FF: LOVE’S WAY – ONE OF A KIND

 

 

Cast:

1. All of SHINee member

2. Choi Hye Jin

3. Shin Hye Jin

4. Super Junior member

Genre: Friendship and Romance, there’s sad scene also…hehehehe

Rating: General

Disclaimer: Taemin is mine..Only mine..kekekeke

 

5. ONE OF A KIND

 

”Bangun Hye Jin!”teriak Hyo Jin dikupingku.

”Aigoo..masih ngantuk…”jawabku dengan mata setengah terbuka.

Hyo Jin menarik selimutku dan menepuk-nepuk pipiku.

”Bangun…bangun…”serunya lagi.

Aku berusaha membuka mataku dan menginget-ingat hari ini hari apa. Saat itu juga aku tersentak kaget. OMO hari ini ada festival, aku harus pura-pura sakit, aku tidak mau ke sekolah menggunakan hanbok itu, pasti aku akan terlihat sangat aneh. Aku kembali menarik selimutku dan memejamkan mataku.

”Ya!Hye Jin!”teriak Hyo Jin lagi.

Aku pura-pura tidak mendengarnya. Ah malas sekali harus ke sekolah hari ini dengan pakaian itu. Kenapa sih harus ada festival budaya segala. Aku sudad menghabiskan tabunganku untuk membeli hanbok itu hanya untuk festival budaya ini saja.

Hye Jin naik ke tempat tidurku dan kembali menarik selimutku.

”Hyo Jin, sepertinya aku sakit”kataku.

”Ah..kau pasti hanya ingin tidak ingin ke sekolah kan?ayo cepat bangun, pakai hanbok itu nggak sebentar, bangun cepat…”seru Hyo Jin sambil menarikku turun dari tempat tidur.

Aku terduduk di lantai kamar dengan wajah sangat kusut menunggu Hyo Jin mandi, Tak lama kemudian Hyo Jin sudah selesai mandi dan sudah mengenakan bawahan haboknya yang berwarna biru. Aku berjalan dengan malas menuju kamar mandi.

 

”Buka matamu…”seru Hyo Jin.

Dengan takut-takut aku membuka mataku dan melihat pantulan diriku dicermin. Aneh! Aku aneh sekali menggunakan hanbok ini.

”Aneh!”seruku.

Hye Jin mendesah pelan dan tersenyum.

”Kau cantik tau..tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa pada rambutmu habis rambutmu tidak terlalu panjang…”terangnya.

Baguslah untung rambutku pendek, tidak terbayangkan rambutku akan dibentuk seperti wanita korea jama dulu yang sering aku lihat di drama-drama. Pasti aku akan tampak aneh. Kupandangi Hyo Jin sebentar dan dia sangat cantik menggunakan hanbok warna biru-putih, dia terlihat sangat dewasa dan berhubung rambutnya panjang makan rambutnya bisa dibentuk dan sungguh dia terlihat seperti Putri Korea jaman dulu.

”Kau cantik sekali…”seru ibuku masuk ke dalam kamar.

”Umma…pasti aku terlihat sangat aneh…”kataku.

”Annyi…kau sangat catik…tersenyumlah..”katanya sambil merapihkan hiasan rambutku.

”Ayo kita pergi…”sela Hyo Jin.

”Annyong….kami pergi dulu..”seru kami bersamaan begitu kami keluar dari pintu rumah.

Aku berjalan dengan perlahan-lahan karena aku takut jatuh, memakia pakaian ini membuatku susah untuk berjalan.

”Aduh…Hyo Jin…pelan-pelan jalannyya…”seruku padanya yang sudah berjalan mendahuluiku di depan.

Hyo Jin mundur dan berjalan disampingku.

”Naikkan ke atas rokmu seperti ini baru kau bisa berjalan…”

Hyo Jin menunjukan bagaimana cara berjalan dengan menggunakan hanbok, ternyata harus dinaikkan dulu sedikit di bagian samping baru kau bisa berjalan. Baru tahu aku. Pantas saja dari tadi aku susah berjalan. Di sepanjang perjalanan aku terus berpikir apa yang akan mereka katakan melihatku ya. Ada beberapa orang yang harus kuwaspadai jika melihatku. Key, Heechul sunabe dan Eunhyuk sunbae, mereka semua harus kuhindari karena pasti mereka akan meledekku habis-habis, sudah terbanyang mereka tertawa terbahak-bahak melihatku menggunakan hanbok. Kami sampai di depan gerbang sekolah dan disana sudah penuh dengan murid-murid dan juga stand-stand dari setiap kelas. Aku melihat kesekeliling mencari 3 sosok yang harus kuhindari, sepertinya tidak ada.

”Kau mau kemana dulu?”tanya Hyo Jin padaku.

”Ke stand kelasku sepertinya….”jawabku sambil mengedarkan pandanganku kesekeliling mencari stand kelasku.

”Dari tadi kau melihat sekeliling terus mencari siapa sih?Taemin?dia datang sedikit telat tadi Jin Ki bilang begitu…”seru Hyo Jin sambil tersenyum mengejek.

”Mwo?”tanyaku dengan pandangan kesal.

Aissh, mulai lagi deh dia. Kenapa sih tidak ada sehari pun dia tidak meledekku. Hyo Jin mulai tertawa dan berlari pergi, dengan pakaian itu dia masih bisa berlari, aku jalan saja sudah susah apalagi berlari. Aku berjalan perlahan-lahan melihat ke setiap stand mencari stand kelasku. Aku terus melihat sekeliling takut ada 3 makhluk itu. Ternyata benar saja baru beberapa langkah memasuki area stand aku melihat dua orang sunbae aneh itu. Aku segera berbalik mencari jalan yang lain agar tidak berpapasan dengan mereka kalau tidak mereka pasti akan meledekku habis-habisan.

