FF: LOVE’S WAY – ALWAYS

Cast:

1. All of SHINee member

2. Choi Hye Jin

3. Shin Hye Jin

4. Super Junior member

Genre: Friendship and Romance, there’s sad scene also…hehehehe

Rating: General

Disclaimer: Taemin is mine..Only mine..kekekeke

15. ALWAYS

Hye Jin POV

Semoga hari ini Key sudah tidak marah padaku dan sudah menyapaku seperti biasa lagi. Aku pun berjalan masuk menuju gedung sekolahku di musim gugur ini. Sekarang setipa hari aku harus selalu membawa syal atau sweterku karena udara sudah mulai dingin. Daun-daun pun sudah mulai berguguran. Itu yang tampak di sekolahku. Sekolahku yang biasanya hijau kini daun-daunnya sudah berubah warna menjadi coklat dan sudah mulai berguguran dan menyebabkan banyaknya tummpukan daun itu dimana-mana.

”Hye Jin-ah…”seru seseorang menghampiriku.

”Taemin-ah…”seruku padanya.

Seperti biasa dia akan selalu tersenyum seperti itu. Senangnya melihat dia tersenyum.

”Pagi sekali…”seruku padanya.

”Ne…ada latihan basket dulu…akan ada pertandingan minggu besok…”serunya.

”Ya ampun sibuk sekali dirimu…baru selesai pentas drama sekarang sudah mau ikut basket lagi…”kataku sambil menatapnya.

Dia balas menatapku dan tersenyum. Aigoo, kenapa aku harus selalu terjebak dengan tatapan matanya yang hangat dan lembut itu.

Key POV

Semoga hari ini Hye Jin sudah tidak marah padaku. Seruku dalam hati. Aku pun berjalan dari lapangan parkir menuju kelasku. Namun tiba-tiba aku melihat Hye Jin dan Taemin berjalan bersama. Kenapa sih dia bisa begitu dekat dengan Hye Jin? Dan Hye Jin pun terlihat selalu tersenyum jika bersamanya. Aishh! Aku mengacak-acak rambutku sendiri.\

”Key..kau kenapa?” tanya Jonghyun yang entah dari kapan sudah berada di sampingku yang masih melihat dua orang itu tertawa bersama.

”Jonghyun-ah…”Seruku padanya.

”Ara…kau cemburu melihatnya ya?”tanya Jonghyun padaku dengan senyuman.

”Andwe..untuk apa aku cemburu pada mereka…”seruku sambil berjalan meningglakan Jonghyun yang masih bingung kenapa aku menatap mereka dengan seksama.

Yah, aku memang cemburu pada mereka. Setiap melihat mereka berdua pasti hatiku akan sakit. Hye Jin-ah apa kau lebih menyukainya dibanding aku?

Hye Jin POV

Aku masuk ke kelasku perlahan-lahan. Aku melihat Key sedang asyik membaca buku. Kenapa suasanya seperti waktu itu. Saat aku sedang tidak bicara  juga dengannya dan aku juga harus berjalan perlahan-lahan seperti ini. Kejadian itu seperti terulang kembali seperti saat itu. Tapi saat itu aku kepentok meja dan menyebabkan kakiku luka namun kali ini aku tidak mau seperti itu. Aku berjalan sangat hati-hati menuju mejaku. Dia menegokan kepalanya dan menatapku sekilas dengan tatapan dingin dan kembali membaca bukunya. Ternyata dia masih marah padaku. Huh. Tak sengaja aku malah menendang salah satu bangku dan itu malah membuat kakiku sakit.

”Aduh!”teriakku.

Namun dia tetap dengan bacaannya. Kenapa dia tidak merespon sama sekali, padahal waktu dulu, dia langsung menghampiriku. Sepertinya dia benar-benar sangat marah padaku. Bagaimana ini?

Aku menaruh tasku dengan kasar ke atas meja sengaja agar dia menoleh. Ternyata dia tetap asyik dengan bacaannya. Menyebalkan sekali dia. Aku sengaja menghela nafas dengan kencang agar dia menoleh dan tetap saja dia asyik dengan bacaannya. Kenapa dengan anak ini? Apa dia benar-benar kesal denganku? Harusnyakan aku yang lebih kesal padanya kenapa dia harus tiba-tiba marah padaku hanya karena adegan itu. Seruku dalam hati sudah mulai kesal dengan orang ini.

