FF: Why Did I Fall In Love With You Part 2(KyuSoon Couple)

Yong Soon POV

“Aniyo…hanya ingin mendengar suaramu..”ucapnya, seketika itu juga aku seakan kehabisan oksigen untuk bernafas, kenapa dia jadi aneh seperti itu? Cih jangan bilang dia sedang mengujiku lagi, aisshh kali ini tidak akan mempan.

“Kau tidak punya kata-kata lain untuk diucapkan, Tuan Cho babo…keureu….aku rasa aku sudah mulai mengantuk…selamat mal…”

“Ya…ya…kau tidak mau melewati malam anniversary ini denganku,hah”ucapanya memotong ucapanku yang hendak menutup teleponnya.

Dia bilang apa tadi? Aku pikir dia akan lupa, aku mendesah pelan.

“Arasso..sekarang mau apa?”tanyaku ketus.

Tiba-tiba kami hanya terdiam, aku pikir dia sudah mematikan teleponnya, aisshh dia niat tidak sih meneleponku >.<. aku masih terdiam begitupun juga dia, tidak ada yang mau memulai pembicaraan,kalau aku sih memang tidak ada yang mau aku katakan,mengucapkan selamat? Kurasa itu tidak penting untuk dilakukan di tengah malam seperti ini masih ada besok.

“Mianheyo…kita tidak bisa merayakannya bersama lagi…”ucapnya tiba-tiba bahkan aku berpikir aku salah mendengar tadi.

Aku diam, tidak tahu harus menjawab apa. Ya sudah kalau memang tidak bisa, aku memang tidak terlalu berharap akan merayakan bersamanya.

“Kau marah?”tanyanya.

“Aniyo…kita memang tidak pernah merayakannya bersamakan…jadi gwenchana…”jawabku.

“Ne…kita tidak pernah merayakannya bersama dan aku menyesal akan hal itu…”ucapnya.

Benar-benar suatu kebetulan malam ini kami bertelepon tidak saling bertengkar dan berbicara hal yang sedikit serius tidak seperti biasanya yang selalu saja bertengkar atau membicarakan sesuatu yang tidak penting. Aku tahu besok kami sudah 5 tahun, apa karena itu sikapnya jadi berubah malam ini?mollaso tapi yang jelas aku tidak suka suasana seperti ini. Aku ingin dia tetap memaki-makiku atau menjelek-jelekanaku seperti biasa dan akhirnya kami akan bertengkar, tidak seperti ini, kami lebih banyak diam.

“Tidak apa..”ucapku singkat dan kami kembali diliputi keheningan.

Memang tidak bisa berbicara serius dengannya,jadi seperti ini, canggung.

“Keundeu…malam ini aku memberikanmu sesuatu tapi sebelumnya maukah kau mendengarkan ceritaku…”ucapnya.

“Ne..ceritakan saja..”jawabku.

Aku mendengarnya menghela nafas perlahan.

“Ya..lama sekali…kalau tidak aku tutup teleponnya..aku sudah mengantuk…”jawabku kesal karena dia kembali terdiam.

“Arasso..tapi jangan potong ceritaku sampai selesai…areo?”ucapnya.

“Ne..ne..palliwa…”ucapku.

Dia kembali terdiam, aissshh dia sengaja mengerjaiku apa? Kenapa tidak bicara juga?baik akan aku tutup saja.

“Sebelum aku debut aku bertemu seorang gadis aneh…”ucapnya menghentikan tanganku untuk memutus telepon, aku kembali mendengarkannya.

“Gadis yang sangat aneh….itulah kesan pertamaku melihatnya di loby gedung SM membawa bungkusan di tangannya..dia seorang gadis tapi tidak terlihat seperti gadis…T-shirt biru dan celana jeans hitam serta sneaker putih dengan rambut panjang yang diikta sembarangan…”lanjutnya.