”Hye Jin-ah…”

Habislah aku, mereka memanggilku. Mereka berdua kemudian menghampiriku. Aku pun berbalik dan berusaha tersenyum.

”Annyong sunbae…”sapaku.

Dan saat itu benar-benar habislah aku mereka tertawa terbahak-bahak melihatku. Sudah kuduga pasti reaksi mereka akan seperti itu. Ah rasanya ingin pulang saja. Aku memanyunkan mulutku dan memasang tampang marah. Mereka pikir mereka sendiri tidak aneh. Dassr sunbae-sunba aneh!

”Jangan marah Hye Jin…kami Cuma bercanda kok…”terang Eunhyuk sunbae begitu melihatku sudah marah.

”Ne…kau cantik kok….”seru Heechul sunbae sambil mengacungkan jempolnya.

Aku masih terus memanyunkan bibriku menandakan aku masih marah.

”Ya…jangan marah dong…lebih baik kau ke stand kelas kami…disana ada Donghae juga kok…”ajak Enhyuk sunbae sambil menarik tanganku.

Benar juga aku ingin melihat Donghae Oppa mengenakan pakaian tradisional pasti dia sangat tampan. Aku sampai di stand kelas Enhyuk sunbae yang juga stand kelas Donghae Oppa dan Heechul sunbae. Mereka menjual makanan khas korea. Hmm sepertinya enak-enak.

”Annyong…Donghae Oppa…”seruku begitu melihat dia sedang menjual makanan kepada salah satu pengunjung. Festival ini terbuka untuk umum jadi banyak sekali pegunjung dari sekolah lain dari mulai SMP sampai SMA.

Dia tersenyum melihatku dan aku pun menghampirinya. Oppa tampak sangat tampan dengan pakaian tradisional warna coklat muda.

”Cantik…”pujinya sambil mengamatiku dari atas sampai bawah.

 

”Oppa juga sangat tampan…”seruku sambil mengacungkan dua jempolku dan tersenyum.

Akhirnya ada juga yang bilang aku tidak aneh mengenakan hanbok, aku memandang tajam ke dua sunbae dismpingku, mengingatkan mereka bahwa aku masih marah karena hal tadi. Donghae Oppa tertawa.

”Pasti kau di ledek lagi ya oleh mereka…”

Aku mengangguk dan kulihat dua orang sunbae itu sibuk melakukan hal-hal yang aneh, pura-pura tidak mendengar. Mereka ini!

”Duduklah..”seru Donghae Oppa mempersilahkan aku duduk.

Aku melihat berbagai jenis makanan yang di taruh di atas meja untuk dijual. Bentuknya aneh dan aku tidak kenal, makanan apa itu.

”Let’s Eunhyuk teacher explain you…”seru Eunyhuk sunbae yang memperhatikanku sedang melihat makanan-makanan itu dengan wajah bingung.

Bahasa Inggrisnya lucu sekali sehingga aku pun tertawa.

”Ya!kau mengejek bahasa inggrisku…”seru Enhyuk sunbae lagi sambil menghampiriku.

”Annyong…tadi kan sunbae juga meledekku…sekarang gantin…”kataku dengan senyum jahil.

Kulihat Eunhyuk sunbae cemberut dan berjalan ke pojokkan, ya ampun kasihan sekali wajahnya.

”Mianhe sunbae…Cuma bercanda kok…ayo jelaskan padaku…”bujukku padanya agar tidak marah lagi, aku menghampirinya dan menarik tangannya ke depan meja yang berisi berbagai jenis makanan.

”Eunhyuk tidak mengerti…lebih baik kau langsung mencoba saja…kesini…mau coba..”seru Donghae Oppa yang baru saja melayani seorang pembeli. Aku pun menghampirinya.

”Ya!Donghae!” seru Eunhyuk sunbae kesal dan ikut mengamhapiri Donghae Oppa.

”Ini coba..”Donghae Oppa mengambil sumpit dan menyuapiku.

”Bagaimana?enak?”tanyanya.

Aku mengunyah perlahan, lumayan juga rasanya sepertinya aku kenal makanan ini, apa aku pernah makan ya?mataku beralih pada makanan yang lain dan Donghae Oppa sepertinya memperhatikanku lalu mengambil makanan itu dan menyuapiku lagi.

”Enak….enak….”jawabku dengan mulut penuh makanan. Seharian di stand ini pasti asyik banyak makanan yang enak.

”Kalau yang itu bagaimana?”tanyaku sambil menunjuk makanan yang berwarn merah terang itu, sepertinya lezat. Donghae Oppa kembali mengambil makanan itu dan menyuapiku.

Eunhyuk sunbae yang berada disampingku juga jadi ikut mencoba makanan disitu.

”Kau yang buat ini semua Donghae?”tanya Eunhyuk sunbae sambil menyumpit makanan lagi padahal di mulutnya sudah penuh makanan.

”Ne…”jawab Donghae Oppa sambil tersenyum.

Wow jadi semua ini Donghae Oppa yang membuatnya, enak sekali. Ternyata Donghae Oppa pintar memasak. Tidak menyangka.

”Oppa keren…makanannya enak semua?”pujiku pada Donghae Oppa.

”Nah…yang ini aku memodifikasikan masakan luar dengan masakan korea…cobalah…”seru Donghae Oppa dengan semangat dan menyuapiku lagi.

