FF: Our Secret Part 12

Cast       :

1.  All of Super Junior member as theirselves

2. Choi Yong Soon

3. Choi Yoon Yang

4. Shin Rae Bin

5. Choi Je Ri

6. Min Hee Yeon

7. Shin Hyo Soo

Genre   : Friendship, Romance, something that doesn’t make sense..kekekeke~

Rating   : General *can be changed..it’s up too author  about what their story will be made ^^*

Disclaimer           : Kyuhyun belongs to Choi Yong Soon, Yesung belongs to Choi Yoon Yang, Eunhyuk belongs to Shin Rae Bin, Hangeng belongs to Min Hee Yeon, Donghae belongs to Shin Hyo Soo, Ryeowook  belongs to Choi Je Ri and the rest it’s up to you..kekekeke~

Part 12 => Shin Rae Bin

Ji Soo POV

Usai membereskan barang-barang, ku berjalan menuju balkon kamar yang berpapasan langsung dengan pemandangan laut. Keindahan yang belum pernah aku lihat sebelumnya. Ternyata memang benar, bahwa Indonesia negara yang indah, aku baru mengetahuinya sekarang.

Hembusan angin pantai yang sejuk mendamaikan hatiku. Ku pejamkan mataku, merasakan terpaan angin yang menyapu wajahku.

Berjalan di tepi pantai, bermainkan air laut, mengukir namaku dengan Kibum oppa di atas pasir putih , membangun istana pasir disamping ukiran nama kami, menghabiskan waktu bersama Kibum oppa, membuat jagung bakar makanan kesuaanku, memakannya pada malam hari di pinggir pantai yang berhiaskan kerlap bintang dan sinar bulan,, semuanya tergambar jelas di kepalaku. Namun semua itu sirna ketika Hyo Soo menepuk bahuku.

“Heii, sedang apa?”

“Ah,, aniya, hanya sedang melihat pemandangan sekitar saja. Sepertinya kita tidak salah tempat berlibur nih. Lihat kesana deh,, indah bukan?” aku menunjuk salah satu sudut, dimana disana ada pemandangan Sun Set yang begitu indah. Disudut sebelahnya ada kerlap kerlip lampu diantara pepohonan. Sepertinya malam ini akan ada pesta pantai.

“Kau benar, sangat indah. Aku suka view disini, tempat yang sangat pas untukku dan Donghae oppa.” Ucap Hyo Soo tanpa mengalihkan pandangannya. Sepertinya ia telah terhipnotis oleh suasana disini.

“Pas untukku dan Kibum oppa juga.” Kami berdua saling pandang dan melepaskan senyuman. Tak lama ponselku berdering, sudah dapat ku pastikan kalau Kibum oppa yang menelepon.

“Ne oppa,,” ujarku mengangkat telepon

“Oh ne, aku dan Hyo Soo akan bersiap-siap dahulu.” Sahutku menjawab pertanyaan dari Kibum oppa.

“Ne oppa.” Ujarku lagi mengakhiri sambungan.

“Ada apa?” Tanyanya, namun tetap pandangannya masih tertuju keluar melihat laut.

“Ayo kita siap-siap, kita akan malam bersama di luar.” Jawabku sambil menggandeng tangannya dan menariknya masuk kedalam untuk bersiap-siap.

Ryeowook POV

“Aku siap,, hyung aku duluan, jemput Je Ri dikamarnya yah!”

Aku telah selesai bersiap-siap. Hummm hari pertama kami berlibur, saat-saat dimana aku dan Je Ri tidak akan bergelut dengan makanan dan berlama-lama di dapur. Terkadang aku bosan juga kalau lagi di dorm kegiatannku tidak jauh-jauh dari makanan dan dapur. Tapi rasa bosanku sekilas hilang karena ada Je Ri yang selalu menemaniku.

Aku berjalan keluar kamar meninggalkan Yesung hyung yang masih bersiap-siap, menuju kamar 375 yang tepatnya kamar Je Ri.

Kamar kami semua berada di dua lantai, semua namja berada di lantai 12 sedangkan para yeoja berada di lantai 11. Aku sekamar dengan Yesung hyung, Donghae hyung sekamar dengan Kibum, Teuki hyung sekamar dengan Eunhyuk hyung, Heechul hyung sekamar dengan Sungmin hyung, sedangkan Kyuhyun sekamar dengan Kangin hyung. Namun liburan kali ini kami tidak lengkap ber-13 karena Hankyung hyung harus pergi ke China menemani Hee Yeon nuna berobat, Siwon hyung masih sibuk dengan sinetron stripingnya sedangkan Shindong hyung lebih memilih berliburan dengan Nari dengan keluarganya di Macau.

“Hyung,, Wookie hyung” Mendengar ada yang memanggil namaku, ku tolehkan kepalaku kebelakang, arah suara itu berasal.

