FF: LOVE’S WAY – I THINK I PART 3

Cast:

1. All of SHINee member

2. Choi Hye Jin

3. Shin Hye Jin

4. Super Junior member

Genre: Friendship and Romance, there’s sad scene also…hehehehe

Rating: General

Disclaimer: Taemin is mine..Only mine..kekekeke

8. I THINK I PART 2

Hye Jin POV

”Hye Jin-ah…cepat!”teriak Hyo Jin dari luar rumah.

Aigoo, ini kan masih pagi, kenapa dia harus buru-buru sih, lagipula hari ini aku tidak PR jadi aku tidak mau datang terlalu pagi tapi Hyo Jin memaksaku untuk datang pagi-pagi, dia bilang dia ingin ketemu dengan Jang sessongnim. Sudah gila anak ini! Aku buru-buru mengenakan sepatuku dan menghampirinya yang dari tadi sudah tidak sabaran untuk pergi sekolah.

”Ayo berangkat…”serunya.

Di perjalanan ke sekolah sudah kuduga dia pasti akan terus bercerita dengan Jang sessongnim. Aigoo! Teman-temanku sudah kehilangan akal sehat mereka. Aku hanya mendengarkannya dan menanggapinya, kalau tidak ditanggapi pasti Hyo Jin akan marah dan kalau dia marah itu sangat menakutkan bisa-bisa dia tidak mau bicara denganku beberapa hari. Kami sampai di sekolah sangat-sangat pagi. Aku menuju kelasku dan disana benar-benar kosong. Aku menghempaskan tas ku ke atas meja dan meyenderkan  kepalaku di meja. Aku masih mengantuk. Tidak ada orang. Menyebalkan sekali Hyo Jin membuatku datang pagi-pagi. Kenapa aku jadi mengantuk ya? Mungkin lebih baik itdur beberapa menit.

Key POV

”Kibum…aku duluan…”seru Minho padaku begitu kami sampai di depan sekolah. Sampai kapan aku harus pergi sekolah bersama dia.

Aku berjalan menuju lokerku mengambil buku yang biasa aku baca dan berjalan menuju kelas. Sampai di kelas aku mendapati Hye Jin sudah datang dan sedang merebahkan kepalanya di mejanya. Tumben anak ini sudah datang. Aku duduk di mejaku dan mulai membaca. Biasanya Hye Jin menyapaku, sedang apa dia?kenapa dari tadi diam saja. Aku menghentikan kegiatan membacaku dan menghampirinya. Ternyata dia tertidur. Dasar anak ini, jam berapa dia baru tidur? Masa jam segini masih mengantuk. Aku berniat membangunkannya tapi saat aku hendak menyentuhnya dia membalikan wajahnya dan langsung menghadapku. Aku begitu tersihir melihat wajahnya saat tidur, dia sangat polos. Tanpa sadar aku terus mengamatinya tidur. Dia sangat cantik bahkan saat tidur, dia tidak tampak seperti cewek kasar saat dia tidur. Aku menyentuh pipinya dan membelainya.

”Ne saranghe…”seruku sambil berbisik.

Belum pernah aku jatuh cinta pada seorang gadis sebelumnya bagiku mereka hanyalah mainan tapi sejak aku bertemu dengannya aku merasaka  perasaan yang belum pernah aku rasakan sebelumnya pada gadis lain. Dia seperti telah menahan hatiku. Setiap kali dia tersenyum, setiap kali dia tertawa, setiap kali dia marah selalu mebuat hatiku bergetar. Dia juga yang telah membuatku ingin berubah menjadi orang yang lebih baik. Aku menyukainya, tidak, aku mencintainya..sangat mencintainya. Aku akan selalu ada disisinya dan melindunginya.

Aku membelai pipinya sekali lagi dan mendekatkan wajahku ke wajahnya dan mengecup pipinya.

”Saranghaeyo..”bisikku lagi.

Hye Jin POV

Aku membuka mataku perlahan. Sudah berapa lama aku tidur, kok masih sepi ya. Aku mengucek-ucek mataku sambil menguap dan melihat hanya ada Key di depan. OMO pasti dia melihatku sedang tidur!aduh!.

”Sudah bangun?!”serunya mengejek dari bangkunya tanpa menoleh sedikitpun dia masih sibuk membaca bukunya.

Aku berjalan keluar melewatinya dan menjulurkan lidahku padanya. Aku menuju kamar mandi untuk mencuci mukaku. Aku memandangi cermin di kamar mandi. Apa aku terlihat baru bangun tidur?aku mencuci mukaku sekali lagi dan memastikan bahwa aku tidak terlihat seperti orang yang baru bangun tidur. Tadi sepertinya aku mimpi aneh? Tapi apa ya? Ah sudahlah itu kan hanya mimpi saja. Begitu aku keluar dari kamar mandi, anak-anak sudah banyak yang datang. Dan Wow ramai sekali, begitu kulihat kenapa mereka begitu ramai ternyata ada Siwon sunbae disana. Pantas saja. Pasti itu yang disebut Siwon fans club. Aneh-aneh saja. Aku menggeleng-gelengkan kepalaku dan berjalan menuju kelasku kembali.