Aku terdiam. Benar-benar enak, tidak menyangka Oppa begitu pintar memasak, dia bisa menjadi koki terkenal kalau begitu.

”Ya! Daritadi hanya Hye Jin saja yang kau suapi..”seru Eunhyuk sunbae di belakanku.

”Oh…Eunhyuk sunbae mau disuapi juga?”tanyaku kemudian mengambil sumpit dan menyumpit makanan berpura-pura hendak menyupainya tapi belum sampai kemulutnya sumpitnya kuarahkan kemulutku dan memakan makannya. Kulihat Eunhyuk sunbae hanya cemebrut. Aku dan Donghae Oppa pun tertawa melihatnya.

”Heechul sunbae mana?”tanyaku sambil melihat kesekeliling mencari sosok sunbae paling aneh itu, tapi tidak terlihat perasaan tadi masih disini. Eunhyuk sunbae dan Donghae Oppa pun ikut melihat kesekeliling stand mencari Heechul sunbae.

”Mungkin sedang persiapan drama…”kata Donghae Oppa.

Oh ya benar mungkin dia pergi ke ruang teater, Heechul sunbae kan bertanggung jawab terhadap pementasan kali ini. Waktu itu aku ditawari untuk ikut tapi aku menolak, karena kalau aku ikut drama aku tidak bisa menikmati festival ini dan pasti tidak bisa makan makanan seenak ini. Namun tiba-tiba Heechul sunbae masuk ke stand.

”Eunhyuk cepat bantu aku!”serunya.

Sepertinya dia sibuk sekali. Eunhyuk sunbae dengan malas menghampirinya.

”Mwo?”tanyanya.

”Ikut aku cepat!”kata Heechul sunbae lagi sambil menarik tangan Eunhyuk sunbae dan mereka pun menghilang.

”Donghae Oppa tidak ikut?”tanyaku padanya, biasanya dia selalu ikut mereka.

”Annyi…aku mau jaga stand saja…”jawabnya sambil merapihkan letak makanan-makanan itu.

Aku mengambil lagi sepotong telur dadar yang ada di priring diam-diam. Aku sudah menghabiskan banyak makanan kali ini. Mianhe Oppa habisnya enak.

”Ya…Hye Jin..habislah makananku…”kata Oppa.

”Mianhe…habis enak…”jawabku sambil tersenyum.

Tak lama kemudian seseorang masuk ke stand dan menghampiri Donghae Oppa, siapa dia?saat kuperhatikan lagi ternyata itu Siwon sunbae. Aigoo, dia tampak sangat berbeda dengan pakaian tradisional. Siwon sunbae terlihat sangat tampan, dia tampak seperti seorang pangeran Korea menurutku. Aku baru sadar Siwon sunbae sangat tinggi begitu melihatnya berdiri disamping Donghae Oppa dan Donghae Oppa jadi terlihat pendek padahal Donghae Oppa lebih tinggi dariku. Pantas saja semua murid-murid perempuan dsisini tergila-gila padanya. Sangat tampan dan tinggi. Almost perfect.

Dia mengamatiku sekilas dan tersenyum.

”Siwon….ini Hye Jin…”Donghae Oppa mengenalkanku padanya.

Aku tersenyum dan membungkuk.

”Annyeong..joneun Hye Jin-imnida…”

”Annyeong….Siwon-imnida…”dia tersenyum dan membungkuk.

Kenapa setiap bertemu dengan dia selalu perasaan ini yang muncul?kenapa sih aku selalu merasa seperti sudah dekat sekali dengannya. Dia seperti orang yang aku kenal sejak dulu. Donghae Oppa sibuk mengobrol dengan Siwon sunbae entahlah apa yang mereka bicarakan. Sebaiknya aku kembali ke stand kelasku, pasti teman-teman akan marah kalau aku tidak datang. Aku pun berpamitan pada dua sunbae ini.

”Aku duluan ya…anyeong sunbae…”kataku sambil tersenyum dan beranjak dari tempat itu.

 

Nah ini stand kelasku. Kulihat banyak sekali murid-murid kelasku disana. Stand kelasku berisi kerajinan khas Korea. Aku melongok ke dalam stand mencari sosok orang yang harus kuhindari juga hari ini. Ada dia tidak ya?ah malas sekali kalau ada dia.

Tiba-tiba seseorang menepuk bahuku dan saat aku menoleh, habislah aku.

”Ngapain kau?”katanya begitu melihatku.

Kemudian dia memperhatikanku dari atas sampai bawah dan benar dugaanku dia juga tertawa. Key!lihat saja kau!

”Aneh sekali kau!”katanya lagi.

”Ya!kau pikir kau juga tidak aneh!”seruku.

”Kalau aku sih tampan!”jawabnya sambil berlalu masuk ke stand.

Dasar cowok yang terlalu percaya diri! Tampan!kasar lebih tepatnya. Tapi memang sih kulihat dia cocok-cocok saja memakai pakain tradisional itu dan kulihat teman-teman yang lain juga terlihat cocok, sedangkan aku tampak sangat aneh.

”Hye Jin kau jaga stand ya?”kata salah satu temanku.

”Ne..”jawabku langsung.

”Sama Key…”lanjutnya.

”Mwo?Mworago?”seruku.

Apa aku harus menjaga stand dengan orang aneh itu. Hah!ujung-ujungnya pasti bertengkar. Aigoo, aku tidak mau kalau dengan dia.

”Ya…Hye Jin ayolah….Cuma sebentar kok…arasso?”katanya lagi sedikit memaksa.