Aku tertegun mendengar ucapannya, yang sedang dia ceritakan itu aku, itu aku…apa maksudnya? Entah kenapa ingatanku kembali ke masa 5 tahun yang lalu itu, saat pertama kali bertemu dengannya,menyebalkan namun jika diingat terus terasa sangat manis, dia terus bercerita sementara cerita itu seperti membawaku ke saat itu…

Flashback

“Nona bisa belok kanan…”ucap petugas keamanan itu padaku, sementara aku berusaha mencerna bahasanya dengan baik, aku memang sudah satu tahun disini tapi bahasa Koreaku masih sangat minim, aku masih harus belajar banyak sementara petugas ini menjelaskan padaku dengan bahasa Korea yang belum aku mengerti.

“Turn right?”tanyaku memastikan sambil menggerakan tanganku ke arah kanan, dia menatapku bingung sementara wajahku juga semakin bingung, jangan bilang dia tidak bisa bahasa Inggris, Oh God!really great! Why mom must let me come to here to give this?

Namun akhirnya petugas keamanan itu mengangguk.

“Are you sure it’s right..”ucapku sambil menunjukan tanganku kesebelah kanan dan dia pun mengangguk.

“Ok..gamsahamnida…”ucapku padanya sambil membungkuk. Aku segera berjalan menuju ke arah yang dia tunjuk namun tiba-tiba seseorang mendorong tubuhku membuatku terjatuh.

BRUKK

Seseorang itu hanya berlalu tanpa minta maaf, dasar benar-benar tidak sopan, aku bangun di bantu petugas keamanan itu yang menolongku berdiri, aku membersihkan celanaku yang kotor dan aku segera mengejar seseorang dengan topi hitam itu.

“You should say sorry to me!”seruku pada seseorang yang terus berlari itu.

Aku berhasil mengejarnya di depan pintu lift tepat sebelum dia melangkahkan kakinya masuk ke dalam lift dan langsung saja kutarik bajunya lalu kutendang kakinya.

“Mworago?!”ucap orang itu yang ternyata adalah seorang laki-laki, dia menatapku tidak suka dan memperhatikanku dari atas sampai bawah.

“You have made me fall then you just go without saying sorry to me….what a polite thing?”ucapku sambil menyilangkan kedua tanganku di depan dada, dia menautkan alisnya tidak mengerti, aisshh apa aku harus marah-marah dalam bahasa Korea baru dia mengerti?? Aku belum bisa seperti itu.

“Apa yang sedang kau bicarakan,hah?”tanyanya,kalau kata-kata itu aku masih bisa mengerti tapi bagaimana menjawabnya,aisshh kenapa laki-laki ini juga tidak mengerti bahasa Inggris, tidak mungkin, pasti dia pura-pura.

“You have to say sorry to me..because you have made me fall…”ucapku perlahan sambil memperagakan.

“Oh..kau gadis tadi..aku sedang buru-buru..lagipula..salah sendiri jalan tidak lihat ke belakang”ucapnya dengan santai kemudian langsung masuk ke dalam  lift.

“What?! He’s such unpolite boy!”seruku begitu melihatnya masuk ke dalam lift, dasar laki-laki tidak punya sopan santun, huh semoga aku tidak bertemu dengannya lagi, jangan sampai aku bertemu dengannya.

Flashback end.

“Tidak lancar berbahasa Korea membuatku senang mengerjai gadis itu..aku sebenarnya tahu apa yang dia ucapkan tadi hanya saja aku pura-pura..aku hanya ingin mengujinya…dan dia sangat lucu saat iti…dia tidak tahu aku tertawa begitu lift tertutup…”ucapnya.

Aku tersenyum sendiri mengingat kejadian itu, 5 tahun yang lalu tapi kenapa terasa seperti kemarin.

Kyu POV

“Ternyata pertemuanku dengannya  tidak hanya sampai disitu…besoknya aku bertemu dengannya lagi…entahlah walau baru sekali bertemu dengannya aku ingat dengan wajahnya…saat itu dia sedang menemui Donghae hyung…”ucapku, sebenarnya ini bagian yang paling tidak aku sukai, masih ada Donghae hyung dipikirannya saat itu.

Flashback.

