FF: LOVE’S WAY – TALK TO YOU

 

Cast:

1. All of SHINee member

2. Choi Hye Jin

3. Shin Hye Jin

4. Super Junior member

Genre: Friendship and Romance, there’s sad scene also…hehehehe

Rating: General

Disclaimer: Taemin is mine..Only mine..kekekeke

4. TALK TO YOU

Hye Jin POV

Sudah 2 bulan aku tinggal disini dan sedikit demi sedikit aku sudah mampu beradaptasi. Aku senang banyak orang di sekelilingku yang membantuku untuk dapat betah tinggal disini. Hyo Jin adalah yang terbaik, dia adalah sahabatku yang paling baik. Hari ini Hyo Jin mengajakku untuk membeli Hanbok, baju tradisional khas Korea

”Yang ini saja?”katanya sambilmenyodorkan sebuah hanbok warna biru dan putih.

Aku mengambilnya dan mengamatinya sebentar. Bentuknya aneh, aku pernah melihatnya dulu waktu liburan kesini tapi apa seeprti ini yang kulihat dulu ya. Bagaimana cara memakainya?Ajku jadi ingat minggu di klub drama, seluruh anggota klub menertawakanku karena tidak tahu mana yang namanya hanbok, saat itu kami sedang mendiskusikan pementasan yang akan diadakan bulan depan dimana temanya adalah Korea jaman dulu dan mereka menyuruhku mengambil hanbok  tapi aku salah mengambil dan mereka menertawakanku. Sejak saat itu, Heechul Sunbae, Eunhyuk Sunbae dan Donghae Oppa mengajariku budaya korea dari awal. Sedikit aneh belajar bersama mereka, banyak yang tidak masuk akal, dan saat kutanya pada Hyo Jin, dia hanay tertawa dan bilang bahwa aku di tipu oleh mereka. Mulai detik itu aku berhenti belajar dari mereka dan sepertinya mereka merasa bersalah telah menipuku dan mulai saat itu mereka tidak berani lagi mempermainkanku.

”Aku suka yang itu…”tunjukku ke salah satu hanbok yang berwarna merah dan kuning.

”Baiklah…yang itu juga bagus…”sahut Hyo Jin sambil berjalan mengambilnya.

”Yang ini saja?”tanya pelayan toko itu.

”Ne..”jawabku.

Aku mengelurakan sisa tabungan terakhirku yang aku bawa dari Amerika. Hufft sepertinya aku harus buru-buru mencari kerja part time, aku tidak mau merepotkan ibu. Bekerja sebagai pelayan di sebuah toko tentu tidak cukup jika aku ingin membeli barang-barang kebutuhanku. Untung hukumanku sudah dicabut sekarang aku sudah boleh pergi sendirian tidak perlu dengan Hyo Jin lagi. Mungkin aku akan mencari waktu yang tepat jangan sampai ada yang tahu aku kerja part time.

”Mau makan dulu atau langsung pulang?”Tanya Hyo Jin begitu kami keluar dari toko.

”Uangku habis…”jawabku.

Memang uangku sudah habis ternyata habok itu cukup mahal kalau bukan karena ada festival disekolah mungkin aku tidak akan membelinya karena sebenarnya aku menabung untuk membeli sebuah kamera yang sangat aku inginkan tapi sekarang aku harus menabung dari awal lagi.

”Aku yang traktir…”

Hyo Jin langsung menarik tanganku dan membawaku mencari restaurant. Di jalan kami berpapasan dengan Key, sejak kejadiaan itu kami tidak pernah saling berbicara kecuali hal-hal penting seperti di sekolah selebihnya tidak pernah bahkan aku lupa aku sekelas dengannya saking tidak pernahnya kami berbicara. Dia hanya tersenyum tipis dan berlalu.

”Sombong sekali dia…”kata Hyo Jin.

”Ya..”jawabku asal.

”Kau masih kesal padanya?”Tanya Hyo Jin begitu kami sampai di salah satu restaurant.

”Annyong…aku sudah melupakan kejadian itu kok…”Jawabku.

”Tapi kenapa kalian masih seperti itu….diam-diaman…”Tanyanya lagi.

”Ah tidak juga…ayo makan..”seruku begitu makanan yang kami pesan sudah sampai.

Aku malas harus membahas hal itu, sebenarnya kejadian itu sudah berlalu 2 bulan yang lalu dan aku pun telah melupakannya bahkan besok harinya pun aku sudah biasa- sebenarnya masih kesal-tapi dia yang malah aneh sejak kejadian itu dia terus menghindariku dan tidak mau bicara denganku. Aneh sekali harusnyakan aku yang menjauhinya bukan dia yang menjauhiku. Sudahlah aku tidak peduli, bukan aku yang salah. Aku melahap kimchi ku dengan semangat karena kimchi adalah makan korea kesukaanku.

”Pelan-pelan..”

Hyo Jin menasehatiku yang makan terburu-buru. Setelah menghabiskan makanan kami pun pulang naik bis. Aku duduk di dekat jendela sementara Hyo Jin sibuk beretelepon entahlah dengan siapa. Tiba-tiba hp-ku berbunyi dan sebuah nomor yang tidak ku kenal masuk. Siapa ini?

”Yoebohaseo…”seruku.

”Pardon me…”

Aku kaget mendengar siapa yang menjawab itu suara yang ku kenal, itu ayah. Buru-buru aku tutup teleponnya, aku tidak mau berbicara dengan ayah. Aku ingin melupakannya, aku begitu membencinya karena dia telah menyakiti ibu dan aku. Kenapa dia harus menghubungiku lagi, padahal waktu di Amerika tidak pernah sekalipun dia menghubungiku. Aku memasukan HP ku ke dalam tas dengan kasar.

”Ada apa Hye Jin?”tanya Hyo Jin begitu melihatku memasukan Hpku dengan kasar ke dalam tas.