“Ah,, Kibum,, mau jemput Ji Soo ya?” Tanyaku setelah mengetahui bahwa Kibum lah yang memanggilku.

“Ne hyung, oh iya hyung barusan aku dapat kabar mengenai tempat pariwisata disini dari temanku. Ternyata di Lombok banyak juga tempat wisatanya.” Ucapnya panjang lebar.

“Geuraeyo? Kau usulkan saja nanti dengan Teuki hyung, untuk acara jalan-jalan kita esok, otte?”

“Ye,, nanti ku bicarakan dengan Teuki hyung. Oh ya, aku mau mengambil bunga dulu ya hyung ke resepsionist.”

“Bunga? Untuk Ji Soo?”

“Ye.” Jawabnya singkat. Ia langsung pergi meninggalkanku menuju lobby. Dia memang satu tipe dengan Donghae hyung sama-sama tipe namja yang romantic. Bunga? Setelah kupikir-pikir selama ini aku belum pernah memberikan sesuatu yang indah untuk Je Ri karena aku terlalu sibuk dan sekalinya tidak sibuk aku selalu di dapur untuk masak. ‘Ah, aku akan memberikan sesuatu yang special untukknya, sedikit terlambat menjemputnya sepertinya tidak masalah tuh.’ Pikirku, kulihat jam yang bersarang ditangan kiriku, masih menunjukkan pukul 6.40, masih ada waktu 20 menit lagi sebelum waktu makan malam. Aku akan pergi ke toko sebentar.

Heechul POV

Aku melihat Wookie berjalan keluar meninggalkan hotel dengan langkah yang terburu-buru. Mau kemana dia? Sebentar lagi kan waktunya makan malam. Namun aku tak terlalu larut memikirkan Wookie yang meninggalkan hotel, aku terus berjalan dengan Sungmin menuju restoran bawah laut yang sudah di pesan khusus oleh Teuki hyung untuk makan malam kami semua.

Sesampainya disana, betapa terkejutnya aku melihat indahnya susana restoran ini. Seperti bukan restoran, ini lebih terlihat seperti akuarium raksasa karena semuanya dikelilingi oleh kaca yang langsung menuju ke laut. Disini aku bisa melihat banyak ikan dan biota laut mengelilingi sebagian ruangan restoran.

“Whoaaaaa,,, bagus banget.” Ucapku dan Sungmin bersamaan.

“Hei, kalian kesini.” Ucap Teuki hyung disalah satu tempat. Ia sudah datang bersama Kangin hyung.

“Hyung,,” Teriak sungmin berjalan menuju Teuki dan Kangin hyung.

“Ya hyung, dari mana kau tau ada tempat seperti ini disni?” Tanyaku yang masih terpesona akan keindahan restoran yang disebut-sebut bernama Sapphire Pearl Sea Resto.

“Wae? Indah bukan? Kangin yang memberi tahuku tentang tempat ini.”

“Ye? Hyung apakah kau pernah kesini sebelumnya?” Tanya Sungmin penasaran kepada Kangin hyung.

“Ne, dulu ketika ku terkena sedikit masalah, sebelum masuk wamil aku kesini untuk menenangkan pikiranku.”

“Ooo,, ne arra hyung. Keunde.. yang lain mana hyung kok belum pada dateng? Ini kan sudah hampir jam 7.” Tanya sungmin yang heran melihat member lain dan para yeoja belum berada di tempat.

“Mollayo,, mungkin lagi menunggu yang yeoja bersiap-siap.” Ujar Teuki hyung sambil menegung segelas anggur yang sudah ia pesan terlebih dahulu.

“Sepertinya, aku yang terkadang berdandan ala yeoja juga tidak selama ini.” Ucapku menganggap mereka (para yeoja) terlalu lama dalam berdandan dibandingkan aku yang namja.

“Itu beda hyung, mereka dandannya menggunakan perasaan, tidak seperti kau yang asal grasak grusuk.” Sungmin menimpali kata-katakku asal.

“Yack, Lee Sungmin enak saja kau bicara, aku juga pake perasaan tau dandannya, kalau tidak, mana mungkin kecantikkanku mengalahkan para yeoja.” Ucapku menyombongkan sedikit kelebihanku.

Terlihat Teuki hyung dan Kangin hyung hanya bergelang kepala melihat peperangan pendapat kami. Layaknya orang tua yang sedang melihat anaknya bermain.

Author POV

Tak lama berselang, semua member bersama yeojachingunya satu-satu datang. Ekspresi mereka pun tidak jauh beda dengan Sungmin dan Heechul ketika memasuki ruangan. Mata melotot, dan mulut menganga terkejut melihat desain ruang resto yang begitu indah, lampu sedikit redup, berhiaskan replika pohon kelapa disetiap sudutnya dan untaian bunga rambat di lantai menambah kesan indah pada restoran tersebut. Kibum dan Donghae beserta couple mereka masing-masing merasa bahwa tempat tersebutr benar-benar sangat cocok untuk mereka.