“Kyu panggilkan Donghae”ucap Kangin hyung padaku, menyebalkan sekali mereka selalu menyuruh-nyuruhku karena aku masih baru, kenapa juga aku harus debut di boyband dengan orang yang banyak ini.

“Ne..hyung”jawabku dan langsung turun ke bawah untuk mencari Donghae hyung,menurutku dia satu-satunya hyungku yang sedikitbaik padaku setidaknya dialah yang tersenyum pertama kali padaku ketika baru bertemu dengan mereka.

Aku mencarinya di lobby juga tidak ketemu, akhirnya aku melihatnya sedang ada di taman bersama seseorang, aku berjalan ke arah taman dan melihatnya sedang berbicara bersama seorang gadis dan ternyata gadis itu adalah gadis yang kemarin.

“Itu pacarnya Donghae hyung kah?”ucapku sambil terus memperhatikan Donghae hyung yang sedang tertawa bersama gadis itu, tiba-tiba Donghae hyung melihatku dan melambai ke arahku.

“Kyuhyun-ah..kemari”panggilnya.

Aku pun segera berjalan menghampirinya, gadis itu membelalakan matanya kaget begitu melihatku namun dia buru-buru kembali biasa, cih dasar gadis aneh=.=”. aku memperhatikannya dari atas sampai bawah,anak kecil, masa Donghae hyung mau dengan anak kecil seperti dia??pikirku melihat wajahnya yang masih sangat muda yang pasti di bawah 17 aku rasa. Makanya masih seperti anak kecil.

“Yongie-ya…ini member baru Super Junior…namanya Cho Kyuhyun..”ucap Donghae hyung mengenalkanku pada gadis kecil di depanku ini.

Dia menatapku sekilas dan tersenyum tipis.

“Annyeonghaseyo..Choi Yong Soon-imnida…bangapseumnida…”ucap gadis itu sambil membungkuk. Cih pasti kemarin dia ingin sok-sokan memakai bahasa Inggris di depanku,buktinya dia bisa bahasa Korea.

“Ne..anneyonghaseyo..Cho Kyuhyun-imnida…”ucapku padanya juga sambil membungkuk.

“Musun iriya Kyunnie?”tanya Donghae hyung padaku.

“Kangin hyung memanggil hyung..kita mau latihan lagi…”jawabku, Donghae hyung tersenyum.

“Yongie-ya..kajjja ikut aku….”ucap Donghae hyung agak terbata-bata pada gadis itu, gadis itu menautkan alisnya bingung, pasti dia pura-pura.

“Meet Oppadeul…”ucap Donghae hyung lagi dan akhrinya gadis itu mengangguk, langsung saja Donghae hyung menarik tangannya untuk berjalan lebih dahulu sementara aku mengikuti mereka di belakang.

Aku terus saja memperhatikan gadis yang aku anggap aneh ini, dia sepertinya sangat dekat dengan Donghae hyung meski aku masih kurang yakin kalau dia adalah pacarnya Donghae hyung, habisnya dia masih kecil sekali.

Flashback end.

“Aku tidak menyangka ternyata hyungdeul sudah sangat mengenalnya…sejak saat itu aku mulai sering melihatnya…Sungmin hyung bilang kalau dia baru pindah dari Inggris jadi bahasa Koreamu masih belum lancar dan karena hal itu aku senang sekali mengerjainya dengan bahasa Koreanya yang pas-pasan itu apalagi saat aku tahu dia masih jauh lebih muda dariku…aku semakin senang mengerjainya…yah sebagai pelampiasanku yang selalu dikerjai hyungdeulku…”ucapku.

Flashback.

“Could you call Donghae Oppa to come out? I really need to talk with him?”ucap gadis ini begitu aku membuka pintu apartemen,aku menyunggingkan senyum evilku berpikir untuk mengerjainya.

“Mworago? Aku tidak mengerti apa yang kau katakan?”tanyaku pura-pura tidak mengerti.

“Please…i know you understand what i’m saying…i don’t have time to make a joke..i need to meet him”ucapnya lagi.

