FF: Our Secret Part 8

Cast       :

1.  All of Super Junior member as theirselves

2. Choi Yong Soon

3. Choi Yoon Yang

4. Shin Rae Bin

5. Choi Je Ri

6. Min Hee Yeon

7. Shin Hyo Soo

Genre   : Friendship, Romance, something that doesn’t make sense..kekekeke~

Rating   : General *can be changed..it’s up too author  about what their story will be made ^^*

Disclaimer           : Kyuhyun belongs to Choi Yong Soon, Yesung belongs to Choi Yoon Yang, Eunhyuk belongs to Shin Rae Bin, Hangeng belongs to Min Hee Yeon, Donghae belongs to Shin Hyo Soo, Ryeowook  belongs to Choi Je Ri and the rest it’s up to you..kekekeke~

 

Part 8 => Choi Yeon Ji

 

Lets chekidot..!!!

 

Yesung POV

 

Kadang aku heran, kenapa ada yeoja sepolos dia bahkan aku bisa sangat mencintainya. Aku tau Gi Kwang itu mantannya tapii setidaknya dia jangan terlalu jujur seperti itu. Sesekali aku ingin dia menyangkalnyadan mengerti perasaanku, tidak seperti ini. Dia terlalu blak-blakan, apa dia tidak mengerti kalau itu membuatku kesal. sekalipun aku marah dan kesal padanya, aku tidak bisa melampiaskan perasaan itu. Karena saat aku menatapnya, memperhatikan tingkahnya, melihat senyumannya ada perasaan yang ingin selalu melindunginya. Oleh sebab itu aku hanya bisa diam dalam mengekspresikan kekesalanku.

 

“Ayo cepat kau habiskan es krim ny lalu kita pulang. Ini sudah malam” kataku pada Yeon Ji dengan cuek, dia berhenti memakan es krimnya dan menatapku heran.

 

“Oppa kau kenapa?” Tanyanya bingung. Aku sama sekali tak menggubrisnya, aku berjalan mendahului dan meninggalkannya di belakangku.

 

Yeon Ji mencoba mengimbangi langkahnya denganku. “Oppa apa kau sakit?” tanyanya cemas.

 

Aku hampir luluh mendengar nada cemas di suaranya, dia benar-benar sangat mencemaskanku. Aku tetap tidak mengubah ekspresi dinginku. Kenapa dia malah menganggapku sakit? Apa dia tidak bisa mengerti kalau aku sedang kesal padanya. Astaga, dia memang begitu polos.

 

“Oppa jangan membuatku khawatir” katanya lagi. Aku masih belum menatapnya tapi bisa ku dengar suaranya mulai bergetar. Jangan-jangan dia ingin menangis karena terlalu mengkhawatirkanku.

 

“Aniyo Yeon Ji-ah. Gwenchana” aku menatapnya lalu menarik tangannya menuju mobil sebelum ada orang yang melihat kami

 

“Chincayo?” tanyanya memastikan, aku mengangguk.

 

Donghae POV

 

“Kau bertengkar lagi dengan Yong Soon?” Tanya Teuki hyung pada Kyuhyun di tengah santap malam kami.

 

“Molla. Dia selalu saja membuat ku kesal” Jawab Kyu cuek sambil mengaduk-ngaduk makanannya tidak jelas.

 

“Kalian kenapa tidak pernah dewasa” Teuki hyung tampak menggeleng-gelengkan kepalanya frustasi.

 

“Sepertinya masalah massal hyung. Yesung hyung juga pergi dari dorm dengan ekspresi emosional” Sahut Eunhyuk hyung.

 

Rae Bin tampak menjitak kepala Eunhyuk hyung. “Berhentilah mengompori Teuki oppa” sahutnya.

 

Eunhyuk hyung mengusap kepalanya. “Mianhae, aku tidak sengaja chagi”

 

“Oh iya. Dari tadi aku tidak melihat Yesung dan Yeon Ji” Teuki hyung tersadar. Ternyata dari tadi dia tidak menyadari kalau Yesung hyung dan Yeon Ji tidak ada. Kasihan sekali.

 

“Sejak dari Mubank tadi Yesung hyung belum kembali. Bocah itu hanya kembali sendiri” aku menekankan kata ‘Bocah’ sebagai kata pengganti untuk Kyuhyun.

 

“Yesung hyung lebih dewasa dari bocah itu, mungkin dia ingin menyelesaikan masalahnya sendiri di luar sana” sambung Sungmin hyung. Dia juga sengaja menekankan kata bocah sepertiku yang di tujukan untuk Kyuhyun.

 

“Berhentilah mengatakanku bocah” sungut Kyuhyun yang mulai kesal pada kami. dia beranjak meninggalkan tempat makan.