Waktu berselang begitu lama, mereka mengahbiskan waktu makan malam bersama ini dengan kesenangan yang auranya terpancar dari wajah masing-masing. Senyuman tulus terukir indah di bibir masing-masing. Tidak terlewatkan gelak tawa disebabkan lelucon yang keluar dari mulut Yesung, Heechul, Sungmin, Eunhyuk dan Kyuhyun. Belum lagi adu pendapat dari beberapa member yang membuat sebagian orang tergelitik melihatnya.

Sebelum mengakhiri acara makan malam mereka, Kibum membahas tentang objek wisata yang akan mereka jelajahi selama berada di Lombok. Kibum telah mendapat banyak referensi tempat dari sahabatnya yang kebetulan berdomisili di Lombok.

“Bagaimana hyung?” Tanya Kibum antusias kepada Teuki sang pemegang kendali.

“Boleh juga, tapi apa member yang lain pun setuju?” Teuki membalikkan semuanya kepada semua orang yang berada disana untuk keputusan akhirnya. Terlihat semuanya berdiskusi tentang rekomendasi objek wisata yang di usulkan

Kibum.

“Batu Bolong yah? Emmm… sepertinya aku pernah baca artikel tentang itu deh. Kalo gag salah disana itu ada mitos kalo setiap perempuan disana dijadiin makanan buat ikan hiu dan katanya dulu juga banyak yeoja-yeoja yang terjun bunuh diri karena patah hati. Itu pura yang ada di atas karang kan Kibum?” Ujar Donghae membuka suara dan menceritakan sedikit tentang info yang ia dapat dari internet.

“Iah bener hyung. Kau tau dari mana?” Tanya Kibum lagi penasaran.

“Pertama kali tahu kalo kita mau ke Lombok, aku langsung browsing tentang tempat-tempat wisata disini. Makanya aku tau mitos-mitos beberapa tempat disini.” Donghae menjelaskan panjang lebar, asal usul informasi mengapa ia tahu tentang mitos Batu Bolong.

“Sepertinya tempatnya unik tuh. Aku setuju kalo besok kita jalan-jalan kesana.” Timpal Kangin yang sepertinya langsung membayangkan suasana di Batu Bolong tersebut.

“Andweee,,, aku gag mau kesana,, aku gag mauuuuu…” Teriak Yeon Ji seusai Kangin bicara.

“Aku gag setuju kalo besok kesana, kalo kalian mau kesana aku gag mau ikut. Kalian ajah yang pergi, aku di hotel ajah.” Ujarnya lagi seperti orang ketakutan. Tangannya memegang erat tangan Yesung yang berada di sampingnya. pandangannya mengisyaratkan ketakutan yang luar biasa, kemudian kepalanya tertunduk. Diketahui Yeon Ji memang sedikit penakut kalau berhubungan dengan mitos-mitos atau ada kaitannya dengan mistis.

Yesung yang melihatnya, khawatir dengan keadaan Yeon Ji dan langsung merangkul erat tubuh Yeon Ji kedalam dekapannya. Menenangkannya secara perlahan.

“Ya,, Yeon Ji kenapa kamu kayak ketakutan banget gitu. Lagipula yang barusan di ceritakan sama Donghae kan gak serem-serem banget.” Sahut Eunhyuk, heran melihat tingkah Yeon Ji yang tiba-tiba begitu ketakutan.

PLETAK

Rae Bin memukul keras kepala Eunhyuk dengan tangannya. Eunhyuk mengelus-ngelus kepalanya yang sakit.

“Chagiya, kenapa kepalaku di jitak?” Protes Eunhyuk

“Dia sama kamu itu beda, kalo ngomong itu yang bener. Anak orang lagi ketakutan juga. Dia punya sedikit trauma tentang hal-hal yang berhubungan dengan mistik ataupun mitos. Jadi tolong cari tempat yang lain ajah. Yang bisa dinikmati pemandangannya oleh semua orang.” Jelas Rae Bin. Walaupun di antara yeojachingu para member yang paling tua adalah Hee Yeon, namun Rae Bin lah yang paling sering dijadikan sebagai tempat curhat. Sedangkan Hee Yeon mereka jadikan tempat untuk meminta nasihat.

“Iah,, betul kata Rae Bin onnie,kita cari tempat lain ajah. Bukan Cuma Yeon Ji ajah yang ketakutan. Kalian gak lihat tuh Heechul oppa udah mengkerut dari tadi?” Yong Soon menambahkan dan menyuruh semua orang melihat ke arah Heechul yang merasa takut juga akan tempat itu.

