FF: Saengil Chukkae Tuan Cho Babo Part 2 (KyuSoon Couple)

SAENGIL CHUKKAE TUAN CHO BABO

 

 

 

Kyu POV

“Kapan selesainya hyung?”tanyaku pada Teukie hyung karena sejak tadi kami belum selesai juga padahal sudah jam 10 malam, aku kan berniat untuk ke rumah Yongie babo karena dia sedang ngambek lagi tapi kalau begini bagaimana aku bisa kesana, ini sudah terlalu malam, pasti dia sudah tidur.

“Kau kenapa sih Kyu? Buru-buru sekali…”seru Teukie hyung.

“Anni hyung…”jawabku, tidak mungkin aku menjelaskannya.

Aku terus saja melihat layar handphoneku, tidak ada tanda-tanda darinya, dia benar-benar marah rupanya, aisshh kenapa aku tadi bicara seperti itu sih!babo Kyu! Ucapku dalam hati sambil memukul kepalaku.

“Bertengkar lagi?”tanya Donghae hyung yang tiba-tiba duduk disamping.

“Ah anni…”jawabku singkat.

Donghae hyung hanya terkekeh pelan, aku pun segera meninggalkannya ke kerumunan hyungdeulku.

 

Sudah sejak pagi aku berusaha menghubunginya, tidak ada respon sama sekali darinya. Aisshh anak-anak ini benar-benar nagmbek apa. Lebih baik dia memaki-makiku dibanding mendiamkanku, aku benci jika dia mendiamkanku.

 

Yong Soon POV

Hari ini aku sudah janjian dengan Taemin untuk pergi bersama, hari ini dia akan mengajariku bagaimana menjadi seorang gadis ^^.

“Annyeong…”ucapku begitu membuka pintu dan melihatnya sudah rapih di depan pintu rumahku.

“Sudah siap?”tanyanya sambil menunjukan senyum manisnya itu.

“Ne..kajja…”jawabku dan langsung menggamit lengannya untuk pergi.

Begitu sampai di daerah pertokoan dia segera menarik tanganku untuk masuk ke salah satu toko baju disana.

Dia mendorongku ke kumpulan baju dan menyuruhku untuk memilih, aku melihat beberapa helai baju dan kemudian menunjukan sebuah T-Shirt berwarna kuning dan menunjukannya padanya namun dia malah menggeleng dan menyuruhku mengembalikannya. Aku kembali memilih baju dan lagi-lagi dia kembali menggeleng, aku menghela nafas karena bingung harus mengambil apa.

“Ya!Taemin-ah…ini tidak boleh…itu juga tidak..aisshh..apa yangg harus aku pakai??”tanyaku dengan mengembungkan pipiku kesal sambil menatapnya.

Aku melihatnya terkekeh pelan dan kemudian berjalan ke kumpulan dress lalu mengambil salah satu yang berwarna putih gading dan menunjukannya padaku sambil tersenyum.

“Cha….yang seperti ini..katanya mau menjadi seorang gadis…”ucap Taemin kemudian menyodorkan dress itu padaku.

“Ini???aigoo…”ucapku sambil menatap dress itu dari atas ke bawah.

“Ne…ayo di coba..”ucapnya sambil mendorong tubuhku ke ruang ganti.

Aku menelan ludahku dengan berat menatap dress itu. aigoo aku tidak pernah memakai dress sebelumnya, ottohke???aku pasti sangat tidak cocok >.<

Aku menghembuskan nafasku dengan berat, mengumpulkan keberanianku untuk keluar kamar ganti. Semoga dia tidak menganggapku aneh. Aku melangkahkan kakiku keluar dari kamar ganti dan berdiri tepat di depannya.

Aku menatapnya menunggunya memberikan komentar, aku siap jika dia bilang aku tidak cocok, karena aku memang merasa sangat tidak cocok menggunakannya. Namun aku melihatnay terdiam, apa sebegitu anehnya aku memakai ini??pikirku.

“Ya!Taemin-ah..otte??? apa aku sangat tidak cocok??”tanyaku padanya dan kemudian dia tersenyum padaku.

“Neomu kyeopta…”ucapnya kemudian masih dengan senyumannya itu dan membuat mukaku terasa panas, belum pernah aku merasakan hal ini sebelumnya, belum pernah ada yang memujiku seperti ini bahkan namja babo itu.

Dia menarik tanganku dan menyuruhku berdiri di depan cermin.

“Neomu yeppeo…”ucapnya lagi dan sekarang aku benar-benar merasa malu >.<

 

Setelah memilih baju Taemin kembali mengajakku ke sebuah toko sepatu dan kali ini langsung Taemin yang memilih sepatunya, dia menyodorkan sepatu dengan hak tinggi. Aigoo, bagaimana aku memakainya???

“Taemin-ah…aku tidak bisa memakainya…jebal…jangan yang seperti ini…”ucapku padanya dengan wajah memelas.

Dia terkekeh pelan kemudian tetap menyodorkan high heels itu padaku.

“Mau menjadi seorang gadis kan?”ucapnya lagi dan akhirnya aku menghela nafas dengan berat, kalah dengan ucapannya dan mulai memakai sepatu.

“Ayo berdiri..”ucapnya padaku, aku menggeleng dengan kencang karean aku tahu aku tidak akan bisa berjalan, dia mendesah pelan kemudian menjulurkan tangannya padaku.

“Aku bantu…”ucapnya lagi dan langsung menarik tanganku untuk berdiri, dia mengenggam tanganku dan membantuku untuk berjalan perlahan-lahan.

Tiba-tiba jantungku berdegup sangat kencang, kenapa aku seperti ini saat dia mengenggam tanganku sedangkan dengan namja babo itu tidak pernah???wae???