Baiklah aku yang salah aku akan minta maaf. Aku pun berdiri dan beranjak menuju  mejanya.

”Key..”seruku padanya.

Dia masih diam saja, aku masih menunggu dnegan tetap berdiri di depna mejanya. Tak lama kemudian dia menutup bukunya dan berdiri dan berjalan keluar kelas.

Apa! Dasar keras kepala sekali anak ini!

Aku pun seger berjalan mengejarnya dan mendapatinya berdiri di depan pohon di taman sekolah. Aku berusaha menghampirinya namun sebuah tangan menarikku.

”Aku sudah bilang…jangan dekat-dekat dengan Key…dia milikku….”seru suara yang sudha aku kenal. Aku pikir cewek ini tidak akan kembali lagi dari pekerjaannya sebagai model di Jepang.

Aku pun hanya memandang Yu Ri sinis.

”Kau telah menjadikan Key-ku jadi seperti itu…”serunya lagi.

Aku malas berdebat dengannya dan berusaha melewatinya karena aku ingin bicara dengan Key dan ingin menyelesaikan masalah kami, itu saja. Aku tidak akan mengambil Key dari dia.

Namun Yu Ri terus menghalangiku dan itu membuatku semakin kesal padanya.

”Aku hanya ingin bicara dengan Key”seruku dengan setengah berteriak.

Aku kesal sekali pada cewek ini. Mau apa sih dia? Aku hanya ingin bicara saja sulit sekali. Key juga, kaupikir ini semua salahku. Aku sudah baik-baik ingin meminta maaf padamu kau malah mengacuhkanku.gerutuku dalam hati.

Aku melihat Key berbalik dan berjalan menghmapiri kami, dia menatapku sekilas dan langsung menarik tangan Yu Ri.

”Jangn buat masalah…ayo pergi…”Serunya pada Yu Ri lalu menatapku dingin.

Kenapa Key jadi seperti itu?kenapa dia membela Yu Ri. Aku kan hanya ingin bicara padanya. Key kau jahat sekali. Aku menatpanya yang berjalan sambil menarik Yu Ri. Dan itu mengigatkanku pada kebiasaanya untuk menarikku juga. Apa dia sudah tidak mau berteman denganku lagi. Aku berjalan kembali ke kelas dengan perasaan sangat sedih, aku pun berhenti di depan lokerku dan membukanya. Disana ada boneka beruang yang Key berikan padaku. Aku jadi mengingat saat dia memberikannya padaku. Aku mengelus boneka itu lalu memukulnya.

”Memangnya aku yang salah…kau bodoh Key…kenapa aku harus minta maaf padamu…baiklah aku tidak akan bicara lagi denganmu…”Seruku pada boneka itu.

”Hye Jin-ah…kau sudah gila ya…”seru sebuah suara.

Aku segera menutup lokerku dan berbalik melihat orang itu.

”Yesung-ah…”seruku padanya yang berdiri tepat di depanku sambil menatapku dengan tatapn bingung.

”Kau berbicara dengan lokermu sendiri?”tanyanya dengan tatapn bingung.

”Babo kau! Mana mungkin aku bicara dengan lokerku sendiri…”jawabku.

”Syukurlah….kau masih waras….”serunya dengan wajah penuh kelegaan.

Dasar Yesung aneh, mana mungkin aku bicara dengan lokerku sendiri, aku masih waras tahu. Seruku dalam hati.

”Mana Kyu?”tanyaku begitu melihat dia hanya sendiri biasanya dia selalu bersama Kyu kemana-mana.

”Dia sedang dirawat di rumah sakit….gara-gara sakit di perutnya itu…”jawab Yesung dengan wajah agak sedih.

Tentu saja Kyu adalah teman baiknya pasti dia sedih melihat Kyu terbaring di rumah sakit. Aku malah ingin tertawa mendengar Kyu di rawat di rumah sakit. Anak itu memang ngeyel sudah aku bilang suruh ke rumah sakit dia malah bilang akan baik kalau sudah main game. Dasar babo mana ada game yang bisa menyembuhkan, baru tahu rasa kau sekarang. Seruku dalam hati. Aku jadi ingin melihat wajahnya di rumah sakit. Pasti sangat menyedihkan.

”Aku jadi ingin mengunjunginya…”seruku pada Yesung.