Siwon POV

Aku berusaha tersenyum pada setiap orang yang tersenyum padaku di sepanjang jalan menuju kelasku. Sudah cukup 2 tahun aku menajdi ketua OSIS sangat melelahkan. Aku tidak hanya punya masalah disini saja tapi juga di rumah, rasanya aku ingin buru-buru menyelesaikan SMA ku dan pergi jauh dari sini utnuk kuliah dan Aku juga ingin buru-buru melepaskan jabatanku ini dengan begitu aku tidak perlu beramah tamah dengan setiap orang yang aku temui. Dimana saat aku punya banyak masalah pun aku harus tersenyum sedang hatiku menangis.

”Siwon-ah…”teriak seseorang dari belakang. Saat aku menoleh ternyata itu Heechul, mau apa dia.

Aku terus saja berjalan tidak menanggapinya. Ah ujung-ujungnya kalu bicara dengannya pasti bertengkar. Dasar orang tidak punya agama! Setiap aku ceramahi pasti dia akan mengelak, ini itu. Susah sekali menyadarkan orang itu.

:”Siwon…siwon…”serunya di depan pintu kelasku dengan wajah sok manisnya, kadang aku berpikir sebenarnya dia harusnya terlahir sebagai wanita bukan sebagai pria, habisnya dia sangat mirip seorang perempuan dibanding dengan laki-laki. Apalagi dia dekat sekali dengan Eunhyuk, bahkan mereka sering disebut pasangan. Dia berjalan menghampiri mejaku.

”Siwon-ah…Kibum mana?” tanyanya. Mau apa dia tanya Kibum? Pasti ada sesuatu.

”Annyong…belum datang sepertinya…ada urusan apa denganku?”tanyaku langsung, aku yakin pertanyaan tadi hanya basa-basi saja. Apa yang dia inginkan.

”Siapa bilang ada urusan denganmu…”jawabnya langsung.

”Eh…bercanda…begini klub drama kan sebentar lagi mau ada acara pemenatsan…berhubung kami belum menemukan pemain utama pria yang tepat, kau mau kan…”

”Annyong…aku tidak mau…”potongku. Dan hendak berjalan pergi. Heechul menarik tanganku.

”Ayolah Siwon…tolong aku sekali ini…kau itu orang yang paling cocok memerankan ini…lagipula pemeran wanitanya Cuma Hye Jin kok…Yoona ga akan marah…”serunya lagi sambil memohon.

Setiap kali mendengar nama Hye Jin aku selalu merasa aneh dengannya, aku merasa seperti sudah sangat dekat dengannya, seperti saat kami makan di kantin entah kenapa aku malah mengajaknya makan bersama padahal kami baru kenal dan kenapa setiap melihatnya aku teringat sesorang, sesorang yang entahlah harus aku benci atau sayang. Seseorang yang tidak pernah akan peduli padaku.

”Mianhe…bukan  karena itu…kau tahu aku sudah sibuk dengan urusan OSIS ditambah lagi dengan urusan latihan drama…mian..”jawabku berusaha menjelaskan.

Heechul terdiam beberapa saat.

”Ne…kalau begitu aku cari yang lain…”serunya sambil cemberut dan berjalan keluar kelas.

”Mianhe Heechulie…semoga Tuhan membantumu!”seruku sambil setengah berteriak.

”Diam kau!Wonnie!jangan bilang Tuhan dihadapanku!”serunya

Aku hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalaku. Dasar Heechul! Kenapa dia tidak bisa percaya pada Tuhan sekali saja. Orang yang aneh!kapan dia akan sadar!

Key POV

”Keya…”teriak seseorang memanggilku. Aku pun menoleh mencari asal suara yang memanggilku dan aku lihat Heechul hyung berjalan mendekatiku.

Dia berhenti dan memandangiku dari atas sampai bawah dengan tampang mengamati. Apa-apaan dia? Dasar aneh!

”Mwo?”tanyaku padanya yang masih terus saja mengamatiku.

Dia berdehem lalu berjalan pergi. Ada apa dengan dia, sangat aneh sekali.

”Key!”teriak seseorang lagi dan itu Jonghyun.

”Mwo?”tanyaku padanya.

”Ada apa denganmu? Wajahmu seperti itu…”serunya.

”Andwe..”jawabku sambil berjalan pergi. Jonghyun mengejarku.

Hari ini sepertinya banyak orang yang ajdi aneh.

Taemin POV

”Hemm…”seseorang berdehem disampingku yang sedang membaca buku di perpustakaan. Aku menoleh melihat siapa yang ada disampingku,

”Ah…hyung…ada apa?” tanyaku pada Heechul hyung.

Dia terdiam dan mengamatiku beberapa waktu. Ada apa dengannya?

”Hyung?”tanyaku lagi. Dia masih tetap terdiam.

”Ne…benar…Taeminnie…” katanya setelah beberapa terdiam.

