FF: LOVE’S WAY – IT’S YOU 2

Cast:

1. All of SHINee member

2. Choi Hye Jin

3. Shin Hye Jin

4. Super Junior member

Genre: Friendship and Romance, there’s sad scene also…hehehehe

Rating: General

Disclaimer: Taemin is mine..Only mine..kekekeke

14. IT’S YOU

Hye Jin POV

Sekarang waktunya drama, hwaiting! Seruku menyemangati diriku sendiri. Untunglah tadi acara menyanyi berjalan lancar, aku tidak menyangka Key ternyata bisa menyanyi juga. Aku sudah mengganti bajuku dengan baju yang akan digunakan untuk pentas sampai aku ingat tadi Kyu menitipkanku PSPnya. Aduh dimana ya tadi? Oh ya tadi ada di meja di belakang panggung. Aku pun segera pergi ke belakang panggung untuk mengambil PSP itu dan berniat mengembalikannya pada Kyu sekarang sedang berada di UKS.

”Mau kemana?”tanya Donghae Oppa begitu melihatku keluar dari ruang teater.

”Sebentar Oppa nanti aku kembali…”seruku sambil berjalan keluar.

Aku masuk ke belakang panggung dan mencari PSP itu tapi tidak kutemukan juga. Dimana ya? Gawat kalau sampai hilang, pasti Kyu akan sangat marah padaku. Aku masih mencari PSP itu sampai ke kolong meja tapi tetap tidak menemukannya. Bagaimana ini?

”Mencari ini?”seru sebuah suara dan langsung menyerahkan PSP hitan itu.

Aku mendongak untuk melihat siapa yang memberikannya ternyata itu Key.

”Ah…”seruku terkejut begitu melihat dia berdiri di depanku.

Aku pun segera mengambil PSP itu dari tanganku, aduh kenapa aku ini? Gara-gara bernyanyi bersama tadi membuatku sedikit deg-deg an berada di dekatnya.

”Gumawo…kupikir tadi hilang….”seruku padanya sambil tersenyum.

”Kan tadi aku yang pegang…sebenarnya aku ingin langsung mengembalikannya pada Kyu tapi aku yakin Kyu akan marah padamu karena kau malah meminjamkannya pada orang lain…”serunya sambil tersenyum.

Ya ampun kenapa senyum lembut itu lagi. Dia sedang amnesia apa sampai lupa besikap kasar yang biasanya dia selalu dia tunjukkan padaku. Jujur aku lebih suka melihat dia yang selalu berkata jutek dan sinis padaku dibanding sekarang. Mungkin karena setiap melihat dia tersenyum lembut seperti itu membuat jantungku berdegup dengan kencang.

”Ne…aku mau kesana…kau mau ikut?”tanyaku padanya.

”Annyong…aku mau cari tempat duduk untuk melihat dramamu…”jawabnya sambil tersenyum dan mengedipkan sebelah matanya.

Aigoo, ada apa dengan dia hari ini. Aneh sekali! Apakah dia salah makan tadi pagi atau dia bertukar jiwa dengan Minho mungkin sehingga dia bisa bersikap lembut seperti ini.

Aku berjalan menuju ruang UKS dan mendapati Kyu sedang berbaring di atas tempat tidur dengan wajah yang sangat pucat. Dia sedang sendiri sepertinya. Aku masuk dan berjalan menghmapiri tempat tidurnya.

”Apa aku kembali ke masa lalu?kau Hye Jin di masa lalu”tanyanya padaku dengan mata setengah terbuka.

Aku menatapnya dengan tatapan bingung. Dia lalu memegang kepalanya. Ya ampun parah sekali kondisinya.

”Kyu…ini aku Hye Jin…”seruku padanya perlahan-lahan.

”Oh…aduh kepalaku pusing sekali..mian Hye Jin aku tidak bisa menemanimu menyanyi…”serunya lemah.