”Besok saja…aku besok mau kesana..”seru Yesung riang, sepertinya dia senang sekali aku mau menjenguk Kyu.

”Bagaimana ya…nanti aku kabarin lagi deh…”seruku padanya.

”Hye Jin-ah…”teriak Wookie dari depan pintu kelasku yang tidak jauh dari lokerku.

”Ne…”jawabku.

Huh pasti anak itu ingin meminjam bukuku. Kebiasaan selalu menyamakan PR nya dengan PR ku.

”OK…kalau besok kau mau ikut…sms aku saja…arasso?”seru Yesung padaku.

”Ne…”jawabku

Dia pun segera berlalu menuju kelasnya dan aku pun berjalan menghampiri Wookie yang dari tadi sudah cerewet sekali menyuruhku masuk. Seperti cewek saja dia mana suaranya cempreng sekali.

”Lama sekali kau…mana…aku pinjam…”serunya padaku.

”Aku kan sudah sering bilang ambil saja di tasku…”jawabku sambil berjalan ke mejaku.

”Tidak…nanti dikira aku mau mencuri lagi…”serunya.

Aku pun tertawa mendnegarnya. Lagian apa yang mau dicuri dari dalam tasku. Aku pun mengambil bukuku dan menyerahkannya pada Wookie.

”Hye Jin-ah…..jebal…”seru Rae Na memohon padaku.

Daritadi dia terus saja berdiri di depanku sambil memohon agar aku ikut menemaninya menonton pertandingan basket besok. Apalagi yang ingin dia lihat kalau bukan Minho. Dasar anak itu.

”Besok pertandingan pertama Minho sebagai ketua klub basket…jebal…temani aku…”serunya lagi masih sambil memohon.

Aku menimbang permintaan itu, kalau aku ikut tentu aku bisa melihat Taemin tapi pasti disitu ada Key juga, aku kan sedang bertengkar dengannya dan menjauhinya adalah hal yang baik sekarang tapi aku juga tidak enak pada Rae Na, besok juga aku ingin pergi menjenguk Kyu, aishh, aku bingung!

”Hye Jin-ah..”seru Rae Na lagi dengan semakin memohon.

Aku menghela nafas.

”Ne..aku ikut…”seruku padanya dengan wajah yang agak sedikit kupaksakan.

”Memangnya kau begitu sukanya pada Minho..kenapa tidak bilang padanya?”tanyaku padanya.

Aku sudah tahu Rae Na sangat menyukain Minho sejak mereka masih SMP tapi sepertinya Minho sama sekali tidak tahu, tentu saja bagaimana dia bisa tahu sedangkan dia hanya sibuk dengan kegiatan basketnya itu terlebih lagi dia adalah orang yang sangat dingin meskipun denganku dia tidak seperti itu malah lebih mirip tukang gosip, aku masih kesal dengan dia yang selalu mengira aku adalah yeohachingunya Taemin dan menyebarkan itu keseluruh anak basket.

Aku melihat Key masuk ke kelas dengan gayanya yang biasa dia menatapku sekilas dengan tatapan yang sangat sinis. Membuatku merinding. Aku jadi ingat dia juga pertma kali seperti itu padaku. Kenapa jadi seperti deja vu begini? Aku menggaruk kepalaku yang tidak gatal.

”Kenapa Hye Jin-ah?” tanya Rae Na.

”Ah andwe…”seruku dan masih terus memikirkan kenapa bisa sampai jadi seperti ini.

Makan sendiri memang tidak enak sekali. Kenapa sih Rae Na bela-belaiin melihat Minho berlatih dibanding menemaniku makan siang. Hyo Jin juga tidak ada. Siwon Oppa, Donghae Oppa kemana mereka semua. Aku mengedarkan pandanganku ke sekeliling dan tidak melihat wajah orang-orang itu. Aku terus saja melanjutkan makan siangku dalam diam.

”Hye Jin-ah…kau sendirian?”tanyanya seseorang yang langsung meletakkan nampannya di mejaku.

Aku mendongak untuk melihat dan ternyata itu Taemin. Aku pun mengangguk dan tersenyum padanya.

”Bukannya kau sedang latihan?”tanyaku begitu aku meminum susuku.