 

Taemin POV

Aku melihatnya begitu senang hari ini, aku merasa sedang kencan dengannya..hehehehe. aku melihatnya selalu tersenyum sepanjang perjalanan setelah membeli berbagai barang yang dapat membuatnya menjadi seorang ‘gadis’, kenapa sih dia harus bersusah payah untuk menjadi seorang gadis untuk Kyu hyung? Apa dia begitu mencintai Kyu hyung sehingga dia mau melakukan apa saja untuknya? Kyu hyung sungguh sangat beruntung..aku selalu berharap dia melakukan itu untukku tapi sampai kapanpun dia tidak akan pernah tahu tentang perasaanku padanya.

“Kita makan dulu…kau mau makan apa?”tanyaku padanya ketika hendak pulang.

“Hemm…jajangmyeon…”ucapnya dengan semangat.

Aku pun tersenyum padanya dan segera menarik tangannya menuju salah satu kedai jajangmyeon di pinggir jalan.

 

Setelah makan aku mengantarnya pulang.

“Jeongmal gomawoyo Taemin-ah…besok tinggal ajarkan aku membuat kue ya..”ucapnya padaku.

“Ne..cheonmaneyo…pasti…aku sudah susah payah nih belajar dari Key hyung…”ucapku lagi.

Aku melihatnya tersenyum, senyum yang sangat aku sukai, begitu tulus dan selalu menunjukan keceriannya, sayang senyum itu bukan milikku, entah kenapa setiap mengingat itu aku kembali sadar kalau yang dihadapanku adalah Yong Soon-nya Kyu hyung bahkan Kyu hyung memanggilnya Yongie, nama kecilnya..dulu aku pernah memanggilnya seperti itu tapi sejak aku tahu dia dan Kyu hyung jadian, aku tahu panggilan itu hanya untuk Kyu hyung.

“Ya..kenapa kau malah terdiam?”tanya Yong Soon sambil mengiba-ibaskan tangannya di depan wajahku.

“Ah..anieyo…ya sudah aku pulang dulu ya…”ucapku kemudian berbalik pergi.

Hufft, aku akan selalu membantumu Yongie..meski yang kau lakukan kali ini untuknya…aku cukup bahagia jika melihatmu bahagia..dan kebahagiaanmu ada padanya.

 

Donghae POV

“Pokoknya kita akan mengerjainya…”ucapku setelah memberikan ideku untuk mengerjai magnae kami yang lusa akan ulang tahun.

Semua orang tersenyum dan mengangguk setuju.

“Semoga saja bukan kalian yang akhirnya dikerjai…”ucap Rae Bin yang sepertinya tidak percaya kalau rencana ini akan berhasil.

“Ne..paling-paling Oppadeul yang dikerjai balik..hahahhaha”kali ini Yeon Ji yang bersuara, aisshh apa mereka tidak percaya pada kemampuan kami, seklai-kali kami ingin mengerjai Kyu yang selama ini selalu mengerjai kami.

“Ngomong-ngomong mana Yong Soon?”tanya Je Ri sambil memperhatikan kami satu persatu mencari sosok Yong Soon.

“Iya ya..kemana dia?”tanya Hyo Soo sambil melihat ke arahku.

Aku menegakan bahuku tidak tahu.

“Sepertinya mereka bertengkar lagi…”ucap Sungmin hyung.

Dan kami hanya bisa menghela nafas bersama-sama, bertengkar, lagi. Aigoo entah sudah berapa kali mereka seperti ini baikan lalu bertengkar lagi dan baikan lagi tapi kali ini aneh sekali biasanya Yong Soon akan marah-marah ke dorm tapi sekarang mereka malah diam-diaman, entah kenapa melihat mereka diam-diaman seperti ini lebih menyeramkan.

“Ya Tuhan kapan mereka bisa akur seperti kita sih…”ucap Eunhyuk.

“Mereka sama-sama seperti anak kecil sih…egois…”ucap Je Ri.

“Susah sekali membuat mereka akur…hah..ya sudah nanti juga mereka akur sendiri…cha..kita harus melaksanakan ide kita ini…”ucapku penuh semangat.

 

Yong Soon POV

“Immo..nanti kalau Kyu mencariku bilang aku tidak ada ya…”pesanku pada Immo, karena selama dua hari ini aku tidak mau bertemu Kyu karena aku ingin memberikan kejutan padanya ^^.

Aku segera menuju dapur dan sudah ada Taemin disana, aku dan dia berniat untuk membuat kue bersama, aku sudah menyuruhnya untuk belajar dari Key Oppa baru dia mengajariku, habisnya kalau aku meminta tolong pada Key Oppa pasti ketahuan duluan, kau tahu Key Oppa sangat cerewet dan bisa-bisa malah keceplosan lagi -.-‘’

“Semua sudah siap…”ucap Taemin padaku dan aku pun tersenyum padanya.

“Mari kita mulai…”ucapku penuh semangat.

Lihat Tuan Cho babo, aku sudha bersusah payah untuk berubah di hari ulang tahunmu dan kau harus menghargainya.

 

Kyu POV

“Mau kemana Kyu?”tanya Sungmin hyung begitu melihatku mengambil peralatan menyamarku.

“Mau kerumah Yongie…”jawabku singkat.