“Mianhe..aku memang tidak mengerti apa yang kau ucapakan”ucapku lagi dan dia menatapku frustasi, aku senang menggodanya seperti ini.

“Please…i really need to meet him”ucapnya dengan wajah memohon,kenapa dia begitu ingin bertemu dengan Donghae hyung sampai seperti ini dan kenapa dia tidak masuk melainkan menyuruh Donghae hyung untuk keluar.

Flashback end.

“Donghae hyung keluar dan langsung menarik tangannya pergi…entah kenapa saat itu aku khawatir padanya dan aku malah mengikuti mereka…aku melihatnya berbicara dengan Donghae hyung sebentar lalu setelah itu Donghae hyung pergi dan dia terduduk di bangku taman…aku berjalan menghampiri gadis itu dan ternyata gadis itu menangis..gadis kecil itu menangis..saat melihatnya seperti itu hatiku menjadi sakit…aku seperti merasakan kesedihan gadis itu…dia yang biasanya selalu tertawa kini menangis…”

Flashback.

“Are you Ok?”tanyaku padanya yang sedang menangis, dia buru-buru menghapus air matanya dna berdiri dari duduknya.

“I’m Ok…i’ll go home…”ucapnya dan kemudian dia pergi.

Aku hanya bisa melihatnya yang berjalan menjauh,aku memang tidak tahu apa yang terjadi dengannya namun pasti ada hubungannya dengan Donghae hyung.

Flashback end.

“Sungmin hyunglah yang menceritakan padaku semua yang terjadi antara gadis itu dan Donghae hyung…ternyata benar…gadis itu dan Donghae hyung pernah menjalin hubungan..entah kenapa hatiku sakit mendengar hal itu…sejak saat itu aku tidak pernah melihatnya mucul lagi..dan aku merasa rindu..mungkin karena aku sudah terbiasa dengan kehadiran gadis itu..sampai…aku melihatnya bersama Minho…hatiku senang sekaligus sakit…aku senang dia sudah melupakan perasaannya terhadap Donghae hyung namun aku sakit karena melihatnya bersama Minho…apa tidak ada namja lain…”ucapku.

Flashback.

Benar-benar gadis aneh, baru beberapa hari putus dari Donghae hyung sudah bersama namja lain, ucapku dalam hati begitu melihatnya berjalan bersama trainee SM Choi Minho, apa semudah itu dia melupakan Donghae hyung.

“Wae Kyunnie?”tanya Sungmin hyung padaku yang terdiam melihatnya berjalan bersama Minho.

“Itu Yong Soon-kan?”tanyaku pada Sungmin hyung sambil menunjuk ke arah mereka.

“Ne…itu memang Yong Soon dan kakaknya Choi Minho..wae?”ucap Sungmin Hyung membuatku sangat kaget,aku sudah salah sangka pada gadis itu, jadi namja itu adalah kakaknya.

“Kakanya?”tanyaku memastikan sekali lagi.

“Ne..kakak sepupunya sih..tapi Yong Soon memang tinggal di rumah Minho sejak pindah kemari…”jelas Sungmin hyung.

Aku mengangguk-anggukan kepalaku dan terdiam memperhatikannya yang sedang berbicara dengan Minho, tiba-tiba mataku dan matanya saling bertemu dan dia tersenyum padaku.

Flashback end.

“Dia tersenyum…senyum pertama padaku yang benar-benar membuatku terus mengingat senyum itu..senyum yang paling aku sukai darinya…senyum yang membuatku sadar kalau pemilik senyum itu adalah milikku…setelah itu aku pikir dia benar-benar lupa dengan Donghae hyung ternyata tidak..beberapa kali aku sempat melihatnya memberikan sesuatu pada Oppadeul untuk diberikan pada Donghae hyung…kau tahu apa yang aku lakukan? Aku mengambil barang yang dia berikan itu dan tidak pernah memberikannya pada Donghae hyung…aku kesal kenapa masih saja dia mengingat-ingat Donghae hyung..sampai suatu hari..hari yang tidak akan pernah aku lupakan..karena hari itu besok…”ucapku.