”Andwe..”Jawabku lalu mengalihkan pandanganku ke luar bis.

Kenapa ayah bisa tahu nomor baruku?

Key POV

Kenapa aku bisa bertemu dengannya di tempat itu? Padahal sudah sebulan ini aku menghindarinya. Aku sudah tidak pernah bicara lagi dengannya selama ini.Sepertinya dia masih marah padaku buktinya dia tidak membalas senyumku. Sudah sebulan ini aku berusaha untuk melupakannya tapi bukannya lupa aku malah semakin menyukainya. Aku selalu ingin tahu apa yang dia kerjakan meski dengan sembunyi-sembunyi.

”Keya….daritadi kau termenung terus?”tanya Yu Ri .

”Andwe..”Jawabku.

Hye Jin POV

”Wah kau cantik sekali Hye Jin…”puji Hyo Jin begitu aku memakai hanbok yang tadi aku beli.

”Kau cantik sekali seperti ibumu…”puji nenek.

Cantik darimana?aku merasa aneh sekali memakai baju ini. Hyo Jin menarikku ke kamar dan menyuruhku melihat cermin.

”Benar kan kau cantik sekali…”sru Hyo Jin.

Aku memperhatikan diriku di cermin. Hmm, tidak buruk juga tapi tetap saja aku merasa risih memakainya karena membuatku susah berjalan.

”Jadi begitulah cara memakainya…aku tidak sabar melihatmu memakainya pada saat festival…”Lanjut Hyo Jin sambil membetulkan ikatannya.

”Ah…aku tidak mau datang…aku akan berpura-pura sakit saja…aku merasa aneh memakai ini…”

Hyo Jin terkekeh melihatku mengeluh mengenai hanbok ini. Hah, aku tidak bisa membayangkan bagaimana aku memakai ini ke sekolah. Pasti sangat aneh. Aku mendesah perlahan.

”Kau harus datang…Taemin pasti akan kagum padamu…”

Dia mulai lagi, selalu saja setiap ada kesempatan pasti dia akan meledekku. Kenapa sih Hyo Jin ini, aku kan hanya berteman dengannya. Lagipula dia tidak mungkin menyukaiku. Aku jadi ingat kejadian minggu kemarin disekolah, waktu itu aku pergi ke perpustakaan untuk mengembalikan buku yang aku pinjam, sampai disana aku melihat Taemin sedang membaca buku, aku berniat menghampirinya tapi tiba-tiba ada seorang gadis yang menghampirinya gadis yang dulu menghampirinya di tempat parkir kemudian duduk disampingnya dan mereka pun tertawa bersama.

”Hufft…”aku jadi sedih lagi mengingati itu.

”Kenapa?”tanya Hyo Jin yang melihatku cemberut.

”Andwe…”Jawabku sambil melepaskan hanbok itu.

Pagi itu aku sampai di sekolah sangat pagi, begitu aku masuk ke dalam aku hanya melihat satu orang disana yaitu Key. Dia sedang duduk di kursinya sambil membaca buku. Sebaiknya aku masuk perlahan-lahan agar dia tidak mengetahuinya, sepertinya dia sedang asyik dengan buku yang dibacanya. Aku merasa semakin sulit berkomunikasi dengannya sejak saat itu, makanya aku takut kalau dia melihatku masuk apa yang harus aku lakukan?menyapanya?ya ampun kapan terakhir kali aku menyapanya?pasti akan sangat aneh jika aku langsung menyapanya setelah begitu lama tidak pernah berbicara. Aku berjalan perlahan-lahan menuju mejaku, untunglah mejaku berada di belakang jadi aku berjalan di sisi kelas menuju mejaku. Sial, aku malah kepentok meja. Auww, sakit! Key berhenti membaca buku dan melihat ke arahku. Apa yang harus aku lakukan?menyapanya?aku berusaha tersenyum(senyum yang dipaksakan lebih tepatnya karena kakiku sangat sakit). Key menghampiriku.

”Kau tidak apa-apa?”tanyanya.

”Andwe…gwenchana….”jawabku mencoba tersenyum namun aku masih meringis sedikit karena kakiku benar-benar sakit.

Dia mengalihkan pandangannya ke kakiku, OMO kakiku berdarah. Aduh aku tidak kuat melihat darah!jangan sampai aku pingsan disini. Aduh kepalaku mulai pusing.Tiba-tiba Key menarik tanganku. Apa yang akan dia lakukan? Aku berusaha menolaknya tapi dia malah terus berusaha menarik tanganku dan membantuku berjalan sampai mejaku.

”Tunggu disini…”katanya sambil berjalan keluar kelas.

Aduh darahnya mengalir!aku tidak sanggup melihatnya. Apa aku akan pingsan, aduh memalukan sekali kalau aku pingsan disini. Aku menutup mataku. Tiba-tiba aku merasakan lukaku di sentuh oleh kapas dingin.

”Auu!”teriakku.

”Sakit?”tanyanya.

Aku mengangguk perlahan. Ternyata Key sedang mengobati lukaku. Aku mengamatinya mengobati lukaku, terkadang aku meringis jika dia mengusapkan alkohol ke lukaku.Aku tidak percaya ternyata di balik kekasarannya , dia bisa juga berbuat baik.

”Ternyata cewek yang kukira kasar ini takut dengan darah?”

Dia tersenyum sambil terus mengobati lukaku. Hah, kukira dia tulus mengobatiku ternyata dia berniat mengejekku juga, pikiran ku salah mengatakan dia baik.

”Ya!kalau tidak mau mengobati tidak usah mengejekku segala!”seruku.

Dia tertawa sebentar dan kemudian diam.Dia menempelkan plester di lukaku.

”Mianhe…”katanya.

Apa maksudnya?aku jadi ikut terdiam dan suasananya mulai tidak enak.

”Mianhe…untuk semua yang sudah aku lakukan padamu…”lanjutnya.

Aku mendesah dan mulai berbicara.

