FF: LOVE’S WAY – WAY FOR LOVE

 

 

Cast:

1. All of SHINee member

2. Choi Hye Jin

3. Shin Hye Jin

4. Super Junior member

Genre: Friendship and Romance, there’s sad scene also…hehehehe

Rating: General

Disclaimer: Taemin is mine..Only mine..kekekeke

 

3. LOVE’S WAY

 

Hye Jin POV

Akhirnya akhir pekan juga, rasanya aku masih ingin bermalas-malasan di tempat tidur setelah minggu yang sangat melelahkan. Aku masih bergelung dengan selimutku di tempat tidur sampai Hyo Jin membuka jendela dan membiarkan cahaya matahari masuk dan mengenai mataku. Aishh….silau sekali.

”Bangun cepat!!!kau mau jalan-jalan tidak?”

Jalan-jalan? Jalan-jalan kemana?malasnya, untuk apa jalan-jalan aku hanya ingin di rumah saja minggu ini, aku masih mengantuk. Minggu kemarin sudah pergi masa sekarang pergi lagi.

Kurasakan seseorang menarik selimutku.

”Hyo Jin…aku ngantuk…”Aku berteriak kesal dengan mata masih menutup.

”Kau tidak mau bangun juga…Taemin tidak suka gadis yang bangunnya telat…”

Hyo Jin tidak bosan-bosannya kah dia meledekku sejak kemarin, aku bangun dan langsung melemparnya dengan bantalku tapi ternyata dia bisa menghindar dan hilang di balik pintu.

”Cepat mandi sana…”Teriak Hyo Jin dari luar kamar.

Kenapa sepupuku yang satu itu tidak henti-hentinya mengejekku, apalagi sejak dia tahu kalau aku diantar oleh Taemin kemarin , sebenarnya kejadian itu juga tidak disengaja, masalahnya saat itu aku pulang sekolah sendiri, Hyo Jin ada latihan sedangkan Rae Na tidak masuk sekolah. Tiba-tiba di depan gerbang sekolah dia menghampiriku dan mengajakku pulang bersama, dia bilang dia disuruh Hyo Jin karena Hyo Jin takut aku akan tersesat lagi seperti waktu itu. Namun Hyo Jin menjadikannya bahan ledekan sepanjang hari itu sampai sekarang. Sepertinya Hyo Jin sengaja melakukan itu padaku.

 

Hari ini aku terpaksa mengikuti kemauan Hyo Jin mengantarnya jalan-jalan ke taman, sebenarnya aku malas tapi ibu juga memintaku untuk menemani Hyo Jin. Jadilah aku disini bersamanya di sebuah taman di tengah kota, taman kesukaannya begitu kata Hyo Jin waktu itu. Kami duduk di sebuah bangku dekat air mancur. Seperti biasa aku membawa kameraku, aku memang sangat tertarik pada fotografi semenjak aku masih di Amerika dan sejak pindah kesini aku semakin senang dengan fotografi, aku selalu membawa kameraku kemana-mana karena objek foto disini lebih indah daripada di Amerika. Aku terus saja mengarahkan kameraku ke setiap objek yang menurutku bagus tanpa mengiharaukan Hyo Jin yang sedang bercerita, entahlah apa, sepertinya tentang pergelaran seninya, atau tentang Jin Ki Oppa, atau drama…aku tidak tahu, aku hanya menggapinya dengan jawaban ”Ya” atau ”Hmm” dan sepertinya itu membuat Hyo Jin kesal dan mulai berhenti bicara dan tiba-tiba saja mengambil kameraku.

”Ya!!” teriakku.

”Kau tidak mendengarkanku bicara…”

”Aku mendengarmu…kembalikan kameraku…”

”Ayo jalan lagi…”

Dasar Hyo Jin, selalu mendominasi. Kami berjalan lagi sementara kameraku di tahannya dia kembali bercerita dan terpaksa aku harus menanggapinya.

”Aku haus kita cari minum dulu ya..”

Bagaiaman dia tidak haus kalau sedari tadi dia hanya berbicara saja. Kami pun mencari toko yang menjual minuman.

”Taemin-ah..”

Hyo Jin berteriak ke seberang jalan, disitu ada seorang cowok yang duduk di atas sepedanya dan itu adalah Taemin. Aigoo di akhir pekan ini aku harus bertemu juga dengannya. Aku yakin Hyo Jin akan menarikku untuk menghampirinya. Dan benar saja dia sudah menarikku sampai ke depan Taemin.

”Noona..Hye Jin…”

Taemin tampak sedikit terkejut melihat aku dan Hyo Jin. Seperti biasa dia selalu tampak tampan walau hanya mengenakan T-Shirt yang dilapisi jaket putih.

”Kalian sedang apa?”tanyanya.

”Kami sedang beralan-jalan disini…Oh ya rumah Jin Ki Oppa di dekat sini kan?”

”Ne…aku kesini dengan Hyung…dia sedang membeli makanan kucingnya di dalam…”

Taemin menunjuk sebuah toko makanan hewan di belakangnya. Tak lama kemudian Jin Ki Oppa keluar dan juga terkejut melihat kami.

”Hyo Jin…”

Hanya Hyo Jin, aku agak sedikit curiga dengan sikap dia ke Hyo Jin. Ini kesempatanku untuk membalasnya. Hyo Jin lihat saja aku pasti tidak salah tebak. Kami pun mengobrol sebentar dan kemudian mereka pergi.

”Annyeong…”

”Ne Annyeong…”Kami melambaikan tangan ke arah mereka.

Sangat lucu melihat mereka naik sepeda berdua, dimana Jin Ki Oppa yang dibonceng, lucu sekali.

”Ayo jalan lagi…”

”Ne…yojachingu Jin Ki Oppa…”

”Mwo?”