Flashback.

“Kau mau membantuku memberikan ini pada Donghae Oppa…”ucapnya, kini bahasa Koreanya sudah lumayan bagus, dia bertemu denganku lagi di lobby dan tiba-tiba saja dia memintaku memberikan sesuatu pada Donghae hyung.

Dia menatapku dengan pandangan memohon, sementara aku tidak suka dia selalu saja memberikan sesuatu pada Donghae hyung.

“Please..”pintanya lagi dengan wajah memohon.

Aku benar-benar tidak habis pikir dengan gadis ini, masih saja mengingat Donghae hyung.

“Aku akan membantumu melupakan Donghae”ucapku kemudian menarik tangannya pergi, aku membawanya ke ruang latihan kami.

Semua orang menatapku heran begitu aku masuk dengan membawanya, terutama Donghae hyung yang sangat kaget melihat Yong Soon datang.

“Dia milikku sekarang”ucapku sambil merangkul bahunya, dia menatapku kaget juga hyungdeulku yang lain, terutama Donghae hyung yang menatapku tidak percaya.

Aku sendiri tidak percaya dengan apa yang aku ucapkan barusah, sepertinya aku memang sudah jatuh cinta pada gadis disampingku ini.

Flashback end.

“Kyunnie…”panggilnya lirih.

“Ya..kan sudah kubilang..jangan potong sebelum aku selesai berbicara….”ucapku kesal karena tiba-tiba saja dia memotong ceritaku.

“Aku juga bertemu dengan seorang namja bodoh yang seenaknya saja mengatakan aku miliknya…ku kesal dengannya yang tiba-tiba saja berkata seperti itu di depan Oppadeul dan terutama di depan Donghae Oppa..sejak kejadian itu…aku benar-benar membenci namja itu sangat…aku tidak pernah mau bertemu dengannya tapi berbeda dengannya dia selalu ingin bertemu denganku…bodoh sekali…”ucapnya, aku tersenyum sendiri mendengarnya berbicara seperti itu, dia masih ingat.

Aku seperti kembali ke saat-saat awal setelah kejadian itu,dia sangat membenciku bahkan tidak pernah mau bertemu denganku, sedangkan aku, seperti yang aku bilang tadi aku sudah jatuh cinta pada gadis kecil ini.

Flashback.

“Apa yang kau lakukan disini?”tanya gadis itu begitu aku sampai di depan rumahnya, aku sengaja datang ke rumahnya.

“Mengunjungi kekasihku”jawbaku singkat.

Dia menatapku kesal tapi aku masih melihat rona wajahnya yang berubah begitu aku berkata seperti tadi,aku yakin dia memiliki perasaan terhadapku meski dia belum menyadarinya dan akan kubuat dia menyadari hal itu.

“Yongie..nuguya?”tanya seorang wanita paruh baya yang berjalan ke arah pintu, sepertinya itu orang tuanya Minho atau bibinya Yong Soon.

“Ah..anyeonghaseyo ahjumma..joneun Cho Kyuhyun-imnida..aku pacarnya Yong Soon”ucapku sambil melirik Yong Soon yang langsung menatapku tajam, sementara aku hanya tersenyum evil padanya.

“Oh..masuklah..”ucap Choi ahjumma mempersilahkanku masuk. Aku berjalan melewatinya sambil tersenyum manis padanya dan tiba-tiba saja dia menginjak kakiku.

“Aisshh..kasar sekali”ucapku sambil menahan rasa sakit dikakiku dan dia hanya berjalan mendahuluiku dengan senyum kemenangan, menyebalkan sekali gadis itu.

Flashback end.

Sejak saat itu apapun aku lakukan agar dia melihatku, meski dengan tingkah yang menyebalkan karena sepertinya tingkahku yang menyebalkan itu yang membuatnya melihatku.