”Hyung…jangan panggil nama itu…itu nama kecilku…”seruku padanya. Aku tidak suka jika dipanggil Taeminnie, itu nama panggilanku waktu aku masih kecil. Berhubung keluargaku dan keluarga Heechul hyung berteman, bahkan waktu aku masih SD aku pernah satu sekolah dengannya.

”Taeminnie…kau kan masih kecil..”serunya sambil mengacak-acak rambutku.

”Oh ya…kau mau kan membantu hyung mu ini…tidak kau harus mau…”lanjutnya. Apa maksudnya.

”Bantu apa?”tanyaku padanya.

”Kau mau kan jadi pemeran utama pria di pementasan selanjutnya…”katanya lagi.

”Annyong…mian..”jawabku langsung. Heechul hyung ini sangat aneh.

”Taemin-ah….ayolah…tidak ada yang mau…jebal!”serunya lagi sambil memohon.

Aku berpikir sebentar.

”Kalau kau tidak mau…aku akan bilang pada kakakmu Lee Yunho kalau kau tidak betah disini dan minta pulang ke Australia…kau tahu aku sudah disuruh oleh Yunho hyung unutk mengawasimu disini…”serunya mengancam.

Kenapa harus membawa kakakku segala, ah dia terlalu mengatur hidupku, lebih daripada orang tuaku. Dia yang sudah membuatku pindah sekolah sebanyak 3 kali selama aku di Korea 5 tahun ini. Aku tidak mau pindah. Aku ingin menyelesaikan masa SMA ku disini. Lagian kenapa Yunho hyung menyuruh Heechul hyung mengawasiku memangnya aku anak kecil apa. Kalau sudah begini tidak ada yang bisa kulakukan selain menerima permintaannya.

”Ne…”jawabku lemah.

”Ya..kau mau!bagus!”serunya sambil memelukku.

”Hyung lepaskan!aku malu!”seruku  berusaha melepaskan pelukannya.

Hye Jin POV

Kenapa sih harus pelajaran seni lagi. Arrggh! Bertemu guru itu lagi, menyebalkan sekali, dan yang paling menyebalkan adalah saat dia menyuruhku maju ke depan untuk bernyanyi. Sudah tau aku tidak bisa bernyanyi dia malah menyuruhku bernyanyi lagu Korea dan alhasil seluruh kelas menertwakanku. Tentu saja aku bernyanyi sangat aneh. Ah hari ini aku sial sekali. Aku malas keluar kelas untuk makan di kantin. Aku menelungkupkan wajahku ke meja.

”Hye Jin-ah..kau kenapa?”tanya Rae Na menghampiriku dan mengelus kepalaku.

”Andwe…”jawabku.

”Ke kantin yuk?” ajaknya.

Aku malas sekali keluar kelas tapi perutku lapar, ya sudah aku ke kantin saja.

Setelah makan siang, aku ingin pergi ke perpustakaan dulu.

”Aku duluan ya Rae Na…”seruku dan berjalan pergi.

Baru setengah perjalanan ke perpustakaan aku bertemu dengan Heechul sunbae dan langsung menarikku menuju ruang tetaer.

”Sunbae ada apa?”tanyaku padanya sementara dia terus saja menarik tanganku.

Dia tidak menjawab dan terus menarikku sampai di ruang teater. Disana sudah Donghae Oppa yang seperti biasa menghabiskan waktu istirahat disana. Tapi siapa itu. Itu kan!OMO! itu Taemin! Untuk apa dia disini? Jangan-jangan Heechul sunbae! Ah tidak..tidak…tidak mungkin, jangan sampai deh!

”Nah, ini pasanganmu…”seru Heechul sunbae.

Aku tersentak kaget mendengarnya berbicara seperti itu bisa kulihat Taemin juga sedikit terkejut mendengarnya. Seperti yang sudah kuduga sebelumnya ternyata itu benar. Pemeran utama pria nya adalah Taemin. Omona! Bagaimana ini? Aduh aku kan sedang berusaha agar jantungku tidak berdegup dengan kencang lagi jika di dekatnya tapi kalau begini bagaimana, mungkin akan lebih parah.

”Kalian sudah saling kenal kan?”kata Heechul sunbae lagi.

”Ne..”jawab Taemin sambil tersenyum dan aku hanya bisa mengangguk dan menundukan wajahku. Aduh bagaimana ini!

”Ok…kalau begitu latihannya di mulai besok ya..”seru Heechul sunbae kepada kami dan kemudian menarik Taemin keluar.

Aku menghela nafas dan duduk di salah satu bangku. Donghae Oppa kemudian menghampiriku.

”Kenapa?” tanyanya sambil mengambil kursi dan duduk disampingku.

”Andwe…”jawabku.

”Sudah makan belum?”tanyanya lagi.

Dia kemudian menyodorkan bekal makan siangnya, pasti hasil masakannya. Pantas jarang sekali aku lihat Donghae Oppa makan di kantin, dia selalu kemari untuk makan bekalnya. Dia mengambil sumpit dan menyumpit bibimbap dan menyuapinya ke mulutku.

”Enak..makanlah…”serunya sambil tersenyum.