Kasihan sekali Kyu.

”Ne..arasso..apa tidak sebaiknya kau ke rumah sakit saja?”tanyaku padanya.

”Aku gak mau ke rumah sakit…”serunya sambil berusaha duduk.

Aku pun membantunya untuk duduk.

”Kenapa? Kondisimu sepertinya buruk sekali…”seruku padanya.

”Sebentar lagi juga baik asal…”katanya berhenti tiba-tiba.

Sepertinya aku tahu jalan pikiran anak ini. Kenapa tidak terpikirkan olehku bahwa tadi dia Cuma berpura-pura. Dasar game freak, untung saja PSPmu tidak hilang aku tidak sanggup membayangkan jika PSP mu hilang mungkin kau bisa tidak sadarkan diri beberapa hari. Aku segera menyodorkan PSP hitam miliknya dan bisa kulihat wajahnya langsung berseri-seri. Dasar Kyu, aku tidak menyangkan ada orang seperti dia.

”Kau tahu Hye Jin….aku sudah bosan setengan mati disini…hanya melihat Yesung bermain dengan kura-kuranya…”serunya penuh dengan semangat sambil mulai memainkan PSPnya.

Aku hanya bisa menghela nafas perlahan.

”Oh ya..mana Yesung?”tanyaku melihat kesekliling dan hanya melihat tas Yesung di atas meja.

”Lagi beli makanan…”jawab Kyu dengan mata masih tertuju pada PSPnya. Sepertinya dia semakin asyik dengan PSPnya dan sebaiknya aku kembali ke ruang teater sebentar lagi pasti akan dimulai, aku tidak mau melihat Heechul sunbae marah-marah karena aku datang terlambat.

”Arasso…aku kembali ya…aku harus pentas drama…semoga cepat sembuah..”Seruku padanya.

Dia hanya menggumama dengan mata yang tetap tertuju pada PSPnya, aku berjalan dan menoyor kepalanya.

”Heh…kalau orang bicara tuh lihat matanya…”seruku sambil berjalan keluar.

”Hye Jin-ah…kau membuatku kalah padahal udah level 100 tahu…”teriaknya padaku.

Kami berdoa bersama-sama agar pertunjukan ini berjalan dengan baik tapi seperti biasa aku tidak menemukan Heechul sunbae di antara orang-orang ini, dia malah asyik duduk sambil memainkan Iphone barunya.

”Hwaiting!”seru Euhnyuk sunbae begitu kami selesai berdoa.

Aku harus bisa, memang ini bukan pertunjukkan pertama bagiku, dulu di Amerika aku pernah ikut drama tapi tetap saja aku gugup ini pentas drama ku disini.

”Kau gugup?”seru Taemin yang tanpa aku sadari sudah berada disampingku dan langsung mengenggam tanganku.

Aduh ini malah semakin membuatku gugup, aku merasakan mukaku memanas dan pasti sekarang sudah memerah, aku berusaha tersenyum agar dia tidak sadar bahwa aku gugup bukan hanya karena akan pentas tapi karena tanganku sekarang ada di genggamannya.

”Andwe…”seruku berbohong.

”Tapi tanganmu gemetar…”serunya sambil tersenyum dan menatapku lekat-lekat.

Aigoo, jangan menatapku seperti itu. Sekarang pasti mukaku sudah semerah kepiting rebus. Dia menatapku sangat lembut sama seperti yang tadi di lakuka Key. Hey kenapa aku malah mengingat Key.

”Kalian bersiap-siap ya..”seru Heechul sunbae menepuk bahu kami berdua dan itu membuat kami sedikt kaget.

Taemin langsung melepaskan genggaman tangannya dan mengalihkan pandangannya dariku. Aku pun begitu, buru-buru aku alihkan padanganku dan menatap ke arah yang lain.

