FF: Our Secret Part 11

Cast       :

1.  All of Super Junior member as theirselves

2. Choi Yong Soon

3. Choi Yoon Yang

4. Shin Rae Bin

5. Choi Je Ri

6. Min Hee Yeon

7. Shin Hyo Soo

Genre   : Friendship, Romance, something that doesn’t make sense..kekekeke~

Rating   : General *can be changed..it’s up too author  about what their story will be made ^^*

Disclaimer           : Kyuhyun belongs to Choi Yong Soon, Yesung belongs to Choi Yoon Yang, Eunhyuk belongs to Shin Rae Bin, Hangeng belongs to Min Hee Yeon, Donghae belongs to Shin Hyo Soo, Ryeowook  belongs to Choi Je Ri and the rest it’s up to you..kekekeke~

Part 11 => Choi Yeon Ji

Lets chekidot..!!!

Yesung POV

Aku meninggalkan Yeon Ji di belakangku. Sebenarnya aku capek juga seperti ini terus. Aku sudah seperti anak kecil saja. Tapi mungkin inilah resikonya, berpacaran dengan anak kecil akan menjadi anak kecil pula. Aigo…..

“Oppa camkan.. kenapa oppa cepat sekali jalannya” gumam Yeon Ji di belakangku, tapi tidak menghiraukannya. aku terus saja berjalan dan masuk ke dorm. Aku melihat keramaian seperti tidak biasanya begitu aku masuk dorm. Aku terdiam di tempatku.

“Aku dapat…  oppa lain kali oppa jangan meninggalkanku seperti tadi. Aku capek mengejar langkah oppa yang cepat itu” rengek Yeon Ji dengan manja sambil melingkarkan tangannya di lenganku.

Aku diam saja, masih sibuk melihat apa yang terjadi di dorm ramai-ramai. Di sampingku Yeon Ji terlihat bingung aku tidak memperhatikannya, namun akhirnya dia mengikuti arah pandangku. “Yaaa, ada apa ini?” kata Yeon Ji memecah suasana, dia melepaskan tangannya dari lenganku dan berjalan menghampiri mereka.

“Sahabatmu ini ingin menikah, dia sudah di lamar oleh Kyu” jawab Heechul hyung pada Yeon Ji.

Aku tersentak mendengar jawaban Heechul hyung pada Yeon Ji, begitu pun Yeon JI. aku melangkah mendekati mereka dan berdiri di belakang Yeon Ji, bermaksud ingin memastikan kalau pendengaranku sedang terganggu.

“Yaaa Yong Soon-ah. Benar apa yang dikatakan Heechul oppa? Kau ingin menikah? Kalau kau ingin menikah dengan cucunguk ini lalu yang akan menjadi temanku siapa?” celoteh Yeon Ji dengan ramai pada Yong Soon, kulihat muka Kyu juga kesal karena dikatakan Yeon JI dengan sebutan cucunguk. Rasanya aku ingin tertawa mendengar celotehan Yeon Ji. Dasar anak kecil.

“Yaaa, siapa juga yang ingin menikah. Kalian semua salah paham” sahut Yong Soon atas serangan tuduhan-tuduhan orang-orang di dorm.

“Yaaa Yoen Ji noona. Lagi pula aku tidak akan melangkahi kau dan Yesung hyung” Kyuhyun melirik Yeon Ji dengan tatapan jahilnya.

“MWO…???? Jangan panggil aku noona!!!!!!!!!!  Akan kubunuh kalau kau sekali lagi menyebutku noona” Yeon Ji merengek. Dia kesal Kyu memanggilnya noona.

“Yasudah lah. Kyu sebaiknya sekarang kau jelaskan apa arti dari semua ini!” perintah Teuki hyung pada Kyu.

Aku menarik pinggang Yeon Ji agar dia berdiri di sampingku dan tidak mengacau ketika Kyuhyun mulai menjelaskan semuanya. Tanpa di ganggu oleh celotehan penunggu-penunggu dorm yang lain Kyuhyun mulai menceritakan semuanya. Kenapa dia memberikan cincin pada Yong Soon. Dia bermaksud untuk memperbaiki hubungannya dengan Yong Soon, bukan berarti dia ingin menikah sekarang dengan Yong Soon. Syukurlah kalau begitu. Dasar Kyuhyun dan Yong Soon. Pasangan ini selalu saja membuat dorm heboh dengan tingkah mereka kemarin saja heboh karena pertengkaran mereka sekarang sudah di hebohkan dengan berita lamaran. Ada-ada saja. Setelah Kyuhyun menjelaskan semuanya, perlahan-lahan yang lain mulai membubarkan diri. Tanpa sadar aku masih memeluk pinggang Yeon Ji si sampingku. Aigo, bukannya aku sedang marah lagi padanya. aku pun melepas lingkaran tanganku di pinggang Yeon Ji. aku berjalan mendekati sofa di ruang TV dan menghempaskan tubuhku disana.

Yeon Ji POV

Kenapa aku merasa dorm hari ini aneh sekali ya? Setelah penjelasan Kyu tadi semua orang tampak sibuk dengan urusan masing-masing. Yesung oppa menyebalkan sekali hari ini, tadi dia meninggalkanku begitu saja. Aku rasanya ingin menangis, dia mendiamkanku lagi padahal apa salahku? YEPPA kau sungguh menyebalkan. Aku berjalan menghampirinya dan berdiri di depannya sambil memanyunkan bibirku.

“Oppa apa yang salah denganmu? Kenapa seperti ini?” kataku sambil menyilangkan kedua tanganku ke dada.

“Nde..??” Yesung oppa menunjukkan muka sok polosnya.

“Kau sangat menyebalkan oppa” kataku ketus lalu aku berlari meninggalkannya sendiri di ruang TV. Aku ingin pulang saja, percuma kalau aku disini tidak di tanggapi olehnya.

