FF: LOVE’S WAY – I THINK I

 

 

Cast:

1. All of SHINee member

2. Choi Hye Jin

3. Shin Hye Jin

4. Super Junior member

Genre: Friendship and Romance, there’s sad scene also…hehehehe

Rating: General

Disclaimer: Taemin is mine..Only mine..kekekeke

 

 

6. I THINK I

 

Habislah tabunganku. Kutatap dompetku yang sudah hampir kosong dan hanya tersisa 1000 won saja. Hufft, aku baru saja membeli kamera yang sudah aku inginkan sejak 2 bulan lalu tapi kenapa aku jadi menyesal ya? Aku berjalan keluar dari toko elektronik itu dengan membeli sebuah kamera yang baru. Sepertinya aku harus mencari kerja part time secepatnya.

Aku berjalan di pertokoan yang sangat ramai, hari ini aku pergi sendirin karena saat aku mengajak Hyo Jin dia bilang mau pergi tapi tidak bilang kemana, tumben sekali dia tidak bilang mau kemana, membuatku penasaran saja. Aishh!panas sekali hari ini. Aku melihat pedagang es krim dan sepertinya enak makan es krim panas-panas seperti ini tapi kemudian aku berpikir lagi. Uangku hanya cukup untuk pulang saja. Aiggo, padahal enak sekali makan es krim. Sudahlah lebih baik aku segera pulang sebelum aku melihat makanan yang lain yang membuatku ingin membelinya.

Aku berbalik dan mendapati seseorang menyodorkan es krim padaku.

”Ini…”serunya sambil tersenyum.

Aku sangat kaget melihatnya kenapa dia bisa ada disini. Apa yang Taemin lakukan disini sendirian?

”Gumawo…”seruku sambil mengambil es krim itu dari tangannya. Dia tersenyum kembali.

”Sendiri?”tanyanya.

”Ne…tadi aku ingin mengajak Hyo Jin tapi dia tidak mau…jadilah aku sendiri…kenapa kau disini sendirian?”tanyaku padanya.

”Tadi aku habis mengantar Jin Ki hyung…katanya dia mau bertemu seseorang terus aku jalan-jalan saja dan melihatmu memperhatikan pedagang es krim itu…”jawabnya.

Sebegitu jelaskah wajahku sampai-sampai orang-orang mudah sekali untuk menebakku. Aku berjalan bersama dia di taman dan kami sama sekali tidak berbicara apapun. Sejak kejadiaan di festival itu aku agak sedikit sulit untu berbicara dengannya, entahlah aku agak sedikit gugup jika di dekatnya. Kami berjalan sampai di sebuah bangku lalu duduk disitu. Aduhh kenapa jadi seperti ini ya?aku bingung mau ngomong apa padanya. Sebaiknya aku bertanya apa saja padanya.

”Taemin-ah..”seruku padanya.

Dia agak sedikit terkejut mendengar namanya disebut namun setelah itu dia terenyum.

”Mwo?”tanyanya.

”Jin Ki Oppa memangnya kemana?”

Aku sedikit curiga dengan Hyo Jin habis tadi pagi dia buru-buru sekali dan setiap kali aku tanya mau kemana dia pasti mengalihkan pembicaraan dan hanya bilang mau pergi. Jangan-jangan mereka pergi kencan lagi.

”Aku gak tahu…tadi hyung Cuma minta di antar tapi gak bilang mau kemana…aku disuruh mengantarnya sampai disitu…”Taemin menunjuk ke arah sebuah toko.

Berarti bukan, mungkin aku hanya terlalu curiga saja.

Kami pun terdiam lagi, tanya apa ya?aduh susananya jadi tidak enak seperti ini. Aku hanya menundukan kepalaku begitu es krim ku habis dan hanya melihat sepatuku. Aku harus bagaimana.

”Jalan-jalan yuk?”ajaknya.

Aku mendongak dan mendapati matanya langsung menatap mataku. Aigoo mata cokelatnya benar-benar menyihirku, kemudian dia mengalihkan pandangannya dan berdiri.

”Ayo..”ajaknya lagi.

