FF: Our Secret Part 6

Cast       :

1.  All of Super Junior member as theirselves

2. Choi Yong Soon

3. Choi Yoon Yang

4. Shin Rae Bin

5. Choi Je Ri

6. Min Hee Yeon

7. Shin Hyo Soo

Genre   : Friendship, Romance, something that doesn’t make sense..kekekeke~

Rating   : General *can be changed..it’s up too author  about what their story will be made ^^*

Disclaimer           : Kyuhyun belongs to Choi Yong Soon, Yesung belongs to Choi Yoon Yang, Eunhyuk belongs to Shin Rae Bin, Hangeng belongs to Min Hee Yeon, Donghae belongs to Shin Hyo Soo, Ryeowook  belongs to Choi Je Ri and the rest it’s up to you..kekekeke~

 

Part 6 => Shin Rae Bin

 

Hee Yeon POV

Sesampainya aku di dorm, aku melihat segerombolan orang berkumpul diruang tengah tepatnya di depan TV sambil berbincang-bincang, entah apa yang mereka bicarakan. Aku menuju tempat dimana orang-orang itu berkumpul dengan tangan Hannie yang masih bersarang dipinggangku.

 

“Annyong” sapaku memasuki dorm

 

“Eonnie” Rae Bin langsung beranjak dan memelukku.

 

“kenapa lama sekali datangnya, aku sudah bosan sekali. Jangan bilang kau dan Han oppa tadi berlatih dulu sebelum kesini. Bagaimana latihannya, sudah bisa?” katanya panjang lebar.

 

Aku menjitak lembut kepalanya, untung mukaku tidak memerah seperti waktu itu. Dia memang paling jahil namun dialah dongsaeng yang paling sering kurindukan akan kejahilannya. Terlihat muka kusut dari Yesung dan Kyuhyun oppa. Belum sempat aku bertanya Yesung oppa sudah  berteriak histeris saat melihat TV. Oh,, aku baru mengerti mengapa muka mereka seperti itu tidak jauh-jauh dari kecemburuan. Haaahhh,,, untung saja Hannie dan aku pasangan yang adem ayem saja.

 

“Haah,, pusing. Hannie kita ke dalem ajah yuk!” ajakku yang tiba-tiba merasa tidak enak badan.

 

“engh.. ya sudah kajja.” Dengan tangan yang masih tetap bersarang di pinggangku, Hannie menuntunku masuk kedalam dorm.

 

“Haneul.. gwenchanayo?” tanya Hannie dengan meletakkan tangan kanannya di keningku.

 

“molla Hannie, tiba-tiba saja aku merasa,,,,,,,,”

 

HOEEK.. HOEEK….

 

Wookie POV

“chagiya,, sepertinya kita kehabisan bawang bombay dan pittersally. Aku tidak menemukannya disini.” Kataku sambil mengaduk-ngaduk isi lemari es mencari kedua benda tersebut.

 

“haaah??  aku baru membelinya 2 hari yang lalu chagi, masa sudah habis?” tanyanya tak percaya.

 

“coba  saja kau cari sendiri kalau tak percaya.” Sungutku.  Je Ri menghampiriku dan mencoba mencari benda tersebut dengan kondisi lemari es yang sudah berantakan karena ku acak-acak. “gimana? Gag ada kan?” tanyaku lagi memastikan bahwa ku benar.

 

“iyah kok gag ada yah? Kemana perginya yah? Oppa? Apa ada pencuri yang menyelinap masuk?” tanyanya polos ditambah lagi ekspresi imut yang ia keluarkan menggodaku ingin mencubitnya.

 

“AAWWWW…” jeritnya “oppa sakit tauuu.. kenapa dicubit sih? Emang aku salah apa?” tanyanya lagi dengan bibir mengerucut 5cm.*O.O*

 

“dasar Je Ri BABO… mana ada pencuri yang mau mengambil bawang bombay dan pittersally.” Kataku dengan penekanan kata babo.

 

“engh.. oh iya ya..” katanya sambil menggaruk-garuk kepala bagian belakang yang ku yakin tidak gatal sedikitpun

 

“Aha,, Shindong oppa,, dimana dia?” tambahnya lagi dengan mengedarkan pandangan keseluruh ruangan.

 

“entahlah, ada apa memang dengan shindong hyung??” belum sempat menjawab pertanyaanku, dengan kilat Je Ri pergi meninggalkanku mencari Shindong hyung. Entah apa yang ada di pikirannya saat ini, aku juga tak mengerti.