 

“Kau tidak menghabiskan makananmu?” Tanya Heechul hyung basa basi pada Kyuhyun.

 

“Aku sedang tidak nafsu” Jawab Kyuhyun dingin.

 

“Oppa, apa masakanku tidak enak?” bisik Je Ri pada Wookie.

 

“Anniyo chagi. Masakanmu enak. Hanya saja Kyuhyun yang sedang konslet” tepis Wookie meyakinkan Je Ri yang tampak sedik karena perlakuan Kyuhyun. Aku ingin terkekeh melihat pasangan yang hoby masak ini.

 

“Oppa, mereka akan baik-baik saja kan?” Tanya Hyo Soo cemas padaku. Tampaknya dia juga sangat mengakhawatirkan masalah hubungan Kyu dan Yong Soon.

 

“Tenang chagi, mereka sudah sering seperti ini” aku mencoba menenagkan Hyo Soo yang cemas. Dasar Kyu dan Yong Soon, mereka selalu saja menyusahkan orang meskipun hanya sekedar cemas.

 

TING TONG… terdengar  bunyi bel yang di bunyikan dari luar dorm.

 

“Sepertinya itu Yesung hyung” tuduh Siwon

 

“Kyu tolong bukakan pintunya. Kami sedang makan” Kangin hyung berteriak agar Kyu dapat mendengarnya. Dasar Kangin hyung, dia tidak peduli sama sekali apa pada ekspresi masam Kyu sekarang. Kyu berjalan melewati kami yang berada di ruang makan sambil mendengus kesal, dengan langkah gontai dia melangkah untuk membukakan pintu

 

“HYUNG…” beberapa saat kemudian kami mendengar teriakan antusias Kyu, kulihat semua yang ada di ruang makan menunjukkan ekspresi penasaran. Ada apa dengan anak itu?/

 

Yesung POV

 

“Oppa kau tidak apa yang sedang aku pikirkan sekarang?” Tanya Yeon Ji iseng padaku. Aku hanya menatap lurus melihat jalanan di depan, tidak menghiraukannya.

 

“Kau menyerah ya oppa. Baiklah aku akan menjawabnya, yang ada di pikiranku sekarang, entah mengapa aku ingin mengajakmu ke restaurant masakan Indonesia. Tidak sekarang sich, jadi oppa tidak perlu berpikir kalau aku akan mengajak oppa sekarang. Makanan disana memang aneh tapi enak. Kau juga pasti akan menyukainya” dia terus saja berceloteh dengan cerianya,  aku gemas rasanya aku ingin mencubit pipinya. Tapi tentu saja tidak boleh, kalau aku menanggapinya berarti aku lemah aku kan sedang marah padanya. Aku memilih untuk tidak menanggapinya lagi.

 

“Oppa!!” panggilnya lagi.

 

“Aku sedang menyetir Yeon Ji-ah. Jangan ganggu dulu, bahaya” aku angkat bicara. Untuk beberapa detik aku mengalihkan pandangan menatapnya, lelu pandanganku kembali ke jalanan. Aku tau dia pasti merasa asing, tidak biasanya aku tidak menanggapi kata-katanya hanya karena alasan menyetir.

 

Dari ekor mataku, aku bisa melihat dia mengerucutkan bibirnya, aku tau dia sudah mulai bosan karena aku diamkan. Dia memalingkan wajahnya ke kaca jendela di sampingnya, membelakangi aku. Tidak enak juga tidak mendengar ocehannya seperti ini. Apa boleh buat, aku sedang marah padanya biar dia rasakan dulu bagaimana kalau aku tidak menanggapinya.

 

Ki Bum POV

 

“Annyong yorobun” sapaku pada semua yang ada di ruang makan. Teuki hyung, Heechul hyung, Hankyung hyung, Kangin hyung, Shindong hyung, Sungmin hyung, Eunhyuk hyung, Donghae hyung, Wookie hyung, Siwon hyung, dan Kyuhyun. Selain keluarga Super Junior, aku juga melihat empat yeoja lain yang sangat aku kenal, Rae Bin, Hee Yeon, Je Ri, dan Hyo Soo. Tapi aku tidak melihat Yesung hyung dan yeojachingu Kyuhyun, Yong Soon. Bukankah sedang ada kumpul-kumpul?

 

“Ki Bum-ah” teriak 10 saudaraku yang histeris dan memelukku erat. Kecuali Kyuhyun karena dia sudah terlebih dahulu memelukku.

 

“Yorobun, kenalkan ini Eun Ji Soo, seseorang yang sangat special” kataku dengan senyum mengembang setelah mereka melepaskan pelukan mereka. ,ereka terlihat sangat konyol dengan ekspresi terkejut seperti itu.