“Yeon Ji-ya” panggil Yong Soon padaku.

“Wae?” tanyaku tidak nafsu.

“Kenapa tidak bersemangat seperti itu. Aku ingin mengajakmu ke dorm SM. Kemarin aku belum sempat melihat penampilan SM The Ballad, jadi setidaknya aku ingin melihat mereka latihan saja sekalian menemani Kyuhyun” jelas Yong Soon padaku. Aku berpikir, sepertinya menarik

“Aku mau” kataku sambil mengangguk mantap. Aku pun mengikuti langkah Yong Soon menuju ke tempat latihan SM The Ballad. Daripada aku di dorm tidak dipedulikan Yesung oppa.

Kami berjalan kurang lebih 10 menit untuk sampai ke dorm SM dari dorm Super Junior. Aku dan Yong Soon menunggu di ruang tempat latihan yang dipenuhi kaca-kaca di sekelilingnya. Ini bukan pertama kali aku ke tempat latihan. Tapi ini pertama kali bagiku melihat latihan anak-anak SM The Ballad. Aku terkesan mendengar suara-suara mereka, Kyuhyun yang menyebalkan memang terkesan keren disini, Jonghyun oppa tetap powerfull, Jay oppa juga sangat keren, dan satu lagi Jino oppa. Menyebut nama Jino lagi membuat siluet memori kembali timbul di kepalaku. Bayangan-bayangan masa lalu itu masih terekam sangat jelas di otakku.

“Bagaimana latihanku tadi?” Tanya Kyu pada kami. aku hanya mendongak sekilas pada Kyu lalu sibuk memperhatikan sekelilingku.

“Bagus” kata Yong Soon sambil memberikan dua jempolnya.

“Yaaa, bagaimana menurutmu noona?” Tanya Kyu padaku, aku benci sekali saat Kyu memanggilku noona. Aku sama sekali tidak menoleh padanya, aku hanya berpura-pura tidak tau. Aku berjalan meninggalkan Yong Soon dan Kyuhyun dengan cueknya.

“Ada apa dengannya? Aneh sekali dia tidak menanggapiku yang memanggilnya noona” kata Kyu pada Yong Soon. Lalu aku tidak mendengar apa pun lagi.

Entah mengapa mode ku sedang jelek hari ini. Lebih baik aku pulang saja,  aku rasa semua tempat juga akan sangat membosankan bagiku kalau mode ku sedang tidak enak seperti ini. Aku mendengar suara langkah orang mendekat ke arahku, aku mengabaikannya. Seseorang menepuk pundakku. Kali ini aku tidak bisa mengabaikannya lagi, aku pun menoleh memeriksa siapa yang melakukannya padaku.

“Yaaa Yeon Ji-ya. Kau sudah melupakanku ya? Padahal dari kemarin aku memperhatikanmu berharap kau mengingatku” kata orang itu yang tak lain adalah Jino oppa, aku sama sekali tidak melupakannya malah aku pikir dialah yang melupakanku.

“Choi Jin Ho. Tentu saja aku tidak melupakan nama itu. Lama tidak melihatmu oppa” kataku sambil tersenyum padanya.

“Ne kau benar sekali, aku sangat merindukanmu. Tidak kusangka kau teman akrab anak-anak Super Junior, ternyata aku bisa bertemu denganmu disini. kau tau aku sering mencarimu, tapi tidak pernah bertemu kau di rumahmu”

“hehehe,,, aku suka tidak betah berada di rumah. Di rumah seluas itu hanya di temani dengan pelayan-pelayan. Kau bisa membayangkannya sendiri kan oppa, bagaimana membosankannya” sahutku. Aku sama sekali tidak menyangka dia sering mencariku ke rumah.

“Yeon Ji-ya” panggil Yong Soon padaku di tengah obrolanku bersama JiNo oppa. Yong Soon melirik sekilas kea rah Jino lalu kembali menatapku.

“Annyong oppa sepertinya aku harus pamit. Sukses dengan latihan dan pekerjaanmu.” Aku mengakhiri obrolanku dengan Jino oppa karena kedatangan Yong Soon.

“Ne lain kali kita ngobrol-ngobrol lagi. Josimhae Yeon Ji-ya, annyong Yong Soon-ah” pamit Jino oppa pada kami.

“hhhhmmmm aku tidak heran kalau kalian saling kenal. Tapi yang aku heran kenapa kalian tampak sangat akrab” tuduh Yong Soon penuh selidik padaku setelah JiNo oppa meninggalkan kami.

“Sudahlah, itu tidak penting” Timpalku pada Yong Soon lalu melangkah meninggalkannya.

Yong Soon menyusul langkahku. “ayo ceritakan padaku!” kali ini Yong Soon meminta dengan muka memelasnya.

“Baiklah. JiNo oppa itu dulu adalah teman akrabku, dua tahun yang lalu dulu dia sempat menyatakan perasaannya padaku. Tapi kami tidak sempat pacaran, karena saat aku ingin memberinya jawaban JiNo oppa harus pindah dan sejak saat itu kami tidak pernah bertemu. Baru sekarang kami bertemu lagi” jelasku pada Yong Soon dengan tidak semangat.

“OMO” hanya itu komentar yang keluar dari bibir Yong Soon.

“Jangan Tanya itu lagi. aku ingin pulang saja” aku pun meniggalkan Yong Soon yang masih sibuk dengan pikirannya sendiri.