Aku segera keluar kamar dan melihat mereka semua sedang berkumpul dan berbisi-bisik, dasar autis =.=’’

Aku pun tidak menghiraukan mereka dan segera keluar dari dorm menuju rumah si Yongie babo itu, dia benar-benar menyusahkan saja. Aku memacu mobilku dengan cepat untuk sampai ke rumahnya.  Aku akan minta maaf padanya atas perkataanku waktu itu, aku tahu dia marah karena hal itu, ya aku salah tidak seharusnya aku bilang seperti itu. saat itu aku benar-benar malas berdebat dengannya dan lebih baik mengiyakan saja perkataannya tidak tahunya malah seperti ini. Masa di hari ulang tahunku besok, aku marahan dengan yeojachinguku..menyedihkan sekali..yah meski dia tidak akan memberiku hadiah apapun sama seperti tahun lalu bahkan dia sempat lupa hari itu ulang tahunku tapi setidaknya kami tidak sedang bertengkar dan aku masih bisa merayakan dengannya.

Begitu sampai di depan rumahnya, aku langsung memencet bel, aku sedikit kecewa karena yang membukakan bukan dia.

“Yong Soon ada?”tanyaku pada pelayan dirumah itu.

“Mianhamnida tuan…agassi tidak ada dirumah..”ucapnya.

Tidak ada dirumah? Perasaan setiap jam segini dia ada dirumah, apa dia sedang pergi?

“Ah ne..gamsahamnida…”seruku dan kemudian pamit, aku menatap kamarnya yang ada di lantai atsa, jendelanya terbuka pasti dia ada dirumah. Cih apa dia tidak mau bertemu denganku, dasar Yongie babo, aku sudah merendahkan harga diriku untuk meminta maaf padamu tapi kau membalasnya seperti ini. Lihat saja, aku harus menemuimu!

Aku pun berjalan menuju taman di belakang rumahnya, taman yang terlihat dari dapurnya dan kalau tidak salah ada pintu disitu dan Yong Soon bilang pintu itu jarang dikunci, dia sering masuk lewat situ jika pulang telat dan takut dimarahi oleh eommanya, aku berjalan mengendap-endap menuju taman belakang dan baru sampai disitu aku bisa melihat dapur yang memang hanya ditutupi jendela yang besar dan bukan karena dapurnya tapi lebih kepada orang yang ada di dalamnya.

Taemin dan Yongie?! Apa yang mereka lakukan?!oh jadi karena perkataanku kemarin kau jadi bisa selingkuh seperti ini Yongie! Aku melihat mereka tertawa bersama, Yongie tertawa begitu lepas bahkan dia tidak pernah tertawa bahagia seperti itu selalu saja cemberut atau memasang tampang galaknya. Aku mengepalkan tanganku kuat-kuat. Sudah kubilang kan Yongie jangan pernah membuatku galau dengan melihatmu bersama namja lain kenapa kau senang sekali melakukannya? Apa ini karena kau ingin membalasku?!

Ok kalau ini maumu Yongie..aku tidak akan pernah menghubungimu lagi. Aku pun segera berjalan dari tempat itu, muak aku melihat pemandangan itu. dia selalu saja seperti itu, apakah dia benar-benar mencintaiku? Aku tidak akan bicara dengannya lagi mulai saat ini kecuali dia yang berbicara lebih dulu dan aku tidak akan minta maaf atas ucapanku saat itu.

Aku sampai di dorm dan langsung masuk ke dalam kamarku dengan membanting pintu. Aku benar-benar membencimu Yongie Babo! Lihat saja kalau kau seperti itu aku juga bisa!

Yong Soon POV

Ini sudah kue yang kedua dan ternyata rasanya masih sama tidak enak =.=’’

Aku menyerah saja membuat kue untuk ulang tahunnya, sejak tadi tidak ada yang berhasil, padahal aku sudah capek sekali. Aisshh Tuan Cho babo kau membuatku benar-benar masuk ke dapur dan membuat kue sampai mukaku sudah koto karena tepung, kau harus hargai itu!!

“Cha..ini yang ketiga…”ucap Taemin membawa kue yang ketiga yang baru saja keluar dari oven. Dia meletakannya di atas meja dihadapanku.

“Aishh..aku menyerah saja Taemin-ah…pasti tidak enak lagi…”ucapku dengan wajah putus asa.

“Wae? Katanya mau memberi kejutan pada Kyu hyung..ayo semangat…aku sudah capek-capek mencuri resep Key hyung…masa kau sudah menyerah seperti ini…kajja di coba siapa tahu kali ini enak…kalaupun tidak masih banyak bahan dan kita coba lagi…”ucap Taemin dengan penuh semangat.

Aku benar-benar bahagia memiliki sahabat seperti dia, sejak awal dia yang begitu semangat mempersiapkan kejutan untuk namja babo itu, kau benar-benar baik sekali Taemin-ah. Aku pun tersenyum padanya dan mulai mengiri kue itu dan mencobanya.

“Tuh kan gagal lagi…”ucapku kemudian Taemin mencobanya, dia terdiam sesaat.

“Kajja…masih banyak bahan…sedikit lagi…”ucapnya kemudian kembali mengambil tepung dan memasukan ke dalam baskom dengan penuh semangat, sementara aku hanya bisa mendesah pelan.

“Ya!ayo…yang mau memberi kejutan siapa???cepatlah…”ucapnya kemudian menarik tanganku untuk memulai membuat adonan kembali.

 

 

 

Taemin POV

Aku baru saja memasukan kue kelima kami ke dalam oven begitu melihatnya tertidur di atas meja dapur. Dia pasti lelah sekali, sudah sejak sore kami membuat kue dan belum ada yang berhasil juga. Dia begitu niat sekali membuat kejutan untuk Kyu hyung, kau beruntung Kyu hyung, ucapku.

Aku berjalan mendekatinya yang sedang tertidur dengan kepala di atas meja, aku menyingkirkan rambut yang menghalangi wajahnya, dia menggeliat sebentar kemudian kembali tidur, aku tersenyum sendiri melihatnya tertidur seperti itu.