Aku yang masih setengah tersadar dari tatapan matanya itu langsung berdiri dan berjalan bersamanya. Sudahlah semakin kaku saja suasananya. Harus bicara apa? Kami berjalan dalam diam. Benar-benar tidak enak tapi aku juga tidak tahu apa yang harus aku kataka padanya. Saat kami melewati sebuah toko, aku melihat orang seperti Hyo Jin, apa aku salah lihat ya?aku berhenti dan mmeperhatikan lagi. Taemin yang sadar aku berhenti ikut juga berhenti dan memperhatikan.

”Ada apa?”tanyanya begitu dia berdiri disampingku.

”Aku seperti melihat Hyo Jin…”jawabku.

Aku masih terus saja melihat ke dalam, aku yakin itu Hyo Jin tapi ngapain Hyo Jin kesini sendirian lagi.

”Ya..itu kan hyung…”seru Taemin.

Aku segera melihat arah yang ditunjuk Taemin dan ya itu mereka Hyo Jin dan Jin Ki Oppa, benar dugaanku, mereka pergi kencan. Dasar Hyo Jin dia tidak mau cerita tapi aku tahu. Aku akan meledeknya habis-habisan begitu dia sampai di rumah.

”Ayo kesana…hyung..”seru Taemin sambil melambai ke arah mereka dari luar toko.

Aku menarik tangannya untuk bersembunyi. Kami bersembunyi di belakang mobil sambil sesekali mengintip ke arah mereka. Gawat kalau mereka melihat kami. Semoga tadi mereka tidak melihatnya.

”Kenapa kita tidak kesana?”tanya Taemin sambil hendak berjalan ke arah Hyo Jin dan Jin Ki Oppa yang sudah keluar dari toko tersebut.

”Jangan..”kataku sambil menahan tangan Taemin. Jangan sampai mereka tahu.

Kemudian kutarik tangan Taemin begitu kulihat Hyo Jin dan Jin Ki Oppa berjalan. Taemin yang bingung hanya mengikutiku. Kami terus mengikuti kemana Hyo Jin dan Jin Ki Oppa pergi sambil terus bersembunyi. Pokonya aku harus tahu mereka ngapain. Aku berinisiatif untuk mengikutinya. Hyo Jin hari ini giliranku meledekmu. Aku tersenyum sendiri di dalam hati.

Hyo Jin dan Jin Ki Oppa masuk ke bioskop, segera kutarik tangan Taemin untuk pergi kesana juga. Taemin yang daritadi sudah bingung melihatku sekarang jadi tambah bingung.

”Kita nonton saja…”ajakku padanya. Dia terlihat bingung tapi tetap membeli tiketnya.

”Yang itu saja…di studio 2…”seruku padanya sambil menunjuk poster film yang paling besar. Aku memilih film yang tadi dipilih oleh mereka. Aku tidak tahu film apa itu sepertinya seru juga.

Saat aku dan Taemin berjalan menuju studio 2, Hyo Jin dan Jin Ki Oppa berbalik ke belakang. Segera kutarik tangan Taemin untuk bersembunyi. Hufft semoga mereka tidak melihat.

 

Hyo Jin POV

Sepertinya tadi aku melihat Hye Jin? Apa aku salah lihat ya?. Mungkin aku salah lihat tadi dia bilang dia mau pergi sih tapi masa dia kesini, sendirian lagi lagipula kudengar dia mau pergi membeli kamera baru tidak mungkin pergi ke bioskop.

”Hyo Jin-ah..kenapa?”tanya Jin Ki begitu.

”Andwe…”jawabku buru-buru.