Pentas drama berjalan dengan baik dan tiba saatnya di adegan terkahir. Adegan dimana aku harus memeluk Taemin. Adegan yang selalu membuatku berdebar-debar apalagi tadi dia seperti itu. Aku berusaha melupakan kejadian tadi di belakang panggung.

”Hwaiting!”seru Donghae Oppa sambil menepuk bahuku dan tersenyum jahil.

Aku tahu apa maksudnya itu. Aku hanya membalasnya dengan menmanyunkan bibriku. Dasar Oppa ku yang satu ini senang sekali menggodaku. Hari ini aku tidak melihat Siwon Oppa, dimana dia? Aku harap dia menonton pertunjukan ini.

Aku yakin aku bisa. Seruku pada diriku sendiri.

Aku sudah menyelesaikan dialogku dan aku sudah mulai maju untuk memeluknya, aku berusaha menghindari kontak mata dengannya karena itu hanya akan membuatku samkin deg-degan. Namun ternyata dia malah menatapku dan itu membuatku tidak dapat mengalihkan padanganku dari matanya, aku semakin berjalan mendekatinya dan dia masih menatpku dengan tatapannya yang lembut itu. Begitu aku memuknya, aku merasakan dia membalas pelukanku dan memelukku dengan erat. Sebenarnya seharusnya tidak ada adegan dia membalas pelukanku tapi begitu Heechul sunbae melihat kami latihan waktu itu, entah ada angin apa dia berinisiatif memasukan adegan itu. Namun tiba-tiba Taemin melepaskan pelukannya dan menatapku lekat-lekat. Saat itu jantungku benar-benar berdegup sangat kencang. Dia mendekatkan wajahnya pada wajahku. Dan bisa kurasakan mukaku sudah memanas sekarang. Apa yang akan dia lakukan?. Jantungku semakin berdegup sangat kencang dan aku memejamkan mataku sampai aku merasakan Taemin mencium keningku. Aku benar-benar terkejut dengan hal ini. Masalahnya hal ini tidak ada dalam script dan aku bingung harus bagaimana setelah ini. Taemin langsung merengkuhku ke dalam pelukannya. Aku bisa melihat penonton langsung berteriak histeris tapi aku juga bisa melihat sepasang mata yang menatapku dengan tatap sedih dan kesal. Key. Kenapa dia?

”Kalian benar-benar sangat natural…”seru Heechul sunbae begitu kami selesai pentas dan aku sudah mengganti bajuku dengan baju sekolah kembali dan aku hanya menanggapinya dengan seulas senyum yang agak dipaksakan. Aku bisa melihat teman-teman yang lain ada yang sedikit tidak suka melihat hal tadi. Itu wajar saja aku pun juga tidak menyangka akan hal itu. Pasti sekarang cewek-cewek di sekolah ini akan mulai membenciku. Aigoo!

Sebenarnya aku sangat malu saat ini tapi aku bisa melihat Taemin tetap biasa saja dan itu membuatku sedikit lega karena biasanya dia sering menjadi aneh terhadapku setiap terjadi hal-hal yang tidak terduga terjadi diantara kami. Aku melihat dia sedang berbicara dengan Jin Ki Oppa di depan pintu ruang teater dan kemudian pergi keluar bersama Jin Ki Oppa.

”Senangnya…”seru Donghae Oppa sambil merangkul bahuku dan menyentuh pipiku dengan telunjuknya.

”Oppa!” teraikku sambil berusaha melepaskan rangkulannya tapi ternyata dia lebih kuat.

Dia tertawa sambil masih merangkul bahuku dan aku pun hanya bisa mengerucutkan bibirku, menyebalkan sekali Oppa ku ini.

”Oppa…Siwon Oppa mana?”tanyaku padanya.

Dia melepas rangkulannya dan tampak terjadi perubahan di wajahnya. Ada apa dengan Siwon Oppa.