Aku kembali mengusapa kepalanya.

“Kau bahkan rela berubah menjadi seorang gadis untuknya…padahal ada orang yang selalu menganggapmu sebagai seorang gadis meski kau tidak pernah sadar…jeongmal saranghaeyo Yongie…”ucapku sambil terus mengelus kepalanya.

 

Yong Soon POV

Aku merasakan sebuah tangan membelai rambutku perlahan, aku membuka mataku sedikit dan melihat Taemin yang melakukannya, aku kembali menutup mataku, takut dia menyadari aku sudah bangun, dia kembali mengusap perlahan kepalaku dan entah kenapa jantungku kembali berdegup sangat kencang. Aisshh ottohke???

“Kau bahkan rela berubah menjadi seorang gadis untuknya…padahal ada orang yang selalu menganggapmu sebagai seorang gadis meski kau tidak pernah sadar…jeongmal saranghaeyo Yongie…”ucapnya membuatku kaget.

Apa yang dia katakan barusan? Apa aku sedang bermimpi? Aisshh, kenapa dia??mungkin aku salah dengar, ne aku pasti salah dengar. Hufft.

 

Kyu POV

Dua hari kemudian…

“Hyung kalian payah…hahahaha..aku yang ulang tahun kalian yang dikerjai..hahahaha…”ucapku sambil tertawa puasa melihat mereka yang berusaha mengerjaiku tapi malah mereka sendiri yang aku kerjai balik.

“Sudah kubilang…kalian tidak percaya ya kan Yeon Ji?”ucap Rae noona pada Yeon Ji dan dibalas dengan anggukan olehnya.

“Ya sudah…ayo potong kueanya Kyu Oppa…”ucap Je Ri sambil menaruh kuenya di atas meja.

Mereka sedang membuat pesta kecil-kecilan di hari ulang tahunku, awalnya kami ingin makan diluar tapi melihat cuaca yang sangat dingin rencana itu batal. Malam ini benar-benar dingin dan kebetulan sekali tahun ini ulang tahunku bertepatan dengan tahun baru China…andai ada Han hyung dan Hee Yeon noona..mereka sedang apa ya? Tadi mereka sudah meneleponku dan mengucapkan selamat ulang tahun dan aku membalasnya dengan mengucapkan selamat tahun baru^^

Sebenarnya masih ada satu lagi ucapan yang begitu aku tunggu ya dari si babo itu..apa bena-benar dia tidak peduli padaku lagi…aku menatap layar handphoneku dan mendesah pelan, tidak ada dan tidak akan pernah ada..apa dia lebih memilih bersama Taemin? Aisshh kenapa dia seperti ini sih?

“Kajja Kyu…”ucap Teukie hyung.

Aku memejamkan mata mengucapakan keinginanku, satu keinginanku saat ini, aku masih bisa mempertahankan hubunganku dengan Yongie. Aku meniup lilinnya dan saat aku hendak memotongnya, kue itu mendarat lebih dahulu ke wajahku.

“Hyung!!!!”teriakku begitu aku sadar mukaku sudah penuh dengan kue.

“Akhirnya kami bisa mengerjaimu Kyu!!!”seru Eunhyuk hyung sambil tertawa begitu pun yang lain.

Aku segera berdiri dan mengambil sisa krim itu dan mengejar mereka satu persatu.

“Kajja…makan dulu..”ucap Hyo Soo noona begitu aku sudah menempelkan semua sisa krim pada wajah hyungdeulku itu.

Aku berjalan menuju meja makan, kembali aku melihat layar handphoneku dan ternyata ada sebuah pesan masuk.

From: Yongie Babo

Aku tunggu di Namsan Tower jam 7

Mau apa dia mengajakku bertemu? Dia pikir semudah itu aku memaafkannya, cih, bukannya mengucapkan selamat ulang tahun malah seperti itu, apa yang mau dia bicarakan? Mengajak putus?!shiro, aku tidak akan menemuinya! Aku pun kembali memasukan handphoneku ke dalam saku celanaku.

 

Yong Soon POV

Selesai, aku sudah membungkusnya dengan cantik dan siap diberikan padanya, pasti sekarang Oppadeul dan Onniedeul sedang merayakannya bersamanya, sebenarnya aku ingin seperti itu tapi..aku kan ingin memberikannya kejutan.

Aku sudah bersiap dan segera mengirimnya sms untuk bertemu.

To: StupidKyu

Aku tunggu di Namsan Tower jam 7

Begitu selesai mengirimnya sms, aku segera kembali ke kamarku dan mengganti pakaianku dengan pakaian yang sedikit menunjukan diriku adalah seorang gadis. Aku mengambil baju yang aku dan Taemin beli. Dress berwarna putih gading pendek dan legging hitam lalu cardigan berwarna hitam. Rasanya aneh sekali memakai pakaian seperti ini, aku mengeluarkan sepatu hingh heels putih yang juga baru aku beli kemarin bersama Taemin. Ya Tuhan susah sekali untuk menjadi seorang gadis,aku lebih suka memakai sneakersku T.T tapi aku harus bertahan ini demi dia. Huh Tuan Cho babo lihat betapa aku sudah berusaha berubah menjadi gadis yang feminim untukmu, kau harus mengharagainya.

Aku mengambil tas selempangku dan segera turun kebawah mengambil kotak kue itu dan aku siap pergi.