“Ia sudah kalo gitu kita cari tempat lain ajah, ada yang punya usul lain?” Wookie yang dari tadi diam, kini ia bersuara menenangkan keadaan.

“Bagaimana kalu kita ke Hutan Monyet Pusuk?” Setelah mendengar ucapan dari Rae Bin, semua orang langsung menuju ke satu arah yaitu Eunhyuk. Tiba-tiba tawa menggelegar kencang membuat semua pekerja menghentikan sementara aktifitas mereka karena konsentrasi mereka teralih menuju sudut 57 (SJ).

Eunhyuk spontan mengamuk melihat perlakuan hyung, dongsaeng dan para yeoja yang langsung menatapnya setelah mendengan kata Hutan Monyet Pusuk yang dilontarkan Rae Bin.

“Ya,, kenapa kalian melihatku dan tertawa seperti itu?” Protes Eunhyuk. Ia pun melayangkan tatapan membunuh kepada Rae Bin karena telah merekomendasikan tempat itu. Rae Bin pun ikut tertawa seperti yang lain. Namun setelah melihat tatapan Eunhyuk ia langsung menundukkan kepalanya.

Sementar mereka masih terus berargumen memilih tempat yang akan mereka kunjungi esok hari, disisi lain tepatnya di China. Hankyung sedang menguatkan hatinya melihat kondisi Hee yeon yang sebelumnya di vonis mengidap penyakit TBC.

Hee Yeon POV

Sudah 3 hari aku di China tepatnya di Beijing, namun inilah pertama kalinya aku menginjakan kaki di China untuk berjalan-jalan menikmati setiap sisi kota Beijing . Emmmm,, tidak berbeda jauh dengan korea hanya saja disini setiap sisi jalan terdapat banyak orang. Walau sedikit lemas namun aku bersemangat untuk berjalan menyusuri setiap jalan disini.

Aku berjalan melenggang bebas. Tanganku mengapit salah satu tangan Hannie. Pada mulanya Hannie tidak mengijinkanku berjalan-jalan terlebih dahulu, mengingat kondisiku yang belum pulih. Namun dengan jurus rahasia yang sudah bertahun-tahun ku pergunakan, ia mengijinkan dan menemaniku jalan-jalan.

Pertengahan jalan aku menghentikan langkahku secara tiba-tiba. Apakah aku mimpi? Benarkah ini kenyataan? Aku bertemu dengan keluarga Hannie, dan tinggal satu rumah dengannya. Ku kerjap-kerjapkan metaku, ku tepuk-tepuk perlahan kedua pipiku dan kucubit tangan Hannie.

“Aawww..”

Benar nyata,, ini semua nyata. Aku bertemu dengan keluarganya Hannie.

“chagiya,, chagiya,, wae? Musun iriya??” Hannie melambai-lambaikan telapak tangannya di depan wajahku. Hal itu menyadarkanku dari lamunan. Terlihat wajah Hannie berubah menjadi wajah kecemasan. Ku pandang wajah Hannie yang hanya barjarak beberapa centi dari mukaku. Aku tersenyum kecil melihat raut kecemasan yang tergambar di wajahnya.

“Gwenchana chagiya. Aku gag kenapa-napa. Tadi aku hanya baru sadar bahwa dari tiga hari kemarin kamu selalu berada disisiku dan kini aku tinggal bersamamu terlebih lagi aku kenal baik dengan keluargamu. Aku baru menyadarinya hari ini. Ini sunggung bikin aku bahagia Hannie.” Jelasku penjang lebar. Ku elus pipinya yang putih, kuraba setiap inchi wajahnya. Ia diam tak bergerak sedikit pun setelah mendengar ucapanku tadi dan melihat tindakanku saat ini. Aku tersenyum dengan masih memandang dirinya. Dengan cepat Hannie memegang pinggangku dan menarikku masuk kedalam pelukannya. Ia memelukku dengan sangat erat hingga aku sulit untuk bernafas. Hembusan nafasnya sangat terasa di tengkuk leherku, membuatku sedikit bergidik geli. Namun tiba-tiba Hannie mengucapkan sesuatu yang membuat jantungku seakan berhenti berdetak.

Hankyung POV

Mendengar kata-katanya barusan membuat sesak dalam hatiku. Tak bisa lagi ku bayangkan jika ia pergi meninggalkanku untuk selamanya. Keadaan ini membuatku semakin takut kehilangan dia. Bagaimana ini? apa yang harus ku lakukan?

Aku tak kuasa lagi menahan tangis. Ku rangkul pinggangnya dan kutarik ia dalam dekapanku. Ku peluk erat tubuhnya. Rasanya tak ingin ku lepaskan pelukan ini. Tak terasa air mata mengalir membasahi pipiku.