Rae Bin POV

Aku berjalan ke dapur hendak mengambil minuman karena aku haus. Disana aku melihat pasangan JeWook sedang memasak, sepertinya memasak untuk makan malam nanti. Aku pun melanjutkan wisata keliling dorm lagi kali ini aku lewat di depan computer. Seperti biasa, pasangan Hyo Soo dan Donghae tetep mojok dengan sejuta gombal yang di keluarkan DongHae untuk Hyo Soo. Tak tahan melihat kemesraan mereka aku berjalan menuju kamar anak-anak SuJu. Kamar HanKyung oppa  tampak sangat sepi, sudah dua hari ini dia tidak pulang ke dorm karena harus menjaga Hee Yeon eonnie di rumah sakit. Aku bosan lama-lama seperti ini,tidak ada teman dan seperti kurang kerjaan sekali memutari dorm seperti ini. Akhirnya aku menghempaskan tubuhku di sofa depan TV sambil menghembuskan nafas panjang. Aku duduk di antara Yesung oppa dan Siwon. Yesung oppa ada di dorm tapi aku tidak melihat Yeon Ji?

“Oppa lihat kemana yang lain? Yeon Ji mana?” tanyaku pada Yesung oppa, karena tidak biasanya aku tidak melihat batang hidung Yeon Ji kalau Yesung oppa ada.

“Molla, dari tadi aku hanya disini. periksa saja di sekeliling dorm, Yeon JI pasti nyangkut disana”  katanya dengan cuek tanpa mengalihkan pandangan dari TV. Sepertinya Yesung oppa sedang bad Mode, pasti gara-gara Yeon Ji. hahaha dasar pasangan yang aneh.

Aku mendengar bunyi pintu yang dibuka dari luar. Lalu tak lama kemudian Yong Soon dan Kyuhyun timbul dari sana. Yeon Ji juga tidak ada, biasanya juga dia bersama Yong Soon. “Yong Soon-ah, mana Yeon Ji?” tanyaku pada Yong Soon.

“jadi Yeon Ji tidak kembali ke dorm  eonnie?, tadi Yeon Ji bilang dia ingin pulang. Aku kira dia ingin kembali ke dorm. Kami tadi dari melihat Kyu dan SM The Ballad latihan” jawab Yong Soon

Mendengar perkataan Yong Soon, Yesung oppa yang duduk di sampingku langsung menegang, sepertinya dia mulai khawatir dengan Yeon JI. “Jadi dia tia bersama denganmu?” Yesung oppa bertanya memastikan pada Yong Soon, Yong Soon hanya mengangguk. Sedangkan Kyu hanya menatap heran.

“AAAiiissshhh anak itu” dengus Yesung oppa lalu buru-buru beranjak dari tempat duduknya. Ada apa lagi ini?. Aku hanya bisa geleng-geleng kepala. Kyuhyun kembali ke kamarnya sedangkan Yong Soon duduk di sampingku.

“Bagaimana keadaan Hee Yeon eonnie, Rae eonnie” Tanya Yong Soon padaku

“Hankyung oppa masih menjaganya di rumah sakit, aku  juga belum mendapatkan kabar terbaru. Yang penting kita harus berdo’a demi kesehatan Hee Yeon eonnie” kataku.

“Yang jelas, kita juga tidak bisa berlibur kalau Hee Yeon eonnie masih belum sembuh” sahut Yong Soon lagi. aku mengangguk membenarkan perkataannya.

Wookie POV

Aku melihat Je Ri sibuk sekali membuat adonan. Dia selalu serius kalau sedang masak, entah mengapa aku sedang tidak mode masak. Sesekali aku ingin menghabiskan waktu seharian bersamanya di luar dorm dan membiarkan penghuni dorm kelaparan. Aku mendekati Je Ri, tapi dia sama sekali tidak terusik dengan keberadaanku di sampingnya.

“Kau serius sekali chagi” kataku sambil mengembungkan pipiku.

“tumben sekali oppa berkomentar tentang kesibukanku saat memasak” jawab Je Ri tanpa menatapku.

“apa kau tidak bosan?” tanyaku lagi

“Apa maksud oppa?” dia malah balik bertanya padaku.

“maksudku tiap hari memasak di dapur untuk penghuni dorm, apa kau tidak bosan?” jawabku dengan mengulangi pertanyaaku di ujung kalimatku.

Je Ri menatap ke dalam mataku, tatapannya lembut. Aku selalu menyukai tatapan Je Ri yang seperti itu padaku, seolah hanya ada aku di dalam sana. “apa yang oppa pikirkan. Tentu saja aku senang melakukannya, aku senang bisa memasak untuk semuanya” dia menjawab pertanyaanku sambil tersenyum.

“chagi, bagaimana kalau kita membiarkan penghuni dorm kelaparan untuk sehari saja” kataku dengan senyum mengembang. Je Ri tidak menjawab, dia hanya mengernyitkan keningnya.

“Maksudku, kita perlu menghabiskan waktu kita diluar dorm sejenak. Otokhe chagi?”

“baiklah kalau itu yang oppa mau” jawabnya singkat lalu kembali ke adonan yang di buatnya.

Aku memeluk Je Ri dari belakang, bermaksud agar tidak terlalu mengganggunya kalau aku memeluknya dari depan. Aku mencium pipinya sekilas. “Gomawo chagi, kita akan keluar tengah malam ini”

Donghae POV

Tadi Teuki hyung bilang kalau malam ini dia akan mengadakan rapat besar Super Junior Family setelah makan malam. Aku melihat Yesung hyung sendirian, kemana Yeon Ji?? wajah Yesung hyung tampak murung, pasti ada masalah dengan Yeon Ji. semua lengkap, hanya saja tanpa Yeon Ji dan Hee Yeon.

“baiklah, rapatnya kita mulai sekarang” Teuki hyung memulai pembicaraan. “mengenai rencana liburan, kita tahu kalau sekarang Hee Yeon sedang sakit TBC tentu saja dia tidak bisa ikut kita liburan. Bagaimana pendapat kalian?” lanjut Teuki hyung.

