FF: Our Secret Part 9

Cast       :

1.  All of Super Junior member as theirselves

2. Choi Yong Soon

3. Choi Yoon Yang

4. Shin Rae Bin

5. Choi Je Ri

6. Min Hee Yeon

7. Shin Hyo Soo

Genre   : Friendship, Romance, something that doesn’t make sense..kekekeke~

Rating   : General *can be changed..it’s up too author  about what their story will be made ^^*

Disclaimer           : Kyuhyun belongs to Choi Yong Soon, Yesung belongs to Choi Yoon Yang, Eunhyuk belongs to Shin Rae Bin, Hangeng belongs to Min Hee Yeon, Donghae belongs to Shin Hyo Soo, Ryeowook  belongs to Choi Je Ri and the rest it’s up to you..kekekeke~

 

 

Part 9 => Shin Rae Bin

Lets chek this out,, !!! ^o^v

 

Hee Yeon POV

Hari ini adalah hari dimana project terbaru SME yaitu SM The Ballad tampil di acara Inkigayo untuk launching album perdana mereka dengan single yang pertama ‘Miss U’. Kyuhyun oppa yang termasuk ke dalam group tersebut mengundang kami semua datang kesana. Kini aku sedang bersiap-siap menghias diri, karena sebentar lagi Hannie akan datang menjemputku.

 

“aku pakai baju yang mana yaah?” pikirku. Entah kenapa hari ini aku ingin sekali memperindah diri dan memberikan kesan untuk Hannie. Ku coba satu per satu seluruh baju yang ada dalam lemari big size ku. Akhirnya, aku menemukan pakaian yang pas untuk hari ini, setelah satu jam aku mengobrak-abrik isi lemariku.

 

“sudah siaaappp..” ucapku seraya melihat penampilanku hari ini pada cermin besar yang terpampang didepan tempat tidurku. Tiba-tiba saja aku merasa sangat mual dan perih pada tenggorokanku.

 

HOOEK.. HOOEK.. UHUK

 

Aku segera berlari ke kamar mandi. Mual dan perih yang ku rasakan semakin lama semakin menjadi-jadi.

 

“Darah?”

 

Matakku membulat ketika melihat ada darah pada telapak tanganku. Ada apa denganku kenapa darah keluar dari mulutku??  Kenapa ini??

 

TING.. TONG..

 

Perlahan kepalaku terasa sangat berat dan mulai tak mampu untuk menopang tubuhku berdiri. Aku mencoba berdiri dengan berpegangan pada wastafel. Sesaat terdengar suara bel apartementku berbunyi. ‘Pasti itu Haniie’ gumamku. Dengan sedikit tenaga yang tersisa, aku keluar dari kamar mandi mencoba membukakan pintu. Namun,,,

 

BRUGH

 

Hankyung POV

 

“baiklah aku tunggu kau disana.” Ujar Heechul hyung diseberang sana.

 

“ne hyung.” Ucapku mengakhiri pembicaraan. Kini aku berada tepat di depan pintu apartement Haneul.

 

“Surprice apa yang akan diberikan Haneul padaku yah?” tanyaku pada diriku sendiri. Ku pencet bel apartementnya dengan rasa penasaran yang memenuhi hatiku.

 

“tumben, kenapa lama sekali yah?” aku mulai gelisah. Sudah berkali-kali bel ku pencet namun Haneul belum juga membukakan pintunya. Tak seperti biasanya ia seperti ini. Biasanya hanya 2 kali pencet bel ia langsung membukakan pintu dan menyambutku dengan senyuman indah yang menghiasi wajahnya. Ku ambil ponsel di saku kiri celanaku. Ku coba untuk menghubunginya.

 

Ada apa ini? Kenapa teleponku juga tak ia angkat? Aku semakin merasa khawatir. Apa jangan-jangan terjadi sesuatu dengan Haneul di dalam?? Aiiishhh… tidak,, tidak,,

Tak menunggu lama lagi aku segera menuju resepsionist untuk meminta kunci serep.