Aku ragu sejenak bukan karena makanan yang tidak enak, aku yakin buatan Donghae Oppa pasti enak sekali tapi karena aku sedang malas saja. Tapi akhirnya ku makan juga tidak enak pada Donghae Oppa, nanti dia mengira aku tidak suka makanan buatannya lagi. Aku tersenyum menandakan bahwa makanannya enak. Dia menyumpit lagi dan menyuapi kemulutnya lalu menaruh bekalnya di meja.

”Nah, ada apa?” tanyanya.

Dia selalu saja begitu, membuat hatiku lebih baik dulu baru bertanya ada masalah apa.

”Kenapa harus dengan Taemin..”kataku sambil memanyunkan bibirku.

”Kau tidak suka?”tanyanya lagi.

”Andwe…hanya saja…”jawabku buru-buru.

”Hanya saja…aku menyukainya Oppa…”seru Donghae Oppa  melanjutkan kalimatku dan membuat mukaku merah karena malu. Setelah itu dia malah tertawa.

”Oppa jahat!siapa yang menyukainya!”seruku padanya sambil memukul bahunya. Dia meringis sedikit, memang pukulanku sakit ya. Mianhe Oppa!

”Wajahmu yang bilang!”serunya lagi dan kembali tertawa.

Sebegitu jelaskah wajahku sampai-sampai orang gampang sekali tahu apa yang aku pikirkan dan rasakan. Aku mengambil bekal yang ada di atas meja.

”Aku akan makan semua bekal ini biar Oppa tidak makan siang!” seruku mengancam.

”Makan saja…aku bawa dua kok….”serunya lagi.

Dia tertawa melihatku. Dasar Oppa jahat!

”Oppa kau jahat!” seruku padanya.

”Habiskan bibimbapnya”serunya padaku.

Padahalkan tadi niatku hanya bercanda kenapa sekarang aku harus menghabiskan bibimbapnya. Donghae Oppa mengambil sumpit dan langsung menyuapiku.

”Apa!”teriak Hyo Jin, aku langsung membekap mulutnya. Dasar Hyo Jin sudah kubilang jangan berteriak dia malah seperti itu. Selanjutnya dia malah tertawa.

”Kau dan Taemin!” serunya lalu tertawa lagi. Sepertinya aku salah bercerita dengannya. Sama sekali tidak mennghargaiku.

”Hyo Jin-ah!” seruku padanya dengan wajah cemberut.

”Mian…mian…”katanya.

”Habisnya…kok bisa kebetulan begitu ya…apa Heechul tau….sepertinya dia tidak tahu deh…ya ampun takdir…”lanjutnya.

Aku Cuma bisa memanyunkan bibirku. Pasti dia akan mulai meledekku lagi padahal niatnya aku hanya ingin bercerita saja padanya tapi sepertinya aku salah kalau bercerita dengannya.

”Ya sudah…nikmati saja…tapi seneng kan?” katanya lagi.

”Ya! Bicara denganmu membuang waktu saja!”seruku berjalan pergi ke luar kamar. Kulihat Hyo Jin tertawa melihat tingkahku. Aigoo!

Aku duduk di atas pohon memandangi langit sore, sungguh sangat indah. Mengingatkanku pada hari-hari waktu aku liburan disini dulu, aku sering sekali naik ke atas pohon ini dan bermain diatasnya sampai malam. Aigoo, bagaiamana jadinya nanti saat aku latihan dengannya. Sebenarnya aku kesini untuk menenangkan pikiranku yang masih saja memikirkan apa yang akan terjadi nanti saat aku mulai latihan dengannya. Hyo Jin malah meledekku terus, lebih baik disini saja daripada di kamar harus mendengar ledekkannya terus. Aku sendiri masih bingung dengan perasaanku padanya. Aku menyukainya tapi aku tidak mau kecewa dengan menyukainya.

”Hye Jin-ah…makan malam…turunlah…”teriak Hyo Jin dari bawah pohon.

”Nanti…”jawabku.

”Turun lah…kau seperti monyet saja…makan dulu…”teriaknya lagi.

”Ne…aku turun..”seruku.

Sampai di bawah dia malah langsung tertawa melihatku pasti dia masih ingat cerita tadi. Dasar Hyo Jin! Akan seperti apa ya besok?

”Ya! Yang hari ini akan latihan dengan Taemin…”ledek Hyo Jin begitu kami sampai disekolah.

Aku tidak mempedulikannya dan terus berjalan menuju kelasku dan seperti biasa sudah ada Key disana, terkadang aku ingin bertanya padanya jam berapa dia berankat sekolah tapi kemarin saat aku datang pagi dia belum datang jadi jam berapa dia biasanya datang ya? Seperti biasa pula dia sedang sibuk membaca buku. Sampai sekarang aku tidak pernah tahu apa buku yang dibacanya. Aku berjalan melewati mejanya dan menyapanya.

”Annyeong Key…”sapaku padanya.

Dia diam saja, seperti biasa. Lama-lama malas juga menyapanya, habis dia tidak pernah membalasnya.

”Tidak tidur lagi?” tanyanya tanpa menoleh sedikitpun saat aku duduk di bangkuku.