“Hyung, menurutku tidak apa-apa kalau kalian berlibur tanpa kami. Super Junior jarang-jarang mendapatkan waktu berlibur, aku rasa lebih baik jangan di sia-siakan. Jangan khawatirkan kami, aku akan mengajak Hee Yeon ke China untuk penyembuhan dan bertemu keluargaku” sahut Hankyung hyung menyatakan pendapatnya. Semuanya memperhatikan dengan serius.

“Bagaimana menurut yang lain?” Tanya Teuki hyung lagi.

“Kalau aku setuju saja apa kata Hankyung hyung, kita jarang sekali berlibur dan ini kesempatan baik meskipun sayangnya tanpa Hankyung hyung dan Hee Yeon” Eunhyuk hyung menanggapi

Yang lain terlihat mengangguk-anguk termasuk aku. Mungkin maksud mereka, mereka juga setuju kalau rencana berlibur tidak akan di batalkan. Sebenarnya aku sangat menyayangkan kalau Hankyung hyung dan juga Hee Yeon tidak bisa ikut dengan kami. tapi setidaknya, dengan pergi ke China itu juga liburan mereka sekaligus mengobati penyakit Hee Yeon yang katanya mengidap penyakit TBC. Kulihat Hyo Soo di sampingku memamerkan mimic wajah sedih. Aku sama sekali tidak bisa melihatnya begini, aku tidak bisa melihat dia sedih.

“Chagi gwenchana?” tanyaku memastikan sambil menatap dalam ke matanya.

“Gwenchana oppa, hanya merasa sedih karena Hankyung oppa dan Hee Yeon eonnie tidak bisa ikut” jawabnya.

“Sudah kubilang tidak usah khawatirkan kami. ke China juga alternative liburan untuk kami, disana kami juga akan bersenang-senang, jadi tidak ada alasan untuk merasa bersalah karena kalian akan berlibur tanpa kami. arachi?” sahut Hankyung hyung sambil tersenyum, melihat itu Hyo Soo juga tersenyum lega.

Aku lega kalau dia sudah tersenyum kembali, aku pun juga tersenyum padanya. aku menggenggam erat tangan Hyo Soo yang masih leluasa. Kami kembali mendengarkan rangkaian acara rapat akbar Teukie hyung.

“Sekarang masalah tempat berlibur, ada yang punya pendapat?” Tanya Teukie hyung lagi.

“Bagaimana kalau ke Itali?” Kyuhyun angkat bicara.

“Itu terlalu jauh, lagipula kita sudah pernah kesana” jawab Kangin hyung

“Ne aku setuju dengan Kangin hyung, kalau menurutku kita ke Indonesia saja. Katanya disana sangat menarik, aku sungguh penasaran.” Komentar Sungmin hyung

“Aku juga penasaran dengan Indonesia. Yeon Ji sering sekali menyebut-nyebut Indonesia dan mengajakku makan ke restaurant masakan Indonesia” Yesung hyung yang dari tadi hanya diam pun akhirnya mengeluarkan suaranya. Tapi tetap saja, ekspresi anehnya masih lekat. Semua orang juga pasti akan dengan mudah menebak dia sedang bertengkar dengan Yeon Ji, dasar.

“Bagaimana semuanya?” Tanya Teuki hyung lagi

“Ya sudah hyung, kita ke Indonesia saja. Aku juga penasaran dengan Negara itu, lagipula sepertinya Yeon Ji cukup mengenal Indonesia” aku memberikan pendapatku.

Rapat pun berlangsung ramai, semua orang di dorm memberikan pendapatnya ke Negara mana yang harus kami kunjungin selama liburan ke depan. Aku juga sangat antusiaa dalam menyampaikan pendapatku, Yesung hyung tetap saja bersikeras ingin ke Indonesia, apa sebegitu panasarannya dia Negara itu sampai-sampai bisa dibilang dia sedikit ngotot. Sebenarnya aku juga sangat penasaran dengan Indonesia, aku pun mendukung pendapat Yesung hyung. Dengan segala pendapat para penghuni dorm beserta darmawanitanya, rapat yang berlangsung sengit itu pun memutuskan akan berlibur ke Indonesia.

“Sudah diputuskan, liburan tahun ini kita akan ke Indonesia dan berangkat empat hari lagi dari sekarang. Rapat selesai” Teukie hyung mengakhiri rapat dengan mengetukkan cangkir di atas meja makan sebanyak 3 kali layaknya seorang hakim ketua. Penghuni dorm yang memang memilih Indonesia tersenyum lega termasuk aku, kulihat Hyo Soo juga begitu. Yesung hyung sama sekali belum beringgut sedikit pun dari duduknya, padahal yang lain sudah mulai membubarkan diri. Kulihat dia tampak berfikir.

“Aku belum memberitahu Yeon Ji” gumam Yesung hyung pada dirinya sendiri.

“Yeon Ji nugu-ya??” Ki Bum yang mendengar gumaman Yesung hyung segera menanggapi. Yesung hyung garu-garuk kepala lalu tersenyum gaje.

“nanti juga kau tau sendiri” jawab Yesung hyung singkat, lalu meninggalkan kami yang masih berada di ruang makan. Aku hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalaku.

Yeon JI POV

Kemarin aku tidak mengunjungi Yesung oppa di dorm, banyak panggilan tak terjawaba dan sms dari eonnideul ku. Rasanya kangen juga tidak bertemu dengan mereka apalagi Yong Soon, dia kan soulmate ku. Bagaimana kabar mereka ya? KyuSoon apa masih suka bertengkar s?. RaeHyuk, JeeWook, HyoHae, dan HeeHan, dan penghuni dorm lain. Tapi yang pasti juga Yesung oppa, tapi dari kemarin kenapa dia belum juga menghubungiku?. Aku tidak mengerti dengan orang tua itu. Aku menghembuskan nafas panjang sambil turun dari tempat tidurku. Sudah jam 7 pagi, biasanya aku sudah di dorm. Tapi sekarang aku masih berada di rumah dan memakai piamaku. Aku mendekati meja di dekat TV yang berada di kamarku. Kuambil gagang telpon dan memencet beberapa nomor disana.