 

Sungmin POV

 

“Aku tidak bilang kalau aku kesini ingin melihat Taemin. Jadi apa masalahmu sekarang, bilang saja kau tidak ingin melihatku disini dan ingin mengusirku. Tidak usah mencari-cari alasan Cho Kyuhyun. Baik, aku akan pergi dari hadapanmu sekarang, kalau perlu aku tidak akan pernah berdiri di hadapanmu lagi” ujar Yong Soon dengan nada tinggi. Baru kali ini aku melihat pasangan KyuSoon bertengkar hebat seperti ini. Entah apa masalah mereka sebenarnya tapi aku menyimpulkan ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. Bisa-bisa hubungan mereka kandas bila tak ada pihak ketiga yang menengahi.

 

“Changkaman Yong Soon!” ku pegang tangannya sesaat dia ingin pergi meninggalkan ruangan.

 

“ada apa lagi oppa?” sahutnya dengan tidak mengarahkan pandangannya padaku.

 

“mau kemana kau? Sebentar lagi SM The Ballad tampil.” Kataku untuk menahannya pergi.

 

“untuk apa aku disini? Gak ada kepentingan juga aku disini oppa.” Dia menghampaskan genggaman tanganku dan pergi meninggalkan ruangan.

 

“Yong Soon!” panggil Kangin hyung seraya berjalan mengikuti Yong Soon.

 

“Biar aku oppa yang mencoba menenangkannya.” Ujar Rae Bin menghentikan langkah kangin hyung.

 

“ne, geuraeyo.”

 

Yong Soon POV

 

Sungmin oppa memegang tanganku ketika aku ingin pergi meninggalkan ruangan. Ia mencoba menahanku agar aku tetap berada disana. Usaha mereka tidak bisa memalingkan niatku untuk pergi meninggalkan ruangan itu. Terlalu sakit hatiku diperlakukan seperti itu oleh Kyuhyun, terus-terusan dituduh melakukan sesuatu yang tidak kulakukan.

 

“untuk apa aku disini? Gag ada kepentingan juga aku disini oppa.” Ujarku seraya menghempaskan pelan genggaman tangan sungmin oppa. Segera aku pergi dari tempat itu. Berlama-lama disana semakin menambah sakit hatiku.

 

“Yong Soon!” aku masih dapat mendengar suara Kangin oppa yang memanggil namaku. Namun aku tidak menghiraukan panggilannya. Aku merasakan panas pada mataku dan sakit yang menusuk pada hatiku.

 

“aku gag boleh nangis,, aku gag boleh nangis. Yong Soon kuat.” Kalimat itu terus ku ucapkan dari mulutku sebagai semangat untuk diriku sendiri.

Tiba-tiba aku merasa ada tangan yang menahan langkahku.

 

“sudahku bilang tidak ada,,,,,” kata-kataku terpotong setelah melihat kalau ternyata Rae onni yang menahanku.

 

“Oniie….” dengan cepat aku memeluk Rae onnie dan tangisku pun pecah dalam pelukannya.

 

“Cuupp,, Cuupp,, sudah,, sudah,, ulljima.. ulljima, ayo kita cari tempat untuk menenangkan hatimu.” onnie menuntunku berjalan ke arah lobbi Inkigayo. Kami duduk disana dan aku mulai menceritakan semuanya pada Rae onnie.

 

Heechul POV

 

Setelah puas berbincang-bincang dengan SoHee, aku berjalan menuju ruang ganti anak-anak SM The Ballad. Rasanya senang sekali, aku bisa bertemu dengannya disini. Dari tadi senyum terus mengembang indah diwajah mulusku. Orang-orang sekitar menatapku dengan tatapan menilai aneh. Namun aku tak peduli dengan penilaian mereka terhadapku yang terpenting adalah hari ini aku merasa sangat bahagia.

 

Pertemuanku dengan SoHee tadi terus terbayang dalam pikiranku. Semua itu terhenti sejenak ketika aku melihat Rae Bin dan Yong Soon tengah duduk di bangku lobbi. Haaahh? Apa yang ku lihat ini benar? Yong Soon menangis? Kenapa dia? Baru kali ini sepanjang sejarah perkelahian KyuSoon, Yong Soon menangis. Seberat itukan permasalahan mereka? Aku berjalan mendekati Rae Bin dan Yong Soon. Rae yang melihatku memberi tanda bahwa aku jangan mendekati mereka. Aku pun mengerti dan tanpa sepengetahuan Yong Soon aku berlalu meninggalkan mereka.