”Ne…tidak apa-apa…aku sudah melupakannya…lagipula aku capek harus terus-terusan bertengkar denganmu…”

”Ne…gumawo…setidaknya aku sudah minta maaf padamu…”lanjutnya sambil merapihkan obat-obatan yang tadi dia bawa.

Dia berdiri dan mengacak-acak rambutku sambil berkata.

”Hati-hati nanti lukanya berdarah lagi…aku tidak akan membantumu kalau kau pingsan…”

Dia berlalu sambil tertawa. Dasar sudah aku maafkan masih saja seperti itu.

”Ya! Kau selalu saja seperti itu!Hei!” Seruku sambil berdiri dan berusaha mengejarnya kembali namun karena kakiku masih sakit aku malah kehilangan keseimbanganku dan akan terjatuh, aduh berdarah lagi deh!

Namun sebuah tangan menahanku terjatuh.

”Sudah kubilang hati-hati”katanya.

Key membantuku berdiri dan tersenyum sebelum keluar kelas.

Hari ini aku harus kumpul klub drama dan juga ada rapat siswa, ini gara-gara seluruh kelasku tidak ada yang mau pergi sehingga aku dipaksa oleh mereka untuk menghadirinya sebagai perwakilan kelas. Hah kalau bukan hari ini klub drama juga kumpul aku tidak akan menghadiri rapat itu. Bel pelajaran terakhir berbunyi.

”Hah!”

”Sabar ya…”Rae Na menghampiriku dan mencubit pipiku.

”Ah kau ini…kenapa aku yang harus ikutan sih?”seruku.

”Kan sekalian yeobo…aku pergi dulu ya…annyong…”kembali dia mencubit pipiku dan berlalu pergi.

Aku masih terduduk di mejaku sambil memanyunkan mulutku. Masih tidak rela aku harus ikut rapat itu, waktu di Amerika aku selalu berusaha menghindari mengikuti kegiatan seperti itu, membuang waktuku saja. Aigoo!

”Jelek sekali kau?”

”Ya!apa kau!”seruku pada Key.

Masih sempat-sempatnya saja dia meledekku, kulihat dia sedang merapihkan bukunya dan memasukannya ke dalam tas. Kemudian berlalu tanpa mengucapkan sesuatu. Namun tiba-tiba di kembali dan menyembulkan wajahnya di pintu.

”Jangan manyun terus…jelek tau!” Dia tertawa dan berlalu pergi.

Dasar Key!lihat saja kau nanti, kalau bukan karena kau sudah baik mau mengobati kakiku aku tidak akan marah kau ejek untuk hari ini tapi lihat saja kalau besok dia masih seperti itu. Dengan malas aku mengambil bukuku dan memasukannya ke dalam tas, kemudian bangkit menuju ruang rapat dengan malas…malas sekali.

Namun ternyata ini hari keberuntunganku, aku melihat Taemin ikut rapat ini. How lucky i am! Dia keluar dari kelasnya dan melihatku kemudian menyapaku.

”Hye Jin-ah…”Serunya begitu melihatku.

Aku pun menghampirinya dan berjalan bersamanya menuju ke tempat rapat. Disana sudah ada banyak perwakilan dari murid-murid kelas lain, kali ini kami akan membahas mengenai festival budaya yang akan diadakan 2 minggu lagi dan apa yang akan setiap kelas tampilkan. Siwon Sunbae dan Kibum Sunbae sudah ada disana dan saat itu mataku beradu pandang dengan Siwon Sunbae dan perasaan itu muncul lagi, mata itu mirip…mirip..mirip siapa ya? Aku seperti mengenalnya. Kenapa setiap melihat dia aku merasa sudah sangat dekat sekali dengannya padahal aku baru mengenalnya disini dan juga kami tidak pernah berbicara sedikit pun tapi kenapa aku merasa sangat mengenalnya. Dia tersenyum kembali, senyum itu mengingatkanku pada seseorang tapi siapa ya?aku duduk disamping Taemin dan rapat pun dimulai. Aku tidak terlalu serius mendnegarkan rapat aku benar-benar terpaku pada sosok Siwon Sunbae bukan karena aku menyukainya tapi entahlah aku pun tidak mengerti kenapa perasaanku seperti ini setiap melihatnya. Dia terus saja berbicara mengenai hal-hal apa saja yang harus kami siapkan untuk festival nanti dan aku terus saja berpikir mengingat-ingat dia mirip siapa. Tak lama kemudian Kibum Sunbae menggantikan Siwon Sunbae untuk berbicara dan kali ini aku benar-benar tidak mendengarkannya, aku benar-benar terpaku pada sosok Siwon Sunbae yang duduk di pojok ruangan dan masih berkutat dengan pikiranku mengeani mirip siapa dia. Aku melihat kesekelilingku dan mendapati banyak perwakilan kelas yang tidak mendengarkan rapat tapi malah emmeprhatikan Siwon Sunbae terutama yang perempuan. Mungkin itu yang disebut Siwon Virus seperti yang diceritakan Heechul sunbae dan Eunhyuk sunbae waktu itu. Menurut mereka hampir semua gadis di sekolah ini tergabung dalam Siwon Fans Club, mereka bercerita panjang lebar sambil mempraktekan gaya Siwon sunbae menghipnotis gadis-gadis begitu kata mereka dan saat itu aku hanya bisa tertawa habis mereka sangat lucu tidak cocok sekali memerankan Siwon sunbae. Sejam berlalu dan rapat pun akhirnya selesai, dengan hasil setiap kelas harus menyiapkan stand dimana harus berbau budaya korea entah makanan ataupun kerajinan tangan. Hanya itu isi rapat yang aku dengarkan selebihnya aku sibuk dengan pikiranku sendiri.

”Terima kasih kalian sudah mau datang…”Siwon Sunbae menutup rapat dan tersenyum pada semua orang disana bisa kulihat semuanya sangat terpesona dengan senyumannya. Ckckck.