Tak menunggu waktu lama agar bisa mendengar suara dari seberang sana. “Yoboseyo agesshi” sapa seseorang yang tak lain adalah ketua pelayan di rumahku, aku sering memanggilnya Ajuhma karena dia juga merangkap pengasuhku dia ibu kedua bagiku.

“Ajuhma, hari ini aku ingin di rumah saja. Tolong sampaikan pada semuanya jangan ganggu aku dulu. Tidak usah mengantarkan sarapan ke kamarku, karena aku bisa mengambilnya sendiri nanti. Dan tolong sampaikan, kalau ada yang datang tolong sampaikan kalau aku sedang tidak bisa di ganggu kecuali kalau sudah ada janji denganku.” Kataku panjang lebar pada Ajuhma, aku yakin dia mengerti dan akan menyampaikan ke semuanya.

“Baiklah, tapi kau baik-baik saja kan?” Tanya Ajuhma cemas, aku bisa mengerti kalau dia mencemaskanku. Wanita itu memang sudah mengenalku sejak aku kecil.

“Aku baik-baik saja Ajuhma, gamsahamnida” jawabku dengan nada yang cukup meyakinkan. Dan telpon kami pun terputus.

Setelah itu aku melangkah ke kamar mandiku yang berada di dalam kamar. Bagaimana ya hariku hari ini? Apakah masih membosankan seperti kemarin?.

Rae Bin POV

“Yaa Hyukie-ya. Dasar pelit, kau kira kita akan berapa lama berada di Indonesia? Kau kira dengan membawa baju, uang, dan perlengkapan segitu akan cukup? Babo-ya” teriakku pada Hyukie.

Aku dan dia sedang berada di kamar dan mulai ber-packing ria menyambut liburan kami yang tinggal dua hari lagi kami akan berangkat. Eunhyuk memang tidak pernah berubah, bahkan dalam situasi seperti ini dia masih memikirkan asas kehematan. Membawa baju hanya 3 pasang, dan segalanya seba hemat. Memalukan sekali manusia teori Darwin satu ini.

“aku tidak pelit chagi, hanya berhemat. Kau pikir, untuk kehidupan kita di massa yang akan datang kita harus berhemat dari sekarang. Liburan ini tidak ada apa-apanya di bandingkan massa depan anak kita nanti” celotehnya membela diri.

Aku manyun sambil melipat tanganku di dada. “tidak usah berlebihan” jawabku ketus padanya.

“Tidak usah mengkhawatirkanku chagi, kalau memang tidak cukup. Aku masih punya banyak Hyung dan Dongsaeng yang pasti siap membantu” katanya lagi. aku herab bagaimana bisa dia mengatakan seperti itu.

“Dasar babo” aku mejitak kepalanya, dia sedikit meringis kesakitan. “Masalahnya bukan itu, tapi aku malu karena kau terlalu pelit” lanjutku, lalu aku keluar dari kamar. Kalau tetap menanggapinya aku akan jadi orang gila sendiri karena dia pasti akan terus mempertahankan pendapatnya dengan wajah sok polosnya itu.

Eunhyuk beberapa kali memanggil namaku aku agar tidak meninggalkannya, tapi tak ku hiraukan. Aku berjalan menyusuri ruang hampa, penghuni dorm saat ini semuanya sedang sibuk packing jadi ruang TV tidak ada orang makanya aku menyebutnya ruang hampa. Aku duduk di sofa sambil sedikit menghempaskan tubuhku di sana. Aku menutup mataku sejenak, mencoba berkonsenrasi dan menenangkan diri. Ku dengar suara hembusan nafas  tak jauh dariku. Kulirik, ternyata itu Yesung oppa.

“Oppa tidak packing?” tanyaku heran padanya.

“Aku masih binggung” jawabnya singkat tanpa menoleh padaku.

Aku mengangguk-angguk. “wae?, sudah dua hari ini aku tidak melihat Yeon Ji. sepertinya dia sibuk sekali packing ya oppa, sampai-sampai tidak sempat ke dorm” kataku sambil menerawang.

“Ani, kau salah. Bahkan Yeon Ji sama sekali belum tau tentang rencana liburan ini” sahut Yesung oppa.

Aku mendongak menatap heran Yesung oppa, bagaimana bisa dia belum memberitahu Yeon JI. padahal kemarin dia memilih Indonesia salah satu faktornya juga karena Yeon Ji. pasangan ini memang tidak bisa di tebak.

“Jadi kau belum memberitahu Yeon Ji?” seseorang menyambung dengan nada tinggi. Aku melirik ternyata itu Teukie oppa, dia berjalan menghampiri kami dan duduk di samping Yesung oppa.

Yesung oppa mengangguk. “kau ini keterlaluan sekali, dua hari lagi kita akan berangkat tapi kau belum memberitahunya. Sam pergi, beritahu dia sekarang juga” Teukie oppa mendorong tubuh Yesung oppa, Yesung oppa pun menuruti dan langsung pergi dengan semangat.

Tatapan Teukie oppa beralih padaku, aku tersenyum padanya dia pun balas tersenyum “packing nya sudah selesai?” Tanya Teukie oppa padaku.

“Kalau aku sudah beres tapi kalau Hyukie dia masih sibuk oppa” jawabku, Teukie oppa mengangguk manntap.