“Kau tau mengapa aku memanggilmu Haneul?” Tanyaku dengan posisi yang tak berubah. Ia hanya menggelengkan

kepalanya.

“Kau ingin tau alasanku memanggilmu Haneul?” Tanyaku lagi dan hanya anggukan sebagai jawabannya.

“Haneul.. kau tau kan arti Haneul itu Surga? Kau lah ibarat surgaku, kaulah bidadari yang akan mendampingiku di surga nanti. Kau tau Haneul? Aku tak bisa hidup tanpa ada bidadari itu disisku. Aku ingin kau selalu berada disampingku, menemaniku. Karena kau adalah surgaku, aku tak bisa hidup tanpa surgaku. Jadi kumohon jangan tinggalkan aku Haenul. Tetaplah hidup bersamaku.” Air mataku mengalir deras dalam dekapannya. Kurasakan tubuhnya kaku tak bergerak sedikitpun. Emosi yang akhir-akhir ini terpendam telah ku keluarkan. Ia membalsa pelukanku, ia mendekapku tak kalah kuat.

“Gomawo Hannie. Kokjonghajima,, aku akan selalu berada disampingmu dan menemanimu.” Kini air mataku tak dapat lagi ku hentikan. Ku lepaskan sedikit pelukanku, kukecup hangat keningnya. Aku berharap ini bisa menjadi semangat untuknya.

*keesokan harinya*

Kyuhyun POV

Hari yang melelahkan namun banyak memberikan kesan. Hari ini kami menghabiskan waktu dengan berjalan-jalan ke beberapa tempat. Terakhir adalah Taman Narmada. Konon katanya disanalah tempat pemandian raja dahulu kala, katanya juga kalau kita meminum air dari kolam pemandian raja, orang yang meminumnya akan awet muda dan umur panjang. Teuki hyung sudah mencobanya tadi, kita lihat hasilnnya nanti, menjadi lebih muda atau tetap tua seperti sekarang ini.

Wajah-wajah ceria tergambar jelas di wajah mereka. Tak terkecuali Yong Soon, sejak berangkat, senyuman manis terpampang abadi di bibir merahnya.  Sepertinya tidak ada kesan lelah pada Yong Soon. Ia sangat menikmati liburannya kali ini. Kini kami sedang dalam perjalanan menuju hotel.

Eunhyuk POV

Akhirnya setelah mengalami hari menyenangkan yang panjang, kami sampai lagi di hotel. Suasana di pantai senggigi malam ini seperti lebih ramai dari biasanya. Apa setiap weekend seperti ini? sebelum memasuki hotel aku mengambil kesempatan untuk melihat-lihat sebentar. Whooaaa,,, ada pesta pantai lagi, namun kali ini banyak yang berjualan aksesoris. Sepertinya bagus kalau aku mengajak Rae kesini.

Aku kembali ke hotel dan langsung menuju kamar Rae. Kulihat jam yang berada di tangan kananku, baru menunjukan jam 9 malam. Tidak terlalu malam untuk keluar meninmati pesta pantai. Jarang-jarang di korea ada pesta pantai seperti ini.

NEETTT,,, NEETTT,,,

“Ne, chamkanman kidaryo.” Sahutnya dari dalam. Kemudian ia membuka pintunya. Ternyata ia sudah berganti pakaian memakai baju tidur.

“Hyukie? Musun iriya?” Tanyanya bingung melihatku. Ia mengajakku masuk kedalam kamarnya lalu berjalan menuju tempat tidur ia dengan Je Ri.

“Sudah mau tidur chagiya?” Tanyaku dengan nada sedikit kecewa karena sepertinya ia sudah bersiap-siap ingin istirahat. Aku duduk di bangku tetpat di depan tempat tidurnya, sedangkan ia bertelungkup di atas tempat tidurnya. Namun wajahnya menatap diriku.

“Hemmm,, aniya. Waeyo?” Jawabnya singkat.

“Geurae? Kalau begitu bagaimana kalau kita keluar lagi malam ini?”

“Odiega isso?”

“Kita ke pantai senggigi, malam ini disana sangat ramai ada pesta pantai, aku juga ingin menunjukan sesuatu untukmu.”

“Hemmmm.. boleh deh. Aku ganti baju dulu yah.”

Aku melihat sekeliling kamar Rae, sepertinya ada yang aneh. Kok sepi yah disini. Aku tak melihat si cerewet satu, dimana ia? Apa ia, walaupun sedang berada disini ia masih sibuk di dapur?

“Chagiya,, kau sendirian? Dimana Je Ri?” Tanyaku padanya yang sedang berganti baju di kamar mandi. Kuhadapkan kepalaku ke kamar mandi yang berada di sebelah kiri tempat tidur Rae. Betapa terkejutnya aku setelah menyadari bahwa kamar mandinya tembus pandang. Aku dapat melihat bayangan Rae yang sedang ganti baju. Hanya dengan sehelai tirai yang berada di dalam kamar mandi, menutupi pandanganku.