Aku melihatnya belum ada di depan Namsa Tower kemana dia? Aku menunggu di salah stau bangku disana, apa dia marah karena kejadiaan itu? aku menggosok-gosokan kedua tanganku untuk memberikan rasa hangat pada tubuhku, kenapa hari ini begitu dingin sih mana aku lupa memakai sarung tangan dan parahnya aku hanya memakai cardigan bukannya jaket. Babo T.T

Cepatlah datang Cho Kyuhyun!kau mau membuatku mati kedinginan hah! Aku memeluk tubuhku berusaha menghilangkan rasa dingin yang mulai menyusup ketulangku. Sial sekali aku hari ini!

 

Kyu POV

“Ah..benar-benar kenyang…”ucap Shindong hyung yang sudah makan entah berapa mangkuk sambil merebahkan tubuhnya ke atas lantai.

Kami benar-benar seperti berpesta meski hanya dengan makanan buatan JeWook.

“Kyu..kau masih marahan dengan Yong Soon?”tanya Siwon hyung padaku. Dan membuat semua member dan pasangannya menatapku.

“Wae? Iya masih…”jawabku singkat.

“Aigoo..kalian ini..ada apa lagi sih? Pantas beberapa hari ini Yong Soon tidak bisa dihubungi padahal aku ingin mengajaknya mengerjaimu…”ucap Rae noona.

“Sudahlah..aku sedang malas membicarakannya…aku tidak peduli lagi padanya…”ucapku dan langsung masuk ke dalam kamar, aku malas harus membicarakannya lagi, mungkin memang kami butuh waktu untuk sendiri-sendiri dulu.

Aku melihat handphoneku yang aku taruh di atas meja, lima panggilan tak terjawab semuanya dari Yongie, huh mau apa lagi dia?biar ini menjadi pelajarn untuk dia yang tukang selingkuh. Aku melihat jam di kamarku, pukul setengah 10 malam, apa dia masih menungguku? Aisshh kenapa aku jadi memikirkannya, aku kan ingin memberi dia pelajaran. Aku mengecek kapan terkahir kali dia menelleponku, 20 menit yang lalu. Yah mungkin dia sudah pulang.

Aku kembali keluar kamarku dan melihat Shindong hyung dan juga Siwon hyung sedang menonton TV bersama, aku pun berjalan menghampiri mereka dan duduk di samping Shindong hyung. Aku berusaha konsentrasi menonton TV namun entah kenapa pikiranku terus memikirkan Yongie, apa dia masih menungguku? Tidak mungkin pasti dia sudah pulang, tentu saja.

“Hyung…kalau ada yang memintamu bertemu pukul 7 malam sedangkan sekarang sudah pukul setengah sepuluh malam…apa menurutmu orang itu masih menungguku?”tanyaku pada Shindong hyung disampingku.

Dia menoleh padaku dan menatapku bingung.

“Tentu saja..dia sudah tidak menunggumu lagi…mana ada yang mau menunggu sampai  2 jam setengah di salju seperti ini…kecuali dia benar-benar bodoh…memangnya kenapa?”tanya Shindong hyung.

Aku melihat keluar jendela dan butiran-butiran putih berbentuk kapas jatuh perlah, ternyata sedang hujan salju. Mwo?!! Aisshh jinja…jeongmal babo!!

“Dia memang bodoh hyung..”ucapku kemudian langsung masuk ke dalam kamarku dan menyambar jaket panjangku juga topi dan kacamata, lalu segera keluar dorm.

“Kyu mau kemana?”tanya Sungmin hyung begitu melihatku mau keluar dorm.

“Aku pergi dulu hyung”ucapku dan kemudian segera berlari menuju lift.

 

Apa dia masih menungguku? Aisshh apa yang aku lakukan? Membuatnya mati di udara sedingin ini. Aku sampai di depan Namsan Tower yang mulai sepi, tentu saja sepi semua orang tidak ada yang mau mati kedinginan diluar ruangan. Aku mengedarkan pandanganku dan menemukan seseorang dengan cardigan hitam duduk di salah satu bangku disana, apa itu dia? Pikirku. Aku pun berjalan menghampirinya dan ternyata benar itu dia. Aisshh apa yang dia pikirkan di udara sedingin ini hanya memakai cardigan dan tidak memakai sarung tangan lagi. Dia menunduk maka aku pun segera menarik tangannya untuk berdiri.

“Bodoh”ucapku sambil menariknya namun aku lihat badannya begitu lemas dan hampir terjatuh maka aku pun menopang tubunya. Matanya terpejam.

Aku menepuk pipinya yang dingin dan aigoo wajahnya pucat sekali tubuhnya pun menggigil, dia benar-benar bodoh.

“Yongie..kau dengar aku..”ucapku sambil menepuk pipinya perlahan.

“Kyunnie…saengil chukkae..”ucapnya lirih dengan mata yang masih terpejam. Ya Tuhan Yongie…

“Aisshh masih sempatnya kau mengucapkan itu padahal kau sudah hampir mati kedinginan disini…”ucapku.

Aku segera menaikkannya ke punggungku dan menggendongnya sampai mobilku dan aku segera memasukannya ke dalam. Aku memacu mobilku dengan kencang sambil sesekali melirik ke arahnya yang masih menggigil, aku berhenti sebentar untuk melepaskan jaketku dan mengenakan padanya namun aku masih melihatnya menggigil, aisshh ottohke apa yang harus aku lakukan? Kemana aku harus membawanya.

 

Karena tidak tahu harus membawa kemana, akhirnya aku membawanya ke rumahnya, habis aku tidak tahu harus kemana lagi, kalau ke dorm jika ada yang melihat aku membawa seorang gadis bisa gawat maka kupikir yang lebih aman membawanya ke rumahnya. Semoga paman dan bibinya ada dirumah atau paling tidak ada Minho disana. Aku menggendongnya kembali di punggungku dan memencet bel rumahnya.