“Yaaaa Kyunnie, aku tidak suka kau membawanya. Itu pemborosan tempat” terdengar teriakan Yong Soon dari kamar KyuMin. Aku dan Teukie oppa saling pandang dan bisa menangkap apa yang terjadi.

“Jadi aku harus bagaimana, aku tidak bisa meninggalkannya” jawab Kyuhyun.

“Kau pikir, kau akan sempat memainkan PSPmu itu selama liburan. Jangan membuang-buang waktu”

“ne arasso, keruende chepal Yongie. Setidaknya aku membawanya agar tidak terlalu rindu pada game ku” pinta Kyuhyun pada Yong Soon. Sepertinya sekarang Kyuhyun sudah mulai bisa sedikit mengalah pada Yong Soon.

“Terserah kau saja” jawab Yong Soon.

Aku pun beradu pandang lagi dengan Teukie oppa. “Kau bisa sedikit lega oppa, kau tidak perlu mengganti engsel pintu kamar KyuMin lagi sebelum berangkat liburan” kataku pada Teukie oppa.

“Kau benar” jawabnya sambil tersenyum. Aku pun tertawa.

Yesung POV

“Maaf, agesshi bilang dia tidak bisa di ganggu hari ini” kata satpam rumah Yeon Ji padaku.

Apa-apaan ini, tidak mungkin juga Yeon Ji akan melakukan itu padaku. Aku sudah kesini dengan maksud untuk bertemu dengan Yeon Ji. aku tidak akan pergi dari sini sebelum bertemu dengannya.

“Tapi aku sangat ingin bertemu dengan Yeon Ji, ini penting. Aku namjachingu nya” aku tetap mencoba meyakinkan satpam itu.

“Maaf, tetap tidak bisa. Ini Agesshi sendiri yang meminta tidak ingin di ganggu, kami tidak bisa berbuat apa-apa, kecuali kalau anda sudah punya janji dengan agesshi”

Janji? Apa itu juga berlaku untukku sebagai namjachingunya? Sebenarnya apa yang sedang dia lakukan. Lebih baik aku menelponnya saja, dan memberitahu kalau aku sudah berada di depan rumahnya. Aku pun menekan tombol ponselku dan menelponnya. Aku mendengus kesal setelah nomornya pun sedang tidak bisa dihubungi, nomornya sibuk. Terpaksa aku harus menunggunya di luar pagar rumahnya, sambil terus mencoba menghubunginya. Aku tidak boleh pulang sebelum bertemu dengan Yeon Ji.

“Tolong izinkan saya masuk. Ini sangat penting, saya ingin bertemu Yeon Ji” pintaku untuk yang kesekian kalinya setelah menunggu selama 3 jam

“Maafkan saya, saya tidak bisa berbuat apa-apa selain menjalankan tugas” jawab satoam itu lagi, jawabannya tetap sama. Intinya satpam itu tetap tidak mengizinkanku masuk.

Yeon Ji POV

Terlalu banyak mengobrol dengan Gi Kwang di telpon aku jadi lupa waktu. Aku lapar, aku pun melangkahkan kakiku menuju dapur, dapurku memang jauh. Di tengah jalan aku bertemu dengan Ajuhma, aku tersenyum padanya dia pun tersenyum padaku, dua pelayan lainnya yang berada di belakang Ajuhma membungkuk padaku.

“Tadi satpam bilang  ada yang mencarimu” kata Ajuhma padaku

Aku mengernyit, “Nugu?” tanyaku

“katanya namja itu mencarimu itu bernama Yesung” jawab Ajuhma lagi.

Mataku membelelak. Tadi Yesung oppa datang ke rumahku, aku langsung berlari melewati Ajuhma dan dua pelayan lainnya. Aku terus berlari sebelum akhirnya aku sampai di depan pintu rumahku. Berlari di rumah yang cukup luas ini cukup membuat nafasku tersengal. Ku lihat bayangan Yesung oppa masih berada di luar pagar rumahku. Aku segera berlari lagi, sku memberikan isyarat pada satpam agar dia membuakakan pagarnya untukku. Spontan aku langsung memeluk Yesung oppa, begitu pagar terbuka. Yesung oppa tersentak dengan seranganku, tapi detk berikutnya dia membalas pelukanku dengan mengelus punggungku.

“Ternyata kau sangat merindukanku” komentar Yesung oppa, aku masih berada di pelukannya.

Aku melepaskan pelukanku. “Ternyata kau juga merindukanku oppa, kenapa kau kesini?” tanyaku bersemangat.

“tapi tetap saja kau merindukanku, buktinya keluar rumah saja kau lupa memakai sandal hanya untuk menemuiku” jawabnya tak mau kalah.

“tapi kau juga rela menungguku selama 3 jam” sahutku.

“baiklah aku mengaku kalah, aku memang sangat merindukanmu Choi Yeon Ji” katanya mengakui, aku tersenyum.

Kulingkarkan tanganku ke lengannya dan mengajaknya masuk. Aku tidak tega melihat raut wajahnya yang penuh dengan keringat.  Sepertinya dia lelah sekali sudah menungguku. Aku mengajaknya ke dapur rumahku, kebetulan aku juga sedang lapar. Aku mengambilkan minumannya dengan tanganku sendiri, karena ini special untuknya. “Igo oppa” kataku sambil menyodorkan orange juice padanya.

“Gomawo Yeon Ji-ya” katanya sambil tersenyum.

“Oppa aku lapar” kataku manja padanya.

Dia tertawa mendengar rengekanku. “Apa saja yang kau lakukan sampai kau lupa makan, ini sudah jam 1 loh. Apa perlu aku menyuapimu?”