 

“Annyong Yorobun chonun Eun Ji Soo imnida” Ji Soo yang berdiri di sampingku memberikan salam hangatnya dengan malu-malu.

 

Hee Yeon berdiri dan menghampiri Ji Soo. “Annyong Ji Soo-ah. Mulai sekarang kita keluarga” Hee Yeon tersenyum ramah dan menarik tangan Ji Soo agar bergabung dengan mereka. Aku senang melihat mereka seperti itu.

 

“Ki Bum-ah ayo makan, kau pasti lapar setelah dari perjalanan cukup jauh” ajak Teuki hyung dengan antusias, aku menuruti perkataan Teukie hyung.

 

Yang lain pun ikut duduk di tempat mereka masing-masing kecuali Kyuhyun, dia duduk menyandar di ruang TV. “Ada apa dengannya?” tanyaku pada siapa saja yang ingin menjawab, pandanganku tetap tertuju pada Kyuhyun.

 

“Dia sedang bertengkar dengan Yong Soo, karena itu muka nya kusut seperti itu. Tidak usah hiraukan dia, nanti juga sadar sendiri” jawab Shindong hyung. Aku mengangguk-angguk, pantas saja anak itu aneh lagipula tidak terlihat tanda-tanda Yong Soon bergentayangan.

 

Yong Soon POV

 

“tadi Heechul hyung menelponku menanyakan keberadaanmu. Katanya hari ini ada acara kumpul-kumpul di dorm, kenapa kau tidak kesana?” Tanya Min Ho oppa padaku, menganggu konsentrasi menontonku, tidak, lebih tepatnya mengganggu aktivitasku memainkan remot TV.

 

“Oppa tidak suka kalau aku di rumah?” jawabku dengan ketus padanya. Aku beranjak meninggalkan Min Ho oppa sendiri, aku sudah merasa terganggu.

 

“Tentu saja bukan begitu. Yong Soon kau aneh sekali, kau sangat jelek bersikap seperti itu” teriak Min Ho oppa, aku tau dia pasti sengaja mengatakan itu kencang-kencang agar aku bisa mendengarnya dari dalam kamar.

 

“Aku tidak peduli” sahutku dari dalam kamar.

 

HanKyung POV

 

Dia terlihat lemas sekali, itu membuatku khawatir untuk meninggalkannya sendiri. Aku menahan tangan saan dia mulai bergerah ingin keluar dari mobilku. Saat ini aku sedang mengantarnya kembali ke apartementnya setelah acara kumpul di dorm tadi.

 

“Hanuel, kau yakin tidak ingin aku temani?” aku bertanya padanya, paresaan khawatir ini tidak bisa aku pungkiri lagi.

 

“Tidak perlu Hannie, aku akan baik-baik saja” katanya, dia tersenyum untuk meyakinkanku kalau dia baik-baik saja. Tapi aku bukan orang bodoh, aku bisa melihat senyum itu terlalu di paksakannya.

 

“Aku tidak bisa meninggalkanmu dalam keadaan sakit seperti ini”

 

“aku tidak sakit, mungkin karena aku keracunan makanan dan terlalu lelah” dia menyingkirkan dengan lembut tanganku yang menggenggam tangannya. “aku masuk dulu, sebaiknya kau cepat kembali ke dorm hannie” senyumnya kembali mengembang.

 

“Cepat hubungi aku kalau ada apa-apa” pesanku padanya, dia pun mengangguk mantap.

 

Dia berbalik membuka pintu mobil di sampingnya, aku kembali menahan tangannya. “Waeyo?” tanyanya heran.

 

Aku mendekatinya dan mencium keningnya. “mimpi yang indah Haneul, saranghae” bisikku di telinganya.

 

“Naddo” jawabnya, lalu dia keluar dari mobilku dan segera masuk ke apartement nya.

 

Rae Bin POV

 

Aku bahagia sekali hari ini. Eunhyuk sangat berbeda dari biasanya, dia memberikan kejutan padaku meskipun bukan sesuatu yang mahal tapi itu sangat berharga bagiku. Pemandangan dan memori yang tidak akan pernah aku lupakan. Kali ini Eunhyuk juga mengantarku sendiri tanpa menumpang di mobil Wookie yang juga mengantar Je Ri. Meskipun hari ini juga ada masalah, KyuSoon kembali bertengkar, tidak hanya itu pasangan JiSung juga, Maafkan aku karena aku sedang bahagia di tengah pertengkaran kalian.

 

“kenapa kau tersenyum-senyum begitu chagi?” Tanya Eunhyuk di sampingku yang sedang menyetir.

 

“anniyo, aku hanya bahagia mengingat tempat yang kau tunjukan tadi. Itu sangat indah” jawabku.