Kuakui Siwon sunbae memang tampan tapi entah kenapa aku lebih suka Kibum sunbae yah walaupun dia aneh seperti saat pertama kali aku bertemu dengannya tapi aku lebih suka dia dibanding Siwon sunbae.

”Mau pulang?” tanya Taemin begitu kami keluar dari ruang rapat.

”Tidak…aku harus kumpul klub drama dulu…”Jawabku.

”Arasso..”

”Taemin-ah…hari ini latihan basket?”tanyaku, sebenarnya aku tahu hari ini dia latihan basket, aku hanya ingin mengobrol lebih lama dengan dia. Sepertinya sudah lama sekali kami tidak mrngobrol, akhir-akhir ini aku jarang sekali melihat dia.

”Ne…aku duluan ya…”Jawabnya sambil tersenyum dan berlalu sambil melambaikan tangan.

Aku pun membalas senyumannya, senyuman yang selalu membuat jantungku berdegup dengan kencang. Senyum yang selalu aku suka.

”Kau terlambat 2 menit” seru seseorang yang aku yakin itu siapa, begitu aku masuk ke ruang teater.

Heechul sunbae dan Eunhyuk sunba esudah mengahdangku di depan pintu. Mereka mulai lagi.

”Mian sunbae…tadi ada rapat dulu…”jawabku sambil berusaha masuk melewati hadangan mereka.

”Kau harus dihukum dulu karena telat..”seru Eunhyuk sunbae.

Ya ampun mereka ini tidak habis-habisnya mengerjaiku terus. Lalu sebuah suara penolongku datang. Ya aku menyebutnya penolongku, dia adalah Donghae Oppa.

”Kalian ini terus saja menggoda dia…..kita sedang diskusi tentang apa yang akan kita tampilkan anti kalian malah bercanda…cepat kemari!” teriak Dongahe Oppa dari dalam.

Dan mereka pun menurut, aku masuk dan berjalan di belakang mereka dan melambaikan tangan tanda ucapan terima kasih pada Donghae Oppa.

”Gumawo Oppa…”ucapku sambil tersenyum sambil duduk di samping Dongahe Oppa.

Memang aku yang paling telat kulihat semua anggota sudah datang begitu juga Yu Ri, ya ampun dia sangatn aneh, dia kembali menatapku dengan tatapan anehnya, sebenarnya tatapan benci. Kenapa sih dia selalu melihatku dengan tatapan seperti itu, dari pertama aku masuk klub ini dia sudah seperti itu. Aku mengalihkan pandanganku dan menatap ke arah yang lain.

”Bagaimana? Kita akan menampilkan apa?”.Tanya Donghae Oppa kepada semuanya.

”Drama yang berbau jama dulu saja..”usul Heechul sunbae.

”Kau siap membuatnya?”. tanya Dongahe Oppa dengan tatapan sedikit ragu.

”Tenang saja…kau bisa mengandalkanku, yo man!”jawab Heecchul sunbae dengan gayanya yang biasa,ala hip hop.

”Baiklah…jadi bagaimana, kalian setuju..”tanya Donghae Oppa lagi.

”Ne…”jawab kami bersamaan.

Sebenarnya aku bingung tapi ikut saja lah.

”Mau pulang Hye Jin?”tanya Donghae Oppa menghampiriku yang sedang mengambil tas.

”Ne Oppa…”jawabku.

”Aishh! Kenapa sih Cuma Donghae saja yang dipanggil Oppa?”Eunhyuk Sunbae datang menghampiri kami dengan memanyunkan mulutnya dan dia sungguh terlihat sangat lucu. Aku tidak tahan untuk tidak tertawa.

”Sunbae…kau lucu sekali?”

”Habisnya kau suka sekali memanggil dia Oppa!”kata Enhyuk Sunbae lagi masih dengan mulut manyunnya.

”Tentu saja aku kan lebih ganteng daripada kamu…”jawab Donghae Oppa.

Aku benar-benar ingin tertawa melihat tingkah mereka. Alasan kenapa aku memanggilnya Donghae Oppa karena memang aku menganggapnya Oppa yang sangat ingin aku miliki. Dia sangat baik sekali terutama dalam menghindari Heechul sunbae dan Eunhyuk sunbae yang selalu menggodaku, dialah penolongku dan juga dia penolongku dalam hal pelajaran. Dia sangat membantuku dalam belajar terutama matematika yang memang aku agak lemah disana, habis Hyo Jin setiap kali aku tanya PR-ku pasti menolak membantu. Seperti saat itu, awal aku mulai memanggilnya Oppa. Waktu itu aku belum mengerjakan PR matematika, maka pagi-pagi sekali aku pergi ke ruang teater karena tempat itulah yang paling tenang dan enak untuk belajar, tak menyangka ternyata disana sudah ada Donghae Oppa. Dia tersenyum padaku, aku berpikir tumben sekali dia tidak menggodaku biasanya jika bersama dua orang sunbae aneh itu pasti deh aku selalu menjadi bahan ledekan mereka. Aku menaruh tas ku dan mengeluarkan bukuku dan mengerjakannya tapi karena memang aku tidak bisa aku hanya mencoret-coret bukuku, tanpa sadar Donghae Oppa sudah mendekatiku dan melihat bukuku, lalu tertawa, dia bilang itu kan soal yang mudah masa aku tidak bisa. Tentu saja mudah baginya dia kan sudah kelas 3. saat itu aku benar-benar kesal padanya, namun tiba-tiba dia mengambil kertas dan menuliskan jawabannya di kertas itu lalu menyerahkannya padaku. Dia tersenyum dan bilang kalau ada kesulitan aku bisa meminta bantuannya. Sejak saat itu jika ada pelajaran yang sulit aku selalu datang lebih awal dan bertemu dengannya di gedung teater dan dia akan mengajariku, dia juga mulai tidak pernah menggodaku lagi bersama dua sunbae aneh itu. Nah, karena itu aku memanggilnya Oppa karena aku menganggapnya kakakku. Waktu pertama kali aku memanggilnya Oppa dia sangat terkejut dan malah tertawa tapi aku bilang aku tidak punya kakak laki-laki dan aku ingin dia menjadi kakak laki-lakiku, akhirnya dia mau juga. Begitulah kenapa aku memanggilnya dengan sebutan Oppa.