Hari ini aku pergi kencan dengan Jin Ki ini pertama kalinya kami pergi kencan habisnya dia tidak pernah berani mengajakku, kan tidak mungkin aku yang mengajaknya. Padahal sebenarnya aku sedikit berharap padanya, aku sudah satu sekolah dengannya sejak SD dan kami sangat dekat, dia baik dan selalu memantuku oleh sebab itu aku sangat menyukainya tapi aku heran dia itu tidak pernah peka. Jangankan untuk bilang ’aku menyukaimu’, mengajakku pergi saja tidak berani. Kemarin saat dia mengajakku juga sangat lucu. Dia menungguku latihan sampai selesai dan mengantarku pulang, di sepanjang perjalanan dia hanya diam saja, aku merasa aneh saat itu tidak biasanya dia diam terus dan wajahnya sangat tegang, dia hanya memanggil namaku beberapa kali tapi saat ditanya apa dia malah terdiam. Akhirnya saat sampai di depan rumahku dia memanggilku lagi lalu kutanya ada apa dia masih saja diam ,aku sudah snagat kesal saat itu dan berbalik menuju rumah. Dia langsung menahan tanganku dan akhirnya bilang bahwa dia ingin mengajakku kencan besok dan saat itu wajahnya sangat tegang dan gugup. Karena aku kesal ternyata yang ingin dia bilang dari tadi adalah hal itu. Aku pura-pura berpikir dan bilang bahwa aku akan sms dia kalau aku mau pergi kencan dengannya. Saat itu aku agak sedikit kasihan padanya habis wajahnya benar-benar sangat kecewa tapi biarlah, habisnya hanya bilang itu saja susah sekali padahal dia tidak perlu setakut itu aku tidak mau pergi dengannya, aku pasti mau. Aku baru bilang padanya bahwa aku mau pergi kencan dengannya tadi pagi ditelepon dan dia sangat terkejut. Aku bilang padanya tidak boleh ada yang tahu dan tidak usah membawa mobilnya dan kami akan bertemu di taman kota. Aku berusaha menyembunyikan ini dari Hye Jin tapi sepertinya dia sangat pintar tapi untung aku masih bisa berakting gara-gara waktu itu kau sering main dengan Heechul dan Eunhyuk, mereka mengajariku sedikit tentang bagaimana berakting yang baik, tidak percuma juga aku punya teman yang aneh seperti mereka. Akhirnya Hye Jin percaya dan semoga Jin Ki tidak bilang pada Taemin.

”Ini…”seru Jin Ki sambil memberikan dua gelas minuman dan dia memegang popcorn nya.

Aku mengambilnya dan berjalan masuk ke dalam studio dan mengambil tempat duduk.

 

 

Hye Jin POV

Aku langsung menarik tangan Taemin begitu kulihat mereka sudah masuk, kami pun masuk dan duduk di tempat kami, kami mengambil tempat duduk di atas. Aku penasaran film apa ini.

Baru 5 menit filnya mulai, aku sudah mengantuk. Film apa ini tidak ada seru-serunya sama sekali. Apa ini film yang Hyo Jin suka? Ya ampun selera filmnya sungguh buruk. Aku benar-benar mengantuk maka aku pun menyandarkan kepalaku di kursi, mungkin aku tidur saja sampai filmnya habis, kulihat Taemin juga sepertinya tidak terlalu suka film ini tapi dia masih menonton tidak sepertiku yang mulai mengantuk. Mataku semakin berat dan akhirnya aku benar-benar tertidur.

 

Tiba-tiba tangan Taemin menyentuh kepalaku dan menyadarkan kepalaku di bahunya. Omo! Jantungku langsun berdegup kencang. Ya ampun, apa yang harus aku lakukan, bangun? Tapi itu malah akan membuatku malu. Aduh bagaimana ini?aku masih pura-pura memjamkan mataku padahal sebenarnya aku tidak tidur, aku takut dia tahu aku tidak tidur dan itu akan membuatku malu dan bisa dipastikan bahwa kami tidak akan bisa berbicara dengan santai lagi setelah ini karena aku pasti akan diam saja. Aku berusaha untuk tidur lagi. Tidurlah!ayo tidur!lebih baik jika aku tidur!

 

”Hye Jin-ah..”panggil Taemin sambil mengusap pipiku dan bisa kurasakan pipiku memanas setelah di sentuh olehnya.

Aku berusaha membuka mataku perlahan, rasanya silau sekali. Sudah berapa lama aku tidur?sepertinya filmnya sudah selesai. Saat aku sudah membuka mataku, aku kaget karena wajah Taemin hanya beberapa senti dari wajahku dan saat itu aku hanya bisa terdiam. Aigoo, kenapa aku ini! Dia memperhatikanku dengan bingung.

”Gwencahanna?”tanyanya begitu wajahnya menjauh dariku.

”Andwe…”jawabku langsung.