”Siwon Oppa baik-baik saja kan?”tanyaku khawatir. Sudah seharian ini aku tidak melihatnya, apa dia tidak masuk hari ini? Tapi kenapa dia tidak masuk? Kurasa dia bukan orang yang sering membolos, apa dia sakit?

”Sudahlah….dia tidak masuk hari ini…tapi dia tidak apa-apa kok…kan masih ada Oppa mu yang tampan ini…”serunya sambil tersenyum.

Aku hanya bisa tersenyum mengejek melihat tingkah Oppa ku yang satu ini yang terkadang seperti anak kecil.

”Ya…Oppaku yang tampan…”seruku sambil tersenyum.

”Gumawo dongsaeng…”serunya dan tiba-tiba Donghae Oppa langsung mengecup sekilas pipiku.

”Oppa!”teriakku yang melihatnya langsung kabur begitu mengecup pipiku. Aku berlari mengejarnya dan akhirnya kami main kejar-kejaran di dalam ruang teater untung sudah tidak ada orang lagi. Bisa-bisa aku di bununh oleh para fansnya Donghae Oppa karena aku di cium olehnya. Aku terus aja mengejarnya sampai aku terengah-engah. Dasar Oppaku ini! Dia tertawa mengejekku dari atas panggung yang ada di ruang teater itu. Aku pun berjalan kesana dan langsung memukul lengannya.

”Aishh…kau ini perempuan atau laki-laki sih…sakit tau!”serunya sambil mengusap-usap lengannya.

Aku hanay mendengus kesal.

”Dongsaeng ku jangan marah dong…”serunya sambil mendaratkan kecupan lagi di pipiku.

”Oppa!”teriakku lagi.

Tiba-tiba Euhyuk sunbae muncul dan langsung berdecak kesal pada Donghae Oppa. Pasti dia akan menolongku.

”Heh..Donghae… kau ini dia kan yeojachingunya Taemin..nanti kau dimarah Taemin karena melihatmu dekat sekali dengannya…jangan dekat-dekat dengan dia…”seru Eunhyuk sunbae yang kukira akan membelaku tapi ternyata di balik belaannya itu terselip ejekan lagi.

Aku punya sunbae tidak ada yang beres.

”Lee Hyuk Jae…dia adalah dongsaengku tau…jangan menggodanya..”seru Donghae Oppa sambil merangkulku.

”Oppa..memangnya Oppa tidak menggodaku tadi…masih mending Eunhyuk sunbae yang masih membelaku meskipun dia tetap menggodaku tapi lebih baik dibanding kau…” seruku pada Donghae Oppa dan berusaha melepaskan rangkulannya dan berjalan menuju Eunhyuk sunbae lalu menggamit tangannya.

”Tuh kan…dongsaengmu ternyata lebih menyukaiku dibanging kau…”seru Eunhyuk sunbae sambil tertawa.

”Hyuk Jae-ah…dia dongsaengku tau….”seru Donghae Oppa berjalan menghampirku dan langsung menarik tanganku.

Aku dan Enhyuk sunbae hanya bisa tertawa melihat tingkah Donghae Oppa yang terkadang seperti anak kecil saja tapi kadang juga dia bisa menjadi sangat dewasa. Oleh sebab itu aku sangat menyayanginya. Dia benar-benar Oppa yang baik. Andai aku benar-benar punya Oppa.

”Hye Jin-ah…kau pulang duluan saja…aku di antar Jin Ki…”seru Hyo Jin di telepon.

Jadi aku sia-sia menunggunya selama ini. Sudah hampir sore lagi. Aku melihat jam tanganku yang sudah menunjukan pukul 4.

”Oh…tidak dengan Jang sessongnim…”seruku padanya menyindir.

”Mianhe…Hye Jin-ah…”jawabnya.

”Ne..ne..arasso..bersenang-senanglah..aku bisa pulang sendiri..jangan kecewakan Jin Ki Oppa..”seruku dan langsung menutup teleponnya.