“Hyuuuukkkiiiieeee… JANGAN NGINTIPPP.. dasar otak yadong!” Teriaknya dari dalam. Seakan ia tahu apa yang sedang kulakukan, ia langsung memberi lampu merah. Aku tersadar dari lamunan karena suara teriakannya yang lantang.

“Ahh,, an,, aniya chagi. Aku gak ngintip kok, aku lagi baca majalah aja nih.” Elakku, dengan cepat aku mengambil majalah yang berada di meja rias untuk menghilangkan jejak.

Tak lama kemudian Rae keluar dari kamar mandi dengan pakaian pantai yang santai namun tidak menghilangkan kesan manis pada dirinya.

“Sekembalinya tadi, ia langsung ditarik sama Wookie oppa ke pantai juga. Katanya sih ada yang sesuatu yang mau ia tunjukan pada Je Ri.” Ucapnya menjawab pertanyaanku tadi.

“Oooo,,” jawabku membulat o.

Tak ingin berlama-lama lagi, aku langsung menggandeng tangan Rae keluar menuju pesta pantai yang berada di jajaran pantai sengigi.

Je Ri POV

“Oppa,, ada apa disini? Mengapa ramai sekali?” Tanyaku kaget melihat keadaan yang ramai seperti di pasar.

“Disini sedang ada pesta pantai, makanya aku mengajakmu kesini.” Jawabnya dengan terus menggandeng tanganku menyusuri jalan menuju suatu tempat. Mataku mengitari segala penjuru pesta ini. Aku merasa sedikit pusing berada di tengah keramaian seperti ini.

“Oppa,, kita cari tempat yang jauh dari keramaian yuk!! Kepalaku pusing berada di tengah-tengah banyak orang seperti ini.” Ajakku. Wookie oppa menghentikan langkahnya kemudian menoleh ke arahku dan memegang keningku.

“Kamu sakit?” Tanyanya dengan raut wajah khawatir.

“Animnida oppa, aku gak terlalu suka keramaian.” Ujarku lagi.

“Baiklah kalo begitu, kita kesana ajah yuk!” Ajaknya dengan menarik tangannya hingga aku sedikit berlari. Aku dibawa ke salah satu sudut pantai dekat batu karang. Disitu kami duduk dengan posisi tubuhku bersandar pada tubuh Wookie oppa dan kami menghadap ke arah laut. Walaupun pada malam hari laut tidak terlalu terlihat namun aku merasa sangat indah dan malam itu sangat indah. Tiba-tiba Wookie oppa mengeluarkan sesuatu pada sakunya, yang kemudian di berikannya padaku.

Sebuah bungkusan berbentuk love berwarna biru sapphire. Inilah kali pertama Wookie oppa memberiku sebuah bingkisan. Kubuka perlahan bungkusan tersebut, kutemukan sebuah kotak musik didalamnya. Ukiran namaku terlihat jelas di pinggir kotak musik tersebut. Ku buka kotak musiknya, betapa terkajutnya aku mendengar kata-kata yang keluar. Miniatur balerina didalamnya dengan bersuarakan “Saranghaeyo Je Ri~ya”. Seketika langsung ku peluk erat tubuhnya.

“Oppa kapan kau membelinya?”

“Kemarin sebelum menjemputmu makan malam. Aku sengaja tidak memberikannya kemarin karena menunggu saat yang benar-benar pas, dan malam inilah saatnya.” Jelasnya padaku. Beru kali ini aku melihat Wookie begitu romantis. Kembali ku peluk erat tubuhnya. Wookie oppa membalas pelukanku dan di kecup keningku olehnya.

Yong Soon POV

“Yeon Ji~ya aku mau main bilyard sama Kyu dibawah kamu mau ikut gak?” Ajakku pada Yeon Ji. Karena saat ini aku akan bermain bilyard dengan Kyu.

“Hehh? Gak ah,, nanti aku jadi kambing conge lagi. Gak mau ah.” Tolaknya.

“Kamu ajak Yesung oppa juga donk.”

“Yeppa?? Mana bisa dia main bilyard. Yang dia bisa kan cuma ngoleksi serangga.” Sanggahnya lagi. Terkadang aku heran padanya. Mereka berpacaran tapi senang sekali mengejek satu sama lain. Eh? Tapi tidak jauh beda denganku sih.

“Ya sudah, aku keluar yah.”

Aku beranjak pergi keluar kamar. Ketika aku membuka pintu, ternyata Kyu sudah berada di depan.

“Kajja!!” Ajakku. Aku langsung melenggang jalan, namun Kyuhyun masih diam di tempat tidak melangkahkan kaki sama sekali. Musun iriya? Kenapa dengannya? Aku berhenti dan berjalan kembali kebelakang menghampirinya.