”Dasar Pinokio!”sahut Eunhyuk sunbae.

Aku baru ingat, buku PR-ku masih ku taruh di atas meja di ruang ganti di sebelah ruang teater. Aku pun bergegas menuju kesana dan mengambil bukuku. Namun saat hendak kembali mengambil tas, aku dihadang oleh Yu Ri, sepertinya dia berniat mencari masalahku, dilihat dari tatapan matanya. Aku pura-puta tidak melihatnya dan berjalan pergi tapi…

”Ya! Kau, kenapa kau dekat-dekat dengan Keya-ku?”seru Yu Ri dengan setengah berteriak menghentikan langkahku.

Dia mengejarku dan menarik tanganku. Aku masih diam saat ini, dia sungguh aneh siapa yang dekat-dekat dengan pacarnya. Sabar, aku harus sabar.

”Aku tidak pernah dekat-dekat dengan pacarmu itu..”jawabku santai.

Dia melotot melihatku menjawab pertanyaannya dengan begitu santai. Aku melihat tiga pasang mata mengamati kami dari balik pintu.

”Kau pikir Key benar-benar menyukaimu? Dia hanya menjadikannya mainannya…jadi jangan dekati dia lagi!”teriaknya.

Apa!dia pikir aku cewek murahan apa!kesabaranku sudah habis sekarang, berani-beraninya dia berkata begitu.

”Ya!jaga bicaramu! Dasar cewek tidak tahu sopan santun!”

PLAKK!

Sebuah tamparan mendarat di pipiku. Berani-beraninya dia menamparku. Aku benar-benar sudah kesal dengan dia. Aku sudah bersiap-siap menamparnya kembali namun sebuah tangan mencegahnya dan itu Key. Dia menarikku pergi dengan kasar. Aduh, dia tidak tahu apa kakiku masih sakit, dia menarikku dengan kasar membuatku berjalan dengan terseret-seret dan itu menyebabkan kakiku yang luka terasa sakit

Donghae POV

”Kalian sedang apa?” tanyaku begitu melihat Heechul, Eunhyuk dan Jonghyun mengintip lewat pintu.

Aku mencoba melihat ke dalam dan aku melihat Hye Jin sedang bertengkar dengan Yu Ri. Dasar mereka tukang intip. Orang sedang bertengkar bukannya dipisahkan malah hanya di tonton. Aku hendak masuk memisahkan mereka namun seseorang lebih dulu masuk. Itu Key. Kulihat dia menarik Hye Jin keluar. Apa yang sebenarnya sedang terjadi? Apa yang terjadi pada Hye Jin?aku sedikit khawatir dengan Hye Jin.

”Ya ampun..Key…key…bisa-bisanya dia seperti itu..selalu saja…”gumam Heechul.

”Ne..hyung…”seru Jonghyun dan kulihat Eunhyuk ikut menganggukan kepala.

Mereka memang tukang gosip. Kupukul kepala mereka bertiga.

”Ya!kalian bergosip saja kerjanya!”seruku pada mereka.

”Aisshh! Donghae!”seru Eunhyuk.

Apa aku harus menyusulnya ya?atau tidak? Tapi aku khawatir dengan Hye Jin. Ah sebaiknya aku melihat mereka.

Aku pun bergegas mengejar mereka.

”Awas jangan bergosip lagi kalian!”kataku memperingatkan pada mereka bertiga lalu berlalu mengejar Hye Jin dan Key.

Hye Jin POV

Sampai kapan dia akan menarikku terus, sakit tau!

”Ya! Lepaskan aku!”teriakku pada Key.

Dia berhenti di taman sekolah dan menududukanku di tempat duduk yang ada di bawah pohon.

”Ya!kenapa kau membawaku kesini, urusanku belum selesai dengan dia!”teriakku lagi pada Key.

Apa-apaan sih dia membawaku kesini, aku belum membuat perhitungan dengan cewek itu.

”Kalau aku tidak membawamu, kalian akan bertengkar dan kau mau cari masalah lagi…”jawabnya kemudian duduk disampingku.

”Mian…aku minta maaf atas sikapnya yang seperti itu…”lanjut Key.

Aku terdiam. Memang betul, kalau aku tidak ditarik Key pasti kami sudah berkelahi dan aku akan mencari masalah lagi di sekolah ini. Aku berdehem beberapa kali.

”Gumawo…” kataku.

”Sudahlah…jangan ditanggapi perkataannya….”Key bediri dari tempat duduknya.

”Kakimu masih sakit?”sambungnya.

”Ah..annyong…”jawabku berbohong padahal sekarang sedang sakit-sakitnya.

”Kalau tidak sakit kenapa jalanmu jadi aneh?”tanyanya.

”Ah tidak aku jalan biasa saja…lihat nih…”aku berjalan-jalan menunjukan bahwa kakiku tidak sakit padahal jujur saat ini sakit sekali.

”Ya sudah…hati-hati jangan jatuh lagi…aku duluan…”

Kemudian dia pergi dan menghilang, saat itu aku langsung duduk dan memegang kakiku. Aduh sakitnya, aku meringis sedikit sampai sesorang datang dan memberikan tasku ternyata itu Donghae Oppa.

”Ini tas mu…ada masalah?”tanya Donghae Oppa.

”Annyi…”jawabku sambil tersenyum, meyakinkannya bahwa tidak ada masalah.