Aku berjalan keluar menuju gerbang sekolah. Ternyata masih ada beberapa anak yang belum pulang karena aku masih melihat beberapa anak masih berkumpul di lapangan sepak bola. Hari ini berjalan lancar. Terima kasih Tuhan. Senangnya tidak terjadi apa-apa. Semua yang kulakukan berhasil. Ucapku dalam hati. Aku tersenyum sambil melangkah menuju gerbang namun tiba-tiba sebuah tanganku menarikku dan menyeretku untuk mengikutinya.

”Key…kau selalu saja…aku bisa jalan sendiri tahu…”seruku padanya yang masih terus menarikku.

Dia hanya menoleh ke arahku dengan tatapan yang sangat tajam. Kenapa dia? Kenapa dia menatapku seperti itu. Padahal tadi pagi dia masih bersikap lembut. Aku tidak habis pikir dengan sikapnya seharian ini.

Dia berhenti tepat di depan pohon di samping lapangan parkir. Dia melepaskan tanganku dengan kasar.

”Sakit tau!”seruku padanya.

”Kenapa kau harus beradegan seperti itu dengannya?”tanyanya dengan setengah berteriak.

Ada apa dengan dia? Kenapa dia seperti itu. Apa haknya untuk melarangku.

”Jawab aku!”serunya lagi.

Aku sudah mulai marah dengan sikapnya yang seperti ini. Kenapa dia begitu ingin tahu? Dia bukan siapa-siapaku.

”Bisa tidak kau tidak berteriak padaku!”seruku padanya dengan setengah berteriak dan langsung menatap matanya yang sekarang sedang menatapku sinis.

Aku pun berjalan pergi meninggalkannya namun lagi-lagi dia menahan tanganku.

”Mian…”serunya dengan wajah penyesalan.

Namun tiba-tiba sebuah tangan lain menarik tanganku yang lain.

”Ayo pulang…”serunya.

Aku pun menyentakkan tangaku dan berhasil lepas dari genggaman Key.

”Aku mau pulang!” seruku padanya dan langsung berjalan bersama Taemin yang mengenggam tanganku.

Key POV

Babo sekali kau Key! Kenapa kau malah marah padanya! Pasti sekarang dia akan sangat membenciku. Hye Jin-ah…mianhe…seruku dalam hati. Jujur aku tidak bermaksud membentaknya tapi aku benar-benar cemburu melihatnya dicium oleh Taemin. Aku tidak bisa melihatmu dengan orang lain. Hye Jin-ah…aku sangat mencintaimu…andai kau tahu perasaanku.

Aku hanya bisa melihat Hye Jin yang sudha berjalan meninggalkanku bersama Taemin. Aku masih bisa melihat dia mennegok ke arahku dengan tatapan marah. Aku yakin dia sangat marah padaku dan pasti dia tidak akan mau berbicara denganku lagi.

Hye Jin POV

”Kau baik-baik saja?”tanya Taemin begitu dia mengantarku sampai di depan rumahku.

”Ne..”jawabku dengan wajah tertunduk.

Aku tidak tahu apa yang aku pikirkan sekarang, aku merasa sudah sangat kasar sekali dengan Key, padahal dia sudah minta maaf tadi. Aigoo, pasti dia sangat marah padaku sekarang.

”Tadi ada apa antara kau dan Key?”tanyanya lagi.

”Andwe…hanya bertengkar saja…tidak apa-apa besok juga sudah baik lagi…”jawabku. Sebenarnya jawaban itu hanya untuk menyakinkan diriku bahwa besok Key pasti akan baik lagi, dia akan seperti biasa lagi.

”Arasso..sampai jumpa besok…”serunya sambil tersenyum dan mengacak-acak rambutku.