“Ada apa Kyu? Kok gak jalan?” tanyaku. Ia tak menjawab pertanyaanku. Hanya saja, setelah itu tangannya langsung membentuk sudut, yang menandakan dikaitkannya tanganku pada tanganya. Aku bingung dengan sikapnya hari ini. Tidak seperti biasanya ia bersikap seperti ini. Tanpa harus menunggu lama kukaitkan tanganku padanya. Aku tersenyum melihatnya, dan pucuk kepalaku di kecup olehnya. Kusandarkan kepalaku pada lengannya dan berjalan menuju tempat bilyard.

Donghae POV

“Hyung tidak pergi keluar dengan Hyo Soo?” tanya Kibum yang sedang bersiap-siap merapikan diri. Ia akan candlelight dinner dengan Ji Soo.

“Aniya,, tadi setelah berjalan-jaln seharian ia kelihatan lelah makanya aku menyuruhnya untuk istirahat saja. Lagi pula aku akan melanjutkan membuat lagu untuknya yang kemarin sempat tertunda.”

“Ye, kalau begitu aku pergi dulu hyung.”

“Ye.” Jawabku singkat dan kembali membuat lagu untuk Hyo Soo yang akan ku berikan esok. Entah mengapa setiap kali aku membuat sajak-sajak yang nantinya akan menjadi sebuah lagu, wajahnya selalu tergambar jelas di otakku, dan selalu membuatku mudah untuk membuatnya. Hyo Soo, kau benar-benar menghipnotisku.

Yeon Ji POV

Hari ini semuanya menghabiskan malam dengan pasangannya masing-masing, tapi aku hanya sendiri disini. Yeppa, kemana orang ini? Ia tak menghubungiku lagi setelah dari berjalan-jalan tadi. Kenapa dia super cuek sih, padahal kan ini lagi moment liburan seharusnya dia mengajakku untuk bersenang-senang. Mengahabiskan waktu berdua, selama ini kan ia sibuk dengan jadwal show yang sangat padat. Kyuhyun saja yang dalam pandanganku terlalu cuek, tapi saat liburan seperti ini, ia menyerahkan waktunya untuk berdua bersama Yong Soon.

Aku mencoba menghubungi yeppa, kutekan nomor satu pada panggilan cepatku. Mwo? Kenapa teleponku tidak di angkat? Haiiish.. pasti ia sudah tidur. Terpaksa aku pergi keluar seorang diri untuk melepas bosan.

‘tapi kan aku gag tau jalan disini? Ah, nanti kalau tersesat aku bertanya saja pada orang-orang.’ Batinku. Dengan modal nekat aku keluar hotel dan berjalan menyusuri pantai. Aku pun pergi menuju pesta pantai, banyak orang yang bilang kalo pesta pantai itu seru membuatku penasaran.

Rae Bin POV

Hyukie membawaku melihat pemandangan laut pada malam hari. Kami tidak jadi datang ke pesta pantai. Melihat

kondisi yang terlalu ramai, aku jadi malas untuk datang kesana.

Pada malam itu air laut sedang pasang. Air seperti berlomba-lomba untuk mencapai tepi pantai. Aku membuka sepatu dan membiarkan air laut menyapu kakiku dengan pasir-pasir yang ia bawa. Aku juga sedikit bermain air saat itu. Hyukie hanya tersenyum melihat tingkahku.

“Chagiya,bulan depan kedua orang tua ku akan datang ke dorm dan rencananya aku ingin mengenalkanmu kepada mereka.” Ucapnya melepas keheningan, namun kata-katanya membuatku kaget. Aku akan dikenalkan dengan kedua orang tuanya. Apa dia sudah gila? Aku belum siap untuk itu.

“MWO?” kuhadapkan pandanganku padanya.

“Kau serius dengan ucapanmu barusan? Hyukie, apa kau sakit?” ucapku lagi tak percaya.

“Aku tidak sakit dan aku serius. Aku ingin serius menjalani hubungan ini Rae. Maka dari itu aku ingin segera mengenalkanmu pada mereka.” Ujarnya. Tangannya memegang pundakku dan pancaran tatapan matanya menyatakan bahwa ia serius. Aku diam terpaku. Tak ada kata-kata yang keluar sedikit pun dari bibirku.

“Kau tak perlu taku dan khawatir. Eomma dan appaku pasti setuju bila kau menjadi pendampingku kelak.” Ia seakan tau apa yang ada dalam pikiranku. Sesaat Hyukie memeluk hangat tubuhku kemudian ia baringkan tubuhku dan tubuhnya diatas pasir putih menghadap langit yang sesungguhnya biru bila siang hari.

“Lihatlah kesana.” Hyukie menunjuk keatas sana. Aku bingung apa yang ia tuju, karena malam itu langit sedang tidak berbintang.