Yong Soon POV

“Dia semakin menyebalkan setiap hari namun hal itu membuat sedikit demi sedikit perasaanku terhadapnya tumbuh…sampai pada hari itu..aku sadar aku sangat membutuhkannya..aku tidak mau kehilangannya…dia terbaring tidak sadarkan diri selama berhari-hari karena kecelakaan itu…dia ada diantara hidup dan mati…aku menangis..menangis begitu tahu kejadian itu….air mataku turun begitu saja saat mendengar hal itu..ingin sekali aku segera melihatmu..ingin sekali saat itu aku bilang pada semua orang kalau aku adalah pacarnya dan aku ingin bertemu dengannya ada disampingnya tapi aku tidak bisa..aku merasa seperti orang bodoh hanya bisa menangis dan berdoa dirumah untuk kesembuhannya…setiap hari yang aku pikirkan hanyalah dia..aku hanya bisa datang menjenguknya di malam hari disaat tidak ada orang,..menangis dalam dia mengenggam tangannya berharap dia akan segera sadar dan kembali melakukan hal-hal menyebalkan untukku…”

Flashback.

“Kyunnie..jebal..buka matamu…”ucapku menatapnya yang masih terpejam, kugenggam tangannya yang dingin.

Aku baru menyadari betapa aku merindukan, senyum evilnya,betapa aku merindukan kejahilannya, aku merindukan semuanya. Aku ingin kau kembali sembuh Kyunnie, ucapku dalam hati.

Aku mengusap air mataku yang entah untuk keberapa kalinya aku menangisinya, aku lelah menangisinya, apa dia tidak sadar itu.

“Kyunnie..aku mohon buka matamu…”ucapku lagi.

Aku berjanji jika dia sudah membuka matanya aku akan mengakui bahwa aku memang sangat mencintainya, aku membutuhkannya dan aku berjanji akan selalu bersamanya, disampingnya selamanya.

“Bangun..”lirihku sambil tetap mentapnya yang terpejam.

Flashback end.

“Tuhan mendengar doaku dan akhirnya dia bangun…sejak saat itu aku berusaha menepati janjiku padanya..dan…”ucapanku terhenti karena aku merasa sesuatu yang hangat mengalir dipipiku, aku menangis kembali, dia selalu bisa membuatku menangis.

“Kau menangis…Yongie-ya..uljima…aku tidak suka melihatmu menangis…”ucapnya.

“Nan gwenchana Kyunnie…aku hanya sedih jika mengingat aku hampir saja kehilanganmu…”ucapku masih sedikit terisak.

“Lupakan kejadian itu..yang pasti aku masih ada disampingmu dan aku berjanji tidak akan pernah meninggalkanmu…kita akan…sel”

“Jebal…jangan bicara lagi…”ucapku yang sudah tidak sanggup untuk menahan tangisku lagi dan akhirnya aku menangis, dia diam mendengarkanu menangis, entah kenapa sekarang aku benar-benar merasa sangat mencintainya, sangat…

“Uljima..Yongie…”ucapnya lagi.

Aku masih menangis, meski sudah kucoba untuk berhenti tapi air mata ini tetap saja tidak mau berhenti.

“Nappeun…kau jahat Kyunnie kau membuat aku menangis lagi…kau…saranghae…jangan tinggalkan aku…jeongmal saranghaeyo…”ucapku sambil terisak.

Aku mengusap wajahku lagi yang basah oleh air mata, dia jahat sudah membuatku menangis seperti ini, aku tidak peduli dengan apapun lagi mulai sekarang, akan aku tunjukkan kalau aku benar-benar mencintainya,ya aku mencintainya.

“Nado Yongie…uljima..aku tidak akan meninggalkanmu..uljima…”ucapnya lagi.

Aku berusaha agar tidak menangis lagi, aku menarik nafas dan menghembuskannya perlahan.

“Dengarkan aku…gadis yang aku ceritakan itu selalu saja menangis karenaku dan mulai saat ini aku berjanji tidak akan membuat gadis itu menangis lagi..aku akan selalu membuatnya memberikan senyuman terbaiknya untukku dan gadis itu adalah noe..nae yeoja..happy anniversaary…”ucapnya.