”Sudah selesai…jadi aku langsung buru-buru kesini…aku sangat lapar…minho hyung itu selalu saja seperti itu…menyuruh kami latihan meski di jam istirahat…”terang Taemin dan langsung menyendok nasinya. Sepertinya dia sangat kelaparan karena dia makan sangat terburu-buru. Aku hanya memperhatikannya makan sementara makananku sudah habis.

”Kau sudah selesai ya?” tanya Taemin begitu melihatku sudah tidak makan lagi dan menjauhkan nampan dari hadapanku.

”Ne..aku kan sudah daritadi…”jawabku.

”Oh ya…besok kau datang?” tanyanya padaku.

”Ne…Rae Na memintaku menemaninya…”seruku padanya.

”Padahal tadinya aku mau mengajakmu tapi ternyata kau sudah di ajak oleh Rae Na duluan…..tidak apalah…aku senang kau mau datang…”katanya.

Ternyata dia mengharapkanku untuk datang. Aigoo!

Aku melihat segerombolan anak basket masuk ke kantin. Semua mata langsung tertuju pada mereka. Yah tentu saja siapa yang tidak tahu kalau mereka itu adalah kumpulan orang-orang keren. Aku akui itu. Mereka semua keren. Disana ada Minho, Yesung, Sungmin, Siwon Oppa, dan Changmin sunbae. Jadi Siwon Oppa juga ikut melatih hobae-hobaenya pantas daritadi aku tidak melihatnya. Siwon Oppa melihat ke arahku sekilas namun langsung memalingkan wajahnya padahal aku baru saja akan tersenyum padanya. Kenapa dengan dia? Mereka duduk dalam satu meja dan langsung asyik mengobrol. Tak lama kemudian Key masuk ke kantin dan melihat ke arahku sekilas kembali dengan pandangan sangat menakutkan.

”Kalian masih bertengkar?” tanya Taemin begitu melihatku terus memperhatikan Key.

”Ne…sudahlah…aku tidak peduli…”seruku.

Minho kemudian berjalan ke arah kami.

”Ya! Taemin-ah kau malah makan duluan…”serunya pada Taemin.

”Mian hyung….aku sangat lapar…”seru Taemin dengan wajah meminta maaf.

Ternyata dia kabur dari latihan. Kemudian Minho mengalihkan pandangannya padaku lalu tersenyum. Aiggo, dimulai lagi.

”Arasso…kau mau makan dengan Hye Jin ya…romantis sekali…”serunya sambil menatapku dan mengedipkan sebelah matanya.

”Andwe…”seru kami bersamaan.

Aku langsung mengalihkan padanganku darinya karena aku merasakan mukaku sudah merah, Taemin pun begitu bisa kulihat wajahnya juga memerah. Aku malu sekali. Bagaiamana ini. Minho malah tertawa terbahak-bahak melihat tingkah kami.

”Ya sudah dilanjutkan saja makannya…”seru Minho.

”Andwe…aku pindah hyung…” seru Taemin sambil membawa nampannya dan berdiri.

”Ne…aku juga sudah selesai mau ke kelas…”seruku dengan terburu-buru dan langsung berjalan meninggalkan mereka. Aku bisa melihat begitu Taemin sampai di meja mereka. Anak-anak itu langsung tertawa terbahak-bahak. Dasar Minho! Tapi ada satu orang yang aku lihat. Itu Key. Dia tetap makan tanpa mempedulikan yang lain. Apakah dia membenci Taemin karena hal itu?

Pulang sekolah aku masih duduk di bangku melihat anak-anak sudah mulai keluar kelas. Aku ingin sekali bicara dengan Key untuk meluruskan masalah ini. Habisnya aku jadi tidak enak jika seperti ini terus. Aku menunggu hingga semua orang keluar kelas.

”Hye Jin-ah…kau tidak pulang?”seru Rae Na sambil menepuk bahuku.

”Ne….aku kan kerja dulu…”jawabku.

”Arasso…aku duluan ya..hati-hati…”serunya sambil tersenyum dan berlalu pergi.

Aku masih menunggu hingga semua orang benar-benar sudah pulang semua. Setelah kelas menjadi sepi aku melihat Key juga sudah berdiri dari tempat duduknya dan hendak berjalan keluar. Aku berusaha mengejarnya dan memanggilnya.

”Key!”teriakku.

Aku melihat dia berhenti berjalan namun tanpa menoleh sedikitpun maka aku pun berjalan menghampirinya.