Kulihat wajah Hyo Jin yang terkejut mendengar ucapanku dan dia bersiap memulku, aku pun langsung mengindar dan berlari menjauhinya.

 

 

 

”Kau sudah selesai mengerjakan PR-mu?”

”Ne..” Jawabku sambil merapihkan buku-buku ku ke dalam tas.

Hyo Jin masih sibuk membaca bukunya, dia bilang besok dia ada ulangan jadi dia masih belajar. Aku pun naik ke atas kasurku dan menatap langit-langit

”Hmm…Hyo Jin…menurutmu aku ikut kegiatan apa ya disekolah?”

”Teserah saja…memangnya kau mau apa?”Jawab Hyo Jin tanpa memalingkan wajahnya dari buku.

”Kemarin aku lihat papan pengumuman tentang klub drama…aku sedikit tertarik…bagaimana menurutmu?”

Hyo Jin lama tidak menjawab ku kira dia tertidur di mejanya.

”Boleh..itu bagus…kau pernah ikut klub drama sebelumnya?”

”Ne…waktu di Amerika…”

Lama dia tidak bicara lagi lalu kemudian.

”Tapi kau harus hati-hati banyak orang aneh disana…”

”Maksudmu?”

Apa maksudnya dengan orang aneh, kurasa klub drama itu mengasyikan, aku suka akting.

”Kau tahu Heechul, Eunhyuk dan Donghae…tiga serangkai pemilik klub drama…mereka setingkat denganku jadi aku tahu mereka seperti apa…”

”Aneh seperti apa?”

”Kau akan lihat sendiri nanti…tapi tenang saja mereka baik kok…kalau ada apa-apa bilang saja padaku…”

”Ne…”

Aku memejamkan mataku dan akhirnya tertidur.

 

 

Aku masuk ke kelas dan menaruh tas ku ke atas meja dan melihat sekeliling mencari Rae Na, apa dia belum masuk ya? Tapi tadi malam dia sms kalau hari ini dia akan masuk, mungkin belum datang. Hari ini aku datang sangat awal dan baru beberapa muid saja yang sampai di kelas. Aku sedang merapihkan dasiku begitu kulihat seorang cowok masuk ke dalam kelas. Tumben dia datang sepagi ini biasanya saat bel berbunyi dia baru sampai di depan kelas. Aku memalingkan wajahku begitu dia menyadari aku melihat ke arahnya. Sudah seminggu ini kami tidak bertengkar, biasanya setiap kami bertemu pasti akan keluar kata-kata kasar dari mulut kami, sepertinya dia menghindari konfrontasi denganku seminggu ini dan aku pun melakukan hal yang sama, lebih baik aku menghindarinya. Kemudian dia duduk dikursinya dan mengeluarkan sebuah buku dari dalam tasnya. Tak lama kemudian Rae Na datang dengan berteriak-teriak.

”Hye Jin…Ya ampun aku kangen sekali denganmu…”

Dia langsung memelukku dengan erat dan membuatku tidak bisa bernafas.

”Rae Na..kau membuatku tak bisa bernafas tau..”

”Mianna…habis aku kangen sekali sudah 3 hari kita tidak bertemu karena flu ini…”

Aku segera beranjak dari tempat dudukku begitu dia bilang kemarin dia tidak masuk karena sakit flu. Dan menyilangkan tangan di depan wajahku untuk memperingatinya agar tidak mendekat denganku.

”Aigoo…Hye Jin aku sudah sembuh..masa kau tidak mau dekat-dekat denganku…” Rae Na mendekatiku sambil mengerucutkan bibirnya.

Aku tertawa melihat perubahan wajah Rae Na dan sekarang dia sedang cemberut, sangat jelek.

”Aku Cuma bercanda kok…”

Dia tersenyum sedikit dan kemudian tertawa, akhirnya kami tertawa bersama. Kulihat cowok itu diam saja, biasanya dia akan mengomel tidak karuan jika aku dan Rae Na sudah muali tertawa dan dia selalu bilang berisik. Tumben sekali dia hanya diam memandangi buku di depannya. Aisshh kenapa aku harus peduli padanya!!

 

Tak lama kemudian Park Sessongnim datang dan pelajaran matematika pun dimulai. Sejak tadi Rae Na terus saja menusuk-nusukkan pensilnya ke punggungku, ada apa sih? Tidak tahu apa kalau Park sessongnim itu sangat galak, apalagi pada murid yang ketahuan mengobrol di jamnya bisa-bisa langsung dikeluarkan dari kelas, Rae Na mau apa sih?tiba-tiba secarik kertas sampai di mejaku kubuka pelan-pelan dan ternyata itu dari Rae Na.

 

”Aku belum mengerjakan PR yang dia berikan kemarin..aku lupa..aku boleh lihat bukumu..”

Ya ampun Rae Na, untung saja hari ini sessongnim tidak berjalan kesekeliling kelas untuk melihat PR kami, hari ini dia hanya menyuruh kami maju satu persatu ke depan mengerjakan PR tersebut. Kusodorkan buku ku ke meja Rae Na pelan-pelan takut ketahuan.

”Hye Jin..maju ke depan kerjakan soal nomor 2…”

Aku tersentak kaget dan menjatuhkan bukuku, ya ampun aku belum mengerjakan soal nomor 2 begitu aku mengambil bukuku yang jatuh dan melihat jawabanku, ternyata aku lupa mengisi soal nomor 2, gawat! Pasti aku akan ditegur karena tidak mengerjakan PR.

”Ayo cepat!”Perintah sessongnim lagi.

Aku pun berjalan dengan gugup ke depan membawa buku catatanku, aduh apa yang harus aku tulis, Namun belum sampai ke depan ada sebuah buku yang disodorkan padaku dari meja sesorang yang aku pikir tidak akan pernah melakukan hal ini.