Aissh!dia pasti ingin mengejekku gara-gara kemarin. Aku pura-pura tidak mendengar dan sibuk dengan diriku sendiri.

Aku menghela nafas dan merasa bosan sekali tiap pagi seperti ini, sudah begitu Key sibuk dengan urusannya sendiri. Aku berjalan mendekatinya dan langsung mengambil buku yang dibacanya.

”Ya!Hye Jin!kembalikan!”teriaknya begitu bukunya kuambil. Kuamati beberapa saat uku itu. Tumben sekali dia suka membaca buku sastra seperti ini. Tak kusangka cowok seperti dia suka membaca buku seperti ini. Bukannya mengembalikan aku malah membawa bukunya ke mejaku.

Dia berjalan berusaha mengambil bukunya kembali.

”Ya!kembalikan!aku belum selesai membaca tau!”teriaknya lagi.

Aku tidak peduli dan malah mulai membaca buku itu. Sekali-sekali mengerjainya, selama inikan selalu dia yang mengerjaiku.

Dia menghampiri mejaku dan berusaha mengambil bukunya kembali dan aku terus berusaha menghindar.

”Ya!kembalika!”teiaknya lagi.

”Annyi…aku mau baca juga!”jawabku

Aku berlari menghindarinya dan dia terus saja mengejarku. Akhirnya dia berhasil menarik tanganku.

”Kena kau!”serunya dan mengambil bukunya. Saat itu seseorang masuk ke kelas dan itu Taemin. Dia menatapku dengan tatapan yang aneh lalu menghampirku dan menyerahkan kumpulan kertas.

”Dari Heechul sunbae, kau disuruh membacanya”katanya dingin dan berjalan pergi keluar kelas. Kenapa dia?

Suasana latihan begitu kaku. Jelas saja kaku, daritadi Taemin sangat aneh, sebenarnya dari pagi dia sudah sangat aneh. Entahlah karena apa. Aku juga jadi merasa canggung karenya bukan karena dia aneh sih tapi aku selalu begitu  jika di depannya.

Akhirnya latihan selesai juga, aku berjalan mengambil tasku dan melihat HP-ku ada pesan masuk dan itu dari Hyo Jin.

 

Aku pulang duluan ya Hye Jin mianhe J

 

Yah, pulang sendiri deh. Ya sudahlah tidak apa-apa. Aku memasukan HP kembali ke dalam tasku dan berjalan pergi. Aku berjalan melewati lokerku dan memasukan sebagian buku yang tidak mau aku bawa ke rumah. Sepertinya sekolah sudah mulai sepi. Oh ya hari ini kan tidak ada ekskul yang kumpul dan hari pun mulai sore Aku berjalan menuju gerbang sekolah dan tiba-tiba Taemin berhenti di depanku. Dia membuka helm nya dna berkata.

”Kau pulang sendiri kan…Ayo naik…aku antar…sudah sore…”serunya tapi kali ini sambil tersenyum, terkadang aku heran dengannya, gampang sekali buat dia dari bad mood menjadi kembali seperti semula. Seperti tadi seharian dia sangat aneh tapi sekarang dia sudah kembali lagi. Waktu itu juga seperti itu.

Sebenarnya tidak enak juga selalu diantar pulang olehnya tapi…

Malamnya aku terus membolak-balik naskahnya. Aigoo bagaimana besok latihannya. Aku terus memikirkan apa yang akan terjadi besok. Ok ini Cuma adegan pelukan, Hye Jin. Tenanglah! Dia juga sudah pernah memelukmu! Aku menyakinkan diriku, tapi waktu itu kan tidak sengaja lagipula itu hanya pelukan sesama sahabar tapi yang ini lain. Aigoo, bagaimana ini?

”Hye Jin-ah kau belum tidur juga apa?” tanya Hyo Jin dari bawah.

”Belum..”jawabku. Cerita pada Hyo Jin tidak ya? Ah tapi pasti nanti dia malah akan menertawakanku. Tidak..tidak..tidak.

Hyo Jin tertawa. Kenapa dia?

”Pasti karena latihan tadi ya? Ada apa tadi?”tanyanya.

”Andwe…aku Cuma belum ngantuk saja..”jawabku, benar tidak usah cerita padanya.

Dia tertawa lagi lalu diam, mungkin dia sudah tidur.

Aku masih memikirkan besok, aigoo bagaimana ini! Semoga besok berjalan lancar-lancar saja.

Aku berjalan ke sekolah dengan gugup, bagaimana nanti. Hyo Jin daritadi terus saja memperhatikanku.

”Kau kenapa sih Hye Jin?”tanyanya.

”Andwe…”jawabku buru-buru dan berjalan mendahuluinya.

Hyo Jin mengejarku dan menyamakan langkahnya denganku dan terus memperhatikanku. Namun tiba-tiba dia langsung berteriak.

”Jang sessongnim…”serunya.