”Jangan bicara denganku lagi!”serunya dengan tetap membelakangiku.

Apa maksudnya jangan bicara lagi dengannya? Apa dia sebegitu marahnya? Memang aku sangat bersalah atas kejadian itu?

Dia berjalan pergi meninggalkanku. Aku menarik tangannya dan dia pun menoleh melihatku tapi dengan tatapan yang sangat menyeramkan. Dia mentapku sangat tajam.

”Key..”lirihku karena takut melihat matanya maka aku pun menunduk.

”Sudah kubilang jangan pernah bicara denganku lagi!”serunya sambil menyentakkan tanganku dan langsung berjalan pergi.

Aku hanya bisa menatapnya semakin menjauh, kenapa dia begitu jahat. Aku merasakan mataku mulai memanas, sudah kuduga pasti aku akan menangis, aku memang tidak bisa mengontrol emosiku jika sedang kesal atau marah pasti menangis. Aku berbalik dan berjalan keluar sekolah berusaha menahan tangisanku. Aku berjalan menuju tempat aku bekerja. Di jalan aku masih terus berusaha menahan tangisanku. Baru beberapa meter dari gerbang sekolah, sebuah motor berhenti di depanku.

”Hye Jin-ah…ayo aku antar…”seru Taemin.

Aku menatap Taemin dan tanpa terasa air mataku sudah mulai mengalir.

”Hye Jin-ah… gwenchanayo?”tanyanya khawatir.

”Ne…gwenchana…”seruku sambil berusaha tersenyum namun ternyata air mataku malah terus turun.

Taemin langsung merengkuhku ke dalam pelukannya.

”Sudah baikan….”seru Taemin sambil memberikan es krim padaku dan aku pun mengambilnya.

”Mianhe…kau pasti mengira aku cengeng sekali…hanya karena masalah seperti itu menangis…aku sendiri heran dengan diriku kenapa aku begitu mudah untuk menangis…”seruku sambil menjilat es krim yang dia berikan.

Kami sedang duduk di taman dekat sekolahku gara-gara tadi aku menangis, ya ampun sudah berapa kali aku memangis di depannya.

Dia hanya tersenyum menanggapi perkataanku dan malah mengacak-acak rambutku lembut.

”Lebih baik daripada tidak bisa menangis….”serunya.

”Aku benci sekali dengan makhluk yang bernama Key itu…”seruku.

Kulihat Taemin hanya terkekeh pelan, ya aku sudah menceritakan semuanya pada Taemin tentu dengan beberapa bagian yang tidak aku ceritakan secara detail seperti pertanyaa Key padaku kenapa aku mau melakukan adegan itu dengan Taemin.

”Ne…mungkin dia butuh waktu…tapi sebaiknya kau minta maaf saja padanya…jangan jadi malah membencinya…”serunya lagi.

Aku pun tersenyum menanggapinya. Yah mungkin aku harus langsung minta maaf saja padanya, tidak peduli sebenarnya siapa yang salah. Tidak ada salahnya aku minta maaf duluan.

Aku baru ingat aku harus pergi bekerja. Jam berapa sekarang? Aigoo, bisa telat aku.

”Taemin-ah..jam berapa sekarang? Aku lupa harus pergi kerja..”seruku padanya dan langsung berdiri.

”Sudah jam 3 kurang 10 menit…memangnya kau masuk jam berapa?”tanyanya.

Aigoo, 10 menit lagi.

”Jam 3..aissh..bagaimana ini…”seruku.

”Ayo aku antar…”serunya sambil menarik tanganku.

”Gamsahamnida ahjumma…annyeong…”seruku dengan melambai lalu berjalan keluar toko itu. Untunglah tadi diantar Taemin jadi aku tidak telat. Jam sudah menunjukan pukul 8 malam. Aku mengatupkan kedua tanganku dan meniupnya untuk memberikan kehangatan pada kedua tanganku yang sangat dingin. Oh ya sebentar lagi akan masuk musim dingin. Musim dingin pertamaku di Korea. Apakah akan berbeda? Dulu aku sering pergi snowboarding jika musim dingin tiba. Aku berpikir apakah disini juga ada tempat seperti itu ya? Aku kangen Amerika. Seruku dalam hati. Aku mengedarkan pandangan kesekeliling jalan di depan toko jajangmyeon itu dan menagkap sebuah pandangan yang tidak asing lagi. Bukankah itu Taemin. Dia melambaikan tangannya dan menyuruhku mendekat. Aku pun berjalan menuju ke arahnya.