”Pakai bukuku…aku sudah meyelesaikannya…”

Key memberikan bukunya padaku, sungguh sangat tidak masuk akal. Apakah aku bermimpi kenapa dia mau menolongku? Hari ini dia sungguh sangat aneh. Aku sedikit ragu untuk mengambil bukunya tapi mumpung Park Sessongnim sedang menghadap ke papan tulis maka aku pun langsung mengambil buku itu dari tangannya dan menuliskan jawaban nomor 2 di papan tulis, saat kembali ke tempat duduk aku tidak sempat mengembalikan buku key karena sessongnim terus memperhatikanku sampai duduk, jadi aku menyimpan buku itu untuk sementara.

 

Key POV

Kenapa denganku? Kenapa aku mau memberikannya bukuku? Aduh ada yang tidak beres dengan otakku. Dia kan musuhku, cewek kasar itu tapi. Aisshh…apa yang terjadi padaku?aku berusaha untuk menepis pikiran bahwa jangan-jangan aku menyukainya. Tidak-tidak dia bukan tipeku. Cewek kasar itu bukan tipeku. Entahlah dari awal aku bertemu dia disekolah ini aku seperti merasa aneh jika aku di dekatnya dan kenapa seeprtinya aku tidak bisa untuk tidak memandanginya walaupun sekali saja, sudah seminggu ini aku berusaha untuk menjauhinya, pertama karena semakin aku sering bertengkar dengan dia perasaan itu seperti semakin nyata dan yang kedua aku sudah lelah bertengkar terus dengan cewek itu,membuang-buang waktuku saja.

 

Hye Jin POV

Jam makan siang aku lagsung menuju ke gedung teater seperti yang aku bilang kemarin aku akan mendaftar sebagai anggota klub drama, oleh sebab itu aku makan siang dengan terburu-buru.

”Aku duluan ya Rae Na.. Hyo Jin…”

”Jossimhe…”Pesan Hyo Jin sambil tersenyum.

Memangya anak-anak klub drama itu seperti apa?kenapa Hyo Jin harus memperingatkanku seperti itu dari malam, aku jadi semakin penasaran dengan mereka. Aku berjalan melewati koridor sekolah menuju gedung teater yang berada di luar gedung kelas, pada jam istirahat ini banyak sekali murid-murid di koridor membuatku pusing. Tiba-tiba aku teringat sesuatu, aku berjalan menuju lapangan basket outdoor dan berharap dapat menemui seseorang disana, aigoo pasti otakku sudah tidak waras kenapa aku begitu ingin menemuinya sekarang. Aku sedikit berharap bahwa ada orang itu disini, aku mengambil jalan yang melewati lapangan basket menuju gedung teater, banyak murid-murid yang bermain basket, dimana dia?aku tidak melihat baik dia maupun Minho, rasa kecewa sedikit muncul dalam hatiku. Ya Tuhan aku benar-benar sudah gila!Kenapa aku harus kecewa?kenapa aku begitu ingin melihatnya. Dasar Hye Jin Babo!

”Babo…babo…”Aku berbisik sambil memukul kepalaku dengan tangan.

”Siapa yang bodoh?”

Tiba-tiba sebuah suara mengejutkanku dan ternyata itu Minho, dia sudah tepat berada di depanku.

”Ah…Andwe…”Aku buru-buru menjawab

”Kau mencari seseorang…”Dia bertanya dengan gayanya yang dingin kadang aku berpikir dia bukan bertanya melainkan menyatakan sesuatu habis dia bertanya tapi nadanya bukan bertanya. Benar-benar es.

”Ahh…annyeong..permisi…”

Aku buru-buru pergi takut dia bertanya yang macam-macam. Kenapa aku harus mencarinya sieh?Babo sekali aku ini.

BRUKK..

”Mianhe…aku sedang buru-buru…” Orang itu langsung menarik tanganku sebelum terjatuh.

Aww sakit sekali, siapa sih orang yang menabrakku?jalan tidak lihat lihat. Baru akau mau mengomel padanya saat kulihat siapa dia aku langsung terkejut. Saat kulihat dasinya ternyata dia adalah seniorku. Jadilah kutahan omelanku. Namun tak jauh dariku sesorang berteriak-teriak.

”Mboem…Mboem…kemari kau?”

Seseorang berteriak sambil berlari-lari ke arahku lebih tepatnya ke arah senior ini.

”Ah….sinca….”

Senior itu malah bersembunyi ke belakangku. Sudah tahu dia tinggi, pasti ketahuan lah. Aneh sekali dia. Orang yang tadi berteriak itu sudah sampai di depanku dengan berkacak pinggang. Ooo, apa yang harus aku lakukan? Kenapa dia masih saja terus bersembunyi di belakangku.

”Mboem..jangan kayak anak kecil deh…”

Aku ingin tertawa saat mendengar orang itu yang juga ternyata seniorku-terlihat dari dasinya-mulai berbicara, dia seperti seorang wanita. OMO aneh sekali dia, memang sih wajahnya sangat cantik seperti wanita tapi aku tidak menyangka gaya bicaranya juga agak sedikit seperti wanita.

”Mboem…keluarlah…”

Senior itu mulai menggapai-gapai orang yang dia panggil Mboem itu di belakangku. Tapi sepertinya Mboem Sunbae ini tidak mau kalah dan berusaha menghidari jadilah aku berada di tengah dua senior yang aneh ini. Sepertinya senior ini sudah mulai capek.

”Aigoo…sudahlah..lihat saja kau nanti Mboem…”dan dia pun berlalu begitu saja.

Akhirnya Mboem Sunbae-aku tidak tahu namanya-keluar dari belakangku dan mendesah lega.