 

Yeon Ji POV

 

Kini giliran SM The ballad menampilkan aksinya. Baru kali ini aku terpesona melihat Kyuhyun bernyanyi. Auranya sangat terasa sekali. Ia terlihat keren, melankolis dan sedikit cool. Ia pun menyanyi dengan penuh penghayatan membuat maksud dari lagu ini sampai pada setiap orang yang mendengarnya. Personil SM The Ballad memang tak hanya Kyuhyun seorang, ada Jonghyun, Jay dan Jino oppa. Namun pada penampilan mereka yang perdana ini Kyuhyun lah yang paling mendominasi stage.

 

“kok Kyuhyun bisa keren gitu yah?” celetukku. Yesung oppa yang duduk disampingku langsung menoleh dan melayangkan tatapan aneh padaku.

 

“mworago?” tanyanya.

 

“aniya oppa.. kok Kyuhyun bisa sekeren itu yah saat ini. Dia beda dari hari-hari biasanya.” Jawabku jujur. Tak ada balasan lagi dari Yesung oppa. Ku tolehkan kepalaku ke arahnya. Kulihat kepalanya tertunduk.

 

“oppa.. ada apa denganmu?” tanyaku sedikit khawatir. Dia hanya menggelengkan kepalanya sebagai jawaban atas pertanyaanku. Menganggap bahwa Yesung oppa baik-baik saja, aku kembali memperhatikan performents Kyuhyun.

 

Je Ri POV

 

“haaaahhhh,, akhirnya selesai juga.” Eluhku.

 

“wae chagi?” tanya wookie oppa mendengar eluhanku.

 

“ani oppa,, aku hanya pegal duduk berjam-jam disini. Lebih baik masak, berdiri berjam-jam dari pada harus menonton, duduk berjam-jam seperti ini.” Jawabku, sedikit menggeliat meregangkan otot-otot badanku yang kaku.

 

“kau ini ada-ada saja chagi.” Ujar Wookie oppa seraya mengelus lembut pucuk kepalaku.

 

“ya sudah kajja kita kembali ke ruangan.” Ajak Wookie oppa. Karena begitu banyaknya orang yang hadir , membuatku dan Wookie oppa kesulitan untuk keluar dari ruangan ini. Wookie oppa yang dari tadi menggenggam erat tanganku, perlahan ia menarikku agar lebih dekat dengannya dan kini tangannya sudah berpindah tempat tidak lagi di telapak tanganku melainkan bersarang di pinggangku. Ia merangkulku begitu erat dan sangat dekat dengan dirinya. Hingga hembusan nafasnya dapat terasa pada tengkuk leherku. Aku melirikkan kedua bola mataku melihat wajahnya. Senyumku mengembang begitu saja ketika mata kami bertautan.

 

Hyo Soo POV

 

“oppa kenapa mataku harus ditutup seperti ini sih?” protesku karena sejak keberangkatan kami dari rumahku Donghae oppa sudah menutup mataku dan tidak memberitahukan kemana akan pergi. Aku tak mendengar jawaban dari mulutnya. Sepertinya ia tidak menghiraukan pertanyaanku.

 

“oppaa,,” kini aku sedikit berteriak agar mendapat respon dari Donghae oppa.

 

“ya~ chagi,, jangan teriak-teriak seperti itu nanti disangka orang kau sedang ku apa-apakan.” Sahutnya sedikit protes kepadaku.

 

“biarin kalau perlu aku teriak sekali lagi dan bilang kalo aku sedang diculik olehmu.” Ketusku padanya.

 

“silahkan saja kau berteriak seperti itu. Aku yakin orang-orang tidak akan ada yang percaya kalau aku meculikmu. Lagi pula mana ada penculik tampan sepertiku??” dengan pedenya ia berkata seperti itu, membuatkku semakin jengkel padanya.

 

“nah kita sudah sampai.” Ujarnya. Kurasakan mobil ini berhenti. Donghae oppa membantuku turun dari mobil dan menuntunku jalan, dengan posisi aku berada didepannya sedangkan ia mendorongku perlahan dari belakang.

 

Donghae POV

 

Sesampainya disana aku membantunya turun dari mobil dan menuntunnya berjalan. Setelah kurasa pas, aku mulai membuka tutup matanya.

 

“okeh,, kita sudah sampai. Kau siap?” tanyaku padanya, ia hanya mengangguk pelan. Dengan hati-hati aku membuka penutup matanya.