Aku pun mengangguk lemah. Ah sinca!kenapa harus bersama dia seharian ini. Bikin emosi saja dekat dengan dia. Sekarang teman-teman sudah banyak yang keluar stand untuk melakukan kegiatan mereka masing-masing. Aigoo!terjebak bersama dia disini. Kulihat dia duduk di pojokkan mengenakan headphonenya dan memejamkan matanya. Apa yang dia lakukan?tidur? dasar babo!dia menyuruhku menjaga stand sendirian begitu. Ah aku kan mau lihat pentas seni. Apalagi Rae Na akan tampil main sitar, aku tidak pernah menyangka kala temanku yang satu itu pintar bermain sitar, alat musik khas korea. Sepertinya aku baru menyadari bakat teman-temanku hari ini seperti Donghae Oppa yang baru aku sadari pintar memasak. Dasar Key!sekarang aku hanya terududuk sambil melihat orang-orang yang lalu lalang. Ah bosan sekali.

Sudah 30 menit, aku mulai bosan dan Key masih saja tidur dengan enaknya. Aku sudah tidak tahan lagi melihatnya.

”Ya!bangun kau Key!”teriakku pada Key yang sedang tidur. Kulepaskan headphone yang dia pakai.

”Ah, sinca!Hye Jin!aku mau tidur tau!”teriaknya padaku.

”Enak saja kau!aku disuruh menjaga stand sendiri sedangkan kau tidur!Babo!”teriakku lagi.

”Sudahlah kau saja!aku mau tidur tau!”seru Key lagi dan dia mengambil kembali headphone tadi dari tanganku dan menggunakannya kembali lalu pergi ke pojokkan dan melanjutkan tidurnya kembali.

Aisshh!sial sekali aku hari ini harus seharian bersama cowok aneh ini. Aku duduk di depan meja yang memajang kerajinan tangan yang dibuat sambil berpangku tangan. Pasti ramai sekali di lapangan karena ada pentas seni, aku ingin sekali kesana, sebenarnya bisa saja aku kesana si babo ini sedang tidur pasti dia tidak tahu kalau aku pergi tapi kalau terjadi sesuatu pada stand ini pasti aku yang akan disalahkan oleh anak-anak sekelas.

Tiba-tiba seorang laki-laki masuk, kurasa dia bukan murid karena dia memakai jas dan kurasa dia juga bukan anak dari sekolah lain karena wajahnya sangat dewasa, kurasa dia kuliah atau semacamnyalah, dia terlihat melihat-lihat kerajinan tangan kami. Aku menghampirinya dan menyapanya.

”Annyeonghaseyo…”sapaku tapi dia diam saja dan terus saja berjalan melihat kerajinan yang lain. Sungguh tidak sopan sekali dia.

”Apa ini tidak berseni!”serunya sambil mengambil sebuah kerajinan tangan.

”Mwo?”tanyaku masih berusaha sopan.

”Tidak berseni!ini yang dijual!”katanya lagi.

Ya ampun orang ini sungguh tidak sopan, maunya apa sih?kalau tidak mau beli tidak usah menjelek-jelekkan segala, setidaknya ini hasil karya kami.

Dia mengambil barang yang lain.

”Ini juga!aigoo…sekolah ini memang tidak berseni…harusnya dari dulu aku kesini…”serunya lagi.

Apa sih yang dia bicarakan!

”Ya!kalau tidak mau beli tidak usah seperti itu!”kataku.

Key POV

Berisik sekali sih dia, apa dia masih kesal aku tidak mau membantunya menjaga stand. Apa dia tidak tahu tadi malam aku baru bisa tidur jam 3 pagi, aku mau melanjutkan tidurku lagi. Aigoo, berisik sekali dia. Kulepaskan headphoneku dan melihatnya sedang berdebat dengan sesorang, aku berusaha memfokuskan pandanganku pada orang itu dan aku langsung terkejut melihatnya.

”Mwo!”teriakku begitu melihat pria itu.

Hye Jin benar-benar selalu mencari masalah saja kali ini dengan orang itu. Aku bangun dan segera mengahmpirinya.

”Hye Jin..minta maaf…”kataku padanya.

”Mwo?”tanyanya. Ah dia selalu saja.

Kutarik tangannya untuk membungkuk minta maaf.

”Mianhe sessongnim…”aku meminta maaf atas kelakukan Hye Jin pada pria itu.

”Sessongnim?”seru Hye Jin padaku kemudian dia melihat ke arah pria itu lagi dengan tatapan bingung namun akhirnya dia membungkuk dan minta maaf.

”Jeongmal mianhe sessongnim..”kata Hye Jin.

”Annyeong Key..”katanya padaku sambil tersenyum tipis dan beranjak pergi.

 

Aku kembali ke tempat dudukku dan mengenakkan headphoneku lagi dan berusaha memejamkan mataku lagi, tapi ternyata tidak bisa. Gara-gara tadi berisik sekali aku jadi tidak mengantuk lagi.

”Key…dia sessongnim?” tanya Hye Jin.

”Ne…dia guru baru disini…Namanya Jang Geun Suk…lulusan amerika mengambil seni…dia akan jadi guru seni yang baru…”jelasku.

Kulihat Hye Jin mengerutkan keningnya.

”Orang seperti dia?kau tahu darimana?”tanya Hye jin lagi.

”Ayah yang bilang…yah walaupun begitu…terima saja…”jawabku.

”Dia sama sepertimu…kasar!”kata Hye Jin lagi.

”Aishh!paling tidak aku tidak pernah menghina hasil karya orang lain…”seruku. Enak saja dia bilang aku kasar.

Aku melepaskan headphoneku dan menghampirinya.

”Kau tidak bosan apa?”tanyaku padanya.