”Biasalah…cewek…hanya salah kata-kata saja…”lanjutku untuk meyakinkan Oppa bahwa memang tidak ada masalah tapi ternyata Oppa masih belum percaya. Maka aku pun tersenyum memastikan bahwa aku baik-baik saja. Aku segera mengambil tas tadi.

”Annyeong…”aku tersenyum padanya dan segera berlalu.

Aku berjalan menuju gerbang dan tiba-tiba aku merasakan HP-ku bergetar dan ada sms masuk dari Hyo Jin.

Mianhe Hye Jin kau pulang sendiri lagi, aku ada latihan sampai sore.

Yah, sendiri lagi deh! Aku berjalan menuju gerbang dengan sangat hati-hati karena kakiku masih terasa sakit.

”Mau pulang?”tanya seseorang di depan gerbang dan ternyata itu Key.

Hah!dia lagi!

”Ya!kenapa kau ada disini lagi?”tanyaku padanya.

”Memang kenapa…aku ada latihan basket tau…mau pulang?”tanyanya lagi.

”Ya iyalah…masa aku mau nginep disini!”jawabku asal. Sambil berjalan melewatinya.

Tiba-tiba aku mendengar seseorang memanggilku dari jauh.

”Hye Jin-ah..”

Itu Taemin. Aku tersenyum melihatnya dan Key melihatku dengan pandangan aneh. Kenapa aku begitu senang? Dia menghampiri kami dan menyapa Key.

”Hyung..”dia tersenyum pada Key dan Key tersenyum padanya kembali.

“Kau mau pulang? Hyo Jin pulang sore kan? Ayo aku antar…”Taemin langsung menarik tanganku dan aku pun hanya bisa mengikutinya.

”Annyong Key…”seruku pada Key.

“Hati-hati kakimu masih sakit..”seru Key sambil tersenyum tipis. Kenapa dia?

Kulihat Taemin melihat ke arah Key dengan pandangan aneh, pandangan yang sama saat Key meliha Taemin. Kenapa mereka?

Taemin mengantarku sampai rumah.

”Gumawo..”aku berterima kasih padanya karena telah mengantarku.

Dia tersenyum lalu melihat kakiku.

”Kakimu kenapa?”tanyanya begitu melihat plester di lutuku.

”Annyong…Cuma jatuh saja…”

”Oh…”

Dia menatapku sekilas dan tersenyum.

”Lain kali hati-hati..”pesannya.

”Ne..”jawabku.

Akhirnya selesai juga PR-ku untung tadi sempat bertanya pada Donghae Oppa, jadi aku sudah mengerti bab ini. Aku sedang memasukan bukuku ke tas begitu Hyo Jin masuk ke kamar setelah mandi. Dia baru pulang sekolah. Ya ampun!resiko bersuara bagus. Dia duduk di atas kasur dan merabahkan badannya. Sepertinya dia lelah sekali. Sebelum tidur lebih baik minum susu dulu sekalian kubuatkan untuk Hyo Jin sepertinya dia sangat lelah. Aku keluar kamar menuju dapur dan membuat 2 gelas susu untukku dan Hyo Jin. Saat aku sampai di kamar kutaruh susu itu di atas meja dan melihat Hyo Jin masih terbaring di atas tempat tidur. Mungkin dia sudah tidur, pikirku.

”Tumben baik sekali…”serunya seraya bangun dari tempat tidur dan langsung mengambil susu yang ada di atas meja.

Dia membuatku kaget sehingga aku sedikit tersedak, aku kira dia sudah tidur.

”Aissh!kau mengagetkanku saja!”kataku pada Hyo Jin dan dia Cuma tersenyum dan langsung menghabiskan susunya dalam sekali teguk.

”Senangnya yang diantar Taemin lagi…”

Sudah dimulai, ledekannya dimulai lagi. Kenapa tidak bisa sehari saja untuk tidak meledekku. Dia yang menyuruh Taemin mengantarku pulang dia juga yang meledekku, maunya apa sih Hyo Jin ini?. Aku mendesah dan bergegas naik ke tempat tidur malas menanggapi ledekannya, terkadang aku ingin sekali membalasnya tapi dengan siapa, Jin Ki Oppa, ah memangnya Hyo Jin suka sama dia? Kurasa dia tidak suka laik-laki. Habisnya sekarang aku jarang melihat Hyo Jin bersama Jin Ki Oppa. Siapa orang yang dia suka sekarang?biar aku bisa membalas ledekannya.

”Jangan pura-pura tidur..kau pasti masih bangun…”

Aku membuka selimutku.

”Hyo Jin…suka sekali sih kau meledekku…lagipula kau yang menyuruh Taemin mengantarku kan?kenapa kau harus meledekku juga?”tanyaku padanya.

”Aku tidak menyuruhnya mengantarmu…lagipula hukumanmu kan sudah berakhir…”

Apa jadi tadi Taemin mengantarku bukan karena disuruh Hyo Jin tapi dia mengantarku karena memang ingin mengantarku. Aku jadi tersenyum sendiri. Sadar Hye Jin, mungkin saja dia hanya kasihan padamu! Tapi tetap saja dia mengantarku. Aigoo!aku memang sudah gila!aku jadi teringat saat dia berpesan untuk hati-hati sambil tersenyum, senyum yang aku suka.aigoo!

Hyo Jin tertawa.

”Pasti kau senang sekali karena dia mengantarmu bukan karena disuruh olehku…”

Aku pura-pura tidak mendengar dan menutup wajahku dengan selimut. Aku merasakan Hyo Jin melemparkan bantalnya ke atas dan mengenaiku.

”Ah…kau pasti sedang tersenyum-senyum sendiri di balik selimut itu…”serunya kemudian tertawa.

Aku bangkit dan melemparnya balik.

”Apa-apaan sih Hyo Jin…aku mau tidur…”seruku.

Aku berusaha memejamkan mataku namun Hyo Jin masih saja mengangguku.