“Ani opso Hyukie.” Tiba-tiba sekelebat cahaya muncul. Aku terkejut sekaligus terharu melihatnya. Bintang-bintang bertuliskan ‘Neomu Saranghaeyo Rae Bin~ah. Yeongwonhi.’

“Itu sebagai tanda ketulusan hatiku chagiya.”

“Ye Hyukie. Na no mido. Na do saranghae Hyukie.” Air mataku mengalir deras. Kini aku benar-benar yakin dengan ketulusan hatinya. Ia memiringkan badannya menghadapku begitu pula aku. Ia dekatkan wajahnya pada wajahku. Ia rebahkan bibirnya dan ia sapu hangat bibir merahku.

Yong Soon POV

“Nanti kita main lagi yah Kyu. Kau harus berhati-hati karena lain kali aku akan mengalahkanmu ingat itu.” Aku merasa senang hari ini. Walaupun aku kalah bermain bilyard namun tetap saja perasaan senag itu menghiasi hatiku. Terlebih lagi sikap Kyu yang benra-benar berbeda hari ini. Ia bersikap sangat manis padaku.

Aku berjalan dengan menggandeng tangan Kyu menuju kamarku. Dari kejauhan aku melihat ada seseorang yangsedang duduk dengan kepala yang di apit kedua kakinya di depan pintu kamarku.

“Kyu, itu siapa?” tanyaku padaku Kyu menunjuk orang tersebut.

“Molla.” Kami berjalan perlahan mendekati orang itu.

“Yesung oppa.” Ucapku memastikan. Ia mengangkat kepalanya, dan benar saja bahwa itu yesung oppa.

“Hyung, sedang apa disni?” tanyaku heran karena yesung oppa hanya duduk di depan tidak masuk ke dalam. Apa mereka bertengkar lagi?

“Kalian? Tadinya aku mau bertemu dengan Yeon Ji tapi sudah berkali-kali aku memencet bel ia tidak keluar juga ku hubungi ponselnya juga tidak aktif. Mungkin ia marah padaku.” Jelasnya.

“Oh, mungkin ia sudah tidur oppa. Tapi kenapa kau baru datang di larut malam seperti ini oppa?” tanyaku.

“Aku sengaja datang di tengah malam seperti ini. Tadi aku sedang menyiapkan sesuatu untuknya. Tapi sepertinya prediksi ku salah. Aku malah membuatnya marah padaku.” Jelasnya lagi. Raut mukanya sangat kusut. Sepertinya ia sangat menyesal.

“Baiklah kalau begitu. Tunggu sebentar oppa, biar kubukakan pintu dan membujuknya keluar dahulu.” Ucapku. Ku masukan kunci dan kku putar knop pintu. Aku masuk kedalam dan mencari Yeon Ji. Tapi kenapa kamar ini kosong?

“Yeon Ji..” panggilku. Tak ada jawaban. Aku berjalan ke kamar mandi siapa tahu ia ketiduran di dalam. Tapi disana juga tak ada.

“Yeon Ji~ya..”panggilku lagi tapi tetap tidak ada jawaban. aku mulai panik dengan keadaan ini. Aku coba menghubungi ponselnya tapi tetap tidak aktif. Bagaimana ini? Kemana anak itu?

“Oppaaaa,, oppaaa,, Kyu,, Kyu,,” teriakku memanggil kedua namja itu.

“Ada apa chagi?” , “Ada apa yong Soon?” tanyanya bersamaan.

“Yeon Ji tidak ada disini. Aku sudah mencari dikamar mandi tidak ada. Ku coba hubungi pinselnya juga tidak aktif. Yeon Ji hilang oppa. Eottokhe?” jelasku panik. Wajah Yesung oppa seketika berubah.

“Hilang?” sahut mereka bersamaan.

“Yeon Ji~ya!!!!” teriak Yesung oppa memanggil nama Yeon Ji.

Yeon Ji POV

“Ahhh,, aku berada dimana ini? Kemana orang yang tadi? Kenapa ia meniggalkanku sendiri disni? Ponselku mati lagi. Yeppaa .. aku takut, bagaimana ini? ” ucapku berturut-turut ketakutan. Aku tersesat setelah ikut bersama ornag yang baru aku kenal di acara pesta pantai tadi. Tapi kini aku tak tau orang itu berada dimana, sekembalinya dari toilet tadi orang itu sudah tidak ada. Aku berjalan dengan mencoba mengingat-ingat jalan yang tadi aku lewati. Tapi kenapa aku kembali lagi kesini?

“Huaaaa,,, oppaa,,” tangisku pecah seketika dengan tetap mencoba menyusuri jalan berharap menemukan petunjuk untuk pulang.

Advertisements

4 thoughts on “FF: Our Secret Part 12

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s