”Ya!aku sangat bosan apalagi kau hanya tidur begitu dan aku disuruh menjaga sendirian!”serunya.

Aku tertawa melihat ekspresi marahnya. Dia sangat lucu jika sedang marah. Itu yang aku suka darinya. Aku senang membuatnya marah, karena dia akan sangat lucu saat itu dan Itu yang membuat aku menyukainya, sangat menyuakinya.

”Kenapa kau tersenyum sendiri?dasar aneh!”katanya lagi.

”Annyi..mau lihat pentas seni tidak?”ajakku padanya.

Dia berpikir sebentar.

”Bagaimana dengan standnya?”tanyanya padaku.

”Ditutup saja!”jawabku.

Dia terlihat bingung.

”Ayo pergi…”ajakku sambil menarik tangannya. Kami pun keluar dari stand itu.

 

 

Hye Jin POV

”Jangan tarik tanganku!”seruku padanya berusaha melepaskan tangannya yang menarikku.

”Aku bisa jalan sendiri!”lanjutku.

Dia pun melepaskan tangannya dan berjalan disampingku. Masih sulit berjalan menggunakan hanbok ini beberapa kali aku terpeleset karena menginjak roknya dan Key selalu membantuku agar tidak terjatuh. Tapi aku tidak mau terus dipegangi olehnya.

”Hati-hati…”katanya begitu melepaskan pegangannya.

Aishh!rasanya aku ingin ganti baju saja, repot sekali.

Aduh!kepleset lagi. Key kembali membantuku berdiri.

”Sudah kubilang…pegang tanganku…”katanya.

Aku melihatnya beberapa saat dan dengan sedikit ragu aku berpegangan padanya.

 

 

 

 

Taemin POV

”Apa aku sudah rapih Taem?”tanya Jin Ki hyung padaku.

”Kau tampan hyung”seruku padanya dengan tersenyum.

Gara-gara Jin Ki hyung terlambat bangun dan belum menyiapkan pakaiannya jadilah kami datang terlambat. Selalu saja begitu Jin Ki hyung.

”Kita kemana dulu?”tanyanya padaku.

”Pentas seni dulu…”jawabku sambil berjalan mendahuluinya. Sebenarnya ada satu orang yang ingin aku temui lebih dahulu tapi karena bersama Jin Ki hyung aku tidak bisa menemuinya sekarang tapi dimana dia?

Aku melihat seseorang mirip Hye Jin, saat aku lihat lagi. Ya itu Hye Jin tapi kenapa dia bersama Key hyung. Aku memperhatikan mereka dan kulihat Hye Jin menggandeng tangan Key hyung. Apa mereka sedekat itu?pikirku.

Aishh!kenapa aku harus marah melihatnya, aku bukan siapa-siapanya. Peduli apa aku dengannya.

”Hyung..aku tidak jadi kesana”seruku padanya dan berbalik pergi. Mianhe hyung aku tidak mau kesana. Perasaanku sedang tidak enak.

”Taem!”teriak Jin Ki hyung tapi aku terus saja berjalan. Aku malas kesana.

 

Hye Jin POV

Rae Na pintar sekali bermain sitar. Untung saja aku sampai tepat waktu jadi aku masih sempat melihat penampilannya. Bagus sekali permainannya. Setelah penampilan Rae Na akan ada drama. Ah aku mau lihat drama yang dibuat Heechul sunbae. Kemana Key?perasaan tadi dia ada disampingku. Aku melihat sekeliling mencarinya dan kulihat di pojok dia ditarik-tarik oleh seorang cewek yang aku yakin itu Yu Ri.Hah dasar!

Aduh semakin banyak yang berkumpul, aku jadi susah melihat panggungnya. Aku berjinjit untuk melihat karena tak mungkin aku menerobos kerumunan orang itu.

”Sendirian?”tanya seserorang yang sudah berdiri disampingku.

Saat aku melihat siapa yang ada disampingku aku sungguh terkejut itu Siwon sunbae sedang tersenyum padaku dan memperlihatkan lesung pipinya.

”Ne sunbae..”jawabku langsung.

”Di depan saja…”ajaknya dan menarik tanganku ke depan.

Dan saat itu perasaan itu muncul lagi. Aku merasa senang sekali, kenapa ya?tapi bukan karena aku menyukainya,ini lain. Senang seperti bersama seseorang yang disayang tapi bukan pacar, orang yang memperhatikanmu, orang menyanyangimu, orang yang selalu ada untukmu, orang yang selalu menjadi tempat kau mencurahkan semua kesedihanmu dan orang yang akan selalu memelukmu dengan hangat saat kau sedih dan takut. Kenapa ya setiap dekat dengan dia aku selalu merasakan perasaan ini. Ada apa denganku?

”Nah, disini kan kelihatan…”katanya begitu kami sampai di depan barisan. Kemudian dia melepaskan genggaman tangannya.

”Sunbae…Donghae Oppa mana?”tanyaku padanya.

”Oh..kau tidak tahu…Donghae ikut pementasan ini…”jawabnya.

Apa jadi Oppa ikut pementasan ini. Aigoo!kenapa dia tidak cerita padaku. Oppa lihat saja ya nanti, dia tidak bilang padaku.

”Kenapa kau memanggilnya Oppa?”tanya Siwon subae mengagetkanku.

”Ah…dia seperti kakak bagiku….bukan apa-apa hanya panggilan saja…”jawabku buru-buru. Aku takut dia bepikiran bahwa aku adalah pacarnya Donghae Oppa. Padahalkan Donghae Oppa sudah punya pacar namanya Kim Soo Yong, aku sering bertemu dengannya karena Oppa pernah mengenalkannya padaku dan kuarsa dia gadis yang cukup baik untuk Oppa. Dia cantik dan lucu. Aku juga jadi menganggapnya unnieku.