Dasar Hyo Jin! Lihat guru itu saja langsung menghampirinya, sebegitu dekatkah dia dengan Jang sessongnim kasiha sekali kalau Jin Ki Oppa melihatnya. Saat itu aku melihat Jin Ki Oppa baru datang dan melihat Hyo Jin bersama Jang sessongnim, bisa kulihat wajahnya agak sedikit sedih. Aigoo, kasihan dia! Aku berinisiatif menghampirinya dan menyapanya, ya sekedar menghiburnya saja.

”Oppa..”seruku pada Jin Ki Oppa.

Jin Ki Oppa tersenyum, lebih tepatnya berusaha tersenyum.

”Annyeong Hye Jin..”serunya.

”Annyeong….”seruku sambil tersenyum.

”Pagi sekali datangnya…”kataku mengajaknya bicara.

”Biasanya juga jam segini”jawabnya.

Ah malu deh!kenapa aku tidak tahu ya kalau dia selalu berangkat jam segini. Aku berusaha tersenyum.

”Hyo Jin suka dengan Jang sessongnim ya..”serunya.

Dan itu membuatku sangat terkejut.

”Andwe…”kataku buru-buru. Aigoo Hyo Jin!kau ini!

”Dia suka dengan Oppa kok…tenang aja..dia Cuma dekat karena Jang sessongnim adalalh guru paduan suaranya…tenanglah Oppa..”jelasku padanya.

Aku berusaha menghiburnya tapi dia kelihatan sedih sekali. Aku jadi kasihan dengannya. Dia Cuma tersenyum tipis.

”Hwaiting!”seruku sambil mengepalkan tangan dan tersenyum padanya.

Dia ikut tersenyum dan mengacak-acak rambutku. Kami pun tersenyum bersama.

Hyo Jin kita harus biacra setelah ini, bagaimana kau tidak berpikir tentang perasaan Jin Ki Oppa. Seruku dalam hati.

Pelajaran berjalan sangat cepat sampai akhrinya istirahat.

”Hye Jin-ah…kau yakin mau part time?”tanya Rae Na di bangkuku.

”SStt…jangan sampai ada yang tau…”seruku padanya.

Aku meminta bantuan Rae Na untuk mencarikanku kerja part time dan kebetulan paman Rae Na punya sebuah toko Jjarmnyung yang sedang membutuhkan pekerja, aku sudah bilang pada Rae Na aku mau bekerja disana dan dia bilang dia akan biacar dulu dengan pamannya, semoga saja dia setuju. Aku butuh uang sekarang, berhubung tabunganku sudah habis dan aku harus menabung lagi untuk biaya kuliahku, aku tidak mungkin memberatkan ibuku apalagi nenekku dan keluarga Hyo Jin yang sudah banyak membantu selama ini. Aku ingin mandiri.

”Bagaimana?”tanyaku padanya setengah berbisik. Aku tidak mau ada yang tahu soal kerja part time ku ini.

”Dia bilang dia bisa tapi apa tidak akan menganggumu nantinya?begitu kata pamanku…”jawab Rae Na.

”Tenang saja aku bisa membagi waktuku…waktu di Amerika aku juga seperti ini..”aku tersenyum mencoba menyakinkan Rae Na bahwa aku mampu.

”Hye Jin-ah…”kata Rae Na sedikit khawatir.

”Tenanglah…”seruku.

Lalu dia menuliskan alamatnya padaku. Sepulang latihan drama aku akan kesana.

”Ok kita mulai!”seru Heechul sunbae begitu masuk ke ruang teater. Dari tadi jantungku terus berdegup kencang dan tidak mau berhenti. Aku benar-benar takut, bingung, semuanya menjadi satu. Aigoo!bagaimana ini. Apa yang harus aku lakukan.

Heechul sunbae memintaku dan Taemin untuk mengulang adegan yang lain dan setelah itu dilanjutkan adegan yang dimainkan peran yang lain. Aku duduk di pojok ruangan, menunggu waktu itu, satu persatu pemeran yang lain meyelesaikan adegannya dan itu semakin membuatku gugup karena berarti sebentar lagi akan masuk ke adegan itu. Aduh, aku semakin gugup. Kulihat Taemin biasa saja dan mengobrol dengan pemeran yang lain, tentu saja dia tidak akan gugup karena disini akulah yang harus memeluknya, pemeran wanitanyalah yang harus duluan memeluk. Tiba-tiba seseorang menyodorkan minuman padaku dan itu Donghae Oppa. Jangan sampai dia tahu aku gugup karena adegan itu.

”Gumawo Oppa…tapi aku tidak haus..”kataku.

Donghae Oppa duduk disampingku dan tersenyum.

”Pegang saja…siapa tahu kau haus?”serunya.

”Ne..”jawabku dan mengambil botol itu lalu meminumnya.

”Katanya tidak haus?”seru Donghae Oppa sambil tertawa.

Aku juga kaget kenapa aku langsung meminumnya, mungkin karena aku begitu gugup.

”Anggap saja kau dan dia memang pacaran…”seru Donghae Oppa dan kembali tertawa.

Aissh! Donghae Oppa masih sempat-sempatnya dia meledekku, tapi kenapa dia bisa tahu.