”Taemin-ah aku menyukaimu…”seru Hyo Jin meledekku lalu tertawa.

Aku berusaha menutupi kupingku agar tidak mendengar ledekannya aku putuskan menggunakan headphone ipod-ku yang kutaruh di atas tempat tidur dan mulai memutar lagu kesukaanku sambil berusaha memejamkan mataku. Aku benar-benar senang hari ini.

Hufft hampir saja aku telat. Tadi pagi Hyo Jin pergi ke sekolah lebih awal dan karena itu aku jadi bangun kesiangan. Untunglah aku masuk tepat sebelum bel berbunyi. Aku menarik nafas lega karena akhirnya aku sampai di kelas walaupun dengan berlari-lari dan itu membuat kakiku sedikit sakit lagi Key melihatku masuk ke kelas dan tersenyum mengejek, Huh! Dasar selalu saja! Aku segera duduk di kursiku dan tak lama kemudian Han sessongnim masuk dan pelajaran bahasa Koreapun di mulai. Habis ini pelajaran olahraga. Ya ampun rasanya malas sekali.

Selesai pelajaran pertama aku bergegas berganti pakaian olahraga dan menuju lapangan. Aigoo, kenapa harus lari sih!aku berjalan dengan malas menuju lapangan.

”Hye Jin-ah…kau kenapa sih?”tanya Rae Na yang berjalan disampingku.

”Andwee..hanya malas saja harus lari…”jawabku.

Aku berjalan dengan sangat malas sedangkan Rae Na disampingku terus bercerita mengenai Minho, kurasa dia sangat menyukai Minho. Aku tidak menyangka ternyata Rae Na satu SMP dengan Minho. Ya ampun cinta yang terpendam. Saat kami melewati kelas Minho, Rae Na menyuruhku melihatnya. Aisshh! Untuk apa melihat Minho begitu aku melihat ke kelas itu aku melihat wajah orang itu, Taemin. Oh ya dia kan sekelas dengan Minho. Aku tersenyum melihatnya karena aku teringat kejadiaan kemarin. Ah aku jadi semangat!

”Kau kenapa lagi?”tanya Rae Na begitu melihat wajahku yang tadi kusut sudah tersenyum kembali.

”Andwe..”Jawabku dan mendahuluinya berjalan, dia pun mengejarku.

Sampai di lapangan kami harus keliling lapangan sebanyak 5 kali. Aigoo! Matilah aku. Satu lap sudah terlewati dan aku masih baik-baik saja.

”Lamas sekali kau!” ejek Key begitu dia berlari disampingku.

”Ya!bukan urusanmu!balasku, dia pun berlari mendahuluiku.

Dasar Key!kenapa dia senang sekali mengejekku?. Tiga lap sudah terlewati dan aku mulai terengah-engah, ya ampun 5 itu banyak sekali ternyata. Aku masih terus berlari kini lebih pelan karena aku sudah lelah. Sedikit lagi empat, pikirku. Berusahalah. Aku sudah melihat garis finish untuk menyelesaikan lap ke empat sampai aku tersandung batu dan terjatuh ke tanah.

BRUKK

Aduh, kakiku sakit lagi! Aku berusaha berdiri tapi kakiku sakit sekali dan berdarah, aku tidak kuat melihatnya. Aku memkasakan diriku untuk berdiri tapi saat aku melihat darah dikakiku aku mau terjatuh lagi, untunglah sebuah tangan menahanku untuk jatuh dan itu Key. Ternyata anak-anak sudah banyak mengerubungiku dan bertanya menegnai keadaanku. Rae Na kemudian berjalan melewati kerumunan.

”Kau tidak apa-apa Hye Jin?”tanyanya begitu sampai di hadapanku dan melihat tanganku masih dipegang oleh Key.

”Ne..aku tidak apa-apa…”jawabku sambil berusaha berdiri dan melepaskan peganganku dari Key. Aku berusaha berjalan namun aku malah terjatuh lagi namun kembali Key menangkapku dan langsung menggendongku. Apa-apaan dia. Dia langsung membawaku pergi dari lapangan.

Ya ampun aku malu sekali!semua orang melihatku. Dasar Key!

”Turunkan aku!cepat!”teriakku pada Key yang hanya diam saja.

”Mau turun?”dia bersiap menurunkanku lebih tepatnya menjatuhkanku.

Dasar Key!lihat saja kau!

”Kau mau menambah parah lukaku!”teriakku lagi sebelum dia benar-benar menjatuhkanku.

Dia terus saja berjalan.

Taemin POV

”Aku ambil di loker dulu hyung..”kataku pada Minho Hyung.

Aku berjalan menuju lokerku dan mengambil buku yang tadi ingin di pinjam Minho Hyung. Saat kau menutup kembali pintu lokerku. Aku seperti melihat Hye Jin dan Key Hyung, tapi kenapa Hye Jin digendong Key Hyung?apa yang terjadi padanya. Aku mengamati mereka dari jauh. Kenapa perasaanku jadi seperti ini?kenapa aku merasa sedih melihat mereka berdua? Sama seperti kemarin saat aku mendengar Key Hyung begitu perhatiaan pada Hye Jin. Aisshh! Kenapa aku ini! Aku berbalik menuju kelasku namun ternyata Minho Hyung sudah ada disampingku.

”Mana?”tanyanya.

Maka aku pun menyodorkan buku itu padanya dan kami berjalan bersama menuju kelas. Pikiranku masih memikirkan yang tadi kulihat. Kenapa aku merasa kecewa dan tidak suka. Perasaan apa ini?

”Hyung…”panggilku pada Minho Hyung.

”Ye…”jawabnya.

”Aku mau tanya…kalau kau melihat seseorang yang dekat denganmu, seorang gadis bersama dengan  orang lain dan kau merasaka perasaan aneh…apa itu?”