Taemin pun segera berlalu. Aku berjalan masuk ke dalam rumah dan mengambil kuncinya di dalam tasku. Hari ini nenek menginap lagi dan aku sendirian di rumah. Hufft, suasana hatiku benar-benar kelabu padahal sore ini begitu indah. Aku membuka setiap jendela rumahku agar udara masuk. Sebenarny agar lebih terang. Aku maish suka takut jika ditinggal di rumah sendirian. Aku masuk ke kamarku dan menggnati bajuku lalu berjalan menuju dapur dan membuka kulkas untuk melihat apa yang bisa aku makan. Sepertinya ada biskuit dan susu strawberry kesukaanku. Aku mengambil keduanya dan duduk di taman depan sambil melihat banyak orang yang lewat. Bukannya memakan biskuit aku malah termenung. Aku memikirkan kejadian tadi. Kenapa Key begitu marah padaku. Aku jadi teringat Hyo Jin pernah berkata bahw mereka meperebutkanku. Ada-ada Hyo Jin itu, tapi aku kembali tertegun dengan kata-kata itu. Apa mereka berdua menyukaiku? Tidak..tidak..tidak….kenapa aku begitu narsis Hye Jin…mereka tidak menyukaimu…kau ini narsis sekali. Seruku di dalam hati. Aku menminum susu strawberry itu dan kembali melanjutkan lamunanku. Kira-kira Key marah tidak ya? Habis tadi aku melihat dia sangat sedih sekali waktu melihatku langsung meninggalkannya begitu saja. Padahal memang tadi dia bilang kan mau ada yang dia bicarakan denganku. Aigoo, aku lupa hal itu. Pasti dia marah sekali padaku. Aku mengambil Hp-ku yag kuletakkan di sampingku dan membuka phone booknya untuk mencari nama Key saat aku mau menekan tombol hijau, aku menghentikannya. Aishh, pasti dia tidak akan mau mengangkat telepon dariku.

Key POV

Telepon tidak….telepon tidak…seruku dalam hati sambil terus mondar-mandir di kamarku sambil menatap layar Iphone-ku.

”Kibum-ah…berisik sekali…hentakan kakimu itu terdengar sampai kamarku….sampai kapan kau akan terus mondar-mandir…sudah telepon saja…”serun Minho yang langsung masuk ke kamarku seperti biasanya tidak meminta ijin dulu.

”Mwo? Siapa yang mau menelepon?”seruku sambil melempar Iphone-ku ke atas kasur.

”Sudah…aku tahu kau mau menelepon gadismu yang kau berikan boneka itu kan?”serunya lagi.

Cerewet sekali orang ini. Kenapa dia bisa menjadi adikku.

”Berisik..sudah keluar sana..aku mau tidur…”seruku sambil menghempaskan tubuhku ke atas tempat tidur dan menelungkupkan wajahku ke bantal.

”Dasar playboy yang satu ini…aku penasaran siapa gadis itu yang bisa membuat playboy sepertimu jadi seperti ini…”serunya sambil berjalan keluar dan langsung menutup pintu.

Dasar adik yang terlalu cerewet, kenapa sih dia bisa begitu cerewetnya jika di rumah. Membuatku pusing saja. Aku berusaha memejamkan mataku tapi tetap tidak bisa. Hye Jin-ah mianhe.

Siwon POV

Ini rumahnya. Aku keluar dari mobilku dan menatap rumah Hye Jin yang juga rumah ibuku. Kenapa aku malah kesini? Aneh sekali diriku. Hari ini aku memutusakn untuk tidak pergi ke sekolah, aku sedang tidak ingin ke sekolah lagipula di sekolah hanya ada pentas seni. Aku sedang berjalan-jalan begitu aku malah menyetir sampsi disini. Aku jadi teringat ibu yang selalu membawakanku makanan sudah sebulan ini. Oh ya aku ingat aku ingin bilang padanya tidak usah lagi membawakanku makanan. Sampai saat ini jujur aku masih belum siap menerima ibuku juga adikku tapi aku pun tidak bisa memungkiri bahwa aku rindu pada ibuku. Aku menatap rumah ini beberapa saat, sepertinya kosong. Mungkin lain kali saja aku bertemu dengan ibuku lagipula aku takut kalau Hye Jin pulang dan dia melihatku disini. Aku hendak masuk kembali ke mobilku sampai sebuah suara memanggilku.