”Hufft…gumawo ya…ohh ternyata kau juniorku ya?” Katanya begitu melihat dasi yang kupakai.

”Ne..”Jawabku bingung.

”Ah…arasso…kau murid baru itu kan?”

”Ne..”

”Kenapa jawabnya hanya Ne..saja..”

Dasar sunbae yang aneh, memangnya harus jawab apa lagi. Aku tidak tahu Hyo Jin punya teman satu angkatan yang seaneh ini.

”Kau tidak mengenalku pastinya?”kemudian dia berkata lagi sambil tersenyum.

Wow senyumnya sungguh menawan sayang orangya aneh sekali. Padahal kukira dia lumayan mungkin kalau tadi tidak melihat kejadian itu mungkin aku akan sangat mengaguminya tapi gara-gara tadi aku melihat kejadian tadi dan melihat dia sepert itu. Hmm…benar-benar aneh…

”Aku adalah wakil ketua kepresidenan murid-aka Waketu OSIS- disini…perkenalkan Joneun Kim Kibum-imnida…”

Dia langsung menjabat tanganku tiba-tiba. What!jadi ini yang dia yang dibilang Rae Na, sunbae yang memiliki nama yang sama seperti Key, oleh sebab itu Kim Kibum Junior dipanggil Key. Ah semua yang bernama Kim Kibum tidak ada yang beres otaknya, yang satu kasar yang satu lagi sangat aneh, aku jadi berpikir bagaimana dengan Kibum nya U-KISS atau Kibumya SuJu atau Kibumnya SHINee, apakah juga seaneh mereka? Pikiranku malah melantur.

”Annyeonhaseyo sunbae..joneun…Hye Jin-imnida…”Aku pun membungkuk kemudian tersenyum padanya.

”Ye..semoga kau senang di sekolah ini….jangan sungkan-sungkan lapor padaku kalau kau menemui masalah dari anak-anak disini..”

”Ne..”aku mecoba tersenyum kembali padanya

”Baiklah annyeong…”Kibum Sunbae pun tersneyum dan berjalan pergi.

Ada-ada saja, wakil ketua yang sangat aneh, jangan-jangan ketuanya juga seaneh itu lagi. Hih, mengerikan!oh ya aku belum tahu siapa ketua kepresidenan murid disini,siapa ya?ternyata pertanyaanku terjawab begitu aku mulai memasuki gedung teater, saat melihat ke dalam ternyata ada seoarang cowok yang sangat tinggo, bahakan kuarsa lebih tinggi dari Minho sedang berbicara dengan senior yang tadi mengejar Kibum Sunbae dan sunbae itu memanggilnya dengan sebutan ketua kepresidenan. Ternyata pikiranku salah dari wajahnya sih dia tidak seaneh wakilnya lagipula wajahnya sangat berwibawa, cocok menjadi ketua kepresidenan. Dia pun selesai berbicara dan berjalan keluar melewatiku dan tersenyum padaku dan pada saat itu sebuah perasaan muncul, perasaan senang bukan perasaan suka bukan…aku tidak tahu perasaan apa itu tapi entah kenapa aku senang sekali dia tersenyum padaku, senyumanya begitu hangat mengingatkanku pada…pada..aku lupa siapa tapi senyumnya sama. Aduh kenapa aku ini?aku terpaku di tempatku beberapa lama sampai seseorang menghampiriku.

”Heechul..kemari…cepat!!!lihat kurasa dia sudah terkena Siwon Virus…lihat dia…benar-benar deh Siwon…”

”Ye…benar..Siwon…ckckck…satu lagi Siwon fansclub…”

Aku kaget melihat wajah dua orang yang tidak kukenal hanya beberapa senti dari wajahku, reflek aku langsung mundur ke belakang.

”Gwenchana?”Tanya salah satu dari subae itu tapi bukan yang seperti wanita.

”Ye…”Jawabku asal.

Kemudian dia menghampirku.

”Ada perlu apa kemari?”

Aku baru ingat aku mau mendaftar menajdi anggota klub drama, tapi apa sebaiknya aku mengurungkan saja niatku, habis benar kata Hyo Jin mereka agak sedikit aneh. Pasti mereka berdua adalah orang yang bernama Heechul atau Eunhyuk atau Donghae. Aku sudah terlanjur kemari. Sudahlah aku mendaftar saja. Kulihat sunbae itu masih memandangiku dengan tatapan aneh.

”Sebenarnya aku kesini mau mendaftar mejadi anggota klub drama”

”Mwo?Mworago?”Tanya sunbae yang rambutnya sedikit aneh karena rambutnya berdiri seperti rumput. Sangat aneh. Tiba-tiba sunbae yang seperti wanita itu menghampiriku dan mulai melakukan gerakan aneh.

”Eunhyuk, Donghae cepat kemari…”

Kulihat salah seorang sunbae lagi menuju ke arah kami, kupikir dia yang bernama Donghae dan yang rambutnya aneh sepertinya bernama Eunhyuk dan pasti yang seperti wanita ini Heechul. Tiga serangkai pemilik klub drama begitu Hyo Jin cerita. Mereka pun kemudian memperkenalkan diri mereka masing-masing dengan gaya yang aneh, seperti gaya power rangers waktu datang untuk menyelematkan korban dari para monster. Sungguh aku benar-benar ingin tertawa melihat mereka tapi aku hanya bisa menahannya, aduh! Perutku jadi sakit!

”Aku Kim Heechul…Princess Heechul…”dengan mengedipkan sebelah matanya.

”Aku Lee Hyuk Jae tapi kau bisa memanggilku Eunhyuk si tampan…”

Sungguh aku tidak kuat untuk tidak tertawa melihat tingkah mereka.