Aku melihat banyak orang yang sudah keluar berarti filmnya sudah selesai, aku langsung mencari mereka, Hyo Jin dan Jin Ki Oppa dan mendapati mereka sudah turun tapi kemudian menengok ke arah mereka. Gawat!! Aku segera menundukkan kepala Taemin dan bersembunyi di balik kursi. Begitu aku yakin mereka sudah keluar aku melongok ke atas. Fuihh!syukurlah semoga mereka tidak lihat.

”Oh…jadi kau ingin mengikuti mereka kencan..”seru Taemin begitu kami turun dan menuju pintu keluar.

Aigoo!dia tampan, baik dan pintar tapi kenapa dia baru sadar kalau daritadi aku mengikuti mereka. Benar-benar aneh. Ya sudahlah, aku segera menarik tangan Taemin kembali untuk mengejar mereka.

 

Hyo Jin POV

”Jin Ki…kau merasa tidak dari tadi kita seperti diikuti?”tanyaku padanya begitu kami keluar dari bioskop.

”Oh ya…aku tidak merasa seperti itu…”jawabnya.

Jelas saja, kapan sih dia itu peka. Orang aneh!

”Kau tidak bilang pada siapa-siapa kan?”tanyaku lagi, siapa tahu dia bilang kepada Taemin kalau akan pergi kencan dan dia mengikuti kami.

”Annyong….”Jawab Jin Ki.

Mungkin aku saja yang terlalu khawatir karena tadi aku seperti melihat Taemin dan Hye Jin di bisokop. Mungkin aku salah orang. Kami berhenti untuk membeli minum.

”Hyo Jin-ah…kita mau kemana lagi?”tanya Jin Ki sambil memberikan minuman coklat yang tadi aku minta. Aku berpikir apa ya yang asik dilakukan berdua, aku mengedarkan pandangan kesekeliling dan melihat sepeda. Sepertinya asik bermain sepeda disekitar taman ini, taman ini cukup luas pasti asyik.

Langsung kutarik tangan Jin Ki menuju tempat penyewaan sepeda itu.

”Kita naik sepeda saja…”seruku padanya begitu kami sampai di tempat itu.

Kulihat wajah Jin Ki langsung berubah, apa dia msaih belum bisa naik sepeda juga. Aigoo, padahal aku sudah bilang padanya untuk belajar sepeda waktu SMP. Aku langsung mengambil salah satu sepeda dan membawanya ke jalan di taman.

”Kau masih belum bisa naik sepeda?”tanyaku padanya.

”Ne..aku sudah belajar dengan Taemin tapi masih belum bisa juga…”jawabnya dengan wajah sedih, kasihan sekali Oppa ku ini.

”Baiklah…aku yang akan mengajarimu naik sepeda..”kataku pada Jin Ki

Dan bisa kulihat dia sangat terkejut mendengarnya dan buru-buru menggeleng.

”Annyong…”serunya.

”Sudah naik…aku akan mengajarimu..”seruku lagi.

Dia tetap saja diam tidak mau naik sepeda, susah sekali sih orang ini. Aku sudah berbaik hati mau mengajarinya tapi dia malah seperti itu.

”Kalau kau tidak mau aku ajari…aku pulang…”seruku sambil berbalik pulang.

”Jangan..jangan…”serunya sambil menahan tanganku.

”Aku mau…”katanya lagi.

Aku pun tersenyum mendengarnya dan dia pun segera naik ke atas sepeda itu.

 

Hye Jin POV

Aku mengikuti mereka sampai ke taman dan sekarang kulihat mereka mau naik sepeda. Aneh sekali pasangan ini, main sepeda. Kulihat Jin Ki Oppa tidak mau. Kenapa tidak mau?apa dia tidak bisa naik sepeda.

”Hyung tidak bisa naik sepeda…”kata Taemin yang duduk disampingku, kami melihat mereka dari bangku di dekat pohon.

”Benarkah?”tanyaku. Masa Jin Ki Oppa tidak bisa naik sepeda, lucu sekali. Yah walaupun aku juga tidak bisa tapi akan tetap saja aneh masa tidak bisa naik sepeda.

”Ne..”jawab Taemin sambil tersenyum.

”Dia sedang belajar sekarang…”lanjutnya.