”Siwon Oppa…”seru suara yang sudah ku kenal itu. Hye Jin kenapa dia sudah pulang. Bukankah Donghae bilang dia masih di sekolah, aku pikir Hye Jin juga masih di sekolah. Kenapa dia sudah ada di rumahnya.

Aku pun terpaksa berbalik dan melihatnya berjalan ke arahku dan tersenyum begitu sampai di hadapanku. Rasanya sudah lama sekali aku tidak melihat senyumnya dan entah kenapa itu malah membuatku senang. Memang sudah beberapa minggu ini aku menghindarinya walaupun tidak secara jelas menghindari tapi aku berusaha untuk menjauh dan untunglah dia tidak terlalu merasakan perubahan itu. Aku pun tersenyum pada dongasaengku ini. Ya dongsaengku, entah kenapa setiap kali aku melihatnya ingin sekali aku bilang bahwa aku adalah kakak kandungnya tapi aku tidak mungkin melakukan itu saat aku ingat dia adikku terkadang aku masih kesal dengannya tapi begitu melihat dirinya sebagai Hye Jin aku senang bisa menjadi kakak baginya.

”Benar..ternyata Siwon Oppa…”serunya masih dengan senyumnya itu.

”Ada apa Oppa kemari?” tanyanya lagi.

”Ah andwe…hanya berjalan-jalan saja…lalu aku ingat ini rumahmu…”jawabku seadanya.

”Oppa tadi kenapa tidak ke sekolah? Aku kan hari ini pentas loh…”katanya dengan wajah sedikit kecewa.

”Mianhe Hye Jin-ah…tadi ada keperluan mendadak dengan keluargaku..mian…”seruku padanya.

”Arasso..”serunya.

”Hemm…bagaimana kalau kutraktir es krim sebagai permintaan maafku…”seruku menawarkan padanya bisa kulihat dia tersenyum dan mengangguk lalu berjalan mengunci pintu rumahnya.

Kami pergi ke sebuah taman dan duduk di salah satu bangku yang mengahadap ke arah air mancur.

”Aku beli dulu ya…”seruku padanya.

Dia pun mengangguk dan aku pun pergi membeli dua buah es krim. Begitu aku kembali aku melihat wajah Hye Jin sedih sekali. Kenapa dia? Apa yang terjadi padanya? Aku duduk di sampingnya dan menyodorkan es krim itu padanya.

”Gumawo…”seru Hye Jin dan menjilat es krimnya.

”Kenapa kau sedih? Ada yang menganggumu?” tanyaku padanya mencari tahu kenapa wajahnya begitu sedih.

”Anni…aku baik-baik saja…”jawabnya sambil tersenyum tapi aku bisa merasakan itu bukan senyum yang tulus melainkan lebih di paksakan.

”Aku kan sudah bilang…kalau ada apa-apa cerita padaku…”seruku sambil menatapnya.

Dia menghela nafas perlahan.

”Oppa…Key marah padaku…”serunya sambil tertunduk.

”Kenapa?”tanyaku.

Dia pun menceritakan semua kejadiannya padaku. Ya ampun dongsaengku ini polos sekali. Sudah jelas Key itu cemburu padanya. Aku tidak menyangka dongsaengku di sukai oleh dua pria sekaligus tapi dia tidak sadar akan hal itu. Aku tersenyum padanya saat dia menyelsaikan ceritanya. Aku pun mengacak-acak rambutnya penuh rasa sayang.

”Kau tahu kenapa Key marah padamu?”tanyaku padanya.