 

“Kau ingin aku membawamu kesana lagi?” tawarnya padaku, aku mengangguk mantap.

 

“Tapi setelah kita menikah nanti. Hahahahahaha”  katanya asal dengan tawa menggema. Aku mencubit lengannya, dia meringis kesakitan.

 

Aku cemberut dengan jawabannya tadi, bisa-bisanya dia bercanda di saat yang tidak tepat seperti ini. “Jangan marah chagi, aku hanya bercanda. Aku akan membawamu kesana kapan pun kau mau” bujuknya, tapi di akhirnya kata-katanya dia tampak berpikir menganai suatu hal.

 

“Kenapa?” tanyaku heran.

 

“Tapi kau jangan memintaku untuk mengantarmu kesana saat aku dan Super Junior ingin manggung. Tentu saja aku tidak bisa” jawabnya polos. Aku tertawa mendengarnya.

 

“kau memang tidak ada bakat bersikap So Sweet seperti Hae. Tapi aku senang mendengar jawaban jujurmu itu. Aku tidak akan memintamu untuk mengajakku kesana saat kau ingin manggung, begini-begini aku juga mengerti keadaan namjachinguku ini” Jelasku padanya.

 

Dia menunjukkan senyum gummy nya itu padaku, “hahaha, saranghae nae chagiya” katanya di tengah tertawanya, kata-kata itu mampu menyihirku.

 

Ryewook POV

 

“masuklah chagi, nanti Rae Bin eonnie mu itu menunggumu” kataku pada Je Ri di depan pintu kamar apartement nya.

 

“Ne oppa” katanya lemas dan berbalik ingin masuk.

 

Aku menahan tangannya, “ada apa denganmu, kenapa tidak bersemangat begitu?” tanyaku, aku menatap dalam ke dalam matanya.

 

“Lain kali aku akan memasak lebih enak lagi. Agar Kyuhyun oppa atau yang lainnya tidak meninggalkan makanannya lagi” kata Je Ri. Ternyata dia masih memikirkan tingkah Kyuhyun tadi.

 

“Kau masih memikirkan yang tadi?, dengarkan aku!” aku menatap ke dalam matanya dengan lembut. “masakanmu sangat enak, tidak ada satu pun alasan orang untuk mengatakan masakanmu tidak enak. Buktinya bahkan Shindong hyung senang memakan sayuran yang kau beli, meskipun belum kau masak. Kau tahu kenapa?” Je Ri menggeleng, “Karena kau memasaknya penuh dengan cinta, setiap baha-bahan yang kau sentuh dengan penuh cinta. Dan itulah bumbu yang paling lezat. Kalaupun Kyuhyun tadi tidak makan, itu bukan salahmu. Lainkali aku berjanji tidak akan membiarkan seorang pun bersikap seperti Kyuhyun tadi. Jangan sedih apalagi menyalahkan dirimu sendiri, arachi?” kataku panjang lebar, Je Ri mengangguk dan tersenyum padaku.

 

“Gomawo oppa, kau memang mengerti perasaanku” Je Ri memelukku

 

Aku membalas pelukan Je Ri untuk beberapa saat. “Masuklah, masih banyak kegiatan yang akan kau lakukan besok” bisikku di tengah pelukan kami.

 

Dia melepas pelukannya. “Saranghae” katanya lalu mencium pipiku sekilas. Aku sama sekali tidak mengantisipasi sebelumnya, aku masih terpaku di tempatku berdiri walaupun Je Ri telah masuk ke kamarnya. Masih merasakan efek ciumannya di pipiku.

 

Donghae POV

 

“Chagi besok tanggal berapa?” tanyaku pada Hyo Soo di tengah perjalanan kami.

 

“besok tanggal 1 oppa, masa oppa lupa” jawabnya dengan polos.

 

“aku tidak lupa” kataku ringan

 

“Lalu kenapa oppa tanyakan itu?” Hyo Soo tampak semakin binggung. Aku gemas sekali melihatnya seperti itu.

 

“Tanggal 1 kan tanggal jadian kita. Walaupun harusnya sebulan yang lalu hari jadi kita yang ke satu tahun. Berhubung saat itu kita tidak bisa merayakannya bersama karena aku ada show dengan Super Junior. Jadi besok aku akan membawamu ke suatu tempat yang indah” jawabku panjang lebar.

 

“Aku tidak menyangka oppa masih punya niat untuk merayakannya bersamaku” katanya terharu

 

“tentu saja chagi, karena kau sangat special yang di ciptakan Tuhan untukku”

 

“Oppa” Hyo Soo menyandar ke bahuku yang menganggur, aku tersenyum melihat ekspresinya.

 

Akhirnya kami sampai di depan rumahnya, kami terpaksa berpisah sekarang. “Oppa aku masuk dulu. Annyong”  pamitnya padaku.