 

Eunhyuk POV

“Yaaaaaahhhhh,, ayo cepet masukin,, itu sedikit lagi.. aduuuuuuuuhhhhhh….” aku terkekeh kecil melihat tingkah yeojachinguku, ku perhatikan setiap liku wajahnya, sangat manis dan menggemaskan. Walaupun dia sedikit cuek dan terkadang sangat kasar kepadaku namun aku sangat menyayanginya. Entah apa yang ada pada dirinya hingga aku bagaikan besi yang menempel pada kutub magnet. *hhaha bahasanya*

 

“chagi,, ikut aku yuk!” ajakku membuyarkan konsentrasinya yang sedang menonton pertandingan sepak bola korea melawan indonesia.

 

“haah.. mau kemana?” tanyanya dengan tidak mengalihkan pandangannya dari layar kaca.

 

“sudah ayo ikut ajah,,” kutarik tangan mungilnya dengan genggaman lembut yang ku berikan.

 

“mau kemana sih? Tadi kan pertandingannya belum selesai.” Protesnya dengan memperlihatkan pipi tembemnya menggembung seperti ikan kembung. Aku gemas melihatnya, ingin sekali aku mencium kedua pipinya namun ku tahan niatku hingga tiba waktunya. aku terus membawanya keluar dorm tanpa menjawab pertanyaannya.

 

“iihhh,,, mau kemana sih?? Kok keluar? Dingin hyukie, aku gag pake baju hangat.” Protesnya lagi, oh iya,, aku lupa kalo sekarang sedang musim dingin. Untung ada baju hangat Heechul hyung yang ku pinjam saat itu di mobilku.

Sesampainya dimobil aku langsung mengambil baju hangat dan kukenakan dibadan Rae. “gimana? Hangat kan? Tanyaku dengan hiasan sebuah senyuman. Ia hanya menganggukkan kepalanya dengan senyuman manis yang tersimpul dibibir merahnya.

 

“kita mau kemana Hyukie??” tanyanya untuk yang kesekian kali dan kini sepertinya dia sudah sangat kesal padaku karena tak ada pertanyaannya yang ku jawab.

 

“Emmmmmpppphhh…..” kukecup sekilas bibir merahnya, dengan cepat wajahnya tertunduk dan tampak jelas rona merah dipipinya. “nanti juga kau tahu.” Jawabku singkat dan langsung kutancapkan gas.

 

Yong Soon POV

@back stage

“Yeon Ji~ya,, mana Taemin?? Katanya kau mau mengajkku menemuinya?” protesku sambil memutar kedua bola mataku menyusuri back stage ini mencari sesosok Taemin.

 

“ayo kita keruang gantinya saja. Siapa tahu dia ada disana.” Ajakknya dengan menyeret tanganku menuju ruang ganti Shinee. ‘memangnya boleh yah nyamperin sampai ruang ganti? Bukannya hanya kru saja yang bisa masuk kesana?’ batinku, namun aku tak melawan ajakannya.

Benar saja, sesampainya disana aku melihat seluruh anak-anak Shinee sedang berkumpul setelah performs tadi.

 

“annyeong Taemin.” Sapa Yeon Ji dan langsung menghampiri Taemin yang sedang duduk di kursi rias, menghapus make up-nya.

 

“hai,, annyeong Yeon Ji. Kau datang ternyata?” sapanya balik. Aku masih terpaku berdiam diri terpesona melihat ketampanan Taemin. OMO… hari ini dia aegyo sekali. Tanpa kedipan sedikitpun, aku terus memandanginya. Yaahh,, walaupun aku sudah lama kenal dengannya tapi tetap saja tidak mengurangi rasa canggungku ketika berhadapan langsung dengannya. Bahkan aku sering salah tingkah didepannya. Berbeda sekali bila aku sedang bersama Kyuhyun.

 

“pasti lah aku datang, apalagi kan Gi Kwang juga perform. Aku takkan melewatkan event apapun kalo ada Gi Kwang juga disana. Hhehehe” dengan asiknya mereka berdua berbincang-bincang.

 

“13+2@#$%^^&*().()_=.. iya gag Yong Soon?? hei Yong Soon,,” panggil Yeon Ji dengan menggoyang-goyangkan kedua telapak tangannya di depan mukaku, berusaha menyadarkanku.

