, kenapa dia?

Key POV

Aduh, apa aku harus bilang sekarang. Aku melihatnya menatapku dengan tatapan meminta jawaban. Tidak, nanti saja tapi ini kesempatan bagus, aku sedang bersama dengannya sekarang. Nanti siapa tahu dia tidak bisa menemuiku. Apa sebaiknya aku katakan saja.

”Lama sekali…mau ngomong apa sih?” tanyanya lagi.

Mungkin sebaiknya aku bilang sekarang saja.

Aku berdiri dan menatapnya lekat-lekat, dia masih menatapku dengan tatapan bingung. Aku pun mengenggam tangannya namun dia msih menatapku dengan padangan bingung.

”Hye Jin-ah…sa…”aku mulai mengucapkan kata itu namun .

”Kalian bersiap ya….sebentar lagi giliran kalian…”seru Hyo Jin yang masuk dengan hanya menyembulkan kepalanya. Buru-buru aku melepas genggaman tanganku.

Aissh kenapa dia datang disaat yang tidak tepat.

”Kau mau ngomong apa?”tanya Hye Jin lagi yang masih menatapku dengan wajah bingung.

”Andwe…ayo bersiap-siap…”seruku sambil mengalihkan wajahku dan bersiap di belakang panggung.

Sebaiknya nanti saja aku bicara padanya.

Hye Jin POV

Aneh sekali dia! Apa yang ingin dia bicarakan? Kenapa dia mengenggam tanganku? Tak lama kemudian kami di panggil untuk naik ke panggung. Aku menatap seluruh wajah yang mnegarah pada kami dan aku bisa merasakan aku mulai gugup namun Key langsung mengenggam tanganku dan itu membuat jantungku berdegup dengan kencang. Dia menatapku dengan pandangan sangat lembut. Belum pernah dia memperlakukanku seperti itu. Ya ampun apa yang terjadi padanya. Dia mulai bernyanyi sambil terus mengenggam tanganku. Terkadang dia menatapku dengan lembut. Apakah ini hanya penghayatannya terhadap lagu itu tapi tadi saat latihan dia tidak seperti itu. Apa yang terjadi padanya? Kenapa aku malah deg-deg an ditatapnya seperti itu.

Advertisements

One thought on “FF: LOVE’S WAY – IT’S YOU

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s