 

“hana,, dul,, set,, tadaaaaaa….” ucapku. Ia masih mengerjap-kerjapkan matanya dan seketika ia terperangah melihat tempat yang aku tunjukan kepadanya.

 

“oppa…” ujarnya sambil berjalan menuju meja yang telah ku persiapkan didalam sebuah kerangka rumah berlantaikan pasir dengan bentuk hati di pinggir pantai, yang berhiaskan lampu-lampu kecil ditambah  untaian bunga yang mengelilingi seluruh kerangka rumah tersebut.

 

“bagaimana kau suka?” kataku membuyarkan ketekejutannya. Dia menoleh dan memberikan senyuman terbaiknya padaku kemudian dia berlari kearahku dan memeluk erat tubuhku.

 

“sangat suka oppa. Gomapta oppa.”bisiknya lembut ditelingaku.

 

“ini sebagai hadiah hari jadi kita chagiya.” Ucapku. Ia pun menghadiahkan sebuah kecupan dipipi kananku. Aku menahan tubuhnya agar tetap dalam posisi yang sama ketika ia ingin melepaskan pelukannya. Aku membiarkan tangannya terus melingkar dileherku sedangkan tangaku mencoba meraih wajahnya agar lebih dekat dengan wajahku.

 

CHUUUU,,,

Kudaratkan sebuah ciuman hangat dibibirnya.

 

Eunhyuk POV

 

“bagaimana Kyu? Sukses?” tanyaku pada Kyu sekembalinya ia dari stage.

 

“sukses hyung. Kami mendapat respon yang bagus dari aundience.”

 

“oppa Rae onnie mana? Dia belum kembali juga dari menenangkan Yong Soon?” Je Ri menanyakan Rae padaku yang dari tadi memang menunggu di back stage.

 

“entahlah. Dari tadi aku juga menunggunya namun tak kunjung datang.” Jawabku lemas.

 

“oh iya tadi aku melihat Rae sama Yong Soon ada di lobbi depan dan sepertinya Yong Soon menangis.” Ucap Heechul hyung. Mendengar itu aku langsung melihat ke arah Kyu. Terjadi perubahan pada raut wajahnya.

 

“Yong Soon nangis hyung?” tanya Kibum.

 

“iah, tadinya aku mau mendekati mereka tapi Rae melarangku.” Jelasnya.

 

“sebenarnya apa sih masalahnya Kyu?” tanya Teuki hyung khawatir, terlihat dari nada bicaranya. Tanpa menjawab pertanyaan Teuki hyung, Kyuhyun pergi meninggalkan ruangan.

 

Rae Bin POV

 

Aku membawa Yong Soon ke lobbi dan berusaha menenangkannya. Yaahhh walaupun disini sedikit rame, tapi aku bisa mengkondisikannya, membuat Yong Soon nyaman bercerita kepadaku.

 

“sudah yah jangan nangis lagi. Sekarang ceritakan kepadaku.” Ku usap lembut kepalanya, ku usap butiran kristal yang mengalir deras dikedua pipinya.

 

“aku benci ia yang seperti ini. Kenapa ia tak bisa sedikit pun percaya padaku onn??” ku peluk lagi dirinya, dapat kurasakan sakit yang ia rasakan kini. Kali ini ia benar-benar rapuh. Tak dapat lagi kulihat sosok Yong Soon yang kuat dan ceria. Segitu kuatkah efek kecemburuan Kyu  hingga membuat benteng pertahanan Yong Soon hancur.

Yong Soon melepas pelukanku dan menghapus air matanya. Ia mulai menceritakan semuanya padaku

Kyuhyun POV

 

Aku senang karena launching singgle pertama di album SM The Ballad hari ini berjalan dengan lancar. Namun aku merasa kebahagiaanku ini belum lengkap karena Yong Soon tak melihat performs ku tadi. Aiiissshhh ,, untuk apa aku memikirkannya ini memang hukuman yang pantas untuknya. Aku kembali ke ruang ganti, disana ku lihat semua hyungku sudah berkumpul. Enhyuk hyung menanyakan tentang panampilanku tadi dan dengan bangganya aku menceritakan kesuksesan kami.

 

“oppa Rae onnie mana? Dia belum kembali juga dari menenangkan Yong Soon?” Je Ri menanyakan Rae pada Eunhyuk hyung yang dari tadi memang menunggu di back stage.