”Aku Lee Donghae, kau bisa memanggilku Donghae…”

OK, kukira hanya Donghae Sunbae yang sedikit lebih waras dibanding yang lain.

”Nah, selamat datang di klub drama…”Seru Heechul sunbae.

Aku pun tersenyum menanggapinya dan mereka menyuruhku masuk.

”Eunhyuk mana form nya…berikan padanya…oh ya siapa namamu?sampai aku lupa…”

”Joneun Hye Jin-imnida…”

”Ah…kau murid pindahan itu kan?”

”Ne..”

”Ini..”Eunhyuk sunbae menyodorkan secarik kertas untuk kuisi, aku pun mengambilnya dan mengisinya.

Tak lama kemudian aku sudah selesai mengisinya dan aku pun disuruh memperkenalkan diri ke depan anggota yang lain. Saat itu aku melihat sesosok wajah yang tidak asing, ya…itu pacarnay Key, Han Yuri…kalau tidak salah, entah pacarnya yang keberapa begitu Rae Na bercerita. Dasar cowok superplayboy yang kasar!. Aigoo selalu saja di semua tempat aku selalu bertemu dengan orang-orang yang ada hubungannya dengan cowok kasar itu.

”Annyeonghaseyo…joneun…Hye Jin-imnida…mohon bantuannya”Aku membungkuk lalu tersenyum pada semua orang.

 

 

Klub drama yang aneh tapi cukup menghibur. Asyik sekali melihat 3 orang sunbae itu, mereka sungguh sangat konyol. Yah mereka cukup baik padaku bahakan terlalu malah. Mereka tidak mau dipanggil sunbae dan malah minta di panggil Oppa, aigoo!!

”Kalau kau butuh bantuan panggil saja Eunhyuk si tampan…”saat kami sudah selesai membahas pertunjukan untuk bulan depan Eunhyuk Sunbae menghampiriku.

”Jangan-jangan kalau dengan dia kujamin tidak ada masalah yang beres dan dia tidak tampan…..kau tahu kami memanggilnya monkey..dia mirip kan?lihat saja rambutnya yang aneh itu….”Seru Donghae sunbae sambil menghampiri kami.

Kulihat wajah Eunhyuk sunbae yang sedikit kesal mendengar perkataan Donghae sunbae.

”Ya! Kau lebih mirip ikan…”

”Enak saja kau…”

”Hey…hey kalian…menggoda junior saja kerja kalian…”

Heechul sunbae menghampiri kami dan menjewer kedua kuping sunbae-sunbae ini dan menarik mereka pergi,.

”Hati-hati Hye Jin…mereka berbahaya…annyeong…jangan lupa kita kumpul setiap hari kamis sehabis pulang sekolah…”

”Ya!Heechul sakit tau!”teriak mereka berdua sambil diseret oleh Heechul sunbae.

”Ye…ne annyeong”jawabku dan aku benar-benar tidak tahan untuk tidak tertawa.

Namun saat aku hendak kembali ke kelas Han Yuri menatapku dengan sinis. Kenapa dia? Dasar tidak cowoknya tidak ceweknya sama saja. Kasar!pantas sekali mereka menjadi pasangan, bagaimana mungkin  dua orang yang kasar seperti itu bisa saling behubungan. Aneh!aku hanya menatapnya balik, dia pikir aku takut, aku tidak pernah melakukan apapun terhadapnya kenapa dia begitu sinis padaku. Aku pun segera bergegas pergi karena bel sudah berbunyi.

 

 

Akhirnya bel pulang berbunyi. Hufft tadi ada ulangan mendadak bahasa inggris untung aku sudah belajar tadi malam jadi tidak terlalu sulit. Oh ya aku lupa aku mau mengembalikan buku Key, aku buru-buru mencari buku itu di dalam laciku. Ini dia, sebaiknya kukembalikan sekarang. Murid-murid sudah banyak yang pulang namun Key masih duduk di bangkunya, mungkin menunggu pacarnya datang. Hah, sebaiknya aku segera mengembalikan bukunya sebelum ceweknya datang. Aku bergegas mengambil tas ku dan menghampirinya.

”Gamsahamnida…”sebenarnya itu ucapan formal tapi bukankah aku memang tidak pernah berbicara dengannya jadi memang lebih baik dengan ucapan formal saja.

Aku menyodorkan buku itu ke mejanya dan dia mendongakkan kepalanya untuk melihatku. Sebenarnya aku mencoba tersenyum padanya, yah hitung-hitung sebagai ucapan terima kasihku karena dia mau membantuku.

”Ne…”Jawabnya sambil mengambil buku itu lalu dia duduk di atas mejanya dan memandangiku.

Aduh kenapa suasananya jadi tidak enak seperti ini, kenapa dia mentapku dengan tatapn seperti itu. Sebaiknya aku segera pergi. Namun tanganku ditahan oleh Key dan dia langsung menatapku tepat langsung di mataku dan kemudian dia mendekatkan wajahnya padaku. Apa yang akan dia lakukan? Dia menundukan wajahnya dan saat itu bibirku hanya beberapa senti dari bibrnya. Saat kusadari dia berusaha menciumku. Dasar cowok kurang ajar!

PLAKK!

Aku menampar wajahnya dan dia langsung mundur kebelakang dan memegang pipinya.

”Dasar cowok kurang ajar!Kau pikir aku cewek murahan apa!”seruku padanya.

Aku benar-benar kesal padanya, aku sudah siap memukulnya kembali namun ternyata air mataku malah turun, aku memang suka menangis jika sedang dalam keadaan marah. Dan saat ini aku benar-benar sedang marah. Aku segera berlari keluar, aku tidak mau dia melihatku menangis, aku melihat dia masih tertegun di kelas seperti masih tidak percaya apa yang terjadi barusan.