 

“ah,, eh,, iya kenapa??” tanyaku pada Yeon Ji dangan salah tingkah sesadarnya aku dari lamunanku.

 

“yeeeyyy,, dia malah bengong. Udah sana ngobrol sama Taemin, tuh orangnya. Aku mau menemui Gi Kwang dulu.” Jelasnya dan  langsung meninggalkanku. Sesaat ku menoleh kebelakang untuk menghentikan kepergian Yeon Ji, baru kusadari kalau kini aku hanya tinggal berdua dengan Taemin. Tiba-tiba dadaku berdegup kencang, ‘ada apa denganku? Kenapa jadi deg-deg-an seperti ini, sepertinya kalau dengan Kyuhyun aku tidak pernah merasa begini. Apa karena aku sangat mengaguminya?’ pikirku.

 

 

Kyuhyun POV

Mendadak perasaanku menjadi tidak enak seperti ini. Ada apa ini? Apa terjadi sesuatu dengan Yong Soon?

Sesampainya disana aku dan Yesung hyung langsung mencari keberadaan Yong Soon dan Yeon Ji. Dimulai dari mencari disekitar bangku penonton kami mencari mereka, bertanya satu-satu kepada kru karenaYeon Ji berasal dari kalangan atas maka kami yakin banyak kru yang mengenalnya, namun kami belum juga menemukan mereka. Hingga akhirnya kami bertemu dengan Minho Shinee di lorong-lorong back stage.

 

“Hyung..” sapanya pada kami.

 

“Hei Minho.” Sapaku balik begitu juga dengan Yesung hyung.

 

“ada apa kalian kemari?” tanyanya

 

“kami sedang mencari Yeon Ji dan Yong Soon, apa kau melihatnya?” jawab Yesung hyung dengan nada bicara sedikit tinggi karena bercampur dengan amarah yang dari tadi ia pendam.

 

“oh,, iah mereka ada di ruang ganti kami.” Mendengar itu aku langsung diam terpaku, pikiran tak jernih pun langsung bersarang di otakku. Tanpa menunggu lama lagi aku berlari menuju ke ruang agnti Shinee diikuti dengan yesung hyung dibelakangku. Minho menatap heran kepadaku dan Yesung hyung.

 

BRAAAAKKKKKKK…

 

Aku memasuki ruangan itu dimulai dengan suara dobrakkan pintu. OMO pemandangan apa ini?? O.O

Aku dikagetkan dengan pemandangan yang menurutku tak wajar untuk seorang yeoja yang sudah mempunyai namjachingu. Terlihat ekpresi kaget dari mereka berdua melihat kedatanganku. Yesung hyung yang tak melihat adanya tanda-tanda kehidupan Yeon Ji disana kembali berputar mencari bocah satu itu.

 

“apa yang sedang kalian lakukan disini?”tanyaku dengan nada bicara meninggi.

 

“Kyuu… “jwabnya terbata-bata.

 

“tak kusangka kau melakukan ini padaku. Apa pantas seorang yeoja yang sudah mempunyai namjachingu berbuat seperti ini?” tanyaku dengan amarah yang memuncak.

 

“Kyuu,, ini tak seperti yang kau kira. Dengarkan dulu penjelasanku.” Ujarnya berusaha memberikan penjelasan padaku.

 

“penjelasan apa lagi yang kan kau berikan? Sudah jelas-jelas aku melihatnya sendiri. Posisi duduk dengan mata terpejam dan dia berada dihadapanmu. Apa lagi yang akan kau jelaskan semuanya sudah jelas.” Bentakku dengan suara semakin tinggi, mungkin suaraku ini bisa mengalahkan kauliatas suara Maria Carey yang 8 oktaf itu.

 

Yeon Ji POV

“hhahahahahah,,, oppa kau sangat lucu. Perutku sampai sakit.” Aku tak henti-hentinya tertawa karena lalucon yang dibuat Gi Kwang oppa. Namun setelah sadar, aku melihat Sungie oppa berdiri di depan pintu ruang ganti Gi Kwang oppa dengan tatapan membunuh.

 

“Yesung oppa..” kataku pelan. Gi Kwang oppa yang mendengar perkataan ku pun menoleh kebelakang.

 

“Haii,, Yesung!” sapanya, namun terlihat tidak ada niatan baik dari Sungie untuk menyapa balik Gi Kwang oppa.

 

“ayo pulang.” Ujarnya seraya menarik tanganku keluar.