”Ayo pulang…”serunya sambil memberikan helmnya padaku.

Aku hanya terpaku di tempatku bertanya-tanya kenapa dia ada disini? apa dia sengaja menjemputku?aisshh kau narsis sekali Hye Jin, mungkin dia hanya sedang lewat saja.

”Ayo pulang…sudah dingin…”serunya lagi.

Aku tersentak dari lamunanku dan langsung mengambil helm yang dia sodorkan padaku.

Setiap hari dia seperti ini malah membuatku semakin menyukainya. Aigoo.

”Hye Jin-ah….ayo cepat…”seru Rae Na sambil terus menarik tanganku.

”Ya! Rae Na pertandingannya tuh masih satu jam lagi…”seruku sambil berusaha melepaskan tarikan tangannya.

”Ne…arasso…tapi aku mau melihat mereka dulu…”serunya dengan wajah memohonnya yang khas.

Sungguh aku sangat tidak suka melihatnya memohon seperti itu. Akhirnya aku pun luluh juga dan segera berjalan keluar kelas menemaninya menuju lapangan basket. Hari ini pertandingannya diadakan di sekolah kami. Di lapangan hanya tampak beberapa anak basket sekolah kami yang sedang bersiap-siap dan saat aku melihat di kursi penonton. Wow, hanya satu kata itu saja yang terucapa dari mulutku. Ramai sekali padahal baru satu jam lagi pertandingannya di mulai tapi para penonton sudah ramai disini. Saat aku hendak duduk salah satu tempat duduk Rae Na malah menarik tangaku menuju ke pinggir lapangan yang ramai dengan anak basket yang sedang bersiap-siap.

”Ya! Aku tidak mau kesitu….”seruku namun tanganku terus ditarik sampai ke pinggir lapangan dan disana sudah ada Minho, Yesung, Sungmin, Key, Siwon Oppa juga Changmin sunbae yang sepertinya ingin memberi semangat pada hobae-hobaenya ini dan sisanya ada hobae kami yang aku tidak tahu siapa mereka. Salah satu dari mereka matanya sangat sipit kurasa dia bukan orang Korea kalau dilihat dari wajahnya.

”Hye Jin..Rae Na…”Seru Yesung dengan senyumnya yang seperti biasa begitu melihat kami menuju ke arah mereka.

Aku menaggapinya dengan membalas senyumnya namun begitu aku sampai di depan mereka kulihat Key pergi menjauh dengan tatapannya yang sangat tajam itu. Hufft, dia sangat membenciku sepertinya.

”Yeojachingu Taemin..annyeong…”seru Changmin sunbae dengan senyumnya yang khas itu.

Dasar Changmin sunbae, aku punya nama tahu, kenapa dia selalu memanggilku dengan nama-nama yang aneh kalau bukan Choi pasti yeojachinu Taemin. Dasar sunbae yang aneh!

Aku pura-pura tidak mendengarnya dan beralih menatap Siwon Oppa dan tersenyum namun Siwon Oppa hanya tersenyum tipis. Ada apa dengan dia akhir-akhir ini? Dia sangat aneh padaku. Aku pun jarang sekali bertemu dengannya di sekolah, kalaupun aku melakukan kegiatanku yang biasa dengan Donghae Oppa pasti dia tidak ada dan setiap aku bertanya Donghae Oppa, dia selalu bilang Siwon Oppa sekarang sedang sibuk dan dia baik-baik saja tapi aku penasaran ada apa?

”Minho-ah…hwaiting!” seru Rae Na sambil tersenyum pada Minho dan Minho hanya mengangguk dengan wajah tetap datar.

Aishh, apa-apaan anak ini? Ada yang memberinya semangat malah seperti itu tanggapannya. Oh ya tumben sekali anak ini diam saja. Apa dia gugup?bisa juga si jago basket ini gugup.

”Rae Na-ah….masa Cuma Minho saja yang kau beri semangat…”seru Yesung dengan wajah cemberut.

”Yesung-ah hwaiting!”seruku.

Yah aku kan juga bisa memberinya semangat.