Aku berlari melewati lorong sekolah dengan air mata terus mengalir, aku sudah berusaha menghapusnya tapi air mata ini terus turun. Aku ingin segera pulang.

 

Key POV

Apa yang terjadi barusan? Kenapa aku ingin menciumnya! Ah sinca! Apa yang terajdi padaku. Sekarang dia pasti akan sangat marah padaku, aku tidak berniat melakukan itu padanya. Itu semua terjadi begitu saja. Aku sempat melihat dia menangis tadi. Ya ampun apa yang telah aku lakukan padanya. Aku bergegas mengejarnya keluar.

”Hye Jin!”seruku tapi Hye Jin sudah menghilang.

Apa yang harus aku lakukan sekarang!

 

Hye Jin POV

Aku masih terus saja menangis sambil berlari. Ah aku benci kenapa setiap aku marah selalu saka air mata ini turun. Aku bukan gadis lemah. Tiba-tiba aku menabrak seseorang, saat aku mendongakkan wajahku ternyata itu Taemin.

”Hye Jin…kau kenapa?”tanyanya begitu melihat air mataku mengalir.

Dia menjulurkan tangannya berusaha untuk menghapus air mataku, tapi buru-buru aku menghapus air mataku dengan tanganku.

”Aku tidak apa-apa…permisi…”

Aku melewatinya dan berlari kembali. Jangan menangis lagi!aku terus berlari menuju taman sekolah, disana sudah tidak banyak orang lagi karena memang murid-murid sudah banyak yang pulang. Aku terududuk di salah satu bangku dan menangis sejadi-jadinya. Kenapa dia melakukan itu padaku?dia pikir aku cewek murahan apa! Dasar cowok brengsek!aku benci kau!sangat benci!

Aku masih menangis dan air mataku mash mengalir sangat deras sampai aku sadar seseorang duduk disampingku. Aku kembali menyeka air mataku.

”Kau baik-baik saja Hye Jin…”tanya Taemin begitu melihatku.

”Ne…aku baik-baik saja…”tapi tetap saja air mata ini terus turun.e

”Kau sedang ada masalah?”tanyanya lagi.

Kali ini aku hanya terdiam, aku tidak mungkin bercerita apa yang tadi terjadi padanya. Aku masih terus menangis sambil menunduk. Kemudian aku merasakan tangannya menyentuh wajahku dan mendongakkan wajahku lalu menghapus air mataku dengan jarinya. Dan aku benar-benar merasakan aliran listrik di sleuruh tubuhku dan jantungku berdegup sangat kencang.

”Jangan menangis lagi…kau bisa ceritakan masalahmu..aku tidak akan menceritakannya pada siapa-siapa…”lanjutnya.

Tapi mianhe Taemin aku tidak mungkin cerita itu padamu.

”Atau kau mau meminjam bahuku untuk menangis…mungkin akan lebih baik untukmu…”tanyanya sambil tersenyum.

Ya, lebih baik aku menangis sejadi-jadinya agar aku lebih tenang. Aku pun menyenderkan kepalaku di bahunya dan menangis.

 

Lima belas menit kemudian tangisanku berhenti hanya senggukan saja yang masih keluar dan lama kelamaan akhirnya berhenti.

”Gumawo..”begitu aku tidak menyenderkan kepalaku di bahunya.

Dia pun hanya tersenyum.

”Kau mau pulang?”tanyanya.

”Ne…”

”Biar aku antar…”

”Andwe..aku bisa sendiri..”

”Annyi..nanti kau tersesat lagi sepeti kemarin…”dia pun tersenyum jahil padaku.

Aku pun menurut saja dan berjalan di belakangya menuju lapangan parkir.

”Bukankah kau mau latihan basket?”. Tanyaku begitu aku ingat bahwa dia hari ini ada latihan basket, sebenarnya aku sempat mencari tahunya. Aigoo!aku sudah gila dengan dia!

”Ne..nanti aku kesini lagi setelah mengantarmu…”

Aku jadi semakin salah tingkah begitu tahu dia mau mengantaku pulang ke rumah padahal dia mau latihan basket. Saat sampai di lapangan parkir dan Taemin akan mengenakan helm nya sebuah suara memanggilnya dan ternyata itu Minho.

”Taemin-ah..kau mau kemana?”

”Nanti aku kembali lagi…15 menit hyung….”

Aku jadi merasa bersalah, apa nanti dia dimarahi ya? Tapi kulihat Minho tersenyum dan berlalu begitu saja.

”Ayo naik…”katanya begitu dia sudah mengenakan helm. Aku mengenakan helm yang dia berikan padaku dan memegang erat-erat pinggangnya.

”Mianhe…merepotkanmu…”Kataku begitu kami sampai di depan rumahku.

”Ah…andwe…masih belum mau cerita nieh?”tanyanya sambil mengambil helm dari tangaku.

Aku Cuma tersenyum.

”Ah…Ok…kalau ada masalah kau bisa cerita padaku mungkin aku bisa memberikan sedikit solusi…aku ini pendengar yang baik loh…”Dia tersenyum kembali.

”Gumawo..”

”Annyeong…”dia pun melambai dan segera berlalu.

”Ne annyeong…”seruku.

Aku pun berjalan masuk ke dalam rumah.

 

Aku menghempaskan tubuhku di atas kasur dan memejamkan mataku, rumah benar-benar kosong, ibu sedang pergi bekerja dan nenek sedang pergi. Aku sendirian di rumah. Hari ini sangat panas, aku bangkit dan berjalan menuju dapur untuk mengambil minum. Aku masih memikirkan kejadian tadi, nyaris saja dia menciumku. Ah, aku jadi ingat kejadian itu dan membuatku kesal lagi dengannya.