 

“ne chagi, mimpikan aku. Berdandan lah yang cantik besok” pesan ku pada Hyo Soo. Dia tersenyum lembut padaku, lalu aku melihat bayangannya yang menjauhi mobilku menuju rumahnya hingga menghilang di balik pintu rumahnya.

 

Yesung POV

 

“Yeon Ji” pangilku lembut, dia tidak bergerak sedikit pun dari posisinya. “Yeon Ji-ah, kita sudah sampai di rumahmu” kali ini aku berbisik di telinganya, tapi tidak ada respon darinya. Aku bergerak mendekatinya, kulihat dia sudah tertidur sangat pulas, aku tidak tega membangunkannya. Aku membenarkan posisi tidur Yeon Ji agar lebih nyaman. Rumahnya sangat sepi, bagaimana mungkin aku harus berteriak-teriak ke dalam rumah sebesar ini untuk menyurh orang membiarkan kami masuk. Walaupun aku tau, pasti mereka tidak akan menolak. Tapi aku tidak ingin merepotkan orang lain. Akhirnya ku putuskan untuk membawa Yeon Ji ke dorm saja.

 

Aku menggendong Yeon Ji di punggungku, ternyata dia berat juga. Aku berjalan melintasi ruang TV, dorm sudah sepi sepertinya yang lain sudah tidur.

 

“Hyung dari mana saja?” kata Siwon membuatku terperanjat dan  hampir terjatuh bersama Yeon Ji.

 

“kau ini membuatku terkejut saja” kataku dengan terengah-engah karena beban tubuh Yeon Ji di punggungku.

 

Siwon tampak terkekeh melihatku yang keberatan. “Sini biar aku saja yang menggendong Yeon Ji. Aku kasihan melihatmu hyung”

 

“Mwo? Enak saja, tidak akan. Aku akan membawanya dengan tenagaku sendiri” kataku pada Siwon. Enak saja dia ingin mengendong yeoja chinguku.

 

Siwon diam saja. Aku tau dari mimic mukanya dia heran kenapa aku membawa Yeon Ji ke dorm dalam keadaan tertidur malam-malam seperti ini. Tapi aku tidak menghiraukannya lagi, meninggalkan Siwon di tempatnya dengan rasa penasarannya.

 

Dengan perjuangan yang cukup besar, aku sampai ke kamarku. Kulihat disana Wookie sudah tertidur dengan pulas. Aku membaringkan Yeon Ji di tempat tidurku dan menyelimuti tubuhnya. Setelah itu aku mendekat ke tempat tidur Wookie. “Wookie..” aku menguncang-guncang tubuh Wookie.

 

“Wae hyung?” Tanya Wookie padaku dengan mata sipitnya yang masih terpejam.

 

“malam ini kita tidur di luar saja. Biarkan Yeon Ji memakai kamar kita” jawabku. Wookie mengertakkan otot-ototnya yang kaku dan berjalan keluar kamar dengan mata yang merem melek sambil memeluk bantal dan menarik selimutnya. Aku mengikuti Wookie di belakangnya. Di ruang TV Siwon masih menungguku, lebih tepatnya menunggu penjelasanku.

 

“Hyung kenapa Yeon Ji seperti itu? Kau apakan Yeon Ji?” tuduh Siwon padaku.

 

“Kau berbicara seperti itu seolah-olah aku telah berbuat yang macam-macam saja pada Yeon Ji. Dia tadi tertidur dimobil, jadi aku membawanya kesini saja” jawabku. Aku pun menyusul Wookie yang sudah terbaring di sofa meneruskan mimpinya yang sempat terganggu oleh ku. “ayo cepat tidur” perintahku pada Siwon sebelum aku benar-benar memejamkan mataku.

 

Yeon Ji POV

 

Cahaya menorobos masuk sehingga membuat kelopak mataku memanas, aku membuka mataku dan menutupnya kembali saat kurasa cahaya yang kuterima terlalu berlebih.  Aku membuka kelopak mataku perlahan, agar mataku bisa menyesuaikan diri. Aku melihat sekelilingku, aku mengenal tempat ini. Tapi kenapa aku bisa berada dan tidur disini? ini kan kamarnya Yesung oppa, jangan-jangan……..

“Andwe….”  Aku langsung beranjak dari tempat tidur dan berjalan keluar kamar.

 

Aku mengedarkan pandangan di setiap pelosok dorm, kenapa sepi sekali? Kulihat jam dinding ternyata sudah jam 7 pagi. Aku heran semua orang belum bangun atau sudah sibuk dengan aktivitas mereka masing-masing?. Aku terus berjalan hingga sampai ke ruang TV. ada Yesung oppa, Wookie oppa, dan Siwon oppa yang masih tertidur pulas di sofa.