Minho Hyung terkejut mendengar aku bertanya seperti itu dan kemudian dia malah tertawa, tertawa sangat lepas. Belum pernah aku melihat dia tertawa seperti itu.

”Kau sedang cemburu pada siapa?”tanyanya sambil mengacak-acak rambutku.

”Ah hyung…kau tidak menjawab pertanyaanku…”seruku sedikit kesal padanya bukannya di jawab malah balik bertanya.

Dia tertawa lagi. Ah  bertanya pada dia hanya membuang waktu.

”Annyong…itu jawabannya…kau sedang cemburu…”dia tertawa lagi kali ini tawa mengejek.

”Kau sedang jatuh cinta ya? Taemin-ah…”lajutnya.

”Siapa yang sedang jatuh cinta..”jawabku.

”Itu buktinya….memangnya kau belum pernah jatuh cinta…”tanyanya lagi.

Aku menggeleng dan Minho Hyung tertawa lagi. Apa salahnya kalau aku belum pernah jatuh cinta? Bagaimana aku bisa jatuh cinta pada seorang gadis jika aku terus tinggal berpindah-pindah. Terkadang aku hanya 3 bulan di satu sekolah kemudian pindah lagi. Baru kali ini aku menetap lama disekolah ini. Punya teman saja sudah beruntung dengan hanya dalam waktu 3 bulan, bagaimana bisa menyukai seseorang kalau kau hanya sebentar di suatu tempat dan berpindah –pindah.

”Taemin-ah kau sudah dewasa…”dai tertawa lagi sambil mengacak-acak rambutku dan berlalu pergi.

Dasar Hyung! Jadi maksudnya aku cemburu melihat Hyen Jin bersama Key Hyung. Apa aku jatuh cinta padanya?aku mengeleng-gelengkan kepalaku. Tidak…tidak…tidak…aku tidak jatuh cinta padanya.

Hye Jin POV

”Auwww!”teraikku begitu Key mengoleskan alkohol ke lukaku.

Aku mereingis menahan sakit. Kini lukanya tambah lebar dan lebih banyak darah. Sakit sekali. Key terus saja mengoleskan alkohol, sakit sekali tau! Tidak pelan-pelan lagi.

”Sakit!” teriakku begitu Key kembali mengoleskan alkohol, tanpa sadar air mataku ikut turun.

Ya ampun!aku buru-buru menghapusnya, pasti kalau Key lihat dia akan mengejekku habis-habisan.

”Kenapa menangis?dasar cengeng!”katanya begitu selesai mengoleskan alkohol dan sekarang sedang mengambil perban.

Benar saja dia pasti akan mengejekku.

”Sakit tau!kau tidak merasakannya sih!”seruku padanya dan air mataku kembali mengalir.

Payah kalau sudah menangis pasti akan lama berhentinya, aku kembali menyeka air mataku. Dia berdiri menghampiriku dan menunduk lalu memperban lukaku.

”Jangan nangis…kau seperti anak kecil saja…nanti ku belikan es krim…”ejeknya begitu melihatku masih menangis.

”Memnagnya aku anak kecil di kasih es krim…tangisanku berhenti…dasar kau!”sahutku

Dan kini dia tertawa sambil terus memperban kakiku.

”Selesai!”katanya.

”Payah sekali kau segitu saja menangis!mana cewek kasar itu…”lanjutnya sambil mengacak-acak rambutku.

Aku berusaha berdiri dan berjalan mengejarnya yang sudah lebih dahulu keluar dari ruang UKS, tapi ternyata dia sudah menghilang. Dasar Key!akan kubalas kau nanti. Aku berjalan perlahan menuju kelasku di jalan aku bertemu Rae Na dengan wajahnya yang sangat khawatir.

”Kau tidak apa-apa kan?”tanya Rae Na sambil membantuku berjalan.

Tiba-tiba Yu Ri melintas dan sengaja menyenggol Rae Na.

”Ya!kalau jalan lihat-lihat!”teriaknya, lalu berlalu dengan memandang sinis ke arahku dan kubalas dengan pandangan tidak kalah sinis. Dia pikir aku takut dengannya.

Sampai di kelas Rae Na membantuku duduk di kursiku. Aku menatap kesekeliling mencari Key tapi ternyata tidak ada, kukira dia kembali ke kelas.

Bel pulang berbunyi, aku memasukan bukuku ke dalam tas dan beranjak pergi.

”Kau tidak apa-apa?”tanya Rae Na lagi meyakinkan.

”Ne…aku tidak apa-apa Rae Na…tenang saja…”jawabku dengan seyuman.

”Kau pulang dengan siapa?”tanya Rae Na lagi.

”Hyo Jin….aku duluan ya…takut Hyo Jin sudah menunggu…annyong…”jawabku terburu-buru.

Takut Hyo Jin sudah menunggu di depan gerbang, ternyata Hyo Jin belum ada segera ku sms dia. Kutunggu lama tidak di balas juga, kemana dia?mau pulang tidak sih.

Kudengar dua orang memanggilku dari jauh ternyata itu Key dan Taemin.

”Hye Jin…”

”Hye Jin-ah…”

Mereka berdua menghampiriku dan keduanya saling bertatapan aneh. Kenapa mereka?pikirku. Kenapa suasanya jadi kaku begini?ada apa dengan mereka berdua. Kenapa mereka saling lihat-lihatan seperi itu. Untunglah tak lama kemudian Hyo Jin datang.

”Hyo Jin…”teriakku pada Hyo Jin.

”Mianhe…Hye Jin..”serunya begitu sampai di depanku sambil terengah-engah kurasa dia habis berlari sampai kesini.

”Annyong Taemin..annyong Key…”

Aku melambai pada mereka dan Hyo Jin meantapku dengan pandnagan bingung melihat sikap mereka. Aku pun terlihat bingung juga tidak tahu apa yang terjadi pada mereka. Kenapa ya?

Advertisements

One thought on “FF: LOVE’S WAY – TALK TO YOU

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s