 

“entahlah. Dari tadi aku juga menunggunya namun tak kunjung datang.” Jawabnya tak bertenaga.

 

“oh iya tadi aku melihat Rae sama Yong Soon ada di lobbi depan dan sepertinya Yong Soon menangis.” Ucap Heechul hyung. Aku tersentak mendengar ucapan Heechul hyung. Kulihat Eunhyuk hyung langsung menoleh ke arahku.

 

‘Yong Soon menangis?apa benar?’ mendengar kata-kata itu timbul rasa bersalah. Selama aku bersamanya aku baru kali ini mendengarnya menangis. Teuki hyung menanyakan padaku apa yang terjadi sebenarnya. Tapi aku tak menghiraukan pertanyaannya. Kini yang ada di otakku adalah  ingin melihat Yong Soon. Sekejam itukah aku hingga membuatnya menangis. Aku berjalan menyusuri lorong menuju lobbi. Aku semakin memikirkan Yong Soon, pikiran-pikiran aneh mulai membayangi otakku. Aku takut ia jadi membenciku, aku takut ia akan benar-benar meninggalkanku dan tak ada lagi dihadapanku. Yong Soon mianhae,, jeongmal mianhae. Tak sabar, aku mempercepat langkahku.

Sesampainya di lobbi, dari kejauhan aku benar-benar melihat Yong Soon menangis dalam pelukan Rae Bin. Aku ingin sekali memeluknya dan menghapus air matanya. Aku benar-benar merasa bersalah. Kudengar Yong Soon mulai menceritakan semuanya pada Rae Bin. Apa?? Ternyata itu yang sebenarnya terjadi?? Aku telah salah menuduhnya seperti itu.

 

Flash Back mode: on

Author POV

 

“aku tuh gak ngapa-ngapain onn sama dia, aku memang sengaja datang ke ruang ganti Shinee supaya aku bisa bertemu dengannya. Saat Yeon Ji meninggalkan kami berdua, kami juga tidak melakukan sesuatu yang buruk onn. Memang pada awalnya taemin memperhatihan mukaku, aku pikir juga dia mau berbuat sesuatu yang aneh kepadaku tapi ternyata tidak onn. Dia malah bilang kalo mukaku terlalu berminyak untuk ukuran yeoja, dia mengambil alat-alat make up dan menyuruhku duduk di bangkunya kemudian dia berdiri dihadapanku, mulai mendempul mukaku. Jelas saja saat didandani seperti itu mataku terpejam supaya tidak masuk kemataku. Pada saat itu Kyuhyun datang dan langsung menuduhku ingin berbuat yang macam-macan dengan Taemin padahal kalo dia lihat lebih jelas, Taemin tuh lagi pegang kuas eye shadow onn. Aku sudah coba memberi penjelasan padanya tapi dia malah tak mau medengarkan penjelasanku.” Ceritanya panjang lebar. Tawa Rae Bin pecah saat mendengar ceritanya.

 

“onniee,, kok malah ketawa?” sungutnya pada Rae bin yang malah menertawakannya.

 

“mian,, mian saeng,, abis kalian itu lucu. Onnie kira masalah kalian benar-benar besar dan berat hingga membuatmu seperti ini. Tapi pikiranku salah.” Rae Bin tak henti-hentinya tertawa jika mengingat cerita Yong Soon.

 

Flash back mode: off

 

Aku biarkan Yong Soon tetap bersama Rae Bin untuk menenangkan hatinya. Kini ku memirkan cara untuk meminta maaf kepadanya. Heeemmmmm,, gimana caranya? AHAA,,, aku tau caranya. Dengan semangat yang membara aku pergi meninggalkan Inkigayo dan mulai menyiapkan special moment untuk meminta maaf kepada Yong Soon.

 

Yesung POV

 

Haaaahhh,, lagi-lagi dia memuji orang lain,aku saja yang namjachingunya jarang sekali ia puji. Apa dia tidak memikirkan perasaanku setiap kali ia membanggakan orang lain didepanku? Inilah resikonya memiliki kekasih anak kecil seperti dia.

Seusai acara aku langsung mengajak Yeon Ji pergi keluar tanpa pamit dahulu dengan yang lain.

 

“oppa kita mau kemana?” tanyanya padaku dalam posisi dia berada jauh di belakangku. Kuhentikan langkahku dan menoleh kebelakang.