 

Aku mendekati dan duduk di samping Yesung oppa yang masih terpejam, ku singkirkan rambutnya yang berantakan di wajahnya. Tiba-tiba Yesung oppa menarik tanganku tanpa bangun dari tudurnya. Aku mencoba melepaskan diri dengan hati-hati agar dia tidak terbangun. Tapi dia malah meraba wajahku, aku risih tanpa sadar aku malah mendorong kepalanya ke belakang. Yesung oppa terbangun.

 

“Yeon Ji-ah” dia menatapku heran.

 

“Oppa kau sangat menyebalkan, meraba wajah orang sembarangan saja” kataku manyun.

 

“Aku tidak sadar kalau telah meraba wajah orang” sahutnya polos.

 

“hhhuuuhhh, kalau kau tidak mengubah kebiasaan tidurmu yang buruk itu. Aku tidak akan mau menikah denganmu” kataku kesal, sambil berdiri ingin meninggalkannya.

 

Detik berikutnya Yesung oppa menarik tanganku dengan sedikit menghentakkannya hingga aku mendarat persis di atasnya, dia mengunci tanganku. “Jadi kau ingin menikah denganku?” katanya menggodaku.

 

Aku melepaskan diri. “memangnya siapa yang ingin menikah denganmu oppa” aku menyangkal. Aku tau kalau aku sudah melakukan  kesalahan karena sudah menyebut-nyebut soal nikah yang merupakan pembicaraan sensitive baginya apalagi umurnya memang sudah cukup untuk menikah. Huh dasar menyebalkan.

 

Yesung oppa tertawa dengan puas,  entah apa yang ditertawakannya. “Aku pulang” kataku cuek.

 

Yong Soon POV

 

“Aku tidak melihat Yeon Ji hari ini” kataku pada Heechul oppa. Ya aku memang pergi ke dorm tapi bukan untuk menemui Kyuhyun yang menyebalkan itu.

 

“Yeon Ji sudah pulang, semalam dia menginap disini” jawab Heechul  oppa dengan ringan sambil mengelap koleksi kacamata hitamnya.

 

Dia bilang Yeon Ji semalam menginap disini, bagaimana bisa? Bukankah kami mempunyai masalah yang sama dengan pasangan masing-masing karena pergi ke Mubank kemarin. “Yeon Ji menginap?” tanyaku.

 

“Ne, aku saja tidak mengerti. Bukankah kemarin Yesung emosional sekali ingin  menjemput kalian ke Mubank. Mereka memang pasangan yang aneh, aku saja tidak bisa membaca cara berhubungan mereka” jelas Heechul oppa panjang lebar.

 

Aku tidak menanggapi lagi kata-kata Heechul oppa, aku sibuk bermain dengan kucing yang sudah menjadi peliharaannya, aku memang sangat menyukai kucing bisa di bilang oleh sebab itu aku jadi akrab dengan Heechul oppa.

 

“Ayo ikut aku ke Inkigayo. Yang lain sudah kesana duluan” tiba-tiba Heechul oppa mengalihkan pembicaraan.

 

“untuk apa? Super Junior manggung hari ini? Aku tidak ingin kemana-mana” jawabku seadanya.

 

“Masa kau lupa, hari ini SM The Ballad tampil. Pokoknya kau harus ikut aku” Heechul oppa sudah menarik tanganku. Aku terkejut, dan berontak. Ke Inkigayo itu berarti aku bertemu dengan Kyuhyun yang menyebalkan itu. Aku tidak mau. Kekuatan Heechul oppa jauh lebih kuat dariku, dengan mudah dia menarikku dan mendorongku masuk ke mobilnya.

 

Di sepanjang perjalanan aku hanya manyun dan cemberut. Aku tidak ingin bertemu dengan Kyuhyun. Sesampainya di parkiran gedung, aku malas keluar mobil.

 

“Ayo keluar” perintah Heechul oppa padaku.

 

“Tidak mau”  jawabku cuek

 

“Apa perlu aku memaksamu?”

 

“aku tidak peduli, coba saja”

 

“kau keras kepala sekali, baiklah kalau begitu” Heechul oppa turun dari mobilnya, lalu membuka pintu mobil penumpang. Dia menarikku paksa, oh tidak……………….



“Oppa bukankah itu SoHee Wonder Girl?”  Tanyaku memastikan pada Heechul oppa yang berdiri di sampingku.

 

Dia langsung mengedarkan pandangannya begitu aku menyebut nama SoHee Wonder Girl. “Benar itu SoHee. AAiiisshhh kenapa harus ada kesempatan di tengah kesempitan seperti ini” gumamnya pada diri sendiri.