”Siwon…Hye Jin…disini…”teriak seseorang dari barisan paling depan sambil melambai pada kami. Ternyata itu Heechul sunbae.

”Ayo kesana…”kata Siwon sunbae.

Kami pun duduk di bangku paling depan, baru tahu aku kalau disini ada bangkunya juga. Beruntungnya aku bersama ketua OSIS jadi aku bisa dapat tempat duduk. Aku duduk ditengah antara Siwon sunbae dan Heechul sunbae. Posisi yang tidak enak sebenarnya karena Heechul sunbae terus saja bercerita. Saat pementasan dimulai Heechul sunbae berbisik padaku.

”Jangan kaget melihat Oppamu..”seru Heechul sunbae sambil tertawa kemudian diam saat para pemain sudah mulai keluar.

Aku melihat Donghae Oppa mengenakan baju perang dan siapa itu. OMO! Apakah itu Eunhyuk sunbae?yang pakai baju wanita itu. Aigoo!dia sungguh lucu sekali mengenakan pakaian itu. Kulihat Siwon sunbae berusaha menahan tawanya. Sementara Heechul sunbae terlihat begitu bersemangat. Ya ampun kasihan sekali Eunhyuk sunbae. Aku jadi prihatin terhadapnya.

Pertunjukkan berjalan selama 15 menit dan aku tidak mengerti jalan ceritanya, aku bingung sebenarnya ini drama sedih atau komedi habis daritadi aku benar-benar ingin tertawa melihat akting Eunhyuk sunbae berperan menjadi wanita kalau Donghae Oppa sih keren sekali benar-benar menghayati tapi Eunhyuk sunbae sangat aneh.

”Bagaimana?”tanya Heechul sunbae padaku dan Siwon sunbae.

Kami saling berpandangan dan mengacungkan jempol kami tanda bahwa pertunjukan ini keren dan kami pun tertawa bersama. Kenapa bisa berbarengan?aneh sekali.

”Sebenarnya pemeran wanitanya sakit jadi diganti dengan Eunhyuk…tapi untunglah tidak buruk…eunhyuk bisa beradaptasi…”terang Heechul sunbae.

Oh jadi pemeran utama wanitanya sakit jadi saja Eunhyuk sunbae yang harus menjadi korban kasihan sekali dia. Setelah pertunjukan selesai kami keluar dari kerumunan dan saat itu Hyo Jin datang mengahmpiriku.

”Hye Jin…Siwon…”sapanya pada kami berdua.

”Aku mencarimu tau…ayo…”Hyo Jin langsung menarik tanganku pergi.

”Annyeong Siwon sunbae…”seruku pada Siwon sunbae dan kulihat dia tersenyum dari jauh.

 

”Ada apa sih Hyo Jin?”tanyaku pada Hyo Jin begitu kami sudah jauh dari lapangan tadi.

”Katanya tadi kau mencari Taemin?”tanya Hyo Jin.

”Mwo?”jawabku. Siapa yang mencarinya? Dasar Hyo Jin masih saja meledekku.

”Ayo..”dia kembali menarik tanganku dan tiba-tiba hampir saja kami bertabrakan dengan guru baru itu.

”Mianhe sessongnim…”buru-buru aku menunduk dan mengucapkan maaf. Hyo Jin terlihat bingung melihat sikapku dan dia malah menatap guru baru itu.

”Hyo Jin…ayo pergi..”kataku sambil menarik tangan Hyo Jin pergi tapi Hyo Jin masih saja menatap guru itu. Kenapa dia?

”Dia guru?”tanya Hyo Jin setelah sadar.

”Ne…dia guru seni baru…namanya Jang Geun Suk…dia pindah dari amerika…”terangku.

”Kau tahu darimana?”tanyanya lagi.

”Key yang bilang….tapi dia kasar…”jawabku.

”Dan sangat tampan…”lanjut Hyo Jin.

”Gila kau!”seruku padanya.

Bagaimana bisa Hyo Jin suka pada pria seperti itu. Ya ampun kalau dia tahu betapa kasarnya dia, pasti dia tidak akan suka.

”Ya!itu mereka…”teriak Hyo Jin mengagetkanku. Saat kulihat siapa yang ditunjuk Hyo Jin ternyata itu Jin Ki Oppa dan Taemin. Aigoo!Taemin sangat tampan sekali memakai pakaian tradisional warna biru tua. Hyo Jin menarikku untuk menghampiri mereka.

”Annyong Hyo Jin-ah…Hye Jin…”Sapa Jin Ki Oppa sambil tersenyum yang membuat matanya hilang.

”Annyong Jin Ki Oppa….Taemin….”sapaku.

Taemin hanya tersenyum tipis, kenapa dia?tidak biasanya dia seperti itu, apa dia sedang ada masalah. Dia tidak pernah tersenyum seperti itu. Dia pun hanya diam saja biasanya dia akan menyapaku lebih dulu. Kenapa dia?dia sama sekali tidak menatapku. Kenapa sih?

Seseorang memanggilku dari jauh dan itu Key.

”Hye Jin…standnya!”teriaknya dari jauh.

Ya ampun aku lupa dengan standnya tapi…ada Taemin disini dan dia sedang seperti itu. Aku menatapnya sekilas.

”Aku duluan hyung…”Taemin bergegas pergi tanpa sedikitpun tersenyum padaku seperti yang biasa dia lakukan.