 

“sudah ikut saja.” Jawabku singkat dan melanjutkan berjalan.

 

“aniya,, aku tidak mau.” Teriaknya. Aku kembali menghentikan langkahku, berbalik berjalan kearahnya. Ku genggam tangannya dan kutarik hingga ia berada dalam dekapanku.

 

“ayo ikut aku, waktu itu kan kau mengajakku makan di restaurant indonesia sekarang aku lapar mau makan disana.” Bisikku pelan ditelinganya. Kulepas dekapanku, ia terkekeh kecil mendengar perkataanku tadi.

 

“emmmm,, aku berubah pikiran deh,, kajja oppa.” Dengan senyuman indah dibibirnya ia menarik tanganku untuk segera pergi kesana. Aku pun tersenyum melihat tingkah Princess miniku.

 

Hankyung POV

 

“bagaimana keadaannya dok?” tanyaku pada dokter yang baru saja keluar ruang UGD setelah menangani Haneul.

 

“lebih baik kita bicarakan diruangan saya.” Jawabnya

 

“baiklah.” Aku berjalan menuju ruangan dokter Zhoumi.

Do you want love Naega uhttuhkhaeya dwae

And I want love Ajik saranghaneunde

The memories are beautiful never let you go

One love one love

The memories are beautiful always be my girl

One love one love

The memories are beautiful I don’t wanna ever say good bye

Dalam perjalanan menuju ruangan dokter Zhoumi ponselku berbunyi, aku mengambilnya pada saku kanan celanaku. Kulihat nama penelepon pada layar ponselku.

 

“Yobseyo.” Ujar seseorang diseberang sana.

 

“ne yobseyo Heechul hyung.” Jawabku

 

“kau dimana? Kenapa kau tidak datang tadi?” ujarnya lagi.

 

“aku sedang di rumah sakit hyung. Hee yeon masuk rumah sakit kini ia sedang dalam ruang UGD. Sampaikan maafku pada Kyuhyun dan tolong katakan ini pada Teuki hyung.” Jelasku pada Heechul hyung.

 

“Hee Yeon masuk rumah sakit? Sakit apa dia? Baiklah aku akan memberitahukan ini pada Teuki hyung. Kami akan segera kesana.”

 

“entahlah,, dokter belum memberitahukan penyakit Hee Yeon padaku. Ne gamsahaeyo hyung.” Dengan lemas aku menutup ponselku. Mataku terasa panas, perlahan air mataku mengalir menyusuri setiap liuk wajahku. Tak ku sangka Haneul bisa seperti ini. Aku tak kuasa melihatnya terkapar seperti itu. Tubuhnya dihiasi selang dan kabel. Ada apa dengannya tuhan? Kumohon kuatkanlah dia dan berilah dia kesembuhan. Aku terus berdoa untuknya. Aku takut sesuatu yang buruk terjadi padanya. Ku hapus air mataku dan kembali berjalan menuju ruangan dokter Zhoumi.

 

Ji Soo POV

 

“oppa sebelum kau antar aku pulang, mau kah kau mengantarku ke toko bunga didekat sungai Han?” pintaku pada Kibum oppa yang sedang konsentrasi membawa mobil.

 

“baiklah tuan putri. Aku akan mengantarmu kemana saja kau mau.” Dia mengusap-usap rambutku. Aku pun tersenyum melihat perlakuannya padaku. Bagi orang yang baru pertama mengenalnnya pasti beranggapan bahwa ia tipe orang yang kaku, namun sebenarnya ia adalah sosok seorang namja yang sangat penyayang. Itu terbukti padaku. Ia selalu melakukan sesuatu hal yang istimewa untukku. Aku senang bisa mencintanya dan menjadi miliknya. Ku perhatikan setiap sudut wajahnya. Kuberikan sebuah kecupan manis dipipi kananya. Mendadak ia menghentikan mobilnya dan mengelus pipinya yang tadi kukecup. Kini tangannya meraih tanganku dan kembali menjalankan mobil dengan salah satu tangannya masih menggenggam tanganku.

 

Eunhyuk POV

 

“bagaimana dengan Yong Soon chagi?” tanyaku ketika berjalan menuju dorm.

 

“hhhaaaahhh,,, begitulah. Dia sudah kembali seperti biasa lagi. Hhaha” jawabnya diiringi tawa kecil dari mulutnya.