 

“Aku tau perasaanmu oppa, sebaiknya kau hampiri dia” kataku mencoba membujuk Heechul oppa agar aku tidak perlu ikut dengannya ke Back Stage studio tempat Kyuhyun dan SM The Ballad akan tampil.

 

“Tidak sekarang, aku tidak akan membiarkan kau kabur. Aku bisa membaca akal bulus mu Yong Soon-ah” jawabnya dingin padaku. Dasar orang tua, gerutuku dalam hati.

 

Aku masih melihat Heechul oppa dari ekor mataku, dia tampak tersenyum entah apa yang membuatnya tersenyum penuh arti seperti itu. “Taemin-ah” teriak Heechul oppa.

 

Aku terkejut, dia memanggil nama Taemin? Apa Taemin sedang berada disini juga? Aku segera mengedarkan pandanganku, kuikuti arah pandang Heechul oppa. Dan benar saja, aku melihat Taemin sedang berjalan sendirian menoleh dan menghampiri aku dan Heechul oppa. Taemin tersenyum dengan senyum polosnya pada kami.

 

“Bisakah aku meminta bantuanmu?” Tanya Heechul oppa pada Taemin.

 

“apa yang bisa aku bantu hyung?” Tanya Taemin sebaliknya.

 

“Tolong antarkan Yong Soon ke Back Stage di studio tempat SM The Ballad akan tampil. Aku ada urusan sebentar, aku takut Yong Soon malah akan tersesat dan tidak sempat menonton penampilan mereka” Heechul oppa menjelaskan panjang lebar pada Taemin.

 

“Tentu saja hyung. Kebetulan aku juga ingin melihat penampilan mereka” jawab Taemin.

 

“Gomawo Taemin-ah” Heechul oppa tampak berseri-seri dan menepuk bahu Taemin pelan. Kemudian dia berlalu meninggalkan kami, sepertinya dia mengikuti SoHee. Dasar Heechul oppa.

 

“Yong Soon-ah kajja” ajak Taemin padaku, kali ini aku tidak punya alasan untuk menolak. Disampingku adalah seorang Lee Taemin, sebelumnya aku tidak membayangkan akan masuk ke studio Inkigayo bersama dengan Taemin.

 

Aku berjalan beriringan dengan Taemin di sampingku. Aku terlalu kaku, aku tidak bisa berbuat banyak di dekat Taemin. Kami telah berjalan menyusuri beberapa koridor, dan menaiki tangga.

 

“Minhae” bisik Taemin padaku, dia mencoba untuk memulai pembicaraan.

 

“nnddee??” tanyaku memastikan, aku tidak bisa mendengar suaranya dengan jelas.

 

“Mianhae” kata Teamin lagi, kali ini dengan lebih jelas.

 

“Untuk apa?” tanyaku heran.

 

“Untuk kejadian di Mubak tempo hari. Maaf sudah membuatmu bertengkar dengan Kyuhyun hyung” jawabnya.

 

“Gwenchana Taemin-ah. Aku dan Kyuhyun tidak apa-apa, buktinya aku kesini untuk menontonnya” jawabku sambil memamerkan sederet gigiku.

 

“Baguslah kalau begitu, aku kira aku sudah mengacau hubunganmu dan Kyuhyun hyung” Teamin ikut tersenyum lega. Mianhae Taemin aku sudah berbohong. Mana mungkin aku berkata jujur kalau itu akan membuatkan tambah merasa bersalah, gumamku dalam hati.

 

“Kita sudah sampai, kau tinggal masuk ke ruang nomor dua itu saja. Aku harus segera menyusul Key hyung, Onew hyun dan Min Ho hyung di tempat parkir, mereka sudah mengirim sms padaku. Mianhae tidak bisa mengantarmu sampai kesana Yong Soon-ah”

 

“Ne gwenchana Taemin-ah. Gamsahamnida” sahutku. Taemin tersenyum dan membungkuk padaku, lalu dia berbalik meninggalkanku.

 

Aku ragu ingin masuk kesana atau tidak, aku masih berdiri di tempatku. Aku tidak akan kesini kalau bukan karena Taemin. Rasanya aku ingin kabur, sekarangkan tidak ada lagi yang akan memaksaku masuk. Kali ini aku yakin dengan keputusan yang aku akan aku ambil. Aku berbalik, tapi aku begitu terkejut di belakang sana sudah ada Ki Bum oppa. Apa aku tidak salah lihat? Masa aku melihat Ki Bum oppa disini, bukankah dia sedang berada di luar negeri. Aku tidak menghiraukan khayalanku itu, aku berjalan dengan santai melewati orang yang mirip Ki Bum oppa itu. Tapi orang itu menarik tanganku, aku menoleh menatapnya heran.