Aku menggeleng. “Ani, tapi oppa harus temani aku makan ya” pintaku manja. Aku memang senang sekali bermanja-manja pada Yesung oppa. “Oppa, tapi kau tidak mendiamkanku lagi kan?” tanyaku cemas, setelah mengingat pada yang dia lakukan padaku dua hari yang lalu.

“Tentu saja tidak nae chagiya” jawabnya dengan senyuman, matanya yang sipit itu tampak tenggelam saat dia tersenyum.

“Baiklah kalau begitu” aku beringgut dari tempat dudukku, aku mengambil makanan yang ada di kulkas. Entah mengapa aku sedang ingin makan yang manis-manis. Aku mengeluarkan semua isi di dalam kulkas yang ku anggap enak. Kami pun makan bersama-sama, Yesung oppa menceritakan tentang banyak hal padaku, termasuk tentang rencana oppadeul yang ingin berlibur ke Indonesia. Tentu saja aku sangat senang mendengarnya, aku tau banyak tempat-tempat yang bagus Indonesia, karena aku memang mempunyai darah Indonesia dari haramoni yang tinggal di Indonesia. Mataku yang tidak sipit seperti kebayakan orang Korea juga aku dapatkan dari haramoni yang merupakan orang Indonesia. Aku sama sekali tidak menolak Yesung oppa mengajakku ikut berlibur bersama mereka.

Rae Bin POV

“Anyyong yorobun” sapa seorang yeoja yang sangat kukenal. Itu Hee Yeon eonnie aku langsung memeluknya erat, wajahnya sangat pucat tapi kehangatan sapaannya begitu terasa seolah dia sedang tidak sakit. Aku sedih melihat keadaannya, kulihat HanKyung oppa setia mendampingi Hee Yeon oppa, dia memapa yeojanya itu dengan lembut dan penuh kasih sayang.

“Kami harus pergi ke China sore ini” HanKyung oppa to the point pada semua, semua yang ada di ruang tengah mendengarkan dengan seksama apa yang dikatakan Hankyung oppa.

“kami akan mendo’akan kesembuhan Hee Yeon, Hee Yeon cepat sembuh ya” jawab Teuki oppa mewakili semuanya.

“aku akan sangat merindukanmu eonnie” kataku pada Hee Yeon eonnie sambil memeluknya erat.

“Ne, eonnie kami akan sangat merindukanmu” sahut Hyo Soo sambil memeluk Hee Yeon eonnie pula. Selang beberapa detik dari itu Yong Soon, Yeon Ji dan  Ji Soo ikut menghampiri Hee Yeon eonnie dan kami pun saling berpelukan. Berat rasanya kalau salah satu diantara kami harus pergi ke lain tempat. Selama ini kami selalu bersama sebagai yeojachingu para member Super Junior, bermain-main di dorm bersama, menjaga rahasia bersama. kami sudah seperti saudara. Kami kulihat airmata sudah mengalir deras si pipi Hyo Soo, Yong Soon, Yeon Ji, dan Ji Soo pun tak kalah deras. Hee Yeon eonnie sangat tabah, aku tau dia pun ingin menangis tapi dia tidak ingin meneteskan airmatanya di depan kami, aku tau dia tidak ingin membuat kami tambah sedih. Aku sudah tidak bisa menahan airmataku lagi, akhirnya cairan bening itu pun dengan leluasa melintas di pipiku.

“Yaaa… kalian jangan menangis. Aku akan baik-baik saja, pulang dari liburan nanti jangan lupa bawa oleh-oleh ya, atau tidak aku akan marah besar” kata Hee Yeon eonnie dengan nada marah tapi senyum tetap mengembang di bibirnya.

“Makanya, eonnie dan oppa ikut berlibur bersama kami” jawab Yeon Ji.

“Tidak bisa, eonnie harus berlibur bersama Han oppa ke tempat lain, kami kan juga perlu waktu berdua”

“Tapi janji setelah pulang dari liburan bersama Han oppa, eonnie harus sehat lagi. arasso?!” sahut Yong Soon.

“ne arasso” jawab Hee Yeon eonnie sambil tersenyum

“Haneul, ayo siap-siap sekarang” ajak Han oppa pada Hee Yeon eonnie memecah obrolan kami. hee Yeon eonnie mengangguk.

“Eonnie saranghae” bisik kami padanya. lalu Hee Yeon eonnie pun melepaskan pelukannya.

Donghae POV

Ku lihat dia sangat serius sekali merapikan barang-barangku yang kususun berantakan ke dalam tas. Aku tersenyum melihatnya, aku berdiri disampingnya tapi dia sama sekali tak terusik. Aku memeluknya dari belakang.

“Oppa jangan kumat dulu, aku masih sibuk” protes Hyo Soo padaku.

“Kau terlalu sibuk, sampai-sampai aku tidak di tanggapi lagi” aku memasang wajah cemberut tapi tanganku masih melingkar di pinggangnya.

“Itu juga salahmu oppa, kenapa tidak bisa rapi jadi aku membereskannya. Ayo lepaskan, sebentar lagi oppadeul pasti memanggil kita” jelasnya. Perkataannya memang benar, Teuki hyung sebentar lagi pasti akan mengumpulkan kami karena kami hari ini berangkat. Tempat pertama yang akan di kunjungi sudah di tentukan yaitu Lombok. Aku juga penasaran dengan tempat itu, yang memberikan ide kesana adalah Yeon Ji.

Aku melepaskan pelukanku pada Hyo Soo. “ayo keluar oppa, bawa tas-tasnya” lanjutnya begitu dirasa semuanya sudah beres. Aku pun membawa tas-tas yang berisa barang-barang yang akan kami bawa. Kami berkumpul di ruang tengah untuk absensi. Berhubung kami banyak orang, jadi harus di absensi dulu sebelum berangkat.