”Hufft” aku mendesah dan kemudian meneguk air dingin dari gelasku.

”Hye Jin…”kudengar Hyo Jin sudah pulang dan berjalan menuju kemari.

”Kau sudah pulang”sapaku.

Dia hanya mengangguk dan mengambil gelas di meja lalu mengambil air dari kulkas dan menuangnya lalu meminumnya.

”Capek sekali hari ini”serunya.

”Kau pulang sendiri?”tanyaku.

”Tidak….tadi aku diantar Jin Ki, kenapa?”

”Andwe…”

Aku berjalan pergi meninggalkan dapur menuju ke kamarku kemudian merapihkan bukuku.

”Ada sesuatu?”tanya Hyo Jin berdiri di ambang pintu kamar.

Sudah kuduga pasti dia melihat perubahan di wajahku dan itu menandakan bahwa aku sedang ada masalah. Cerita apa tidak ya pada Hyo Jin tapi aku sudah menganggapnya kakak perempuanku sendiri, tidak ada yang kami rahasiakan. Mungkin lebih baik aku bercerita padanya.

Aku duduk di lantai kamar dan Hyo Jin mendekatiku dan ikut duduk di depanku.

”Aku sedang kesal dengan seseorang” ceritaku.

”Siapa?”

”Orang yang sama seperti dulu…”

”Aigoo Key lagi..memangnya kenapa lagi dengan dia?”

”Ya! Dasar cowok brengsek…tadi dia berusaha menicumku…”

”Mwo?Mworago!”

”Ne…tadi sepulang sekolah…kutampar saja wajahnya saat itu…”

Hyo Jin terdiam seperti berpikir.

”Dia pasti sengaja…dia pikir aku cewek murahan apa…seperti pacar-pacarnya…”aku melanjutkan ceritaku.

”Kau yakin dia melakukannya dengan sengaja?”

”Tentu saja…diakan sangat membenciku…memangnya menurutmu?”

Hyo Jin tersenyum beberapa saat.

”Andwe…”Lanjutnya.

Pasti Hyo Jin memikirkan hal yang aneh-aneh.

”Kupikir dia menyukaimu…habis entah kenapa aku merasa dia menyukaimu…makanya dia melakukan hal itu…mian…”

”Aissh! Jangan sampai dia menyukaiku…aku tidak mau disukai orang seperti itu…seandainya hanya ada satu cowok yang tersisa di dunia ini dan itu hanya dia…lebih baik aku sendiri…”

Hyo Jin tertawa mendengar pertanyaanku.

”Tapi kalau Taemin bagaimana?”

Hyo Jin menatapku dengan pandangan jahil lalu tertawa terbahak-bahak.

”Aigoo..mukamu merah..”

Apa maksudnya?mukaku tidak memerah. Hyo Jin mulai lagi. Kalau dia sudah mulai pasti susah memberhentikannya.

”Pasti senang ya tadi diantar olehnya…”Hyo Jin melanjutkan ledekannya.

Hey, darimana dia tau aku diantar olehnya. Dasar Hyo Jin!

”Darimana kau tahu aku diantar olehnya?”

Hyo Jin hanya tesenyum dan berjalan pergi keluar kamar.

”Rahasia…”

”Hyo Jin…”seruku.

Aku pun bangkit dan bergegas mengejarnya. Hyo Jin selalu seperti itu, kenapa sih dia begitu senang sekali mengejekku.

 

 

Taemin POV

Aku baru memarkirkan motorku begitu Minho Hyung menghampiriku.

”Mianhe hyung….telat 5 menit…”

Pasti hyung marah padaku karena terlambat datang latihan tadi aku berjanji hanya 15 menit tapi aku telat 5 menit. Namun anehnya hyung menghampiriku dengan tersenyum. Aneh sekali dia.

”Andwe..kami baru saja mulai…ayo..”

Hyung masih saja senyum-senyum melihatku. Ada yang anehkah padaku. Dia berjalan mendahuluiku.

”Jadi dia yonjachingumu?”

Yonjachingu?siapa? aku tidak punya yonjachingu. Hye Jin kah yang hyung maksud?

”Mworago?andwe…aku tidak punya yonjachingu…Hye Jin hanya teman…”aku mepercepat langkahku dan berjalan tepat disamping Minho Hyung.

”Kalian lucu sekali…kau menyukainya kan…”

”Itu pertanyaan atau pernyataan hyung?”aku mencoba tertawa mendengar perkataan Minho Hyung. Terkadang dia bertanya tapi seperti menyatakan.

”Ya..jangan mengalihkan pembicaraan….jujur saja kau menyukainya kan?”

”Hyung ada-ada saja…aku mau ganti baju dulu…”

Aku bergegas menuju ruang ganti dan mengganti bajuku daripada nanti dia menanyakan hal yang semakin aneh saja. Apa aku menyukainya? Pertanyaan yang diajukan pada diriku tapi aku pun tidak bisa menjawabnya. Aku sendiri bingung apakah aku menyukainya atau tidak. Aigoo!

”Taemin-ah!!” Teriak Siwon Sunbae dari lapangan.

Aku pun beregegas masuk ke lapangan.

 

 

Key POV

Apa yang akan terjadi besok! Ahh! Kenapa aku ini? Dari tadi aku tidak bisa konsentrasi berlatih selalu saja ingat Hye Jin. Sudah dua kali aku ditegur oleh Changmin Sunbae, aku pun duduk d pinggir melihat yang lain berlatih. Aku termenung memikirkan kejadiaan tadi, apa yang akan Hye Jin pikir tentangku. Bekas tamparannya masih terasa perih. Dasar cewek bodoh!

”Hyung…tidak latihan?”

Taemin datang menghampiriku dan duduk disampingku.