Aiogoo, Hyo Jin malah mengajarinya naik sepeda, lucu sekali. Kulihat beberapa kali Jin Ki Oppa terjatuh namun Hye Jin terus saja menyuruhnya lagi dan lagi. Pasangan yang aneh.

”Kita ikuti mereka naik sepeda…”kata Taemin

Aku Cuma bisa nyengir mendengarnya. Aduh aku kan tidak bisa naik sepeda juga.

”Jangan bilang kau juga tidak bisa naik sepeda?”tanyanya.

Aku pun mengangguk dan dia langsung tertawa begitu tahu aku tidak bisa naik sepeda, jahat sekali. Aku langsung memanyunkan mulutku mendengarnya tertawa.

”Mian…jangan marah…”serunya sambil mengacak-ngacak rambutku dan menarikku menuju tempat penyewaan sepeda lalu meminjam sepeda yang ada boncengannya di belakang.

”Ayo naik..”serunya.

Aku pun naik di belakang pelan-pelan. Aku takut jatuh. Sebenarnya aku dulu bisa naik sepeda tapi pada suatu hari aku terjatuh dan membuat kakiku robek dan harus di operasi, sejak saat itu aku tidak mau lagi naik sepeda dan juga takut dengan darah. Sampai sekarang aku tidak pernah menyentuh sepeda, mungkin gara-gara itu aku jadi  lupa bagaimana caranya naik sepeda.

”Pegangang…”katanya lagi.

Aku berpegangan erat ke pinggangnya dan kami mengikuti mereka di belakang.

 

Hyo Jin POV

”Wow…Jin Ki kau bisa…benar kan?aku guru yang hebat…”seruku senang melihatnya sudah bisa, begitu dia turun dari sepedanya aku langsung menghampirinya dan memeluknya.

”Gumawo Hyo Jin-ah..”katanya begitu kulepaskan pelukanku

”Kita makan yuk…”ajakku padanya lalu kugandeng tangannya.

Kami pun pergi menuju salah satu kedai yang ada di pinggir jalan.

Hye Jin POV

”Mau coba?”tanyanya padaku begitu kami kembali lagi ke tempat semula.

”Annyong”jawabku langsung.

Aku tidak mau dan tidak akan pernah mencobanya lagi

Dia tertawa mendengar jawabanku.

”Kemana mereka?”tanyanya sambil melihat kesekeliling mencari Hyo Jin dan Jin Ki Oppa.

Aku jadi ikutan mencari mereka. Wah aku kehilangan mereka nih.

”Mungkin pergi makan…”seru Taemin.

Kami pun pergi dari taman mencari kemana mereka pergi tidak menyangka di jalan kami berpapasan dengan Key dan Yu Ri. Ah malasnya kenaa sih harus bertemu mereka di tempat seperti ini, sebenarnya lebih kepada Yu Ri kalau Key sih tidak terlalu masalah. Key yang melihat ke arahku tersenyum tipis dan langsung menatap Taemin dengan pandangan yang aneh.

”Kalian sedang apa disini?”tanya Yu Ri pada kami dengan tampangnya yang seperti itu, sangat sinis.

Aku malas menjawabnya.

”Kencan…”jawab Taemin dan itu membuatku sangat terkejut. Apa yang dia bilang barusan, pergi kencan! Aku menatap ke arahnya dengan pandangan bingung dan bertanya tapi dia malah menggenggam tanganku.

Bisa kulihat Key sangat terkejut mendengar jawaban Taemin dan menatpku sekilas lalu beralih pada Taemin dan terus menatapnya, kenapa sih mereka ini?

”Ayo..”ajak Taemin padaku dan kemudian menarikku pergi.

Kenapa sih sikap dia selalu seperti itu kalau bertemu Key? Memangnya ada apa dengan dia dan Key.

 

 

”Mian tadi aku bilang kalau kita pergi kencan…habis aku tidak tahu jawaban lain kita sedang apa…”katanya begitu kami berjalan di sekitar pertokoan. Oh jadi karena itu, dia hanya tidak tahu harus menjawab apa. Aku agak sedikit kecewa mendengarnya. Kau ini terlalu berharap sih Hye Jin!cepatlah sadar!