Meski masih terisak, mau tak mau aku jadi tersenyum sendiri mendengar ucapannya yang terakhir. Tiba-tiba aku ingin mengatakan sesuatu padanya, mungkin ini terlalu mengcopy tapi..kata-kata itu yang menggambarkan keadaanku sekarang dengannya, aku menarik nafas dan menghembuskannya perlahan. Semoga dia mengerti.

“Sekarang dengarkan aku…‘If all else perished, and he remained,  I should still continue to be; and if all else remained, and he were annihilated, the universe would turn to a mighty stranger’” ucapku.

‘I cannot live without my life! I cannot live without my soul!‘” ucapnya.

Mwo? Dia tahu?

“Mwoya? Kenapa kau mengutip kata-kata Edward Cullen…tidak kreatif…”ejekku padanya, kenapa dia jadi mengatakan kata-kata yang paling kusuka dari Edward Cullen, cih menyebalkan, lihat saja dia benar-benar bisa membuatku menyukainya dan juga membencinya dalam satu waktu.

”Kau juga mengutip kata-kata Bella Swan..so why?”ucapnya.

Hah, dia benar-benar berkepribadian ganda, tadi dia bisa romantis sekarang seperti ini lagi,

”Sejak kapan kau suka baca novel seperti itu?”tanyaku heran darimana dia tahu kata-kata itu, bukannya dia paling tidak suka dengan novel twilight sagaku bahkan dia pernah menghilangkan satu yang sudah ada tanda tangannya, dasar kejam >.<

”Kau tidak tahu salah satu dari novel kesayanganmu hilang…ternyata kau tidak seteliti yang aku pikir…aku mengambilnya saat aku masuk ke kamarmu..habisnya aku penasaran kenapa tokoh khayalan itu bisa meracuni otakmu sampai-sampai kau menulis ’ i wish i could be Edwrard Cullen’s wife’ di lemari pakaianmu..michyeoso…”ucapnya.

Mworago?! Dia mengambil novelku dan melihat tulisan di lemariku, aku beranjak bangun dari tempat tidurku dan apa-apaan namja itu, kertasnya sudah di ganti, aku tidak sadar selama ini, kenapa aku tidak memperhatikan, namja babo!!dia menggantinya dengan tulisan yang sangat kubenci!

”Ya!”seruku padanya di telepon.

”Wae? Sudah lihat…bagus kan…menurutku kata-kata tadi lebih cocok seperti ini ’ i wish i could be Cho Kyuhyun’s wife’”ucapnya.

”Kau menyebalkan Tuan Cho babo!!!!”seruku padanya.

”Aku memang menyebalkan…sudah kubilang aku tidak akan membiarkan namja lain masuk ke otakmu termasuk tokoh khayalan bodohmu itu…”ucapnya tegas.

”Kau!!lihat saja nanti kalau kau pulang…akan kuhabisi Cho Kyuhyun!!”seruku padanya masih dengan emosi menatap tulisan di lemari pakaianku itu, dia gila!!

Aku mendengarnya terkekeh pelan.

”Kau sudah berjanjikan Yongie tidak akan membuatku galau nah..kau harus menepati janjimu..kau tahu meski itu hanya tokoh khayalan tapi aku cemburu…cemburu karena kau malah berharap menjadi istrinya bukan menjadi istriku…nan jeongmal saranghaeyo Yongie…”ucapnya lagi dan lagi-lagi dia berhasil membuatku hanya bisa terdiam, dia benar-benar bodoh masa dengan tokoh khayalan seperti itu saja sudah cemburu >.<, tidak mungkin lah aku menikahi tokoh khayalan, namja babo!

”Ne..arasso…terlalu berlebihan…kau pikir aku akan menikah dengan Edward Cullen, hah..babo!”seruku padanya.

”Lalu kau akan menikah dengan siapa?”tanyanya, cih dia mengujiku lagi sepertinya. Dia pikir aku akan keceplosan dan menyebut namanya.

”Hah..lucu sekali leluconmu Tuan Cho..Hoaamm..aku sudah mengantuk annyeong…”ucapku.