”Andwe…masih capek…”

”Ada apa hyung?tumben biasanya hyung yang paling semangat latihan…”

”Annyi..tidak apa-apa…ya taemin-ah…apa kau pernah jatuh cinta?”

”Ya..belum..memangnya kenapa? Ah hyung bukannya kau sering jatuh cinta…”

Ah Anak ini, dia malah tertawa. Sebegitu seringnyakah aku jatuh cinta.

”Mianhe hyung…hanya bercanda…habis pertanyaan hyung aneh sekali…”

Memangnya aneh ya bertanya seperti itu. Ah aku menjadi gila sendiri dengan pikiranku. Apa yang terjadi padaku? Lebih baik aku latihan saja agar aku tidak selalu kepikiran cewek kasar itu.

”Ayo latihan lagi..”ajakku pada Taemin.

Satu jam sudah kami berlatih. Ahh capek sekali. Segera ku sambar tas ku dan berjalan pergi.

”Kibum tunggu aku…”Minho memanggilku dari jauh dan mengejarku.

”Lama sekali mandinya…”

”Mianhe…”jawabnya cuek.

Hah punya adik seperti ini sungguh menyusahkan. Kenapa ayah selalu ingin kami pulang bersama, sejak kecil kami harus kemana-mana bersama. Aku dan Minho punya kepribadian yang sangat bertolak belakang mungkin jika hanya melihat saja tidak akan ada orang yang percaya bahwa aku dan Minho bersaudara bahkan kembar. Terkadang aku sedikit kesal dengan Minho karena terkadang ayah lebih senang dengannya bagaimana tidak jika Minho punya rasa kompetisi yang besar dan dia selalu berusaha untuk mendapatkan yang terbaik dari semua hal yang dia lakukan. Seperti saat ini ketua tim basket sekolah dan masuk kelas A. Apa yang tidak bisa dia lakukan?hampir semua hal dia bisa. Dulu aku sering iri dengannya tapi seiring bertambahnya umurku aku sudah tidak terlalu peduli lagi dengan hal itu. Biarlah Minho melakukan apa saja hal yang disukainya asal tidak mengangguku.

Sampai di rumah aku langsung masuk ke kamarku dan menghempaskan tubuhku ke atas tempat tidur, aku menggapai HP ku yang kuletakan di kantong tasku. Kulihat di layar ada 5 missed call dan 5 pesan masuk dan kesemuanya dari Yu Ri, ah mau apa cewek itu. Sudah berapa kali aku bilang aku tidak menyukainya dia terus saja mengejarku.. Sudahlah tidak usah di balas. Aku mengantuk, sebaiknya aku tidur sebentar.

Belum sempat aku tertidur Minho masuk ke kamarku.

”Kibum!”

”Ya!tidak usah teriak bisa kan?aku belum tidur!ada apa?”seruku begitu Minho masuk dan berteriak memanggilku.

”Aku pinjam komputermu…komputerku error lagi…ada tugas yang harus aku kerjakan….”

”Ne….pakai saja…”

Gara-gara tadi dikagetkan Minho aku tidak bisa tidur. Aku mengamatinya sedang mengetik di komputer, ku ambil ipod-ku dan kupakai headphonenya sambil tiduran di atas tempat tidur. Tapi tetap saja mataku tidak mau terpejam. Aku jadi mengigat kejadian tadi lagi. Aigoo!! Kenapa sih selalu cewek itu!apa benar aku menyukainya?pernyataan yang selama ini selalu berusaha ku tepis. Tapi setiap di dekatnya aku merasakan sesuatu, sesuatu yang belum pernah aku rasakan sebelumnya meski dengan gadis lain. Apa jangan-jangan aku mencintainya. Andwe…tidak boleh…apa yang membuatku begitu tertarik padanya?tidak ada yang istimewa darinya hanya kelakuannya saja yang sangat kasar tapi kenapa.

”Minho…”

”Hemm…”Jawabnya tanpa mengalihkan pandangannya dari komputer.

”Apa kau pernah jatuh cinta?”

Minho berbalik dan menatapku dengan tatapan bingung.

”Kau sakit, Hah?”tanyanya.

”Aku serius”jawabku.

”Ah kau sedang jatuh cinta sekarang?dengan siapa lagi?”

”Aishh memangnya aku begitu seringnya apa?”

”Tanya saja pada dirimu sendiri…”Jawabnya cuek, dan kembali menghadap komputer

Meminta saran dengannya sama seperti berbicara dengan tembok tak ada hasilnya.

”Ya!aku kan sedang bicara denganmu”

”OK..kau mau bicara apa lagi, pertanyaan seperti itu tidak perlu kujawab kau lebih mengerti…”jawabnya kembali menghadap ke arahku.

”Ne…aku sedang jatuh cinta tapi kali ini berbeda…aku benar-benar jatuh cinta…aku menyukai gadis itu…aku ingin memilikinya…”akuku.

”Sudahlah Kibum…jangan mempermainkan wanita lagi…”

”Kali ini aku benar-benar menyukainya, Minho..aku belum pernah merasakan perasaan ini sebelumnya pada siapapun baru kali ini dan hanya pada gadis itu…tapi kurasa dia membenciku…”

”Tentu saja dia membencimu…lebih baik kau rubah dulu sikapmu…”dia kembali berbalik dan menghadap komputer.

”Ah sinca! Bicara denganmu tidak memberikan solusi…”

Dasar punya adik seperti dia tidak menguntungkanku, masa dia hanya menjawab seperti itu. Kembali ku rebahkan badanku di atas tempat tidur dengan headphone masih terpasang dan berusaha memejamkan mataku. Aku harus berubah…

 

Advertisements

One thought on “FF: LOVE’S WAY – WAY FOR LOVE

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s