”Gwenchanna..”jawabku. Kenapa aku jadi kecewa mendengarnya mungkin karena tadi aku berharap jawaban itu bena-benar tulus tapi ternyata. Ahh sudahlah lupakan!jangan berharap!seruku pada diriku sendiri.

”Itu mereka..”seru Taemin begitu melihat mereka di sebuah kedai.

Ya itu mereka sedang makan, mereka tidak lelah apa berjalan terus, tentu saja tidak mereka kan sedang kencan. Benar…benar… mana mungkin mereka capek.

”Ini minum…”kata Taemin sambil meyodorkan minuman kaleng padaku.

”Gumawo…”seruku dan mengambil minuman itu lalu meminumnya.

”Baru kali ini aku mengikuti orang yang sedang berkencan…capek juga..”serunya.

Aku tersenyum meminta maaf karena malah merepotkannya.

”Oh ya…kenapa kau mau mengikutinya?kau takut terjadi sesuatu pada Hyo Jin noona?”tanyanya lagi.

”Annyong bukan itu hanya balas dendam…”seruku.

Taemin melihatku dengan pandangan bingung, kalau dia bertanya apa tidak akan kujawab karena tidak mungkin aku bercerita kalau Hyo Jin suka sekali meledekku dengannya.

”Balas dendam?”tanyanya lagi.

”Sudahlah..itu rahasia cewek…”seruku sambil tersenyum.

Taemin hanya mengangguk namun masih terlihat bingung. Mereka keluar dari kedai dan berjalan lagi. Ya ampun apa mereka tidak capek. Sekarang mereka masuk ke sebuah toko boneka.

Aku dan Taemin melihatnya dari seberang jalan dan mendapati mereka sedang memilih boneka. Namun tiba-tiba Hyo Jin melihat ke arah kami. Taemin langsung menundukkan kepalaku.

 

 

Hyo Jin POV

”Kau mau yang mana?”tanya Jin Ki.

Aku masih terus memperhatikan keluar seperti ada yang melihatku dan itu tampak seperti Hye Jin, seharian ini sudah tiga kali aku melihat orang yang mirip Hye Jin mungkin aku merasa bersalah padanya karena tidak cerita bahwa aku pergi kencan dengan Jin Ki dan membuatnya harus sendirian pergi membeli kamera barunya padahal waktu itu aku pernah berjanji padanya akan mengantarnya. Mianhe Hye Jin. Ucapku dalam hati.

”Hyo Ji-ah..”seru Jin Ki.

”Mian..aku mau yang itu…”seruku sambil menujuk sebuah boneka panda dengan bambu ditangannya. Lucu sekali.

Dia mengambilkannya untukku dan melihat sekilas.

”Kenapa panda?”tanyanya.

”Dia mirip denganmu…lucu…lihat lucu kan…mirip sekali denganmu…”tunjukku pada boke panda itu.

”Masa kau membandingkanku dengan panda?”serunya sedikit marah sepertinya.

”Ya!maunya apa?panda kan lucu…”seruku lagi.

”Bagaimana dengan kucing…lucu juga kan?”katanya lagi.

”Aku tidak suka kucing..”jawabku.

”Kau kan tahu aku alergi dengan kucing…”lanjutku.

Jin Ki beripikir sebentar sepertinya dia lupa kalau aku alergi kucing. Aku masih ingat waktu aku masih SD, Jin Ki membawa kucingnya ke sekolah dan menujukkannya padaku saat itu aku langsung bersin-bersin seharian dan sejak saat itu aku alergi dengan kucing. Dia lupa hal itu!dasar Jin Ki!aku tidak pernah lupa apa yang dia tidak suka kenapa dia lupa?benar-benar tidak peka.

”Ah ya…”seru Jin Ki.

Akhirnya sadar juga dia.

Dia  membelikanku boneka panda itu lalu kami pergi lagi.