 

“kenapa kau malah tertawa chagi?” tanyaku heran, punggung telapak tangan kanan yang ku tempelkan pada

keningnya. “tidak panas ah.” Gumamku pelan.

 

“heiii hyukie,, aku tidak sakit.” Sentaknya padaku, menepis telapak tanganku. “lucu ajah dengan mereka, hanya karena masalah kecil bisa jadi besar seperti ini.” lanjutnya lagi.

 

“seharusnya mereka mencontoh kita ya chagi,, kita selalu hidup tentram dan damai tanpa adanya pertengkaran.” Aku mendekatkan diri pada Rae hingga tak memberi jarak antara kita berdua. Kurangkulkan tanganku di pinggang mungilnya.

 

“ya~ apa-apaan kau ini? Jangan mencari kesempatan yah.” sungutnya menghempaskan lingkaran tanganku dari pinggangnya.

 

“kau ini bisa tidak bersikap manis sedikit kepadaku seperti yeoja-yeoja lain diluar sana? Kenapa kau selalu kasar kepadaku? Aku kan namjachingumu. Aku juga ingin seperti namja-namja yang lain, diperlakukan manis oleh yeojachingunya.” Protesku padanya dan berhenti berjalan. Aku selalu merasa iri bila melihat JeWook, HyoHae, dan HanYeon couple. Mereka selalu terlihat romantis dimanapun. Yeoja-yeoja mereka pun selalu bersikap manis pada pasangan mereka. Aku ingin sekali seperti mereka. Tapi kurasa itu tidak akan ku dapatkan dari Rae Bin. Kulihat ia pun berhernti berjalan dan berbalik menghadapku.

 

“ohhh,, kau ingin yeoja yang seperti itu? Kenapa kau memilihku? Kenapa kau tidak mencari lagi saja? Diluar sana masih banyak yeoja-yeoja yang LEBIH BAIK dariku.” Ujarnya dengan menekan kata lebih baik pada kalimatnya. Kemudian ia pergi berlari meninggalkanku.

 

Yong Soon POV

 

Sesampainya dirumah aku langsung menuju kamar untuk merebahkan badanku. Hari ini terasa letih sekali.

“huaaaaaaaa,,,,, mataku jelek,, dasar Kyuhyun babooo.. gara-gara dia mataku jadi bengep seperti ini.” Saat ku lihat wajahku pada cermin yang terpampang di depan kasurku betapa terkejutnya aku melihat mataku yang sebelumnya indah kini berubah haluan seperti mata monster.

 

TING,, TONG,,

 

Terdengar suara bel rumahku berbunyi. Baru saja aku mau memanjakan tubuhku dengan tiduran, tapi terganggu dengan orang yang datang. Aku melangkah lunglai menuju pintu untuk membukakan pintu. Perlahan ku putar knop dan kalian tau siapa yang datang??

 

“Kau? Ngapain kau kesini?”

 

“Mianhae Yong Soon~ah,, aku sadar aku salah. Mianhae Yong Soon~ah, jebal.” Pintanya padaku. Aku memalingkan wajahku agar tidak melihatnya. Kemudian tangan kirinya memegang tanganku dan ditangan kanannya terdapat boneka teddy bear berwarna Blue sapphire yang sedang memegang seikat bunga mawar merah. Namun aku tetap tidak menolehkan pandanganku padanya. Seketika aku terkejut melihat Kyuhyun yang tiba-tiba berlutut dihadapanku. Aku tak menyangka dia bisa melakukan hal itu. Hatiku mulai luluh atas perlakuannya. Kubantu ia berdiri dan menerima hadiah yang ia berikan untukku.

 

“kau mau memaafkanku kan chagiya?” katanya dengan mimik yang masih memohon kepadaku.

 

“melihat pengorbananmu yang langka ini, aku tak tega untuk berlama-lama marah padamu.” Ucapku seraya menciumi bunga mawar yang ia berikan.

 

“kau suka dengan hadiah yang ku berikan?”

 

“sangat suka. Karena jarang-jarang kau memberikanku hadiah.” Ia terkekeh mendengar  jawabanku.

 

“sekarang ayo ikut aku!” ajaknya dengan menarik tanganku.