”Taem..kau mau kemana lagi?”Jin Ki Oppa berusaha menghentikan Taemin tapi Taemin malah berjalan terus.

”Aku kesana dulu Hyo Jin…”kataku pada Hyo Jin.

 

Dia kenapa sih? Kenapa dia tidak mau mentapku dan malah pergi begitu saja. Kalau ada masalah kenapa dia tidak cerita bukankah dia bilang kalau kita punya masalah kita akan saling berbicara. Aku termenung di stand sampai Rae Na menepuk bahuku.

”Ya…kenapa kau malah begngong…”

”Kau mengagetkanku saja!”kataku padanya.

”Kenapa wajahmu seperti itu?”tanya Rae Na melihat perubahan di wajahku. Ah aku tidak mungkin cerita pasti dia akan mengejekku.

Aku melihat Key masih tertidur di kursi mengenakan headphonenya. Dasar dia menyuruhku kemari agar dia bisa terus tidur tanpa harus menjaga stand. Babo!

Aku mendesah perlahan.

”Sebaiknya kau berjalan-jalan dulu sana…wajahmu kusut begitu…”seru Rae Na.

”Standnya?”tanyaku.

”Aku yang jaga…tenang saja sebentar lagi akan kubangunkan Cowok ini!daritadi dia hanya tidur saja!”kata Rae Na lagi.

 

Aku berjalan dari satu stand ke stand yang lain tanpa ada rasa tertarik sedikitpun. Aku masih terus memikirkan perubahan sikap Taemin. Dia kenapa ya? Kemana dia sekarang?aku berinisiatif mencarinya di stand kelasnya aku melongok melihat ke dalam.

”Mencari Taemin…”seru seseorang sambil menepuk bahuku. Dari cara bicaranya aku tahu siapa itu. Pasti Minho, bertanya tapi seperti menyatakan.

Aku berbalik dan menjawabnya.

”Ne…kau lihat dia?”tanyaku padanya.

”Di taman..”jawab Minho.

Aku pun segera pergi menuju taman dan benar dia ada disitu sedang duduk di bawah pohon mengenakan headphonenya. Aku berjalan perlahan-lahan agar tidak diketahui olehnya dan berdiri di belakangnya lalu mengambil headphonenya. Dia terkejut dan langsung berbalik. Aku tersenyum padanya.

”Annyeong..”sapaku.

Dia masih tersenyum tipis. Kenapa sih dia?

Aku duduk disampingnya dan mengembalikan headphonenya. Tanya atau tidak ya?kalau bertanya dia mau jawab atau tidak ya? Kami malah terdiam dan sungguh suasannya sangat tidak enak.

”Mianhe kalau aku punya salah…sepertinya kau sangat tidak senang hari ini…”kataku memberanikan diri. Dia langsung menatap kearahku dan tersenyum, senyum itu. Senyum yang aku suka, dia sudah tersenyum seperti itu lagi.

”Annyong…aku tidak apa-apa..”jawabnya sambil memegang kepalaku.

”Kau sudah berkeliling ke seluruh stand?sudah hampir sore…”lanjutnya.

Aku menggeleng bagaimana aku bisa berkeliling kalau aku harus menjaga stand terus.

”Ayo…”ajaknya sambil menarik tanganku.

Kami berjalan dari satu stand ke stand lain dan dia menjelaskan semuanya padaku.

”Kau mau ini?”tanyanya begitu kami berhenti di stand yang menjual bakso ikan. Kelihatannya enak

”Ne..”dia pun membelikanku dan kami makan bersama sambil berjalan menuju stand selanjutnya.

”Kau tahu kalau kau sedang ulang tahun menurut budaya korea makanan ini wajib dimakan…”dia menunjukanku stand sup rumput laut.

”Kalau tidak?aku tidak boleh mencobanya?”tanyaku polos padanya. Aku sedikit tertarik melihatnya sepertinya enak juga.

Dia tertawa mendengar pertanyaanku dan mengajakku ke stand itu dan meminta dua mangkuk sup rumput laut.

”Cobalah…”katanya begitu sup itu datang ke meja kami.

Rasanya tidak buruk, enak. Hari ini aku sudah makan banyak sekali makanan korea, belum pernah aku makan sebanyak ini. Pertama di stand Donghae Oppa sekarang disini. Aku benar-benar kenyang.

 

Kami berjalan melewati stand aksesoris yang sering digunakan wanita korea jaman dulu. Aku tertarik pada salah satunya dan berhenti melihatnya. Wah cantik sekali.

”Ini dipakai di rambut seperti ini…”seorang siswi datang menghampiriku dan mejelaskan padaku dimana aksesoris itu dipakai. Wow cantiknya.

”Kau mau ini?”tanya Taemin lalu mengambilnya dan membayarnya.

Aduh, aku bisa membelinya sendiri kok. Aku jadi tidak enak padanya.

”Sini biar kubantu pakaikan…”dia langsung memakaikannya di kepalaku.

”Kau cantik….”lirihnya.

Apa yang barusan aku dengar, dia bilang aku cantik. Aigoo!apa aku tidak salah dengar. Ya ampun pasti mukaku sudah merah sekarang. Kami saling bertatapan beberapa saat dan aku merasakan jantungku berdegup sangat kencang Namun buru-buru dia mengalihkan pandangannya dan berjalan keluar stand.

”Ayo Jin Ki hyung dan Hyo Jin noona sudah menunggu…”katanya sambil berlalu.

”Ah ya…”seruku. Berusaha mengejarnya yang sudah lebih dahulu keluar. Ya ampun debaran jantungku tidak mau berhenti. Apa yang terjadi padaku.