”Aishh…bukan kau Hye Jin…”Serunya lagi masih dengan wajah cemberut sedangkan yang lain hanya tertawa melihat tingkah Yesung sementara Minho tetap diam. Sebegitu gugupkah dia. Oh ya aku tidak melihat Taemin, kemana dia?

”Dia masih di ruang ganti…”seru Changmin sunbae sambil tersenyum jahil.

”Siapa yang di ruang ganti?”tanyaku pura-pura tidak tahu walaupun sebenarnya aku tahu siapa yang dia maksud.

”Ya..kau pura-pura…”serunya dan kini dia tertawa.

Aku hanya menanggapinya dengan memanyunkan bibirku. Aku melihat Rae Na terus saja berbicara pada Minho menanyakan apa saja walaupun hanya ditanggapi dengan anggukan atau senyum tipis tapi sepertinya Rae Na begitu senang. Dia benar-benar sudah jatuh cinta pada Minho. Tumben sekali Minho tidak ikut-ikutan meledekku seperti Changmin sunbae. Aku melihat Yesung yang sepertinya sangat tidak suka melihat Rae Na dekat dengan Minho, jangan-jangan Yesung menyukai Rae Na. Aigoo.

”Nah itu dia…”teriak Changmin sunbae sambil mengedipkan sebelah matanya padaku.

Taemin berjalan menghampiri kami dan tersenyum.

”Ya! Hye Jin-ah kau tidak mau memberi semangat pada dia…”seru Changmin sunbae lagi.

Taemin langsung tersentak kaget begitu mendengar perkataan Changmin sunbae dan kulihat dia hanya menunduk. Begitu pun aku. Apa-apaan sih Changmin sunbae ini.

”Ne…Hye Jin-ah masa Cuma Yesung saja…”serun Sungmin yang dari tadi diam kini angkat suara juga. Sudah tidak orang yang beres di klub basket ini, semuanya tukang gosip. Aku hanya melirik ke arahnya tajan dan dia bersembunyi di balik tubuh Yesung seperti anak kecil.

Entah kenapa mata Taemin dan mataku saling bertatapan dan itu membuat kami salah tingkah. Aku yakin mukaku pasti sudah sangat merah sekarang. Semuanya tertawa melihat tingkahku bahkan Minho yang sedang gugup ikut menyunggingkan senyum di bibirnya.

”Rae Na…ayo kembali ke tempat duduk…”seruku sambil menarik tangan.

”Ya! Kau harus memberi semangat dulu pada Taemin…”seru Rae Ne melepaskan tangaku.

Semua orang kini menatapku menungguku mengucapkan kata-kata itu.

”Ne…sudahlah hyung….”seru Taemin membantuku.

Semua orang masih saja menatapku tanpa mempedulikan Taemin. Baiklah kalau itu memang membuat kalian puas.

”Taemin-ah…hwaiting!”seruku padanya.

Dan bisa kulihat dia sangat terkejut dan hanya bisa mengangguk dan mengalihkan padangannya dari tatapanku. Semua orang malah tertawa melihat kami.

”Ayo…”seruku dengan menarik tangan Rae Na, tentu saja kini dia tidak menolak karena aku sudah mengabulkan keinginannya.

Pertandingan berjalan sangat sengit tapi untunglah ada Minho. Ternyata dia memang sangat jago. Sebenarnya aku sedikit tidak konsentrasi melihat pertandingan itu karena Rae Na disampingku terus saja berteriak memanggil nama Minho, membuatku pusing saja.

”Ya!kenapa kau tidak meneriakkan nama Taemin!”seru Rae Na di sela-sela teriakkannya memanggil nama Minho.

”Untuk apa?jawabku enteng.

Dan kulihat Rae Na hanya menggeleng-gelengkan kepalanya lalu melanjutkan meneriakkan nama Minho.

Aku bukan tipe cewek seperti itu yang histeris, aku lebih suka menonton pertandingan dengan diam. Aku lebih melihat teknik dibanding pemainnya mungkin gara-gara aku pernah ikut tim basket waktu di Amerika dulu jadi mau setampan apa orang yang bermain aku sudah biasa. Yah bagaimana aku tidak biasa, basket merupakan olahraga favorit di Amerika dan melihat pemain keren-keren sudah menjadi hal yang selalu aku lihat. Tapi jujur sebenarnya aku tetap tidak bisa mengalihkan pandangku dari Taemin. OMO dia sangat keren saat bermain basket. Aku belum pernah melihatnya bermain basket seperti ini sebelumnya yang benar-benar pertandingan. Aku memperhatikan dia saat mendribble bola atau saat dia melakukan Lay Up.