Dia hanya menjawabnya dengan gelengan kepalanya. Aku pun hanya tersenyum melihatnya. Ternyata dia memang sangat polos. Sudahlah nanti juga dia tahu sendiri.

”Ya sudah…besok jug dia akan baik lagi…jangan dipikirkan…”seruku padanya. Dia pun hanya tersenyum namun tiba-tiba dia langsung memelukku.

”Gumawo Oppa…setelah berbicara denganmu aku jadi lebih baik…”serunya dalam pelukanku.

Aku pun membalas pelukannya dan mengusap-usap kepala dongsaengku ini. Aku sayang sekali denganmu tapi maaf aku belum bisa menerimamu sebagai adikku.

Dia melepas pelukanku dan menatapku.

”Oppa…kita main sepeda yuk?”serunya padaku.

Aku sedikit kaget mendengar perkataanya. Bukannya dia tidak bisa naik sepeda.

”Oppa yang naik…aku yang dibonceng..begitu…”serunya lagi seperti mengerti bahwa aku sedikit bingung dengan perkataanya tadi.

Aku pun mengangguk dan menarik tangannya menuju salah satu tenpat penyewaan sepeda.

Hye Jin POV

”Gumawo Oppa…”seruku begitu Siwon Oppa mengantarku sampai di depan rumah.

Dia pun tersenyum dan melambai sebelum masuk ke dalam mobilnya dan pergi.

Aku masuk ke dalam rumah dan begit kaget melihat ibuku sudah berdiri di depan pintu.

”Umma…sudah pulang?”tanyaku padanya.

”Ne umma tadi bisa pulang cepat…siapa tadi?”tanya ibuku langsung.

Kenapa dia begitu ingin tahu siapa yang bersamaku kali ini. Biasanya dia tidak pernah bertanya, yah mungkin karena memang tahu kalau aku pergi kalau tidak dengan Taemin pasti dengan Jin Ki Oppa.

”Itu tadi Siwon sunbae ku di sekolah….satu angkatan dengan Hyo Jin…”jawabku.

Dan bisa kulihat wajah ibuku langsung berubah begitu mendengar jawabanku.

”Kau pacaran dengannya?” tanyanya dengan penuh selidik. Kenapa ibuku ini? Dia tidak pernah bertanya kalau aku pulang denga Taemin, dia tidak pernah bertanya Taemin pacarku atau bukan tapi kenapa dengan Siwon Oppa dia bertanya seperti itu.

”Andwe…aku hanya menganggapnya kakakku….”jawabku lagi.

”Ne..itu kakaknya Hye Jin disekolah selain Donghae ahjumma…”seru Hyo Jin yang tiba-tiba muncul. Membantu menjelaskan.

Memang aku pernah cerita tentang aku punya sunbae yang aku anggap kaka di sekolah tapi waktu itu aku baru punya Donghae Oppa jadi aku belum sempat cerita pada ibu bahwa Siwon Oppa juga adalah Oppaku. Bisa kulihat wajah ibu menjadi lega entah kenapa. Memangnya kenapa kalau aku pacaran dengan Siwon Oppa. Tentu saja aku tidak mungkin pacaran dengan Oppaku sendiri meski bukan kakak kandung tapi kan tetap saja perasaanku padanya hanya perasaan seorang dongsaeng pada Oppanya tidak lebih. Lagipula Siwon Oppa juga sudah mempunyai pacar Aku hanya menganggapnya seorang kakak. Kakak yang sangat ingin aku miliku.

”Ya sudah…kau mandi sana…ibu sudah membuatkan makanan kesukaanmu…”seru ibuku.

”Ne…asik..”seruku sambil berjalan masuk ke dalam tapi aku berbalik dan melihat ibu masih berdiri di depan pintu. Kenapa dengan ibu? Aneh sekali tidak biasanya dia seperti itu? Ada apa ya?

Advertisements

One thought on “FF: LOVE’S WAY – IT’S YOU 2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s