“Tuan…agassii…ada apa dengannya?”tanya pelayan rumahnya padaku.

“Dia kedinginan…”jawabku.

Dia memberiku jalan masuk dan aku segera membawanya ke dalam kamarnya. Aku segera merebahkannya di atas tempat tidurnya dan menyelimutinya namun dia tetap kedinginan. Di luar salju juga masih turun. Aisshh, dia pasti sangat kedinginan.

“Choi ahjussi dan Choi ahjumma dimana?”tanyaku pada pelayan rumahnya.

“Mereka sedang pergi..besok baru kembali…”jawabnya yang terlihat panik melihat Yong Soon.

“Tolong bawakan selimut lagi…dia sangat kedinginan…”pintaku padanya.

Aku mencari selimut lain di lemarinya dan memakaikannya padanya tak lama kemudian pelayan itu datang dan membawa selimut yang lain, aku pun kembali memakaikannya, namun aku masih bisa melihatnya menggigil. Ottohke?

“Apa yang harus aku lakukan Tuan?”tanya pelayan itu dengan wajah panik.

“Ani gwenchana..aku yang akan merawatnya..kau boleh pergi…”ucapku menyuruhnya untuk keluar dan dia pun akhirnya keluar.

Aku duduk di tepi tempat tidurnya, wajahnya masih pucat dan bibirnya bergetar, sepertinya dia masih kedinginan padahal aku sudah memakaikannya tiga selimut yang tebal. Aku mengusap wajahnya perlahan.

“Yongie..”panggilku berusaha membuat kesadarannya  tetap terjaga.

“Dingin Kyu..”lirihnya.

Aku mencari kain lagi di lemarinya yang bisa membuatnya hangat, tidak ada. Aisshh apa yang harus aku lakukan? Salju turun semakin lebat diluar dan membuat udara semakin dingin.

“Dingin…”lirihnya lagi.

Tanpa pikir panjang lagi aku segara naik ke atas tempat tidurnya  membuka semua selimutnya dan membaringkan tubuhku disampingnya lalu menariknya ke dalam pelukanku setelah itu menutup tubuh kami dengan semua selimut itu. aku memeluknya dengan erat berusaha membagi hangat tubuhku padanya.

“Dingin..dingin…”lirihnya.

Aku bisa merasakn hembusan nafasnya yang dingin dan aku semakin mengeratkan pelukanku padanya.

“Yongie..kau benar-benar mengerjaiku di detik-detik terakhir ulanng tahunku…cepatlah sembuh..jeongmal saranghae”ucapku sambil mengecup puncak kepalanya.

 

Yong Soon POV

Aku merasa panas sekali dan sesak, ada apa denganku? Aku berusaha membuka mataku dan begitu membuka mataku kenapa posisiku seperti ini, aku mendengar suara dengakuran halus seseorang. Omo, apa yang terjadi padaku, aku melihat tangan melingakari tubuhku dan aku baru sadar kalau aku tertidur di dada seseorang.  Aku mendongak dan..

“Aaaaaa!!Cho Kyuhyun apa yang kau lakukan dikamarku!!!”teriakku sambil mendorong tubuhnya menjauh dan membuatnya langsung terbangun.

“Aisshh..aku baru tidur dua jam Yongie…”ucapnya dengan mata masih setengah terpejam sambil duduk, aku membuka selimutku dan memastikan aku masih memakai pakaianku lengkap, aku melihatnya dan begitupun dia, masih mengenakan pakaiannya lengkap. Aku menghembuskan nafas lega. Setidaknya kami tidak melakukan apapun, lalu apa yang dia lakukan dikamarku?

Dia kembali merebahkan tubuhnya ke tempat tidur dan menarik selimut kembali.

“Ya!apa yang kau lakukan?!cepat keluar dari kamarku?!!!”ucapku sambil mendorong tubunnya untuk turun dari kamarku namun..

BRUKK

Kepalanya membentur ujung meja disamping tempat tidurku.

“Shiro!aku sudah membantumu kau malah kasar padaku!”ucapnya sambil mengusap-usap keningnya yang terantuk tadi dan Omo berdarah.

“Aishh..berdarah lagi!”ucapnya begitu melihat tangannya terdapat bercak darah.

“Mianhe..jeongmal mianhe…”ucapku mendekat padanya dan menyentuh keningnya dengan tanganku perlahan. Aku tidak sengaja mendorongnya sampai terjatuh seperti itu.

“Omo..biar aku obati…”ucapku kemudian menyuruhnya duduk kembali dan aku segera mengambil kotak obatku di dalam lemari dan langsung mengobatinya.

 

Kami sarapan dalam diam, dia masih menatapku tajam, sepertinya kesal dengan perlakuanku tadi yang membuat kepalanya terluka. Habisnya aku kan kaget kenapa dia bisa ada di kamarku dan bahkan tidur bersamaku sebelumnya. Dia sudah menjelaskannya tadi kenapa kami bisa seperti itu dan sejak saat itu dia terus menatapku tajam. Sudahlah, salah sendiri datang telat>.<

“Kau bisa pulang setelah sarapan”ucapku padanya.

“Siapa bilang aku mau pulang..kau harus tanggung jawab dulu dengan ini..”ucapnya sambil menunjukan luka di pelipisnya yang telah aku tutupi dengan plester.

“Ya!aku kan sudah mengobatinya…”sungutku.

“Menurutmu kebaikanku semalam..yang rela memelukmu sampai pagi tidak ada artinya hah..”ucapnya lagi.

Kenapa sejak tadi dia terus mengingatkanku kejadian itu, menyebalkan sekali>.< aku juga tidak mau dia melakukannya. Hah mengingatnya saja sudah membuatku malu apalagi jika saat itu aku sadar.