”Begitu jadwal Super Show 3 selesai…aku akan ke Inggris dan melamarmu di depan orang tuamu…”serunya sebelum aku benar-benar menutup telepon.

Apa-apaa namja ini?

”Michyeoso!!”seruku padanya.

”Selamat malam Nona Cho…jaljayo”ucapnya lagi dengan nada suaranya mengucapkan jaljayo itu, rasanya aku ingin menimpuknya saat itu juga.

”shiro!”seruku begitu telepon telah dimatikan, aisshh ottohke? Kalau dia serius dengan ucapannya bagaimana? Tenang Yong Soon, dia tidak akan tahu dimana aku tinggal, tapi kalau dia menyeretku untuk pergi bagaimana??andweyo!!!

Aku melemparkan handphoneku ke atas tempat tidur, bagaimana sekarang???

Author POV

Kyuhyun akhrinya pulang ke dorm, dia merasa senang sekali bisa kembali ke Seoul tapi dia merasa aneh saat melihat hyungnya yang lain tidak kembali ke dorm bawah malah ke atas.

”Mereka itu memang aneh”gumam Kyu yang ingin segera tidur maka dia pun berjalan menuju kamarnya.

Begitu dia membuka pintu kamarnya, dia langsung terkejut begitu melihat banyak foto yang sebelumnya tidak ada.

”Hyung!!!!”teriaknya begitu memperhatikan foto itu seksama.

**

Yong Soon juga baru pulang kuliah, hari ini dia benar-benar lelah dan ingin segera tidur di kamarnya. Dia naik ke kamarnya dan langsung membuka pintu kamarnya, dia kaget begitu melihat banyak tempelan di kamarnya.

”Ige mwoya?”ucapnya sambil memperhatikan foto-foto itu.

”Oppa!!!!”teriaknya begitu sadar dengan foto-foto itu. Itu foto-foto dia dan Kyuhyun, kalau foto-foto biasa tidak apa-apa…ini semua foto mereka dengan berbagai adegan skinship semuanya dari mulai tahun baru sampai saat Kyuhyun ulang tahun.

”Pelukan..poppo..kisseu…Eunhyuk Oppa akan kubunuh kau!!!!”teriak Yong Soon begitu melihat semua foto-foto itu.

**

”Eunhyuk-ah..perasaanku kok tidak enak ya..mereka pasti sudah melihatnya…ottohke?”tanya Sungmin yang panik.

Ini semua memang ulah mereka, lebih tepatnya ulah Eunhyuk yang disetujui oleh yang lain.

”Ya..hyung..jangan menakuti aku dong…lagian kitakan Cuma ingin memberikan kejutan pada mereka…”ucap Eunhyuk.

”Aku tidak ikut-ikutan ya hyung..lagian sudah kubilang jangan…”ucap Siwon yang kemudian hendak berjalan keluar dorm.

”Siwon-ah..jangan buka pintunya..aku takut setan itu sudah ada di depan sekarang…jebal…”ucap Donghae.

Siwon menghela nafas berat, dia tidak mau ikut-ikutan tapi malah harus kena juga, begitu pikir Siwon.

Advertisements

15 thoughts on “FF: Why Did I Fall In Love With You Part 2(KyuSoon Couple)

  1. Aigo… Kyuhyun sepertinya bener2 ingin lbh serius nih hubungannya dgn yongsoon.
    Itu berarti dikit lg kyu bakal ngelamar yongsoon #jia…
    Romantis bgt! Aduh bs meleleh deh denger kata2 kyu yg manis bgt.
    Akhirnya jg seru… Foto skinship kyusoon ditebar dikamar masing2. Jelaslah kyusoon marah. Wong gengsi mereka kan setinggi langit wkwkwk…
    Lanjut ya..
    Daebak!

  2. akhirnya tau juga perjalanan cinta kyusoon, aigoo kyu benar-benar mencintai yongie >.< dan akhirnya tau juga foto-foto yg dikumpulin eunhyuk untuk apa, aigoo hyuk siap-siaplah terkena serangan dari duo setan kkk~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s