”Kau pasti bisa!” serunya lagi. Dia berdiri dan mengacak-acak rambutku sambil terkekeh geli.

”Hye Jin-ah…Taemin-ah…giliran kalian…”seru Heechul Oppa.

Dan itu membuatku semakin gugup, jantungku berdegup sangat kencang. Aku memulai dialog dengan lancar dan kesanany masih lancar tapi begitu sampai adegan itu. Aku hanya mampu berdiri ditempatku. Aku malah memperhatikan sekelilingku dan melihat Donghae Oppa tersenyum dan mengangguk kearahku. ’anggap saja kau dan dia memang pacaran’ kata-kata Donghae Oppa kembali terngiang tapi aku belum pernah pacaran sebelumnya. Donghae Oppa tersenyum sekali lagi dan mengangguk. Aku maju menghampiri Taemin dan memeluknya. Saat itu jantungku berdegup sangat kencang, aku merasakan sesuatu yang lain saat memeluknya, perasaan senang. Aku memeluknya lama sekali. Aku tidak tahu kenapa tapi seakan aku tidak mau melepaskannya. Taemin seperti berusaha untuk melepaskan pelukannya tapi aku malah mempereratnya. Babo!apa yang aku lakukan kenapa aku malah semakin memeluknya. Aku merasakan tangan Taemin menyentuh punggungku dan dia balas memelukku. Aku benar-benar sudah gila!kenapa aku tidak melepaskannya. Aku merasa nyaman ada dipelukannya, ini bukan seperti pelukannya disaat aku menangis atau disaat menyemangatiku. Ada satu hal yang aku yakini sekarang. Aku menyukainya..tidak…lebih dari suka aku mencintainya…aku telah jatuh cinta padanya.

”Ayo pulang…”seru Taemin begitu aku berjalan mengambil tasku.

Itu kalimat pertama yang dia ucapakan sejak adegan tadi, setelah adegan tadi kami benar-benar hanya diam. Aku menjadi agak sedikit canggung padanya. Heechul sunbae malah bilang itu penghayatan yang sangat bagus. Aigoo!aku benar-benar tidak percaya apa yang terjadi tadi.

”Andwe…aku pulang sendiri saja…aku mau membeli sesuatu dulu…tidak mau merepotkanmu….”seruku padanya. Dan langsung berjalan melewatinya. Aku tidak mau dia bertanya yang macam-macam nanti ketahuan lagi kalau aku mau kerja part time.

Aku berjalan disepanjang pertokoan mencari toko tersebut dan akhirnya aku menemukannya juga. Aku masuk ke dalam dan langsung bertemu pemiliknya seorang ahjumma dan ahjussi tapi ahjumma itulah yang berbicara padaku sementara yang ahjussi itu sepertinya tugasnya adalah memasak. Dia pasti bibi dan pama Rae Na.

”Kau pasti yang diceritakan Rae Na?”seru ahjumma itu padaku begitu aku masuk.

”Annyeonghaseyo…Choi Hye Jin-imnida…”kataku sambil membungkukan badan dan tersenyum.

”Annyeong…aku bibinya Rae Na…Kim Hae Na…”dia pun tersenyum padaku.

”Maaf merepotkan bibi…”kataku padanya.

”Tidak apa-apa…aku malah takut akan menganggu sekolahmu…tidak apa-apa kan?”tanyanya.

”Andwe…aku bisa membagi waktuku…Gamsahamnida mau menerimaku bekerja disini…aku bisa mulai sekarang…”jawabku.

”Ne..masuklah…”serunya dan menyuruhku masuk.

Aku harus semangat demi mengumpulkan uang untuk kuliah aku harus semangat. Mulai sekarang aku harus mencari alasan pada nenek dan Hyo Jin jika aku pulang agak malam tapi apa ya, aku belum sempat memikirkannya.

Hari sudah pukul 8 malam, aku berpamitan pulang pada bibi Hae Na.

”Gamsahamnida…”seruku sambil membungkuk dan keluar dari toko tersebut.

Saat aku keluar dari toko, aku sungguh kaget sebuah motor biru terpakir disitu dan semakin kaget melihat orang yang bersender disitu. Taemin. Apa yang dia lakukan disini?tanyaku dalam hati. Jangan-jangan dia tahu lagi.

Dia tersenyum dan menghampiriku yang masih terpaku.

”Lama sekali…”serunya.

Aigoo, apa dia mengikuti dan menungguku. Itu kan lama sekali, benarkah dia menungguku. Untuk apa?

”Ayo naik…Hyo Jin noona dan nenekmu pasti sudah cemas sekarang…”serunya.

”Aku sudah bilang akan pulang malam…”jawabku.

”Tapi kau tidak bilang akan kerja part time kan…”serunya lagi.

Dia tahu!matilah aku!pasti dia akan bilang pada Hyo Jin.

”Taemin-ah…kumohon jangan bilang Hyo Jin…”seruku padanya sambil memohon.

Dia tersenyum lalu emngacak-acak rambutku.

”Naiklah sudah malam…tenang saja…aku akan menjaga rahasia ini…”janjinya.