Aku berusaha mengikuti langkah kakinya namun kembali aku terpeleset rokku aku lupa menaikkannya sedikit ke atas.

”Ahh!”teriakku.

Taemin berhasil menangkapku sebelum aku terjatuh dan sekarang aku berada di pelukannya. Aigoo!jantungku semakin berdegup dengan kencang.

 

 

Key POV

Kemana sih anak itu? Dia meninggalkanku sendirian di stand hanya dengan Rae Na sudah begitu dia marah-marah terus lagi. Aigoo, aku belum sempat tidur. Untung aku bisa kabur, lebih baik aku berjalan-jalan saja agar tidak ditemukan Rae Na. Dasar Hye Jin gara-gara dia pergi, jadi seperti ini. Tapi kemana dia ya?pulang?tidak mungkin tadi aku masih melihat Hyo Jin noona, berarti dia belum pulang. Tidak mungkin dia tidak pulang bersama Hyo Jin noona, tapi kemana dia?

Aku melihat hanbok warna kuning dan merah seperti hanbok milik Hye Jin di depan stand aksesoris. Ya itu dia. Aku berjalan hendak menghampirinya namun langkahku berhenti ketika aku melihat Taemin memeluk Hye Jin. Aku berjalan mundur dan berlari dari tempat itu. Kenapa dengan Taemin? Aisshh…kenapa aku ini?kenapa aku harus marah?kenapa aku harus merasa tidak enak? Dia bukan siapa-siapaku. Aku terus berlari dan berhenti di taman lalu duduk di bawah pohon. Ah sinca!kenapa aku ini!aku terus saja memikirkan kejadian tadi. Hye Jin dan Taemin. Kenapa?

Apakah aku menyukainya?ya aku menyukainya tapi hanya sebatas suka tapi kali ini berbeda perasaan yang selalu aku coba hilangkan ternyata muncul lagi, perasaan yang selalu menggangguku. Ya aku telah jatuh cinta padanya…aku mencintainya…aku tidak bisa membohongi perasaanku lagi. Aku benar-benar telah jatuh cinta padanya. Itu kenyataanya, itulah jawabannya kenapa aku tidak suka melihatnya bersama Taemin, karena aku mencintainya.

 

Hye Jin POV

”Kau tidak apa-apa?”tanya Taemin begitu dia melepsakan pelukannya.

”Ne…”jawabku dengan jantung masih berdegup kencang.

Aku berusaha berdiri namun aku kepeleset rokku lagi, dia membantuku berdiri dan menggandeng tanganku agar aku tidak jatuh.

”Hye Jin-ah…”teriak Hyo Jin dari jauh. Aku langsung melepaskan peganganku pada Taemin dan berusaha berjalan sendiri, aku takut kalau Hyo Jin melihatnya pasti dia akan meledekku habis-habisan, dengan melihat seperti ini saja pasti dia akan meledekku habis-habisan begitu sampai dirumah

”Ayo makan…”seru Hyo Jin begitu kami sampai di depannya dan dia langsung menarik tanganku.

Makan, sepertinya aku sudah tidak mau makan lagi, aku benar-benar sudah kenyang. Kami berempat makan disebuah kedai di pinggir jalan sebenarnya yang makan hanya Hyo Jin dan Jin Ki Oppa sedangkan aku dan Taemin lebih memilih hanya memesan minuman. Aku benar-benar sangat kenyang. Sesekali Taemin menatapku dan itu sedikit membuatku salah tingkah. Kami hanya terdiam tidak berbicara apapun. Aku hanya menatap gelasku dan memainkannya. Aku tidak berani menatapnya. Suasana semakin kaku begitu Jin Ki Oppa mengantar kami pulang dengan mobilnya. Aku yang duduk di belakang bersamanya sama sekali tidak berbicara, dia lebih banyak melihat ke jendela begitu pun aku.

”Gumawo Jin Ki…”kata Hyo Jin

”Gumawo…”aku pun ikut berterima kasih padanya.

Taemin tersenyum padaku.

”Annyeong…”sapanya dan kemudian mereka pergi.

Baru saja mereka pergi Hyo Jin langsung menarik tanganku masuk.

”Pokoknya kau harus cerita padaku tadi kalian kemana saja…”

Sudah kuduga pasti seperti itu. Malam ini aku pasti tidak akan bisa tidur dia akan terus memberondongiku dengan banyak pertanyaannya . Tapi aku cukup senang hari ini karena bisa bersama Taemin. Kenapa ya jantungku selalu berdegup kencang jika berdekatan dengannya?

 

Taemin POV

”Hyung…”aku mengetuk pintu kamarnya tapi tidak ada yang menjawab. Apa dia sudah tidur?mungkin dia sudah tidur.

Aku kembali ke kamarku dan duduk di bangku di luar kamar yang menghadap ke arah taman. Aku tidak bisa tidur malam ini, kukira hyung belum tidur tapi ternyata dia sudah tertidur.

Aku masih memikirkan kejadiaan tadi, kenapa jantungku berdegeup sangat kencang begitu aku dekat dengannya. Apa yang terjadi padaku. Kenapa aku tidak suka melihatnya dekat dengan Key hyung? Aku jadi ingat perkataan Minho hyung waktu itu, dia bilang aku jatuh cinta padanya. Apa aku benar jatuh cinta padanya?tidak mungkin tapi kalau bukan karena aku jatuh cinta padanya lalu kenapa aku seperti ini, aku jatuh cinta padanya?benarkah itu?

 

Advertisements

2 thoughts on “FF: LOVE’S WAY – ONE OF A KIND

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s