“Kau pikir itu salahku, hah?!”ucapku mulai meninggikan cara bicaraku karena aku pikir ini memang salahnya yang datang terlambat.

“Siapa yang datang terlambat?!”ucapku lagi.

Dia bangkit dari duduknya dan menatapku tajam.

“Siapa yang tidak menghubungiku selama tiga hari?!”ucapnya memandangku sangat tajam.

“Siapa yang hanya memakai cardigan dan dress di malam salju?!”ucapnya.

“Siapa yang berselingkuh dengan Taemin?!”ucapnya lagi.

“Mwo?!!”ucapku lantang.

Apa-apaan dia? Selingkuh dengan Taemin? Apa yang ada dipikirannya sekarang, kenapa dia membawa Taemin lagi?

“Dia melakukannya untuk menjadi tipe ideal hyung….”ucap sebuah suara yang membuatku langsung membulatkan mataku begitu melihatnya masuk sambil membawa kue dan aku semakin kaget begitu melihat Oppadeul dan Onniedeul di belakangnya.

“Aishhh…kalian ini selalu saja bertengkar karena hal kecil…”ucap Eunhyuk Oppa sambil terkekeh pelan.

“Taemin-ah…Oppadeul..Onniedul…”ucapku.

Kenapa mereka bisa ada disini? Aku melihat Kyu juga terkejut melihat kedatangan mereka.

Taemin berjalan ke arahku dan menyerahkan kue itu padaku.

“Cepat ucapkan pada hyung…kau membuatnya dengan susah payah kan…kajja…Yongie…”ucap Taemin.

Aku melihat Kyu menatapku dan Taemin bergantian. Aisshh kenapa mereka bisa sampai tahu rencanaku, pasti gara-gara Taemin, ya sudah memang kue ini dibuat untuknya, mau tidak mau aku harus memberikannya padanya.

Aku menghembuskan nafasku perlahan dan menyodorkan kue yang sudah berhiasakan lilin dengan angka 24 dan juga boneka dengan wajahnya.

“Saengil chukkae Tuan Cho babo…”ucapku sambil tersenyum padanya.

Dia menatapku bingung namun kemudian dia tersenyum dan meniup lilinnya.

Aku mendengar semuanya bertepuk tangan.

“Nah..Kyu-ya…potong kuenya…”ucap Rae Onnie sambil menyodorkan pisau pada Kyu dan kemudian dia mulai memotong kuenya.

“Mau kau berikan pada siapa Kyu?”tanya Donghae Oppa sambil senyum-senyum gak jelas melirikku.

Kyu melirik ke arahku sambil tersenyum evil.

“Buka mulutmu”perintahnya.

Aisshh tidak bisa apa sedikit lebih ramah tidak perlu ketus begitu.

“Cepat buka mulutmu!”perintahnya lagi.

Dia benar-benar menyebalkan, akhirnya aku pun mengalah dan membuka mulutku, tidak ada cara yang lebih baik selain dengan kata-kata ketus seperti itu apa =.=’’ dasar Tuan Cho Babo.

Aku melihat mereka kembali bertepku tangan, apa-apaan mereka itu.

“Kisseu…kisseu..kisseu..”ucap mereka serempak yang sukse membuatku membelalakan mataku.

“MWO?!!!ANDWE!!!!”seruku pada mereka yang masih terus saja mengucapkan kata-kata itu. aku melirik Kyu yang hanya tersenyum evil, andwe..jangan-jangan dia mau melakukannya…andwe!!!

Tiba-tiba saja dia menarik tanganku dan aku segera memejamkan mataku tidak mau lihat apa yang terjadi selanjutnya yang aku tahu sesuatu yang hangat dan lembut menyentuh bibirku. Aishh jinjja!! Dia berani sekali!!!

Taemin POV

Sakit, itu yang aku rasakan sekarang ini, melihatnya dicium di depanku. Aku hanya bisa tersenyum tipis melihatnya. Sudahlah…semua memang sudah berakhir, aku harus berusaha melupakannya dengan keras mulai sekarang.

Tiba-tiba aku merasakan sebuah tangan merangkul bahuku dan ternyata Sungmin hyung.

“Dia bahagia…”ucap Sungmin hyung.

Aku menoleh dan melihatnya tersenyum, aku menautkan alisku bingung dengan perkataannya tadi. Apa dia tahu??

 

Eunhyuk POV

Hehehehe…sekarang kisseu..bagus sekali…aku kembali dapat foto bagus mereka. Tidak menyangka Kyu akan seberani itu di depan kami semua tapi baguslah…

“Hyukkie..kenapa kau senyum-senyum sendiri…”ucap Donghae..

“Ah…anni..” ucapku sambil menghampiri pasangan itu.

 

Yong Soon POV

Aku baru membuka mataku ketika aku merasa dia sudah melepas ciumannya dan ternyata kue yang aku pegang terjatuh karena kaget dengan perlakuannya.

“Aishhh..kuenya!!!”seru Shindong Oppa dan menatap sedih kue yang terjatuh ke lantai.

“Ya!tuan cho babo kau menghancurkan kue buatanku!!!”teriakku begitu melihat kue yang aku buat dengan susah payah sudah tidak berbentuk sementara dia hanya terkekeh pelan. Menyebalkan >.<.

Aku berjongkok meratapi nasib kue yang kubuat susah payah dan tiba-tiba ide iseng terlintas di otakku, aku mencomot kue itu dan langsung menempelkannya pada wajah Tuan Cho babo itu. kena kau!!

“Rasakan pembalasanku!!!”ucapku sambil tertawa.