Aku tersenyum mendengarnya, syukurlah Taemin mau mengerti. Ya ampun aku tidak tahu kalau hari sudah sangat malam. Udaranya sudah mulai dingin sepertinya akan hujan. Aigoo, aku lupa bawa sweaterku. Aku sudah berganti baju dengan baju biasa dan aku lupa membawa sweaterku tadi pagi masih tergantung di kamarku. Aku menggosok-gosokan kedua telapak tanganku agar hangat.

”Pakai ini…”seru Taemin sambil melepas sweaternya yang seperti jaket, dia memakai dua lapis sweater sebelum baju seragamnya.

Aku ragu mengambilnya, dia sudah begitu baik padaku. Aku selalu saja merepotkannya. Tiba-tba dia langsung memakaikan sweater itu di tubuhku. Aigoo, jantungku kembali berdegup sangat kencang.

”Ayo naik…sebentar lagi hujan…”katanya lagi. Dia mengenakan helmnya dan menyerahkan helm yang satunya lagi padaku.

”Gumawo…selalu saja merepotkanmu…”seruku padanya begitu kami sampai di depan rumahku.

Dia tersenyum dan mengacak-acak rambutku.

”Jal ja!”serunya sambil tersenyum dan dia sudah menghilang.

”Jal ja…”seruku.

Aku baru sadar aku masih mengenakan sweaternya. Ya ampun aku lupa mengembalikannya, mungkin besok saja. Sekalian ku cuci dulu.

”Annyeong..”seruku masuk ke dalam rumah. Kulihat rumah sangat sepi. Kemana semua orang. Oh ya nenek sedang menginap di rumah bibi di Incheon sedangkan ibu pasti belum pulang, ibu pulang jam 10 dan sekarang baru jam setengah 9 tapi Hyo Jin mana? Apa dia sudah tidur? Tidak mungkin baru jam segini. Dimana dia? Dikamar mungkin. Aku melepas sweater Taemin dan menentengnya berjalan masuk ke kamar.

”Hyo Jin-ah..”seruku pada Hyo Jin yang sedang duduk membaca buku di meja belajarnya.

”Hye Ji-ah…kau membuatku kaget…”serunya.

Aku tersenyum dan menaruh tas dan sweter itu diatas meja.

”Seriusnya…sampai-sampai aku masuk saja tidak tahu…”seruku padanya.

”Aku sedang belajar tahu…”serunya.

Rasanya enak kalau minum susu hangat dingin-dingin begini. Aku mau buat susu ah. Aku berjalan keluar kamar dan membuat dua gelas susu untukku dan Hyo Jin, kasiha dia pasti lelah sekali belajar, sebentar lagi dia akan ujian. Dia berencana melanjutkan ke Dong Guk, aku yakin dia mampu masuk kesana. Yah nanti setelah Hyo Jin lulus aku akan sendiri.

Aku masuk ke kamar dan menaruh susu itu di meja Hyo Jin, dia memandangku sekilas lalu langsung meminum susu itu.

”Gumawo…baiknya adikku…”serunya padaku sambil tersenyum.

Aku tersenyum dan merebahkan badanku di kasur Hyo Jin dan menutup mataku.

”Jangan tidur di kasur ku…kau mau tidur bersamaku…”seru Hyo Jin.

Aku bangkit dan menatapnya yang sedang belajar.

”Mandi dulu sana…sebentar lagi aku tidur…”katanya.

Oh ya aku belum mandi, aku beranjak menuju kamar mandi. Begitu selesai mandi Hyo Jin sudah selesai belajar dan sedang merapihkan tempat tidur.

”Sweater siapa ini?” tanya Hyo Jin padaku.

Dia memegang sweter itu dan menunjukannya padanya. Aigoo! Kalau aku cerita pasti dia akan meledekku. Aku segera mengambilnya dan membawanya ke tempat cucian. Saat kembali dia malah tertawa melihatku.

”Ah..aku tahu…itu kan sweater Taemin…wah kalian habis kencan ya…”serunya langsung.

Percuma Hyo Jin sepertinya sangat pintar tidak bisa dibohongi. Aku langsung naik ke tempat tidurku dan menarik selimutku. Hyo Jin terkekeh di tempat tidurnya.

”Katanya mau tidur bareng?” seru Hyo Jin.

”Tidak jadi…”jawabku ketus dan lagi-lagi Hyo Jin hanya tertawa.

”Sudah…kunci pintu sana…”seruku padanya.

”Ne..aku tahu…”jawab Hyo Jin. Dia berjalan keluar kamar.

Aigoo! Aku masih memikirkan kejadiaan hari ini. Taemin…kenapa jadi begini ya? Ya ampun! Akhirnya aku mengakuinya, aku telah jatuh cinta padanya. Apa yang akan terjadi selanjutnya pada perasaanku? Aku takut aku akan kecewa jika mencintainya sedangkan dia tidak mencintaiku. Babonya aku! Aku memejamkan mataku tapi selalu ada wajahnya. Ya ampun aku sudah gila karenanya.

Advertisements

One thought on “FF: LOVE’S WAY – I THINK I PART 3

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s