 

Hye Jin POV

Lucu sekali kencan mereka, pergi ke tempat boneka membeli boneka panda. Hampir saja tadi ketahuan untunglah Taemin langsung tahu Hyo Jin melihat ke arah kami. Kami berjalan mengikuti mereka dari jauh. Saat melihat ke toko boneka tadi mataku tertuju pada sebuah boneka. Boneka beruang kecil warna coklat muda yang mengigatkanku pada masa kecilku. Ayah membelikan boneka itu, padahal sebelumnya aku adalah anak yang tidak terlalu suka boneka karena aku taku pada boneka, tapi hari itu, hari ulang tahunku ayah membelikanku boneka beruang itu. Saat pertama melihatnya aku senang sekali karena boneka itu begitu lucu dan bisa bersuara. Boneka itu menjadi temanku selama aku kecil bahkan sampai aku dewasa pun aku masih menyimpannya di kamarku tapi saat ayah pergi meninggalkan kami dan aku mulai membencinya aku mengembalikan boneka itu pada ayah beserta barang-barang yang pernah ayah berikan padaku. Aku terdiam beberapa saat melihat boneka itu. Aku rindu pada boneka itu lebih tepatnya aku rindu ayah, yah walapun dia telah menyakitiku dan ibu tapi dia tetap ayah yang baik. Dia selalu ada untukku waktu aku masih kecil, membelikanku boneka, membacakan cerita, bermain baseball di akhri pekan, pergi menonton pertandinga. Begitulah kegiatanku dengan ayah waktu kecil. Mungkin sebelum aku marah pada ayah aku adalah anak ayah, aku lebih dekat dengan ayahku dibanding dengan ibuku tapi sejak kejadian itu aku berusaha menghindarinya meskipun dia selalu memintaku menemuinya aku selalu menghindar. Aku jadi ingat kejadian beberapa bulan lalu saat ayah meneleponku, mungkin itu bukan ayah tapi dari suaranya itu dia. Semoga dia tidak akan menghubungiku lagi.

”Kau baik-baik saja?”tanya Taemin yang melihatku termenung.

”Andwe…”jawabku dan berjalan.

Taemin mengejarku dan berjalan disisiku.

 

 

Hyo Jin POV

”Jin Ki pulang yuk?” ajakku padanya.

Ah hari ini aku benar-bena lelah, pergi nonton, main sepeda, makan. Benar-benar lelah dan senang tentunya karena bersama dia.

Jin Ki mengangguk dan berjalan bersamanya menuju halte bus, namun tiba-tiba dia berhenti di salah satu toko bunga dan membeli bunga.

”Ini untukmu…kau suka sekali bunga lily kan?”katanya.

Ya ampun dia ingat!aku suka sekali bunga lily dan dia masih ingat itu ternyata. Dia tersenyum, aku suka sekali melihatnya tersenyum. Senyumnya sangat tulus.

Tiba-tiba dia mengenggam tanganku dan menatapku langsung di mataku. Apa dia akan mengatakannya? Mana mungkin dia berani.

”Hyo Jin-ah…”serunya.

Aku mengangguk dan menunggu dia bicara, dia sudah sangat serius, dia terus menatapku. Benarkah dia akan bilang itu. Aigoo akhirnya!aku sudah memasang wajah penuh harap.

”Hyo Jin-ah…”katanya lagi.

”Ne..”jawabku.

Dia terdiam beberapa saat kemudian.

”Kita pulang saja yuk…”serunya sambil tersenyum.

Apa dia Cuma mau bilang pulang! Dasar Jin Ki. Selalu saja seperti itu. Aku langsung cemberut dan berjalan meninggalkannya.

”Ya!Hyo Jin-ah!”serunya sambil berlari mengejarku.

Kukira dia akan bilang menyukaiku atau apalah, aku sudah serius ternyata dia hanya bilang ’ayo kita pulang’ sungguh sangat lucu Jin Ki.

”Hyo Jin-ah…”katanya sambil berjalan disampingku.

”Aku sudah serius begitu kau malah bercanda….padahal aku berharap…”seruku padanya.

”Mianhe…berharap apa?”potongnya.

Aku terus saja berjalan dan dia terus mengikutiku disampingnya.

”Jeongmal mianhe Hyo Jin-ah…aku Cuma ingin bercanda saja habisnya kau serius terus…”katanya lagi sambil tersenyum.

Aku berhenti, benar juga untuk apa aku marah, lagian aku saja yang terlalu berharap padanya. Kau tahu kan Hyo Jin, Jin Ki itu seperti apa orangnya!jadi mana mungkin dia bisa seperti itu. Seruku di dalam hati.

”Miananda..”katanya lagi sambil tersenyum.