“Mwo?!!!Ya!Choi Yong Soon!!awas kau!!”serunya kemudian mengambil kue itu dan mengejarku sementara aku segera berlari menghindarinya dan tak lupa menempelkan sisa kue itu ke wajah Oppadeul dan Onniedeul yang lain.

“Ya!Choi Yong Soon!!!”ucap Rae Onnie.

Jadilah kami berlarian menghindari krim, seperti anak kecil saja..hahahahaha.

“Hyung!!!rumahku!!!!”teriak sebuah suara membuat kami langsung menoleh ke arah sumber suara itu dan ternyata itu Minho Oppa, dia menatap kami dengan pandangan marah. Dasar keroro prince. Aku pun segera menghampirinya dan menyentuhkan krim di tanganku ke wajahnya.

“Mianhamnida Keroro Prince…”ucapku sambil memeletkan lidaku dan berlari pergi darinya yang sudah hendak mengejarku.

“YA!Yong Soon!!!kemari kau!!!”ucapnya yang hendak mengejarku namun Oppadeulku yang lain segera menemplekan krim pada wajahnya yang membuat Minho Oppa bingung harus mengejar yang mana….hahahaha

 

Kyu POV

“Kau lucu Yongie…belajar memakai dress..high heels…membuat kue…hanya karena ingin seperti tipe idealku…”ucapku padanya ketika semua hyungdeul sudah pulang, aku disuruhnya membantu membersihkan rumahnya, sial sekali.

Dia mengembungkan pipinya kesal dan itu membuatnya semakin, aku segera menariknya ke dalam pelukanku dan itu membuatnya terkejut.

“Mianhe…kau tidak perlu menjadi tipe idealku karena tipe idealku adalah dirimu…”seruku sambil melepas pelukanku dan menatapanya langsung di matanya.

“Yongie babo..yang galak dan cuek yang selalu sukses membuatku cemburu dengan kedekatannya dengan namja-namja…”ucapku sambil menyentil dahinya dengan hidungku.

“Ya!sakit tahu….”ucapnya sambil mengusap dahinya dan aku kembali menariknya ke dalam pelukanku.

“Jeongmal saranghae Yongie…”ucapku sambil mencium puncak kepalanya.

“Nado…”ucapnya dalam pelukanku.

 

 

 

“Ya sudah..kalau kau tidak mau pergi..aku yang pergi…”ucapku berdiri dari dudukku hendak pergi namun tiba-tiba tangannya menahanku dan membalikan tubuhku lalu aku merasakan sesuatu yang lembut menyentuh bibirku.

Aku membelalakan mataku begitu tahu apa yang dia lakukan, aku berusaha mendorong tubuhnya namun sebelah tangannya lagi menahan leherku untuk tetap seperti itu.

Dia melepaskan ciumannya namun wajahnya masih begitu dekat denganku dan jujur itu membuat konsentrasiku hilang.

“Gomawo..aku tahu kau membuat kue itu untukku…dan kau berubah juga untukku..gomawoyo Yongie babo…jeongmal saranghae..”ucapnya.

Kemudian dia kembali menempelkan bibirnya pada bibirku, lama-lama bibirnya mulai bergerak perlahan di bibirku dan melumatnya, kalau sudah begitu aku hanya bisa membalasnya, aku melingkarkan tanganku di lehernya dan tangannya menarik pinggangku untuk lebih dekat dengannya dan dia terus melumat bibirku.

 

Dia menempelkan keningnya pada keningku dengan nafas yang masih memburu akibat ciuman kami tadi begitupun aku.

“Kau sukses mengerjaiku Yongie..apa kedekatanmu dengan Taemin juga idemu?”tanyanya padaku.

Aku pun hanya mengagguk dan tersenyum.

“Saengil chukkae naui Kyunnie…”ucapku.

“Gomawo…”balasnya dan kemudian mencium bibirku sekilas.

 

Kyu POV

Dua hari kemudian….

“Igo…”ucap Yongie sambil memberikan sebuah bungkusan padaku.

“Kuenya tidak kau makan jadi aku tidak punya hadiah lagi..maka aku putuskan memberikan ini…”ucapnya lagi.

Aku menautkan alisku bingung namun aku tetap membukanya dan mendesah kecewa.

“wae?”tanyanya padaku.

“Kaset game lagi…sama seperti tahu kemarin…”ucapku.

“Aku bingung mau beli apa…sayang jika memberikanmu barang bagus…”ucapnya.

“Ya!katanya kau mau berubah…”seruku.

“Kan hanya pas ulang tahunmu saja…”ucapnya sambil menjulurkan lidahnya kemudian berlari menjauhiku.

“Ya!awas kau Yongie!”ucapku dan berusaha menangkapnya.

Dia tidak akan pernah berubah selalu seperti itu dan itu yang membuatku menyukainya, tidak peduli dia seperti dia tetap Yongie-ku..jeongmal saranghae Yongie Babo ^^

Advertisements

15 thoughts on “FF: Saengil Chukkae Tuan Cho Babo Part 2 (KyuSoon Couple)

  1. untung Yongie ya gak beku di namsan tower.kan gak lucu aja hahaha..

    tapi thor aku rasa penulisan kata katanya minta di perbaiki.kayak kata Galau,Kok atau yg lain. rasanya kata itu gak pas di masukan ke crta. Aku kalau lagi asik baca tp tiba tiba ada EYD yg gk pas jadi gak dapat feell ya. Ya itu cuma saran aku aja 😀

  2. yah kyu nya terlalu cemburu sama taemin, untung saja yongie tidak pingsan di namsan tower karena kedinginan, issh kyu kyu…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s