 

“apo,, apo oppa.” Ringisku, namun sepertinya ia tidak menghiraukanku. Ia terus saja menarikku keluar dengan langkah yang kian cepat hingga aku keteteran untuk mengimbanginya.

 

 

Hyo Soo POV

Cause you are so beautiful

Let me gasp against your lips, to say this phrase, “I love you”

Cause you are so beautiful

Just stay by my side (you belong only to me)

My beautiful, my beautiful, oh oh

It’s fine if time stops like this; it’s fine if we grow old

I love you, I love you, thank you, thank you

Occasionally, when there is a quarrel

I will cry as I kiss your lips

(english version)

 

Seuntai lirik diikuti dengan nada yang indah menghiasi hatiku hari ini. Ditambah dengan kecupan mesra di ujung tanganku menandai berakhirnya lagu tersebut.

 

“…….” hanya tundukan malu yang dapat ku lakukan, untuk menunjukan isi hatiku.

 

“bagaimana chagiya? Kau suka?” tanyanya yang masih memegang tanganku.

 

“sangat indah oppa, aku suka.” Jawabku lembut. Sejenak Donghae oppa menatapku lekat-lekat dan mulai memajukan wajahnya,, dekat,, dekat dan semakin dekat hingga kini hanya ada beberapa centi saja jarak antara wajah kami. Aku mulai memejamkan mataku dan tangannya mulai bergerak memegang lekuk leherku dan menariknya hingga tak ada jarak diantara kami berdua.

 

“Yaaaaaaaaa~ Shindong oppa.”

 

“mianhae Je Ri~ya, saat itu aku sedang sangat lapar. Ketika membuka lemari es hanya itu yang ku temukan. Ya sudah ku makan saja bawang bombay dan pittersallynya sebagai pengganjal perutku.”

 

Terdengar suara teriakan dari kamar Shindong oppa dan ku yakin itu adalah suara cempreng Je Ri. Aku yang mendengarnya langsung tersadar dan dengan cepat bergeser memberi jarak.  Lagi-lagi mereka ribut, pasti karena bumbu dapur yang dijadikan cemilan lagi oleh Shindong oppa. Ini sudah yang kesekian kalinya dalam jangka waktu 1 minggu, Je Ri mengamuk hanya karena bumbu dapur yang dicuri. Terkadang dia memang sangat perhitungan, apa lagi menyangkut masalah dapur.

 

“aiiisssshhhhh,,, jinca Shireo. Ada apa sih bocah itu menggangu keromantisan saja. Padahal sebentar ladi dapet tuh.” Umpat Hae oppa. Terlihat jelas rasa penyesalam dalam matanya.

 

“chagiya kita pindah aja yuk! Cari tempat yang lebih aman. Lanjutin yang tadi” ajaknya, aku yang masih malu dengan wajah menunduk mengambil uluran tangannya dan mengikuti langkahnya.

 

Hankyung POV

Badannya bergetar, lemas tak bertenaga. Ya Tuhan ada apa dengannya?? Sudah berkali-kali ia keluar masuk kamar mandi.

 

“chagiya,, gwenchanayo?? Da apa denganmu?” teriakku dari luar memastikan keadaannya di dalam.

 

HOEEK.. HOEEK..

 

Dia muntah untuk yang kesekian kalinya. Aku tak tega melihatnya seperti itu. Kemudian dia keluar dengan wajah lusuh yang di penuhi keringat.

 

“ada apa denganmu?” tanyaku yang langsung membopongnya ke kamarku.

 

“aniyo Hannie, tiba-tiba aku merasa mual.” Jawabnya tak bertenaga.

 

“kita kedokter aja yah? Aku sangat khawatir dengan keadaanmu.” Kataku lembut.

 

“gag usah Hannie, mungkin aku cuma kecapean. Aku hanya butuh istirahat.” Jawabnya dengan nada suara yang hampir tak terdengar.

 

Aku membawanya kekamar, sesampainya disana ku baringkan tubuhnya di ranjang mini milikku. Perlahan matanya terpajam. Ku tatap wajahnya, Ku usap lembut rambutnya yang terurai indah. Ku kecup hangat keningnya dan ku peluk tubuhnya agar ia merasa sedikit nyaman. Aku tak kuasa melihatnya seperti ini. Kubiarkan ia terlelap dan aku terus berada disampingnya dengan memegang tangannya yang indah.

Advertisements

3 thoughts on “FF: Our Secret Part 6

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s