Dan jujur setiap melihat senyumnya pasti aku meleleh deh, habis senyumnya selalu tulus dan ya benar Jin Ki tidak akan pernah menyakiti hatiku jadi dia pasti bercanda.

 

Hye Jin POV

Sepanjang perjalanan aku masih terdiam mungkin gara-gara ingat kejadian yang dulu. Taemin pun diam sepertinya dia tahu suasana hatiku tidak enak tapi semoga dia tidak salah paham mengira aku marah padanya.

”Sudah mau sore…masih mau melanjutkan?”tanyanya menyadarkanku dari lamunanku.

Benar juga hari sudah sore dan aku belum bilang bahwa aku akan pulang sore tadi aku bilang hanya ingin pergi membeli kamera. Sebaiknya aku pulang, aku sedang tidak bernafsu untuk meledek Hyo Jin.

”Ya…aku lupa aku belum bilang kalau mau pulang sore…kita pulang saja…”seruku

Kami berjalan sampai di halte bisa dan kami bertemu Hyo Jin dan Jin Ki. Hyo Jin sangat terkejut melihat kami, begitupun kami. Ya ampun gawat bagaimana kalau Hyo Jin tahu aku mengikuti mereka seharian ini. Aduh apa yang harus aku lakukan? Aku melirik ke arah Taemin tapi dia terlihat tenang-tenang saja.

”Kalian???”seru Hyo Jin dan Jin Ki berbarengan.

Aku mencoba tersenyum pada mereka.

”Taem…sedang apa kau disini?” tanya Jin Ki Oppa pada Taemin.

”Pergi kencan…”seru Taemin tersenyum.

”Dengan?”tanya Jin Ki Oppa.

Jin Ki oppa ini hanya menguji atau dia benar-benar tidak tahu. Kenapa dia bertanya seperti itu. Sudah jelas-jelas dia bersamaku berarti Taemin pergi kencan denganku, maksudnya pura-pura pergi kencan.

”Hye Jin…”jawab Taemin.

Hyo Jin memperhatikanku dan mengahmpiriku lalu menarik tanganku menjauhi mereka, kemudian bertanya padaku.

”Benar kau pergi kencan dengannya?”tanyanya.

”Ne…”jawabku.

Jawaban itu lebih baik tidak mungkinkan aku jujur padanya kalau aku mengikutinya.

”Kalau kau?”tanyaku padanya.

Pura-pura sebenarnya. Apakah dia akan jujur padaku atau tidak. Dia diam beberapa saat.

”Jangan ketawa dan jangan bilang pada siapapun di sekolah nanti…aku pergi kencan dengan Jin Ki…”katanya.

Ah dia mengaku juga akhirnya. Aku tertawa melihatnya mengaku.

”Sudah kubilang jangan ketawa…atau kau mau aku ledekkin terus sepanjang malam…”ancamnya.

Selalu mendominasi dan mengancam. Itulah Hyo Jin.

”Arasso…aku tidak akan tertawa asal kau tepati janjimu itu…”jawabku.

”Ne…”serunya

Kami pun bersalaman tanda setuju dan kembali menghampiri mereka.

”Ayo pulang…”seru Hyo Jin.

Kami pun pulang naik bis. Di perjalanan kulihat Taemin yang duduk disampingku terus memperhatikanku dan aku berusaha mengalihkan pandanganku setiap kali kami beradu pandang, dia terlihat seperti ingin menanyakan sesuatu, aku tahu pasti dia ingin tanya aku kenapa tapi aku tidak bisa cerita sekarang. Aku temenung sepanjang perjalanan hanya melihat keluar jendela. Hyo Jin sepertinya merasakan sesuatu yang berbeda, dia terus saja bertanya tentang keadaaku. Rasanya aku ingin pulang dan tidur. Aku meyandarkan kepalaku dan memejamkan mataku. Tak terasa air mataku turun dan aku merasakan seseorang menghapusnya. Taemin. Dia menyadarkanku di bahunya lagi dan mengusa-usap kepalaku. Ini untuk kedua kalinya aku menangis di bahunya. Gumawo Taemin untuk menjadi tempatku bersandar ketika aku sedih

Advertisements

One thought on “FF: LOVE’S WAY – I THINK I

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s