Akhirnya Tim basket kami pun menang meski dengan skor yang tipis 56-58.

”Minho memang sangat keren…”serunya begitu pertandingan selesai.

Yah kuakui Minho sangat keren 30 angka berhasil dia cetak.

”Ayo pulang…”seruku padanya.

”Nanti dulu aku mau bertemu mereka dulu…”seru Rae Na sambil menarik tanganku.

”Ya..nanti saja diluar…kita tunggu diluar saja ya…”seruku padanya.

Rae Na pun akhirnya menurut dan berjalan mengikuti keluar lapangan basket dan berjalan menuju gerbang sekolah dan menunggu anak-anak klub basket keluar. Tak lama kemudian aku melihat Key berjalan menuju lapangan parkir sendiri. Tumben sekali biasanya dengan Minho. Aku pun berinisiatif mungkin saat yang tepat untukku meminta maaf padanya. Aku menghela nafas.

”Rae Na…aku kesana dulu ya…sebentar saja…”seruku padanya.

Dia pun hanya mengangguk dan terus menatap pintu masuk. Aku berjalan mengejar Key.

”Key!”teriakku.

Dia berhenti beberapa meter dariku, aku pun berjalan menghmapirinya.

”Sudah kubilang berapa kali!jangan pernah bicara denganku lagi!”serunya dan langsung berjalan pergi tanpa menoleh ke belakang. Kenapa dia tidak pernah memeberikanku kesempatan untuk berbicara sedikit saja, hanya untuk bilang maaf, dasar pria egois!gerutuku dalam hati.

Aku masih berdiri di lapangan parkir yang sudah sangat sepi dan kulihat Key pulang dengan mobilnya. Dasar pria egois!ok kalau kau tidak mau bicara denganku lagi, aku juga tidak akan pernah bicara denganmu lagi!seruku dalam hati kesal dengan kelakuaannya. Aku masih berdiri mematung di lapangan parkir itu sampai sesorang menyentuh pundakku. Aku langsung menoleh dan ternyata itu Taemin.

”Hye Jin-ah…kenapa kau disini?”tanyanya.

”Ah…andwe…kau belum pulang?”tanyaku.

”Ne…ini aku baru mau pulang..”jawabnya sambil tersenyum.

Kenapa suasananya jadi seperti ini? Hey untuk apa juga aku masih disini…oh ya pasti Rae Na sudah kesal menungguku, aku harus segera menemuinya.

”Taemin-ah…aku harus bertemu Rae Na…annyeong…”seruku padanya dan berjalan meningglakannya.

”Hye Jin-ah…”seru Taemin memanggilku, aku pun berhenti berjalan dan berbalik.

”Ne…ada apa?”seruku.

Dia berjalan menghampiriku dan menatapku dalam-dalam. Aigoo, kenapa dia menatapku seperti itu? Jantungku berdetak sangat kencang melihatnya terus menatapku tepat di mataku. Aishh, kenapa aku ini?

Dia terus menatapku dan menggenggam tanganku. Aigoo, pasti mukaku sudah sangat merah sekarang.

”Gumawo Hye Jin-ah…sudah memberiku semangat…”serunya.

Aku hanya bisa mengangguk dan terus menatap matanya. Aishh!!

”Hye Jin-ah…”serunya lagi.

”Taemin-ah!”teriak seseorang memanggil namanya dan dia pun langsung melepaskan genggaman tangannya begitu melihat Minho cs datang menghampiri kami bersama Rae Na.

”Ya! Taemin ayo ikut kami merayakan kemenangan kita hari ini!”seru Changmin sunbae sambil merangkul Taemin.

Aku pun segera menarik tangan Rae Na untuk pulang.

”Annyeong…”seruku pada semua orang disitu.

Aku harus segera pergi darisini sebelum mereka semua bertanya yang macam-macam kenapa aku dan Taemin bisa ada disini bersama dan kuharap mereka tidak melihat Taemin menggenggam tanganku. Bisa gawat!

Advertisements

One thought on “FF: LOVE’S WAY – ALWAYS

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s