Nama kami disebut satu-satu, satu persatu dari kami pun mengacungkan tangan begitu nama kami disebut. Yang belum ada tinggal pasangan JiSung. AAiiiisshh kemana mereka, semuanya sudah repot ingin pergi ke bandara, dua sejoli itu juga tak kunjung datang. Akhirnya Eunhyuk hyung pun menelpon Yesung hyung.

“kata Yesung hyung, dia masih di rumah Yeon Ji. katanya sebaiknya kita langsung ke bandara dan menunggunya di bandara saja, takutnya tidak akan sempat kalau mereka harus ke dorm dulu” jelas Eunhyuk hyung pada kami begitu dia selesai menelpon Yesung hyung.

Aku mengambil gitar yang bersandar di dinding. “yaaa oppa, apa yang akan kau lakukan dengan gitar itu?” Tanya Yong soon yang melihat tingkahku.

“Aku ingin membawanya, disana aku ingin membuatkan lagu lagi untuk Hyo Soo” jawabku seadanya.

“Yaa dasar oppa babo. Teuki oppa tidak akan mengizinkanmu membawa itu, menambah beban yang tidak penting saja” sahut Yong Soon lagi.

Aku kesal dengan cara bicaranya. Aku lebih tua darinya, bisa-bisanya dia menyebutku babo. Dasar dongsaeng kurang ajar. “Yaaa Yong Soon-ah aku lebih tua darimu” aku mengingatkannya dengan nada yang sedikit tinggi. Kulihat dia hanya memeletkan lidahnya padaku lalu kabur dengan seribu langkah berlindung di belakang Teuki hyung.

Butuh perjalanan berjam-jam untuk sampai ke bandara Incheon. Aku lebih memilih menghabiskan waktu selama perjalanan tadi dengan memejamkan mata. Lumayan, hitung-hitung menabung energy untuk di Indonesia nanti. Hyo Soo pun sama, dia tidur di bahuku meskipun kepalanya agak berat di bahuku tapi aku sama sekali tidak keberatan. Aku senang menjadi tumpuan untuk malaikatku ini.

“Annyong…. Mian kami telat” teriak Yeon Ji pada kami dengan wajah yang bersinar-sinar. Aku melihat dia sama sekali tidak membawa barang atau pun tas apapun kecuali tas tangannya. Aku melirik ke arah belakang punggung Yeon Ji. terlihat disana Yesung hyung kewalahan membawa barang-barang yang sangat banyak. Astaga, mataku membelalak ngeri melihat jumlah barang yang dibawanya.

Kurasa tidak hanya aku yang melihat dengan mata membelalak seperti ini, tapi yang lain juga begitu. Yeon Ji sadar dengan arah pandang kami, dia pun menoleh kea rah Yesung hyung dan menghampirinya. “Oppa, oppa masih kuat? Biar aku bantu” kata Yeon Ji pada Yesung hyung dengan sifat manjanya.

“Ani chagi, aku masih kuat” jawab Yesung hyung meyakinkan Yeon Ji tapi terlihat sekali dari wajahnya dia sangat kewalahan. Andai aku jadi Yeon Ji, aku sudah sangat mengerti kalau Yesung hyung hanya berbasa-basi tidak menjawab kalau dia kewalahan.

“waahh oppa hebat sekali, membawa barang sebanyak itu tidak merasa kelelahan” jawab Yeon Ji dengan wajah polosnya. Gubrak. Dasar Yeon Ji, tidak sensitive sekali. Hahaha,,, kasihan sekali dirimu Yesung hyung. Dengan penuh perjuangan Yesung hyung membawa barang-barangnya mendekati kami.

Sekarang semuanya sudah lengkap. Kami harus menunggu keberangkatan pesawat kami sekitar 15 menit lagi. waktu 15 menit kami habiskan dengan mendengarkan kisah-kisah tentang Indonesia dari Yeon Ji. ceritanya sangat menarik, secantik itukah Indonesia? Aku sangat penasarang, Hyo Soo pun mendengarkan setiap kata-kata Yeon Ji dengan seksama. Begitu pula dengan yang lain.

Perjalanan yang panjang telah kami lalui. Siluet wajah lega tergambar jelas dari wajah-wajah penghuni dorm. Setelah beberapa kali transit, akhirnya sampai juga di Lombok. Aku heran sekali, Yeon Ji dan Yong Soon sama sekali tak menampakkan ekspresi lelah. Mereka dengan semangat berjalan di depan kami. Rae Bin pun ikut bergabung bersama mereka, melihat kecerian itu Hyo Soo dan Ji Soo akhirnya ikut bergabung. Aku senang mereka menikmatinya.

Kami menginap di penginapan yang di pilih Yeon Ji. EverLasting Friend  Hotel, Yeon Ji memilih hotel ini kerena memang katanya hotel ini tak begitu jauh dari pantai Senggigi, pantai yang sangat terkenal. Sebagai anak pantai dari hotel ini aku sudah bisa mencium bau garam air laut. Kami tidak langsung menghabiskan waktu kami di luar. Kami lebih memilih untuk beristirahat sebentar dan membereskan barang bawaan kami sebelum kami bersenang-senang di luar sana.

Yoong Soon sekamar dengan Yeon Ji, Rae Bin sekamar dengan Je Ri, dan Hyo Soo sekamar dengan Ji Soo. Kurasa susunan itu kamar itu cukup adil, berdasarkan karakter mereka masing-masing. Aku sudah tidak sabar ingin menikmati keindahan setiap lekuk-lekuk pahatan bumi di tanah Indonesia ini. Ini pertama kalinya aku dan beberapa di antara kami ke Indonesia, tentu saja kami tidak akan menyia-nyiakan kesempatan langkah ini.

Advertisements

5 thoughts on “FF: Our Secret Part 11

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s