 

“chankaman.. kita mau kemana malam-malam seperti ini chagi? Lagi pula hari ini aku letih sekali. Kita dirumah saja yah.” Pintaku

 

“aniya,, kau harus ikut aku. Aku punya satu kejutan lagi untukmu.” Tanpa menunggu jawabanku, Kyu langsung menarikku agar aku ikut dengannya. Ia mengajakku berjalan menyusuri jalan setapak. Tapi rasanya aku tidak asing dengan jalan ini. Benar, ia mengajakku ke taman dekat rumahku.

 

“kau tunggu disini sebentar. Nanti kalau aku panggil kau langsung berjalan searah dengan jam 3 yah.” Perintahnya padaku. aku hanya mengangguk menyanggupi perintahnya. Aku melihatnya berlari ke suatu tempat sekitar taman. Tapi tiba-tiba ia menghilang dan aku hanya berdiam diri menunggu aba-aba darinya.

 

“chagiya kesini.” Terdengar suaranya yang memanggilku. Aku langsung berjalan sesuai dengan yang diperintahkan oleh Kyu. Betapa terkejutnya aku melihat ini semua.

 

“Kyu,, kau yang menyiapkan ini semua?” tanyaku terbata-bata. Aku berjalan mengelilingi sebagian taman yang telah dihias olehnya. Taman yang mulanya biasa saja kini terlihat sangat indah. Ukiran hati yang terbuat dari lampu hias terpampang jelas diantara dua pohon dan namaku berada di dalamnya. Ditambah lagi ayunan berukukan sedang didepannya yang dihias seindah mungkin dengan menghadirkan suasana Paris.

 

“iah, seusai dari Inkigayo aku langsung mempersiapkan ini semua.” Aku berbalik, dan berlari memeluknya setelah mendengar jawabannya. Entah setan apa yang merasuki Kyuhyun hari ini, hingga ia bisa seromantis ini dan sangat menyentuh hatiku. Kueratkan pelukannya dan ku kecup sekilas bibirnya. Ia melepaskan pelukanku kemudian ia merogoh sesuatu dari saku kanan celananya.

 

Lagi-lagi aku dikejutkan oleh sesuatu yang diluar dugaanku selama ini. Kyuhyun mengeluarkan sebuah kotak, berisikan cincin yang berhiaskan berlian ditengahnya dan berukiran inisial K&Y dibagian dalam cincin tersebut. Untuk kali ini aku sudah tak bisa berkata apa-apa lagi selain senyum bahagia yang mengembang diwajahku.

 

“maukah kau menjadi pendampingku nanti?”

Apa?? Dia melamarku? Benarkah ini? Cho Kyuhyun si setan game melamarku? Aku mengerjap-kerjapkan mataku berkali-kali. Aku tidak mimpi, ini kenyataan.

 

“kau melamarku nih ceritanya?” tanyaku padanya yang masih setengah tidak percaya.

 

“aiiissshhh,,, chagiya bersikaplah sedikit lembut untuk malam ini. Jangan merusak kesan romantis yang sudah kubangun.”  Aku tertawa melihat ekspresinya yang sangat lucu ketika melayangkan pernyataan protes padaku. Aku berpura-pura berpikir sejenak dan memberikan kesan menolak dirinya untuk memberikan sedikit shok terapi untuknya. Dia terus memperhatikan setiap ekpresi yang keluar dari mimik wajahku. Perlahan ia mulai tertuduk lemas. Daaaannn,,,,

 

“iah aku mau Cho Kyuhyun.” Jawabku lantang. Ia mengangkat kembali kepalanya dan langsung memeluk erat tubuhku. Kemudian ia menyematkan cicin itu di jari manisku sebelah kiri. Perlahan ia tarik tubuhku agar lebih dekat dengan dirinya hingga tidak ada jarak sedikit pun di antara kami. Wajahnya mulai didekatkan dengan wajahku. Ia menarik tengkuk leherku dan mulai mendaratkan bibirnya dibibirku. Sedikit demi sedikit ia mulai menrobos masuk kedalam goa hangatku. Aku sangat menikmati malam ini. Hari ini adalah hari terindahku.

“Saranghaeyo Cho Kyuhyun.” Batinku.

Advertisements

8 thoughts on “FF: Our Secret Part 9

  1. aigoo kyu dari evil berubah jadi malaikat dalam sekejap, suka suka sama sikap romantis kyusoon couple ini, apalagi melihat kyu melamar yong soon secepat ini ah senangnya 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s