 

“kau cuek sekali padaku, masa kau tidak menyapaku sama sekali” kata orang itu, aku masih diam di tempatku. “Aku ini Ki Bum, cepat sekali kau melupakanku Yong Soon-ah” dia tersenyum menyindir.

 

“jadi benar kau Ki Bum oppa? Astaga kapan kau pulang ke Korea oppa, lama sekali tidak melihatmu” aku antusias sekali setelah kurasa ini bukanlah mimpi.

 

Ki Bum oppa tertawa melihat tingkahku, “Aku pulang semalam, semalam semua orang sedang berkumpul di dorm tapi aku tidak melihatmu” jawab Ki Bum oppa. Aku terdiam, semalam aku memang tidak ke dorm karena aku tidak ingin bertemu dengan Kyuhyun yang menyebalkan itu.

 

“Sudahlah, kenapa diam saja disini. lebih baik kita ke dalam memberikan semangat pada Kyuhyun, dan yang lain yang akan tampil. Kau kesini juga pasti ingin memberinya semangatkan?” Ki Bum oppa langsung menarik tanganku sehingga tidak memberiku kesempatan untuk menyangkal. Bagaimana ini? Padahal aku tidak ingin bertemu dengan Kyuhyun. Tapi aku hanya pasrah sekarang.

 

“Annyong yorobun” sapa Ki Bum oppa pada semuanya, tidak hanya SM The Ballad tapi oppadeul Super Junior juga sedang disini. “Kyu lihat aku kesini membawa siapa?” kata Ki Bum oppa pada Kyuhyun, Kyuhyun hanya melirik selintas ke arahku dan Ki Bum oppa. Lalu embali konsentrasi dengan  PSPnya. Aku kesal sekali melihat tingkahnya itu.

 

“Yong Soon-ah ayo kesini” panggil Teuki oppa padaku.sambil tersenyum.

 

“aku pergi saja oppa. Sepertinya kedatanganku kesini tidak akan berpengaruh” kataku

 

“eehheemm” kyuhyun berdeham.

 

“Jangan begitu Yong Soon-ah” sahut Kangin oppa. Detik berikutnya Kangin oppa sudah menarik tanganku agar bergabung dengan mereka.

 

“Dimana Heechul hyung? Bukankah katanya kau pergi bersama Heechul hyung?” Tanya Sungmin oppa.

 

“Heechul oppa sedang ada urusan. Dari tempat parkiran aku di antar Taemin sampai kesini, lalu aku bertemu dengan Ki Bum oppa” jawabku pada Sungmin oppa dengan menekankan nama Taemin. Semuanya terdiam begitu aku menyebutkan nama Taemin, mereka semua melirik kearah Kyuhyun, tapi aku tidak peduli. Aku melihat JongHyun oppa sedang berlatih vocal sambil berekspresi, aku menghampiri JongHyun oppa.

 

“Oppa annyong” sapaku pada JongHyun oppa begitu berdiri persis di sampingnya.

 

“Annyong Yong Soon-ah” JongHyun oppa tersenyum padaku

 

“sepertinya Taemin, Key oppa, Onew oppa dan Min Ho oppa juga akan menonton. Tadi Taemin bilang mereka sudah ada di tempat parkir dan meminta Taemin menjemput mereka” aku memberi tahu JongHyun oppa.

 

“Ternyata begitu, kenapa aku sama sekali tidak di beritahu oleh mereka?” JongHyun oppa menanggapi sambil menggaruk-garuk kepalanya tidak jelas. aku yakin itu tidak gatal.

 

BRRAAAKKK

Terdengar suara kursi yang terjatuh. Kyuhyun berdiri dari duduknya dan mengakibatkan  kursi terhempas dengan gerakannya. Dia menatapku tajam.

 

“Sebenarnya apa mau mu kesini Yong Soon-ah? Kalau kau ingin menemui Taemin mu sana temui dia. Tidak usah berada di hadapanku” Kyuhyun membentakku, aku tidak pernah melihatnya membentakku seperti ini walaupun kami sering bertengkar.

 

“Aku tidak bilang kalau aku kesini ingin melihat Taemin. Jadi apa masalahmu sekarang, bilang saja kau tidak ingin melihatku disini dan ingin mengusirku. Tidak usah mencari-cari alasan Cho Kyuhyun. Baik, aku akan pergi dari hadapanmu sekarang, kalau perlu aku tidak akan pernah berdiri di hadapanmu lagi” balasku pada Kyuhyun yang berdiri menegang tepat di hadapanku. Aku bisa merasakan kalau mataku memanas. Aku berbalik hendak meninggalkan ruangan ini, tapi sesuatu menahanku…..

 

Advertisements

4 thoughts on “FF: Our Secret Part 8

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s